Friday, January 18, 2019

*Memohon Perlindungan dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat*


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta ilmu yang bermanfaat setiap selesai shalat subuh dengan berdoa kepada Allah Ta’ala,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah … aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thayyib, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.)

Demikian juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837. Hadits ini shahih.)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di -rahimahullahu Ta’ala- menjelaskan bahwa ada empat macam ilmu yang tidak bermanfaat.

Pertama, ilmu yang 100% berbahaya, tidak ada manfaat sama sekali, atau minimal bahaya ilmu tersebut lebih besar dibandingkan manfaatnya (kebaikannya). Misalnya ilmu sihir. Contoh lain, seseorang belajar tentang kesesatan (berbagai aqidah atau pemahaman yang menyimpang), namun dia belum memiliki ilmu tentang kebenaran (‘aqidah shahihah). Seseorang membaca buku-buku yang mengandung kesesatan, padahal dia tidak memiliki “senjata” untuk melindungi dirinya.

Ke dua, sibuk mempelajari ilmu duniawi (ilmu pengetahuan) yang hukum asalnya adalah mubah, namun kesibukan tersebut menjadikannya lalai dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya. Misalnya, kesibukan tersebut menyebabkan orang tersebut lalai untuk menghadiri shalat berjamaah bagi laki-laki tanpa ‘udzur (alasan yang dibenarkan syariat). Dalam kasus semacam ini, ilmu tersebut menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.

Ke tiga, ilmu syar’i (ilmu agama), yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tidak diamalkan. Sebetulnya dia mengenal ilmu agama, namun dia tinggalkan atau tidak diamalkan. Dia mengenal keburukan namun justru menerjangnya. Ilmu syar’i yang tidak diamalkan, hanya menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.

Ke empat, menyibukkan diri dengan ilmu alam atau ilmu modern (seperti biologi, fisika, dan semisalnya) sehingga menyebabkan dirinya cuek dan berpaling dari mempelajari ilmu agama. Orang yang membatasi diri hanya mempelajari ilmu-ilmu alam tersebut, hanya akan menyebabkan pelakunya bingung dan terjatuh dalam kesombongan. Fenomena semacam ini bisa kita saksikan. Seseorang yang hanya sibuk mempelajari ilmu tersebut, bukannya bertambah keimanan kepada Allah Ta’ala, namun akhirnya menjadi pengingkar Tuhan (atheis).

Lalu apa ilmu yang bermanfaat? Menurut penjelasan beliau -rahimahullahu Ta’ala-, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu agama (yang diamalkan) dan ilmu yang mendukung untuk mempelajari ilmu agama tersebut, seperti ilmu bahasa Arab dan semacamnya. Demikian pula setiap ilmu yang bisa memperbaiki agama, dunia, dan akhlak manusia. Dengan syarat bahwa agama-lah yang menjadi pokok, sedangkan yang lain adalah tambahan dan penyokong untuk perbaikan agama seseorang. [1]

Semoga Allah Ta’ala menambahkan untuk kita ilmu yang bermanfaat, dan menjauhkan kita dari semua ilmu yang tidak bermanfaat.

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Catatan kaki:

[1] Disarikan dari penjelasan Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di -rahimahullahu Ta’ala- di kitab Majmu’ Al-Fawaaid wa Iqtinaashil Awaabid (faidah ke-33, cet. Daar Ibnul Jauzi tahun 1424). Ditambah dengan penjelasan guru kami, Ustadz Aris Munandar -hafidzahullahu Ta’ala- ketika menjelaskan perkataan Syaikh As-Sa’di tersebut.

Penulis: Ustadz M. Saifudin Hakim

📚💎📚💎📚💎📚💎📚💎📚
📲 Yuk share ke yang lain *tanpa merubah isi artikel dan sumbernya* dan jangan lupa like halaman kami...!

🚿Dan jangan sampai ketinggalan, dengan ikuti jaringan medsos kami untuk mendapatkan artikel dan nasihat yang manfaat.

•┈┈➖•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.


*Tips-Tips Cepat Baca Kitab-Kitab Para Ulama*


🌟 *Siapa yang ingin mengunduh mutiara, mesti harus menyelam.*

*Untuk bisa membaca kitab2 para ulama, memahami bacaan sholat n doa kita panjatkan  dengan cepat mestilah dengan usaha yang maksimal pula. Memang susah-susah mudah.*

*Mengapa ana katakan susah-susah mudah? Sebab semuanya kembali pada:*

*➖Kehendak-Nya yang memudahkan kita untuk cepat paham atau kehendak-Nya yang membuat kita sulit paham.*

*➖kemudian metode atau cara kita mempelajarinya.*

Para thalibul ilmi yang duduk dibangku pendidikan formal saja banyak yang kesulitan , apalagi yang diluar itu (walau tidak semua bahkan ada yang lebih Allah mudahkan).

Memang bahasa Arab itu sangat komplek dan lengkap gramatikalnya apalagi jika kita mempelajarinya loncat-loncat tidak sistematis.

 *Karena kesempurnaannya maka Allah menjadikan bahasa Arab  ini sebagai bahasa pengantar Al-Qur?an dan di dalamnya Allah telah memudahkan bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya.*

 Allah berfirman:

*“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar: 17)*

*Aslinya, bahasa Arab itu sulit tapi Allah mudahkan, Allah telah mudahkan bagi kita dan Allah mudahkan bagi siapa saja yang Dia kehendaki.*

Bandingkan dengan bahasa Inggris, apalagi Jepang dan Mandarin yang lebih sulit dan tidak ada jaminan dari Allah untuk memudahkannya tapi ramai peminatnya.

Tips-tips ini semoga bermanfaat bagi antum yang belajar lewat jalur non formal seperti ana, tapi insya Allah juga bermanfaat bagi antum yang duduk di jalur formal.

*1) Selalu luruskan niat.*

Ini yang paling penting dan terpenting, sebab jika pondasinya tidak kokoh maka dikawatirkan akan merusak dunia dan agama sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidaklah dua ekor serigala kelaparan di giring kepada satu domba lebih merusak daripada kerakusan seseorang pada agama untuk tujuan kemuliaan dirinya (dimata manusia)” (HR. Tirmidzi).

📌 *Maka belajarlah hanya untuk mencari ridha Allah.*

*2) Cita-cita dan tekad baja/ Azam yg kuat*

Kemauan seseorang ada beberapa tingkatan, yaitu:

➖Khathir: yaitu kilasan kemauan, belum ada cita-cita yang kuat

➖Taraddud: yaitu kemauan yang penuh keragu-raguaan antara ya atau tidak

➖Ham: yaitu cita-cita yang kuat tapi indikasinya belum terlihat jelas

✅ *➖Azzam: yaitu cita cita disertai tekad baja yang indikasinya bisa terlihat pada tindakan*

*Harus memiliki Ham ( yaitu cita-cita yang kuat tapi indikasinya belum terlihat jelas) dulu, mantapkan dalam hati dengan doa yang kuat, semoga Allah karuniakan fadhilah ini kepada kita dan mudahkan. Kemudian jadikan ham tersebut menjadi ‘azzam. Beli buku-buku, kursus, kuliah atau ke pesantren/lembaga baik formal maupun non formal merupakan indikasi dari ‘azzamnya.*

❌ *Jika belajarnya hanya dengan khathir (kilasan kemauan, belum ada cita-cita yang kuat) atau taradud (kemauan yang penuh keragu-raguaan antara ya atau tidak) saja, ya tidak akan bisa.*

*3) Istiqamah*

⛔ *Ketidakistiqamahan biasanya dari beberapa sebab;*

➖Dari diri sendiri, karena malas, putus semangat, salah niat dsb

➖Dari metode atau muallimnya. Jika memang dari hal ini maka sebaiknya komunikasikan dengan muallim (pengajar).

*Keistiqomahan dibutuhkan ketika belajar walaupun terkadang rasa jenuh, bosan dan futur selalu hadir*

*4) Baca sebanyak-banyaknya referensi*

*Semakin banyak buku panduannya insya Allah akan mumdahkan kita untuk memahami materi, sebab adakalanya pembahasan di buku lain lebih mudah dicerna dan saling melengkapi.*

*5) Pahami dahulu baru hafalkan*

*6) Banyak-banyak praktek*

Praktek ini sangat menentukan sekali sebab kita akan dipaksa untuk mengulang pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari *walaupun praktek ini memerlukan kesabaran, keuletan dan ketekunan tinggi.*
Sebab bisa jadi untuk membaca 1 baris saja memerlukan waktu 1 jam apalagi jika kosa katanya harus cari satu persatu dalam kamus.

*Praktek ini ada tiga cara:*

➖Praktek sendiri tanpa bimbingan
➖Praktek dengan pendampingan orang yang lebih ahli
➖Ikut kajian kitab

*7) Kesadaran bukan semangat*

Belajar atau bekerja hanya berlandaskan semangat belaka akan luntur tatkala kesemangatan luluh. *Jadi belajar dengan kesadaran, kesadaran akan pentingnya serta hukum wajibnya memepelajari bahasa Arab.*

*8) Ajarkan pada orang lain*

Dengan mengajarkan kepada orang lain, ilmu kita akan bertambah justru seringkali kita paham akan suatu bab tatkala hendak mengajarkan pada orang lain.

*9) Berdoa sungguh-sungguh*

Fa izda ‘azamta fatawakal ‘alallah…

Demikian semoga bermanfaat.
*Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab*


❤📚 *Berikut ini sebagian kiat yang bisa dilakukan untuk mempercepat penguasaan kaidah bahasa Arab.*

📝 *Kami menuliskannya berdasarkan pengalaman kami sendiri mengajar bahasa Arab dan membaca kitab sejak beberapa tahun lamanya* –walhamdulillah-:

*1. Hendaknya kita mengikhlaskan niat dalam belajar untuk menunaikan kewajiban kita kepada Allah dan membekali diri dengan ilmu agar bisa beramal saleh.*
Karena amal tidak akan diterima tanpa niat dan cara yang benar.

*Sementara niat dan cara yang benar tidak akan diperoleh kecuali dengan ilmu.*

*Oleh sebab itu imam Bukhari rahimahullah membuat sebuah bab dalam Kitabul Ilmi di kitab sahih Bukhari yang berjudul ‘Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan’.*

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan (yang benar) selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu…” (QS. Muhammad: 19).
*Selain itu hendaknya kita berdoa kepada Allah untuk diberikan ilmu yang bermanfaat.*

*2. Sebelum lebih jauh mempelajari kaidah bahasa Arab maka sudah semestinya kita mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan hukum-hukum tajwid agar tidak salah dalam membaca atau mengucapkan.*

Padahal, salah baca atau salah ucap akan menimbulkan perbedaan makna bahkan memutarbalikkan fakta.

Suatu kata yang seharusnya berkedudukan sebagai pelaku berubah menjadi objek dan seterusnya. Tentu saja hal ini -membaca dengan benar serta mengikuti kaidah- tidak bisa disepelekan.

*3. Menambah kosakata merupakan salah satu sebab utama untuk melancarkan proses belajar kaidah dan membaca kitab.*

Hal ini dapat dilakukan dengan cara membeli Kamus Bahasa Arab-Indonesia seperti Al-Munawwir, atau dengan membeli kamus kecil Al-Mufradat yang berisi kosakata yang sering digunakan dalam kitab-kitab para ulama.

Selain itu bisa juga dengan membeli satu jenis buku dengan 2 versi; asli bahasa Arab dan terjemahan. Dengan memiliki kitab berbahasa Arab akan memacu pemiliknya untuk bisa membacanya.
Sedangkan dengan terjemahannya akan membantu dalam proses belajar membaca kitab ketika menemukan kata-kata atau ungkapan yang susah dimengerti.

*4. Hendaknya mencari guru yang benar-benar memahami materi kaidah bahasa Arab dan bisa mengajarkannya.* Untuk poin ini mungkin sangat bervariasi -tidak bisa diberi batasan yang kaku-, karena tingkat pemahaman orang terhadap kaidah bahasa arab juga bertingkat-tingkat.

Hanya saja yang dimaksud di sini adalah perlunya memilih guru yang mengajarkan materi dengan dasar ilmu bukan dengan kebodohan.

*5. Dibutuhkan kesabaran untuk terus mengikuti pelajaran dan mengulang-ulang pelajaran (muraja’ah) agar pemahaman yang dimiliki semakin kuat tertanam.*

Apabila menemukan hal-hal yang belum dipahami hendaknya segera menanyakan kepada pengajar atau orang yang lebih tahu dalam hal itu.

Az-Zuhri rahimahullah
mengatakan, “Sesungguhnya ilmu itu dicari seiring dengan perjalanan siang dan malam, barangsiapa yang ingin mendapatkan segudang ilmu secara tiba-tiba niscaya ilmu yang diperolehnya akan cepat hilang.

*6. ”Hendaknya bersungguh-sungguh dalam belajar.* Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami niscaya Kami pun akan memudahkan baginya jalan-jalan menuju keridhaan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa di dalam ayat ini Allah ta’ala mengaitkan antara hidayah dengan kesungguh-sungguhan/jihad. Maka orang yang paling besar hidayahnya adalah orang yang paling besar kesungguhan/jihadnya.

Pepatah arab mengatakan, “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, niscaya dia akan mendapatkan.

*7. "Untuk bisa mendukung pembelajaran bahasa Arab bagi pemula maka mengikuti kajian-kajian kitab berbahasa Arab* merupakan salah satu sarana yang paling efektif untuk membiasakan diri dengan kata atau istilah bahasa Arab yang termaktub di kitab-kitab para ulama.

*Kitab-kitab yang sudah semestinya dikaji oleh pemula adalah kitab-kitab yang membahas perkara-perkara agama yang harus dipahaminya seperti kitab yang membahas dasar-dasar tauhid semacam Al-Qawa’id Al-Arba’, Tsalatsatu Ushul, dan Kitab Tauhid yang ketiga-tiganya merupakan karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.*

 Apabila tidak bisa mengikuti secara langsung maka bisa diupayakan dengan mendengarkan CD kajiannya atau bahkan kalau ada yang berupa format VCD.

*8. Membaca buku pelajaran kaidah bahasa Arab.*

Buku-buku pelajaran kaidah bahasa Arab dengan pengantar bahasa Indonesia yang bisa didapatkan misalnya; Ilmu Nahwu Praktis sistem belajar 40 jam karya A. Zakaria (untuk pemula)
dan Ringkasan Kaidah-Kaidah Bahasa Arab karya Ustadz Aunur rafiq Ghufron, Lc. (untuk menengah).

Atau bagi yang ingin mendengarkan audio pelajaran bahasa Arab bisa mendownload di situs ini *belajar online*

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Thursday, January 17, 2019

Seni Berkomunikasi
Oleh: Zarkasyi Yusuf **

Kata bijak mengajarkan dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni membuat hidup menjadi indah, seni berperan penting dalam memperindah sesuatu dalam kehidupan ini, hidup ini akan terasa hambar tanpa seni. seni berkomunikasi adalah fokus dalam tulisan singkat ini.

Mengapa kita membutuhkan seni berkomunikasi? Dalam hidup ini kita sering mendengar yang namanya informasi, ada beberapa hal yang termasuk dalam katagori sebuah informasi diantaranya fakta, berita, gosip dan fitnah.

Setiap informasi pasti memunculkan dua kutub yaitu positif dan negatif serta akan memberikan dampak dalam kehidupan ini.

*Dalam konteks ini, dibutuhkan kelihaian kita dalam mengelola setiap informasi sehingga berbuah kebaikan yang bernilai amal saleh.*

Komunikasi pada intinya adalah sebuah hubungan sosial, hubungan tersebut dipengaruhi oleh sistem komunikasi yang akan mempererat, mempersatukan serta mengurangi dan melenyapkan perselisihan dan sengketan apabila muncul, atau malah terjadi sebaliknya.

Rasulullah mengingatkan bahwa keselamatan hidup manusia bermula dari keselamatan lidah.

Untuk itu, belajar berkomunikasi sangatlah penting dalam kehidupan ini, sehingga fungsi dari komunikasi sebagai infomasi, sosialisasi, motivasi, diskusi, pendidikan, memajukan kebudayaan, hiburan, dan integrasi akan benar-benar terwujud, sehingga kelanggengan dalam sebuah hubungan akan selalu terjaga.

Komunikasi dalam hidup ini begitu penting dalam mempertahankan dan mengokohkan silaturrahmi, apalagi dengan fungsi manusia sebagai makhluk yang membutuhkan dan dibutuhkan oleh orang lain.

Seni berkomunikasi dalam hidup menjadi penentu kualitas seseorang dalam pergaulan, apakah pergaulan akan selalu damai atau selalu diselubungi oleh benih-benih konflik yang sewaktu-waktu bisa meledak memunculkan api yang membakar semangat persaudaraan, silaturrahmi dan hubungan saling ketergantungan.

Islam menawarkan konsep-konsep berkomunikasi agar kehidupan ini tetap langgeng dengan semangat ukhuwah, semangat yang mempersatukan seluruh ummat tanpa membedakan ras dan warna kulit, tanpa memandang latarbelakang dari mana dia datang.

Ada beberapa hal yang sejatinya terus hidup dan berkembang dalam masyarakat, sehingga komunikasi akan tetap berjalan pada jalurnya, sehingga kebenaran akan terus hidup dan kebathilan akan sirna.

Diantara hal tersebut adalah, pertama selalu mengatakan kebenaran walau itu pahit. Dalam sebuah hadist Rasulullah berpesan katakanlah kebenaran sekalipun itu pahit (HR. Imam Baihaqi). Berkata dan bertindak benar adalah cermin pribadi bersih dan taqwa, sebab benar dalam kata dan perbuatan adalah pekerjaan sulit, pekerjaan yang banyak diterpa cobaan dan ujian. Meski demikian, kehidupan ini akan berjalan sesuai dengan aturan syariat jika manusia benar dalam kata dan perbuatan.

Sebuah cerita menarik yang terjadi pada Kaab bin Malik, pada saat perang Tabuk Kaab bin Malik tidak hadir ke pertempuran, sedangkan beliau tidak memiliki uzur (halangan) untuk menghadiri perang. Setelah perang selesai, Rasulullah kembali ke Kota Madinah dan Abdullah bin Kaab bin Malik menghadap Rasulullah untuk menyampaikan alasan mengapa ia tidak turut hadir ke pertempuran perang Tabuk. Di depan Rasulullah beliau berkata Demi Allah, sesungguhnya tidak ada uzur yang membuat saya tidak ikut serta berperang. Demi Allah, saya tidak berdaya sama sekali kala itu meskipun saya mempunyai peluang yang sangat longgar untuk ikut berjuang bersama kaum Muslimin. Mendengar pernyataan tersebut Rasulullah berkata Orang ini telah berkata jujur dan benar, oleh karena itu berdirilah hingga Allah memberimu keputusan. Hukuman yang dijalankan oleh Abdullah bin Kaab bin Malik adalah diisolir dari pergaulan umum selama 50 hari lamanya, saat saat tersebut sungguh berat dirasakan oleh Abdullah bin Kaab bin Malik, tetapi ia mampu melaluinya dengan baik.

Kisah ini mengajarkan (lesson learn) bahwa kejujuran dan kebenaran tentu memiliki konsekuensi, namun konsekuensi tersebut akan berhasil dijalankan oleh orang-orang yang taqwa. Berkata benar dan jujur adalah pekerjaan berat, banyak halang rintang yang menghadang di depan. Dalam buku Tabir Hidayah (10 Penghalang Untuk Mengikuti Kebenaran) yang ditulis oleh Fariq Gasim Anuz disebutkan bahwa ada 10 faktor penghalang seseorang mengikuti kebenaran, yaitu kurangnya ilmu dan lemahnya pemahaman tentang kebenaran, hati yang kotor akibat maksiat, sombong dan dengki, lebih mencintai kehormatan dari pada kebenaran, syahwat dan harta, cinta kepada keluarga dan karib kerabat melebihi cintanya kepada kebenaran, lebih mencintai negara dan tanah air dari pada mencintai kebenaran, mencintai nenek moyang melebihi cintanya kepada kebenaran, adanya permusuhan antara seseorang dengan yang lain, kemudian musuhnya mengikuti kebenaran, yang terakhir adalah adat istiadat.

Mencermati fenomena sekarang, orang tidak lagi memperjuangkan kebenaran karena takut hilang jabatan, takut hilang penghasilan apalagi berhadapan dengan orang kuat (penguasa). Sejatinya, keberanian membela yang benar adalah keharusan dan pertolongan Allah pasti akan datang bagi para pembela kebenaran. Jika kebenaran dan kejujuran dalam hidup ini telah sirna, maka hidup laksana jasad yang telah kehilangan ruh.
Kedua, menjaga lisan dari menyakiti. Lidah memang tidak bertulang, tetapi dampaknya sangat luar biasa. Pepatah mengibaratkan bahwa lidah itu bagaikan harimau, dan keselamatan manusia pun tergantung dari kemampuannya menjaga lidah. Dalam sebuah hadist Rasulullah menyatakan bahwa seorang Muslim adalah yang tidak menyakiti saudaranya yang lain baik dengan lidahnya maupun dengan tangannya. Jika hati telah tersakiti oleh lisan, maka jurang perpisahan dan kesatuan akan menganga lebar yang berujung hancurnya persaudaraan.

Ketiga selalu bijak dalam menyikapi informasi. Informasi akan selalu memuat dua muatan yang berbeda, positif dan negatif, muatan ini akan memberikan pengaruh berarti kepada seseorang dalam memaknai sebuah informasi yang diperoleh dan disampaikan kepada orang lain, satu sisi akan menjadi mashalat sisi lain akan mendatangkan mudharat. Mari melakukan tabayyun untuk menjaga lisan agar tidak tersalah dalam menyampaikan informasi. Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah mereka yang menjaga lisannya. Semoga Allah pelihara lisan kita.

Islam memerintahkan kita untuk melakukan kofirmasi (tabayyun) terhadap sebuah informasi, sehingga kita tidak terjebak dalam posisi ghibah (mengupat) dan fitnah. Salah satu sifat mukmin sejati adalah berkata baik atau diam. Untuk itu, sebuah informasi yang kita dengar dan sampaikan kembali sejatinya mencerminkan bahwa kita adalah pribadi mukmi yang taqwa, berkata benar atau lebih baik diam.

Komunikasi yang kita bangun dalam kehidupan ini menjadi perekat ukhuwah islam, hubungan dan komunikasi yang baik akan melahirkan kelanggengan dalam ukhuwah, hilangnya segala bentuk ghibah dan fitnah serta meredam api permusuhan yang berdampak pada perpecahan. Jadilah manusia bijak dengan terus belajar seni berkomunikasi dalam hidup, sehingga setiap kata yang keluar dari mulut kita akan bernilai mutiara, selalu ada kesejukan dan mampu memadamkan panasnya bara api permusuhan dan perpecahan.

** Penulis adalah Staf Pada Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh. (Majalah Santunan Edisi 4 Tahun 2016)

Wednesday, January 16, 2019

🍂☘🍂☘🍂☘🍂☘🍂

بسم الله الر حمن الر حيم

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Alhamdulillah TELAH DIBUKA‼
Pendaftaran Baru...

*Lembaga Dirosah Al-Qur'an dan Bahasa Arab AL-ANSHAR*

Pembina : *Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.*

➖➖➖➖

✅Kelas *MULAZAMAH* (Bahasa Arab)

➡Jadwal Belajar : Jumat
➡Jam Belajar : 16.00-Isya
➡Pengajar : Ustadz Abu Ya'La Kurnaedi,Lc. (Pembina Al-Anshar)

➖➖➖➖

✅Kelas *TAJWID* Ikhwan (bapak2)

➡Jadwal Belajar : Senin & Kamis
➡Jam Belajar : 19.30-21.00
➡Pengajar : Ustadz Nizar (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *BAHASA ARAB Ikhwan*

➡Jadwal Belajar :
Rabu dan Kamis
➡Jam Belajar : 20.15-21.30 wib.
➡Pengajar : Ustadz Aris Sutrisno (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *BAHASA ARAB INTENSIF WEEKEND*

➡Jadwal Belajar : Ahad
➡Jam Belajar : 20.00-21.30
➡Pengajar : Ustadz Nizar (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *TAHFIDZ Ikhwan*

➡Jadwal Belajar :
Selasa, Rabu dan Kamis
➡Jam Belajar : 20.15-21.30 wib.
➡Pengajar : Ustadz Alfiansyah (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *BAHASA ARAB Ummahat*

➡Jadwal Belajar :
Senin dan Rabu
➡Jam Belajar :
08.00-09.30 wib.
➡Pengajar :
Ustadz Nizar (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *IQRO&TAJWID Ummahat*

➡Jadwal Belajar :
Rabu dan Jumat
➡Jam Belajar :
16.00-17.30 wib.
➡Pengajar :
Ummu Sumayyah

➖➖➖➖

✅Kelas *BABA (Bahasa Arab Buat Anak)*

➡Jadwal Belajar :
Selasa dan Jumat
➡Jam Belajar :
18.30-20.15 wib.
➡Pengajar :
Ustadz Mundzir (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *TAHFIDZ Reguler Sore* Anak-Anak

➡Jadwal Belajar :
Senin-Jumat
➡Jam Belajar :
16.00-17.30 wib.
➡Pengajar :
Ustadz Aris Sutrisno (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *TAHFIDZ Reguler Malam* Anak-Anak

➡Jadwal Belajar :
Senin-Jumat
➡Jam Belajar :
18.30-20.15 wib.
➡Pengajar :
Ustadz Alfiansyah (LIPIA)

➖➖➖➖

✅Kelas *TAJWID Sore* Anak

➡Jadwal Belajar :
Senin, Selasa dan Rabu
➡Jam Belajar :
16.00-17.30 wib.
➡Pengajar :
Ustadz Nazri

➖➖➖➖

✅Kelas *TAJWID Malam* Anak

➡Jadwal Belajar :
Senin, Rabu dan Kamis.
➡Jam Belajar :
18.30-20.15 wib.
➡Pengajar :
Ustadz Nazri

➖➖➖➖

✅Kelas *TAHFIDZ BALITA PLUS*

➡Jadwal Belajar :
Senin, Kamis dan Jumat.
➡Jam Belajar :
16.00-17.00 wib.
➡Pengajar :
🌹Halaqoh *ا (Alif)* 👉🏻Ummu SAHL
🌹Halaqoh *ب (Ba)* 👉🏻Bu Ashma

➖➖➖➖

✅Kelas *IQRO ANAK*

➡Jadwal Belajar :
Senin, Selasa, Jumat
➡Jam Belajar :
16.00-17.30
13.00-14.30 (jumat)
➡Pengajar :
Bu Ashma

➖➖➖➖

Jadilah *Orang Tua Asuh* dengan berdonasi/menginfakkan sebagian harta anda dijalan dakwah, dengan cara infaq rutin syahriyyah (SPP) perbulan bagi anak yang kurang mampu.

Transfer melalui norek *BNI Syariah 0618656097* atas nama *Ibu Fani Maulinasari*

➖➖➖➖➖➖

🍂🍃Info dan Pendaftaran :
*WA-0895 2792 7882*

📝Untuk pendaftaran tafadhdhal datang langsung ke kantor AL-ANSHAR :

🏫Pondok Sukatani Permai Jl.Jeruk Raya Blok GG4/No.14 Tapos,Cimanggis-Depok (Depan lapangan swiss SMA 4 Sukatani)

*TANBIH*⚠
✔Pendaftaran semua program pilihan Rp.100.000 (termasuk 1 muqorror).

✔Syahriyyah (SPP) Rp.200.000/bulan.

✔Syahriyyah (SPP) Tahfidz Balita Plus  Rp.150.000/bulan.

Jazaakumullahu Khairan

Baarakallahu Fiikum

🖊Management *Lembaga Dirosah Al-Qur'an dan Bahasa Arab AL-ANSHAR*

🍂☘🍂☘🍂☘🍂☘🍂

Tuesday, January 15, 2019

بسم الله الرحمن الرحيم

🌺💠🌺🌺 *MENATA HATI*

✿ t.me/Mutiara_NasehatMuslimah

☄ Tiada yang lebih sensitif dan lebih sulit untuk dijaga dari pada hati. Namun lebih berat lagi menata hati yang sudah rusak dan kritis agar bisa kembali kepada kenikmatan penghambaan kepada Allah.

☄ Berikut ini beberapa langkah kongkrit untuk menata hati demi menjaga kehangatan hubungan dengan sang Maha Pencipta.

📖 Dalam surat Al-Maidah ayat 93 Allah menyebut kata takwa 3 kali secara berturut-turut.

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوٓا إِذَا مَا اتَّقَوا وَّءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ثُمَّ اتَّقَوا وَّءَامَنُوا ثُمَّ اتَّقَوا وَّأَحْسَنُوا  ۗ  وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
[QS. Al-Ma'idah: Ayat 93]

🎓 Berkata ulama, "Ada pesan penting yang Allah sampaikan melalui firman-Nya yang Maha Sempurna tersebut, bahwa Dia memberitahu kepada kita semua cara menata hati…"

1⃣ Dengan membersihkan hati dari segala unsur syirik dan mengokohkannya dengan tauhid dan iman.

2⃣ Dengan mensterilkan hati dari seluruh perkara-perkara yang tidak ada tuntunannya dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan sahabatnya serta dalam waktu yang sama berkomitmen untuk siap mengikuti petunjuk mereka.

3⃣ Dengan selalu memberi gizi hati dengan keta’atan kepada Allah secara kontinyu sekaligus meninggalkan seluruh maksiat kepada-Nya.

📖 Ya Allah... Teguhkanlah hati kami diatas kebenaran! Jagalah hati kami agar tetap tertata dengan baik dalam beribadah kepada-Mu...

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📝 Ust. Djazuli, حفظه الله تعالى

📂 *Editor : Admin MNM Asy-Syamil.com*

•┈•◎❅❀❦❖🌺💠🌺💠🌺❖❦❀❅◎•┈•
📮 *MUTIARA NASEHAT MUSLIMAH*
🌐 t.me/Mutiara_NasehatMuslimah
🔄 ❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
💠️ FB : https://goo.gl/MPAh6c
🛰 App : bit.ly/AsySyamilApp
📱 WA : 085321436061 Admin

Monday, January 14, 2019

Belajar tahsin rasa qiroat
Ustadz Asep Millah

*Ngaji Tajwid Tuhfatul Athfal*

 *Bab 1 Muqoddimah*

يَقُــولُ رَاجِـي رَحمةِ الْغَـفُـورِ * دَوْمَـاً سُلَـيْمَانُ هُـوَ الْجَمـْزُورِى

Berkata Sulaiman Al Jamzury, orang yang senantiasa mengharapkan rahmat sang Maha Pengampun.

 *Penjelasaan singkat*

Nama lengkapnya adalah *Sulaiman bin Husain bin Muhammad bin Syalabi Al-Jamzuri,* dikenal dengan julukan Al-Afandi. Sebutan Al-Jamzuri diasosiasikan dengan Jamzur yaitu sebuah tempat dekat Thandata yang saat ini disebut Thanta yang berjarak 4 mil. Jamzur adalah tempat ayahnya yang masuk distrik Al-Manufiyah di Mesir.

Al-Jamzuri adalah salah satu ulama abad ke-12 hijriyah. Ia lahir pada bulan Rabiul Awal tahun 1100-an Hijrah.

Para Guru

Seluruh guru Al-Jamzuri adalah ulama bermadzhab Syafi'i. Ia berguru pada banyak ulama yang paling masyhur adalah:

- Syaikh Nuruddin Ali bin Umar bin Hamad bin Umar bin Naji bin Funaisy yang dikenal dengan sebutan Al-Mihi. Ia lulusan Universitas Al-Azhar, lalu pindah ke Thandata (sekarang Thantha) dan mengajar qiraah dan tajwid di sini. Al-Jamzuri belajar ilmu tajwid darinya.

- Syaikh Mujahid Al-Ahmadi. Namanya Muhammad Abun Naja yang populer dengan julukan Sayyidi Mujahid. Ia termasuk ulama abad 12 Hijriah dan termasuk guru awal dari Ma'had Al-Ahmadi Al-Azhar. Beliau-lah yang menjuluki Al-Jamzuri dengan Al-Afandi -- kata "Afandi" berasal dari bahasa Turki -- dengan tujuan untuk memuliakan muridnya ini.

الْحَمْــدُ لِلَّــهِ مُصَـلّـِياً عَـلـى * مُـحَمَـــدٍ وآلِــهِ وَمَـنْ تَـلاَ
Segala puji bagi Allah, Shalawat atas Muhammad beserta keluarga dan orang yang mengikutinya..
 *Penjelasan singkat :*
Beliau memuji Allah dan bersolawat atas Nabi dan kelurganya sebelum beliau melanjutkan bahasan dalan Matan ini.
ومن تلا
Bisa di artikan " dan orang yang mengikuti ( sunah Nabi ) atau orang yang membacanya ( mempelajari Matan Tuhfah )

وَبَعْـدُ هـذَا النَّـظْـمُ لِلْـمُرِيــدِ * فــي النُـونِ والتَّـنْوِينِ وَالْمُدُودِ
Bait syair ini adalah untuk orang yang menginginkan (pembahasan) pada masalah nun, tanwin, dan mad-mad.
 *Penjelasan singkat :*
Setlah beliau memuji Allah dan bersholawat atas Nabi, beliau berkata " Nadzom ini di peruntukan untuk para Murid ( للمريد ). Jadi kata " Murid" adalah الطلاب penuntut Ilmu.

Beliau berkata : bahasan dalam nadhom ini berkaitan dengan masalah Nun sukun dan Tanwin serta bahasan hukum hukum mad dan pembagiannya.

سَــمَّيتُــهُ بِتُحفَـة الأَطْفَالِ * عَـنْ شَيْـخِنَا الْمِيـهِىِّ ذِي الْكَمالِ
Aku namakan dengan Tuhfatul Athfal.. dari (riwayat) Syaikh kami, Al Mihiy yang memiliki kesempurnaan (ilmu).

 *Penjelasan singkat :*
Beliau berkata : nadzom ini di beri nama *Tuhfatul Athfal. Artinya hadiah untuk para anak2.*
Beliau menamakan Tuhfatul atfhal atas rekonmendasi dari guru beliau  syaikh Nuruddin Al Mihiyyi.
ذى الكمال اى ذى الجمال

أَرْجُــو بِـه أَنْ يَنْـفَعَ الطُّـلاَّبَـا*
وَالأَجْــرَ وَالْقَـبُـولَ وَالثَّـوَابـا
Aku berharap (kitab ini) bermanfaat untuk penuntut ilmu.. dan Aku berharap amalan ini diterima, mendapatkan balasan dan pahala.

Wallahu A'lam

Abu Ahzam Asep Millah
Depok, 14 Januari 2019
Menjelang tidur