Friday, June 21, 2019

Psikolog

Tahap perkembangan menurut ahli Psikologi

abeth B. Hurlock (1978) dalam bukunya Development psychology, memaparkan tahapan perkembangan sebagai berikut:
a.    Prenatal (sebelum lahir) atau pralahir.
Dimulai dari masa konsepsi sampai usia 9 bulan dalam kandungan ibu.
b.    Masa Natal.
Tahap ini meliputi Infancy atau neonates (dari lahir sampai 14 hari), merupakan fase penyesuaian terhadap lingkungan. Pada masa ini bayi mengalami masa tenang dan tidak banyak terjadi perubahan.
c.    Masa bayi (2 minggu – 2 tahun).
Pada fase ini bayi tidak berdaya dan sangat tergantung pada lingkungan. Lama kelamaan bayi mulai berusaha melepaskan diri dan mulai belajar berdiri sendiri. Hal ini dimungkinkan karena tubuhnya semakin kuat dan dapat menguasai gerakan-gerakan ototnya, misalnya : jalan sendiri, bicara, makan dan bermain.
d.   Masa anak (2-10/11 tahun).
Anak masih immature, tanda-tandanya meliputi usaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga anak merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari lingkungan. Penyesuaian sosial melalui pergaulan dan berbagai pertanyaan. Strum und Drang, yaitu pada usia 3 tahun anak mengalami situasi dimana segala hal ditanyakan dan diragukan.
e.       Masa remaja (11/12 – 20-21 tahun)
Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak menuju dewasa. Tahap ini meliputi :
1.      Praremaja (11/12 – 13/14), merupakan fase yang pendek yaitu hanya 1 tahun. Perempuan mulai pada usia 11/12 – 12/13 tahun, sedangkan laki-laki 12/13 – 13/14 tahun. Fase ini sering juga disebut fase negative, yaitu fase yang sukar untuk anak dan orangtua. Perkembangan fungsi-fungsi tubuh dan seks juga terganggu.
2.      Remaja awal (13/14 – 17 tahun), terjadi perubahan fisik yang sangat cepat dan mencapai puncaknya. Terjadi juga ketidakseimbangan emosional dan ketidakstabilan dalam banyak hal. Mencari identitas diri dan hubungan social yang berubah.
3.      Remaja lanjut (17 – 20/21), ingin selalu jadi pusat perhatian, ingin menonjolkan diri, idealis, mempunyai cita-cita tinggi, bersemangat dan mempunyai energi yang besar, ingin memantapkan identitas diri dan ingin mencapai ketidaktergantungan emosional. 

f.       Dewasa
Tahap ini meliputi :
1.      Dewasa awal (21 – 40 tahun), penyesuaian terhadap pola-pola hidup baru, harapan mengembangkan nilai-nilai, sifat-sifat yang serba baru. Diharapkan menikah, mempunyai anak, mengurus keluarga, karier dan mencapai prestasi.
2.      Dewasa menengah (40 – 60 tahun), merupakan masa transisi, masa menyesuaikan kembali, masa equilibrium-disequilibrum. Masa yang ditakuti karena mendekati masa tua, wanita kehilangan kemampuan reproduksi.

TAHAP PERKEMBANGAN SIGMUND FREUD
Teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud mempercayai kepribadian yang berkembang melalui serangkaian tahapan masa kanak-kanak di mana mencari kesenangan energi dari id menjadi fokus pada area sensitif seksual tertentu. Energi psikoseksual, atau libido , digambarkan sebagai kekuatan pendorong di belakang perilaku.
a.    Fase Oral
Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap.

b.    Fase Anal
Pada tahap anal, Freud percaya bahwa fokus utama dari libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet – anak harus belajar untuk mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian. Menurut Sigmund Freud, keberhasilan pada tahap ini tergantung pada cara di mana orang tua pendekatan pelatihan toilet.

c.    Fase Phalic
Pada tahap phallic , fokus utama dari libido adalah pada alat kelamin. Anak-anak juga menemukan adanya perbedaan antara pria dan wanita. Freud juga percaya bahwa anak laki-laki mulai melihat ayah mereka sebagai saingan memperebutkan kasih sayang dari ibu. Kompleks Oedipus menggambarkan perasaan ini sebagai bentuk ingin memiliki ibu dan keinginan untuk menggantikan ayah. Namun, ada kekhawatiran anak  bahwa ia akan dihukum oleh ayah untuk perasaan ini, ketakutan ini Freud sebut sebagai pengebirian kecemasan.

d.   Fase Latent
Periode latent adalah saat eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri. Freud menggambarkan fase latent sebagai salah satu yang relatif stabil.


e.    Fase Genital
Pada tahap akhir perkembangan psikoseksual, individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis. Dimana dalam tahap awal fokus hanya pada kebutuhan individu, kepentingan kesejahteraan orang lain tumbuh selama tahap ini. Jika tahap lainnya telah selesai dengan sukses, individu sekarang harus seimbang, hangat dan peduli. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang kehidupan.

TAHAP PERKEMBANGAN ROBERT J. HAVIGHURST
Menurut Robert J. Havighurst, perkembangan dibagi menjadi beberapa macam yaitu diataranya : 
a.    Infancy & Early Childhood  (masa bayi dan kanak-kanak awal).
Pada masa ini, anak berada pada usia 0-6 tahun dan memiliki ciri -ciri antara lain :
1.      Belajar berjalan, mengambil makanan padat.
2.      Belajar bicara.
3.      Belajaar mengontrol eliminasi(urin & fekal).
4.      Belajar tentang perbedaan jenis kelamin.
5.      Membentuk konsep-konsep sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik.
6.      Belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mengembangkan hati nurani.
7.      Belajar  kemandirian dalam mengatur keuangan.
8.      Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan secara efektif.
9.      Memilih dan mempersiapkan pekerjaan.
10.  Mempersiapkan pernikahan dan kehidupan keluarga.
11.  Membangun keterampilan dan konsep-konsep intelektual yang perlu bagi warga Negara.
12.  Pencapaian tanggung jawab sosial.

b.    Early Adulthood (dewasa muda).
Pada masa ini, mereka berada pada usia 18-30 tahun dan memiliki ciri -ciri antara lain :
1.      Memilih pasangan.
2.      Belajar hidup bersama orang lain sebagai pasangan.
3.      Mulai berkeluarga.
4.      Membesarkan anak.
5.      Mengatur rumah tangga.
6.      Mulai bekerja.
7.      Mendapat tanggungjawab sebagai warga Negara.
8.      Menemukan kelompok sosial yang cocok.

c.    Middle-age (dewasa lanjut).
Pada masa ini, seseorang yang telah dewasa lanjut berada pada usia 30-50 tahun dan memiliki ciri -ciri antara lain :
1.      Mendapat tanggungjawab sosial dan sebagai warga Negara
2.      Membangun dan mempertahankan standard ekonomi keluarga
3.      Membimbing anak dan remaja untuk menjadi dewasa yang bertanggungjawab dan menyenangkan
4.      Mengembangkan kegiatan-kegiatan di waktu luang
5.      Membina hubungan dengan pasangannya sebagai individu
6.      Mengalami dan menyesuaikan diri dengan beberapa perubahan fisik
7.      Menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai orang tua yang bertambah tua

d.   Later maturity (usia lanjut).
Pada masa lanjut, mereka berada pada usia 50 tahun lebih dan memiliki ciri -ciri antara lain :
1.      Menyesuaikan diri dengan penurunan kekuatan fisik dan kesehatan.
2.      Menyesuaikan diri dengan situasi pensiun dan penghasilan yang semakin berkurang.
3.      Menyesuaikan diri dengan keadaan kehilangan pasangan (suami/istri).
4.      Membina hubungan dengan teman sesama usia lanjut.
5.      Melakukan pertemuan-pertemuan sosial.
6.      Membangun kepuasan kehidupan.
7.      Kesiapan menghadapi kematian.


TAHAP PERKEMBANGAN ERIK H. ERIKSON
Menurut Erik H. Erikson, Teori Psikodinamika adalah teori yang berupaya menjelaskan hakekat dan perkembangan kepribadian. Unsur-unsur yang sangat diutamakan dalam teori ini adalah motivasi, emosi, dan aspek-aspek internal lainnya. 

Teori inis mengasumsi bahwa kepribadian berkembang ketika terjadi konflik-konflik dari aspek-spek psikologi tersebut. 

Dan tahapan perkembangan dibagi menjadi beberapa macam yaitu : 
a.    Percaya versus tidak percaya (0-1 tahun).
Pada tahap ini bayi sudah terbentuk rasa percaya kepada seseorang baik orang tua maupun orang yang mengasuhnya ataupun perawat yang merawatnya. Kegagalan pada tahap ini apabila terjadi kesalahan dalam mengasuh atau merawat maka akan timbul rasa tidak percaya.

b.    Tahap otonomi versus rasa malu dan ragu (1-3 tahun).
Anak sudah mulai mencoba dan mandiri dalam tugas tumbuh kembang seperti dalam motorik  kasar,halus  : berjinjit , memanjat,  berbicara dll. Sebaliknya perasaan malu dan ragu akan timbul apabila anak merasa dirinya terlalu dilindungi  atau tidak diberikan kebebasan anak  dan menuntut tinggi harapan anak.

c.    Tahap inisiatif versus rasa bersalah (3 – 6 tahun ).
Anak akan mulai inisiatif dalam belajar mencari pengalaman baru, secara aktif dalam melakukan aktifitasnya melalui kemampuan indranya. Hasil akhir yang diperoleh adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu  sebagai prestasinya. Apabila dalam tahap ini anak dilarang atau dicegah maka akan timbul rasa bersalah pada diri anak.

d.   Tekun versus rasa rendah diri (6-12 tahun).
Anak akan belajar untuk bekerjasama  dan bersaing dalam kegiatan akademik maupun dalam pergaulan melalui permainan yang dilakukan bersama. Anak selalu berusaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan sehingga anak pada usia ini rajin dalam melakukan sesuatu. Apabila dalam tahap ini anak terlalu mendapat tuntutan dari lingkunganya dan anak tidak berhasil memenuhinya maka akan timbul rasa inferiorty (rendah diri). Reinforcement dari ortu atau orang lain  menjadi begitu penting untuk menguatkan perasaan berhasil dalam melakukan sesuatu.

e.    Tahap identitas dan kebingungan identitas (12-20 tahun).
Pada tahap ini terjadi perubahan dalam diri anak khususnya dalam fisik dan kematangan usia, perubahan hormonal, akan menunjukkan identitas dirinya seperti siapa saya kemudian.Apabila kondisi tidak sesuai dengan suasana hati maka dapat menyebabkan terjadinya kebingungan dalam peran.

f.     Keakraban versus keterkucilan (20-30 tahun).
Individu menghadapi tugas perkembangan relasi intim dengan orang lain. Saaat anak muda membentuk persahabatan yang sehat dan relasi akrab dengan orang lain, maka keintiman akan tercapai, namun bila tidak maka akan terjadi isolas.

g.    Bangkit versus tetap-mandeg (40-50 tahun).
Persoalan utama pada fase ini adalah mmbantu generasi muda mengembangkan/mengarahkan kehidupaan yang lebih berguna.

h.    Keutuhan dan keputusasaaan ( 50 tahun keatas).

Pada tahun-tahun terakhir kehidupan, kita menoleh kebelakang dan mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dengan kehidupan kita. Jika manusia usia lanjut menyelesaikan tahapan sebelumnya secara negatif, pandangan retrospektif cenderung akan menghasilkan rasa bersalah atau kemurangan yang disebut erikson sebagai despair (putus asa).



Psikolog

Jadi utk penilaian anak yg diperlukan  adalah
1. Emosi
2. Komunikasi verbal dan non verbal
3. Kecerdasan mencakup daya ingat, daya tangkap dan daya nalar
4. Gaya belajar ..auditori , kinestetik dan visual
5. Program yg diberikan utk guru  utk anak yg bermasalah


Utk tgl 13 Juli beliau bersedia di undang  utk pemaparan program ...Mungin bisa diingatkan lagi dg undangan resminya ...

No telp WA
2.  Bu Ika 08156180560
Beliau psikolog umum dan bekerja di RS Hermina

3. Bu Mei 085298289006
Beliau psikolog klinis dan dosen di guna darma

Komplek mutiara Depok
Blok CA /no 4
Jl tole Iskandar  kec Sukmajaya

Thursday, June 20, 2019

WiFi C8 no 6

Email : cs@gig.id
Tlp : 021-30008888


Layanan GIG  dengan nomor ID 180910030097.

Nama : ibu Diana 

Alamat : Griya Depok Asri blok B 2 no 6

No KTP : 3276054612730003

Monday, June 17, 2019

Donasi Wakaf

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهداه إلى يوم نلقاه، أما بعد :
Berwakaf menjadi ciri khas kaum muslimin. Karena dorongan iman kepada hari akhir.

Para sahabat Radiyallahu anhum, mereka pelopor dalam wakaf. Hingga semua sahabat yang memiliki kemampuan, mereka berwakaf. Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,

لَـمْ يَكُنْ أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِـيِّ صَلّى اللهُ عليهِ وسَلّم ذُو مَقدِرَة إِلّا وَقَفَ

Tidak ada seorangpun sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki kemampuan, kecuali mereka wakaf. (Ahkam al-Auqaf, Abu Bakr al-Khasshaf, no. 15 dan disebutkan dalam Irwa’ al-Ghalil, 6/29).
Ini seperti kesepakatan dari mereka. Setiap yang mampu wakaf, dia akan wakaf.

Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Kami yayasan *Darussunnah Tembung* masih membuka kesempatan kaum muslimin untuk berwakaf.
Bersama sama kita membebaskan lahan seluas 1024 m² senilai 1,4 M di kawasan jalan Pusaka simpang Pasar X Tembung Deli Serdang yang nantinya insya Allah akan di bangun sebuah masjid yakni masjid Umar bin Abdul Aziz.

Saat ini kami telah melakukan pembayaran senilai Rp 550.000.000 dan masih membutuhkan dana Rp 850.000.000 lagi.
Total donasi yang terkumpul saat ini 14 Syawwal 1440 H adalah Rp 317,766,753 +
Cash Rp 15.780.000

*Donasi wakaf bisa disalurkan via rekening Bank Syariah Mandiri A.n Yayasan Darussunnah Tembung  No Rekening : 7125418451*

Setelah transfer, mohon konfirmasi Wakaf/Nama/Domisili/Jmlh
via WA  :
082160899587
(Muhammad Arif)

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم
Semoga Allah memberikan keberkahan kepada keluarga dan harta antum.

Rincian penerimaan donasi hingga hari ini 14 Syawwal 1440 H / 17 Juni 2019 :
1. Infaq Hamba Allah 15-06-2019  Rp 50,000
2. Infaq Hamba Allah 16-06-2019 Rp 50,000
3. Infaq Hamba Allah 16-06-2019 Rp 150,000
4. Infaq Hamba Allah 16-06-2019  Rp 200,000
5. Infaq Kajian Ahad 16-06-2019 Rp 15.780.000

Friday, June 14, 2019

Info masuk sekolah

📢 Menjelang Hari Aktif KBM SAIN pasca libur belajar

Assalamualaikum, para peserta kajian tashdas, nahir, tashmen, nahtem dan bakik SAIN yang semoga senantiasa Allah rahmati kita ..

📚 Diumumkan bahwa kegiatan belajar mengajar insyaAllah kembali aktif pada senin besok insyaAllah

🖋 Oleh karena itu kepada setiap peserta dimanapun anda berada yang sedang menjalani pekan pembelajaran di kelas masing2 .. agar kembali menyiapkan segala yg diperlukan dalam belajar dan menata jadwal atau skedul hariannya ..

👓 Demikian maklumat semoga dapat difahami dengan baik ..

💡 Ihrishuu ala maa yanfaukum ..

Barakallahu fikum jamian
👥 TIM SAIN

Wednesday, June 12, 2019

*Tahsin Quran*
🕌🕌🕌🕌🕌🕌

Membaca Al Quran dengan Tartil merupakan *kewajiban* bagi setiap umat Islam.

وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا

Dan bacalah al-Qur’an itu dengan tartil. (Al-Muzammil: 4)

Oleh karena itu membaca dan juga mempelajari Al Quran hukumnya wajib bagi setiap muslim. Tidak hanya cukup dengan membacanya saja, kitab suci Al Quran tentu harus dipelajari.

Setiap muslim diwajibkan untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalam kitab suci Al Quran.
👉Di dalam mempelajari Al Quran pun tidak bisa sembarangan.
berikut kesalahan2 dalam membaca al Quran dalam surat Al Fatihah :
✅بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

❌بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّهْمَٰنِ ٱلرَّهِيمِ
Dengan Nama ALLAH Maha Menurunkan penyakit melalui hujan gerimis yg berkepanjangan
✅ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
❌ٱلۡهَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡلاَلَمِينَ
Segala kehancuran untuk ALLAH Tuhan Pemelihara segala penyakit. ( Na'udzubillah )

Betapa bahayanya jika dalam membaca al Fatihah saja masih banyak kekeliruan dimana Al Fatihah merupakah :
1. Rukun Sholat
2. Ummul Quro
3. bacaan Quran yang paling sering dibaca

*Sahabat Quran*
Tahsin Quran juga mempunyai makna bahwa di dalam membaca Kitab Suci Al Quran haruslah benar dan tepat demi terjaganya keaslian praktik dakwah sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tahsin sendiri di dalam Bahasa Arab mempunyai arti memperbaiki, memperkaya atau menguatkan. Tahsin Quran juga dapat diartikan sebagai penyempurnaan hal-hal yang berkaitan dengan kesempurnaan lafaz pengucapan huruf-huruf Al Quran dan penyempurnaan dalam pengucapan hukum hubungan di antara huruf dengan huruf yang lain seperti ikhfa, idzhar, idgham, dan yang lainnya.

1. Hukum belajar Tahsin

Hukum dalam belajar ilmu Tahsin (Ilmu tajwid) sebagai disiplin ilmu dalam mempelajari Al Quran adalah fardu Kifayah. Sedangkan hukum membaca kitab Suci Al Quran dengan memakai aturan ilmu tajwid adalah *Fardu ain*. Dengan begitu, membaca Al quran dengan menggunakan tajwid menjadi *wajib hukumnya*. Siapa pun yang di dalam membaca Al Quran tidak mempergunakan  hukum tajwid maka hukumnya menjadi *Berdosa*, karena Allah SWT telah menurunkan Kitab Suci Al Quran beserta tajwidnya.

Oleh karena itu di dalam proses membaca Al Quran yang baik dan benar, maka juga diwajibkan untuk mempelajari Ilmu-Ilmu tajwid demi kesempurnaan dalam membaca Al Quran.

2. Tujuan dari Tahsin Tilawah

Tujuan utama dari Tahsin Quran sendiri yaitu menjaga lidah dari salah-salah dalam membaca Al Quran.
Kesalahan dalam membaca Al Quran sendiri ada 2 macamnya, yaitu :
✅ Al Lahnul Jaliy dan
✅Al Lahnul Kofiy.

👉Lahnul Jaliy adalah kesalahan yang begitu terlihat jelas di kalangan ataupun kalangan ahli tajwid. Kesalahan tersebut antara lain :
1. perubahan bunyi,
2. perubahan harakat,
3. memanjangkan huruf yang seharusnya pendek atau pun sebaliknya
3. Berhenti /waqof yang menyebabkan perubahan makna.

👉 Al Lahnul Kofiy yaitu kesalahan kecil yang tidak diketahui, kecuali oleh orang yang tidak mempunyai keahlian khusus dalam penyempurnaan pembacaan Al Quran. Kesalahan-kesalahan tersebut antara lain, tidak digunakannya hukum-hukum bacaan, tidak diterapkannya kaidah ghunnah di dalam huruf-huruf yang semestinya menggunakan ghunnah

3. Manfaat Tahsin Quran

Manfaat dari tahsin Quran sendiri antara lain, merupakan cermin keimanan seorang umat muslim terhadap kitab suci Al Quran, Mencapai kualitas yang tinggi di dalam membaca dan juga mempelajari Al Quran dan menghindari kesalahan di dalam membaca Al Quran.

Anda belum mahir membaca Qur'an atau ingin bacaan Qurannya sesuai kaidah tajwid dan membaca Indah ?

kini hadir Privat Tahsin Quran Terbatas...

Keunggulan :
👉 Di bimbing Ustadz Choirul Anam
📝Pemegang 2 sanad Quran Riwayat Hafs jalurAssyatibiyah surat al Fatihah
📝Pemegang sanad kitab
🗒 Pimpinan MarkazQuran
📝Founder Metode Muqorror Irama murottal

Keunggulan program
✅ *Gratis Biaya Bimbingan*
hanya Infak terbaik untuk Pengembangan MarkazQuran
✅Menguasai Bacaan surat-surat Pendek Pilhan sesuai kaidah Tahsin...
✅Memiliki bacaan yang indah Seindah imam Masjidil Haram...
✅Belajar kaidah Latihan Qiroah ( memperpnjang pernafasan dan memperindah suara )
✅waktu yang dapat di sesuaikan


📝📝 Peserta Terbatas
Syarat peserta :
✅Komitmen dalam pembelajaran
✅Khusus dewasa  Laki2  atau peremphan
(akhwat /perempuan wajib di dampingi Mahram)
✅Pertemuan 1 x/pekan @1jam
✅Tidak mengganti2 jadwal yang telah di sepakati
✅ Program 4sesi dan pertemuan ke 5 evaluasi  ( Pembelajaran dapat di perpanjang jika peserta menjalankan pembelajaran dengan baik )

Saturday, June 8, 2019

◾ JANGAN DURHAKAI ORANGTUA ◾

Durhaka tidak hanya terbatas dalam bentuk perilaku fisik, tapi juga perkataan anak ketika membentak, bersuara keras dan menghardik, apalagi sampai menyebabkan kedua orang tua itu menjadi sedih dan menangis...

Durhaka bisa juga dalam cara memandang dengan bermuka masam, sinis serta cemberut dll, bahkan dengan senyuman yang mengandung ejekan, meremehkan dan merendahkan mereka...

Durhaka juga dalam memberatkan dengan banyak permintaan, lebih mementingkan pasangan hidup, meninggalkan orang tua ketika masa tuanya atau saat membutuhkan pertolongan dan kehadiran anaknya...

Akibat durhaka kepada orang tua :

(01). Mendapatkan dosa besar.
(02). Mendapatkan laknat Allah.
(03). Penghalang untuk masuk Surga.
(04). Tidak diterimanya amal shalih.
(05). Penyebab doa-doa tidak terkabul.
(06). Tidak adanya keberkahan hidup.
(07). Tidak mendapatkan ridho Allah.
(08). Tidak terhapusnya dosa-dosa.
(09). Adzabnya dipercepat di dunia.
(10). Sulit mendapatkan anak berbakti.
(11). Mendapatkan su'ul khatimah dll.

Wahai Saudaraku...

Sayangkah engkau kepada orang tuamu, dan cintakah engkau kepada mereka...?

Bukankah mereka membesarkanmu dengan penuh kasih sayang...?

Bukankah mereka selalu mengurus berbagai keperluanmu saat engkau memerlukannya, dan mencintaimu setulus hatinya...?

Belumkah tergerak untuk selalu berbakti dan berbuat baik kepada mereka...?

Belumkah tergerak untuk membahagiakan dan menyenangkan hati mereka...?

Belumkah tergerak hati, lisan dan langkahmu meminta maaf atas kedurhakaanmu...?

Belumkah tergerak air mata, hati dan lisanmu untuk senantiasa memanjatkan do'a-do'a dan istighfar untuk orang tuamu...?

Mana air mata anak yang shalih...!

Ternyata engkau belum juga sadar dari perbuatanmu yang semakin menjauhkanmu dari ampunan dan kasih sayang Allah...

Anak yang tidak tahu berterimakasih dan cara bersyukur kepada orang tuanya...

Anak yang tidak tahu cara membalas budi atas segala kebaikan orang tuanya...

Anak yang tidak tahu bagaimana mengingat jasa dan pengorbanan orang tuanya...

Jika demikian halnya, sungguh malang orang tua yang punya anak sepertimu...
Ingatlah, biar bagaimanapun orang tua adalah sebab engkau hadir di dunia ini...

Dengarkan jeritan hati Ibu dan ayahmu...

Wahai anakku, aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda, serta semua hasil jerih-payahku telah kau reguk dan rasakan...

Bila engkau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu. Aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan engkau yang menderita...

Air mataku berlinang-linang dan mengucur deras, hatiku takut engkau disambar maut, padahal aku tahu ajal pasti akan datang...

Tiada hal yang paling membahagiakan hatiku lebih dari melihat anakku bahagia…
Tiada hal yang paling melarakan hatiku, lebih dari melihat musibah menimpamu...

Akan tetapi setelah dewasa dan mencapai apa yang dicita-citakan, engkau balas aku dengan kekerasan, kekasaran serta kesombongan, seolah-olah engkaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan...?

Sadarlah nak...
Kita semua pasti kembali kepada Allah...
Jangan sampai anakmu durhaka padamu...
Lalu engkau mendapat kesengsaraan di dunia dan nanti setelah kematianmu...

Kami tidak ingin kau mendapatkan adzab...
Kami tidak ingin kau mendapatkan laknat...
Kami tidak ingin kau terhalang masuk ke dalam Surga...

Ya Allah...
Berilah hidayah-Mu kepada anak-anakku...
Buka hati mereka untuk taat kepada-Mu, dan selalu berbakti kepada orang tuanya...
Jangan biarkan tanpa rahmat-Mu...
Jangan biarkan tanpa bimbingan-Mu...
Hindarkan kami dari siksa Neraka-Mu, dan masukkan kami ke dalam Surga-Mu...

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar