*Menangis dan Menceritakan Musibah Kepada Orang Lain*
Salah satu tanda tinggi tauhid seseorang adalah menyandarkan diri kepada Allah. Allah adalah tempat paling pertama sebagai tempat ia mengadu semua permasalahannya, curhat dan bahkan menangis kepada Allah. Sebaliknya, salah satu tanda kurangnya tauhid seseorang adalah ia lupa kepada Allah. Ketika ada masalah, ia langsung mengadu kepada makhluk, mengadu kepada keluarga dan sahabat, bahkan menangis dan menceritakan masalahnya kepada keluarga dan sahabatnya.
Mengadu dan curhat kepada Allah pertama kali
Seorang hamba hendaknya memprioritaskan Allah dalam segala urusan, karena Allah adalah Rabbnya yang telah menciptakan dan memberikan segalanya. Ketika mendapatkan masalah dan musibah, hendaknya ia langsung mengadu kepada Allah pertama kali. Sebagaimana teladan dari para nabi dan orang shalih.
Nabi Ya’qub ‘alaihis salam ketika mendengar berita sangat menyedihkan, yaitu anak kesayangannya Nabi Yusuf diberitakan telah di makan oleh srigala. Beliau langsung mengadu kepada Allah dan berkata,
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ
Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf : 86)
Demikian juga Nabi Ayyub ‘alaihis salam, yang sangat terkenal dengan cobaan yang sangat berat menimpa beliau dengan cobaan bertubi-tubi, ia sangat sabar dan mengadu kepada Allah. Allah berfirman,
إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia Amat taat (kepada Tuhan-nya)” (Shad : 44)
Orang yang bersabar dan tidak menceritakan masalah/musibah pada orang lain akan mendapatkan keutamaan yang besar. Allah berfirman dalam hadits qudsi,
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى الْمُؤْمِنَ فَلَمْ يَشْكُنِى إِلَى عُوَّادِهِ أَطْلَقْتُهُ مِنْ إِسَارِى ثُمَّ أَبْدَلْتُهُ لَحْمًا خَيْرًا مِنْ لَحْمِهِ وَدَمًا خَيْرًا مِنْ دَمِهِ ، ثُمَّ يَسْتَأْنِفُ الْعَمَلَ
“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Jika Aku (Allah) memberikan cobaan (musibah) kepada hambaKu yang beriman sedang ia tidak mengeluh kepada orang yang mengunjunginya maka Aku akan melepaskannya dari tahananKu (penyakit) kemudian Aku gantikan dengan daging yang lebih baik dari dagingnya juga dengan darah yang lebih baik dari darahnya. Kemudian dia memulai amalnya (bagaikan bayi yang baru lahir).” [HR. Al Hakim, shahih]
Pertanyaan yang muncul, apakah benar-benar tidak boleh bagi seserorang untuk menceritakan musibahnya kepada orang lain secara mutlak? Jawabannya: boleh saja, asalkan ia menceritakan dalam keadaan tegar, memuji dan bersyukur kepada Allah serta dengan tujuan musyawarah dan untuk mencari solusi dari musibah yang sedang ia hadapi. Penting diperhatikan juga bahwa orang yang ia ceritakan itu adalah orang yang benar-benar bisa membantunya dalam masalah/musibah ini, bukan menceritakan musibah kepada semua orang.
Perharikan fatwa berikut, Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya,
الأخت تقول في سؤالها أنا مريضة وأحيانا أبكي لما صارت إليه حالتي بعد مرضي فهل هذا البكاء معناه اعتراض على الله عز وجل وعدم الرضا بقضائه وهذا الفعل خارج عن إرادتي وكذلك هل التحدث مع المقربين عن المرض يدخل في ذلك ؟
Seorang wanita berkata: Aku sedang sakit dan kadang aku menangisi keadaanku ketika tertimpa penyakit. Apakah tangisan ini menunjukkan rasa tidak terima dan tidak ridha terhadap takdir Allah? Padahal perasaan sedih ini muncul begitu saja. Lalu apakah menceritakan keadaanku tersebut kepada teman-teman dekat juga termasuk sikap tidak ridha terhadap takdir?
Beliau menjawab:
لا حرج عليك في البكاء إذا كان بدمع العين فقط لا بصوت لقول النبي صلى الله عليه وسلم لما مات ابنه إبراهيم: ((العين تدمع والقلب يحزن ولا نقول إلا ما يرضي الرب وإنا لفراقك يا إبراهيم لمحزونون))، والأحاديث في هذا المعنى كثيرة ولا حرج عليك أيضا في إخبار الأقارب والأصدقاء بمرضك مع حمد الله وشكره والثناء عليه وسؤاله العافية وتعاطي الأسباب المباحة، نوصيك بالصبر والاحتساب وأبشري بالخير لقول الله سبحانه وتعالى: إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ[1]، ولقوله تعالى: وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ * أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ[2]، ولقول النبي صلى الله عليه وسلم: ((لا يصيب المسلم هم ولا غم ولا نصب ولا وصب وهو المرض ولا أذى حتى الشوكة إلا كفر الله بها من خطاياه))، وقوله عليه الصلاة والسلام : ((من يرد الله به خيرا يصب منه)) نسأل الله أن يمن عليك بالشفاء والعافية وصلاح القلب والعمل إنه سميع مجيب
Anda boleh saja menangis, namun cukup dengan linangan air mata saja, jangan bersuara. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ketika anaknya, Ibrahim, meninggal,
العين تدمع والقلب يحزن ولا نقول إلا ما يرضي الرب وإنا لفراقك يا إبراهيم لمحزونون
“Air mata berlinang dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Allah. Dengan kepergianmu ini wahai Ibrahim, kami sangat bersedih.” (HR. Al Bukhari bab Al Jana’iz no 1241, Muslim bab Al Fadhail no.2315, Abu Daud bab Al Jana’iz no.3126, Ahmad 3/194)
Anda pun boleh mengabarkan teman dan sahabat anda tentang keadaan anda, namun dengan memuji Allah, bersyukur kepada Allah, dengan menyebutkan bahwa anda telah memohon kesembuhan kepada Allah dan telah menjalani upaya untuk sembuh yang mubah. Aku menasehatkan anda agar bersabar dan mengharap pahala dari Allah. Aku akan memberi anda kabar gembira, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az Zumar: 10)
Allah Ta’ala juga berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun“. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs. Al-Baqarah: 156-158)
Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
لا يصيب المسلم هم ولا غم ولا نصب ولا وصب( وهو المرض) ولا أذى حتى الشوكة إلا كفر الله بها من خطاياه
“Seorang Muslim tertimpa kesedihan, kesusahan, penyakit, gangguan walau sekedar tertusuk duri, pasti Allah akan menjadikannya penghapus dosa-dosa yang ia miliki.” (HR. Al Bukhari bab Al Mardhi no.5318, Muslim bab Al Birr Was Shilah Wal Adab no.2573, At Tirmidzi bab Al Jana’iz no.966, Ahmad 3/19)
Juga sabda beliau,
من يرد الله به خيرا يصب منه
“Jika Allah menginginkan kebaikan kepada seseorang, Allah akan memberinya cobaan.” (HR. Al Bukhari bab Al Mardhi no.5321, Ahmad 2/237, Malik dalam Al Muwatha, 1752)
Aku memohon kepada Allah semoga anda diberikan kesembuhan dan kesehatan, serta kebaikan lahir dan batin. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi mengabulkan doa.” [Majmu’ Fatawa 4/144]
Demikian semoga bermanfaat
@ Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/44136-menangis-dan-menceritakan-musibah-kepada-orang-lain.html
Rumah Tahfidz, Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur'an, Kajian Ilmu syar'i Hub: Diana Gasim (Ummu Achmad ) 085312837788)
Friday, July 12, 2019
Berbakti kepada orang tua yg sudah meninggal
Rasulullah alaihi wa salam bersabda
إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ
Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim no. 2552)
hal yang bisa kita simpulkan bagaimana bentuk berbakti dengan orang tua ketika mereka berdua atau salah satunya telah meninggal dunia:
1.Mendo’akan kedua orang tua.
2.Banyak meminta ampunan pada Allah untuk kedua orang tua.
3.Memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia.
4.Menjalin hubungan silaturahim dengan keluarga dekat keduanya yang tidak pernah terjalin.
5.Memuliakan teman dekat keduanya.
6.Bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada.
Semoga bisa diamalkan. Selama masih hidup, itulah kesempatan kita terbaik untuk berbakti pada orang tua. Karena berbakti pada keduanya adalah jalan termudah untuk masuk surga.
Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Sumber https://rumaysho.com/11752-cara-berbakti-pada-orang-tua-setelah-mereka-tiada.html
Thursday, July 11, 2019
Buat belajar
Assalamu’alaikum
Informasi untuk warga yang masih mempunyai kluarga yg duduk di sekolah tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA.
Sekarang lagi booming mengenai bimbel online seperti “Ruang Guru” tapi berbayar.
Nah, pemerintah (Kemendikbud) juga menyediakan bimbel online dan ini GRATIS.
Materi, soal-soal dan video belajarnya juga komplit.
Guru-gurunya juga pilihan dan berprestasi.
Bisa dilihat di web :
“Rumah Belajar”
belajar.kemdikbud.go.id
Tolong share ke yang lain yaa, biar lebih bermanfaat :)
Assalamu’alaikum
Informasi untuk warga yang masih mempunyai kluarga yg duduk di sekolah tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA.
Sekarang lagi booming mengenai bimbel online seperti “Ruang Guru” tapi berbayar.
Nah, pemerintah (Kemendikbud) juga menyediakan bimbel online dan ini GRATIS.
Materi, soal-soal dan video belajarnya juga komplit.
Guru-gurunya juga pilihan dan berprestasi.
Bisa dilihat di web :
“Rumah Belajar”
belajar.kemdikbud.go.id
Tolong share ke yang lain yaa, biar lebih bermanfaat :)
Kajian Tashin Al Qur'an
📜 *HUKUM MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN HARAKAT YANG KELIRU*
📝Asy-Syeikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz -rahimahulloh-
❓Pertanyaan :
"Apa hukumnya, bagi orang yang membaca al-qur'an, dan dia keliru (membaca) harakatnya ? Apakah dia (tetap) mendapat pahala dari (bacaannya) tersebut ?
✅ Jawaban :
"Disyariatkan bagi seorang mukmin untuk bersungguh-sungguh didalam membaca (al-qur'an), mempelajarinya dengan benar, dan dia memperdengarkan bacaannya kepada orang yang lebih berilmu darinya, sehingga dia mendapatkan faedah/pelajaran, serta mengetahui kekeliruannya.
Dan dia mendapatkan pahala (dari bacaannya), bahkan diberi pahala 2x, jika memang dia bersungguh-sungguh dan berusaha membacanya dengan benar. Berdasarkan sabd Nabi shallalahu alaihi wasallam (artinya) :
"Orang yang mahir membaca al-qur'an, bersama dengan para malaikat yang mulia, adapun orang yang membaca al-qur'an dengan terbata-bata, dan kesulitan membacanya, maka dia mendapat 2 pahala".[HR Muslim no. 1329 dan Ibnu Majah no. 3769].
▪سُئل العلّامــة ابنُ بَاز رَحِمَهُ الله :-
▫السُّـؤَالُ : ما حكم من يقرأ القرآن وهو يخطئ في التشكيل ؟ هل يؤجر على ذلك ؟
▫الجَـوَابُ ي يشرع للمؤمن أن يجتهد في القراءة، ويتحرى الصواب، ويقرأ على من هو أعلم منه حتى يستفيد ويستدرك أخطاءه .
وهو مأجور ومثاب وله أجره مرتين إذا اجتهد وتحرى الحق؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم : (( الماهر في القرآن مع السفرة الكرام البررة، والذي يقرأ القرآن ويتتعتع فيه وهو عليه شاق له أجره مرتين ))
الحديث رواه مسلم في صلاة المسافرين برقم (١٣٢٩) ، وابن ماجه في الآداب برقم (٣٧٦٩) .
Bagi yg masih teebata2 dalam membaca dg catatan masih belajar dg seorang guru maka dia mendapatkan 2 pahala .
______________________
📚 Sumber Fatwa :
https://www.binbaz.org.sa/fatawa/2165
====================
✍ *Ustadz Hilal Abu Naufal* _Hafizhahullah_
——————————————————
Nasihat untuk anak2 ku semua
Lakukanlah banyak hal pada saat usiamu masih sangat muda. Sebab dengan begitu kau akan mengetahui dimana bakat dan ketangkasanmu.
Karna ada banyak anak muda yang cerdas tapi tidak mampu menemui bakatnya.
Bakat itu adalah salah satu fasilitas dari Allah untuk hambanya dengan jenis bakat yang berbeda-beda.
Begitu kau gagal dalam satu hal setelah kau mengusahakanya, maka cobalah hal lain dan pada model pekerjaan yang lain.
Suatu saat kau akan menemui satu pekerjaan dimana kau nyaman menjalaninya dan menjadi mudah bagimu.
Mungkin itulah yg kita sebut dengan bakat. Tapi yang lebih penting dari itu adalah bakat itu akan membuatmu menjadi orang yang paling bermanfaat buat manusia.
#tilawah Alquran
#tadabur Alquran
#mennunut ilmu syar'i
#berakhlakul Karimah
#bersunghuh2lah dan jangan kamu lemah
#072019
Lakukanlah banyak hal pada saat usiamu masih sangat muda. Sebab dengan begitu kau akan mengetahui dimana bakat dan ketangkasanmu.
Karna ada banyak anak muda yang cerdas tapi tidak mampu menemui bakatnya.
Bakat itu adalah salah satu fasilitas dari Allah untuk hambanya dengan jenis bakat yang berbeda-beda.
Begitu kau gagal dalam satu hal setelah kau mengusahakanya, maka cobalah hal lain dan pada model pekerjaan yang lain.
Suatu saat kau akan menemui satu pekerjaan dimana kau nyaman menjalaninya dan menjadi mudah bagimu.
Mungkin itulah yg kita sebut dengan bakat. Tapi yang lebih penting dari itu adalah bakat itu akan membuatmu menjadi orang yang paling bermanfaat buat manusia.
#tilawah Alquran
#tadabur Alquran
#mennunut ilmu syar'i
#berakhlakul Karimah
#bersunghuh2lah dan jangan kamu lemah
#072019
💕💐💕💐💕💐💕💐💐💕💐💕
*Syukron jazakunallahu Khoiron*
Terima kasih Ya Allah Engkau telah mempertemukan aku dengan mereka didalam perjalanan hidupku...
Terima kasih ya Rabb kalian telah menjadi bagian didlm kisah hidupku..
Tak terhitung moment2 yg telah kita lalui bersama..
Banyak kisah yg bisa ku ambil sebagai pelajaran.
Mungkin didlm pekerjaan kita tidak bersama lagi. Tetapi didalam pertemanan kita akan slalu trs berhubungan dan saling mensupport.
Sukses selalu ya ..
*ORANG BIJAK BERKATA,*
SUNGGUH:@ Hidup adalah BELAJAR ....
Belajar Bersyukur Meski Tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Terasa Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Sering Disakiti,
Belajar Tenang Meski Selalu Gelisah,
Belajar Percaya Meski Selalu Ragu,
Belajar...Belajar....dan Terus Belajar...
Semoga bermanfaat untuk saling mengingatkan & untuk kita terapkan dlm kehidupan kita...
Alhamdulillah Allah pertemukan dg orang-orang hebat menjadikan saya pribadi yg tak mau berhenti belajar ...
#Masya Allah .. Tabarakallah
#selesai tugas periode tahun 2018-2019
# ....Februari 2018
# Kamis , 11 Juli 2019
# Alhamdulillah ala kulihaal
# qodarullah
#terus semangat berilmu dan beramal sholih
*Syukron jazakunallahu Khoiron*
Terima kasih Ya Allah Engkau telah mempertemukan aku dengan mereka didalam perjalanan hidupku...
Terima kasih ya Rabb kalian telah menjadi bagian didlm kisah hidupku..
Tak terhitung moment2 yg telah kita lalui bersama..
Banyak kisah yg bisa ku ambil sebagai pelajaran.
Mungkin didlm pekerjaan kita tidak bersama lagi. Tetapi didalam pertemanan kita akan slalu trs berhubungan dan saling mensupport.
Sukses selalu ya ..
*ORANG BIJAK BERKATA,*
SUNGGUH:@ Hidup adalah BELAJAR ....
Belajar Bersyukur Meski Tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Terasa Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Sering Disakiti,
Belajar Tenang Meski Selalu Gelisah,
Belajar Percaya Meski Selalu Ragu,
Belajar...Belajar....dan Terus Belajar...
Semoga bermanfaat untuk saling mengingatkan & untuk kita terapkan dlm kehidupan kita...
Alhamdulillah Allah pertemukan dg orang-orang hebat menjadikan saya pribadi yg tak mau berhenti belajar ...
#Masya Allah .. Tabarakallah
#selesai tugas periode tahun 2018-2019
# ....Februari 2018
# Kamis , 11 Juli 2019
# Alhamdulillah ala kulihaal
# qodarullah
#terus semangat berilmu dan beramal sholih
N G A J I
Tempatnya jauh, kau mengeluh..
Tempatnya dekat, kau tak berangkat..
Ada jadwal pagi, kau minta petang..
Dipindah petang, kau lelah baru pulang..
Ngaji di hari biasa, kau bilang sibuk kerja..
Ngaji di akhir pekan, kau bilang bentrok banyak undangan dan Arisan..
Kelas sudah berjalan, kau tanya kapan lagi pendaftaran..
Di buka pendaftaran baru, kau bilang nanti dulu.. masih atur waktu..
Belajar Tajwid kau bilang susah..
Baca Quran tidak bertajwid kau anggap tidak sah..
Disuruh menghafal, kau bilang memberatkan...
Tak ada hafalan, kau bilang kurang tantangan...
Ustadz lulusan pesantren, kau anggap gak keren...
Ustadz lulusan perguruan tinggi, kau bilang tidak cocok ngajar ngaji..
Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete..
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke..
Makhroj kurang tepat, kau minta dikoreksi..
Sering dikoreksi, kau kapok tak mau lagi mengaji..
Setan itu gigih,
dia selalu membisiki pelemahan dan pembenaran untuk menghindari yang baik-baik..
Jangankan ngaji, orang sakaratul maut aja masih diganggu agar ga mampu melafadzkan tauhid..
Nah besok-besok..
Kalo udah punya niat
GO aja, jangan kasih setan menang...
NGAJI itu PENTING, bukan yang PENTING NGAJI..
Ustadz Farhan Abu Furaihan hafizhahullah
Copas
Tempatnya jauh, kau mengeluh..
Tempatnya dekat, kau tak berangkat..
Ada jadwal pagi, kau minta petang..
Dipindah petang, kau lelah baru pulang..
Ngaji di hari biasa, kau bilang sibuk kerja..
Ngaji di akhir pekan, kau bilang bentrok banyak undangan dan Arisan..
Kelas sudah berjalan, kau tanya kapan lagi pendaftaran..
Di buka pendaftaran baru, kau bilang nanti dulu.. masih atur waktu..
Belajar Tajwid kau bilang susah..
Baca Quran tidak bertajwid kau anggap tidak sah..
Disuruh menghafal, kau bilang memberatkan...
Tak ada hafalan, kau bilang kurang tantangan...
Ustadz lulusan pesantren, kau anggap gak keren...
Ustadz lulusan perguruan tinggi, kau bilang tidak cocok ngajar ngaji..
Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete..
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke..
Makhroj kurang tepat, kau minta dikoreksi..
Sering dikoreksi, kau kapok tak mau lagi mengaji..
Setan itu gigih,
dia selalu membisiki pelemahan dan pembenaran untuk menghindari yang baik-baik..
Jangankan ngaji, orang sakaratul maut aja masih diganggu agar ga mampu melafadzkan tauhid..
Nah besok-besok..
Kalo udah punya niat
GO aja, jangan kasih setan menang...
NGAJI itu PENTING, bukan yang PENTING NGAJI..
Ustadz Farhan Abu Furaihan hafizhahullah
Copas
Subscribe to:
Posts (Atom)