Halaqah - 19
Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 19 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah tentang Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2
Rasulullah ﷺ telah ditanya bagaimana wahyu datang kepadamu beliau ﷺ berkata
أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ المَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ
Kadang-kadang datang kepadaku seperti lonceng dan inilah yang paling berat bagiku kemudian di hentikan dan tiba-tiba aku sudah menyerap apa yang dia ucapkan dan kadang-kadang Malaikat menjelma untukku sebagai seorang laki-laki kemudian dia berbicara kepadaku dan aku pun menyerap apa yang dia ucapkan (HR Bukhari dan Muslim)
Dan wahyu datang kepada beliau ﷺ dalam keadaan bangun sebagaimana hal ini di tunjukkan oleh riwayat yang shahih yang di keluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim
Wahyu turun kepada beliau ﷺ selama 23 tahun, 13 tahun ketika beliau di Mekkah dan 10 tahun di kota Madinah
Wahyu adalah mukjizah di luar kebiasaan manusia, Nabi ﷺ menerima kalamullah dengan perantaraan Malaikat Jibril عليهم السلام dengan demikian wahyu ini tidak ada hubungannya dengan ilham dan perenungan hati
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Rumah Tahfidz, Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur'an, Kajian Ilmu syar'i Hub: Diana Gasim (Ummu Achmad ) 085312837788)
Thursday, January 30, 2020
Dakwah ilallah , dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Islam yang orisinil , dakwah kepada keyakinan yang benar tidak hanya sekedar di mimbar saja
Saudaraku
Semua diantara kita mesti berdakwah walaupun tidak bisa menyampaikan ilmu di majlis-majlis ilmu.
Saudaraku
Dakwah dengan keteladan dalam kesaharian kita sangat besar sekali pengaruh dalam dakwah ini.
Dengan taufiq Allah kemudian mu'amalah kita yang baik kepada sesama , Berapa banyak saudara-saudara kita yang simpati dengan dakwah salafiyyah ini, Berapa banyak diantara keluarga kita, kerabat kita, tetangga kita ikut serta mendengarkan kajian-kajian asatidz yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah nabi shallahu'alaihi wasallam diatas pemahaman salaf kita yang sholih
Semoga kita bisa menjadi pembuka kebaikan yang bisa mendekatkan ummat kepada agama ini. Aamin
Saudaraku
Semua diantara kita mesti berdakwah walaupun tidak bisa menyampaikan ilmu di majlis-majlis ilmu.
Saudaraku
Dakwah dengan keteladan dalam kesaharian kita sangat besar sekali pengaruh dalam dakwah ini.
Dengan taufiq Allah kemudian mu'amalah kita yang baik kepada sesama , Berapa banyak saudara-saudara kita yang simpati dengan dakwah salafiyyah ini, Berapa banyak diantara keluarga kita, kerabat kita, tetangga kita ikut serta mendengarkan kajian-kajian asatidz yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah nabi shallahu'alaihi wasallam diatas pemahaman salaf kita yang sholih
Semoga kita bisa menjadi pembuka kebaikan yang bisa mendekatkan ummat kepada agama ini. Aamin
Wednesday, January 29, 2020
Halaqah - 18 - Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 1
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 18 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian yang pertama
Dahulu Rasulullah ﷺ mendapatkan kesusahan yang sangat ketika menerima wahyu sebagaimana di dalam shahih Muslim, dari beliau berkeringat deras di hari yang sangat dingin dan berubah wajah beliau, sebagaimana juga di riwayatkan oleh Imam Muslim di dalam shahihnya, badan beliau menjadi berat ketika turun wahyu, berkata Zayd bin Tsabit رضي الله عنه
فأنزل على رسولِهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، وفَخِذُهُ على فخذي ، فَثَقُلَتْ عليَّ حتى خِفْتُ أن تُرَضَّ فخذي
Maka diturunkan wahyu kepada Rasulullah ﷺ sedangkan paha beliau ada di atas pahaku maka menjadi berat paha beliau sampai aku takut pecah pahaku (HR Al Bukhari)
Dahulu beliau ﷺ sangat memusatkan konsentrasi beliau untuk menghafal apa yang di turunkan kepada beliau berupa ayat-ayat Al-Quran, Beliau menggerakkan lidah dan dua bibir beliau maka turunlah firman Allah ﷻ
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ⑯ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ
"Janganlah engkau menggerakkan lisanmu dengannya karena engkau tergesa-gesa, sesungguhnya kewajiban Kami mengumpulkannya dan membacakannya" (Surat Al-Qiyamah : 16-17)
Maksudnya janganlah engkau wahai Nabi menggerakkan lisanmu untuk membaca Al-Quran ketika turun wahyu karena ingin bersegera untuk menghafalnya dan takut apabila Al-Quran tersebut lepas darimu sesungguhnya kewajiban bagi Kami mengumpulkan Al-Quran tersebut didalam dadamu, kemudian kewajiban Kami menjadikan engkau bisa membaca Al-Quran tersebut dengan lisanmu kapan saja engkau kehendaki dan dahulu kerinduan beliau ﷺ dan semangat beliau menjadikan beliau tergesa-gesa sebagaimana di jelaskan di dalam ayat, yaitu firman Allah
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Dan janganlah engkau tergesa-gesa dengan membaca Al-Quran sebelum wahyu itu selesai di turunkan kepadamu dan katakanlah “Wahai Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu” (Surat Thaha : 114)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[29/1 16.13] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 17 Terputusnya Wahyu
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke -17 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Terputusnya Wahyu
Setelah turun wahyu yang pertama tinggallah Rasulullah ﷺ tanpa ada wahyu turun kepada beliau, kemudian setelah itu turunlah firman Allah ﷻ
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ① قُمْ فَأَنْذِرْ ② وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ③ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ④ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ⑤ وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ ⑥ وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ⑦
"Wahai orang yang berselimut, bangkitlah, kemudian berilah peringatan dan Rabbmu Agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah dan berhala tinggalkanlah dan janganlah engkau memberi untuk mendapatkan yang lebih banyak dan untuk Rabbmu hendaknya engkau bersabar" (Surat Al-Muddatstsir : 1-7)
Sebagaimana di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim
Pernah terlambat wahyu turun kepada Nabi ﷺ kemudian berkata orang-orang musyrikin Rabb Muhammad telah meninggalkan Muhammad, maka Allah menurunkan firmanNya
وَالضُّحَىٰ ① وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ② مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
"Demi waktu Dhuha dan Demi malam apabila sunyi, tidaklah Rabbmu meninggalkan kamu dan tidak membenci" (Surat Adh-Dhuhaa : 1-3)
Adapun riwayat Nabi ﷺ hampir bunuh diri dengan melemparkan dirinya dari atas gunung dan bahwasanya Jibril datang dan mengabarkan bahwa beliau Rasulullah ﷺ maka riwayat ini tidak shahih dan maknanya bertentangan dengan kema'suman seorang Nabi
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Halaqah - 20
Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 20 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi
Setelah turun surat Al-Mudatsir 1 s/d 7 dan dengannya beliau ﷺ menjadi seorang Rasul, mulailah beliau berdakwah di Mekkah mendakwahi orang-orang Quraisy dan penduduk Makkah dengan dakwah sembunyi-sembunyi ada yang mengatakan bahwa ini berlangsung 3 tahun, Khadijah رضي الله عنها adalah wanita pertama yang masuk Islam dan membenarkan Rasulullah ﷺ sebagaimana dalam hadits Aisyah yang telah berlalu
Ali bin Abi Thalib yang dulu di asuh Rasulullah ﷺ semenjak sebelum menjadi Nabi adalah anak kecil yang pertama masuk Islam ada yang mengatakan umurnya 10 tahun
Ali bin Abi Thalib ikut Nabi ﷺ karena Abu Thalib adalah orang yang sedikit hartanya dan banyak tanggungannya, sehingga saat itu Rasulullah ﷺ mengasuh Ali untuk meringankan beban pamannya
Adapun yang pertama kali masuk Islam dari laki-laki dewasa adalah Abu Bakar Ash Shidiq رضي الله عنه
Rasulullah ﷺ bersabda
إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ: كَذَبْتَ، وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: صَدَقَ، وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَهَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي
Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian, kemudian kalian mengatakan “engkau berdusta” dan berkata Abu Bakar “dia telah benar” dan dia telah menghiburku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan jiwanya dan hartanya, apakah kalian meninggalkan shahabatku (HR Al Bukhari)
Dengan Islamnya Abu Bakar, keluarganya juga mengikuti beliau di dalam Islam dan diantara yang pertama-tama masuk Islam adalah Zaid bin Haritsah Maula Rasulullah ﷺ dan di antara yang pertama-tama masuk Islam adalah
1. Utsman bin Affan
2. Az Jubair bin Awwam
3. Khalid bin Said bin Al ‘ash
4. Abdullah bin Mas’ ud
5. Khubbab bin Al-Arat
6. Bilal Al Habasy
7. Ammar bin Yasir
8. Sumaiyyah (Ibu Ammar bin Yasir)
9. Amr Ibnu Abasah
10. Abu Dzar Al Ghifari dan lain-lain
Beberapa riwayat menunjukkan bahwa beberapa shahabat mengaku dan merasa dirinya yang pertama masuk Islam dan ini tidak bertentangan karena mereka mengabarkan sesuai dengan apa yang dia lihat dan dia ketahui
Kemudian ini di antara yang menunjukkan kerahasiaan dakwah yang di lakukan oleh Rasulullah ﷺ saat itu,
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Tuesday, January 28, 2020
Nadwa
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 10 : CONTOH KALIMAT MUBTADA KHOBAR* 📚
_________________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍🏻 Diantara Ketentuan mubtada dan khabar adalah,
1⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mufrad* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mufrad*
Contoh :
🍃 المُدَرِّسُ جَالِسٌ
( _Guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisu_ adalah isim *mufrad*,
_jaalisun_ juga isim *mufrad*.
👉 Tanda Marfu' keduanya adalah dhammah.
2⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mutsanna atau jamak* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mutsanna atau jamak*
Contoh :
🔖 *Mutsanna*
🍃 المُدَرِّسَانِ جَالِسَانِ
( _Dua guru tersebut duduk_ )
👉 _al mudarrisaani_ isim *mutsanna*. Maka _jaalisaani_ yang merupakan khobarnya pun isim *mutsanna*.
👉 Tanda marfu' dari keduanya adalah *alif*.
🔖 *Jamak*
🍃 المُدَرِّسُونَ جَالِسُوْنَ
( _Para guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisuuna_ dan
_jaalisuuna_ keduanya adalah *jamak mudzakkar salim*. Tanda rafa'nya adalah wawu ( و ).
3⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *muannats* maka _*khabar-nya*_ pun harus *muannats* pula, demikian juga bila *mudzakkar*.
🔖 Contoh yang mudzakkar sebagaimana yang ada pada poin 1 dan 2.
🔖 *Contoh muannats*,
🍃 المُدَرِّسَةُ جَالِسَةٌ
( _Guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَتَانِ جَالِسَتَانِ
( _Dua guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَاتُ جَالِسَاتٌ
( _Para guru Perempuan tersebut duduk_ )
📍 *KESIMPULAN*
Dari contoh-contoh di atas, dapat kita simpulkan bahwa mubtada' dan khobar memiliki *kesesuaian* dalam hal,
🔖 *Jenis* (Mudzakkar/Muannats)
🔖 *Jumlah* (Mufrad/Mutsanna/Jamak)
🔖 *I'rab* (Rafa')
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 11: FI'IL* 📚
_________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
*Fi'il* adalah kata yang memiliki makna *yang terikat dengan waktu*, dan berdasarkan waktunya fi'il terbagi menjadi *tiga* yaitu :
1⃣ *Fi'il madhi / الفِعْلُ المَاضِيْ*
Fi'il madhi adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada *waktu lampau*.
🌱 Contohnya :
🍃 ذَهَبَ
( _Dia (lk) *telah* pergi_ )
2⃣ *Fi'il mudhari' / الفِعْلُ المُضَارِعُ*
Fi'il mudhari' adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada waktu *sekarang* atau *akan datang*.
🌱 Contohnya :
🍃 يَذْهَبُ
( _Dia (lk) *sedang/akan* pergi_ )
3⃣ *Fi'il amr / الفِعْلُ الأَمْرُ*
Fi'il amr adalah fi'il yang menunjukkan *perintah*, yang berarti harus dikerjakan pada waktu akan datang (yakni setelah adanya perintah).
🌱 Contohnya :
🍃 اِذْهَبْ
( _Pergilah kamu!_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
12 . I'ROB FI'IL* 📚
__________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍ Kita masuk pembahasan tentang i'rob pada fi'il
🏷 Sebagian fi'il ada yang *mabni* (tidak berubah akhiran katanya) dan ada yang *mu'rob* (berubah akhiran katanya).
🏷 Yang termasuk *fi'il mabni* ada 2, yaitu:
1⃣ *Fi'il madhi*
2⃣ *Fi'il amr*
🏷 Yang termasuk *fi'il mu'rob* adalah *hanya* fi'il mudhari'.
🏷 Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya bahwa i'rab terbagi atas 4 jenis, namun *perlu diperhatikan bahwa i'rab pada fi'il mudhari' hanya berlaku 3 jenis saja*, yaitu :
1⃣ *Marfu'/rafa' (مَرْفُوْعٌ/رَفْعٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 أَذْهَبُ
(saya sedang/akan pergi)
📌 Berharakat dhommah diakhir adalah *tanda asal* fi'il mudhari'.
2⃣ *Manshub/nashab (مَنْصُوْبٌ/نَصْبٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَنْ أَذْهَبَ
(saya tidak akan pergi)
📌 Kata "لَنْ" berfungsi/menjadi *sebab manshubnya* fi'il mudhari'.
3⃣ *Majzum/jazm (مَجْزُوْمٌ/جَزْمٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَمْ أَذْهَبْ
(saya tidak pergi)
📌 Kata "لَمْ" berfungsi/menjadi *sebab majzumnya* fi'il mudhari'.
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_______________
📚 *MATERI 13 : FI'IL DAN FA'IL* 📚
_____________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
1⃣ *Fi'il* adalah setiap kata yang memiliki *makna* dan *terikat dengan waktu*. Dalam bahasa Indonesia Fi'il disebut *kata kerja/Predikat*. Misal,
🍃 ذَهَبَ ( _telah pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ ( _sedang/akan pergi_ )
🍃 اِذْهَبْ ( _pergilah_ )
2⃣ *Fa'il* adalah *isim marfu'* yang terletak *setelah fi'il ma'lum* (kata kerja aktif) yang menunjukkan siapa yang melakukan perbuatan. Dalam bahasa Indonesia Fa'il disebut dengan *Subyek*.
3⃣ *Contoh kalimat* :
🌱 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ : fi'il
🍃 زَيْدٌ : fa'il
📍 *Kedua kata tersebut*,
🔖 *mufrod* (tunggal),
🔖 sama dari segi *jenisnya* yaitu *mudzakar*,
🔖 dan *marfu'* dengan tanda dhommah untuk menunjukkan bahwa ia adalah *fa'il (subyek).* Dan fa'il (subyek) adalah *inti kalimat.*
4⃣ Kalimat,
🍃 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
👉🏻 adalah *Jumlah Fi'liyyah*, yaitu kalimat yang *didahului oleh fi'il* (kata kerja).
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
___________________
📚 *MATERI 14: KAIDAH FI'IL DAN FA'IL* 📚
______________________________________
بسم ﷲ الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاۃ والسلام علی رسول ﷲ
Ikhwatii fillaah... Kita akan memasuki pembahasan "kaidah fi'il dan fa'il dan contoh-contohnya".
🏷 Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kalimat yang dimulai dengan fi'il disebut dengan *jumlah fi'liyyah*.
🏷 Jumlah fi'liyyah ini memiliki beberapa kaidah yaitu :
1⃣ *Fi'il selalu bersesuaian jenis dengan fa'ilnya.*
📌 Jika fa'ilnya berupa isim mudzakkar fi'ilnya juga mudzakkar
👉 Contoh :
🍃 كَتَبَ أَحْمَدُ
(Ahmad telah menulis)
🍃 يَكْتُبُ أَحْمَدُ
(Ahmad sedang/akan menulis)
📌 Jika *fa'ilnya* berupa *isim muannats* maka fi'ilnya juga muannats dengan diberi tanda muannats yaitu menambahkan *ta' sukun (تْ) di akhir fi'il madhi* dan *ta' berharakat di awal fi'il mudhari*.
👉 Contoh :
🍃 دَرَسَتْ عَائِشَةُ
(Aisyah telah belajar)
🍃 تَدْرُسُ عَائِشَةُ
(Aisyah sedang/akan belajar)
2⃣ *Fi'il selalu dalam keadaan mufrad*
📌 Meskipun fa'ilnya berupa isim mutsanna atau jamak maka *fi'ilnya tetap mufrad (tunggal)*
👉 Contoh,
🌱 Untuk mudzakkar :
سَمِعَ / يَسْمَعُ الطَّالِبُ =
Pelajar (lk) itu telah / sedang mendengar
يَسْمَعُ الطَّالِبَانِ =
Dua pelajar (lk) itu sedang mendengar
يَسْمَعُ الطُّلَابُ =
Para pelajar (lk) itu sedang mendengar
🌱 Untuk muannats :
سَمِعَتْ / تَسْمَعُ الطَّالِبَةُ
Pelajar (pr) itu telah / sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَتَانِ =
Dua pelajar (pr) itu sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَاتُ =
Para pelajar (pr) itu sedang mendengar
📝Keterangan :
▪سَمِعَ = dia (lk) telah mendengar
▪يَسْمَعُ = dia (lk) sedang/telah mendengar
▪سَمِعَتْ = dia (pr) telah mendengar
▪تَسْمَعُ = dia (pr) sedang/akan mendengar
3⃣ *Fa'il harus dalam keadaan marfu' (ber-i'rab rafa')**, untuk menandakan bahwa ia inti kalimat.
*Tanda i'rab rafa' isim dapat dilihat pada materi 8.
وصلی ﷲ علی نبينا محمد وعلی آله وصحبه وسلم
__________________
✒ Tim Nadwa
✒ Tim Nadwa📚
*MATERI 15 : TANDA NASHAB ISIM* 📚
________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
ااحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله
Kita telah mengetahui bahwa di antara jenis I'rab kata dalam bahasa Arab adalah *Nashab*.
❓ Apa saja *tanda nashab isim*? Berikut perinciannya,
🔖 *Fathah* ( َ- )
Ini merupakan *tanda asal* i'rab *Nashab*. Ada pada,
🌱 *Mufrad*
🍃 مُحَمَّدًا
🍃 عَائِشَةَ
🌱 *Jamak Taksir*
🍃 رُسُلًا
( _Para rasul/utusan_ )
🔖 *Alif* ( ا ). Ada pada,
🌱 *Al-Asma' Al-Khomsah*
🍃 أَخَاكَ
( _saudara laki-lakimu_ )
🔖 *Kasrah* ( ِ- ). Ada pada,
🌱 *Jamak Muannats Salim*
🍃 مُؤْمِنَاتٍ
( _para perempuan yang beriman_ )
🔖 *Ya'* ( ي ). Ada pada,
🌱 *Mutsanna*
🍃 وَالِدَيْنِ
( _orang tua_ )
🌱 *Jamak Mudzakkar Salim*
🍃 مُسْلِمِيْنَ
( _Orang-orang yang berislam_ )
_______________________
📌 *Catatan*
💡 Penulisan *fathatain* ( ً- ) diikuti dengan *alif*. *Kecuali* pada,
🔖 *ta' marbuthoh* ( ة ), seperti :
🍃 مُسْلِمَةً
( _perempuan yang berislam_ )
🍃 ثَمَرَةً
( _buah_ )
🔖 dan *hamzah* ( ء ) yang *sebelumnya alif*. Seperti,
🍃 سَمَاءً ( _langit_ )
🍃 إِنْشَاءً ( _esai_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
__________________
✒ Tim Nadwa
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 10 : CONTOH KALIMAT MUBTADA KHOBAR* 📚
_________________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍🏻 Diantara Ketentuan mubtada dan khabar adalah,
1⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mufrad* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mufrad*
Contoh :
🍃 المُدَرِّسُ جَالِسٌ
( _Guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisu_ adalah isim *mufrad*,
_jaalisun_ juga isim *mufrad*.
👉 Tanda Marfu' keduanya adalah dhammah.
2⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mutsanna atau jamak* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mutsanna atau jamak*
Contoh :
🔖 *Mutsanna*
🍃 المُدَرِّسَانِ جَالِسَانِ
( _Dua guru tersebut duduk_ )
👉 _al mudarrisaani_ isim *mutsanna*. Maka _jaalisaani_ yang merupakan khobarnya pun isim *mutsanna*.
👉 Tanda marfu' dari keduanya adalah *alif*.
🔖 *Jamak*
🍃 المُدَرِّسُونَ جَالِسُوْنَ
( _Para guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisuuna_ dan
_jaalisuuna_ keduanya adalah *jamak mudzakkar salim*. Tanda rafa'nya adalah wawu ( و ).
3⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *muannats* maka _*khabar-nya*_ pun harus *muannats* pula, demikian juga bila *mudzakkar*.
🔖 Contoh yang mudzakkar sebagaimana yang ada pada poin 1 dan 2.
🔖 *Contoh muannats*,
🍃 المُدَرِّسَةُ جَالِسَةٌ
( _Guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَتَانِ جَالِسَتَانِ
( _Dua guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَاتُ جَالِسَاتٌ
( _Para guru Perempuan tersebut duduk_ )
📍 *KESIMPULAN*
Dari contoh-contoh di atas, dapat kita simpulkan bahwa mubtada' dan khobar memiliki *kesesuaian* dalam hal,
🔖 *Jenis* (Mudzakkar/Muannats)
🔖 *Jumlah* (Mufrad/Mutsanna/Jamak)
🔖 *I'rab* (Rafa')
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 11: FI'IL* 📚
_________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
*Fi'il* adalah kata yang memiliki makna *yang terikat dengan waktu*, dan berdasarkan waktunya fi'il terbagi menjadi *tiga* yaitu :
1⃣ *Fi'il madhi / الفِعْلُ المَاضِيْ*
Fi'il madhi adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada *waktu lampau*.
🌱 Contohnya :
🍃 ذَهَبَ
( _Dia (lk) *telah* pergi_ )
2⃣ *Fi'il mudhari' / الفِعْلُ المُضَارِعُ*
Fi'il mudhari' adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada waktu *sekarang* atau *akan datang*.
🌱 Contohnya :
🍃 يَذْهَبُ
( _Dia (lk) *sedang/akan* pergi_ )
3⃣ *Fi'il amr / الفِعْلُ الأَمْرُ*
Fi'il amr adalah fi'il yang menunjukkan *perintah*, yang berarti harus dikerjakan pada waktu akan datang (yakni setelah adanya perintah).
🌱 Contohnya :
🍃 اِذْهَبْ
( _Pergilah kamu!_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
12 . I'ROB FI'IL* 📚
__________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍ Kita masuk pembahasan tentang i'rob pada fi'il
🏷 Sebagian fi'il ada yang *mabni* (tidak berubah akhiran katanya) dan ada yang *mu'rob* (berubah akhiran katanya).
🏷 Yang termasuk *fi'il mabni* ada 2, yaitu:
1⃣ *Fi'il madhi*
2⃣ *Fi'il amr*
🏷 Yang termasuk *fi'il mu'rob* adalah *hanya* fi'il mudhari'.
🏷 Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya bahwa i'rab terbagi atas 4 jenis, namun *perlu diperhatikan bahwa i'rab pada fi'il mudhari' hanya berlaku 3 jenis saja*, yaitu :
1⃣ *Marfu'/rafa' (مَرْفُوْعٌ/رَفْعٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 أَذْهَبُ
(saya sedang/akan pergi)
📌 Berharakat dhommah diakhir adalah *tanda asal* fi'il mudhari'.
2⃣ *Manshub/nashab (مَنْصُوْبٌ/نَصْبٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَنْ أَذْهَبَ
(saya tidak akan pergi)
📌 Kata "لَنْ" berfungsi/menjadi *sebab manshubnya* fi'il mudhari'.
3⃣ *Majzum/jazm (مَجْزُوْمٌ/جَزْمٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَمْ أَذْهَبْ
(saya tidak pergi)
📌 Kata "لَمْ" berfungsi/menjadi *sebab majzumnya* fi'il mudhari'.
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_______________
📚 *MATERI 13 : FI'IL DAN FA'IL* 📚
_____________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
1⃣ *Fi'il* adalah setiap kata yang memiliki *makna* dan *terikat dengan waktu*. Dalam bahasa Indonesia Fi'il disebut *kata kerja/Predikat*. Misal,
🍃 ذَهَبَ ( _telah pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ ( _sedang/akan pergi_ )
🍃 اِذْهَبْ ( _pergilah_ )
2⃣ *Fa'il* adalah *isim marfu'* yang terletak *setelah fi'il ma'lum* (kata kerja aktif) yang menunjukkan siapa yang melakukan perbuatan. Dalam bahasa Indonesia Fa'il disebut dengan *Subyek*.
3⃣ *Contoh kalimat* :
🌱 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ : fi'il
🍃 زَيْدٌ : fa'il
📍 *Kedua kata tersebut*,
🔖 *mufrod* (tunggal),
🔖 sama dari segi *jenisnya* yaitu *mudzakar*,
🔖 dan *marfu'* dengan tanda dhommah untuk menunjukkan bahwa ia adalah *fa'il (subyek).* Dan fa'il (subyek) adalah *inti kalimat.*
4⃣ Kalimat,
🍃 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
👉🏻 adalah *Jumlah Fi'liyyah*, yaitu kalimat yang *didahului oleh fi'il* (kata kerja).
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
___________________
📚 *MATERI 14: KAIDAH FI'IL DAN FA'IL* 📚
______________________________________
بسم ﷲ الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاۃ والسلام علی رسول ﷲ
Ikhwatii fillaah... Kita akan memasuki pembahasan "kaidah fi'il dan fa'il dan contoh-contohnya".
🏷 Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kalimat yang dimulai dengan fi'il disebut dengan *jumlah fi'liyyah*.
🏷 Jumlah fi'liyyah ini memiliki beberapa kaidah yaitu :
1⃣ *Fi'il selalu bersesuaian jenis dengan fa'ilnya.*
📌 Jika fa'ilnya berupa isim mudzakkar fi'ilnya juga mudzakkar
👉 Contoh :
🍃 كَتَبَ أَحْمَدُ
(Ahmad telah menulis)
🍃 يَكْتُبُ أَحْمَدُ
(Ahmad sedang/akan menulis)
📌 Jika *fa'ilnya* berupa *isim muannats* maka fi'ilnya juga muannats dengan diberi tanda muannats yaitu menambahkan *ta' sukun (تْ) di akhir fi'il madhi* dan *ta' berharakat di awal fi'il mudhari*.
👉 Contoh :
🍃 دَرَسَتْ عَائِشَةُ
(Aisyah telah belajar)
🍃 تَدْرُسُ عَائِشَةُ
(Aisyah sedang/akan belajar)
2⃣ *Fi'il selalu dalam keadaan mufrad*
📌 Meskipun fa'ilnya berupa isim mutsanna atau jamak maka *fi'ilnya tetap mufrad (tunggal)*
👉 Contoh,
🌱 Untuk mudzakkar :
سَمِعَ / يَسْمَعُ الطَّالِبُ =
Pelajar (lk) itu telah / sedang mendengar
يَسْمَعُ الطَّالِبَانِ =
Dua pelajar (lk) itu sedang mendengar
يَسْمَعُ الطُّلَابُ =
Para pelajar (lk) itu sedang mendengar
🌱 Untuk muannats :
سَمِعَتْ / تَسْمَعُ الطَّالِبَةُ
Pelajar (pr) itu telah / sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَتَانِ =
Dua pelajar (pr) itu sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَاتُ =
Para pelajar (pr) itu sedang mendengar
📝Keterangan :
▪سَمِعَ = dia (lk) telah mendengar
▪يَسْمَعُ = dia (lk) sedang/telah mendengar
▪سَمِعَتْ = dia (pr) telah mendengar
▪تَسْمَعُ = dia (pr) sedang/akan mendengar
3⃣ *Fa'il harus dalam keadaan marfu' (ber-i'rab rafa')**, untuk menandakan bahwa ia inti kalimat.
*Tanda i'rab rafa' isim dapat dilihat pada materi 8.
وصلی ﷲ علی نبينا محمد وعلی آله وصحبه وسلم
__________________
✒ Tim Nadwa
✒ Tim Nadwa📚
*MATERI 15 : TANDA NASHAB ISIM* 📚
________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
ااحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله
Kita telah mengetahui bahwa di antara jenis I'rab kata dalam bahasa Arab adalah *Nashab*.
❓ Apa saja *tanda nashab isim*? Berikut perinciannya,
🔖 *Fathah* ( َ- )
Ini merupakan *tanda asal* i'rab *Nashab*. Ada pada,
🌱 *Mufrad*
🍃 مُحَمَّدًا
🍃 عَائِشَةَ
🌱 *Jamak Taksir*
🍃 رُسُلًا
( _Para rasul/utusan_ )
🔖 *Alif* ( ا ). Ada pada,
🌱 *Al-Asma' Al-Khomsah*
🍃 أَخَاكَ
( _saudara laki-lakimu_ )
🔖 *Kasrah* ( ِ- ). Ada pada,
🌱 *Jamak Muannats Salim*
🍃 مُؤْمِنَاتٍ
( _para perempuan yang beriman_ )
🔖 *Ya'* ( ي ). Ada pada,
🌱 *Mutsanna*
🍃 وَالِدَيْنِ
( _orang tua_ )
🌱 *Jamak Mudzakkar Salim*
🍃 مُسْلِمِيْنَ
( _Orang-orang yang berislam_ )
_______________________
📌 *Catatan*
💡 Penulisan *fathatain* ( ً- ) diikuti dengan *alif*. *Kecuali* pada,
🔖 *ta' marbuthoh* ( ة ), seperti :
🍃 مُسْلِمَةً
( _perempuan yang berislam_ )
🍃 ثَمَرَةً
( _buah_ )
🔖 dan *hamzah* ( ء ) yang *sebelumnya alif*. Seperti,
🍃 سَمَاءً ( _langit_ )
🍃 إِنْشَاءً ( _esai_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
__________________
✒ Tim Nadwa
Monday, January 27, 2020
Amalan Rumah baru
*Amalan Menempati Rumah Baru*
By Ustadz Ammi Nur Baits
Pertanyaan:
Assalamualaikum ya ustadz. Saya ingin bertanya,
“Saudara saya akan memiliki rumah yang baru dan akan berpindah setelah siap.
Apa kah yang harus beliau lakukan sebelum beliau menginapi dirumah itu?
Shukran atas jawaban nya. Wasalam.”
Dari: Adlindaman
Jawaban:
Wa alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
🏡 *Kami berharap semoga Allah memberkahi anda dengan rumah baru ini, dan menjadikannya sebagai kediaman yang baik, nyaman dan berkah.*
*Berikut beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan bagi muslim yang mendiami rumah baru,*
*Pertama, bersyukur kepada Allah atas nikmat ini*
Allah berfirman,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Imam As-Sa’di menjelaskan, inti syukur ada 3:
Mengakui bahwa nikmat itu dari Allah, dan bukan semata hasil karyanya
Memuji Allah atas nikmat yang telah Dia anugerahkan
Menggunakan nikmat itu untuk kegiatan yang Allah ridhai, dan bukan untuk sesuatu yang terlarang.
Kebalikan dari hal itu adalah kufur nikmat yang hukumnya terlarang. (Tafsir As-Sa’di, 422).
*Kedua, syukuran rumah baru*
Sebagai bentuk menyempurnakan rasa syukur itu, kita dianjurkan untuk mengadakan walimah, mengundang orang lain untuk makan-makan. Walimah ini sering diistilahkan dengan Al-Wakirah. Sebagian ulama sangat menganjurkan hal ini, diantaranya Al-Imam As-Syafii. Beliau mengatakan tentang Al-Wakirah:
ومنها الوكيرة، ولا أرخص في تركها
“Diantara bentuk walimah adalah Al-Wakirah. Saya tidak memberi kelonggoran untuk meninggalkannya.” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 8/207).
*Ketiga, masuklah rumah baru dengan mambaca:*
مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
MASYAA-ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Bacaan ini terdapat dalam firman Allah di surat Al-Kahfi,
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَداً
“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu *“maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)*. Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS. Al-Kahfi: 39).
Ketika membahas ayat ini, Ibnul Qayim mengatakan,
فينبغي لمن دخل بستانه أو داره أو رأى في ماله وأهله ما يعجبه ، أن يبادر إلى هذه الكلمة، فإنه لا يرى فيه سوءا
“Selayaknya bagi orang yang memasuki kebunnya, atau rumahnya, atau terheran terhadap harta dan keluarganya, hendaknya dia segera membaca kalimat ini. Karena dia tidak akan melihat sesuatu yang buruk terhadap nikmat itu.” (Al-Wabilus Shayyib, hlm. 165).
Kemudian Ibnul Qayim membawakan riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَنعَمَ اللهُ عَلَى عَبدٍ نِعمَةً فِي أَهلٍ وَمَالٍ وَوَلَدٍ فَقَالَ : (مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ)، فَيَرَى فِيهَا آفَةً دُونَ المَوتِ
Jika Allah memberi kepada seorang hamba nikmat kebaikan terhadap keluarga, harta, atau anak, kemudian dia membaca: “masyaa-allah, laa quwwata illaa billaah” maka dia tidak akan melihat adanya cacat dalam nikmat selain kematian. (HR. At-Thabrani dalam Al-Ausath 6/126, dishahihkan Ibnul Qoyim dalam Syifa Al-Alil 1/182, dan didhaifkan Al-Albani dalam Ad-Dhaifah).
❌⛔ *Keempat, kami tidak menjumpai adanya doa khusus atau bacaan khusus ketika memasuki rumah baru.*
*Hanya saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk banyak beramal ketika di rumah, namun sifatnya umum berlaku untuk semua rumah, tidak hanya rumah baru. Berikut diantaranya,*
*1. Rajin baca Alquran dan ibadah apapun di dalam rumah. Terutama membaca surat Al-Baqarah.*
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)
Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam men-kontras-kan antara rumah dengan kuburan. Beliau memerintahkan agar rumah kita tidak dijadikan seperti kuburan. Salah satu sifat yang mencolok dari kuburan adalah itu bukan tempat ibadah. Agar rumah kita tidak seperti kuburan yang bisa jadi banyak setan pengganggu, gunakan rumah kita untuk ibadah.
Hadis ini sekaligus menuntut Anda yang belum bisa membaca Alquran agar segera dan serius dalam belajar Alquran. Untuk menjadikan rumah Anda sebagai taman bacaan Alquran, tidak mungkin setiap hari Anda harus mengundang orang lain untuk membaca Alquran di rumah anda.
Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).
Maksud shalat di sini adalah shalat sunah yang dikerjakan sendiri dan tidak berjamaah. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis:
إِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلاَةَ المَكْتُوبَةَ
Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari 7290 dan yang lainnya).
*2. Baca doa ketika masuk rumah*
Hal kecil yang mungkin perlu dibiasakan adalah memulai segala yang penting dengan doa atau dzikir. Salah satunya, ketika kita masuk rumah. Meskipun kelihatanya remeh, namun hasilnya luar biasa.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ
“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
*3. Baca basamalah ketika tutup pintu*
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:
وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا
“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)
*4. Berdoa ketika keluar rumah*
Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:
بسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
*Bismillahi TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH*
Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:
كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)
Disamping amalan dan dzikir di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan sikap tertentu agar rumahnya dimasuki malaikat dan dihindari setan.
Diantara sikap itu adalah
*1. Menjauhkan rumah Anda dari gambar makhluk bernyawa*
Siapa sangka, ternyata gambar makhluk bernyawa bisa membuat jin dan setan nakal itu semakin betah di rumah kita.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).
Ketika malaikat penebar rahmat tidak memasuki rumah Anda, di saat itulah makhluk lain, yang juga tidak kelihatan, akan menggantikan posisi mereka. Foto keluarga, gambar binatang dan seterusnya bisa jadi membuat rumah Anda makin indah bagi setan.
*2. Menjauhkan rumah Anda dari musik*
Banyak orang tidak sadar, ternyata suara ini berbahaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya “mizmarus syaithan” (musik setan). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan salah satunya adalah lonceng. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْجَرَسِ مِزْمَارُ الشَّيْطَانِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang lonceng: musik setan. (HR. Abu Daud 2556)
*Di kesempatan yang sama, malaikat penebar rahmat menghindari rumah yang dipenuhi dengan musik.*
Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَصْحَبُ رُفْقَةً فِيهَا جَرَسٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di sana ada loncengnya.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, 1001).
Kita telah memahami, terjadi sikap kontradiktif antara malaikat penebar rahmat dengan setan pembangkang. Ketika salah satunya menghindar, di saat itulah yang satunya menggantikan.
*Jadikan rumah Anda seperti taman-taman malaikat penebar rahmat, bukan tempat peristirahatan yang nyaman bagi setan.*
*Selamat menempati rumah baru, semoga diberkahi ...Aamiin
Allahu a’lam
Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembinan www.KonsultasiSyariah.com)
Read more https://konsultasisyariah.com/17140-amalan-ketika-menempati-rumah-baru.html
*Amalan Menempati Rumah Baru*
By Ustadz Ammi Nur Baits
Pertanyaan:
Assalamualaikum ya ustadz. Saya ingin bertanya,
“Saudara saya akan memiliki rumah yang baru dan akan berpindah setelah siap.
Apa kah yang harus beliau lakukan sebelum beliau menginapi dirumah itu?
Shukran atas jawaban nya. Wasalam.”
Dari: Adlindaman
Jawaban:
Wa alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
🏡 *Kami berharap semoga Allah memberkahi anda dengan rumah baru ini, dan menjadikannya sebagai kediaman yang baik, nyaman dan berkah.*
*Berikut beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan bagi muslim yang mendiami rumah baru,*
*Pertama, bersyukur kepada Allah atas nikmat ini*
Allah berfirman,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Imam As-Sa’di menjelaskan, inti syukur ada 3:
Mengakui bahwa nikmat itu dari Allah, dan bukan semata hasil karyanya
Memuji Allah atas nikmat yang telah Dia anugerahkan
Menggunakan nikmat itu untuk kegiatan yang Allah ridhai, dan bukan untuk sesuatu yang terlarang.
Kebalikan dari hal itu adalah kufur nikmat yang hukumnya terlarang. (Tafsir As-Sa’di, 422).
*Kedua, syukuran rumah baru*
Sebagai bentuk menyempurnakan rasa syukur itu, kita dianjurkan untuk mengadakan walimah, mengundang orang lain untuk makan-makan. Walimah ini sering diistilahkan dengan Al-Wakirah. Sebagian ulama sangat menganjurkan hal ini, diantaranya Al-Imam As-Syafii. Beliau mengatakan tentang Al-Wakirah:
ومنها الوكيرة، ولا أرخص في تركها
“Diantara bentuk walimah adalah Al-Wakirah. Saya tidak memberi kelonggoran untuk meninggalkannya.” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 8/207).
*Ketiga, masuklah rumah baru dengan mambaca:*
مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
MASYAA-ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Bacaan ini terdapat dalam firman Allah di surat Al-Kahfi,
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَداً
“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu *“maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)*. Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS. Al-Kahfi: 39).
Ketika membahas ayat ini, Ibnul Qayim mengatakan,
فينبغي لمن دخل بستانه أو داره أو رأى في ماله وأهله ما يعجبه ، أن يبادر إلى هذه الكلمة، فإنه لا يرى فيه سوءا
“Selayaknya bagi orang yang memasuki kebunnya, atau rumahnya, atau terheran terhadap harta dan keluarganya, hendaknya dia segera membaca kalimat ini. Karena dia tidak akan melihat sesuatu yang buruk terhadap nikmat itu.” (Al-Wabilus Shayyib, hlm. 165).
Kemudian Ibnul Qayim membawakan riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَنعَمَ اللهُ عَلَى عَبدٍ نِعمَةً فِي أَهلٍ وَمَالٍ وَوَلَدٍ فَقَالَ : (مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ)، فَيَرَى فِيهَا آفَةً دُونَ المَوتِ
Jika Allah memberi kepada seorang hamba nikmat kebaikan terhadap keluarga, harta, atau anak, kemudian dia membaca: “masyaa-allah, laa quwwata illaa billaah” maka dia tidak akan melihat adanya cacat dalam nikmat selain kematian. (HR. At-Thabrani dalam Al-Ausath 6/126, dishahihkan Ibnul Qoyim dalam Syifa Al-Alil 1/182, dan didhaifkan Al-Albani dalam Ad-Dhaifah).
❌⛔ *Keempat, kami tidak menjumpai adanya doa khusus atau bacaan khusus ketika memasuki rumah baru.*
*Hanya saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk banyak beramal ketika di rumah, namun sifatnya umum berlaku untuk semua rumah, tidak hanya rumah baru. Berikut diantaranya,*
*1. Rajin baca Alquran dan ibadah apapun di dalam rumah. Terutama membaca surat Al-Baqarah.*
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)
Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam men-kontras-kan antara rumah dengan kuburan. Beliau memerintahkan agar rumah kita tidak dijadikan seperti kuburan. Salah satu sifat yang mencolok dari kuburan adalah itu bukan tempat ibadah. Agar rumah kita tidak seperti kuburan yang bisa jadi banyak setan pengganggu, gunakan rumah kita untuk ibadah.
Hadis ini sekaligus menuntut Anda yang belum bisa membaca Alquran agar segera dan serius dalam belajar Alquran. Untuk menjadikan rumah Anda sebagai taman bacaan Alquran, tidak mungkin setiap hari Anda harus mengundang orang lain untuk membaca Alquran di rumah anda.
Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).
Maksud shalat di sini adalah shalat sunah yang dikerjakan sendiri dan tidak berjamaah. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis:
إِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلاَةَ المَكْتُوبَةَ
Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari 7290 dan yang lainnya).
*2. Baca doa ketika masuk rumah*
Hal kecil yang mungkin perlu dibiasakan adalah memulai segala yang penting dengan doa atau dzikir. Salah satunya, ketika kita masuk rumah. Meskipun kelihatanya remeh, namun hasilnya luar biasa.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ
“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
*3. Baca basamalah ketika tutup pintu*
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:
وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا
“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)
*4. Berdoa ketika keluar rumah*
Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:
بسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
*Bismillahi TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH*
Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:
كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)
Disamping amalan dan dzikir di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan sikap tertentu agar rumahnya dimasuki malaikat dan dihindari setan.
Diantara sikap itu adalah
*1. Menjauhkan rumah Anda dari gambar makhluk bernyawa*
Siapa sangka, ternyata gambar makhluk bernyawa bisa membuat jin dan setan nakal itu semakin betah di rumah kita.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).
Ketika malaikat penebar rahmat tidak memasuki rumah Anda, di saat itulah makhluk lain, yang juga tidak kelihatan, akan menggantikan posisi mereka. Foto keluarga, gambar binatang dan seterusnya bisa jadi membuat rumah Anda makin indah bagi setan.
*2. Menjauhkan rumah Anda dari musik*
Banyak orang tidak sadar, ternyata suara ini berbahaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya “mizmarus syaithan” (musik setan). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan salah satunya adalah lonceng. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْجَرَسِ مِزْمَارُ الشَّيْطَانِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang lonceng: musik setan. (HR. Abu Daud 2556)
*Di kesempatan yang sama, malaikat penebar rahmat menghindari rumah yang dipenuhi dengan musik.*
Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَصْحَبُ رُفْقَةً فِيهَا جَرَسٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di sana ada loncengnya.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, 1001).
Kita telah memahami, terjadi sikap kontradiktif antara malaikat penebar rahmat dengan setan pembangkang. Ketika salah satunya menghindar, di saat itulah yang satunya menggantikan.
*Jadikan rumah Anda seperti taman-taman malaikat penebar rahmat, bukan tempat peristirahatan yang nyaman bagi setan.*
*Selamat menempati rumah baru, semoga diberkahi ...Aamiin
Allahu a’lam
Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembinan www.KonsultasiSyariah.com)
Read more https://konsultasisyariah.com/17140-amalan-ketika-menempati-rumah-baru.html
Halaqah - 16 -
Faedah-faedah Dari Hadīts Aisyah رضي الله عنها
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 16 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Faedah-faedah Dari Hadīts Aisyah رضي الله عنها
Diantara Faedah yang bisa kita ambil dari Hadits Aisyah رضي الله عنها
1. Pentingnya seorang muslim memiliki waktu berkhalwah dengan Allah ﷻ
Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah رٙحِمٙهُ اللهُ di dalam Majmu Al-Fatawa
لابد للعبد من أوقات ينفرد بها بنفسه في دعائه وذكره وصلاته وتفكره ومحاسبة نفسه وإصلاح قلبه…
Haruslah seorang hamba memiliki waktu-waktu yang di situ dia menyendiri dengan dirinya, di dalam doanya, dzikirnya, shalatnya, perenungannya, muhasabah terhadap dirinya dan memperbaiki hatinya
2. Hadits diatas menjelaskan bahwa surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah yang pertama turun kepada Nabi ﷺ dan ini adalah pendapat jumhur ulama
3. Hadits ini menunjukkan bahwasanya sebelum menjadi Nabi, beliau ﷺ sudah memiliki sifat-sifat yang sangat mulia
4. Akhlak yang baik adalah sebab seseorang selamat dari berbagai keburukan
5. Hadits ini menunjukkan keutamaan Khadijah ketika beliau رضي الله عنها berusaha menenangkan Nabi ﷺ dari ketakutan dengan cara menyebutkan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan beliau, yang ini semua adalah sebab Allah tidak akan menyia-nyiakan beliau ﷺ
6. Usaha Khadijah sebagai seorang istri untuk mengetahui hakikat dari kejadian yang menimpa Nabi ﷺ dengan mendatangi seorang yang berilmu yaitu Waraqah supaya Nabi ﷺ semakin tenang menghadapi semua ini
7. Kedudukan ilmu Waraqah bin Naufal tentang para Nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ
8. Bahwa dakwah memiliki tantangan dan rintangan, sebagaimana di kabarkan oleh Waraqah bin Naufal
9. Bahwa Khadijah adalah orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah ﷺ dari kalangan wanita
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Faedah-faedah Dari Hadīts Aisyah رضي الله عنها
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 16 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Faedah-faedah Dari Hadīts Aisyah رضي الله عنها
Diantara Faedah yang bisa kita ambil dari Hadits Aisyah رضي الله عنها
1. Pentingnya seorang muslim memiliki waktu berkhalwah dengan Allah ﷻ
Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah رٙحِمٙهُ اللهُ di dalam Majmu Al-Fatawa
لابد للعبد من أوقات ينفرد بها بنفسه في دعائه وذكره وصلاته وتفكره ومحاسبة نفسه وإصلاح قلبه…
Haruslah seorang hamba memiliki waktu-waktu yang di situ dia menyendiri dengan dirinya, di dalam doanya, dzikirnya, shalatnya, perenungannya, muhasabah terhadap dirinya dan memperbaiki hatinya
2. Hadits diatas menjelaskan bahwa surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah yang pertama turun kepada Nabi ﷺ dan ini adalah pendapat jumhur ulama
3. Hadits ini menunjukkan bahwasanya sebelum menjadi Nabi, beliau ﷺ sudah memiliki sifat-sifat yang sangat mulia
4. Akhlak yang baik adalah sebab seseorang selamat dari berbagai keburukan
5. Hadits ini menunjukkan keutamaan Khadijah ketika beliau رضي الله عنها berusaha menenangkan Nabi ﷺ dari ketakutan dengan cara menyebutkan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan beliau, yang ini semua adalah sebab Allah tidak akan menyia-nyiakan beliau ﷺ
6. Usaha Khadijah sebagai seorang istri untuk mengetahui hakikat dari kejadian yang menimpa Nabi ﷺ dengan mendatangi seorang yang berilmu yaitu Waraqah supaya Nabi ﷺ semakin tenang menghadapi semua ini
7. Kedudukan ilmu Waraqah bin Naufal tentang para Nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ
8. Bahwa dakwah memiliki tantangan dan rintangan, sebagaimana di kabarkan oleh Waraqah bin Naufal
9. Bahwa Khadijah adalah orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah ﷺ dari kalangan wanita
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Friday, January 24, 2020
Halaqah - 15 -
Kenabian Muhammad ﷺ
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 15 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Kenabian Muhammad ﷺ
Ketika beliau berumur kurang lebih 40 tahun, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ingin merahmati para hamba dan memberikan kebaikan bagi alam ini. Allah menjadikan Muhammad ﷺ saat itu senang bersendiri beribadah di gua hira yang berjarak sekitar 2 mil dari kota Mekkah, beliau membawa bekal secukupnya kemudian tinggal disana beberapa hari dan di sanalah beliau beribadah kepada Allah, merenungi alam semesta dan kebesaran Allah عَزَّ وَ جَلَّى Beliau merasa risih dan tidak tenang dengan apa yang di lakukan oleh kaumnya berupa kesyirikan kepada Allah dan keyakinan-keyakinan yang batil.
Diceritakan oleh Aisyah رضي الله عنها bahwa pada satu saat beliau di datangi oleh Malaikat dan berkata bacalah Beliau mengatakan aku tidak bisa membaca kemudian Malaikat memeluknya dengan erat sampai Nabi ﷺ kepayahan, kemudian melepasnya dan berkata kembali bacalah beliau mengatakan aku tidak bisa membaca terjadi hal ini sampai 3 kali, kemudian Malaikat membaca
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (١) خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ (٢) ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ (٣) ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ (٤) عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ (٥
"Bacalah dengan nama Rabb mu yang menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Rabb mu yang paling Mulia, yang mengajarkan dengan pena mengajarkan manusia apa yang dia tidak ketahui" (Surat Al-‘Alaq : 1-5)
Maka Rasulullãh ﷺ pulang kepada Khadijah dalam keadaan takut dan berkata:
selimuti aku, selimuti aku
maka khadijah menyelimuti beliau sampai hilang rasa takutnya, kemudian beliau pun mengabarkan kepada khadijah apa yang terjadi dan berkata:
aku takut atas keselamatan diriku
Khadijah pun berusaha untuk menenangkan Nabi Muhammad ﷺ dan berkata:
Tidak demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya engkau adalah orang yang menyambung tali silaturahim, penanggung kesusahan orang, memberi orang yang tidak punya, memberi hidangan kepada tamu dan menolong orang-orang yang membela kebenaran
kemudian Khadijah membawa Nabi Muhammad ﷺ kepada Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza (anak paman Khadijah) dan beliau adalah orang Nashrani dizaman Jahiliyyah beliau menulis kitab dengan bahasa Ibrani, orangnya sudah tua dan buta, kemudian Khadijah berkata
Wahai anak pamanku dengarkanlah dari anak saudara mu
Waraqah berkata :
Wahai anak saudaraku apa yang engkau lihat?
kemudian Rasulullah ﷺ mengabarkan apa yang beliau lihat, berkata Waraqah:
ini adalah Jibril yang Allah turunkan kepada Musa, seandainya aku masih hidup ketika kaummu akan mengeluarkanmu”
Berkata Rasulullah ﷺ :
apakah mereka akan mengeluarkanku?
Waraqah mengatakan
iya, tidaklah datang seseorang dengan yang semisal dengan apa yang engkau bawa kecuali dia akan di musuhi, seandainya hari tersebut menemui ku niscaya aku akan menolongmu dengan pertolongan yang kuat
Kemudian beberapa waktu setelah itu Waraqah meninggal dunia. (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian Rasulullah ﷺ menjadi seorang Nabi dengan turunnya surat Al-'alaq 1 sampai 5, jadilah Muhammad ﷺ seorang Nabi
Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Kenabian Muhammad ﷺ
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 15 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Kenabian Muhammad ﷺ
Ketika beliau berumur kurang lebih 40 tahun, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ingin merahmati para hamba dan memberikan kebaikan bagi alam ini. Allah menjadikan Muhammad ﷺ saat itu senang bersendiri beribadah di gua hira yang berjarak sekitar 2 mil dari kota Mekkah, beliau membawa bekal secukupnya kemudian tinggal disana beberapa hari dan di sanalah beliau beribadah kepada Allah, merenungi alam semesta dan kebesaran Allah عَزَّ وَ جَلَّى Beliau merasa risih dan tidak tenang dengan apa yang di lakukan oleh kaumnya berupa kesyirikan kepada Allah dan keyakinan-keyakinan yang batil.
Diceritakan oleh Aisyah رضي الله عنها bahwa pada satu saat beliau di datangi oleh Malaikat dan berkata bacalah Beliau mengatakan aku tidak bisa membaca kemudian Malaikat memeluknya dengan erat sampai Nabi ﷺ kepayahan, kemudian melepasnya dan berkata kembali bacalah beliau mengatakan aku tidak bisa membaca terjadi hal ini sampai 3 kali, kemudian Malaikat membaca
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (١) خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ (٢) ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ (٣) ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ (٤) عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ (٥
"Bacalah dengan nama Rabb mu yang menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Rabb mu yang paling Mulia, yang mengajarkan dengan pena mengajarkan manusia apa yang dia tidak ketahui" (Surat Al-‘Alaq : 1-5)
Maka Rasulullãh ﷺ pulang kepada Khadijah dalam keadaan takut dan berkata:
selimuti aku, selimuti aku
maka khadijah menyelimuti beliau sampai hilang rasa takutnya, kemudian beliau pun mengabarkan kepada khadijah apa yang terjadi dan berkata:
aku takut atas keselamatan diriku
Khadijah pun berusaha untuk menenangkan Nabi Muhammad ﷺ dan berkata:
Tidak demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya engkau adalah orang yang menyambung tali silaturahim, penanggung kesusahan orang, memberi orang yang tidak punya, memberi hidangan kepada tamu dan menolong orang-orang yang membela kebenaran
kemudian Khadijah membawa Nabi Muhammad ﷺ kepada Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza (anak paman Khadijah) dan beliau adalah orang Nashrani dizaman Jahiliyyah beliau menulis kitab dengan bahasa Ibrani, orangnya sudah tua dan buta, kemudian Khadijah berkata
Wahai anak pamanku dengarkanlah dari anak saudara mu
Waraqah berkata :
Wahai anak saudaraku apa yang engkau lihat?
kemudian Rasulullah ﷺ mengabarkan apa yang beliau lihat, berkata Waraqah:
ini adalah Jibril yang Allah turunkan kepada Musa, seandainya aku masih hidup ketika kaummu akan mengeluarkanmu”
Berkata Rasulullah ﷺ :
apakah mereka akan mengeluarkanku?
Waraqah mengatakan
iya, tidaklah datang seseorang dengan yang semisal dengan apa yang engkau bawa kecuali dia akan di musuhi, seandainya hari tersebut menemui ku niscaya aku akan menolongmu dengan pertolongan yang kuat
Kemudian beberapa waktu setelah itu Waraqah meninggal dunia. (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian Rasulullah ﷺ menjadi seorang Nabi dengan turunnya surat Al-'alaq 1 sampai 5, jadilah Muhammad ﷺ seorang Nabi
Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Subscribe to:
Posts (Atom)