Saturday, February 22, 2020



*PETIK BUAHNYA BUANG RANTINGNYA*

📖 Ilmu agama adalah jalan keselamatan kita. Oleh sebab itu, di samping semangat, satu hal yang harus diperhatikan yaitu sumbernya, dari mana dan siapa ilmu itu diambil. Harus selektif dan jangan sembarangan. Dengan kata lain, belajar agama itu memang harus pilah pilih guru. Dalam hal ini, jangan mengatakan seperti pepatah arab:

اِجْتَنِ الثِّمَار وَ أَلْقِ الخَشَبَةَ فِيْ النَّار

_“Petik buahnya dan campakkan rantingnya ke api.”_ (al-‘Adzbul Munir: 2/189 cet. Daru ‘Alamul Fawaid)

🍒 _“Ambil baiknya tinggalkan buruknya.”_  Memangnya tidak boleh??? Ya boleh saja, asalkan anda seorang ulama yang bisa membedakan antara buah dengan rantingnya. Kalau bukan ulama, jangan coba-coba bisa jadi anda akan menyesal untuk selamanya.

👤 Zamakhsyari, seorang gembong dan pemuka ‘mu’tazilah’ yaitu satu di antara kelompok menyimpang yang menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Ia mempunyai sebuah kitab tafsir yang diberi nama Al-Kasysyaf. Dengarkan komentar ulama mengenai kitab ini.

💬 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله menjelaskan: “Kitabnya al Kasysyaf mengandung pemikiran-pemikiran mu’tazilah yang sangat banyak yang terkadang tidak dapat diketahui oleh setiap orang. Sampai-sampai al-Bulqini (Ulama madzhab Syafi’i wafat: 824H) pernah mengatakan:

أَخْرَجْتُ مِنَ الكَشَّافِ اِعْتِزَالِيَّاتٍ بِالمَنَاقِيْشِ

_‘Aku mengeluarkan pemikiran-pemikiran mu’tazilah dari kitab al-Kasysyaf dengan mengunakan catut pencabut.’_

♨️ Hal ini menunjukkan bahwa syubhat pemikiran-pemikiran mu’tazilah itu sangat samar dalam kitab tersebut.” (Syarh al-Manzhumah al-Baiquniyyah: 19 cet. Darul Tsurayya)

🔖 Ini komentar ulama. Padahal, jika yang bukan ulama membaca kitab tersebut maka niscaya ia akan mengatakan bahwa kitab itu adalah kitab yang sangat bagus. Terlebih dalam pembahasan segi bahasanya, karena memang Zamakhsyari handal dalam bidang tersebut.

⚠️ Ini salah satu contoh mudah, sehingga seorang yang bukan ulama tidak akan mampu menerapkan kaidah _“Petik buahnya dan buang rantingnya. Ambil baiknya buang buruknya.”_ Kenapa? Karena ia tidak bisa membedakan mana buah mana ranting. Bisa jadi yang dibawa pulang rantingnya dan yang dibuang justru buahnya.

🔥 Pulang menuntut ilmu, bukan ilmu yang didapat tapi justru syubhat yang membinasakan. Oleh sebab itu camkanlah baik-baik nasehat dan wasiat Imam Muhammad bin Sirin رحمه الله, beliau pernah mengatakan:

  إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

_“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”_ (Sunan ad-Darimi: 438 Darul Mughni)

💡Oleh sebab itu mari kita ingat kembali, ilmu agama ini adalah jalan keselamatan maka cari dan ambillah dari orang-orang yang terpercaya. Pilah pilih dan selektif memilih guru, agar kita benar-benar berjalan di atas jalan keselamatan itu.

🔍 *Baca juga artikel*👇
https://maribaraja.com/dakwah-tanpa-ilmu-selamanya-tidak-akan-lurus/

*🔰Semoga bermanfaat.*
Ditulis oleh: _Zahir al-Minangkabawi_
Diterbitkan oleh: _Lajnah Dakwah Yayasan Maribaraja_
👥Daftar Grup *Maribaraja.com*, klik: *http://bit.ly/2SYzXh9*
_📢Gabungkan admin kami; *0896-7109-1390* ke grup Anda, *untuk support artikel* dakwah setiap hari in syaa Allah._
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: *http://bit.ly/2TEqyHj*
Fanspage: *http://bit.ly/2NVdxeH*
Instagram: *http://bit.ly/2S38siB*
Twitter: *http://bit.ly/2VGvOfu*

*════ 🗞Kaba Maribaraja ════*
*Bagi anda yang mampu bahasa Arab*, dapatkan Artikel faidah (berbahasa Arab) setiap hari melalui Grup *Majmuu' Al-Fawaa'id* - Maribaraja.com, daftar di *0896-0867-7802*
*Qira'at Sab'ah  Imam Hamzah*

Oleh: Akhmad Ma'sum Rosyadi

A.    Biografi Imam Hamzah

Biografi singkat ImamQiraat

 (ImamHamzah) Nama lengkapnya adalah Abu Ummah Hamzah bin Hubaib az-Ziyat Rabi' at-Taimy. Beliau lahir di kota Kuufah pada tahun 80 H juga wafat di kota Kuufah pada tahun 156 H. Semasa hidupnya Imam Hamzah ini terkenal sebagai seorang imam Qiraat di kota Kuufah. Selain itu ia juga dikenal sebagai orang yang menguasai bahasa Arab, ilmu Fara'id dan Hadits. Demikian pula ia dikenal sebagai seorang yang waro'. Imam Abu Hanifah pernah mengatakan tentang Imam Hamzah ini bahwa ada dua hal yang tidak dapat dibantah dari Imam Hamzah, Al-Quran dan Fara'id. Hamzah sendiri pernah mengatakan bahwa ia tidak membaca satu huruf pada Alquran kecuali ada atsarnya. Sanad yag dimiliki Imam Hamzah adalah sebagai berikut, ia menerima Qiraat dari Abu Muhammad bin Sulaiman bun Marhan Al-A'masiy. Al-A'masiy membawa dari abu Muhammad Yahya Al-Asadiy,Yahya menerima dariAl-Qomah bin Qois dan Al-Qomah belajar dati sahabat Abdullah bin Mas'ud kemudian Ibnu Mas'ud ini menerima dari Rasulullah saw,dua perawinya antara lain:
a.       Kholaf Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Kholaf bin Hisyam Al-Bazzaz lahir pada tahun 150 H dan wafat di Baghdad tahun 229H. Pada umur 10 tahun ia telah hafal AlQuran dan mulai belajar ilmu yang lain pada usia 13 tahun.
b.      Kholad  Nama lengkapnya adalah Abu Isa Khollad bin Kholid as-Sayrafi. Ia dilahirkan di kota Kuufah demikian pula wafatnya pada tahun 220 H semasa hidupnya terkenal sebagai imam qiraat yang baik dan arif[1].

B.     Qiraat Hamzah
1.      Riwayat Khalaf
1)      Memisah diantara dua surat
Khalaf memisah diantara dua surat dengan mewashalkan kedua surat dengan tanpa basmalah.
2)      Mim Jama’
a.       Khalaf membaca dhummah ha’ dan sukunnya mim lafal لَدَيْهُمْ اِلَيْهُمْ عليْهُمْ
b.      Khalaf membaca dhummah ha’ dan mim dari setiap mim jama’ yang sesudahnya berupa sukun dari sebelumnya berupa ha’, baik sebelumnya ada huruf ya’ sukun ataupun tidak, seperti  عليْهُم الدلة
3)      Panjang dan Pendek bacaannya.
a.       Apabila mad muttashil  maka khalaf membaca 3 alif seperti جَاء
b.      Apabila mad munfashil  maka khalaf membaca 3 alif, seperti بما أُنزِلَ
4)      Dua hamzah berurutan dalam satu kalimat maupun dua kalimat
Adapun dalam bacaan hamzah berurutan baik dalam satu dan dua kata baik harakatnya sama maupun beda, maka bacaannya khalaf pun biasa, yakni tahqiq semua, sepertiء أنذرتهم
5)      Isymam
Khalaf membaca Isymam dengan suara shad ke huruf za’ pada:
a.       Lafal المُصَيترُون
b.      Setiap huruf  ص sukun yang jatuh setelah huruf د seperti dalam lafal أصدقُ
c.       Setiap lafalصِرَاطَ  الصِّراط
6)      Saktah
a.       Setiap hamzah hidup dan sebelumnya berupa sukunnya ال ta’rif, dalam satu kata dalam keadaan washal maka khalaf membaca dengan saktah, seperti lafalوبِالأَخِرة
b.      Adapun dalam keadaan waqaf, maka dibaca dengan 2 versi ketika washal dan ditambah naql ketika waqaf
c.       Setiap lafal شيئ (rafa’ dan jer) dalam keadaan washal, seperti كلِّةشيئ قدير
d.      Setiap terdapat hamzah qatha’ yang sebelumnya berupa tanwin atausukun yang berada di kalimah lain dalam keadaan washal, maka khalaf membaca dengan 2 versi yakni saktah dan tanpa saktah pada setiap, seperti عذابٌ أليم
e.       Adapun dalam keadaan waqaf, maka dibaca dengan 3 versi, yakni tanpa saktah dan ditambah naql.
7)      Idzhar dan Idgham
a.       Setiap terdapat nun sukun atau tanwin yang bertemu و atau ي , baik dalam satu kalimat maka khalaf membaca dengan bila ghunnah (tanpa dengung)
b.      Setiap  huruf dal lafal اِذْ bertemu hurufت  dan د , maka khalaf membaca idgham
c.       Setiap hurufdzal lafal قد bertemu hurufج ز ذ س صض ظ ش maka khalaf membaca idgham,
d.      Setiap ta’nits (ت)  bertemu pada huruf ت ج ز س ص ظ , maka khalaf idgham
e.       Setiap huruf lam lafalهل  bertemu dengn huruf ث  ت    maka khalaf membaca idgham
f.       Setiap huruf lam lafal بل bertemu dengan huruf ظ س maka khalaf membaca idgham
g.      Setiap lafal tertentu yang berdekatan makhrajnya, seperti  ذْ bertemu hurufت  dalam lafal اتَّخذْتُم  maka khalaf membaca idgham
h.      Adapun pada lafal  فالزَّاجرات زجرًا maka khalaf membaca dengan idgham kabir.
8)      Fathah dan Imalah
Khalaf membaca imalah  pada :
a)      Setiap lafal dzawatil ya’, seperti الهدى
b)      Setiap alif ta’nits sepeti lafalالموتى
c)      Setiap lafal متى
d)     Setiap lafalرأى  imalah ra’ dan hamzahnya
e)      Setiap lafal نأى  imalah nun dan hamzahnya
f)       Setiap lafal شاء  حاق خاب
g)      Setiap huruf hijaiyah ح ي ط ه ر ,pada awal surat (fawatih as-suwar),sepert الر طه
h)      Dalam akhir ayat dalam 11 surat tertentu, khalaf membacaseluruh alif yang aslinya ya’, atau alif yang berbentuk ya’ (dzawatil ya’) dengan imalah semua tanpa dibaca fathah. Surat tersebut ialah Taha, an-Najm , al-Ma’arij, al-Qiyamah, an-Naziat, ‘Abasa, al-A’la, asy-Syams, al-Lail, ad-Duha, dan al-‘Alaq, selain itu terkadang khalaf juga membaca dengan taqlil, yakni pada :
a.       Setiap lafalالـتَّرَى
b.      Setiap lafal ابوار  القهّضرُ
9)      Khalaf dalam keadaan Waqaf
a.       Setiap terdapat  hamzah yang berharakat sukun jatuh setelah huruf hidup yang sesuai dengan harokatnya, maka dalam keadaan waqaf khalaf membaca ibdal hamzah (mengganti hamzah menjad ي/وْ ) seperti يؤمنون – يومنون
b.      Setiap hamzahyang berada diujun g kalimah dan sebelumnya berupa alif, maka khalaf dalam keadan waqaf mengganti hamzah menjadi alif  (ibdal) dengan 2 dan 6 harakat menurut versi kitab Fayd al- Barakat sepertiالسفهأ
c.       Setiap hamzah yang sebelumnya berupa kasrah dan sesudahnya berupa waw, maka khalaf dalam keadaan waqaf membaca dengan 3 versi, yakni tashil hamzah dan ibdal ya’ dan memindah ya’ kepada huruf sebelumnya disertai membuang hamzah dari, sepert مستهزئون ن – مستهزيون – مستهزون  .

d.      Setiap hamzah yang sebelumnya berupa huruf zaidah (huruf tambahan) و  ق  danل  maka dalam keadaan waqaf khalaf  membaca tahqiq hamzah dan tashil dalam keadaan waqaf dari, seperti وابصارهم

e.       Setiap hamzah yang berharakat fathah sebelumnya berupa ba’ zaidah(tambahan), maka khalaf membaca tahqiq hamzah dan menggantinya dengan ya’ dalam keadaan waqaf dari sepert بيمر – بأمر

f.       Setiap lafal شيئ baik ketika rafa’ dan jer, maka ketika waqaf khalaf membaca 4 versi, yakni dengan naql (memindah harakat) dan membacanya dengan sukun, raum dan ibdal, seperti شيئ – شيّ – شيّ – شيّ   (samaseperti bacaan Hisyam)

g.      Setiap lafal شيئا  yang dibaca nashab, maka khalaf ketika waqaf membaca ibdal (dengan mengganti hamzah menjadi ya’ kemudian di idghamkan sehingga menjadi ya’ bertasydid, dan naql lafal, seperti شيا – شيًّ – شيئّا

h.      Setiap hamzah yang berad di akhir kalimat yang sebelumnya alif, maka ketika waqaf khalaf membaca tashil hamzah dengan 2 dan 6 harakat dari sepertiبنا – بناء   [2]


2.      Riwayat Khallad
1)      Memissah diantara dua surat
Khallad memisah diantara dua surat dengan mewasalkan kedua surat dengan tanp basmalah
2)      Mim jama’
a)      Khallad membaca dhummah, ha’, dan sukunnya mim lafal عليهم  اليهم  لديهم
b)      Khallad membaca dhummah ha’ dan mim dari setiap mim jama’ yang sesudahnya berupa sukun, dan sebelumnya berupa ha’ baik sebelumnya ada huruf ya’ sukun ataupun tidak, contoh sepertiعليهم الذلة
3)      Panjang dan pendek bacaannya
a.       Apabila mad muttashil maka khallad membaca tiga alif, seperti جأ
b.      Apabila mad munfashil maka khallad membaca 3 alif, sepertiبما انزل
4)      Dua hamzah berurutan dalam satu kalimat maupun dua kalimat
Adapun dalam bacaan hamzah berurutan baik dalam satu dan dua kata, baik harakatnya sama maupun beda, maka bacaannya khallad pun biasa, yakni tahqiq semua, seperti ءأنذرتهم
5)      Isymam

a.       Khallad membaca Isymam dengan suara shad ke huruf ya’ hanya pada lafal..... dalam surat al-fatihah.

6)      Sktah

a.       Setiap hamzah hidup dan sebelumnya berupa sukunnya ال ta’rif, dalam satu kata dlam keadaan washal, maka khallad membaca dengan dua versi, yakni tanpa saktah dan saktah, seperti lafal وب الاخرة

b.      Adapun dalam keadaan waqaf, menurut kitab faydh al-Barakat maka dibaca dengan tiga versi, yakni tanpa saktah, saktah dan ditambah naql, sedangkan menurut kitab lain ialahdua versi, yakni naql dan saktah.

c.       Setiap lafal شيء (rafa’ dan jer) dalam keadaan washal dengan dua versi dalam keadaan tanpa saktah dan saktah.

d.      Setiap terdapat hamzah qatha’ yang sebelumnya berupa tanwin atausukun yang berada dikalimat lain dalam keadaan waqaf, maka khallad membaca dengan dua versi yakni tahqiq dan naq, seperti pada lafalعذاب اليم

7)      Idzhar dan Idgham
a.       Setiap huruf dzal lafal اذ bertemu huruf ta’ dan dal, maka khallad membaca idgham seperti ادّخل
b.      Setiap huruf dal lafal قد bertemu huruf  ج  ز ذ س ش ص ض ظ . maka khallad membaca idgham seperti قد جاءكم
c.       Setiap ta’ ta’nits bertemu pada huruf ث ج ز س ص ظ  maka khallad membaca idgham seperti انبتتت سبع
d.      Setiap huruf lam lafal مل bertemu huruf ت , maka khallad membaca idgham seperti هل ثُوِّب
e.       Setiap lafal tertentu yang brdekatan makhrajnya seperti  ذْ bertemu huruf  تdalam lafal  اتخذتُ maka khallad membaca idgham
f.       Adapun pada lafal طائفة بيَّت
g.      فالزَّاجِرات زجرًا maka khallad membaca dengan idgham kabir.

8)      Fathah dan Imalah
Khallad membaca imalah pada :
a.       Seperti lafal dzawatil ya’,  seperti lafal الهدَي
b.      Seperti alif ta’nits seperti lafal الموتى
c.       Setiap lafal متى  بلى  عمى
d.      Setiap lafal زأى (imalah ra’ dan hamzahnya)
e.       Setiap lafal نأى ( imalah nun dan hamzahnya)
f.       Setiap lafal طَابَ    زَاغَ   خافَ
g.      Setiap huruf hijaiyah   ح ي ط ه ر  pada awal surat ( fawatih as- suwar ) sepert  طه الر
h.      Dalam akhir ayat dalam sebelas surat tertentu, khallad membaca seluruh alif yang aslinya ya’ atau alifyang berbentuk ya’ ( dzawatil a’) dengan imalah semua tanpa dibaca fathah.

Surat tersebut ialah Taha, an-Najm, al-Ma’arij, al-Qiyamah, an-Nazi’at, ‘Abasa al- A’la, as-Syam, al-Lail, ad-Dhuha, dan al-Alaq
Selain itu terkadang khallad juga membaca dengan taklil, yakni pada :
a.       Setiap lafal التَّورِقُ
b.      Setiap lafalالبَوارِ, القهَّا

9)      Khallad dalam keadaan Waqaf
a.       Setiap terdapat hamzah yang berharakat sukun jatuh setelah huruf hidup yang sesuai dengan harakatnya maka dalam keadaan waqaf khalld membaca ibdal hamzah ( mengganti hamzah menjadi وْ\ يْ ) sepertiيُؤمِنُونَ

b.      Setiap hamzah yang berada diujung kalimat yang sebelumnya berupa alif, maka khallad dalam keadaan waqaf mengganti hamzah dengan alif ( ibdal) dengan 2 dan 6 harakat menurut versi kitab fayd al-Barakat seperti السُّفَهَا

Adapun cara membaca lafal ini menurut riwayat ulama’ qiraat dari mesir yang diterima penulis, ada lebih banyak ragam cara membacanya, akan tetapi disini penulis menyukupkan dengan pendapat yang lebih ringkas untuk lebih memudahkan di faham bagi para pemula.

c.       Setiap hamzah yang sebelumnya berupa kasrah dan sesudahnya berupa و, maka khallad dalam keadaan waqaf membaca dengan 3 versi, yakni tashil hamzah dan ibdal ya’ dan memindah ya’ kepada huruf sebelumnya disertai membuang hamzah dari, seperti مُسْتَهزِونَ  -  مُستهزيوْنَ - مُستَهزُونَ

d.      Setiap hamzah yang sebelumnya berupa huruf za’idah (huruf tambahan)  و ف dan ل, maka dalam keadaan waqaf khallad membaca tahqiq hamzah dan tashil dalam keadaan waqaf dari, seperti   وأَبْصَارِهِم

e.       Setiap hamzah yang berharakat fathah sebelumnya berupa ب zaidah, maka khallad membaca tahqiq hamzah dan menggantinya dengan ya’ dalam keadaan waqaf dari sepert بِيَمْره - بأَمرِه

f.       Setiap lafal... baik ketika rafa’ dan jer, maka ketika waqaf khallad membaca 4 versi, yakni dengan naql (memindah harakat) dan membacanya dengan sukun, raum, dan ibdal, seperti شيئ – شيّ – شيّ – شيّ ( sama seperti bacaan Hisyam)

g.      Setiap lafal شيئًاyang di baca nashab, maka khallad ketika waqaf membaca ibdal (dengan mengganti hamzah menjadi ya’ kemudian di idghamkan sehingga menjadi ya’ bertasydid) dan naql lafal, sepertiشَيا- شَيٌّا- شيئًا

h.      Setiap hamzah yang berada diakhir kalimat yang sebelumnya berupa alif, maka ketika waqaf khallad membaca tashil hamzah dengan 2 dan 6 harakat dari seperti بِنا-بِناءً

10)  Kalimat- kalimat yang cara bacanya berbeda dengan Hafsh[3]
Adapun diantara sebagian kalimat- kalimat yang cara bacanya berbeda dengan riwayat Hafsh ialah

a.      Membaca lafalيُبْنَيَّ  dalam surat Hud, Yusuf, Luqman, dan al-Shaffat dengan kasrah ya’nya sehingga menjadi يُبنَيَّ, dan masih banyak lagi lainnya dalam kaidah farsy


BAB III
PENUTUP
Simpulan
            Imam Hamzah ini terkenal sebagai seorang imam Qiraat di kota Kuufah, dua perawinya yaitu Khalaf dan Khalad, ada beberapa perbedaan yang diriwayatkan oleh khalaf dan khalad.


Daftar Pustaka
Albab, Chasan, Pengantar Qira’at Tujuh, Semarang : Moncer Press, 2016.
http://supris-returns.blogspot.co.id/2010/01/biografi-imam-hamzah-qiraat-sabah.html

Friday, February 21, 2020

_"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai tuan tergelincir ... nasehat anak kecil kepada Imam Abu Hanifah

Nu'man bin Tsabit yang dikenal
dengan sebutan
*Abu Hanifah*,
atau populer disebut
*IMAM HANAFI*,
pernah berpapasan
dengan anak kecil yang berjalan
mengenakan sepatu kayu
(terompah kayu).

Sang Imam berkata:

_"Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir."_

Bocah ini pun tersenyum
dan mengucapkan terima kasih,
dan bertanya:

_"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?"_

_"Nu'man namaku",_
Jawab sang Imam.

_"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar *Al-imam Al-a'dhom*. (Imam Agung) itu..??"_
tanya si bocah.

_"Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."_

Si bocah berkata lagi:

_"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. *Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal,* jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."_

Ulama terkenal yang diikuti banyak umat  itupun tersungkur menangis.

*Imam Abu Hanifah*
bersyukur.
Siapa sangka,
peringatan datang dari lidah
seorang bocah.

Betapa banyak manusia
*tertipu karena popularitas,*
*tertipu karena kedudukan dan jabatan,*
*tertipu karena gelar*
*tertipu karena maqom dan posisi,*
*tertipu karena harta yang berlimpah,*
*tertipu karena status sosial dll.*

Jangan sampai kita
~tergelincir...
~jadi angkuh
&
~sombong.
karenanya,

PEPATAH MENGATAKAN:

 *_"SEPASANG TANGAN YANG MEMEGANGMU KALA TERJATUH, LEBIH HARUS KAU PERCAYAI_* _*DARIPADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU KALA ENGKAU TIBA  DI PUNCAK SUKSESMU".*


Jazakumullah

4 keutamaan mempelajari bahasa arab yg disebutkan didalam Al Qur'an yg membedakan ia dengan bahasa lainnya :


4 keutamaan mempelajari bahasa arab yg disebutkan didalam Al Qur'an yg membedakan ia dengan bahasa lainnya :


Bismillah.

1. (QS. Yusuf [12]: 2)
     Bahasa arab adalah bahasa yang
    (fasih, jelas, luas makna
     dan kosa katanya) - Tafsir Ibn
     Katsir رحمه الله تعالی

2. (QS. Asy-Syu’ara [26]: 192-195)
     bahasa yang paling mulia yang
     mana dengannya diutus kepada
     rasul/manusia yang paling utama
     - Tafsir Abdurahman as sa'dy

3.  (QS. Az-Zumar: 27-28)
     “Bahasa Arab adalah syi’ar Islam
     dan syi’ar kaum muslimin.” -
     Syaikhul islam ibn taimiyah dalam
     Iqtidha’ Shirath Al-Mustaqim.

4. (ar Ra'du : 37)
    Bahasa Arab adalah bahasa yang
    lurus, mudah dipahami dan
    mudah digunakan sebagai hukum
    bagi manusia - Tafsir al Jalalin

Sumber : yufid.com


_______________


1.bahasa arab adalah bahasa yg lurus.seperti dalam surat azzumar ayat 28
قرانا عربيا غير  ذي عوج لعلهم يتقون
ialah alquran dlm bahasa arab yg tdk ada kebengkokan(di dalamnya)supaya mereka bertaqwa

2.diturunkan dg bhs yg mulia yaitu bahasa arab.seperti dlm surat yusuf ayat 2
إنا أنزلناه قرانا عربيا لعلكم تعقلون
sesungguhnya kami menurunkannya berupa alquran dg bahasa arab agar kamu memahaminya

3.bahasa arab bahasa yang mudah diucapkan.seperti dalam surat maryam ayat 97
فانما يسرنٰه بلسانك
sungguh telah Aku mudahkan alquran hanya dengan bahasamu

4.bahasa arab mudah dipelajari.seperti di surat Alqomar ayat 17
و لقد يسرناالقران للذكر فهل من مدكر
dan sungguh telah kami mudahkan Alquran untuk dipelajari.adakah yang mau mengambil pelajaran.

-------------

Keutamaan Bahasa Arab Dalam Al-Qur'an.

1. Bahasa untuk memahami.

إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّۭا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

2. Bahasa yang terang.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ بَشَرٌۭ ۗ لِّسَانُ ٱلَّذِى يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِىٌّۭ وَهَـٰذَا لِسَانٌ عَرَبِىٌّۭ مُّبِينٌ

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.

(An-Nahl 16 : 103)

3. Bahasa yang tidak ada kebengkokan padanya.

قُرْءَانًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِى عِوَجٍۢ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

(Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.

(Az-Zumar 39 : 28)

4. Bahasa yang jelas.

بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّۢ مُّبِينٍۢ

dengan bahasa Arab yang jelas.

(Ash-Suu'ara 26 : 195)

____________________


🌹.  Dalam Q. S. Ar-Ra'du: 37

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا

" _dan demikianlah, kami telah menurunkan Al-Qur`an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab." (QS.Ar-Ra'du:37)_

🌹. بَلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِيْنٍ

" _Al- Qur`an itu turun dengan bahasa Arab yang mubin." (QS.as-Syu'ara:195)_

🌹.  إنا أنزلناه قرآنا عربيا لعلكم تعقلون

"sesungguhnya kami menurunkan berupa Al- Qur`an dengan bahasa Arab supaya kamu memahaminya".  ( QS yusuf ayat 2)

🌹ولقظ ضربنا للناس في هذا القرآن من كل مثل لعلهم يتذكرون.  قرآنا عربيا غيرذي عوج لعلهم يتقون

" sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur`an ini setiap macam perumpaan supaya mereka dapat pelajaran (ialah)  Al-Qur`an dengan bahasa arab yg tidak ada kebengkokan di dalamnya supaya mereka bertakwa (Q. S azzumar 27-28)


_________________


4 Keutamaan mempelajari bahasa arab yg  disebutkan didalam al-quran yg membedakan ia dg bahasa  yg lainnya :

1. Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran untuk meningkatkan taqwa (QS Az-Zumar: 28).

2. Bahasa Arab itu jelas dan lugas (QS Asy-Syuara: 195).

3. Bahasa Arab adalah sumber ilmu atau informasi bagi kaum yang mengetahui (QS Fushilat: 3)

4. Bahasa Arab adalah bahasa kaum yang berakal/berpikir (QS Yusuf: 2).




Keutamaan Menahan Amarah

📋 *KEUTAMAAN MENAHAN MARAH*

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا - وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ - دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنَ الْحُورِ مَا شَاءَ

“Barangsiapa yang menahan marah, padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan menyerunya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, hingga ia dipersilahkan oleh Allah ta’ala untuk memilih bidadari mana saja yang ia kehendaki.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Mu’adz bin Anas radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 2753]

Penjelasan Makna Hadits:

Ath-Thiybi rahimahullah berkata,

وَإِنَّمَا حُمِدَ الْكَظْمُ لِأَنَّهُ قَهْرٌ لِلنَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ ، وَلِذَلِكَ مَدَحَهُمْ اللَّهُ تَعَالَى بِقَوْلِهِ: {وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنْ النَّاسِ} وَمَنْ نَهَى النَّفْسَ عَنْ هَوَاهُ فَإِنَّ الْجَنَّةَ مَأْوَاهُ وَالْحُورَ الْعِينَ جَزَاهُ

"Hanyalah menahan marah itu terpuji karena adanya pengekangan terhadap jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, oleh karena itu Allah telah memuji orang-orang yang melakukannya, dalam firman-Nya,

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang.” (Ali Imron: 134)

Maka barangsiapa yang menahan jiwanya dari hawa nafsu, surga adalah tempatnya dan bidadari adalah balasannya." [Tuhfatul Ahwadzi, 5/278]

Al-Qori rahimahullah berkata,

وَهَذَا الثَّنَاءُ الْجَمِيلُ وَالْجَزَاءُ الْجَزِيلُ إِذَا تَرَتَّبَ عَلَى مُجَرَّدِ كَظْمِ الْغَيْظِ فَكَيْفَ إِذَا اِنْضَمَّ الْعَفْوُ إِلَيْهِ أَوْ زَادَ بِالْإِحْسَانِ عَلَيْهِ

"Ini adalah sanjungan yang indah dan balasan yang besar apabila seseorang sekedar menahan marah, apalagi jika dia menambah dengan pemaafan, atau menambah dengan perbuatan baik kepada orang yang membuatnya marah (maka tentu balasannya akan lebih besar lagi)." [Tuhfatul Ahwadzi, 5/278]

✒ Ustadz Sofyan Chalid Ruray

〰〰〰〰〰〰〰
📱JOIN US
*Whatsapp* :
*Pria (Ikhwan):*
https://chat.whatsapp.com/KOIKoNRbMlL1Ecbl4I3i9P
*Wanita (Akhwat) :*
https://chat.whatsapp.com/LRky2Psu1wI6sDciw6IIJJ
*Telegram :*
https://t.me/moslemnextgeneration
*Telegram ThibbunNabawiy*
https://t.me/mp3kajiantibbunnabawiy
📸Dipersilahkan join dengan channel FB/IG/YT abdurrahman dani
〰〰〰〰〰〰〰
📡 Disebarkan dan diedit oleh :
_Grup📱WA *• MNG•*_
*(Moslem & Moslemah Next Generation)*
*مــــجموعــــة شـــباب الــــغد*

Thursday, February 20, 2020

kisah Seorang Putra Sholihah Yang Menakjubkan

*KISAH SEORANG PUTRI SHOLIHAH YANG MENAKJUBKAN*
________✒


Kisah seorang wanita yang bernama ‘Abiir yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah surat berisi kisahnya ke acara keluarga mingguan _“Buyuut Muthma’innah”_ (rumah idaman) di Radio Qur’an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya yang membuat para pendengar tidak kuasa  menahan air mata mereka.

Kisah yang sangat menyedihkan ini dibacakan di salah satu hari dari  sepuluh terakhir di bulan Ramadhan lalu (tahun 2011).

Berikut ini kisahnya –sebagaimana dituturkan kembali oleh sang pembawa acara DR Adil Alu Abdul Jabbaar- :

Ia adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita dan mengagumkan, bahkan mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kecantikannya merupakan tanda kebesaran Allah.
Setiap lelaki yang disekitarnya berangan-angan untuk memperistrikannya atau menjadikannya sebagai menantu putra-putranya. Hal ini jelas dari pembicaraan ‘Abiir tatkala bercerita tentang dirinya dalam acara Radio Qur’an Saudi _“Buyuut Muthma’innah”._ Ia bertutur tentang dirinya:

“Umurku sekarang 28 tahun, seorang wanita yang cantik dan kaya raya, ibu seorang putri yang berumur 9 tahun yang bernama Mayaa’. Kalian telah berbincang-bincang tentang penyakit kanker, maka izinkanlah aku untuk menceritakan kepada kalian tentang kisahku yang menyedihkan….dan bagaimana kondisiku dalam menghadapi pedihnya kankerku dan sakitnya yang berkepanjangan, dan perjuangan keras dalam menghadapinya.
Bahkan sampai-sampai aku menangis akibat keluhan rasa sakit dan kepayahan yang aku rasakan.

Aku tidak akan lupa saat-saat dimana aku harus menggunakan obat-obat kimia, terutama tatkala pertama kali aku mengkonsumsinya karena kawatir dengan efek/dampak buruk yang timbul…akan tetapi aku sabar menghadapinya..meskipun hatiku teriris-iris karena gelisah dan rasa takut.
Setelah beberapa lama mengkonsumsi obat-obatan kimia tersebut mulailah rambutku berguguran…rambut yang sangat indah yang dikenal oleh orang yang dekat maupun yang jauh dariku.

Sungguh…rambutku yang indah tersebut merupakan mahkota yang selalu aku kenakan di atas kepalaku. Akan tetapi penyakit kankerlah yang menggugurkan mahkotaku…helai demi helai berguguran di depan kedua mataku.

Pada suatu malam datanglah Mayaa’ putriku lalu duduk di sampingku. Ia membawa sedikit manisan (kue). Kamipun mulai menyaksikan sebuah acara di salah satu stasiun televisi, lalu iapun mematikan televisi, lalu memandang kepadaku dan berkata,

_“Mama…engkau dalam keadaan baik..??”._

Aku menjawab, _“Iya”._

Lalu putriku memegang uraian rambutku…ternyata uraian rambut itupun berguguran di tangan putriku. Iapun mengelus-negelus rambutku ternyata berguguran beberapa helai rambutku di hadapannya. Lalu aku berkata kepada putriku,

_“Bagaimana menurutmu dengan kondisiku ini wahai Mayaa’..?”,_ iapun menangis.

Lalu iapun mengusap air matanya dengan kedua tangannya, seraya berkata,

_“Waha mama…rambutmu yang gugur ini adalah amalan-amalan kebaikan”,_

lalu iapun mulai mengumpulkan rambut-rambutku yang berguguran tadi dan meletakkannya di secarik tisu. Akupun menangis melihatnya hingga teriris-iris hatiku karena tangisanku, lalu aku memeluknya di dadaku, dan aku berdoa kepada Allah agar menyembuhkan aku dan memanjangkan umurku demi Mayaa’ putriku ini, dan agar aku tidak meninggal karena penyakitku ini, dan agar Allah menyabarkan aku menahan pedihnya penyakitku ini….

Keeseokan harinya akupun meminta kepada suamiku alat cukur, lalu akupun mencukur seluruh rambutku di kamar mandi tanpa diketahui oleh seorangpun, agar aku tidak lagi sedih melihat rambutku yang selalu berguguran… di ruang tamu…, di dapur…di tempat duduk…di tempat tidur…di mobil…tidak ada tempat yang selamat dari bergugurnya rambutku.

Setelah itu akupun selalu memakai penutup kepala di rumah, akan tetapi Mayaa putriku mengeluhkan akan hal itu lalu melepaskan penutup kepalaku. Iapun terperanjak melihat rambutku yang tercukur habis. Ia berkata,

_“Mama..kenapa engkau melakukan ini ?!, apakah engkau lupa bahwa aku telah berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu, dan agar rambutmu tidak berguguran lagi?!. Tidakkah engkau tahu bahwasanya Allah akan mengabulkan doaku…Allah akan menjawab permintaanku…!!, Allah tidak menolak permintaanku…!!. Aku telah berdoa untukmu mama dalam sujudku agar Allah mengembalikan rambutmu lebih indah lagi dari sebelumnya…lebih banyak dan lebih cantik._
_Mama…sudah sebulan aku tidak membeli sarapan pagi di sekolah dengan uang jajanku, aku selalu menyedekahkan uang jajanku untuk para pembantu yang miskin di sekolah, dan aku meminta kepada mereka untuk mendoakanmu. Mama…tidakkah engkau tahu bahwasanya aku telah meminta kepada sahabatku Manaal agar meminta neneknya yang baik untuk mendoakan kesembuhanmu??. Mamaa…aku cinta kepada Allah…dan Dia akan mengabulkan doaku dan tidak akan menolak permintaanku…dan Dia akan segera menyembuhkanmu”_

Mendengar tuturan putriku akupun tidak kuasa untuk menahan air mataku…begitu yakinnya ia…, begitu kuat dan berani jiwanya…lalu akupun memeluknya sambil menangis…”.

Putriku lalu duduk bertelekan kedua lututnya menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya berdoa agar Allah menyembuhkanku sambil menangis. Ia menoleh kepadaku dan berkata,

_“Mama..hari ini adalah hari jum’at, dan saat ini adalah waktu mustajaab (terkabulnya doa)…aku berdoa untuk kesembuhanmu. Ustadzah Nuuroh hari ini mengabarkan aku tentang waktu mustajab ini.”_

Sungguh hatiku teriris-iris melihat sikap putriku kepadaku… Akupun pergi ke kamarku dan tidur. Aku tidak merasa dan tidak terjaga kecuali saat aku mendengar lantunan ayat kursi dan surat Al-Fatihah yang dibaca oleh putriku dengan suaranya yang merdu dan lembut…aku merasakan ketentaraman…aku merasakan kekuatan…aku merasakan semangat yang lebih banyak. Sudah sering kali aku memintanya untuk membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kepadaku jika aku tidak bisa tidur karena rasa sakit yang parah…akupun memanggilnya untuk membacakan al-Qur’an untukku.

Sebulan kemudian –setelah menggunakan obat-obatan kimia- akupun kembali periksa di rumah sakit. Para dokter mengabarkan kepadaku bahwa saat ini aku sudah tidak membutuhkan lagi obat-obatan kimia tersebut, dan kondisiku telah semakin membaik. Akupun menangis karena saking gembiranya mendengar hal ini. Dan dokter marah kepadaku karena aku telah mencukur rambutku dan ia mengingatkan aku bahwasanya aku harus kuat dan beriman kepada Allah serta yakin bahwasanya kesembuhan ada di tangan Allah.

Lalu aku kembali ke rumah dengan sangat gembira…dengan perasaan sangat penuh pengharapan…putriku Mayaa’ tertawa karena kebahagiaan dan kegembiraanku. Ia berkata kepadaku di mobil,

_“Mama…dokter itu tidak ngerti apa-apa, Robku yang mengetahui segala-galanya”._

Aku berkata, _“Maksudmu?”._

Ia berkata, _“Aku mendengar papa berbicara dengan sahabatnya di HP, papa berkata padanya bahwasanya keuntungan toko bulan ini seluruhnya ia berikan kepada yayasan sosial panti asuhan agar Allah menyembuhkan uminya Mayaa”._

Akupun menangis mendengar tuturannya…karena keuntungan toko tidak kurang dari 200 ribu real (sekitar 500 juta rupiah), dan terkadang lebih dari itu.

Sekarang kondisiku –Alhamdulillah- terus membaik, pertama karena karunia Allah, kemudian karena kuatnya Mayaa putriku yang telah membantuku dalam perjuangan melawan penyakit kanker yang sangat buruk ini.
Ia telah mengingatkan aku kepada Allah dan bahwasanya kesembuhan di tangan-Nya…sebagaimana aku tidak lupa dengan jasa suamiku yang mulia yang telah bersedekah secara diam-diam tanpa mengabariku yang merupakan sebab berkurangnya rasa sakit yang aku rasakan.

Aku berdoa kepada Allah agar menyegerakan kesembuhanku dan juga bagi setiap lelaki atau wanita yang terkena penyakit kanker. Sungguh kami menghadapi rasa sakit yang pedih yang merusak tubuh kami dan juga jiwa kami…akan tetapi rahmat Allah dan karuniaNya lebih besar dan lebih luas sebelum dan susudahnya”

_(Diterjemahkan oleh Firanda Andirja, semoga Allah menyegerakan kesembuhan bagi ukhti ‘Abiir)_
www.firanda.com


*Oleh: Mutiara Risalah Islam*
>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

📚  Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr. Musyaffa' ad Dariny Lc, M.A. ?
📝  Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel, dan Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam
📲  Daftar Group WA: [Nama, Nomor wa, Jenis Kelamin]
kirim ke https://api.whatsapp.com/send?phone=6289628222285

teknik / cara menghafalkan Al Qur'an

*Menghafal Al-Qur’an (Al-Hifdz At-Tarbawi)*

Sesungguhnya, menghafal Al-Qur’an dalam bentuk Al-Hifdz At-Tarbawi (hafalan untuk pendidikan) terangkum dalam tahapan-tahapan berikut ini.

1. Sebaiknya, permulaan hafalan Al-Qur’an dimulai dari surat An-Naas lalu Al-Falaq, yakni kebalikan dari urutan surat-surat Al-Qur’an.

Cara seperti ini akan memudahkan tahapan dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an serta memudahkan latihan dalam membacanya dalam shalat baik bagi murid yang masih kecil atau yang sudah dewasa.

Metode pengelompokkan berdasarkan surat lebih mudah dibandingkan dengan pengelompokkan berdasarkan juz.

2. Membagi hafalan menjadi dua bagian:

*Pertama, hafalan baru,*

*Kedua, membaca Al-Qur’an ketika shalat.*

3. Mengkhususkan waktu siang, yaitu dari fajar hingga Maghrib untuk hafalan baru.

4. Mengkhususkan waktu malam hari, yaitu dari adzan Maghrib hingga adzan Fajar untuk membaca Al-Qur’an didalam shalat.

5. Membagi hafalan baru menjadi dua bagian:

*Pertama, hafalan dan kedua, pengulangan.*

Hafalan sebaiknya ditentukan waktunya setelah shalat Fajar dan setelah Ashar, sedangkan pengulangan dilakukan setelah shalat sunnah atau wajib sepanjang siang hari.

6. Meminimalkan kadar hafalan baru dan lebih fokus pada pengulangan ayat-ayat yang telah dihafal.

7. Membagi ayat-ayat yang telah dihafal menjadi tujuh bagian sesuai dengan jumlah hari dalam sepekan, sehingga membaca setiap bagian dalam shalat setiap malam. Inilah yang dinamakan membaca Al-Qur’an di dalam shalat yang lebih dikenal dengan muraja’ah.

8. Setiap kali bertambah kadar hafalan, maka sebaiknya diulangi pembagian pengelompokkan pekanannya agar sesuai dengan kadar tambahannya.

9. Hafalan sebaiknya dibagi per surat.

10. Tidak dianjurkan bahkan tidak diperbolehkan untuk melewati surat apapun hingga ia menghafalnya secara keseluruhan, seberapa pun panjangnya.

11. Dianjurkan sekali untuk mendengarkan surat-surat yang akan digunakan shalat malam kepada orang lain.

*12. Apabila ditengah-tengah shalat malam mengalami kelemahan dalam hafalan sebagian surat, maka sebaiknya dilakukan pengulangan kembali di siang hari pada hari berikutnya.*

Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya jangan memulai hafalan baru.

13. Hindari tergesa-gesa ketika membaca Al-Qur’an-bahkan dalam menghafal surat-surat baru- dengan alasan ingin menguatkan hafalan.

Tergesa-gesa dalam membaca Al-Qur’an merupakan salah satu sikap lalai terhadap Al-Qur’an.

14. Sangat baik mendidik keluarga dengan metode Al-Hifdz At-Tarbawi.

*Caranya, dengan membuat jadwal pekanan bagi setiap anggota keluarga dan memperdengarkan hafalan kepada mereka di siang hari,*

*mengingatkannya kepada mereka, memotivasi mereka untuk membacanya ketika shalat malam, serta membekali mereka supaya bisa berlatih sehingga tumbuh dan berkembang di atas Al-Qur’an.*

15. Membaca apa yang telah ia hafal-walapun satu surat- setiap pekan.

*Pertama, membaca sebuah surat setiap tujuah hari, lalu membacanya lagi setiap tiga puluh hari.*

Sumber:

Kunci-Kunci Tadabbur Al-Qur’an, Dr. Khalid bin Abdul Karim Al-Laahim: Pustaka An-Naba’
 _______________________

*Selalu Optimis!*

*هُناكَ من يتذمّر لأنّ للورد شوكاً*

*وهُناكَ من يتفاءل لأن فوق الشوكِ وردة*

🌹 *Di sana ada orang yang mengeluh karena bunga  mawar memiliki duri.*

🌹 *Di sana ada pula orang yang optimis karena di atas duri terdapat bunga mawar.*