Sunday, March 22, 2020

 ماالمقصود بقوله تعالى : {وجعلنا نومكم ( سباتا ) } *

1 point
س2:ما المقصود بقوله تعالى :{ والنازعات ( غرقا )} *
1 point
س3:ما المقصود بقوله تعالى : { بأيدي ( سفرة ) } *
1 point
س4: ما المقصود بقوله تعالى :{ وإذا ( العشار ) عطلت} *
1 point
س5: ما المقصود بقوله تعالى: { وإذا القبور ( بعثرت ) } *
1 point
س6: معنى قوله تعالى : {كتاب ( مرقوم ) } *
1 point
س7: ما المقصود بقوله تعالى : { يا أيها الإنسان إنك ( كادح ) إلى ربك } *
1 point
س8: ما المقصود بقوله تعالى : { والقمر إذا ( اتسق ) } *
1 point
س9: ما المقصود بقوله تعالى : {والسماء ذات ( البروج ) } *
1 point
س10: ما المقصود بقوله تعالى : {فجعله ( غثاء ) أحوى } *
1 point
س11: ما المقصود بقوله تعالى : { و( نمارق ) مصفوفة } *
1 point
س12: ما المقصود بقوله تعالى : { هل في ذلك قسم لذي ( حجر ) } *
1 point
س13: ما المقصود بقوله تعالى : { يقول أهلكت مالا ( لبدا ) } *
1 point
س14: ما المقصود بقوله تعالى : { وقد خاب من ( دساها ) } *
1 point
س15: ما المقصود بقوله تعالى : { ماودعك ربك و( ماقلى ) } *
1 point
س16:ما المقصود بقوله تعالى: { ( أَنقَضَ ) ظهرك}؟. *
1 point
س17:ما المقصود بقوله تعالى: { ( أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ) }؟. *
1 point
س18:ما المقصود بقوله تعالى: ما المقصود بقوله تعالى: { خلق الإنسان من عَلَقٍ }؟. *
1 point
س19: ما المقصود بقوله تعالى : { ( لنسفعا ) بالناصية } *
1 point
س20: ما المقصود بقوله تعالى : { تنزل الملائكة و( الروح ) فيها} *
1 point
س21: ما المقصود بقوله تعالى : { والمشركين ( منفكين ) } *
1 point
س22: ما المقصود بقوله تعالى : { إذا ( زلزلت ) الأرض} *
1 point
س23: ما المقصود بقوله تعالى : { والعاديات ( ضبحا ) } *
1 point
س24: ما المقصود بقوله تعالى : { وتكون الجبال ( كالعهن ) المنفوش } *
1 point
س25: ما المقصود بقوله تعالى : { ترميهم بحجارة من ( سجيل ) } *
1 point
س26: ما المقصود بقوله تعالى : { ( لإيلاف ) قريش} *
1 point
س27: ما المقصود بقوله تعالى : { شانئك } *
1 point
س28: ما المقصود بقوله تعالى : { تبت } *
1 point
س29: ما المقصود بقوله تعالى : { الصمد } *
1 point
س30: ما المقصود بقوله تعالى : { الخناس } *
1 point
*MARI MENGENAL JUZ AMMA*

( yang sudah di edit)

KANDUNGAN, CARA MENGHAFAL DAN PENGAMALAN



Mari Mengenal Juz Amma: Kandungan, Cara Menghafal dan Pengamalan

Juz Amma


Siapa tak kenal Juz Amma? Setiap umat muslim pasti akrab dengan istilah yang satu ini.

Juz Amma merupakan juz terakhir yang terdapat dalam Al-Qur’an. Surat yang terdapat dalam juz ini relatif lebih pendek jika dibandingkan dengan juz sebelumnya.

Juz Amma sendiri dimulai dengan Surat An-Naba’ dan diakhiri dengan surat An-Naas.

Mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz Amma? Adakah maksud tertentu dari penamaan tersebut? Bagaimana pula cara untuk menghafalkan surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz Amma? Kali ini Anda akan mendapatkan pembahasan lengkap mengenai Juz Amma termasuk kandungan, cara menghafal serta pengamalan beberapa surat.

MENGAPA DISEBUT JUZ AMMA?

Pertanyaan ini kerap kali dilontarkan, tidak hanya oleh anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Hal ini memang cukup menarik untuk dibahas karena hanya Juz 30 yang mendapatkan nama khusus yaitu Juz Amma.

Untuk mengetahui alasan dibalik pemberian nama Amma pada Juz 30, maka Anda perlu melihat surat pertama dimulainya Juz 30.
Juz terakhir dalam Al-Qur’an ditandai dengan kata pertama ‘Amma pada surat An-Naba.

Menurut sebagian besar pendapat, hal inilah yang menjadi penyebab mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz ‘Amma.

Tidak ada maksud khusus dari pemberian nama ‘Amma karena hanya merujuk pada kata yang mengawali surat pada bagian awal Juz 30.

SURAT DALAM JUZ AMMA

Di dalam Juz Amma terkandung 37 surat yang dimulai dari surat ke-78 yaitu An-Naba’ dan diakhiri dengan surat ke-114 yaitu An-Naas.

 Untuk mengenal lebih jauh mengenai Juz Amma, alangkah lebih baiknya jika Anda mengetahui setiap surat yang termasuk ke dalam juz terakhir Al-Qur’an ini.

Surat pertama dalam Juz 30 adalah An-Naba’ yang berarti Berita Besar.

Surat ini terdiri dari 40 ayat dan tergolong surat Makiyah karena diturunkan di Mekah. Surat An-Naba’ menjadi salah satu surat yang mempunyai jumlah ayat terbanyak dalam Juz 30.

Surat yang selanjutnya adalah An-Nazi’at yang berarti Malaikat-Malaikat yang Mencabut. Surat ini mempunyai 46 ayat dan juga tergolong surat Makiyah.

Surat yang berikutnya adalah ‘Abasa yang berarti Ia Bermuka Masam. Secara garis besar surat ini menceritakan tentang teguran kepada Nabi Muhammad yang tidak begitu mempedulikan seorang lelaki yang ingin bertanya perihal agama karena beliau sibuk mengurusi pembesar Quraisy. Surat ‘Abasa terdiri dari 42 ayat dan tergolong ke dalam surat Makiyah.

Kemudian diikuti oleh Surat At-Takwir yang berarti Menggulung. Surat ini menceritakan perihal peristiwa besar yaitu kiamat. At-Takwir mempunyai 29 ayat dan diturunkan di Mekah.

Surat selanjutnya adalah Al-Infithar yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai jumlah ayat yang lebih sedikit yaitu 19 ayat.

Surat Al-Muthaffifiin berarti Orang-orang Yang Curang mempunyai 36 ayat. Surat ini menceritakan tentang orang-orang yang curang dalam timbangan.

Surat tersebut diikuti oleh Surat Al-Insyiqaq yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai 25 ayat dan diturunkan di Mekah.

Surat ke-85 adalah Al-Buruj yang berarti Gugusan Bintang. Surat Al-Buruj terdiri dari 22 ayat.

Yang selanjutnya adalah Surat At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari). Surat ini mempunyai 17 ayat dan menyampaikan tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan manusia serta ancaman terhadap orang-orang kafir.

Surat Al-A’la merupakan surat ke 87 yang berarti Yang Paling Tinggi. Surat ini mempunyai 19 ayat dan membahas tentang kebesaran Allah serta kabar gembira untuk orang mukmin dan ancaman untuk orang kafir.

Surat ini diikuti oleh Surat Al-Ghasyiyah (Hari Pembalasan). Surat Al-Ghasyiyah mengabarkan kepada manusia perihal hari kiamat (hari pembalasan) dan terdiri dari 26 ayat.

Selanjutnya terdapat Surat Al-Fajr (Fajar) yang terdiri dari 30 ayat. Surat ini mengisahkan tentang bagaimana Allah menghukum orang-orang terdahulu yang durhaka kepada-Nya seperti Kaum ‘Ad dan Fir’aun.

Surat ini diikuti oleh Surat Al-Balad (Negeri) yang mempunyai 20 ayat. Dalam surat ini Allah bersumpah dengan negeri Mekah.

Pada juz amma surat ke-91 terdapat Asy-Syams yang berarti Matahari. Surat ini mempunyai 15 ayat dan menceritakan tentang kaum Tsamud dan kaum Nabi Shalih yang menyembelih unta betina padahal telah dilarang.

Surat yang selanjutnya adalah Al-Lail yang berarti Malam. Surat yang terdiri dari 21 ayat ini mengisahkan perbandingan orang mukmin dengan orang kafir.

Surat Ad-Dhuha berada pada urutan selanjutnya. Ad-Dhuha sendiri berarti Waktu Matahari Sepenggalahan Naik. Surat ini mengabarkan kepada Rasulullah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan beliau dan tidak membencinya. Ad-Dhuha terdiri dari 11 ayat.

 Surat ke-94 adalah Surat Al-Insyirah (Melapangkan) yang mempunyai 8 ayat. Surat ini memberikan motivasi bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

Setelah itu, didalam juz amma juga terdapat Surat At-tin yang berarti Buah Tin. Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan bahwa Allah telah memberikan bentuk yang sebaik-baiknya kepada manusia serta pesan bagi orang beriman untuk berbuat kebaikan agar mendapat pahala yang tak putus.

Surat selanjutnya adalah Al-‘Alaq (Segumpal Darah). Surat ini mempunyai 19 ayat.

Surat ke-97 adalah Al-Qadr (Kemuliaan). Surat yang terdiri dari 5 ayat ini mengisahkan tentang turunnya Al-Qur’an pada malam yang mulia yaitu Lailatul Qadr.

Surat ini kemudian diikuti oleh Al-Bayyinah (Pembuktian). Surat Al-Bayyinah terdiri dari 8 ayat dan mengisahkan tentang keadaan orang kafir yang tidak akan meninggalkan agama mereka hingga datang bukti yang nyata.

Surat ke-99 adalah Al-Zalzalah yang berarti Kegoncangan. Surat ini mengisahkan tentang keadaan pada hari kiamat yang begitu mengerikan. Al-Zalzalah terdiri dari 8 ayat dan turun di Madinah.

Yang selanjutnya adalah Surat Al-‘Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang). Surat ini menyampaikan tentang keingkaran manusia dan kecintaan mereka pada harta secara berlebihan. Al-‘Adiyat mempunyai 11 ayat.

Surat yang berikutnya adalah Al-Qori’ah (Hari Kiamat). Surat ini mempunyai 11 ayat dan mengisahkan tentang kejadian pada hari kiamat dan ancaman bagi orang yang ringan timbangan amal baiknya.

Surat ini diikuti oleh At-Takatsur (Bermegah-megahan). Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan tentang manusia yang lalai karena bermegah-megahan hingga masuk ke dalam kubur.

Surat ke-103 yaitu Al-‘Ashr (Masa). Surat pendek ini hanya terdiri dari 3 ayat dan menyampaikan tentang manusia yang berada dalam kerugian kecuali mereka yang berbuat kebaikan dan saling menasehati.

Surat yang selanjutnya adalah Al-Humazah (Pengumpat). Surat ini menjadi peringatan bagi para pengumpat karena Allah mengancam dengan neraka Wail. Surat Al-Humazah terdiri dari 9 ayat.

Surat Al-Fiil (Gajah) adalah surat ke-105 dan terdiri dari 5 ayat. Surat ini mengisahkan tentang tentara bergajah Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Kemudian Allah memerintahkan burung-burung untuk membawa batu dari neraka kemudian melemparkan pada pasukan tersebut.

 Selanjutnya terdapat Surat Quraisy (Suku Quraisy) yang terdiri dari 4 ayat.

Surat Al-Ma’un (Barang-Barang yang Berguna) terdiri dari 7 ayat dan mengabarkan pentingnya berbuat baik pada anak yatim. Surat ini juga memberi ancaman bagi orang yang lalai dalam shalatnya.

Kemudian Surat Al-Kautsar (Nikmat yang Berlimpah) mempunyai 3 ayat. Surat ini merupakan bentuk hiburan dari Allah untuk Nabi Muhammad agar tidak bersedih hati.

Pada surat ke-109 terdapat Al-Kafirun (Orang-orang Kafir) yang mempunyai 6 ayat. Surat ini diturunkan karena orang-orang kafir mencoba bernegosiasi agar Nabi Muhammad mau menyembah berhala. Surat ini merupakan bentuk penolakan yang tegas terhadap ajakan tersebut.

 Yang selanjutnya adalah Surat An-Nashr (Pertolongan) yang mengabarkan tentang datangnya pertolongan Allah.

Al-Lahab merupakan surat ke-111 dan berarti Gejolak Api. Surat ini turun karena Abu Lahab yang mencela Nabi Muhammad karena peringatan yang disampaikan oleh beliau.

Selanjutnya terdapat surat Al-Ikhlas (Ikhlas) yang terdiri dari 4 ayat. Surat ini berisi tentang tauhid kepada Allah, bahwa hanya Allah yang patut disembah.

Dua surat terakhir dalam Juz Amma adalah Al-Falaq (Waktu Subuh) yang terdiri dari 5 ayat dan surat An-Naas (Manusia) yang terdiri dari 6 ayat. Al-Falaq menjadi surat perlindungan dari kejahatan malam dan makhluk ciptaan Allah.

Sedangkan An-Naas merupakan surat perlindungan dari kejahatan setan yang tersembunyi.

KEUTAMAAN SURAT AL-IKHLAS

Keutamaan Surat Al-Ikhlas

Juz Amma diakhiri oleh tiga surat, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat tersebut juga dikenal sebagai surat perlindungan dan dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir pagi dan petang.

Surat Al-Ikhlas sendiri memiliki kandungan pentauhidan Allah dan pengakuan bahwa Allah itu Esa dan hanya kepada Allah tempat meminta segala sesuatu.

Meskipun surat ini pendek karena hanya terdiri dari 4 ayat, Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang luar biasa jika dibandingkan dengan surat-surat lain dalam Juz Amma.

Rasulullah menyampaikan bahwa Al-Ikhlas merupakan sepertiga Al-Qur’an.

Perlindungan dari keburukan

Surat Al-Ikhlas sangat dianjurkan untuk dibaca pada beberapa waktu khusus, salah satunya pada waktu pagi dan sore hari. Bersamaan dengan surat Al-Falaq dan An-Naas, ketiga surat tersebut mempunyai keutamaan sebagai perlindungan.

Siapa yang membaca ketiga surat tersebut pada pagi dan petang niscaya akan dijaga dari segala keburukan.

Meruqyah

Surat Al-Ikhlas sering digunakan untuk meruqyah atau menyembuhkan orang sakit.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dalam kitab Bukhari. Dari ‘Aisyah, sebelum tidur Rasulullah membaca tiga surat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) kemudian meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkan ke wajah dan seluruh tubuh. Beliau juga menyuruh ‘Aisyah untuk melakukannya ketika beliau sakit.

Sepertiga Al-Qur’an

Sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari). Dari hadist tersebut, sudah jelas bahwa Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang begitu besar sehingga senilai dengan sepertiga Al-Qur’an.


KEUTAMAAN SURAT AL-FALAQ

Keutamaan Surat Al-Falaq

Isi berikutnya dari Juz Amma adalah surat Al-Falaq mempunyai keutamaan yang hampir sama dengan surat Al-Ikhlas karena keduanya seringkali dianjurkan untuk dibaca secara berurutan. Yang membedakan keduanya adalah surat Al-Falaq tidak dianggap senilai dengan sepertiga Al-Qur’an. Berikut keutamaan membaca surat Al-Falaq:

Terhindar dari keburukan

Seseorang yang membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas pada pagi dan petang niscaya akan diberikan kecukupan oleh Allah. Selain itu, akan diberikan pula penjagaan dari keburukan dan kejahatan ciptaan Allah.

Menangkal sihir

Al-Falaq juga mempunyai keutamaan sebagai penangkal sihir. Baca surat ini bersama dengan surat Al-Ikhlas dan An-Naas kemudian tiupkan pada telapak tangan dan usapkan ke wajah dan seluruh tubuh sebelum tidur. Surat Al-Falaq juga biasa dibaca pada waktu meruqyah.

*Keutamaan Surat An-Naas*

Sebagai surat terakhir dalam Al-Qur’an, An-Naas juga mempunyai berbagai keutamaan. Dalam surat ini berisi perlindungan kepada Rabb pemilik manusia. Dengan demikian, surat An-Naas juga bisa dikatakan sebagai salah satu surat untuk perlindungan. Berikut keutamaan surat An-Naas:

✅ Perlindungan dari gangguan jin dan manusia

Dalam surat An-Naas berisi permintaan untuk berlindung dari gangguan jin dan manusia. Dengan membaca surat ini pada waktu pagi dan petang, niscaya Allah akan senantiasa memberikan perlindungan.

✅ Mengobati bagian tubuh yang sakit

Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, beliau membaca surat Al Fatihah kemudian surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kemudian meniupkan pada telapak tangan dan diusapkan pada bagian tubuh yang sakit.

*Cara Menghafal Juz Amma*

Menghafal Juz Amma biasa dilakukan oleh anak-anak. Hal ini dikarenakan Juz Amma mempunyai surat yang pendek dan mudah dihafal.

*Jika Anda ingin mencoba untuk menghafal surat-surat yang terdapat dalam Juz Amma, cobalah tips berikut ini:*

✅ Niat ikhlas karena Allah

Semua amal tergantung pada niatnya. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Awali dengan niat untuk menghafal surat-surat pendek demi meraih ridho Allah. Dengan niat yang kuat, niscaya Anda akan diberi kemudahan untuk menghafal.

✅ Awali dengan surat pendek

Kebanyakan orang menghafal Juz Amma mulai dari An-Naas, Al-Falaq, dan seterusnya. Hal ini dikarenakan surat-surat tersebut relatif pendek dan sangat mudah untuk dihafal. Ketika otak sudah terbiasa, maka akan semakin mudah untuk menghafal surat yang lebih panjang hingga An-Naba’.

✅ Aplikasikan ketika shalat

Salah satu cara yang efektif agar cepat hafal surat pendek adalah dengan membacanya ketika shalat. Dengan mengulang-ulang hafalan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengingat surat tersebut sehingga cepat hafal. Selain itu, bacaan shalat Anda juga tidak itu-itu saja.

✅ Rajin mendengar murottal

Daripada menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik yang sia-sia, ada baiknya untuk mengubah playlist MP3 Anda menjadi murottal Al-Qur’an. Cara tersebut sangat efektif untuk membantu Anda dalam menghafal surat dalam Al-Qur’an, bahkan surat yang panjang sekalipun.

✅ Rajin Muraja'ah

Muroja’ah (mengulang hafalan) merupakan kunci penting dalam menghafal ayat Al-Qur’an.

Semakin sering Anda melakukan muroja’ah, maka Anda akan semakin hafal.

*Kesimpulan*

Juz Amma merupakan bagian tak terpisahkan dari Al-Qur’an.

Sebagian surat-surat dalam Juz 30 ini mengabarkan tentang hari kiamat, kabar baik untuk kaum muslimin dan ancaman untuk orang-orang kafir.

 Dalam Juz 30 terdapat 3 surat yang mempunyai kedudukan istimewa yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat mempunyai keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan untuk rutin membaca ketiga surat tersebut sebagai dzikir pada pagi dan petang hari. Dengan mengamalkannya, seseorang bisa mendapatkan perlindungan dan penjagaan Allah dari segala keburukan baik jin maupun manusia.

Juz amma merupakan juz 30 dengan jumlah surat terbanyak ada 37 surat dan jumlah halamannya ada 23 ( 11,5 lembar), sedangkan Juz lainnya ada 10 lembar dan jumlah suratnya tidak banyak.

*Di dalam juz amma berjumlah 37 surat.  34 terdiri dari surat makiyyah dan 3 surat terdiri dari surat madaniyyah  Yaitu surat Al bayyinah , Az Zalzalah dan An Nashr*

Friday, March 20, 2020

Tips atau langkah2 dalam menghafal alquran


https://youtu.be/ndvTsT7wzXg

Tips2 atau langkah2 menghafalkan alquran

1. Ikhlas utk Allah
Bukan utk pujian karena ini akan di ancam oleh Allah dan Rasul-Nya

2. Kita mengetahui keutamaan orang2  yg selalu berinteraksi dengan alquran
Allah memberikan keutamaan bagi penghafal Al Quran

3. Berdoa kpd Allah dengan sungguh2  dan yakin bahwa Allah akan menolong dan memudahkan kita

4. Kita Menjadikan 1 mushaf sebagai kitab induk utk menghafal alquran
Karena lembaran2 di mushaf yg kita hafalkan akan terkopi kuat

5. Dengan dirinya mencari guru yg tepat
Ketika seseorang menyetorkan hafalan kepada gurunya ketika guru tsb tidak mampu   membetulkan
a. Guru harus menguasai makhroj, sifat dan hukum tajwid.
b guru harus fokus ketika muridnya menyetorkan hafalannya

6. Cari metode yg cocok utk dirinya di dalam menghafal al Quran

Metode yg pernah di pake yaitu Metode tikror dan robt
Contoh 1 hal ada 6 ayat
Ayat pertama kita ulang sebanyak mungkin sampe kuat
Lalu lanjut ke ayat ke 2 setelah hafal kita robt atau kita gabungkan
Lalu lanjutkan dengan ayat berikutnya
# Tidak boleh jenuh dan bosen...

7. Kita memilih  waktu yg tepat utk menghafalkan alquran ...
Spt waktu 1/3 terakhir, karena pada 1/3  malam itu :
a. Pikiran masih kosong sehingga kita bisa fokuskan utk alquran ( otak kita belum berpikir macam)
b. Tidak ada kebisingan manusia, hawanya sepi sehingga hanya terdengar suara anda saja
c. Waktu yg mustajab utk berdoa kpd Allah dan meminta kemudahan dalam menghafalkan alquran

8. Kita mencari teman yg satu tujuan.. Karena nanti akan mampir rasa futhur
Tujuan teman yg baik akan mengingatkan kita utk terus bersemangat..

9. Menjauhi segala macam maksiat yaitu yg sifatnya umum yaitu musik, menonton video yg tidak manfaat, membaca bacaan yg tidak  manfaat..
Menundukan mata kita dari  apa yg Allah haramkan dan rasul-Nya

Tujuan bagaimana kita istiqomah membersamai alquran sampai ajal menjemput

HSI 10 – Kajian 35 – setelah di Habasyah

■ *Siroh Nabawiyah*
■ *Halaqah 35 | Setelah DiHabasyah*
🌐 _link audio_
goo.gl/2jDSKw
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Tiga Puluh Lima dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah *”Setelah Di Habasyah “*.
Setelah dua orang utusan orang² Quraisy meminta orang² Islām dikembalikan ke Mekkah maka Raja Najasyi yang beragama Nashrani bertanya kepada kaum Muslimin tentang agama mereka
Berkata Ja’far Bin Abi Tholib radiallahu anhu
_wahai raja kami dahulu adalah kaum yang berada diatas kesyirikan kami menyembah selain Allāh memakan bangkai, berbuat jelek kepada tetangga, menghalalkan perkara yang diharamkan sebagian menumpahkan darah yang lain, kami tidak menghalalkan sesuatu & tidak mengharamkan sesuatu, kemudian Allāh mengutus kepada kami seorang rasul dari diri kami, kami mengetahui bahwa beliau menyempurnakan janji, jujur & amanah. Maka beliau menyuruh kepada kami untuk beribadah kepada Allāh saja tidak ada sekutu bagiNya, menyambung tali silaturahim, berbuat baik kepada tetangga, shalat, berpuasa & supaya kami tidak menyembah kepada selain Allāh_
Berkata Najasyi
_apakah engkau membawa bagian dari apa yang dia bawa_
Ja’far mengatakan
_Ia_
Kemudian Najasyi berkata
_bacalah untukku apa yang dia bawa_
Maka Ja’far membaca awal dari surat Maryam
Kemudian menangislah Najasyi saya sehingga basah jenggot beliau diikuti oleh para pendeta mereka juga menangis.
Berkata Najasyi
_sesungguhnya ucapan ini keluar dari sumber yang sama dengan apa yang dibawa oleh Musa, pergilah kalian dalam keadaan lurus_
Ketika utusan Quraisy gagal maka pada hari berikutnya Amr Ibn Ash ingin menunjukkan kepada Najasyi aqidah Kaum muslimin tentang Isa.
Berkata Amr
_wahai Raja sesungguhnya mereka berkata tentang Isa ucapan yang besar_
Maka Najasyi memanggil Ja’far & bertanya, kemudian Ja’far menjawab
_kami katakan dia adalah hamba Allāh & Rasul-Nya, kalimat nya & ruh Nya yang Allāh lemparkan kepada Maryam sang perawan yang ahli ibadah_
Berkata Najasyi
_Isa Ibn Maryam tidak berbeda dengan apa yang engkau ucapkan_
Kemudian Najasyi memberikan keamanan kepada kaum muslimin
Kisah ini diriwayatkan oleh Ibn Ishaq didalam Asyiar wal Maghoji.
Orang-orang Quraisy mengutus utusan karena mereka tahu bahwa jika orang² Islām memiliki tempat yang aman maka yang demikian akan membahayakan orang² Quraisy, dan dari kisah ini kita melihat bagaimana keteguhan orang² Islām meskipun mereka mengetahui aqidah orang² Nashrani tentang Isa, tetapi mereka tidak basa basi didalam menjelaskan aqidah kaum muslimin, mereka tidak takut diserahkan kembali kepada orang-orang Quraisy, maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla menolong mereka memperbaiki keadaan mereka & memberikan mereka keamanan.
Meninggal Ubaidullah bin Jahs (suami Ummu Habibah bintu Abi Sufyan) maka Rasulullãh meminangnya & menikahinya ketika dia di Habasyah.
Ketika Islām memiliki tempat dikota Madinah, maka sebagian besar orang² yang hijrah ke Habasyah mereka pun hijrah ke kota Madinah adapun Ja’far & beberapa orang bersama beliau baru meninggalkan Habasyah & pergi ke kota Madinah saat dibukanya khoibar pada tahun 7 Hijriyah.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
_*Abdullāh Roy*_
Di kota Pandeglang
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
🖊Ibnu Mukri
•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

HSI 10 – Kajian 34 – berhijrah ke Habasyah


■ *Siroh Nabawiyah*
■ *Halaqah 34 | Berhijrah Ke Habasyah*
🌐 _link audio_
goo.gl/kwpYvL

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Tiga Puluh Empat dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah *”Berhijrah Ke Habasyah “*.
Pedebatan semakin sengit diantara kaum muslimin & orang² musyrikin, orang² musyrikin mereka bertambah semakin keras didalam menekan kaum muslimin maka jadilah orang² Islām dalam keadaan yang sangat susah dikota Mekkah, akhirnya mereka diperintahkan untuk berhijrah ke tempat yang aman yaitu Habasyah (Ethiopia).
Berkata Rasulullãh ﷺ
« إِنَّ بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ مَلِكًا لاَ يُظْلَمُ أَحَدٌ عِنْدَهُ فَالْحَقُوا بِبِلاَدِهِ حَتَّى يَجْعَلَ اللَّهُ لَكُمْ فَرَجًا وَمَخْرَجًا مِمَّا أَنْتُمْ فِيهِ »
_sesungguhnya dinegeri Habasyah ada seorang Raja yang tidak akan seorang pun didzolimi disisnya maka pergilah kalian kenegeri tersebut sehingga Allāh menjadikan bagi kalian jalan keluar dari keadaan kalian dari sekarang ini_
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq didalam sirah nya dengan sanad yang Hasan.
Hijrah ke Habasyah terjadi dua kali.
Hijrah yang pertama terjadi dibulan Rajab pada tahun ke-5 kenabian mereka terdiri 11 orang laki-laki & 4 orang wanita, mereka berjalan kaki menuju pantai & menyewa perahu dengan setengah dinar.
Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hisyam didalam sirah nya.
Diantara yang hijrah ke Habasyah pada hijrah yang pertama ini adalah Ummu Salamah.
Setelah hijrah yang pertama terjadi kejadian yang besar di kota Mekkah, Nabi ﷺ shalat di Masjidil Haram kemudian membaca surat An Najm & beliau sujud ketika sampai ke ayat sujud & sujud lah orang yang hadir kecuali dua orang yang sombong, maka tersebarlah berita orang² Quraisy masuk kedalam agama Islām.
Hadīts ini diriwayatkan oleh Al Bukhari & Muslim
Sebagian mengatakan bahwa sujudnya orang² musyrikin karena rasa takut yang menyelimuti mereka ketika mendengar bilasanya umat umat terdahulu sebagaimana disebutkan di dalam surat An Najm.
Ketika terdengar kabar bahwa orang² Quraisy masuk Islām sebagian kaum muslimin yang ada di Habasyah seperti Utsman bin Mas’un pulang kembali ke Mekkah & ternyata mereka mendapatkan kabar tersebut tidak benar kembalilah mereka ke Habasyah bersama rombongan yang baru yang jumlahnya lebih dari 80 orang laki-laki & 18 wanita & inilah hijrah ke Habasyah yang kedua, maka Quraisy mengirimkan Amr Ibnu Ash & Abdullah Ibn Abi Rabiah dengan membawa hadiah untuk Raja Najashi & para tokoh agama Nashrani disana dengan tujuan menarik kembali orang² Islām yang hijrah ke Habasyah.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
_*Abdullāh Roy*_
Di kota Pandeglang
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
🖊Ibnu Mukri
•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

Wednesday, March 18, 2020

📖 *Mufrodat* 📖

🎈هَلْ
Apakah

🎈 قَرَأْتِ
Engkau (pr) sudah membaca

🎈 قَرَأْتُهُ
Saya sudah membacanya

🎈 عِنْدِيْ سُؤَالٌ
Saya punya pertanyaan

🎈 أَيْنَ
Di mana

🎈 فِيْ
Di (atas)

🎈 السَّمَاء
Langit

🎈 بِمَاذَا
Dengan apa

🎈 تَعْرِفِيْنَ
Engkau (pr) mengenal

🎈 رَبَّك
Tuhanmu

🎈مَا الدَّلِيْلُ
Apa dalilnya?

🎈 إِنَّ
Sesungguhnya

🎈 خَلْق
Penciptaan

🎈 السَّمَاوَات
Langit

🎈 الأَرْض
Bumi

🎈 اخْتِلَافِ
Silih berganti

🎈 اللَّيْل
Malam

🎈 النَّهَار
Siang

🎈 لَآيَات
Benar-benar terdapat tanda-tanda

🎈 لِأُولِيْ الأَلْبَاب
Bagi orang yang berpikir

🎈 مُمْتَاز
Sempurna

__________________
✒ *Admin 'ALA*


*Mungkin Mereka pikir Corona Lebih menakutkan daripada Api Neraka ?*
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
.
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.”
(HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
.
Hadits ini sudah menunjukkan kerasnya ancaman perbuatan tersebut.

Yang diancam dalam hadits di atas adalah menyentuh wanita.

Sedangkan bersalaman atau berjabat tangan sudah termasuk dalam perbuatan menyentuh.