Saturday, November 20, 2010

KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING. . . .


  1. A. PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan psikologis dan kemanusiaan secara ilmiah dan profesional yang diberikan oleh pembimbing kepada yang dibimbing (peserta didik) agar ia dapat berkembang secara optimal, yaitu mampu memahami diri, mengarahkan diri, dan mengaktualisasikan diri, sesuai tahap perkembangan, sifat-sifat, potensi yang dimiliki, dan latar belakang kehidupan serta lingkungannya sehingga tercapai kebahagiaan dalam kehidupannya.
  1. B. PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING
Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling mendasari gerak dan langkah penyelenggaraan pelayanan bimbingan konseling, yang meliputi prinsi-prinsip sebagai berikut:
  1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran layanan :
    1. Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, agama, dan status sosial ekonomi.
    2. Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis.
    3. Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya tahap dan berbagai aspek perkembangan individu.
    4. Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanannya.
  1. Prinsi-prinsip berkenaan dengan permasalahan individu;
    1. Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah, di sekolah, serta dalam kaitannya dengan kontak sosial dan pekerjaan, dan sebaliknya pengaruh lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik individu.
    2. Kesenjangan sosial, ekonomi, dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu yang kesemuanya mennadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan konseling.
  2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program layanan:
    1. Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari upaya pendidikan dan pengembangan individu; oleh karena itu program bimbingan dan konseling harus diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta didik.
    2. Program bimbingan dan konseling harus fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat, dan kondisi lembaga.
    3. Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan yang terendah sampai tertinggi.
    4. Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian yang teratur dan terarah.
  3. Prinsip-prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan;
    1. Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalam menghadapi permasalahannya.
    2. Dalam proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil dan akan dilakukan oleh individu hendaknya atas kemauan individu itu sendiri, bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing atau pihak lain.
    3. Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
    4. Kerja sama antara Guru Pembimbing, guru-guru lain, dan orang tua amat menentukan hasil pelayanan bimbingan.
    5. Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri.
  1. C. BIDANG BIMBINGAN DAN KONSELING
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMP merupakan kelanjutan dan pengembangan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Sebagai pelayanan yang terpadu dengan segenap pelayanan yang ada di SMP (terutama dengan pelayanan pengajaran dan latihan), penyelenggaraan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMP sepenuhnya memperhatikan karakteristik, tujuan pendidikan, kurikulum, dan peserta didik di SMP. Sebagai pelayanan yang lengkap dan menyeluruh, Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMP mencakup bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier.
  1. 1. Bidang Bimbingan Pribadi
Pelayanan bimbingan pribadi di SMP bertujuan membantu peserta didik mengenal, menemukan, dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Yang Maha Esa, mandiri serta sehat jasmani dan rohani.
  1. 2. Bidang Bimbingan Sosial
Pelayanan bimbingan sosial di SMP bertujuan membantu peserta didik memahami diri dalam kaitannya dengan lingkungan dan etika pergaulan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial.
  1. 3. Bidang Bimbingan Belajar
Pelayanan bimbingan belajar di SMP bertujuan membantu peserta didik mengenal, menumbuhkan dan mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk mengusai pengetahuan dan ketrampilan, sesuai dengan program belajar di SMP dalam rangka menyiapkannya melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan/atau berperan serta dalam kehidupan masyarakat.
  1. 4. Bidang Bimbingan Karier
Pelayanan bimbingan karier di SMP ditujukan membantu peserta didik mengenal dan mengembangkan potensi diri melalui penguasaan pengetahuan dan keterampilan, memahami lingkungan pendidikan dan sektor pekerjaan sebagai lingkungan yang efektif ; serta mengembangkan nilai-nilai dan sikap yang positif untuk mempersiapkan diri berperan serta dalam kehidupan masyarakat..

Saat Hidayah Menyapa. . . .

By : Fariq Gasim Anuz

Ini adalah kisah luar biasa ! Musibah yang sangat besar menjadi awal jalan sukses ! Setiap orang akan mendapat ujian dalam kehidupannya. Suatu ketika manusia diuji dengan harta melimpah dan kenikmatan dunia yang sangat menggiurkan. Mereka pada umumnya cenderung lupa diri dan lupa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebaliknya, ketika manusia diuji dengan musibah, pada umumnya hatinya mudah tergerak untuk memohon pertolongan Allah, kembali ke jalan Allah. Walau begitu tidak sedikit manusia karena sangat kuat keinginannya untuk melepaskan diri dari musibah, apalagi bila musibah itu sangat berat, tidak sabar menderita, lalu mengambil jalan pintas dengan cara meminta pertolongan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan masuklah mereka  ke dunia syirik atau melepaskan akidah Islamnya. Musibah adalah kasih sayang Allah, agar manusia tidak terus terjerumus ke jalan yang sesat, agar ingat kepada-Nya dan kembali ke jalan-Nya, agar memperoleh kebahagiaan sejati dunia sampai ke akhirat. Buku di tangan Anda ini  diangkat dari sebuah kisah nyata yang sangat menarik dan menyentuh hati. Seorang pemuda yang  mendapatkan pendidikan yang baik dari orang tuanya. Di usia muda suka berkumpul dengan teman-temannya yang memilih pergaulan bebas. Untuk itu sampai hati dia berbohong kepada ayahnya dengan sumpah palsu. Suatu ketika Allah Swt datangkan musibah berupa kecelakaan yang sangat tragis, patah lehernya sehingga menderita lumpuh total. Sungguh tidak mudah bagi siapa pun untuk menghadapi situasi seperti ini. Adalah luar biasa seorang pemuda yang sedang senang-senangnya terlena dalam menikmati hidup bebas berhura-hura mengikuti teman-temannya yang nakal, tiba-tiba mengalami kecelakaan fatal dan langsung lumpuh total. Hidup terasa tiada berguna lagi. Semenjak itu ia menjadi manusia yang hidupnya bergantung kepada pertolongan orang lain. Dalam suasana kesedihan dan hampir putus-asa karena kehilangan segala-galanya itu, hati dan fikiran pasti sangat kacau. Namun dengan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dengan bekal yang dibawanya dari pendidikan orang tuanya di masa kecilnya, perjuangan batin yang amat keras itu akhirnya sanggup membangun hati bersih dan berfikir jernih sehingga akhirnya berhasil menemukan kompas kehidupan baru yang lebih baik. Walau dengan keterbatasan gerak mulailah dia menimba ilmu dengan lebih serius khususnya ilmu-ilmu agama sampai benar-benar dia menjadi seorang da’i. Kini dia telah  menjadi seorang da’i yang terhormat, dan nasehat-nasehatnya sangat diperlukan masyarakat. Bila dia berdakwah, dengan pemahaman dan penghayatan akan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sangat mendalam disertai tutur kata yang lembut, maka  siapa saja yang mendengar ajaran-ajaran Islam dan nasehat yang disampaikannya sangat mudah tersentuh hatinya,. Abdullah bin Umar bin Abdullah Bani’mah telah menjadi da’i terkenal dan pendakwah yang hebat sehingga diterima di berbagai Negara, masya Allah. Begitulah pentingnya kasih sayang dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kemudian pentingnya pendidikan yang baik dari orang tua yang akan sangat membekas pada diri anak dan akan terus dibawa sepanjang hayatnya. Buku perjalanan hidup Abdullah bin Umar bin Abdullah Bani’mah ini adalah buku pendidikan yang sangat baik, penuh pelajaran berharga pada setiap episodenya. Ditulis oleh Saudara Fariq Gasim Anuz seorang da’i yang berhasil mewawancarainya secara langsung dan dilengkapi berbagai sumber serta kepustakaan yang terkait. Buku ini juga sangat mengasyikkan untuk dibaca halaman demi halaman. Bagi orang tua yang mendidik anak-anaknya buku ini penuh suri tauladan dalam mendidik kepada kebaikan. Di samping itu buku ini juga dengan jujur mengungkap hal-hal yang salah  agar tidak ditiru. Bagi anak-anak muda buku ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kuat agar senantiasa berbuat  baik dan taat kepada kedua orang tuanya, dan dalam pergaulan pandai-pandai memilih pergaulan yang baik agar tidak terjerumus ke jalan yang sesat. Musibah adalah kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala,  maka setiap musibah seharusnya disikapi dengan senantiasa husnudhan kepada-Nya, karena Allah Maha Baik tidak mungkin merugikan hamba-Nya. Dengan husnudhan dan bertobat dengan sesungguhnya maka insya Allah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan ampunan,  rahmat dan hidayah-Nya.
Selamat membaca !
DR dr Mohammad Rofiq Anwar SpPA
(Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang periode 2001-2009)
(Saat Hidayah Menyapa, Fariq Gasim Anuz, Daun Publishing, 2010)
[ Dipasang 17/8/10 | 86 views | Kategori: Kitab/ Buku ]



Coba Resep Kue Kamir. . .

Enak kali ya hari sabtu membuat kue. . . tapi kue apa ya yang aku coba hari ini. . . .sebenarnya sich aku penasaran buat kue kamir. . . . minggu lalu buat kue kamir tapi gagal karena ngak pake fernipan (ragi) aku cari di warung n indomaret tapi tak ada. . . karena udah kepengen banget jadi terpaksa dech buat kue kamir tanpa fernipan . . .  .enak sich rasanya tapi ngak empuk.

Kali ini aku punya fernipan dan bahan-bahan sudah komplit, mulailah aku membuat kue. . . .  .wah . . yang ini rasanya enak banget . . . empuk, gurih dan manisnya cukup. . . tapi masih ada yang kurang karena setelah adonan jadi  tidak didiamkan. Alhamdulillah laris manis. . .

Masih penasaran juga siang harinya aku buat lagi karena anak-anaku masih nanyain kamir ternyata sudah habis ludes. . . .jadi semangat nich buatnya karena anaku suka banget. . . . kali ini aku buat lebih baik lagi setelah bahan diaduk rata maka aku diamkan 30 menit biar lebih makyuss. . .  .nak anaku yang ke 4 Khalid minta di temenin tidur siang karena kecapean pagi tadi abis les kungfu, aku yang tertidur pulas tapi anaku ngak tidur. .

Aku sangat kaget ketika anaku yang ke-3 membangunkanku jam sudah menunjukan pukul 4 sore. . .  .adonan kamirku menjulang tinggi, untung saja rasanya tidak asam . . . langsung aku cetak . . .

rasanya lebih enak. . . .