Saturday, August 18, 2018

 Job descriptions Kepsek :

 1. Membimbing Guru, karyawan dan staff dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing - masing secara optimal..
Menyusun program tahunan, kegiatan dan agenda yang diunggulkan oleh sekolah.
Mengelola Administrasi dan kegiatan belajar mengajar.
*2. Menyusun Program Supervisi, melaksanakan supervisi dan memberikan penilaian dari hasil supervisi.*
3. Memiliki visi dan misi dan mampu mengambil kebijakan yang bijaksana.
Mencari dan mengemukakan gagasan baru untuk pembaharuan sekolah serta melaksanakan pembaharuan.
4. Mampu mengatur lingkungan kerja dan suasana kerja yang kondusif.
5. Mampu menerapkan prinsip penghargaan dan sanksi.
7. Mengelola pertemuan dengan orangtua siswa secara berkala.
6. Berkomunikasi secara intensif dengan pihak orangtua, Yayasan, Guru dan yang berkaitan dengan sekolah.
7. Membuat laporan bulanan yang diteruskan kepada yayasan.
8. Mengikuti pertemuan penting yang berhubungan dengan pendidikan.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH
A. Keputusan Dirjen Dikdasmen No. 260 dan 261 Tahun 1996 Tugas pokok Kepala Tata Usaha sebagai berikut :
1. Menyusun program kerja tata usaha sekolah
Pengelolaan keuangan sekolah
2.Pengurusan adminstrasi ketenagaan dan sisswa
3.Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah
4.penyusunan administrasi perlengkapan sekolah
5. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah
6. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7 K
7. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan, pengurusan ketatausahaan secara berkala

Job Des : Tupoksi Guru.

-          Tugas pokok dan fungsi . Tupoksi ini merupakan jod des guru yang harus di laksanakan sebagai profesional. Antara lain :
1.      Membuat program pengajaran . Rencana Kegiatan Harian ( RKH ) dan Rencana Kegiatan Mingguan ( RKM ) .
2.      Menganalisa materi pelajaran.
3.      Membuat lembar kerja siswa.
4.      Membuat jurnal / progam harian.
5.      Melaksanakan kegiata n pembelajaran.
6.      Mengisi rapot.
7.      Melaksankan bimbingan kelas.
8.      Membuat alat bantu mengajar / alat peraga / media pembelajaran.
9.      Mengikuti kegiatan pengembangan & permasyarakatan kurikukum ( seminar).
10.  Melaksakan tugas tertentu disekolah.
11.  Membuat catatan tentang kemajuan peserta didik (penilaian).
12.  Meneliti daftar hadir siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung (absen).
*NC Niaga KURSUS MENJAHIT.*

*PAKET A (GRATIS - 8 bulan ).*

Jadwal kursus 1 hari per minggu, 2 jam per hari.

Materi kursus : praktek tehnik dasar menjahit dan mengobras dengan rapi.

*PAKET B ( 3 bulan).*

Biaya kursus Rp. 300.000,- bisa diangsur *Rp. 100.000,-* per bulan.

Jadwal kursus 1 hari per minggu, 2 jam per hari.

Materi kursus : praktek tehnik dasar menjahit dan mengobras dengan rapi.

*PAKET C ( 10 bulan )*

Biaya kursus Rp. 1.500.000,- bisa diangsur *Rp. 150.000,-* per bulan.

 Jadwal kursus 1 hari per minggu, 2 jam per hari.

Produk yang dibuat :
* Tas belanja,
* Rok,
* Gamis perempuan.

*PAKET D ( 10 bulan ).*

Biaya kursus Rp. 3.000.000,- bisa diangsur *Rp. 300.000,-* per bulan.

*Jadwal belajar*
3 hari per minggu, 2 jam per hari.
Atau 2 hari per minggu, 3 jam per hari.
Atau 1 hari per pekan, 6 jam per hari.

*Produk yang dibuat :*
* Tas belanja,
* Rok
* Abaya / gamis perempuan.
* Khimar / jilbab + cadar bandana.
* Celana kolor.
* Baju koko / baju muslim laki-laki,
* Kemeja.
* Khimar safar ( jilbab cadar purdah retsleting, 3 in 1.)
* Celana panjang laki-laki,
* Blazer.
* Tas pakaian / travel Bag.
* Bed cover.

Materi pelajaran  lebih banyak praktek dibanding teori.
Sejak hari pertama belajar, langsung praktek belajar tehnik menjahit dan mengobras yang rapi.
Setelah jahitan rapi, belajar membuat desain, membuat pola dan memotong kain, kemudian dijahit.

Untuk paket B, C, dan D,
Hari dan jam belajar, bisa ditentukan sendiri, disesuaikan dengan waktu luang peserta kursus. Selain Hari Selasa (libur) .
Jika qodarulloh tidak bisa hadir pada jadwal yang sudah ditentukan, bisa tukar di hari dan jam lain yang masih kosong, dengan pemberitahuan terlebih dahulu.
Gratis bahan dan perlengkapan untuk praktek.
Dan di tempat kursus, gunting, benang, dll sudah disediakan.
Jadi gak perlu ribet beli bahan setiap mau praktek dan gak perlu ribet membawa peralatan ke tempat kursus.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi ummu Ema NO HP  0821 4500 7717.
#kursusmenjahitpakaianmuslim#kursusmenjahitmurah#kursusmenjahittailor#kursusmenjahit#kursusgratis#kursusmenjahitgratis#

Friday, August 17, 2018

HS Klastulistiwa Ummu Mierza:
FORM CONSTANCY

Skill ini membantu anak melihat perbedaan benda pd bentuk, ukuran serta orientasinya. Anak yg memiliki hambatan pd form constancy akan acap kali menulis angka atau huruf terbalik. Form constancy adalah kemampuan untuk memahami fakta jika bentuknya sama walaupun terdapat perbedaan pd ukuran, arah orientasi ataupun jarak.

Anak dengan gangguan visual form constancy akan mengalami hambatan ketika:

1. Membuat lego berdasarkan instruksi yg ada pd lembar instruksi.

2. Mengenali gambar dan benda konkritnya.

3. Menilai ukuran, tinggi, lebar dan jarak.

4. Memilah dan mengklasifikasi benda, bentuk atau bahan dari benda tersebut.

5. Mengenali benda sehari-hari saat diletakkan pd posisi yg berbeda atau ukuran yg berbeda.

6. Seringkali salah meletakkan benda dan tidak dpt menemukannya karena mereka tidak segera dpt memgenali benda tersebut.

7. Mengenali dan membaca kata yg sama dengan huruf yg berbeda bentuk/font.

8. Menulis tulisan dari bentuk cetak ke bentuk latin.

9. Mengatur benda dan mengorganisir diri.

10. Pekerjaan sehari-sehari seperti: berpakaian, menyebrang jalan dan menuangkan minuman.

Kegiatan yg dpt melatih form constancy:

1. Menyentuh, merasakan dan mendiskusikan bentuk 3 D suatu benda saat ukuran dan orientasinya berbeda. Contohnya mengobservasi panci (sauce pan)

2. Menggambar pola dan bentuk 3D, contohnya desain bentuk balok dan origami.

3. Mewarnai model dan gambar 3D.

4. Mencocokkan benda 3D berdasarkan ukuran, bentuk, volume dan kepadatan dari bahan benda yg berbeda.

5. Merakit suatu benda (model making)

6. Membandingkan dan membedakan ukuran dan bentuk benda.

7. Membuat bentuk geometri 3D.

8. Membuat model 3D dari diagram 2D.

9. Menunjukkan begaiamana wujud benda secara horisontal dan bagaimana wujudnya secara vertikal.

10. Gunakan petunjuk visual untuk mengidentifikasi benda yg dilihat dari atas, bawah dan belakang.

11. Pilih salah satu bentuk dari kotak sortir bentuj dan tempatkan yg jauh di dalam ruangan lalu anak akan mencari bentuk yg sama di kotak sortir.

12. Isi kotak dengan berbagai bola yg berbeda ukuran. Ambil satu bola kemudian anak mencocokkan bola yg memiliki ukuran yg sama.

13. Tulis suatu kaa dengan style, warna lau cetak kata tersebut bersamaan dengan kata-kata yg lain. Anak harus menggarisbawahi kata yg sama dengan bentuk yg berbeda.

14. Kartu diskriminasi visual.

15. Puzzle dimana anak dpt melihat bagaimana bentuk yg satu cocok dengan bentuk yg lain untuk membentuk 1 gambar utuh.

16. Membuat rangka geometri dan anak mencocokkan bentuk sesuai rangka kemudian tingkatkan lagi dengan berapa bentuk yg dibutuhkan untuk mengisi rangka tersebut.

17. Mencari benda di rumah yg berbentuk sama.

18. Mewarnai suatu bentuk geometri dengan kode geometri yg berbeda ukuran.

19. Memsortir benda dengan berbagai ukuran dan warna.

20. Mengisi suatu bentuk dengan berbagai bahan contohnya crayon atau benda kecil lainnya.

21. Gunakan katalog belanja dan tanyakan bentuk benda-benda yg ada pd katalog tersebut.

Disadur dari berbagai sumber:
https://www.ot-mom-learning-activities.com/form-constancy.html
https://mrsprattclassroom.weebly.com/form-constancy.html

Dr FB Dini Wisaksono

Monday, August 13, 2018

**PENGETAHUAN PARENTING, PENTING ATAU BIKIN PENING ?? – yws*

Ragam komentar terkait Parenting:
-  “Ngapain sih belajar Parenting? Mikir repot-repot. Jaman dulu orangtua kita gak belajar parenting, tapi anak-anaknya sukses dan baik-baik aja tuh ...”

-  “Ahli yang ini bilang begini, ahli yang itu bilang begitu, terus yang bener yang mana?”

-  “Kenapa para ahli parenting itu tidak memberi tahu dengan jelas dan ringkas, kita cuma pingin tahu supaya anak kita baik, lalu harus diapain”

-  “Kenapa para ahli parenting itu menyalahkan terus kepada para orangtua. Seolah kita ini tidak pernah melakukan apa-apa dengan benar untuk anak-anak kita.”

-  “Kita ikuti kemauan anak, salah. Kita kerasi anak salah juga. Katanya tidak boleh ngajar calistung sama anak TK, tapi kenyataannya mayoritas SD mempersyaratkan anak sudah bisa baca. Jadi kita musti gimana dong?”

-  “Parenting kan ilmu dari Barat dan tidak Islami. Kita harus berhati-hati bahwa ini konspirasi untuk menghancurkan umat Islam melalui pengasuhan dan pendidikan yang sekuler ...”

- "Ah gak perlu lah belajar Parenting, nanti juga kalau nikah dan punya anak, otomatis bisa sendiri"

- “Itu para ahli parenting, anak-anaknya sendiri gimana. Baik nggak? Dianya sendiri sabar nggak waktu anaknya rewel ...?”

-  "Mendidik anak itu yang penting cinta kok. Jadi kalau mau marah ya marah aja, kalau mau manjain ya manjain aja. Allah tahu kok kita melakukan itu semua karena kita cinta anak kita"

- "Yang penting itu prakteknya, bukan teori parenting ini itu ..."

- "Yang paling tahu tentang anak kita, ya orangtuanya. Para ahli parenting itu enak aja ngomong, ya dia anaknya baik. Dia gak tahu gimana susahnya kita ngadepin anak yang bandel kayak gini."

-  “Pengetahuan Parenting membuat saya lebih paham karakter anak saya dan apa yang perlu saya lakukan untuk menanganinya”

-  “Karena saya tahu Parenting, maka saya menjadi mengetahui apa sebetulnya yang perlu dicapai.
Saya tidak lagi mudah terpengaruh oleh lingkungan yang berubah-ubah. Misalnya kurikulum pendidikan yang berubah, tren, dll.

-  “Setelah saya memahami parenting, saya menjadi tahu kapan saya perlu memahami dan tidak memaksa anak, dan kapan saya perlu mendorong agar potensi anak teroptimalkan dengan baik”

* Pengetahuan parenting memang tidak membuat kesulitan dan tantangan mendidik anak akan hilang.

*Tapi bila kita memahami parenting, maka saat kesulitan dan tantangan itu datang, kita relatif sudah tenang dan siap mengantasipasi apa yang terjadi.*

* Jangan sombong ketika anak kita sehat, baik dan berprestasi.
* Jangan putus asa ketika anak kita challenging dan tak sesuai harapan.

*Karena Parenting adalah bagian dari ikhtiar selain doa .... tetap ada pertolongan Allah  di dalamnya.*
#pentingnya berilmu Sebelum beramal 

📌📚📝  *Jadi ilmu parenting itu sangat Penting*
 👍👍👍
Wallahu'alam

Yeti Widiati 120816

Sunday, August 5, 2018

Parenting anak teladan

*PENDIDIK TERBAIK*

Ditulis Oleh :

Ust. Abul Abbas Thobroni # Mudir Mahad Nidaus Salam Pekalongan # Pendidikan Berbasis Fitroh


Pendidik adalah sebuah profesi  mulia sepanjang sejarah
dalam peradaban manusia.

Sehingga kejayaan dan kemenangan sebuah bangsa tidak akan lepas dari peran para
pendidik yang handal.

Pendidik kebaikan adalah manusia
terbaik yang telah Allah keluarkan di muka bumi.
Allah berfirman:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari
yang munkar, dan beriman kepada Allah". (Surat Ali Imron :
110)

*Pendidik adalah orang yang ucapan dan tutur katanya sangat
sakti, sehingga tidak ada ucapan yang lebih baik melainkan
ucapan para pendidik.*

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan
berkata, "Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang
berserah diri) (Fusshilat : 33)

*Pendidik kebaikan akan selalu disayangi oleh semua
makhluq, bahkan semua makhluq akan terus mendo'akan
pengampunan dosa baginya.*

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
Dari Abu Umamah al Bahili, Rosulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah, para malaikat, sampai semut di
lubangnya, dan ikan paus di dasar lautan senantiasa
mendo'akan kepada pendidik kebaikan" (Shohih al Jami' no. 1838 Syaikh Albani)

Pada kesempatan ini kita akan sedikit melihat bagaimana
sistem pendidik-pendidik terbaik yang bisa kita ambil
konsepnya.

 *Pendidik Terbaik Adalah Allah*
Allah telah mendidik makhluq yang Ia ciptakan dengan sebaik-baik pendidikan.

Di antara bentuk pendidikan Allah:
1. Allah telah menciptakan manusia di atas fitroh yang
suci.
2. Allah mengatur semua perjalanan hidup manusia.
3. Allah adalah dzat yang paling sabar dalam mengurusi
makhluknya.
4. Allah telah mempersiapkan semua penunjang
kesempurnaan manusia.
5. Allah memberikan dalam diri manusia syahwat dan akal
sebagai ujian bagi manusia.

 *Pendidik Terbaik Adalah Rasulullah*
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mendidik
manusia dengan sebaik-baik pendidikan dan hasil dari
pendidikan beliau adalah generasi² hebat sepanjang sejarah yaitu para sahabat.
Diantara bentuk kehebatan pendidikan Rasulullah
shallallaahu alaihi wa sallam :
1. Rasulullah orang yang paling bijaksana
(menempatkan sesuatu pada tempatnya)
2. Rasulullah orang yang pantang menyerah dalam
mendidik.
3. Rasulullah orang yang pandai dalam pemetakan
bakat dan karakter manusia.
4. Rasulullah orang yang paling sabar melalui fase²
kejayaan.
5. Rasulullah menusia terbaik akhlaq sebagai qudwah
bagi manusia.

 *Orang Tua Pendidik Terbaik*
Orang tua telah mendidik anak mereka dengan pendidikan
terbaik dan hasil didikan mereka adalah kita semua yang
masih bisa bertahan menjalani kehidupan dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan.
*Diantara kehebatan pendidikan orang tua adalah:*
1. Orang tua adalah manusia yang paling ikhlas
mendidik anaknya.
2. Orang tua mendidik anak dengan hati mereka.
3. Orang tua mengorbankan waktu mereka untuk
membersamai anak-anaknya.
4. Orang tua sangat mengetahui fase- fase
perkembangan anaknya dan bersikap kepada
anaknya sesuai dengan fase- fase yang ada.
5. Orang tua memiliki harapan kuat supaya anaknya
berhasil dan sukses sehingga orang tua akan
berjuang sekuat tenaga untuk kejayaan anaknya.

 *Pendidik Terbaik Adalah Anda*
Anda adalah orang yang hebat dan Allah telah menciptakan
Anda dalam bentuk yang terbaik. Dan bentuk manusia disini mencakup jasad dan sifat.

Oleh sebab itu maka Anda adalah
pendidik terbaik karna Allah sudah menciptakan Anda dalam
sifat yang terbaik.

*Jika Anda ingin menjadi pendidik terbaik maka ikutilah
Allah, Rasulullah, dan orang tua dalan konsep pendidikan
mereka.*

*Selamat berjuang menjadi pendidik terbaik.*

Bimbingan kounseling until anak SMA meraih PTN

Sekedar saran :

Belajar sosiologi, ekonomi, geografi soshum, sejarah....bagi anak2 IPS sudah berlangsung 2 tahun.
Jadi tdk terlalu sulit untuk melanjutkan di tahun ke 3.

Sedangkan bagi anak2 IPA, pd umumnya,  baru mau mulai belajar.

Bagi anak2 IPA yg benar2 akan memilih hanya SOSHUM pd SNMPTN SBMPTN,
maka pilihlah TO (dan juga bimbel) SOSHUM.

Tetapi bagi anak2 IPA yg  ragu2 memilih, atau ingin memilih  SAINTEK dan SOSHUM ( Campuran),......

saya anjurkan tetap fokus hanya IPA/SAINTEK.

Campuran itu sulit. Belajar 4 pelajaran IPA + English + B.Indo + TPA + 4 pelajaran IPS = 11 pelajaran.

Bukan hal yg ringan, jika tidak sungguh2, fokus, tekun.

Fokus = unggul
Bercabang = tumbang.

Mohon pikirkan baik2.

Your choice, your future.🙏🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

 *"Berburu ke padang datar mendapat rusa belang kaki, berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi".*

Artinya/maknanya adalah kalau seseorang itu mau menuntut ilmu dan menjadi orang yang benar-benar berilmu, sukses, unggul dibidangnya, .....

maka ia harus menempuhnya tanpa tanggung-tanggung, ......
tanpa setengah setengah.

Unggul jika :
pilih hanya IPA/SAINTEK,
atau hanya IPS/SOSHUM......

Bukan pilih dua dua nya.

🙏🙏🙏🙏

#copas.

_Semua Murid Semua Guru:_
*"Salah Kaprah Memilih Jurusan"*

Berkuliah, adalah kemewahan yang langka. Hanya 6% penduduk negeri, menjalani pendidikan tinggi. Begitu banyak potensi kontribusi, yang prosesnya dimulai dari titik ini. Saya percaya - memilih jurusan adalah hak sekaligus kewajiban pemuda yang perlu panduan, agar terbebas dari salah kaprah.

1. Memilih jurusan tidak sama dengan memilih pekerjaan

Jurusan hanyalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Di sisi lain, dunia pekerjaan seringkali berubah jauh lebih cepat daripada pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan. Banyak karir yang belum bisa kita bayangkan karena perubahan zaman, atau keterampilan pekerjaan yang tanpa kita disadari, ternyata dibutuhkan. Karenanya, pilihlah jurusan berdasarkan keingintahuan, kemampuan dan potensi. Yang lebih penting, pastikan bahwa kita punya kompetensi lintas disiplin untuk selalu belajar dan beradaptasi.

Khusus untuk profesi yang butuh lisensi praktik tertentu (misalnya dokter atau advokat), tentu penting mencari tahu latar belakang keilmuan yang diperlukan. Namun perlu kita pahami, saat ini banyak sekali profesi dan bidang karya yang bekal utamanya bukan gelar sarjana, tetapi kemampuan kritis, kreatif, etika dan kerjasama.

2. Memilih jurusan bukan sekadar berdasar ranking perguruan tinggi

Setiap penyelenggara maupun penelitian mengenai ranking perguruan tinggi, punya kriteria dan sistem pembobotan berbeda, yang belum sesuai untuk pilihan kita. Misalnya, angka yang tinggi untuk jumlah dosen pemenang nobel - yang belum tentu mengajar di mata kuliah dasar, atau jumlah koleksi buku perpustakaan yang tidak semua sesuai dengan peminatan yang kita sasar.

Perhatikan detil penting dari setiap referensi, terutama yang berkait langsung dengan jurusan studi. Misalnya, berapa banyak riset yang dilakukan profesor bersama mahasiswa, atau kesempatan bekerja di lembaga kemasyarakatan terkemuka. Ranking perguruan tinggi mungkin mengundang decak kagum saat pengumuman penerimaan dipamerkan di media sosial, tetapi bukan jaminan pengalaman kuliah yang bermakna.

3. Memilih jurusan bukan semata karena sarana-prasarana yang besar dan megah.

Pembangunan fasilitas adalah salah satu bagian termudah dari penyelenggaraan pendidikan. Pemeliharaan dan penggunaan secara optimal untuk mencapai tujuan, jauh lebih sulit dilakukan. Banyak kita yang mencari kampus dengan sambungan wifi tercepat, tetapi lupa memastikan seberapa sering teknologi digunakan dalam pelajaran. Misalnya, untuk mengakses jurnal ilmiah atau proyek kolaborasi kampus antarnegara, atau apakah ada pengembangan aplikasi tepat guna yang dihasilkan oleh manajemen universitas untuk memudahkan interaksi dosen dengan mahasiswa.

Kadang, kita melihat balairung serba guna yang ukurannya besar luar biasa - dan mungkin hanya dipakai dua kali (termasuk saat wisuda) sepanjang 4 tahun bersekolah. Kita lupa melihat pengaturan tempat duduk dalam kelas apakah merangsang diskusi dan refleksi atau lebih mendorong dosen untuk ceramah satu arah.

4. Memilih jurusan bukan proses instan

Banyak proses yang ditumbuhkan sejak sekolah menengah yang akan menentukan keberhasilan jangka panjang dalam kehidupan. Jangan semata berfokus pada capaian target try out ujian. Misalnya, dari segi  intelektual, kita menstimulasi pemikiran dengan membaca literatur dari berbagai sudut pandang dan latar belakang. Secara finansial, kita harus melatih perencanaan keuangan.

Memilih jurusan tidak bisa dilakukan dengan modal “katanya”. Pengalaman di bangku kuliah, bisa berbeda antar satu orang dengan lainnya. Seringkali, negatif atau positifnya cerita, bukan soal bagus/tidaknya, tetapi soal kecocokan dan harapan dari yang melaluinya. Pastikan melihat data, berbincang dengan berbagai alumni, dengan reputasi terpercaya. Contohnya, praktisi yang mempekerjakan banyak lulusan dari fakultas yang sama.

Dalam proses pemilihan, wajar kalau kita mengalami kegalauan, namun tetap lewati dengan bersemangat. Dimulai dari ekplorasi diri dan apa yang diminati, apa yang senang dilakukan bahkan tanpa bayaran. Proses ini butuh dilanjutkan dengan pendalaman, misalnya dengan mengikuti kompetisi atau magang di organisasi. Tahapannya jangan terlewat, karena sangat membantu remaja untuk menuju kedewasan. Penjurusan yang sifatnya karbitan, penuh pembatasan, miskin teladan - apalagi dipaksakan, akan sangat merugikan.

5. Memilih jurusan tidak bijak diserahkan pada keputusan orangtua

Pengendali utama proses pemilihan jurusan seyogyanya adalah sang calon mahasiswa. Bagaikan belajar berkendara, saat anak menjelang dewasa - orangtua perlu terlibat dengan cara yang berbeda. Membantu navigasi dengan memberi opsi, memberikan rambu-rambu dengan menceritakan pengalaman yang dialami diri atau anggota keluarga di masa lalu.

Pastikan anak merasa berdaya saat mengambil keputusan, karena kemandiriannya harus terus ditumbuhkan. Setelah kuliah nanti anak akan dituntut mengambil keputusan-keputusan lanjutan (misalnya; memilih bidang studi antarfakultas atau calon pasangan - mendorong demokrasi di kampus dan menyuarakan aspirasi di jalanan). Tidak mudah untuk menjadi orangtua yang legawa. Yang mungkin membantu menenangkan - sebagian besar anak sebetulnya mengakui bahwa mereka terinspirasi orangtuanya. Percakapan bahkan perdebatan yang dilalui anak dan keluarga - termasuk proses berpisah kota atau negara - adalah pelajaran yang sangat berharga.

Pada murid, guru dan orangtua, saya juga sering mengingatkan - tempat yang cocok dan akan menunjang kesuksesan, bukan hanya satu jurusan atau kampus tertentu yang kita suka mati-matian. Ada banyak kemungkinan dan pilihan, tidak ada jurusan atau kampus yang akan memenuhi semua kriteria dan kebutuhan, tetapi kita bisa mengendalikan keberhasilan dengan mengambil manfaat maksimal dari semua pelajaran dalam perjalanan.

*#melawanmiskonsepsi*
*#semuamuridsemuaguru*

Thursday, July 26, 2018

 Soal dari BISA

﷽
-----------------------

🌹🌹🌹 SOAL KUBIS ALUMNI 🌹🌹🌹
🌹🌹🌹 26 Juli 2018 | 20.00 - 21.00🌹🌹🌹


 إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

﴾ Al Qalam:7 ﴿
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

❗❗Perhatikan Perintah Soal dengan Baik.

❗❗Carilah kata yang berasal fi'il shahih salim dari ayat di atas, dan tulislah fi'il shahih salimnya.
1. Ubahlah fi'il shahih salim tersebut ke bentuk isim maf'ul, lalu tashrif lughowi lah isim maf'ul-nya.
2. Ubahlah fi'il shahih salim tersebut ke bentuk fi'il mudhori, lalu tashrif lughowilah fi'il mudhori-nya.

✍ Peserta dengan jawaban paling cepat dan benar dari seluruh group alumni ( ikhwan dan akhwat ) akan mendapatkan hadiah pulsa.

✍ Jawaban ditulis dengan harakat lengkap.


جاهدوا ومعكم النجاح

 ﷽

أَعْلَمُ

  *عَلِمَ -يَعْلَمُ*

🍃 مَعْلُوْمٌ
مَعْلُوْمَانِ / مَعْلُوْمَيْنِ
مَعْلُوْمُوْنَ / مَعْلُوْمِيْنَ

مَعْلُوْمَةٌ
مَعْلُوْمَتَانِ / مَعْلُومَتَيْنِ
مَعْلُوْمَاتٌ

🍃 يَعْلَمُ
يَعْلَمَانِ
يَعْلَمُوْنَ

تَعْلَمُ
تَعْلَمَانِ
يَعْلَمْنَ

تَعْلَمُ
تَعْلَمَانِ
تَعْلَمُوْنَ

تَعْلَمِيْنَ
تَعْلَمَانِ
تَعْلَمْنَ

أَعْلَمُ
نَعْلَمُ