Sunday, January 20, 2019

*REVISI*

🔐 *KJ WAAJIBAAT PEKAN 4*🔐

🔗 *BINA REGULER 11*


*١.* عَامِلٌ مَرِيْضَانِ ❌

🛡 Terjemah: _Pekerja (laki laki) itu sakit_

🛡 Tidak DARI. Mubtada  عَامِلٌseharusnya ma'rifat, yang benar  *اَلْعَامِلُ*

🛡 Tidak MALANG. Mubtada merupakan isim mufrad, sehingga khobarnya juga harus mufrod,  مَرِيْضَانِ  yg benar *مَرِيْضٌ*

🛡 Kalimat yg benar : *العَامِلُ مَرِيْضٌ*

💎 Nilai = 12.5
🌯 Nilai bonus = (jumlah 🛡yang benar × 3.1)

                          🔹🔹🔹🔹🔹🔹

*٢.*  المَلَابِسَ رَخِيْصٌ❌

🛡 Terjemah : _Pakaian-pakain itu murah (harganya)_

🛡 Mubtada harus marfu : المَلاَبِسَ   yang benar  *المَلاَبِسُ*

🛡 Tidak  *Manis,* mubtada dan khabar harus sama jenis. Karena mubtada jamak taksir lighoiril aqil maka khabarnya dihukumi mufrod muannatsرَخِيْصٌٌ yang benar *رَخِيْصَةٌ*

🛡 Kalimat yang benar :
*اَلْمَلَابِسُ رَخِيْصَةٌ*

💎 Nilai = 12.5
🌯 Nilai bonus = (jumlah 🛡yang benar × 3.1)

                                 
                             🔹🔹🔹🔹🔹🔹

*٣.* دَرَّاجَاتٌ جَدِيْدٌ ❌

🛡 Terjemah : _Sepeda-sepeda itu baru_

🛡 Mubtada tidak ma'rifat (DARI), seharusnya mubtada pada jumlah ismiyyah ma'rifat,  ٌدَرَّجَات  yang benar *اَلدَّرَّاجَاتُ*

🛡Khobar tidak sama jenisnya (MANIS), seharusnya mubtada isim jamak muannats salim lighairi 'aqil maka khobarnya berupa isim mufrod muannats, جَدِيْدٌ yang benar *جَدِيْدَةٌ*

🛡Kalimat yang benar:
 *اَلدَّرَّاجَاتُ جَدِيْدَةٌ*

💎 Nilai = 12.5
🌯 Nilai bonus = (jumlah 🛡yang benar × 3.1)

                                    🔹🔹🔹🔹🔹🔹


*٤.* فَلَّاحَتَانِ نَشِيْطَانِ ❌

🛡 Terjemah: _Dua petani wanita itu giat_

🛡 Tidak MANIS. Khobar نَشِيْطَانِ seharusnya muannats, yang benar *نَشِيْطَتَانِ*

🛡 Tidak DARI. Mubtada فَلَّاحَتَانِ seharusnya ma'rifat, yang benar *الفَلاَّحَتَانِ*

🛡 Kalimat yang benar:
 *اَلۡفَلَّاحَتَانِ نَشِيْطَتَانِ*

 💎 Nilai = 12.5
🌯  Nilai bonus = (jumlah 🛡yang benar × 3.1)

                                   🔹🔹🔹🔹🔹🔹


*٥.*  المُجْتَهِدِيْنَ ناجِحَتَيْنِ ❌

🛡Terjemah: Orang orang yang bersungguh sungguh itu sukses

🛡 Mubtada dan khobar tidak marfu' (MADU), seharusnya mubtada isim jamak mudzakkar salim marfu' dengan وْنَ, dan khobar pun marfu المُجْتَهِدٍيْنَ   yang benar  *المُجْتَهِدُوْنَ*

🛡Khabar tidak sama jenis (MANIS),  ناجِحَتَيْنِ   yang benar adalah  *نَاجِحُوْنَ*

🛡 Tidak sama bilangan (MALANG) seharusnya apabila mubtada isim jamak mudzakar khobar juga jamak mudzakar, نَاجِحَتَيْنِ yang benar adalah  *نَاجِحُوْنَ*

🛡Kalimat yang benar:
*المُجْتَهِدُوْنَ نَاجِحُوْنَ*

💎 Nilai = 12.5
🌯  Nilai bonus = (jumlah 🛡yang benar × 2.5)

                                  🔹🔹🔹🔹🔹🔹


*٦.* القَائِدَانِ مُوَفِّقَانِ ✅ (🛡2)


🛡 Terjemah : _Dua pemimpin itu sukses /sepakat_

💎 Nilai = 12.5
🌯  Nilai bonus = 12.5 - (jumlah 🛡yang salah × 4.2)

                                   🔹🔹🔹🔹🔹🔹


*٧.*  اَلتَّلَامِيْذُ أَذْكِيَاءُ ✅ (🛡2)


🛡 Terjemah : _Para murid itu cerdas-cerdas_

💎 Nilai = 12.5
🌯  Nilai bonus = 12.5 - (jumlah 🛡yang salah × 4.2)

                             🔹🔹🔹🔹🔹🔹


*٨*. اَلْفَلَّاحُ قَوِيُّوْنَ ❌

🛡 Terjemah: _Seorang petani (lk) itu kuat_

🛡 Tidak MALANG. Mubtada merupakan isim mufrad, sehingga khobarnya juga harus mufrod, قَوِيُّوْنَ  yang benar *قَوِيٌّ*

🛡 Kalimat yang benar:
 *اَلْفَلَّاحُ قَوِيٌّ*

💎 Nilai = 12.5
🌯  Nilai bonus = (jumlah 🛡yang benar × 4.2)

                                        🔹🔹🔹🔹🔹🔹


🖊 *Total nilai bagian 1⃣ jika benar semua  💯*

🖊 *Penilaian bagian 2⃣* _Membuat Kalimat_

*~* Variabel yang dinilai terdiri dari :
  *a.* Mubtada
  *b.* Khobar
  *c.* Terjemah

*~* Jika salah, maka masing-masing -3.7

🖊 Jika jawaban poin *a* sampai *i* benar semua maka total nilai dibulatkan menjadi 💯


✒ *Total Nilai =*

(Total Nilai Soal 1 + Total Nilai Soal 2) : 2 = *Nilai*


                                🔹🔹🔹🔹🔹🔹

بـــــارك اللّٰــــــــــے فيــــــــكم
ومــعكم النــــجاح ....
*--- ۞ Kunci Jawaban Waajibaat Pekan 3 ۞ ---*

*_BINREG 11_*


*١) يَصُدَّانِ فَلَّاحَتَيْنِ الطُّيُوْرُ* ❌

🛡 Terjemahan :
_"Dua petani (pr) sedang mengusir burung-burung itu"_

🛡 Fi'il (يَصُدَّانِ) tidak FIRA. Seharusnya يَصُدُّ

🛡 Fi'il (يَصُدُّ) tidak MANIS dengan Fa'ilnya. Seharusnya تَصُدُّ

🛡 Fa'il (فَلَّاحَتَيْنِ) tidak FARA. Seharusnya فَلَّاحَتَانِ

🛡 Maf'ul bih (الطُّيُوْرُ) tidak MANA. Seharusnya الطُّيُوْرَ

🛡 Kalimat yang benar :
*تَصُدُّ فَلَّاحَتَانِ الطُّيُوْرَ*


🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = (jumlah 🛡 yang benar × 2,1)


🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰


*٢) اِسْتَعَارَ سُعَادُ كُتُبًا*❌

🚋 Terjemahan :
_"Su'ad telah meminjam buku-buku"_

🚋 Fi'il (اِسْتَعَارَ) tidak MANIS dengan Fa'ilnya. Seharusnya اِسْتَعَارَتْ

🚋 Kalimat yang benar :
*اِسْتَعَارَتْ سُعَادُ كُتُبًا*


🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = (jumlah 🚋 yang benar × 4,2)


🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰


*٣) قَشَرَ عَدْنَانٌ فَوَاكِهًا* ❌

🌙 Terjemahan :
_"Adnan telah mengupas buah-buahan"_

🌙 Fa'il (عَدْنَانُ) termasuk isim ghairu munsharif sehingga tidak boleh bertanwin. Seharusnya عَدْنَانُ

🌙 Maf'ul bih (فَوَاكِهًا) termasuk isim ghairu munsharif sehingga tidak boleh bertanwin. Seharusnya فَوَاكِهَ

🌙 Kalimat yang benar :
*قَشَرَ عَدْنَانُ فَوَاكِهَ*

🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = (jumlah🌙 yang benar × 3,1)


🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰


*٤) يَشْتَرِيْ الْحَلَّاقُ أَمْشَاطًا* ✅ (🚚3)

🚚 Terjemahan :
_"Tukang cukur (lk) itu sedang membeli sisir-sisir"_

🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = 12,5 - (jumlah 🚚 yang dianggap salah × 3,1)


🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰


*٥) كَرَّمَتِ المُسْلِمُوْنَ أَئِمَّةً* ❌

✨Terjemahan :
_"Orang-orang Islam (lk) itu telah menghormati para imam"_

✨ Fi'il (كَرَّمَتِ) tidak MANIS dengan Fa'ilnya. Seharusnya كَرَّمَ

✨ Kalimat yang benar :
*كَرَّمَ المُسْلِمُوْنَ أَئِمَّةً*


🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = (jumlah✨ yang benar × 4,2)


🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰


*٦) لَعَنَ اللّٰهُ المُتَنَمِّصَاتِ*✅ (🚜3)

🚜 Terjemahan :
_" Allah telah melaknat para wanita yang menghilangkan bulu diwajah"_

🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = 12,5 - (jumlah 🚜 yang dianggap salah × 3,1)


🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰


*٧) دَرَّبُوْا المُدَرِّبُوْنَ الرِّيَاضِيُّوْنَ*❌

📚 Terjemah :
_"Para pelatih (lk) itu telah melatih para atlit (lk) itu"_

📚 Fi'il (دَرَّبُوْا) tidak FIRA, Seharusnya دَرَّبَ

📚 Maf'ul bih (الرِّيَاضِيُّوْنَ) tidak MANA, Seharusnya الرِّيَاضِيِّيْنَ

📚 Kalimat yang benar :
*دَرَّبَ المُدَرِّبُوْنَ الرِّيَاضِيِّيْنَ*


🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = (jumlah📚 yang benar × 3,1)


🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰


*٨) خَاطَتِ الخَيَّاطَتَانِ عَبَايَتَيْنِ*✅ (☂3)

☂ Terjemahan :
_"Dua penjahit (pr) itu telah menjahit dua gaun"_


🔖 Nilai = 12,5
🏷 Nilai bonus = 12,5 - (jumlah ☂ yang dianggap salah × 3,1)


➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰


🏆 Total nilai bagian 1 jika benar semua adalah 💯

✍🏻Penilaian bagian 2⃣ : Membuat Kalimat

🖍 Variabel yang dinilai terdiri dari :

① Fi'il muta'addiy
② Fa'il
③ Maf'ul bih
④ Terjemah

📌Jika salah, maka masing-masing -2,7


🏆 Jika jawaban poin *a* sampai *i* benar semua maka total nilai dibulatkan menjadi 💯


✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻

*Total Nilai =*
(Total Nilai Soal 1 + Total Nilai Soal 2) : 2 = *Nilai*

🔐🔐🔐🔐🔐🔐🔐
🔑🇰​🇺​🇳​🇨​🇮​ 🇯​🇦​🇼​🇦​🇧​🇦​🇳​🔑

*WAAJIBAAT PEKAN  2⃣ BINA REGULER 11*

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
✍🏻 Penilaian Bagian 1⃣ : Koreksi Kalimat

📌 Jika jawaban sesuai KJ, maka nilai = 10
📌 Jika jawaban ada yang keliru maka berlaku nilai bonus.
📌 Nilai bonus tertera pada masing-masing nomor.


➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

١.  تَبَاحَثْنَ الْبَعْثَيْنِ ❌
*SALAH*

🍄 Tidak FIRA. Seharusnya fi'il dalam bentuk mufrad. ➡ تَبَاحَثَ

🍄 Fi'il tidak MANIS dengan fa'il. Seharusnya fi'il dalam bentuk mudzakkar karena mengikuti fa'il yang mudzakkar. ➡ تَبَاحَثَ

 🍄 Tidak FARA. Seharusnya fa'il dalam keadaan rafa' yakni dengan alif karena fa'il adalah isim mutsanna. ➡ البَعْثَانِ

🍄 Kalimat yang benar :

تَبَاحَثَ الْبَعْثَانِ ✅

🍄 Terjemah: _Kedua delegasi pria itu telah berdiskusi/berunding._

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai bonus = jumlah 🍄 yang benar × 2

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

٢. يُسَافِرَانِ الْمُدَرِّسِيْنَ ❌
*SALAH*

🧳 Tidak FIRA. Seharusnya fi'il dalam bentuk mufrad. ➡يُسَافِرُ

🧳 Tidak FARA. Seharusnya fa'il dalam keadaan rafa' yakni dengan wawu karena fa'ilnya jamak mudzakkar salim.➡الْمُدَرِّسُوْنَ

🧳 Kalimat yang benar:

يُسَافِرُ الْمُدَرِّسُوْنَ ✅

🧳 Terjemah: _Para guru (laki-laki) itu sedang bepergian/bersafar._

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai = jumlah 🧳 yang benar × 2,5

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

٣.  اِنْطَفَؤُوْا الْمَصَابِيْحُ ❌
*SALAH*

💡 Tidak FIRA. Seharusnya fi'il dalam bentuk mufrad. ➡ اِنْطَفَأَتْ

💡 Fi'il tidak MANIS dengan fa'il. Seharusnya fi'il dalam bentuk muannats karena fa'ilnya berupa jamak taksir lighairi 'aaqil.  ➡ اِنْطَفَأَتْ

💡 Kalimat yang benar :

اِنْطَفَأَتِ الْمَصَابِيْحُ ✅

💡Terjemah: _Lampu-lampu itu telah padam._

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai = jumlah 💡yang benar × 2,5

*Catatan tambahan:*

✍ Kata اِنْطَفَأَتِ awalnya adalah اِنْطَفَأَتْ yang diharakati kasrah untuk menghindari 2 tanda sukun (yakni pada اِنْطَفَأَتْ dan pada alif/hamzah washal)

✍ Jika ada yang menjawab اِنْطَفَأَتْ, maka dibenarkan.

✍ Kata المَصَابِيْحُ adalah jamak taksir li ghairi 'aaqil sehingga lebih utama menggunakan fi'il bentuk muannats.

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

٤.  كَثُرَتِ الْكُنُوْزُ ✅ (2💍)
*BENAR*

💍 Terjemah: _Harta-harta simpanan itu telah bertambah banyak._

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai = 10 - (jumlah 💍yang dianggap salah × 3,3)

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

٥. تَيَسَّرْنَ الْإِمْتِحَانِ ❌
*SALAH*

✈ Tidak FIRA. Seharusnya fi'il dalam bentuk mufrad. ➡ تَيَسَّرَ

 ✈ Tidak FARA. Seharusnya fa'il dalam keadaan rafa' yakni dengan harakat dhammah karena fa'il adalah isim mufrad. ➡ الْإِمٔتِحَانُ

✈Fi'il tidak MANIS dengan fa'il. Seharusnya fi'il mudzakkar mengikuti fa'il yang mudzakkar. ➡تَيَسَّرَ

✈ Kalimat yang benar :

تَيَسَّرَ الْإِمٔتِحَانُ ✅

✈ Terjemah: _Ujian itu telah menjadi mudah._

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai = jumlah ✈ yang benar × 2

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

*٦. يَسْتَأْذِنُوْنَ الطَّالِبَاتُ* ❌
*SALAH*

💦 Tidak FIRA, seharusnya fi'ilnya dalam bentuk mufrad. ➡تَسْتَأْذِنُ

💦  Fi'il tidak MANIS dengan fa'il. Seharusnya fi'ilnya muannats mengikuti fa'il yang muannats. ➡تَسْتَأْذِنُ

💦 Kalimat yang benar:
تَسْتَأْذِنُ الطَّالِبَاتُ ✅

💦 Terjemah: _Para pelajar wanita itu sedang meminta izin_

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai bonus = jumlah 💦 yang benar × 2,5

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

*٧.تَشَكَّرَتْ بَائِعَةٌ* ✅ (☂2)
*BENAR*

☂ Terjemah: _Penjual wanita telah bersyukur_

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai bonus = 10 - (jumlah ☂ yang dianggap salah × 3,3)

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

*٨.تَعَارَفَتَا المُدَرِّبَتَيْنِ* ❌
*SALAH*

🌤 Tidak FIRA, seharusnya fi'ilnya dalam bentuk mufrad. ➡تَعَارَفَتْ

🌤 Tidak FARA, seharusnya fa'ilnya dalam keadaan rafa' yakni dengan alif. ➡المُدَرِّبَتَانِ

🌤 Kalimat yang benar:
تَعَارَفَتِ المُدَرِّبَتَانِ

🌤 Terjemah: _Kedua pelatih olahraga wanita itu saling mengenal_

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai bonus = jumlah 🌤 yang benar × 2,5

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

*٩. اِنْقَعَرْنَ الأَشْجَارَ*❌
*SALAH*

🍭 Tidak FIRA, seharusnya fi'ilnya mufrad (tunggal). ➡اِنْقَعَرَتْ

🍭 Tidak FARA. seharusnya fa'il dalam keadaan rafa' yaitu dengan dhammah karena fa'il berupa jamak taksir. ➡الأَشْجَارُ

🍭 Kalimat yang benar:

اِنْقَعَرَتِ الأَشْجَارُ✅

🍭 Terjemah: _Pohon-pohon itu telah tumbang/mati_

🔖Nilai = 10
 🏷 Nilai bonus = jumlah 🍭 yang benar × 2,5

➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

*١٠. يَتَنَازَعُوْنَ الْمُوَظَّفَاتِ* ❌
*SALAH*

🌊 Tidak FIRA. Seharusnya fi'il dalam bentuk mufrad.➡ تَتَنَازَعُ

🌊 Tidak FARA, seharusnya fa'ilnya RAFA' yakni dengan dhommah karena fa'il adalah jamak muannats salim.➡ المُوَظَّفَاتُ

🌊 Fi'il tidak MANIS dengan fa'il. Seharusnya fi'il muannats mengikuti fa'il yang muannats. ➡تَتَنَازَعُ

🌊 Kalimat yang benar:

تَتَنَازَعُ المُوَظَّفَاتُ ✅

🌊 Terjemah: _Para karyawan perempuan itu sedang saling berdebat_

🔖 Nilai = 10
🏷 Nilai bonus = jumlah 🌊 yang benar × 2


➰❄➰❄➰❄➰❄➰❄➰

🏆 Total nilai bagian 1 jika benar semua adalah 💯

✍🏻Penilaian bagian 2⃣ : Membuat Kalimat

🖍Variabel yang dinilai terdiri dari :
① Fiil lazim
② Fail
③ Terjemah

📌Jika salah maka masing-masing -3
📌 Jika tholibah menggunakan fi'il muta'addy dan maf'ul bih, maka fi'il dan terjemahan dinilai salah (minus 6) dan penambahan  maf'ul bih minus 1

🖊Contoh Penilaian:

 قَرَأَ أَحْمَدُ الكِتَابَ
 _Ahmad membaca sebuah buku_
🖋Fi'il ❌
🖋Fa'il ✅
🖋 Terjemah ❌
🖋 Penambahan maf'ul bih❌
Nilai = 11,1 - {(2×3) + 1} = 11,1-7= 4,1

اِشْتَرَى فَاطِمَةُ القَلَمَ
 _Fatimah membeli sebuah pena_
🖋Fi'il❌
🖋Fa'il❌
🖋Terjemah❌
🖋Penambahan maf'ul bih❌
Nilai = 11,1 - {(3×3) + 1)} = 11,1-10=1,1

🔖Nilai = 11,1
🏷Nilai Bonus : 11,1 - {( jumlah salah × 3) + 1)}


🏆 Jika jawaban poin *a* sampai *i* benar semua maka total nilai dibulatkan menjadi 💯

✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻
*Total Nilai =*
(Total Nilai Soal 1 + Total Nilai Soal 2) : 2 = *Nilai*


🔐🔐🔐🔐🔐🔐🔐
*REVISI*

🔐 *KJ WAAJIBAT PEKAN 1* 🔐

          📚 *BINA REGULER 11*


📜 QS. Al Kahfi (18): Ayat 17 📜

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

_Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya._

١. الشَّمْسَ
➡ Ma'rifah, mu'rob, munsharif
🎁 إِذَا
➡ Mabniy
٢. كَهْفِ
➡ Ma'rifah, mu'rob, munsharif
٣. هِمْ
➡ Ma'rifah, Mabniy
٤. ذَاتَ
➡ Ma'rifah, mu'rob
٥. الْيَمِينِ
➡ Ma'rifah, mu'rob, munsharif
🎁 إِذَا
➡ Mabniy
٦. هُمْ
➡ Ma'rifah, mabniy
٧. ذَاتَ
➡ Ma'rifah, mu'rob
٨ الشِّمَالِ
➡ Ma'rifah, mu'rob, munsharif
٩. هُمْ
➡ Ma'rifah, mabniy
١٠. فَجْوَةٍ
➡ Nakiroh, mu'rob, munsharif
١١. هُ
➡ Ma'rifah, mabniy
١٢. ذَٰلِكَ
➡ Ma'rifah, mabniy
١٣. آيَاتِ
➡ Ma'rifah, mu'rob, munsharif
١٤. اللَّهِ
➡ Ma'rifah, mu'rob
🎁 مَن
➡ mabniy, nakiroh
١٥. اللَّهُ
➡ Ma'rifah, mu'rob
١٦. هُوَ
➡ Ma'rifah, mabniy
١٧. الْمُهْتَدِ
➡ Ma'rifah, mu'rob, munsharif
🎁 مَن
➡ Mabniy, nakiroh
١٨. هُ
➡ Ma'rifah, Mabniy
١٩. وَلِيًّا
➡ Nakiroh, mu'rob, munsharif
٢٠. مُّرْشِدًا
➡ Nakiroh, mu'rob, munsharif


🔰 *PEDOMAN PENILAIAN :*

1⃣. Nilai maksimal 💯

2⃣. Jumlah isim yang ditemukan pada soal pekan 1 adalah *20*

Maka bobot nilai/ isim yaitu : *100 / 20 = 5*

3⃣. Jika ada poin yang salah/ keterangan kelompok tidak lengkap pada setiap isim, maka dikurangi *1,5*.

*Note :*
🎁 *Bonus tidak dihitung*
✍🏻 *Untuk kata ذات bila dijawab munsharif/igm jangan disalahkan*


بارك الله فيــكم معكم النــجاح وجاهدوا ..... ✊🏻✊🏻
Bahasa Arab

 بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدللّه رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين ، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ، أما بعد٠٠٠


*📜 الدَّرْسُ الْخَامِسُ*
*🍒 Pelajaran ke-5*
      —————————

           *🍒مُضَافٌ وَ مُضَافٌ إلَيْه*
    *_( Mudhoofun wa Mudhoofun Ilaihi )_*

 ⇉Mudhoof adalah kata yang disandarkan
 ⇉Mudhoofun ilaihi adalah kata yang menjadi sandaran.
✒Mudhoof wa Mudhoofun ilaihi disebut juga Idhoofah (penyandaran) .
✒Idhoofah artinya kata majemuk (lebih dari satu kata) *tapi yg dimaksud hanya satu yaitu mudhoofnya*, sedangkan *kata yg disandarkan kepadanya* (bukan kata yg dimaksud) dinamakan mudhoofun ilaihi.
 Contoh :
١. كِتَابُ مُحَمَّدٍ
 _(kitaabu muhammadin)_
⇒ kitabnya Muhammad

✒Kitaabu Muhammadin maka yg dimaksud adalah _"kitabnya" bukan _"Muhammadnya"._
keterangan :
(Kitaabu) كِتَابُ sebagai mudhoof
(Muhammadin)  مُحَمَّدٍ sebagai Mudhoofun ilaihi.
———————————
٢. دُكَّانُ التَّاجِرِ
 _(dukkaanut taajiri)_
⇒tokonya pedagang itu.
keterangan :
دُكَّانُ = مُضَافٌ
التَّاجِرِ = مُضَافٌ إلَيْهِ
———————————
٣. دَفْتَرُ عَمَّارٍ
 _(Daftaru 'ammarin)_
⇒Bukunya 'Ammar
keterangan :
دَفْتَرُ = مُضَافٌ
 عَمَّارٍ = مُضَافٌ إلَيْهِ
———————————
✒Jika mubtada' khobar , maka ia sudah berupa _kalimat sempurna walau terdiri dari 2 kata._
Namun berbeda keadaanya dengan Mudhoof wa mudhoofun ilaihi (idhoofah) , yang mana
Idhoofah _belum bisa disebut jumlah (kalimat sempurna)_ walau dia terdiri dari 2 kata atau lebih akan tetapi masih berupa isim ma'rifah (kata benda).

✒ ketentuan-ketentuan mudhoof :
≫ letaknya selalu diawal kata majemuk (sebelum mudhoofun ilaihi).
≫Tidak boleh beralif lam dan tidak boleh ditanwin.
≫Harokatnya bisa marfuu' (dhommah) atau manshuub (fathah) ataupun majruur (kasroh) tergantung  kedudukannya.

✒ ketentuan-ketentuan mudhoofun ilaihi :
≫Harus majruur (kasroh)
≫ Harus ma'rifah (nama orang / isim selain nama org yang diberi alif lam).
≫ Jika mudhoofun ilaihi lebih dari satu maka mudhoofun ilaihi yang terakhir baru di ma'rifahkan, sedangkan mudhoofun ilaihi sebelumnya tetap dikasroh tapi dalam bentuk nakiroh dan tidak ditanwin.
Contoh:
🔹 بَابُ بَيْتِ الْمُدِيْرِ
_(baabu baitil mudiiri)_
⇒pintu rumahnya kepala sekolah
Ket:
→(baabu)  بَابُ : mudhoof (marfuu' dengan dhommah).
→(baiti)  بَيْتِ : mudhoofun ilaihnya baabu dan mudhoofnya al mudiiri (sehingga ia majruur dengan kasroh dan nakiroh tidak bertanwin.
→(al mudiiri)  الْمُدِيْرِ : mudhoofun ilaihi (harokat akhirnya majruur dan brntuk ma'rifah).

Maka perhatikan 👆🏻walaupun terdiri dari tiga kata namun hakekatnya hanya satu kata yg dimaksud yaitu kata _pintu (باب)._

———————————
*KESIMPULAN*

✒Mudhoof itu cuma satu kata,tidak beralif lam dan tidak ditanwin,harokatnya bisa berubah  sesuai kedudukannya.
✒Mudhoofun ilaihi datang setelah mudhoof  dan dia bisa lebih dari satu kata serta selalu majruur (kasroh).
✒Apabila mudhoof wa mudhoofun ilaihi sudah bergabung menjadi satu maka mudhoof  wa mudhoofun ilaihi sudah disebut _isim ma'rifah_  bukan jumlah.
✒Apabila mudhoof letaknya di depan kalimat, maka ia berkedudukan sebagai mubtada'.
Contoh :
🔹قَلَمُ خَالِدٍ جَدِيْدٌ 
(Qolamu Khoolidin jadiidun)
⇒Penanya Kholid baru
Keterangan :
← قَلَمُ خَالِدٍ : مُبْتَدَأٌ ('mubtada)

Mubtada'nya berupa mudhoof wa mudhoofun ilaihi👇
←قَلَمُ : مُضَافٌ (mudhoof)
←خَالِدٍ  : مُضَافٌ إلَيْهِ (mudhoofun ilaih)

←جَدِيْدٌ : خَبَرٌ (khobar)

✒Apabila mudhoof wa mudhoofun ilahi letaknya di belakang maka kedudukanya sebagai khobar.
Contoh :
🔹هَذَا قَمِيْصُ عَلِيٍّ
(Haadzaa qomiishu 'Aliyyin )
⇒ini kemejanya Ali
Keterangan:
←هَذَا  : مُبْتَدَأٌ
_(Karena isim isyaroh termasuk isim ma'rifah maka ia tidak mungkin sebagai mudhoof)_

←قَمِيْصُ عَلِيٍّ : خَبَرٌ

_Dimana khabarnya berupa mudhoof wa mudhoofun ilaihi._
←قَمِيصُ : مُضَافٌ
←عَلِيٍّ :  مُضَافٌ إلَيْهِ
〰〰〰〰〰〰〰〰
🖊Mudhof wa mudhofun ilaihi satu paket di dalam ke dudukannya, oleh karena satu paket maka tidak dapat dipisahkan. Misal sebagai mubtada` maka mudhof wa mudhofun ilaihi satu kesatuan sebagai mubtada` (bukan mudhofnya saja atau mudhofun ilaihinya saja) melainkan segaris utk semua. begitupun jika sebagai khobar dan seterusnya.
Misal :
*بَابُ المسجدِ* المغلقُُ.
باب المسجد = المبتدأ
مُغؑلَقُُ = الخبر.
*_ciri satu paket biasanya setelah kata tersebut kata berikutnya berharokat kasroh ( majruur )._*

✒ untuk mengetahui rangkaian kata tersebut mudhoof wa mudhoofun ilaihi bisa dengan beberapa cara :
- mengetahui ciri-cirinya (syarat-syaratnya /ketentuannya yg sdh dijelaskan di atas)
- mengetahui maknanya (bermakna 'nya/punya')
atau beberapa isim tapi yg dimaksud / ditunjuk satu benda.
- isim berbentuk mudhoof wa mudhoofun ilaihi bisa terlihat / nampak (bukan kata sifat & tidak abstrak).

✒Mubtada' yg berupa mudhoof wa mudhoofun ilaihi, tidak boleh berbentuk syibhul jumlah (zhorof / isim-isim yang memajrurkan isim setelahnya) karena zhorof dia mudhoof tapi tetap sebagai khobar walau letaknya boleh didahulukan dari mubtada'.
_......(baca lagi penjelasan yg lalu) tentang syibhul jumlah pd khobar)....._

Contoh :

🔹 تَحْتَ الْمَكْتَبِ حَقِيْبَةُ الْمُدَرِّسِ
_(tahtal maktabi haqiibatul mudarrisi)_
⇒ di bawah meja itu tasnya pak guru.
 Keterangan:
← تَحْتَ الْمَكْتَبِ  :
sebagai khobar muqoddam.
_(Khobar yang didahulukan karena mudhofnya berbentuk zhorof (kata keterangan tempat)_

← حَقِيْبَةُ الْمُدَرِّسِ  :
sebagai  mubtada` muakhkhor.
_(Mubtada' yang diakhirkan, berbentuk mudhoof wa mudhoofun ilaihi)_

✒Mudhoof wa mudhoofun ilahi yang terdiri dari isim istifhaam selalu berkedudukan sebagai khobar.
contoh :
🔹كِتَابُ مَنْ هَذَا ؟ هَذَا كِتَابُ مُحَمَّدٍ .

_(kitaabu man haadzaa ? haadzaa kitaabu)_ _muhammadin_
⇒ buku siapakah ini?
ket :
←كِتَابُ مَنْ : خبر مقدم

_khobar muqoddam berbentuk idhoofah._
_كِتَابُ : مضاف_
  _مَنْ : مضاف إليه_

←هَذَا : مبتدأ مؤخر

✒Apabila kita menjumpai kalimat mubtada' khobar didahului oleh  _isim yg tidak beralif lam dan tidak bertanwin_ kemudian diikuti isim ma'rifah maka itulah bentuk mudhoof wa mudhoofun ilaihi.
✒Idhoofah adalah salah satu ciri isim ma'rifah.
————————————
Bersambung......

والله أعلم بالصواب......

*✍🏻أم قدامة ريكا بنت رضوان*

💫🔹💫🔹💫🔹💫🔹💫

📜 *PELAJARAN KE 5* 📜

*بسم الله الرحمن الرحيم*

💦  *الْإِضَافَةُ* 💦
      (PENYANDARAN)


*IDHOFAH*

🔹 *Apa sih idhofah itu?*

📚 *_Idhofah_* adalah bertemunya  2 isim atau
lebih yang menghasilkan makna baru (kalimat
majemuk)
Isim yang pertama disebut *_mudhof_*  dan isim yang mengikuti disebut *_mudhof ilaih_*
sebagian besar  mudhof mudhof ilaih bermakna *_mirip kepemilikan_* walau tidak semua nya karena tergantung konteksnya

👉Misalnya kata *"Buku"* bertemu atau diikuti kata *"Muhammad"* maka akan membentuk satu kata baru yaitu *"Buku  Muhammad"*
yang maksudnya adalah *"Buku milik Muhammad"*

🔶Contoh dalam bahasa arab👇🏼

✏ *أصحابُ الجنةِ*
 
 berasal dari kata ُأصحاب (ashhaabun) artinya para penghuni dan kata ِالجنة (aljannatu) artinya surga menjadi satu kata yang dibaca "ashhabul jannati" artinya para penghuni (di) surga.

✏ *رسولُ اللهِ*   

berasal dari kata رسول (rosuulun) artinya utusan dan kata الله (allahu) artinya Allah menjadi satu kata yang dibaca "rosuulullahi" artinya *utusan (dari) Allah*

✏ *بيتُ حامدٍ*   

 berasal dari kata *بيت* (baitun) artinya *rumah* dan kata *حامد* (Hamid) artinya Hamid menjadi satu kata yang dibaca *"BaituHaamidin"* artinya *rumah (milik) Hamid*

♦ Kesimpulan:

1⃣.berdasarkan contoh diatas mudhaf memiliki makna DARI,DI(DALAM), MILIK

2⃣Yang disebut *mudhaf* pada contoh di atas adalah kata *أصحاب* (ashhabun), *رسول*  (rosuulun), *بيت*  (baitun).

3⃣Yang disebut *mudhof ilaih* pada contoh di atas adalah kata *الجنة* (aljannatu), *الله*  (allahu),  *حامد*  (Hamid)

4⃣Cara membaca isim pertama yang menempati posisi mudhaf, bacaan huruf akhirnya adalah *"u"*  (tapi ini untuk sementara)

5⃣Cara membaca isim kedua yang menempati posisi mudhof ilaih,bacaan huruf akhirnya adalah *"i"*
6⃣Secara umum, fungsi idhafah adalah menjadikan isim nakirah (yang masih umum) menjadi isim ma’rifat (yang sudah jelas/dikenal), dengan cara menyandarkan isim nakirah tersebut pada isim ma’rifat.

👉Contoh yg salah👇🏼

*الأصحابُ الجنة*
Mudhof tdk boleh dilekati alif lam

*رسولٌ اللهِ*
Mudhof harokat akhirnya tdk bertanwin

*بيتُ حامدٌ*
 mudhof ilaihi harokat akhirnya harus kasroh

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

🌻 *Kaidah Mudhof*🌻

1. Bukan isim yang di dahului/dilekati huruf *(ال)* AL

2.  Bukan nama orang atau kota

3. Harakat akhirnya tidak boleh *DITANWIN* baik dhommahtain, kasrohtain atau fathahtain

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
*Kaidah mudhof ilaihi*

1. Kebanyakannya berupa isim yang di dahului ال atau nama orang atau nama tempat

2. Harakat akhirnya Di Kasrah_ ( bisa kasrah saja atau kasrah tanwin)


📚 *HAMZAH  WASHAL*

🔹 *Dibaca jika di awal kalimat*
*اِبْنُ حٙامِدٍ طٙبِيْبٌ*
Ibnu Haamidin Thabiibun

🔹 *Tidak dibaca jika ditengah kalimat*

*‏هذا ابن حامد*
Haadza Ibnu Haamidin (salah)
Haadzabnu haamidin (benar)

💫
*MUNADA* 💫 (Kalimat Panggilan)

🎀Kalimat Panggilan (munada) dalam bahasa arab memiliki  2 unsur yaitu
 🔸1. Huruf Panggilan (ِحٙرْفُ النِّدٙاء )
 Yaitu *يٙا* artinya *"_wahai_"*
🔸2. Kata yg dipanggil  (المُنٙادٙى)
Kaidah munada *"tidak boleh bertanwin"*
Contoh
*يٙا عٙمّٙارُ*
*‏يٙا رٙجُلُ*

                          ‏
💫🔹💫🔹💫🔹💫🔹💫

Friday, January 18, 2019

*Memohon Perlindungan dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat*


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta ilmu yang bermanfaat setiap selesai shalat subuh dengan berdoa kepada Allah Ta’ala,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah … aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thayyib, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.)

Demikian juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837. Hadits ini shahih.)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di -rahimahullahu Ta’ala- menjelaskan bahwa ada empat macam ilmu yang tidak bermanfaat.

Pertama, ilmu yang 100% berbahaya, tidak ada manfaat sama sekali, atau minimal bahaya ilmu tersebut lebih besar dibandingkan manfaatnya (kebaikannya). Misalnya ilmu sihir. Contoh lain, seseorang belajar tentang kesesatan (berbagai aqidah atau pemahaman yang menyimpang), namun dia belum memiliki ilmu tentang kebenaran (‘aqidah shahihah). Seseorang membaca buku-buku yang mengandung kesesatan, padahal dia tidak memiliki “senjata” untuk melindungi dirinya.

Ke dua, sibuk mempelajari ilmu duniawi (ilmu pengetahuan) yang hukum asalnya adalah mubah, namun kesibukan tersebut menjadikannya lalai dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya. Misalnya, kesibukan tersebut menyebabkan orang tersebut lalai untuk menghadiri shalat berjamaah bagi laki-laki tanpa ‘udzur (alasan yang dibenarkan syariat). Dalam kasus semacam ini, ilmu tersebut menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.

Ke tiga, ilmu syar’i (ilmu agama), yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tidak diamalkan. Sebetulnya dia mengenal ilmu agama, namun dia tinggalkan atau tidak diamalkan. Dia mengenal keburukan namun justru menerjangnya. Ilmu syar’i yang tidak diamalkan, hanya menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.

Ke empat, menyibukkan diri dengan ilmu alam atau ilmu modern (seperti biologi, fisika, dan semisalnya) sehingga menyebabkan dirinya cuek dan berpaling dari mempelajari ilmu agama. Orang yang membatasi diri hanya mempelajari ilmu-ilmu alam tersebut, hanya akan menyebabkan pelakunya bingung dan terjatuh dalam kesombongan. Fenomena semacam ini bisa kita saksikan. Seseorang yang hanya sibuk mempelajari ilmu tersebut, bukannya bertambah keimanan kepada Allah Ta’ala, namun akhirnya menjadi pengingkar Tuhan (atheis).

Lalu apa ilmu yang bermanfaat? Menurut penjelasan beliau -rahimahullahu Ta’ala-, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu agama (yang diamalkan) dan ilmu yang mendukung untuk mempelajari ilmu agama tersebut, seperti ilmu bahasa Arab dan semacamnya. Demikian pula setiap ilmu yang bisa memperbaiki agama, dunia, dan akhlak manusia. Dengan syarat bahwa agama-lah yang menjadi pokok, sedangkan yang lain adalah tambahan dan penyokong untuk perbaikan agama seseorang. [1]

Semoga Allah Ta’ala menambahkan untuk kita ilmu yang bermanfaat, dan menjauhkan kita dari semua ilmu yang tidak bermanfaat.

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Catatan kaki:

[1] Disarikan dari penjelasan Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di -rahimahullahu Ta’ala- di kitab Majmu’ Al-Fawaaid wa Iqtinaashil Awaabid (faidah ke-33, cet. Daar Ibnul Jauzi tahun 1424). Ditambah dengan penjelasan guru kami, Ustadz Aris Munandar -hafidzahullahu Ta’ala- ketika menjelaskan perkataan Syaikh As-Sa’di tersebut.

Penulis: Ustadz M. Saifudin Hakim

📚💎📚💎📚💎📚💎📚💎📚
📲 Yuk share ke yang lain *tanpa merubah isi artikel dan sumbernya* dan jangan lupa like halaman kami...!

🚿Dan jangan sampai ketinggalan, dengan ikuti jaringan medsos kami untuk mendapatkan artikel dan nasihat yang manfaat.

•┈┈➖•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.


*Tips-Tips Cepat Baca Kitab-Kitab Para Ulama*


🌟 *Siapa yang ingin mengunduh mutiara, mesti harus menyelam.*

*Untuk bisa membaca kitab2 para ulama, memahami bacaan sholat n doa kita panjatkan  dengan cepat mestilah dengan usaha yang maksimal pula. Memang susah-susah mudah.*

*Mengapa ana katakan susah-susah mudah? Sebab semuanya kembali pada:*

*➖Kehendak-Nya yang memudahkan kita untuk cepat paham atau kehendak-Nya yang membuat kita sulit paham.*

*➖kemudian metode atau cara kita mempelajarinya.*

Para thalibul ilmi yang duduk dibangku pendidikan formal saja banyak yang kesulitan , apalagi yang diluar itu (walau tidak semua bahkan ada yang lebih Allah mudahkan).

Memang bahasa Arab itu sangat komplek dan lengkap gramatikalnya apalagi jika kita mempelajarinya loncat-loncat tidak sistematis.

 *Karena kesempurnaannya maka Allah menjadikan bahasa Arab  ini sebagai bahasa pengantar Al-Qur?an dan di dalamnya Allah telah memudahkan bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya.*

 Allah berfirman:

*“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar: 17)*

*Aslinya, bahasa Arab itu sulit tapi Allah mudahkan, Allah telah mudahkan bagi kita dan Allah mudahkan bagi siapa saja yang Dia kehendaki.*

Bandingkan dengan bahasa Inggris, apalagi Jepang dan Mandarin yang lebih sulit dan tidak ada jaminan dari Allah untuk memudahkannya tapi ramai peminatnya.

Tips-tips ini semoga bermanfaat bagi antum yang belajar lewat jalur non formal seperti ana, tapi insya Allah juga bermanfaat bagi antum yang duduk di jalur formal.

*1) Selalu luruskan niat.*

Ini yang paling penting dan terpenting, sebab jika pondasinya tidak kokoh maka dikawatirkan akan merusak dunia dan agama sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidaklah dua ekor serigala kelaparan di giring kepada satu domba lebih merusak daripada kerakusan seseorang pada agama untuk tujuan kemuliaan dirinya (dimata manusia)” (HR. Tirmidzi).

📌 *Maka belajarlah hanya untuk mencari ridha Allah.*

*2) Cita-cita dan tekad baja/ Azam yg kuat*

Kemauan seseorang ada beberapa tingkatan, yaitu:

➖Khathir: yaitu kilasan kemauan, belum ada cita-cita yang kuat

➖Taraddud: yaitu kemauan yang penuh keragu-raguaan antara ya atau tidak

➖Ham: yaitu cita-cita yang kuat tapi indikasinya belum terlihat jelas

✅ *➖Azzam: yaitu cita cita disertai tekad baja yang indikasinya bisa terlihat pada tindakan*

*Harus memiliki Ham ( yaitu cita-cita yang kuat tapi indikasinya belum terlihat jelas) dulu, mantapkan dalam hati dengan doa yang kuat, semoga Allah karuniakan fadhilah ini kepada kita dan mudahkan. Kemudian jadikan ham tersebut menjadi ‘azzam. Beli buku-buku, kursus, kuliah atau ke pesantren/lembaga baik formal maupun non formal merupakan indikasi dari ‘azzamnya.*

❌ *Jika belajarnya hanya dengan khathir (kilasan kemauan, belum ada cita-cita yang kuat) atau taradud (kemauan yang penuh keragu-raguaan antara ya atau tidak) saja, ya tidak akan bisa.*

*3) Istiqamah*

⛔ *Ketidakistiqamahan biasanya dari beberapa sebab;*

➖Dari diri sendiri, karena malas, putus semangat, salah niat dsb

➖Dari metode atau muallimnya. Jika memang dari hal ini maka sebaiknya komunikasikan dengan muallim (pengajar).

*Keistiqomahan dibutuhkan ketika belajar walaupun terkadang rasa jenuh, bosan dan futur selalu hadir*

*4) Baca sebanyak-banyaknya referensi*

*Semakin banyak buku panduannya insya Allah akan mumdahkan kita untuk memahami materi, sebab adakalanya pembahasan di buku lain lebih mudah dicerna dan saling melengkapi.*

*5) Pahami dahulu baru hafalkan*

*6) Banyak-banyak praktek*

Praktek ini sangat menentukan sekali sebab kita akan dipaksa untuk mengulang pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari *walaupun praktek ini memerlukan kesabaran, keuletan dan ketekunan tinggi.*
Sebab bisa jadi untuk membaca 1 baris saja memerlukan waktu 1 jam apalagi jika kosa katanya harus cari satu persatu dalam kamus.

*Praktek ini ada tiga cara:*

➖Praktek sendiri tanpa bimbingan
➖Praktek dengan pendampingan orang yang lebih ahli
➖Ikut kajian kitab

*7) Kesadaran bukan semangat*

Belajar atau bekerja hanya berlandaskan semangat belaka akan luntur tatkala kesemangatan luluh. *Jadi belajar dengan kesadaran, kesadaran akan pentingnya serta hukum wajibnya memepelajari bahasa Arab.*

*8) Ajarkan pada orang lain*

Dengan mengajarkan kepada orang lain, ilmu kita akan bertambah justru seringkali kita paham akan suatu bab tatkala hendak mengajarkan pada orang lain.

*9) Berdoa sungguh-sungguh*

Fa izda ‘azamta fatawakal ‘alallah…

Demikian semoga bermanfaat.