Monday, July 15, 2019

*PENYEBAB ANAK TIDAK PERCAYA DIRI*

 _Oleh : Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA حفظه الله_

Ketidakpercayaan diri seringkali menjadi satu masalah yang sangat merisaukan; baik bagi anak-anak, terutama bagi orang tuanya. Ketidakpercayaan diri ini jika dibiarkan tentunya akan menghambat perkembangan jiwa sang anak. Apalagi, anak akan menghadapi kehidupan mendatang yang membutuhkan kekuatan jiwa serta keterampilan pengembangan dirinya. Apa sih ciri-ciri anak yang tidak percaya diri?

Ada beberapa indikasi anak ‘terserang’ virus ketidakpercayaan diri. Gejala itu adalah sebagai berikut:

1. Anak sulit menyampaikan sesuatu. Kala berbicara ia gagap dan gagu; serta merasa kesulitan.

2. Anak suka menutup diri dan tidak memiliki keberanian. Tidak berani tampil ke depan, tidak berani mengungkapkan gagasan, takut jika bertemu dengan orang lain, tidak berani mengatakan apa yang dirasakan, dan sebagainya.

3. Anak tidak mampu berfikir secara mandiri. Tatkala ia mendapati masalah, atau kesulitan melakukan sesuatu; ia langsung meminta bantuan kepada orang lain, tidak berusaha memecahkan terlebih dahulu. Hal ini karena ia sudah punya anggapan bahwa dirinya tidak akan bisa memecahkan masalah itu.

4. Anak senantiasa dihantui rasa was-was ada bahaya, kejahatan yang membuatnya bertambah takut dan khawatir.

Apakah anak Anda terserang virus ini? Jika iya, silahkan lanjut membaca apa sebabnya. Mungkin bisa menjadi evaluasi kita sebagai orang tua. Namun jika anaknya tidak terserang, bersyukurlah, dan tetap lanjut baca. Jangan sampai kebobolan!

Penyebab anak tidak percaya diri, antara lain :

*1. Kesalahan Cara Mendidik*

Hal ini perlu diketahui oleh semua orang tua. Mendidik anak itu bukan coba-coba. Salah mendidik anak bisa berarti kita telah merusak satu generasi ke depan. Maka, hendaklah hal-hal berikut tidak kita lakukan; atau jika sudah terjadi, perlu segera kita hentikan. Sungguh, ini demi masa depan anak kita. Kesalahan apa yang dimaksud, sehingga bisa membuat seorang anak tidak percaya diri?

*Anak dididik selalu dengan ancaman dan celaan.*
Bagaimana anak akan percaya diri, bila setiap dia melakukan sesuatu, pasti ada yang mengancamya, “Eit! Hentikan! Bisa kotor semua ini! Bisa rusak semua! Bisa berantakan semua!”. Eit, jangan naik tangga, jatuh nanti kau nak! Eit, jangan main air, nanti basah semua!

Pun dengan celaan, Duuh, ini kerjaan ndak beres-beres! Lama sekali menyapunya! Ini bantuin nyuci piring kok ngga bersih! Tuh kan lihat, dindingnya kotor semua kena spidolmu! Anak selalu dicela tatkala mengalami kegagalan. Anak selalu dicela sebagus apapun hasil pekerjaannya.

*Anak dididik dengan penuh kecurigaan.*
 Ketika rumah berantakan, langsung dicurigai sebagai pelaku ‘perusak’ rumah. Ketika ada makanan tidak dihabiskan, langsung dicurigai sebagai pelaku kemubadziran. Ketika pulang agak terlambat, langsung dicurigai sebagai pelaku anak tidak taat.

Anak yang demikian, lama-lama akan enggan menyampaikan alasan yang sebenarnya terjadi, enggan menyampaikan kejadian yang sebenarnya. Belum dia beroleh kesempatan, sudah terlebih dahulu dicurigai.

*Anak dididik dengan kekerasan dan kasar.*
 Pukulan memang diperbolehkan, tapi pukulan itu hanya boleh diperuntukkan sesuatu yang sangat penting, semisal shalat. Itupun dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Anak yang sering dipukul, diperlakukan kasar dan keras justru menjadi pribadi yang menuntup dirinya. Dia akan senantiasa ketakutan dan muncul padanya kekhawatiran setiap kali akan melakukan sesuatu. Dia takut tiba-tiba orang tuanya datang lalu membentaknya, bahkan memukulnya.

*Anak dididik untuk merasa tidak berharga.*
Dalam satu hari kehidupan sang anak perlu paling tidak ada satu kesempatan ia mendapat apresiasi atau pujian dari orang lain, terutama orang tuanya. Pujian itu akan membuatnya merasa menjadi orang berguna, dan orang yang hebat; mampu melakukan sesuatu. Dengan demikian, jiwa positif seseorang pun akan meluas. Jika sebaliknya, tentunya ia akan semakin merasa menjadi anak yang tidak ada gunanya, dan tidak bisa apa-apa.

Walaupun dalam konsep pendidikan Islam tidak hanya dikenal metode pujian. Tapi juga ada metode menakut-nakuti (ancaman / hukuman). Yang paling pas adalah sikap proporsional antara kedua metode tersebut.

*Anak dididik untuk persaingan tidak sehat dengan kawan.*
Secara asal tidak mengapa menyebutkan kelebihan orang lain untuk memotivasi anak agar mencontohnya. Namun yang sering menimbulkan masalah adalah tatkala sebagian orang tua terlalu kerap membandingkan kondisi anaknya dengan kondisi anak tetangga. Mereka membandingkan masalah perkembangan fisik lah, emosional lah, nilai akademis lah, prestasi lah, atau yang lainnya. Seringkali anak yang senantiasa dibandingkan ini, ia menjadi anak yang lebih rendah atau buruk dari kawannya. Akan menganggap dirinya tidak punya apa-apa, tidak bisa berpikir apa-apa. Maka akan mudah baginya menyerah atas sebuah masalah, karena merasa Ah, temanku itu yang bisa! Aku mah, kayak gini aja ga bisa!

Mungkin maksud dari orang tua membandingkan anaknya adalah sebagai motivasi. Namun, sungguh kebanyakan hanya akan memberikan pengaruh sebaliknya. Sebab dia belum bisa menangkap maksud anda. Karena dia masih dalam proses pencarian jati diri. Padahal bisa jadi anak memang kurang dalam mata pelajaran tertentu, tapi unggul di mata pelajaran yang lain. Jangan menuntut anak menguasai semua bidang.

*Anak dididik untuk minat yang tidak sesuai keinginan. *
Mengarahkan anak kepada sesuatu yang baik tentu merupakan hal yang positif. Mempelajari ilmu agama yang prinsipil. Mengetahui etika dan adab mulia. Dan yang semisalnya. Namun dalam hal-hal yang bersifat fleksibel, seperti jurusan sekolah, profesi pekerjaan dan yang serupa, kurang bijak bila anak dipaksakan mengikuti kehendak orang tuanya. Betapa banyak orang tua yang memaksakan keinginan/cita-citanya diwujudkan oleh sang anak. Padahal, cita-cita tersebut belum tentu disukai oleh anak.

*Anak dididik untuk terbatasi setiap perilaku dan cara berpikirnya. *
Anak itu daya pikirnya masih sangat melebar, imajinatif. Misalnya bercita-cita menjadi imam Masjdil Haram. Anak tidaklah seperti sebagian orang tua yang sering terjebak dalam belenggu keterbatasan. Biarkan anak berkembang selama masih dalam kerangka yang benar. Apalagi terkait cita-cita anak jangan batasi kemungkinannya. Termasuk di dalamnya adalah meremehkan kemampuan anak, Ah, masa bisa si kakak?

Bersambung…

Diedit oleh Abdullah Zaen dari http://www.fimadani.com/penyebab-anak-tidak-atau-kurang-percaya-diri/



*PENYEBAB ANAK TIDAK PERCAYA DIRI*

[ ] Oleh : Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA حفظه الله

_Di antara penyebab anak tidak percaya diri juga:_

*2. Pengaruh Lingkungan*

Lingkungan yang berpengaruh besar utamanya adalah keluarga. Jika orang tuanya sering bertengkar, maka anak pun akan senantiasa berada dalam ancaman, ketidaknyamanan, ketakutan, dalam kehidupan sehari-harinya. Inipun akan berdampak dalam kehidupan di luar. Anak tidak mudah bergaul karena merasa takut dan was-was, serta merasa rendah diri.


*3. Pembebanan Tugas yang Tidak Sesuai*

Dalam proses pendidikan dan pendewasaan, anak perlu untuk dilatih mendapat beban tugas. Baik secara teori dan prakteknya, memberikan penugasan atau pekerjaan kepada anak-anak yang usianya sudah sesuai, itu sangat positif. Misalnya saja si kakak kita beri tugas untuk merapikan buku yang sudah dibacanya, lalu ke si adik kita beri tugas untuk merapikan mainannya, dan lain-lain.

Beberapa manfaat penugasan bagi anak dan orangtua itu antara lain: mempercepat kedewasaan berpikir, melatih kepatuhan, memperkuat kedekatan, menanamkan rasa tanggung jawab dan memperkuat rasa percaya diri. Dengan kita memberi apresiasi berupa ucapan terima kasih, komentar positif atau hadiah yang spesial, insyaAllah rasa percaya dirinya akan terbangun.

Kemudian, penugasan itu akan lebih baik bila dilakukan bersama orangtua, misalnya pada hari libur. Sehingga akan terjalin keharmonisan hubungan antar anggota keluarga.

Perlu diketahui bahwa tujuan penugasan itu bukan hasilnya, melainkan yang perlu kita hargai adalah prosesnya. Karena itu, kita disarankan untuk menghargai jerih payahnya seberapapun hasilnya. Yang perlu kita hindari adalah memberikan komentar negatif, entah untuk tujuan meremehkan atau hanya sekedar berkomentar. Karena komentar negatif bisa membangun konsep diri negatif. Anak yang berlebihan mendapatkan komentar negatif akan kurang motivasinya untuk berinisiatif. Mereka juga dibayang-bayangi oleh kesalahan sehingga takut bertindak.

 Namun, pembebanan tugas itu harus sesuai dengan kemampuan anak. Sebab ketidakpercayaan diri anak bisa muncul jika anak mendapat beban tugas yang sebenarnya belum sanggup dipikulnya. Ibarat seorang anak SD diberi soal ujian mahasiswa, maka si anak hanya akan merasa gagal dan tidak mampu. Padahal memang kemampuannya belum sampai ke sana.

Ada perbedaan kemampuan dan karakteristik setiap anak. Ayah dan ibu hendaknya memperhatikan keadaan ini sehingga nantinya tidak membebani anak-anak dengan sesuatu di luar kemampuan mereka.

Membebani anak dengan pekerjaan sulit melebihi kemampuannya akan membuatnya gagal. Efeknya ia akan merasa tidak mampu, kecewa, lemah dan menahan diri untuk melanjutkan aktivitasnya, bahkan menghindarinya.

*4. Pengaruh Fisik anak*

Adanya bentuk tubuh yang ‘tidak normal’ dan berbeda dari anak lain, biasanya mengundang cemooh dan ejekan dari teman-temannya. Seperti perut gendut, jerawat banyak, badan pendek, gigi nggak rata, cacat fisik dan lain sebagainya.

Seringkali hal ini memacu rasa ketidakpercayaan diri seorang anak. Mari kita meminimalisir hal-hal tersebut supaya kepercayaan diri anak terjaga.

Maka obatnya adalah memperbaiki kelemahan fisik tersebut sebisanya. Jika masih juga tak bisa diatasi, maka ajari anak untuk mensyukuri kelemahan fisik tersebut dan fokus pada kelebihan yang dia miliki. Allah Maha Adil, ketika ia mengurangkan sesuatu dari kita, dia akan melebihkan kita dari segi lainnya. Nah, daripada minder dengan kelemahan yang kita punya, lebih baik manfaatkan kelebihan yang Allah titip pada kita!

Diedit oleh Abdullah Zaen dari http://www.fimadani.com/penyebab-anak-tidak-atau-kurang-percaya-diri/ dan berbagai sumber lainnya

♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻

Saturday, July 13, 2019

Ucapan wisuda

Alhamdulillah....hari ini  saya dan istri berkesempatan menghadiri wisuda program S-1  anak saya Ammar  di ITB. Rasa haru dan bangga, karena rasanya anak ini 23 tahun yang lalu masih seorang bayi yang mungil dan lucu. Selamat untuk anakku.....tetaplah jadi anak yang sholeh dan rendah hati. Perjalanan masih panjang....teruslah berjuang dan berjuang untuk dapat mengabdi dan berbhakti....
*Do’a Agar Baik dalam Amalan Akhir*

اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

(Ya Allah, baguskanlah setiap akhir urusan kami, dan selamatkanlah dari kebinasaan di dunia dan dari siksa akhirat)

Penjelasannya:
Maksud do’a “Allahumma ahsin ‘aqibatanaa fil umuuri kullihaa” adalah Ya Allah jadikanlah setiap urusan kami itu baik dan thoyib.
*Karena setiap amalan tergantung pada akhirnya. Maka jadikanlah setiap amalan kami itu baik, diridhoi oleh-Mu, tetapkanlah kami terus dalam keadaan baik sehingga kami kembali pada-Mu dalam keadaan yang paling baik.*

Sedangkan penggalan do’a “ajirnaa min khizyid dunyaa”, selamatkanlah kami dari kebinasaan di dunia yaitu musibah, berbagai tipu daya, kejelekan dan kehinaan di dalamnya.

Penggalan do’a yan terakhir “wa ‘adzabil akhiroh”, selamatkanlah kami dari seluruh siksa di akhirat karena kalimatnya adalah umum (sebab adanya idhofah pada pada isim jenis), artinya mencakup seluruh siksaan yang ada di akhirat.

*Do’a ini mengandung permintaan agar diberi keselamatan, juga rasa aman dari segala sisi. Karena barangsiapa yang terselamatkan dari kehinaan dunia dan siksa di akhirat, maka ia telah mendapatkan kebaikan besar di dunia negeri. Jika terselamatkan, berarti ia selamat dari segala kejelekan.*

 Do’a ini benar-benar adalah do’a yang jawami’ul kalim (ringkas, syarat makna, mencakup berbagai hal)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Status ...
Simpan dulu ..hehe 


Serunya belajar dan menghafal Alquran di  Rumah Ilmu Al Furqon 🌸
MasyaAllah pada semangat semua yaaa

Doain kami menjadi hafidz dan hafidzah kelak yaa agar  kami bisa memakaikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tua kami kelak.... amiin



Contoh format pendaftaran ...


Taud Saqu Sahabat QURAN BUNAYYA*🌟

🌹 _MENGHAFAL AL-QUR'AN DI WAKTU KECIL BAGAIKAN MENGUKIR DI ATAS BATU_

_*Menerima Pendaftaran Calon Siswa&Siswi Tahun Akademik 2019/2020*_ ➖➖➖➖➖➖➖➖

🗓 *WAKTU PENDAFTARAN*
*Gel 1*: 1 Februari- 30 April 2019 *Gel 2*: 1 Mei - 30 Juni 2019 *KUOTA TERBATAS!* ➖➖➖➖➖➖➖

*📇LANGKAH PENDAFTARAN*
Mengisi Biodata dibawah ini :
1.Nama Lengkap :
2.Ttl :
3.Alamat:
4. Nama Orang Tua/ Wali :
5.No.HP :

_kirim format pendaftaran ke salah satu kontak layanan informasi ke Bapak/Ibu ....no WA 
#daftar # atas nama# usia # alamat rumah

*🗂PERSYARATAN PENDAFTARAN🗂*
1. Ber usia 3-5 tahun
2. Diantar langsung oleh orang tua santri saat mendaftar
3. Membayar uang pendaftaran Rp 50.000,-
4. Orangtua bersedia mengikuti wawancara dengan pihak madrasah 
5. Menyerahkan fotocopy akte kelahiran ketika pendaftaran.
6. Foto berwarna 3×4 @2 lembar.
7. Mengisi formulir pendaftaran ➖➖➖➖➖➖

*🏆KURIKULUM & PROGRAM*
✅ Menggunakan Kurikulum Taud
✅ Membaca Qur'an dengan Metode At-Tibyan
✅ Hafalan Surat Dari Juz 30
✅ Hafalan Hadits Pendek
✅ Adab,Dzikir dan Do'a Harian
✅ Matan Tuhfatul Atfal
✅ Syair Asmaul Husna dan Syair Huruf Hija'
✅ Kosakata Bahasa Arab
✅ Calistung 🏠 *FASILITAS PENUNJANG*
✅ Headphone Bloetooth
✅ Buku Tibyan
✅ Permainan Edukatif
✅ Halaman Bermain, dll ➖➖➖➖➖➖
*🕌Alamat Taud /Tempat Test: ........
Jalan ....


"Sebaik - baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya*" (HR. Bukhori) 📖 

*SEBARKAN SEBAGAI AMAL JARIYAH*

Friday, July 12, 2019

Sosialisasi planning kaldik TA 2019/2020

Taud Saqu Zidna ILMA
GDA blok B2 no 6 Depok
Sabtu, 13 Juli 2019
Jam 8.30-11.00

Pembicara ke 1 ;  Ummu Mirza



Visi




Misi




Tujuan




HIWAR sebagai Mitra




Sasaran dakwah
1. Para orang tua (ayah dan ibu)
2. Anak2
3. Masyarakat sekitar
4.




Peran orang tua
~ Ayah dan ibu saling ta'awun utk mendidik anak2 di sela2 kesibukan ...
~ Sholehkan diri sebelum berharap mjd Sholih
~ Bekali diri dg ilmu
~ Beri teladan yg baik
~ Terus berdoa

Doa agar Alquran itu menjadi cahaya



Adab komitmen ortu

Bertujuan mendukung
Tertib administrasi
Tidak mengijinkan gadget dan acara TV yg TDK syar'i



Program kerja

Program jangka pendek

Program jangka

Program jangka menengah

Program jangka panjang
Sekolah khusus dhuafa dan yatim
MIT
Memiliki lahan dan gedung sendiri baik taud maupun MIT


.Ari bersama arungi bahtera dakwah ini ...menuju ridho illahi


Kami membuka kesempatan kepada siapa saja yg ingin mendukung dakwah ini dengan

#doa
#ikhtiar
#bekerja

-------------------------------------

Pemateri ke 2: ustadzah Popon

Latar belakang

Semua makhluk yg. Erakal maupun yg TDK berakal ---rizkinya telah di jamin oleh Allah

Ada banyak dalil yg menunjukkan hal ini . Diantaranya firman Allah
"Tidak ada satupun yg bergerak di muka bumi ini kecuali Allah yg menanggung rizkinya (Q.S. HUD :6)


Latar belakang

Mengajarkan Al Qur'an kpd anak2 merupakan bagian dari syiar agama Islam (Ibnu khaldun Rahimahullah)

Selayaknya bagi setiap penuntut ilmu memulai dari menghafalkan Al-Qur'an .karena Alquran karena ilmu yg paling mulai dan yg paling pantas didahulukan .".(Al Khotib Al Baghdad dalan Al Jaam'li Akhlaaqir Rowi wa Li adabis Saami')


1. Kedudukan hafidz  Al-Qur'an

2. Akan diberikan mahkota dan pakaian kemulyaan

3. Al Qur'an memberikan syafaat baginya
Dari Abu Umamah Al Bahili ra

"R"membaca Alquran ....

4. Human Brain Development
Ketika anak berkembang pesat maka doktrin anak2 dg Alquran , aqidah ,hadist , jauhkan tv , bacaan2 , gadget yg sangat mengancam

Jauhkan dari Dajjal jangan sampe kalian berteman dg Dajjal
Inilah yg menjadi motivasi kita para orang tua utk menjaga anak2 dg aqidah yg kuat


Visi dan misi

Visi
Menjadi lembaga pendidikan Tahfidz usia dini yg mampu mencetak generasi penghafal Alquran dan berakhlak Qur'ani


Misi
* Menumbuhkan kegemaran dan kebiasaan membaca dan menghafal Al Qur'an
*  membekali amalan praktis harian anak sesuai tuntunan Islam lewat pemahman dan pengamalan hadist dan dzIkir harian serta praktik ibadah

Standar output kelulusan

Diharapkan mampu menghafal alquran 1 juz di tahun pertama dan  3 juz  di tahun ke dua  (usia 5-6 tahun )

Diharapkan mampu menghafal hadist , doa2 dan dzIkir pilihan

Diharapkan mampu membaca Alquran dg tartil sesuai tajwid , sifat , makhrojul huruf )

Diharapkan mampu memiliki fondasi aqidah yg lurus dan bermanhaj Ahlussunnah Wal jamaah

Diharapkan mampu menguasai praktik ibadah dan terbiasa mengamakannya seharinya


Kepala sekolah
Ustadzah Popon Erlina , S.pd

Kelas Alif
1. Ustadz Eva
2. Yenni
3. Ikil
4. Widyawati
5. Ustadzah Yanti

Kelas Ba dan Ta
1. Popon
2. Vita
3. Luthfiah

FAO
1.Qonita




Kata dr Amir Zuhdi
1, bagaimana makanannya ? Apakah mengandung Omega , vit, mineral
2. Waktu tidur apakah cukup
3. Ibunya apakah menghafal
4.


Materi pelajaran
Tahfidzul Alquran
~Menggunakan metode yg khas yg senantiasa dimutaakhirkan.
~ Menekankan jumlah hafalan juga murajah (pengulangan)
Menghafal itu hanya sampe 120 hari jika tidak di ulang maka akan hilang

Qiroatul Qur'an
Menggunakan metode mutaakhir dari Mesir "At Ribuan yg sudah diterapkan negara Afrika , Mauritana, India , Pakistan , Malaysia , Austri la, Perancis , Amerika

AT ribuan Tarbiyah

Pendidikan jasmani

Konsep calistung
( di TK itu lebih ke emosi , psikomotorik)

Pramuka pra siaga 

Kreativitas
(Tugas guru menyeimbangkan , dan menggali potensi anak)

Rihlah

Garshul Qiyam (hidden cuericulum)

Pengertian
Merupakan proses menanamkan nilai2 , adab dan akhlak islami yg terimplementasi dalam keseharian santri

Tahapan
1. At Tayaquzh ( membangun fitrah kemanusiaan)
2. At Taaqul (memberi pemahaman)
3. AT TAKHALLUQ (prkatek)
4. At tamatsul (terus menerus )
(Menjadi wasilah utk memperbaiki akhlaknya )

Pemateri ke 3 : Ibu Ika (psikolog)
Mendikte anak sejak dini sangat penting

~ Bagiamana riwayat melahirkan
~ Apakah melewati masa tahap perkembangan
Efek nya anak2 akan suka jatuh , sulit konsentrasi

Utk anak yg tidak bisa sosialisasi

Jangan memberikan gadget kpd anak sebagai alat utk mendiamkan anak


Perkembangan anak itu sesuatu yg penting diikuti

Pola pikir
Emosi
Kemandirian
Tidak cukup hanya makanan dan fisik

Usia 3 tahun
*Bisa menunjukan rasa sayang
* Memiliki banyak emosi
*Bisa pake sendiri

Usia 4 tahun
*Kemandirian
* Dialihkan atau bilang stop
* Eksplor
*

Usia 5 tahun
* Jangan suka membandingkan tapi bandingkan dg pencapaian yg dulu
* Konsentrasi sudah mulai bagus
*Motorik

Yg hrs diperhatikan adalah 4 aspek perkembangan anak:
1. Aspek fisik dan motorik
2. Perkem sosial
3. Perkemb emosi
4. Perkem kognitif

Ke 4 aspek diatas perkembangan itu perlu dipenuhi

Jangan mudah utk menyalahhkan anak tapi berikan konsepnya dan ajarkan anak utk bicara ,


Kemampuan fisik
Memiliki pandangan yg lebih tajam
* Gigi permanen pertama biasanya mulai tumbuh
* Koordinasi meningkat

Tips
* Bawa anak keluar utk bergaul
*Berenang ata olah raga
*Ada tahapan kongrit utk mengajarkam anak
*Benarkan bahasa anak yg pelo
*
Jika anak belum siap membaca dan menulis jangan dipaksakan . Ajak ia secara perlahan sampai dia menunjukan minat dg sendirinya

Kemampuan sosial dan emosinya.

* Senang bergabung dg teman2 nya
Masa ego di usia 3 tahun
*Ajarkan anak sopan di depan umum
* Jadilah pendengar yg baik bagi si kecil
* Banyak otak anak yg harus di stimulasi




At Tibyan

Sebuah metode belajar mengeja (tahaji) dan membaca Al-Quran dengan tajwid yang benar. 
Keunggulan metode ini:
.
🔹Menekankan pengucapan huruf dengan benar sejak dini.
🔹Mengajarkan kaidah tajwid dengan benar.
🔹Membiasakan bahasa arab dalam belajar Al-Qur’an.
🔹Memasukkan hadist, dan doa sebagai pendukung pembelajaran Al-Qur’an.

#taud Saqu Zidna ILMA 
#generasi Rabbani 
# tajwidul Qur'an 
# tahfidzul Qur'an