Halaqah - 15 -
Kenabian Muhammad ﷺ
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 15 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Kenabian Muhammad ﷺ
Ketika beliau berumur kurang lebih 40 tahun, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ingin merahmati para hamba dan memberikan kebaikan bagi alam ini. Allah menjadikan Muhammad ﷺ saat itu senang bersendiri beribadah di gua hira yang berjarak sekitar 2 mil dari kota Mekkah, beliau membawa bekal secukupnya kemudian tinggal disana beberapa hari dan di sanalah beliau beribadah kepada Allah, merenungi alam semesta dan kebesaran Allah عَزَّ وَ جَلَّى Beliau merasa risih dan tidak tenang dengan apa yang di lakukan oleh kaumnya berupa kesyirikan kepada Allah dan keyakinan-keyakinan yang batil.
Diceritakan oleh Aisyah رضي الله عنها bahwa pada satu saat beliau di datangi oleh Malaikat dan berkata bacalah Beliau mengatakan aku tidak bisa membaca kemudian Malaikat memeluknya dengan erat sampai Nabi ﷺ kepayahan, kemudian melepasnya dan berkata kembali bacalah beliau mengatakan aku tidak bisa membaca terjadi hal ini sampai 3 kali, kemudian Malaikat membaca
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (١) خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ (٢) ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ (٣) ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ (٤) عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ (٥
"Bacalah dengan nama Rabb mu yang menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Rabb mu yang paling Mulia, yang mengajarkan dengan pena mengajarkan manusia apa yang dia tidak ketahui" (Surat Al-‘Alaq : 1-5)
Maka Rasulullãh ﷺ pulang kepada Khadijah dalam keadaan takut dan berkata:
selimuti aku, selimuti aku
maka khadijah menyelimuti beliau sampai hilang rasa takutnya, kemudian beliau pun mengabarkan kepada khadijah apa yang terjadi dan berkata:
aku takut atas keselamatan diriku
Khadijah pun berusaha untuk menenangkan Nabi Muhammad ﷺ dan berkata:
Tidak demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya engkau adalah orang yang menyambung tali silaturahim, penanggung kesusahan orang, memberi orang yang tidak punya, memberi hidangan kepada tamu dan menolong orang-orang yang membela kebenaran
kemudian Khadijah membawa Nabi Muhammad ﷺ kepada Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza (anak paman Khadijah) dan beliau adalah orang Nashrani dizaman Jahiliyyah beliau menulis kitab dengan bahasa Ibrani, orangnya sudah tua dan buta, kemudian Khadijah berkata
Wahai anak pamanku dengarkanlah dari anak saudara mu
Waraqah berkata :
Wahai anak saudaraku apa yang engkau lihat?
kemudian Rasulullah ﷺ mengabarkan apa yang beliau lihat, berkata Waraqah:
ini adalah Jibril yang Allah turunkan kepada Musa, seandainya aku masih hidup ketika kaummu akan mengeluarkanmu”
Berkata Rasulullah ﷺ :
apakah mereka akan mengeluarkanku?
Waraqah mengatakan
iya, tidaklah datang seseorang dengan yang semisal dengan apa yang engkau bawa kecuali dia akan di musuhi, seandainya hari tersebut menemui ku niscaya aku akan menolongmu dengan pertolongan yang kuat
Kemudian beberapa waktu setelah itu Waraqah meninggal dunia. (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian Rasulullah ﷺ menjadi seorang Nabi dengan turunnya surat Al-'alaq 1 sampai 5, jadilah Muhammad ﷺ seorang Nabi
Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Rumah Tahfidz, Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur'an, Kajian Ilmu syar'i Hub: Diana Gasim (Ummu Achmad ) 085312837788)
Friday, January 24, 2020
Thursday, January 23, 2020
Halaqah - 14
Kabar Para Nabi Dengan Kedatangan Nabi ﷺ
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 14 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Kabar Para Nabi Dengan Kedatangan Nabi ﷺ
Disebutkan di dalam Al-Qur’an bahwa Isa Ibnu Maryam عَلَيهِ السَّلَامُ telah memberi kabar gembira dengan kedatangan Nabi Muhammad ﷺ
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
"Dan ketika Isa Ibnu Maryam berkata “wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasulullah untuk kalian yang membenarkan at-Taurat yang datang sebelumku dan memberikan kabar gembira dengan kedatangan seorang Rasul yang datang setelahku yang bernama Ahmad” maka ketika Muhammad datang dengan ayat-ayat yang jelas mereka berkata ini adalah sihir yang nyata" (Surat Ash-Shaf : 6)
Di dalam ayat yang lain disebutkan bahwa kabar gembira ini ada di dalam Taurat dan Injil di sebutkan bahwa kedatangan Rasulullah ciri-ciri nya dan sifat-sifatnya
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ…
"Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang Ummi yang mereka temukan tertulis namanya di dalam Taurat dan Injil, dia memerintahkan mereka dengan kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran dan menghalalkan untuk mereka perkara-perkara yang baik dan mengharamkan atas mereka perkara-perkata yang jelek dan menghilangkan dari mereka syariat yang berat dan susah yang dahulu diwajibkan atas mereka" (Surat Al-A’raf : 157]
Berkata Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah
والأخبار بمعرفة أهل الكتاب صفة محمد – صلى الله عليه وسلم – في الكتب القديمة عندهم متواترة عنهم
Dan kabar-kabar bahwa Ahlul kitab mengetahui sifat Muhammad ﷺ yang ada di dalam kitab-kitab yang dulu adalah kabar-kabar yang mutawatir dari mereka (Al Jawabush Shahih I/340)
Demikian pula kabar dari orang-orang yang telah masuk Islam dan belum masuk Islam mereka mengabarkan demikian, seperti apa yang di alami oleh orang-orang Anshar saat mereka masih musyrik dahulu orang-orang yahudi yang merupakan tetangga mereka di kota madinah sering mengabarkan kepada mereka akan kedatangan Nabi terakhir yang mereka tunggu dan mereka mengancam akan memerangi orang-orang musyrikin bersama Nabi tersebut
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengabarkan
وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ
"Dan ketika datang kepada mereka kitab dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada bersama mereka padahal sebelumnya mereka mengabarkan bahwa mereka akan meminta tolong dengan Nabi tersebut untuk memerangi orang-orang kafir, maka ketika datang kepada mereka apa yang mereka ketahui tiba-tiba mereka kufur, maka laknat Allah atas Orang-orang yang kafir (Surat Al-Baqarah : 89)
Dalil dalil atas kebenaran kenabian Muhammad ﷺ tidak hanya dengan kabar-kabar gembira tersebut namun Al-Quran syariat yang sempurna, mu'jizat-mu'jizat beliau ﷺ yang telah disaksikan oleh banyak manusia, perjalanan hidup beliau baik ibadah, akhlak dakwah jihad dan lain-lain, ini semua menunjukkan kebenaran kenabian beliau ﷺ
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Kabar Para Nabi Dengan Kedatangan Nabi ﷺ
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 14 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Kabar Para Nabi Dengan Kedatangan Nabi ﷺ
Disebutkan di dalam Al-Qur’an bahwa Isa Ibnu Maryam عَلَيهِ السَّلَامُ telah memberi kabar gembira dengan kedatangan Nabi Muhammad ﷺ
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
"Dan ketika Isa Ibnu Maryam berkata “wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasulullah untuk kalian yang membenarkan at-Taurat yang datang sebelumku dan memberikan kabar gembira dengan kedatangan seorang Rasul yang datang setelahku yang bernama Ahmad” maka ketika Muhammad datang dengan ayat-ayat yang jelas mereka berkata ini adalah sihir yang nyata" (Surat Ash-Shaf : 6)
Di dalam ayat yang lain disebutkan bahwa kabar gembira ini ada di dalam Taurat dan Injil di sebutkan bahwa kedatangan Rasulullah ciri-ciri nya dan sifat-sifatnya
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ…
"Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang Ummi yang mereka temukan tertulis namanya di dalam Taurat dan Injil, dia memerintahkan mereka dengan kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran dan menghalalkan untuk mereka perkara-perkara yang baik dan mengharamkan atas mereka perkara-perkata yang jelek dan menghilangkan dari mereka syariat yang berat dan susah yang dahulu diwajibkan atas mereka" (Surat Al-A’raf : 157]
Berkata Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah
والأخبار بمعرفة أهل الكتاب صفة محمد – صلى الله عليه وسلم – في الكتب القديمة عندهم متواترة عنهم
Dan kabar-kabar bahwa Ahlul kitab mengetahui sifat Muhammad ﷺ yang ada di dalam kitab-kitab yang dulu adalah kabar-kabar yang mutawatir dari mereka (Al Jawabush Shahih I/340)
Demikian pula kabar dari orang-orang yang telah masuk Islam dan belum masuk Islam mereka mengabarkan demikian, seperti apa yang di alami oleh orang-orang Anshar saat mereka masih musyrik dahulu orang-orang yahudi yang merupakan tetangga mereka di kota madinah sering mengabarkan kepada mereka akan kedatangan Nabi terakhir yang mereka tunggu dan mereka mengancam akan memerangi orang-orang musyrikin bersama Nabi tersebut
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengabarkan
وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ
"Dan ketika datang kepada mereka kitab dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada bersama mereka padahal sebelumnya mereka mengabarkan bahwa mereka akan meminta tolong dengan Nabi tersebut untuk memerangi orang-orang kafir, maka ketika datang kepada mereka apa yang mereka ketahui tiba-tiba mereka kufur, maka laknat Allah atas Orang-orang yang kafir (Surat Al-Baqarah : 89)
Dalil dalil atas kebenaran kenabian Muhammad ﷺ tidak hanya dengan kabar-kabar gembira tersebut namun Al-Quran syariat yang sempurna, mu'jizat-mu'jizat beliau ﷺ yang telah disaksikan oleh banyak manusia, perjalanan hidup beliau baik ibadah, akhlak dakwah jihad dan lain-lain, ini semua menunjukkan kebenaran kenabian beliau ﷺ
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Wednesday, January 22, 2020
Halaqah - 13
Penjagaan Allah Kepada Muhammad ﷺ Sebelum Kenabian Beliau
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 13 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Penjagaan Allah Kepada Muhammad ﷺ Sebelum Kenabian Beliau
Diantara penjagaan Allah kepada Muhammad ﷺ sebelum di wahyukan ketika renovasi ka'bah Muhammad mengangkat batu bersama paman beliau Abbas, Abbas saat itu mengusulkan kepada Muhammad ﷺ supaya mengangkat izar beliau yaitu pakaian bagian bawah dan meletakkannya di atas leher bagian belakang supaya menjaga Muhammad dari bekas batu yang di angkat, ketika mereka jauh dari manusia, tatkala beliau akan melakukannya tiba-tiba beliau pingsan dan ketika bangun beliau pun meminta supaya di kencangkan izar nya (HR Al Bukhari dan Muslim)
Dan kejadian tersebut terjadi saat beliau berumur 35 tahun (diriwayatkan oleh Abdul Razaq di dalam al-Musanaf)
Dan sebagaimana yang diketahui bahwa telanjang pada saat itu bukan suatu yang aneh menurut orang-orang Arab Jahiliyah, dahulu mereka biasa thawaf dalam keadaan telanjang kecuali orang-orang Quraisy. Dan Thawaf dalam keadaan telanjang terus di lakukan oleh mereka sampai di larang oleh Rasulullãh ﷺ pada tahun 9 Hijriyah lewat perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq
Abu Bakar mengumumkan
أَلَا لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ
Janganlah ada orang Musyrik yang berhaji setelah tahun ini dan jangan ada orang yang Thawaf di sekitar Baitullah dalam keadaan telanjang (HR Al-Bukhari)
Kejadian diatas menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terjaga dari apa yang di anggap tercela baik sebelum kejadian maupun setelah kejadian
Diantara penjagaan Allah kepada beliau ﷺ Sebelum Kenabian, bahwa beliau berpegang teguh dengan warisan Nabi Ibrahim dan Ismail di dalam Aqidah, Haji, Pernikahan dan lain-lain
Pernah beliau ﷺ bersama Zaid Ibnu Haritsah kemudian Zaid menyentuh berhala dengan tangan kanannya, maka Muhammad ﷺ melarang Zaid, kemudian Zaid menyentuh lagi dan di larang kembali oleh Muhammad ﷺ Zaid bin Haritsah bersumpah bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah menyentuh berhala sedikit pun (Hadits Hasan di riwayat oleh Ath Thabrany di dalam al-Mu’jamul kabir)
Sebelum menjadi Nabi ﷺ pernah dihidangkan kepada beliau daging dan beliau tidak memakannya karena takut makanan tersebut termasuk yang di sembelih untuk berhala (HR al-Bukhari)
Beliau dahulu wukuf di 'Arafah sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim alaihi salam berbeda dengan orang-orang Quraisy yang mereka wukuf di Mudzalifah menyelisihi ajaran Nabi Ibrahim عَلَيهِ السَّلَامُ
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Penjagaan Allah Kepada Muhammad ﷺ Sebelum Kenabian Beliau
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 13 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Penjagaan Allah Kepada Muhammad ﷺ Sebelum Kenabian Beliau
Diantara penjagaan Allah kepada Muhammad ﷺ sebelum di wahyukan ketika renovasi ka'bah Muhammad mengangkat batu bersama paman beliau Abbas, Abbas saat itu mengusulkan kepada Muhammad ﷺ supaya mengangkat izar beliau yaitu pakaian bagian bawah dan meletakkannya di atas leher bagian belakang supaya menjaga Muhammad dari bekas batu yang di angkat, ketika mereka jauh dari manusia, tatkala beliau akan melakukannya tiba-tiba beliau pingsan dan ketika bangun beliau pun meminta supaya di kencangkan izar nya (HR Al Bukhari dan Muslim)
Dan kejadian tersebut terjadi saat beliau berumur 35 tahun (diriwayatkan oleh Abdul Razaq di dalam al-Musanaf)
Dan sebagaimana yang diketahui bahwa telanjang pada saat itu bukan suatu yang aneh menurut orang-orang Arab Jahiliyah, dahulu mereka biasa thawaf dalam keadaan telanjang kecuali orang-orang Quraisy. Dan Thawaf dalam keadaan telanjang terus di lakukan oleh mereka sampai di larang oleh Rasulullãh ﷺ pada tahun 9 Hijriyah lewat perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq
Abu Bakar mengumumkan
أَلَا لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ
Janganlah ada orang Musyrik yang berhaji setelah tahun ini dan jangan ada orang yang Thawaf di sekitar Baitullah dalam keadaan telanjang (HR Al-Bukhari)
Kejadian diatas menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terjaga dari apa yang di anggap tercela baik sebelum kejadian maupun setelah kejadian
Diantara penjagaan Allah kepada beliau ﷺ Sebelum Kenabian, bahwa beliau berpegang teguh dengan warisan Nabi Ibrahim dan Ismail di dalam Aqidah, Haji, Pernikahan dan lain-lain
Pernah beliau ﷺ bersama Zaid Ibnu Haritsah kemudian Zaid menyentuh berhala dengan tangan kanannya, maka Muhammad ﷺ melarang Zaid, kemudian Zaid menyentuh lagi dan di larang kembali oleh Muhammad ﷺ Zaid bin Haritsah bersumpah bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah menyentuh berhala sedikit pun (Hadits Hasan di riwayat oleh Ath Thabrany di dalam al-Mu’jamul kabir)
Sebelum menjadi Nabi ﷺ pernah dihidangkan kepada beliau daging dan beliau tidak memakannya karena takut makanan tersebut termasuk yang di sembelih untuk berhala (HR al-Bukhari)
Beliau dahulu wukuf di 'Arafah sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim alaihi salam berbeda dengan orang-orang Quraisy yang mereka wukuf di Mudzalifah menyelisihi ajaran Nabi Ibrahim عَلَيهِ السَّلَامُ
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Tuesday, January 21, 2020
Halaqah - 12 Renovasi Ka’bah
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 12 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Renovasi Ka’bah
Ketika Muhammad ﷺ berumur 35 tahun, berkumpulah orang-orang Quraisy untuk merenovasi Ka’bah, ketika bangunan sudah selesai di renovasi dan tinggal menaruh hajar aswad maka terjadi perselisihan masing-masing kabilah merasa berhak untuk meletakkan kembali hajar aswad dan mereka menganggap ini adalah sebuah kehormatan sampai hampir-hampir terjadi peperangan
Kemudian setelah itu mereka bersepakat pada hari tertentu bahwa yang pertama kali memasuki Masjidil Haram di hari tersebut dialah yang memberi keputusan diantara mereka dan ternyata yang pertama kali masuk adalah Muhammad ﷺ merekapun berkata :
"ini adalah al-Amiin, kami meridhainya"
Maka Muhammad ﷺ meminta sebuah kain dan mengambil hajar aswad kemudian meletakkan hajar aswad di atas kain tersebut, setelah itu beliau meminta masing-masing kabilah untuk memegang kain dan membawa hajar aswad bersama-sama menuju tempatnya
Sehingga sudah sampai ketempatnya, Muhammad ﷺ mengambilnya dan meletakkan pada tempatnya dengan demikian selesailah renovasi Ka’bah
Demikianlah Muhammad dengan hikmahnya memadamkan api fitnah yang hampir berkobar di antara orang-orang Quraisy
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 12 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Renovasi Ka’bah
Ketika Muhammad ﷺ berumur 35 tahun, berkumpulah orang-orang Quraisy untuk merenovasi Ka’bah, ketika bangunan sudah selesai di renovasi dan tinggal menaruh hajar aswad maka terjadi perselisihan masing-masing kabilah merasa berhak untuk meletakkan kembali hajar aswad dan mereka menganggap ini adalah sebuah kehormatan sampai hampir-hampir terjadi peperangan
Kemudian setelah itu mereka bersepakat pada hari tertentu bahwa yang pertama kali memasuki Masjidil Haram di hari tersebut dialah yang memberi keputusan diantara mereka dan ternyata yang pertama kali masuk adalah Muhammad ﷺ merekapun berkata :
"ini adalah al-Amiin, kami meridhainya"
Maka Muhammad ﷺ meminta sebuah kain dan mengambil hajar aswad kemudian meletakkan hajar aswad di atas kain tersebut, setelah itu beliau meminta masing-masing kabilah untuk memegang kain dan membawa hajar aswad bersama-sama menuju tempatnya
Sehingga sudah sampai ketempatnya, Muhammad ﷺ mengambilnya dan meletakkan pada tempatnya dengan demikian selesailah renovasi Ka’bah
Demikianlah Muhammad dengan hikmahnya memadamkan api fitnah yang hampir berkobar di antara orang-orang Quraisy
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Monday, January 20, 2020
Tausiah dari Syaikh Abdul Karim Aruhaily
Asesor UIM (Universitas Islam Madinah)
Bismillah
Pertemuan bersama Syaikh Dr. Abdul Karim beliau Asesor dari UIM
Penerjemah : Ustadz Ali Salman
Ahad, 19 Januari 2020
Acara dimulai jam 14.00 sampe menjelang ashar
Tausyiah dari Syaikh :
Syaikh menasehati kpd kita semua bahwa memberikan
Pendidikan yg baik/sholih/benar adalah yg dapat memberikan manfaat utk orang itu sendiri dan juga sampai ke akheratnya kelak
Syaikh mengutip ayat alquran Surat Al Ankabut : 69 , Allah berfirman:
وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)
Menuntut ilmu syar'i salah satu bagian dari jihad
Orang yg cape2 dan lelehnya utk mengharap pahala Allah maka Allah akan memberikan pahala di hari kiamat
Karena dunia hanya sepintas bukan tempat yg abadi dan tempat kembali kita yg kekal adalah akherat
Sebaik2 yg dilakukan oleh manusia ketika di dunia adalah menunut ilmu syar'i atau ilmu agama
Karena dengan ilmu inilah yg akan ada bersama kita sampai kita meninggal dunia
Allah menyebutkan banyak sekali ayat yg menerangkan keutamaan menuntut ilmu syar'i /agama
Allah menyebutkan salah satunya keutamaan ilmu agama ini dengan pertanyaan
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Tentunya jawabanya TIDAK..
karena Orang yg memiliki ilmu agama akan memiliki kedudukan disisi Allah
saat kita mudah berbuat maksiat. Itu semua disebabkan karena kurangnya ilmu dan kurangnya akal.
Karena ilmu itulah yang dapat membuat kita punya rasa takut pada Allah, sebagaimana disebutkan dalam ayat,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).
Syaikh juga menceritakan orang2 yg Allah berikan Rahmat, di sebut sebagai rahimahullah dan nama nya selalu di ingat sampai akhir zaman karena ilmu yg dimiliki nya..seperti
# Azubair Ibnu Aqwam , ibunya bernama Sofiah beliau yg menjadikan anaknya pemberani di medan perang
# Imam syafei ditinggal ayahnya sejak usia 6 tahun
# Anas bin malik, ada ibu yg hebat yg menyuruh anaknya menjadi pembantu Rasulullah
# Imam Bukhori
# Imam Muslim
# Imam nawawi meninggal di usia 45 tahun meninggalkan karya2 yg luar biasa di setiap masjid pasti ada buku dan dikaji Kitab Riyadhusolihin , penulis Kitab syarh Muslim, penulis kitab Majmu'
# Syaikh Muhammad Albani penulis Kitab silsilah hadist, sifat sholat Nabi, silsilah hadist dhoif dll
Mereka dalam memperoleh ilmu bukan dengan bersantai2 dan dengan tidur2 an tapi mereka dapatkan ilmu dengan belajar dan dengan peran orang tua terutama ibu karena ibu mempunyai peran yg begitu besar
Orang2 yg memiliki ilmu maka namanya akan harum sampe sekarang bahkan sampe di akherat, didoakan dengan banyak orang ketika di dunia dg sebutan dan diabdikan dengan nama Rahimahullah itu semua adalah para penuntut ilmu
Beliau banyak membela dakwah Nabi dan sunnah2 Nabi
Wahai ayah dan bunda kita didik anak2 kita dengan menghafalkan alquran, menghafalkan hadist2 Nabi, menghafalkan mutun2 .
Kita didik anak2 kita agar kita bisa memperoleh pahala dari anak yg sholih mereka akan terus mendoakan kita sampe kita telah tiada
Beliau menambahkan yg berkaitan tentang kesabaran terutama dalam menuntut ilmu syar'i dan mendidik anak2 kita
Allah sebutkan di Allah quran ada 60 X
Diantaranya , Allah berfirman:
قُلْ يٰعِبَا دِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَ رْضُ اللّٰهِ وَا سِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. *Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas."*
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)
Ada pahala yg besar bagi orang yg bersabar Yg begitu besar pahalanya
Begitu juga Nabi Nuh bersabar ketika dihina, disiksa, dicemooh oleh kaumnya selama 950 tahun berdakwah
Allah berfirman
Itu adalah cerita2 yg Allah berikan dari alam ghaib yg diceritakan oleh Muhammad dan kepada kaumnya yg tidak mengetahui hal ini
Bersabarlah engkau sesungguhnya Allah berikan kesabaran kepada orang2 yg bertaqwa
Alhamdulillah..
Semoga Allah memberikan kesabaran, keistiqomahan kpd kita semua di dalam belajar dan mengamalkan nya mengharapkan wajah Allah... Aamiin
Asesor UIM (Universitas Islam Madinah)
Bismillah
Pertemuan bersama Syaikh Dr. Abdul Karim beliau Asesor dari UIM
Penerjemah : Ustadz Ali Salman
Ahad, 19 Januari 2020
Acara dimulai jam 14.00 sampe menjelang ashar
Tausyiah dari Syaikh :
Syaikh menasehati kpd kita semua bahwa memberikan
Pendidikan yg baik/sholih/benar adalah yg dapat memberikan manfaat utk orang itu sendiri dan juga sampai ke akheratnya kelak
Syaikh mengutip ayat alquran Surat Al Ankabut : 69 , Allah berfirman:
وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)
Menuntut ilmu syar'i salah satu bagian dari jihad
Orang yg cape2 dan lelehnya utk mengharap pahala Allah maka Allah akan memberikan pahala di hari kiamat
Karena dunia hanya sepintas bukan tempat yg abadi dan tempat kembali kita yg kekal adalah akherat
Sebaik2 yg dilakukan oleh manusia ketika di dunia adalah menunut ilmu syar'i atau ilmu agama
Karena dengan ilmu inilah yg akan ada bersama kita sampai kita meninggal dunia
Allah menyebutkan banyak sekali ayat yg menerangkan keutamaan menuntut ilmu syar'i /agama
Allah menyebutkan salah satunya keutamaan ilmu agama ini dengan pertanyaan
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Tentunya jawabanya TIDAK..
karena Orang yg memiliki ilmu agama akan memiliki kedudukan disisi Allah
saat kita mudah berbuat maksiat. Itu semua disebabkan karena kurangnya ilmu dan kurangnya akal.
Karena ilmu itulah yang dapat membuat kita punya rasa takut pada Allah, sebagaimana disebutkan dalam ayat,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).
Syaikh juga menceritakan orang2 yg Allah berikan Rahmat, di sebut sebagai rahimahullah dan nama nya selalu di ingat sampai akhir zaman karena ilmu yg dimiliki nya..seperti
# Azubair Ibnu Aqwam , ibunya bernama Sofiah beliau yg menjadikan anaknya pemberani di medan perang
# Imam syafei ditinggal ayahnya sejak usia 6 tahun
# Anas bin malik, ada ibu yg hebat yg menyuruh anaknya menjadi pembantu Rasulullah
# Imam Bukhori
# Imam Muslim
# Imam nawawi meninggal di usia 45 tahun meninggalkan karya2 yg luar biasa di setiap masjid pasti ada buku dan dikaji Kitab Riyadhusolihin , penulis Kitab syarh Muslim, penulis kitab Majmu'
# Syaikh Muhammad Albani penulis Kitab silsilah hadist, sifat sholat Nabi, silsilah hadist dhoif dll
Mereka dalam memperoleh ilmu bukan dengan bersantai2 dan dengan tidur2 an tapi mereka dapatkan ilmu dengan belajar dan dengan peran orang tua terutama ibu karena ibu mempunyai peran yg begitu besar
Orang2 yg memiliki ilmu maka namanya akan harum sampe sekarang bahkan sampe di akherat, didoakan dengan banyak orang ketika di dunia dg sebutan dan diabdikan dengan nama Rahimahullah itu semua adalah para penuntut ilmu
Beliau banyak membela dakwah Nabi dan sunnah2 Nabi
Wahai ayah dan bunda kita didik anak2 kita dengan menghafalkan alquran, menghafalkan hadist2 Nabi, menghafalkan mutun2 .
Kita didik anak2 kita agar kita bisa memperoleh pahala dari anak yg sholih mereka akan terus mendoakan kita sampe kita telah tiada
Beliau menambahkan yg berkaitan tentang kesabaran terutama dalam menuntut ilmu syar'i dan mendidik anak2 kita
Allah sebutkan di Allah quran ada 60 X
Diantaranya , Allah berfirman:
قُلْ يٰعِبَا دِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَ رْضُ اللّٰهِ وَا سِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. *Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas."*
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)
Ada pahala yg besar bagi orang yg bersabar Yg begitu besar pahalanya
Begitu juga Nabi Nuh bersabar ketika dihina, disiksa, dicemooh oleh kaumnya selama 950 tahun berdakwah
Allah berfirman
Itu adalah cerita2 yg Allah berikan dari alam ghaib yg diceritakan oleh Muhammad dan kepada kaumnya yg tidak mengetahui hal ini
Bersabarlah engkau sesungguhnya Allah berikan kesabaran kepada orang2 yg bertaqwa
Alhamdulillah..
Semoga Allah memberikan kesabaran, keistiqomahan kpd kita semua di dalam belajar dan mengamalkan nya mengharapkan wajah Allah... Aamiin
Halaqah - 11
Pernikahan Muhammad ﷺ dengan Khadijah radiallahu anha
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 11 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Pernikahan Muhammad ﷺ dengan Khadijah radhiyallahu 'anha
Pada saat berumur 25 tahun Muhammad ﷺ menikah dengan Khadijah seorang wanita Quraisy yang memiliki kedudukan yang tinggi dan harta yang melimpah, ada yang mengatakan bahwa umur Khadijah saat itu 28 tahun dan ada yang mengatakan 40 tahun
Khadijah, beliau adalah Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay al-Qurasiyyah
Beliau adalah termasuk wanita Quraisy yang paling baik nasabnya harta dan akalnya dan beliaulah wanita yang pertama kali dinikahi oleh Muhammad ﷺ dan beliau tidak menikah dengan seorang wanita pun setelah Khadijah sampai Khadijah meninggal
Setelah menikah dengan Khadijah telah lahir dari beliau enam orang anak :
Al Qasim
Abdullah
Zainab
Ruqayyah
Ummu kultsum
Fatimah
Al-Qasim dan Abdullah meninggal ketika masih kecil sedangkan yang wanita semuanya menemui kenabian Muhammad ﷺ dan masuk Islam tetapi semuanya meninggal dunia sebelum Rasulullah ﷺ kecuali Fatimah, maka beliau meninggal meninggal 6 bulan setelah kematian Rasulullah ﷺ
Adapun riwayat-riwayat perincian tentang bagaimana pernikahan beliau ﷺ seperti cerita bahwa beliau berdagang ke Syam dengan membawa harta Khadijah bintu Khuwaylid dan bahwasanya Khadijah mengutus Maysarah (seorang budak milik beliau) untuk menemani Muhammad di dalam perdagangan ini kemudian ketika pulang, Khadijah melihat keamanahan Muhammad dan Maysarah juga menceritakan kemuliaan akhlak pikiran yang jernih dan kejujuran Muhammad ﷺ dan kisah bahwa Khadijah mengutus utusan kepada Muhammad ﷺ menawarkan kepada beliau untuk menikah kemudian Muhammad setuju dan berbicara kepada para pamannya, kemudian setelah itu mereka pergi ke paman Khadijah dan meminangnya setelah itu di langsungkan pernikahan maka riwayat-riwayat tersebut adalah lemah
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Pernikahan Muhammad ﷺ dengan Khadijah radiallahu anha
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke - 11 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Pernikahan Muhammad ﷺ dengan Khadijah radhiyallahu 'anha
Pada saat berumur 25 tahun Muhammad ﷺ menikah dengan Khadijah seorang wanita Quraisy yang memiliki kedudukan yang tinggi dan harta yang melimpah, ada yang mengatakan bahwa umur Khadijah saat itu 28 tahun dan ada yang mengatakan 40 tahun
Khadijah, beliau adalah Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay al-Qurasiyyah
Beliau adalah termasuk wanita Quraisy yang paling baik nasabnya harta dan akalnya dan beliaulah wanita yang pertama kali dinikahi oleh Muhammad ﷺ dan beliau tidak menikah dengan seorang wanita pun setelah Khadijah sampai Khadijah meninggal
Setelah menikah dengan Khadijah telah lahir dari beliau enam orang anak :
Al Qasim
Abdullah
Zainab
Ruqayyah
Ummu kultsum
Fatimah
Al-Qasim dan Abdullah meninggal ketika masih kecil sedangkan yang wanita semuanya menemui kenabian Muhammad ﷺ dan masuk Islam tetapi semuanya meninggal dunia sebelum Rasulullah ﷺ kecuali Fatimah, maka beliau meninggal meninggal 6 bulan setelah kematian Rasulullah ﷺ
Adapun riwayat-riwayat perincian tentang bagaimana pernikahan beliau ﷺ seperti cerita bahwa beliau berdagang ke Syam dengan membawa harta Khadijah bintu Khuwaylid dan bahwasanya Khadijah mengutus Maysarah (seorang budak milik beliau) untuk menemani Muhammad di dalam perdagangan ini kemudian ketika pulang, Khadijah melihat keamanahan Muhammad dan Maysarah juga menceritakan kemuliaan akhlak pikiran yang jernih dan kejujuran Muhammad ﷺ dan kisah bahwa Khadijah mengutus utusan kepada Muhammad ﷺ menawarkan kepada beliau untuk menikah kemudian Muhammad setuju dan berbicara kepada para pamannya, kemudian setelah itu mereka pergi ke paman Khadijah dan meminangnya setelah itu di langsungkan pernikahan maka riwayat-riwayat tersebut adalah lemah
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Friday, January 17, 2020
Halaqah - 10
Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib
by Rory Rachmad |
in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang kesepuluh dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib
Setelah meninggal Abdul Muththalib, Abu Thalib sebagai paman berusaha menunaikan hak keponakannya dengan sebaik-baiknya, bahkan mendahulukan Muhammad diantara sekian banyak putranya selama lebih 40 tahun disampingnya, melindunginya dan membela dengan ucapan dan juga fisiknya
Rasulullah ﷺ tumbuh sebagai seorang pemuda yang dijaga oleh Allah terjauh dari kotoran-kotoran Jahiliyyah dan kebiasaan mereka. Paling menjaga kehormatan, paling baik akhlaknya, sangat pemalu, paling jujur ucapannya, sangat menjaga amanah, jauh dari perilaku jorok dan kasar, sehingga dikenal diantara masyarakat Jahiliyyah sebagai seorang Al-Amiin (yang dapat di percaya)
Beliau dikenal banyak silaturahim, menghormati tamu, membantu yang lain di dalam kebaikan, memakan dari usaha sendiri dan Qona'ah (merasa cukup) dengan apa yang Allah berikan
Ketika beliau berumur 14 atau 15 tahun terjadilah perang al-Fujar antara Quraisy dan Kinanah melawan Qais dan a‘inan, namun tidak ada riwayat yang shahih yang menyebutkan bahwa Muhammad ﷺ saat itu ikut berperang, kemudian beliau ﷺ sempat menghadiri sebuah kesepakatan antara Bani Hasyim, Bani Umayyah, Bani Zahrah dan juga Bani Makzum yang isi kesepakatan tersebut adalah untuk saling menolong dan saling membantu orang yang di dzhalimi serta mengembalikan kebaikan kepada yang memiliki.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib
by Rory Rachmad |
in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang kesepuluh dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib
Setelah meninggal Abdul Muththalib, Abu Thalib sebagai paman berusaha menunaikan hak keponakannya dengan sebaik-baiknya, bahkan mendahulukan Muhammad diantara sekian banyak putranya selama lebih 40 tahun disampingnya, melindunginya dan membela dengan ucapan dan juga fisiknya
Rasulullah ﷺ tumbuh sebagai seorang pemuda yang dijaga oleh Allah terjauh dari kotoran-kotoran Jahiliyyah dan kebiasaan mereka. Paling menjaga kehormatan, paling baik akhlaknya, sangat pemalu, paling jujur ucapannya, sangat menjaga amanah, jauh dari perilaku jorok dan kasar, sehingga dikenal diantara masyarakat Jahiliyyah sebagai seorang Al-Amiin (yang dapat di percaya)
Beliau dikenal banyak silaturahim, menghormati tamu, membantu yang lain di dalam kebaikan, memakan dari usaha sendiri dan Qona'ah (merasa cukup) dengan apa yang Allah berikan
Ketika beliau berumur 14 atau 15 tahun terjadilah perang al-Fujar antara Quraisy dan Kinanah melawan Qais dan a‘inan, namun tidak ada riwayat yang shahih yang menyebutkan bahwa Muhammad ﷺ saat itu ikut berperang, kemudian beliau ﷺ sempat menghadiri sebuah kesepakatan antara Bani Hasyim, Bani Umayyah, Bani Zahrah dan juga Bani Makzum yang isi kesepakatan tersebut adalah untuk saling menolong dan saling membantu orang yang di dzhalimi serta mengembalikan kebaikan kepada yang memiliki.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Subscribe to:
Posts (Atom)