Rumah Tahfidz, Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur'an, Kajian Ilmu syar'i Hub: Diana Gasim (Ummu Achmad ) 085312837788)
Tuesday, February 4, 2020
Halaqah - 20
Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 20 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi
Setelah turun surat Al-Mudatsir 1 s/d 7 dan dengannya beliau ﷺ menjadi seorang Rasul, mulailah beliau berdakwah di Mekkah mendakwahi orang-orang Quraisy dan penduduk Makkah dengan dakwah sembunyi-sembunyi ada yang mengatakan bahwa ini berlangsung 3 tahun, Khadijah رضي الله عنها adalah wanita pertama yang masuk Islam dan membenarkan Rasulullah ﷺ sebagaimana dalam hadits Aisyah yang telah berlalu
Ali bin Abi Thalib yang dulu di asuh Rasulullah ﷺ semenjak sebelum menjadi Nabi adalah anak kecil yang pertama masuk Islam ada yang mengatakan umurnya 10 tahun
Ali bin Abi Thalib ikut Nabi ﷺ karena Abu Thalib adalah orang yang sedikit hartanya dan banyak tanggungannya, sehingga saat itu Rasulullah ﷺ mengasuh Ali untuk meringankan beban pamannya
Adapun yang pertama kali masuk Islam dari laki-laki dewasa adalah Abu Bakar Ash Shidiq رضي الله عنه
Rasulullah ﷺ bersabda
إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ: كَذَبْتَ، وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: صَدَقَ، وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَهَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي
Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian, kemudian kalian mengatakan “engkau berdusta” dan berkata Abu Bakar “dia telah benar” dan dia telah menghiburku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan jiwanya dan hartanya, apakah kalian meninggalkan shahabatku (HR Al Bukhari)
Dengan Islamnya Abu Bakar, keluarganya juga mengikuti beliau di dalam Islam dan diantara yang pertama-tama masuk Islam adalah Zaid bin Haritsah Maula Rasulullah ﷺ dan di antara yang pertama-tama masuk Islam adalah
1. Utsman bin Affan
2. Az Jubair bin Awwam
3. Khalid bin Said bin Al ‘ash
4. Abdullah bin Mas’ ud
5. Khubbab bin Al-Arat
6. Bilal Al Habasy
7. Ammar bin Yasir
8. Sumaiyyah (Ibu Ammar bin Yasir)
9. Amr Ibnu Abasah
10. Abu Dzar Al Ghifari dan lain-lain
Beberapa riwayat menunjukkan bahwa beberapa shahabat mengaku dan merasa dirinya yang pertama masuk Islam dan ini tidak bertentangan karena mereka mengabarkan sesuai dengan apa yang dia lihat dan dia ketahui
Kemudian ini di antara yang menunjukkan kerahasiaan dakwah yang di lakukan oleh Rasulullah ﷺ saat itu,
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
____________
Halaqah - 21
Hikmah dan Tujuan Dakwah Sirriiyyah
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 21 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Hikmah dan Tujuan Dakwah Sirriiyyah
Rasulullah ﷺ memulai dakwah beliau dengan sembunyi-sembunyi dan mendakwahi satu per satu orang-orang yang ada di sekitarnya dan tidak menjaharkan dakwah beliau selama 3 tahun adalah dengan tujuan dan hikmah di antaranya
1. supaya penduduk Mekkah yang penuh dengan kesyirikan dan kejahilan tidak di kagetkan dengan dakwah ini sehingga mereka menghancurkan dakwah ini dari semenjak munculnya
2. supaya dakwah ini memiliki penolong-penolong yang kelak akan menolongnya dan membelanya apabila Rasulullah ﷺ menjaharkan dakwah ini
Apabila keadaan seseorang berada di sebuah tempat yang penduduknya penuh dengan kesyirikan dan kekufuran dan di khawatirkan apabila berdakwah kepada islam secara terang-terangan maka dia dan dakwahnya akan di hancurkan dari awal, maka silahkan dia berdakwah dengan sembunyi-sembunyi dan menjaga kewajiban-kewajiban agama
Namun seseorang hidup di tengah masyarakat islam ditegakkan syiar-syiar agama dan di izinkan seperti adzan, shalat 5 waktu, zakat, puasa, haji
Kemudian dia tidak melakukan shalat 5 waktu atau hanya melakukan 2 kali dalam sehari dengan dalih bahwasanya ini adalah fase Mekkah maka ini adalah kesesatan yang nyata. Tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah ﷺ
berkata Umar Ibnu Abdul Aziz
إذا رأيت قوما يتناجون فى دينهم دون العامة فاعلم أنهم في تأسيس الضلالة
Apabila engkau melihat sebuah kaum saling berbisik-bisik di dalam urusan agama mereka tanpa orang awam, maka ketahuilah bahwa mereka sedang membangun kesesatan (Atsar ini dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di dalam Hilyatul Aulia)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
________________
Halaqah - 22
Diantara Pelajaran Dakwah Sirriyah yang dilakukan Oleh Nabi ﷺ
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 22 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Diantara Pelajaran Dari Dakwah Sirriyah yang dilakukan Oleh Nabi ﷺ
Di antara Pelajaran yang bisa kita ambil dari dakwah Sirriyyah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ
1. Pentingnya mendakwahi orang-orang yang paling dekat
Ketika dakwah Sirriiyyah Nabi ﷺ mendakwahkan islam kepada orang-orang yang sangat dekat dengan beliau, baik keluarganya maupun teman-teman dekat beliau ﷺ demikian pula setiap orang yang terlihat dirinya tanda kebaikan, mencintai kebaikan dan kebenaran yang beliau mengenal mereka dengan baik dan mereka pun mengenal beliau ﷺ dengan baik
Abu Bakar Ash Shiddiq رضي الله عنه adalah shahabat Nabi ﷺ semenjak beliau menjadi Nabi, beliau adalah orang kaya dan memiliki kedudukan yang tinggi di antara orang-orang Quraisy. Beliau adalah sosok yang di cintai oleh manusia dan memiliki akhlak yang mulia, banyak orang yang mendatangi beliau karena ilmunya dan perdagangannya, serta karena baiknya akhlak beliau
Setelah masuk islam beliau رضي الله عنه aktif mendakwahi manusia kepada islam dengan cara rahasia, beliau mendakwahi orang-orang yang beliau percaya dan mereka biasa mendatangi beliau رضي الله عنه telah masuk islam dengan sebab beliau Utsman Ibnu Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdurrahman bin 'Auf, Sa'ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah dan lain-lain
Kemudian masuklah kepada islam banyak orang baik laki-laki maupun wanita, sehingga mulailah tersebar kabar tentang islam di kota Mekkah dan islam menjadi bahan pembicaraan
2. Bahwa seorang muslim di perintahkan mengambil sebab yang dzhahir
Dakwah Sirriiyyah beliau adalah dengan perintah Allah bukan karena beliau ﷺ tidak beriman dengan takdir Allah, tetapi ini adalah pelajaran seorang da'i supaya mengambil sebab-sebab kebaikan dan sebab-sebab keselamatan
Diantara pelajaran yang bisa kita ambil bahwa mengingkari kemungkaran apabila mengakibatkan akan terjadi kemungkaran yang lebih besar maka tidak boleh mengingkari kemungkaran tersebut, di awal dakwah Nabi ﷺ tidak mengingkari orang-orang musyrikin secara terang-terangan karena yang demikian akan menjadikan kemungkaran yang lebih besar dan akan menjadikan dakwah berhenti sebelum berkembang
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Halaqah - 23 Memulai Dakwah Jahriyah Atau Terang-terangan
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 23 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Memulai Dakwah Jahriyah atau terang-teranganan
Setelah 3 tahun berdakwah dengan Sirriyah turunlah perintah Allah untuk memulai dakwah dengan terang-terangan beliau ﷺ diperintahkan untuk memulai dakwah kepada keluarga dekat beliau, Allah berfirman
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
"Dan ingatkanlah keluarga dekatmu" (Surat Asy-Syu’ara : 214)
Maka keluarlah Nabi ﷺ dan menaiki bukit Shafa kemudian berteriak "yaa shabahah" ini adalah sebuah kalimat yang dipakai oleh orang Arab untuk meminta tolong ketika melihat musuh akan menyerang
Maka berkumpulah orang-orang Quraisy dari berbagai kabilah kemudian beliau ﷺ berkata kepada mereka
yaa Bani Fulan, yaa Bani Manaf, yaa Bani Abdil Muththalib apa pendapat kalian seandainya aku kabarkan kepada kalian bahwa sebuah pasukan berkuda akan keluar dari atas bukit ini, apakah kalian membenarkan aku?
Mereka berkata
kami tidak pernah melihat engkau berdusta
Beliau mengatakan
maka aku ingatkan tentang adanya adab yang pedih di depan kalian
Berkata Abu Lahab (paman Rasulullah ﷺ)
celaka dirimu engkau tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini
Kemudian Abu Lahab pergi dan turunlah surat Al-Masad
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
"Celaka kedua tangan Abu Lahab" (Surat Al-lahab : 1)
Diantara hikmah memulai Dakwah dengan keluarga karena Mekkah penuh dengan semangat kabilah dan kekeluargaan sehingga di harapkan mereka akan membantu menolong dan membela dakwah ini
Demikian pula negeri Mekkah dan Quraisy memiliki kedudukan tinggi di antara kabilah-kabilah arab sehingga seandainya mereka mendapatkan hidayah maka akan memiliki pengaruh yang besar terhadap kabilah-kabilah lain dan ini tidak berarti bahwa islam hanya untuk orang-orang Quraisy saja, ini hanyalah langkah pertama di dalam menyampaikan agama islam yang di turunkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى untuk seluruh alam
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
----------------------
Halaqah - 23 Memulai Dakwah Jahriyah Atau Terang-terangan
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 23 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Memulai Dakwah Jahriyah atau terang-teranganan
Setelah 3 tahun berdakwah dengan Sirriyah turunlah perintah Allah untuk memulai dakwah dengan terang-terangan beliau ﷺ diperintahkan untuk memulai dakwah kepada keluarga dekat beliau, Allah berfirman
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
"Dan ingatkanlah keluarga dekatmu" (Surat Asy-Syu’ara : 214)
Maka keluarlah Nabi ﷺ dan menaiki bukit Shafa kemudian berteriak "yaa shabahah" ini adalah sebuah kalimat yang dipakai oleh orang Arab untuk meminta tolong ketika melihat musuh akan menyerang
Maka berkumpulah orang-orang Quraisy dari berbagai kabilah kemudian beliau ﷺ berkata kepada mereka
yaa Bani Fulan, yaa Bani Manaf, yaa Bani Abdil Muththalib apa pendapat kalian seandainya aku kabarkan kepada kalian bahwa sebuah pasukan berkuda akan keluar dari atas bukit ini, apakah kalian membenarkan aku?
Mereka berkata
kami tidak pernah melihat engkau berdusta
Beliau mengatakan
maka aku ingatkan tentang adanya adab yang pedih di depan kalian
Berkata Abu Lahab (paman Rasulullah ﷺ)
celaka dirimu engkau tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini
Kemudian Abu Lahab pergi dan turunlah surat Al-Masad
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
"Celaka kedua tangan Abu Lahab" (Surat Al-lahab : 1)
Diantara hikmah memulai Dakwah dengan keluarga karena Mekkah penuh dengan semangat kabilah dan kekeluargaan sehingga di harapkan mereka akan membantu menolong dan membela dakwah ini
Demikian pula negeri Mekkah dan Quraisy memiliki kedudukan tinggi di antara kabilah-kabilah arab sehingga seandainya mereka mendapatkan hidayah maka akan memiliki pengaruh yang besar terhadap kabilah-kabilah lain dan ini tidak berarti bahwa islam hanya untuk orang-orang Quraisy saja, ini hanyalah langkah pertama di dalam menyampaikan agama islam yang di turunkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى untuk seluruh alam
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Sunday, February 2, 2020
🌷🌷 *Bergembiralah Saat Tertimpa Musibah*
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
_"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?"_
*(QS. Al-Ankabut)*
Maka bergembiralah bagi orang yang sakit atau tertimpa musibah, *yaitu jika mereka menyikapinya dengan ikhlas, sabar, ridha dan tidak buruk sangka kepada Allah Ta'ala,* bahwa mereka, (dengan ijin/kehendak Allah) akan :
*(1). DIAMPUNI DOSA-DOSANYA*
_"Senantiasa ujian ditimpakan kepada seorang mukmin dan mukminah baik itu pada dirinya, anaknya dan hartanya, sampai ia bertemu Allah tanpa mempunyai kesalahan"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
_"Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa letih, penyakit, bingung, sedih, rasa sakit, duka cita, bahkan duri yang mengenai dirinya, melainkan dengan itu Allah gugurkan kesalahan-kesalahannya"_
*(HR. Bukhari)*
*(2). SEMAKIN DICINTAI ALLAH*
_"Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan itu) maka baginya keridhaan (Allah), dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
*(3). DITINGGIKAN DERAJAT*
_"Sesungguhnya seorang hamba jika telah ditetapkan oleh Allah suatu kedudukan baginya, lalu ia tidak dapat mencapai (kedudukan itu) dengan amal perbuatannya, maka Allah akan memberikannya ujian pada tubuh, harta atau anaknya, kemudian ia bersabar atas ujian tersebut, hingga Allah menyampaikannya pada kedudukan yang telah ditetapkan untuknya dari Allah 'Azza wa Jalla"_
*(HR. Ahmad)*
*(4). MENDAPATKAN SURGA*
_"Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman : "Wahai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhai bagimu sebuah pahala kecuali Surga"_
*(HR. Ibnu Majah)*
*(5). KESELAMATAN DARI API NERAKA*
_"Beritakanlah kabar gembira, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : "Penyakit itu adalah api-Ku yang Aku timpakan kepada hamba-Ku yang mukmin di dunia ini, agar ia dapat selamat dari api Neraka pada hari akhir nanti"_
*(HR. Ahmad)*
*(6). MENDAPATKAN KEBAIKAN*
_"Barangsiapa dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka akan ditimpakan musibah (ujian) kepadanya"_
*(HR. Bukhari)*
_"Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri hamba-Nya, maka Dia akan menyegerakan untuknya ujian di dunia (sebagai pelebur dosa-dosanya). Dan jika Allah menghendaki keburukan pada diri hamba-Nya, Dia akan mengakhirkan ujian lantaran dosa-dosanya, hingga dia akan didatangkan dengan membawa dosa-dosa itu pada hari Kiamat"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
*(7, 8, 9). MENDAPATKAN KEBERKAHAN, RAHMAT DAN PETUNJUK*
_"Mereka itulah (yaitu orang yang tertimpa sakit atau musibah) yang akan mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk"_
*(QS. Al-Baqarah)*
*(10). MENDAPATKAN PAHALA TANPA BATAS*
_"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas"_
*(QS. Az-Zumar)*
_"Manusia yang sehat nanti pada hari Kiamat sangat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa ujian di dunia"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
*Wahai yang tertimpa sakit atau musibah, masihkah bersedih setelah membaca kabar gembira di atas ?*
Barokallahu Fiikum 🙏
═════••✿✿✿••═════
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
_"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?"_
*(QS. Al-Ankabut)*
Maka bergembiralah bagi orang yang sakit atau tertimpa musibah, *yaitu jika mereka menyikapinya dengan ikhlas, sabar, ridha dan tidak buruk sangka kepada Allah Ta'ala,* bahwa mereka, (dengan ijin/kehendak Allah) akan :
*(1). DIAMPUNI DOSA-DOSANYA*
_"Senantiasa ujian ditimpakan kepada seorang mukmin dan mukminah baik itu pada dirinya, anaknya dan hartanya, sampai ia bertemu Allah tanpa mempunyai kesalahan"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
_"Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa letih, penyakit, bingung, sedih, rasa sakit, duka cita, bahkan duri yang mengenai dirinya, melainkan dengan itu Allah gugurkan kesalahan-kesalahannya"_
*(HR. Bukhari)*
*(2). SEMAKIN DICINTAI ALLAH*
_"Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan itu) maka baginya keridhaan (Allah), dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
*(3). DITINGGIKAN DERAJAT*
_"Sesungguhnya seorang hamba jika telah ditetapkan oleh Allah suatu kedudukan baginya, lalu ia tidak dapat mencapai (kedudukan itu) dengan amal perbuatannya, maka Allah akan memberikannya ujian pada tubuh, harta atau anaknya, kemudian ia bersabar atas ujian tersebut, hingga Allah menyampaikannya pada kedudukan yang telah ditetapkan untuknya dari Allah 'Azza wa Jalla"_
*(HR. Ahmad)*
*(4). MENDAPATKAN SURGA*
_"Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman : "Wahai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhai bagimu sebuah pahala kecuali Surga"_
*(HR. Ibnu Majah)*
*(5). KESELAMATAN DARI API NERAKA*
_"Beritakanlah kabar gembira, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : "Penyakit itu adalah api-Ku yang Aku timpakan kepada hamba-Ku yang mukmin di dunia ini, agar ia dapat selamat dari api Neraka pada hari akhir nanti"_
*(HR. Ahmad)*
*(6). MENDAPATKAN KEBAIKAN*
_"Barangsiapa dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka akan ditimpakan musibah (ujian) kepadanya"_
*(HR. Bukhari)*
_"Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri hamba-Nya, maka Dia akan menyegerakan untuknya ujian di dunia (sebagai pelebur dosa-dosanya). Dan jika Allah menghendaki keburukan pada diri hamba-Nya, Dia akan mengakhirkan ujian lantaran dosa-dosanya, hingga dia akan didatangkan dengan membawa dosa-dosa itu pada hari Kiamat"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
*(7, 8, 9). MENDAPATKAN KEBERKAHAN, RAHMAT DAN PETUNJUK*
_"Mereka itulah (yaitu orang yang tertimpa sakit atau musibah) yang akan mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk"_
*(QS. Al-Baqarah)*
*(10). MENDAPATKAN PAHALA TANPA BATAS*
_"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas"_
*(QS. Az-Zumar)*
_"Manusia yang sehat nanti pada hari Kiamat sangat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa ujian di dunia"_
*(HR. At-Tirmidzi)*
*Wahai yang tertimpa sakit atau musibah, masihkah bersedih setelah membaca kabar gembira di atas ?*
Barokallahu Fiikum 🙏
═════••✿✿✿••═════
Saturday, February 1, 2020
MARI MENGENAL JUZ AMMA:
KANDUNGAN, CARA MENGHAFAL DAN PENGAMALAN
Posted by Editorial Team | Nov 12, 2018 | Ayat Suci | 2 |
Mari Mengenal Juz Amma: Kandungan, Cara Menghafal dan Pengamalan
Juz Amma
Siapa tak kenal Juz Amma? Setiap umat muslim pasti akrab dengan istilah yang satu ini. Juz Amma merupakan juz terakhir yang terdapat dalam Al-Qur’an. Surat yang terdapat dalam juz ini relatif lebih pendek jika dibandingkan dengan juz sebelumnya. Juz Amma sendiri dimulai dengan Surat An-Naba’ dan diakhiri dengan surat An-Naas.
Mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz Amma? Adakah maksud tertentu dari penamaan tersebut? Bagaimana pula cara untuk menghafalkan surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz Amma? Kali ini Anda akan mendapatkan pembahasan lengkap mengenai Juz Amma termasuk kandungan, cara menghafal serta pengamalan beberapa surat.
MENGAPA DISEBUT JUZ AMMA?
Mengapa Disebut Juz Amma
Pertanyaan ini kerap kali dilontarkan, tidak hanya oleh anak-anak tetapi juga orang dewasa. Hal ini memang cukup menarik untuk dibahas karena hanya Juz 30 yang mendapatkan nama khusus yaitu Juz Amma. Untuk mengetahui alasan dibalik pemberian nama Amma pada Juz 30, maka Anda perlu melihat surat pertama dimulainya Juz 30.
Juz terakhir dalam Al-Qur’an ditandai dengan kata pertama ‘Amma pada surat An-Naba. Menurut sebagian besar pendapat, hal inilah yang menjadi penyebab mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz ‘Amma. Tidak ada maksud khusus dari pemberian nama ‘Amma karena hanya merujuk pada kata yang mengawali surat pada bagian awal Juz 30.
SURAT DALAM JUZ AMMA
Surat dalam Juz Amma
Di dalam Juz Amma terkandung 37 surat yang dimulai dari surat ke-78 yaitu An-Naba’ dan diakhiri dengan surat ke-114 yaitu An-Naas. Untuk mengenal lebih jauh mengenai Juz Amma, alangkah lebih baiknya jika Anda mengetahui setiap surat yang termasuk ke dalam juz terakhir Al-Qur’an ini.
Surat pertama dalam Juz 30 adalah An-Naba’ yang berarti Berita Besar. Surat ini terdiri dari 40 ayat dan tergolong surat Makiyah karena diturunkan di Mekah. Surat An-Naba’ menjadi salah satu surat yang mempunyai jumlah ayat terbanyak dalam Juz 30. Surat yang selanjutnya adalah An-Nazi’at yang berarti Malaikat-Malaikat yang Mencabut. Surat ini mempunyai 46 ayat dan juga tergolong surat Makiyah.
Surat yang berikutnya adalah ‘Abasa yang berarti Ia Bermuka Masam. Secara garis besar surat ini menceritakan tentang teguran kepada Nabi Muhammad yang tidak begitu mempedulikan seorang lelaki yang ingin bertanya perihal agama karena beliau sibuk mengurusi pembesar Quraisy. Surat ‘Abasa terdiri dari 42 ayat dan tergolong ke dalam surat Makiyah.
Kemudian diikuti oleh Surat At-Takwir yang berarti Menggulung. Surat ini menceritakan perihal peristiwa besar yaitu kiamat. At-Takwir mempunyai 29 ayat dan diturunkan di Mekah. Surat selanjutnya adalah Al-Infithar yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai jumlah ayat yang lebih sedikit yaitu 19 ayat.
Surat Al-Muthaffifiin berarti Orang-orang Yang Curang mempunyai 36 ayat. Surat ini menceritakan tentang orang-orang yang curang dalam timbangan. Surat tersebut diikuti oleh Surat Al-Insyiqaq yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai 25 ayat dan diturunkan di Mekah.
Surat ke-85 adalah Al-Buruj yang berarti Gugusan Bintang. Surat Al-Buruj terdiri dari 22 ayat. Yang selanjutnya adalah Surat At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari). Surat ini mempunyai 17 ayat dan menyampaikan tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan manusia serta ancaman terhadap orang-orang kafir.
Surat Al-A’la merupakan surat ke 87 yang berarti Yang Paling Tinggi. Surat ini mempunyai 19 ayat dan membahas tentang kebesaran Allah serta kabar gembira untuk orang mukmin dan ancaman untuk orang kafir. Surat ini diikuti oleh Surat Al-Ghasyiyah (Hari Pembalasan). Surat Al-Ghasyiyah mengabarkan kepada manusia perihal hari kiamat (hari pembalasan) dan terdiri dari 26 ayat.
Selanjutnya terdapat Surat Al-Fajr (Fajar) yang terdiri dari 30 ayat. Surat ini mengisahkan tentang bagaimana Allah menghukum orang-orang terdahulu yang durhaka kepada-Nya seperti Kaum ‘Ad dan Fir’aun. Surat ini diikuti oleh Surat Al-Balad (Negeri) yang mempunyai 20 ayat. Dalam surat ini Allah bersumpah dengan negeri Mekah.
Pada juz amma surat ke-91 terdapat Asy-Syams yang berarti Matahari. Surat ini mempunyai 15 ayat dan menceritakan tentang kaum Tsamud dan kaum Nabi Shalih yang menyembelih unta betina padahal telah dilarang. Surat yang selanjutnya adalah Al-Lail yang berarti Malam. Surat yang terdiri dari 21 ayat ini mengisahkan perbandingan orang mukmin dengan orang kafir.
Surat Ad-Dhuha berada pada urutan selanjutnya. Ad-Dhuha sendiri berarti Waktu Matahari Sepenggalahan Naik. Surat ini mengabarkan kepada Rasulullah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan beliau dan tidak membencinya. Ad-Dhuha terdiri dari 11 ayat. Surat ke-94 adalah Surat Al-Insyirah (Melapangkan) yang mempunyai 8 ayat. Surat ini memberikan motivasi bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
Setelah itu, didalam juz amma juga terdapat Surat At-tin yang berarti Buah Tin. Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan bahwa Allah telah memberikan bentuk yang sebaik-baiknya kepada manusia serta pesan bagi orang beriman untuk berbuat kebaikan agar mendapat pahala yang tak putus. Surat selanjutnya adalah Al-‘Alaq (Segumpal Darah). Surat ini mempunyai 19 ayat.
Surat ke-97 adalah Al-Qadr (Kemuliaan). Surat yang terdiri dari 5 ayat ini mengisahkan tentang turunnya Al-Qur’an pada malam yang mulia yaitu Lailatul Qadr. Surat ini kemudian diikuti oleh Al-Bayyinah (Pembuktian). Surat Al-Bayyinah terdiri dari 8 ayat dan mengisahkan tentang keadaan orang kafir yang tidak akan meninggalkan agama mereka hingga datang bukti yang nyata.
Surat ke-99 adalah Al-Zalzalah yang berarti Kegoncangan. Surat ini mengisahkan tentang keadaan pada hari kiamat yang begitu mengerikan. Al-Zalzalah terdiri dari 8 ayat dan turun di Madinah. Yang selanjutnya adalah Surat Al-‘Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang). Surat ini menyampaikan tentang keingkaran manusia dan kecintaan mereka pada harta secara berlebihan. Al-‘Adiyat mempunyai 11 ayat.
Surat yang berikutnya adalah Al-Qori’ah (Hari Kiamat). Surat ini mempunyai 11 ayat dan mengisahkan tentang kejadian pada hari kiamat dan ancaman bagi orang yang ringan timbangan amal baiknya. Surat ini diikuti oleh At-Takatsur (Bermegah-megahan). Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan tentang manusia yang lalai karena bermegah-megahan hingga masuk ke dalam kubur.
Surat ke-103 yaitu Al-‘Ashr (Masa). Surat pendek ini hanya terdiri dari 3 ayat dan menyampaikan tentang manusia yang berada dalam kerugian kecuali mereka yang berbuat kebaikan dan saling menasehati. Surat yang selanjutnya adalah Al-Humazah (Pengumpat). Surat ini menjadi peringatan bagi para pengumpat karena Allah mengancam dengan neraka Wail. Surat Al-Humazah terdiri dari 9 ayat.
Surat Al-Fiil (Gajah) adalah surat ke-105 dan terdiri dari 5 ayat. Surat ini mengisahkan tentang tentara bergajah Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Kemudian Allah memerintahkan burung-burung untuk membawa batu dari neraka kemudian melemparkan pada pasukan tersebut. Selanjutnya terdapat Surat Quraisy (Suku Quraisy) yang terdiri dari 4 ayat.
Surat Al-Ma’un (Barang-Barang yang Berguna) terdiri dari 7 ayat dan mengabarkan pentingnya berbuat baik pada anak yatim. Surat ini juga memberi ancaman bagi orang yang lalai dalam shalatnya. Kemudian Surat Al-Kautsar (Nikmat yang Berlimpah) mempunyai 3 ayat. Surat ini merupakan bentuk hiburan dari Allah untuk Nabi Muhammad agar tidak bersedih hati.
Pada surat ke-109 terdapat Al-Kafirun (Orang-orang Kafir) yang mempunyai 6 ayat. Surat ini diturunkan karena orang-orang kafir mencoba bernegosiasi agar Nabi Muhammad mau menyembah berhala. Surat ini merupakan bentuk penolakan yang tegas terhadap ajakan tersebut. Yang selanjutnya adalah Surat An-Nashr (Pertolongan) yang mengabarkan tentang datangnya pertolongan Allah.
Al-Lahab merupakan surat ke-111 dan berarti Gejolak Api. Surat ini turun karena Abu Lahab yang mencela Nabi Muhammad karena peringatan yang disampaikan oleh beliau. Selanjutnya terdapat surat Al-Ikhlas (Ikhlas) yang terdiri dari 4 ayat. Surat ini berisi tentang tauhid kepada Allah, bahwa hanya Allah yang patut disembah.
Dua surat terakhir dalam Juz Amma adalah Al-Falaq (Waktu Subuh) yang terdiri dari 5 ayat dan surat An-Naas (Manusia) yang terdiri dari 6 ayat. Al-Falaq menjadi surat perlindungan dari kejahatan malam dan makhluk ciptaan Allah. Sedangkan An-Naas merupakan surat perlindungan dari kejahatan setan yang tersembunyi.
KEUTAMAAN SURAT AL-IKHLAS
Keutamaan Surat Al-Ikhlas
Juz Amma diakhiri oleh tiga surat, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat tersebut juga dikenal sebagai surat perlindungan dan dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir pagi dan petang. Surat Al-Ikhlas sendiri memiliki kandungan pentauhidan Allah dan pengakuan bahwa Allah itu Esa dan hanya kepada Allah tempat meminta segala sesuatu.
Meskipun surat ini pendek karena hanya terdiri dari 4 ayat, Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang luar biasa jika dibandingkan dengan surat-surat lain dalam Juz Amma. Rasulullah menyampaikan bahwa Al-Ikhlas merupakan sepertiga Al-Qur’an. Barang siapa yang membaca surat Al-Ikhlas 10 kali maka akan dibangunkan rumah di surga baginya. Apa keutamaan lain dari Al-Ikhlas?
Perlindungan dari keburukan
Surat Al-Ikhlas sangat dianjurkan untuk dibaca pada beberapa waktu khusus, salah satunya pada waktu pagi dan sore hari. Bersamaan dengan surat Al-Falaq dan An-Naas, ketiga surat tersebut mempunyai keutamaan sebagai perlindungan. Siapa yang membaca ketiga surat tersebut pada pagi dan petang niscaya akan dijaga dari segala keburukan.
Meruqyah
Surat Al-Ikhlas sering digunakan untuk meruqyah atau menyembuhkan orang sakit. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dalam kitab Bukhari. Dari ‘Aisyah, sebelum tidur Rasulullah membaca tiga surat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) kemudian meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkan ke wajah dan seluruh tubuh. Beliau juga menyuruh ‘Aisyah untuk melakukannya ketika beliau sakit.
Sepertiga Al-Qur’an
Sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari). Dari hadist tersebut, sudah jelas bahwa Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang begitu besar sehingga senilai dengan sepertiga Al-Qur’an.
Mendapat rumah di surga
Salah satu keutamaan membaca surat Al-Ikhlas yang tidak bisa disepelekan adalah mendapatkan rumah di surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah, “Siapa yang membaca (surat Al-Ikhlas) sampai mengkhatamkannya sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan baginya istana di surga.” (HR. Ahmad)
KEUTAMAAN SURAT AL-FALAQ
Keutamaan Surat Al-Falaq
Isi berikutnya dari Juz Amma adalah surat Al-Falaq mempunyai keutamaan yang hampir sama dengan surat Al-Ikhlas karena keduanya seringkali dianjurkan untuk dibaca secara berurutan. Yang membedakan keduanya adalah surat Al-Falaq tidak dianggap senilai dengan sepertiga Al-Qur’an. Berikut keutamaan membaca surat Al-Falaq:
Terhindar dari keburukan
Seseorang yang membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas pada pagi dan petang niscaya akan diberikan kecukupan oleh Allah. Selain itu, akan diberikan pula penjagaan dari keburukan dan kejahatan ciptaan Allah.
Menangkal sihir
Al-Falaq juga mempunyai keutamaan sebagai penangkal sihir. Baca surat ini bersama dengan surat Al-Ikhlas dan An-Naas kemudian tiupkan pada telapak tangan dan usapkan ke wajah dan seluruh tubuh sebelum tidur. Surat Al-Falaq juga biasa dibaca pada waktu meruqyah.
KEUTAMAAN SURAT AN-NAAS
Keutamaan Surat An-Naas
Sebagai surat terakhir dalam Al-Qur’an, An-Naas juga mempunyai berbagai keutamaan. Dalam surat ini berisi perlindungan kepada Rabb pemilik manusia. Dengan demikian, surat An-Naas juga bisa dikatakan sebagai salah satu surat untuk perlindungan. Berikut keutamaan surat An-Naas:
Perlindungan dari gangguan jin dan manusia
Dalam surat An-Naas berisi permintaan untuk berlindung dari gangguan jin dan manusia. Dengan membaca surat ini pada waktu pagi dan petang, niscaya Allah akan senantiasa memberikan perlindungan.
Mengobati bagian tubuh yang sakit
Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, beliau membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kemudian meniupkan pada telapak tangan dan diusapkan pada bagian tubuh yang sakit.
CARA MENGHAFAL JUZ AMMA
Cara Menghafal Juz Amma
Menghafal Juz Amma biasa dilakukan oleh anak-anak. Hal ini dikarenakan Juz Amma mempunyai surat yang pendek dan mudah dihafal. Jika Anda ingin mencoba untuk menghafal surat-surat yang terdapat dalam Juz Amma, cobalah tips berikut ini:
Niat
Semua amal tergantung pada niatnya. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Awali dengan niat untuk menghafal surat-surat pendek demi meraih ridho Allah. Dengan niat yang kuat, niscaya Anda akan diberi kemudahan untuk menghafal.
Awali dengan surat pendek
Kebanyakan orang menghafal Juz Amma mulai dari An-Naas, Al-Falaq, dan seterusnya. Hal ini dikarenakan surat-surat tersebut relatif pendek dan sangat mudah untuk dihafal. Ketika otak sudah terbiasa, maka akan semakin mudah untuk menghafal surat yang lebih panjang hingga An-Naba’.
Aplikasikan ketika shalat
Salah satu cara yang efektif agar cepat hafal surat pendek adalah dengan membacanya ketika shalat. Dengan mengulang-ulang hafalan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengingat surat tersebut sehingga cepat hafal. Selain itu, bacaan shalat Anda juga tidak itu-itu saja.
Rajin mendengar murottal
Daripada menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik yang sia-sia, ada baiknya untuk mengubah playlist MP3 Anda menjadi murottal Al-Qur’an. Cara tersebut sangat efektif untuk membantu Anda dalam menghafal surat dalam Al-Qur’an, bahkan surat yang panjang sekalipun.
Rajin muroja’ah
Muroja’ah (mengulang hafalan) merupakan kunci penting dalam menghafal ayat Al-Qur’an. Semakin sering Anda melakukan muroja’ah, maka Anda akan semakin hafal.
Kesimpulan
Juz Amma merupakan bagian tak terpisahkan dari Al-Qur’an. Sebagian surat-surat dalam Juz 30 ini mengabarkan tentang hari kiamat, kabar baik untuk kaum muslimin dan ancaman untuk orang-orang kafir. Dalam Juz 30 terdapat 3 surat yang mempunyai kedudukan istimewa yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat mempunyai keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan untuk rutin membaca ketiga surat tersebut sebagai dzikir pada pagi dan petang hari. Dengan mengamalkannya, seseorang bisa mendapatkan perlindungan dan penjagaan Allah dari segala keburukan baik jin maupun manusia.
جزء artinya potongan atau bagian
عمّ diambil dari surat An Naba
عن + ما artinya tentang apa
Juz amma merupakan juz 30 dengan jumlah surat terbanyak ada 37 surat dan jumlah halamannya ada 23 ( 11,5 lembar)
Juz lainnya ada 10 lembar...
34 terdiri dari surat makiyyah
Dan 3 surat terdiri dari surat madaniyyah
Yaitu surat Al bayyinah , Az Zalzalah dan An Nashr
KANDUNGAN, CARA MENGHAFAL DAN PENGAMALAN
Posted by Editorial Team | Nov 12, 2018 | Ayat Suci | 2 |
Mari Mengenal Juz Amma: Kandungan, Cara Menghafal dan Pengamalan
Juz Amma
Siapa tak kenal Juz Amma? Setiap umat muslim pasti akrab dengan istilah yang satu ini. Juz Amma merupakan juz terakhir yang terdapat dalam Al-Qur’an. Surat yang terdapat dalam juz ini relatif lebih pendek jika dibandingkan dengan juz sebelumnya. Juz Amma sendiri dimulai dengan Surat An-Naba’ dan diakhiri dengan surat An-Naas.
Mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz Amma? Adakah maksud tertentu dari penamaan tersebut? Bagaimana pula cara untuk menghafalkan surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz Amma? Kali ini Anda akan mendapatkan pembahasan lengkap mengenai Juz Amma termasuk kandungan, cara menghafal serta pengamalan beberapa surat.
MENGAPA DISEBUT JUZ AMMA?
Mengapa Disebut Juz Amma
Pertanyaan ini kerap kali dilontarkan, tidak hanya oleh anak-anak tetapi juga orang dewasa. Hal ini memang cukup menarik untuk dibahas karena hanya Juz 30 yang mendapatkan nama khusus yaitu Juz Amma. Untuk mengetahui alasan dibalik pemberian nama Amma pada Juz 30, maka Anda perlu melihat surat pertama dimulainya Juz 30.
Juz terakhir dalam Al-Qur’an ditandai dengan kata pertama ‘Amma pada surat An-Naba. Menurut sebagian besar pendapat, hal inilah yang menjadi penyebab mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz ‘Amma. Tidak ada maksud khusus dari pemberian nama ‘Amma karena hanya merujuk pada kata yang mengawali surat pada bagian awal Juz 30.
SURAT DALAM JUZ AMMA
Surat dalam Juz Amma
Di dalam Juz Amma terkandung 37 surat yang dimulai dari surat ke-78 yaitu An-Naba’ dan diakhiri dengan surat ke-114 yaitu An-Naas. Untuk mengenal lebih jauh mengenai Juz Amma, alangkah lebih baiknya jika Anda mengetahui setiap surat yang termasuk ke dalam juz terakhir Al-Qur’an ini.
Surat pertama dalam Juz 30 adalah An-Naba’ yang berarti Berita Besar. Surat ini terdiri dari 40 ayat dan tergolong surat Makiyah karena diturunkan di Mekah. Surat An-Naba’ menjadi salah satu surat yang mempunyai jumlah ayat terbanyak dalam Juz 30. Surat yang selanjutnya adalah An-Nazi’at yang berarti Malaikat-Malaikat yang Mencabut. Surat ini mempunyai 46 ayat dan juga tergolong surat Makiyah.
Surat yang berikutnya adalah ‘Abasa yang berarti Ia Bermuka Masam. Secara garis besar surat ini menceritakan tentang teguran kepada Nabi Muhammad yang tidak begitu mempedulikan seorang lelaki yang ingin bertanya perihal agama karena beliau sibuk mengurusi pembesar Quraisy. Surat ‘Abasa terdiri dari 42 ayat dan tergolong ke dalam surat Makiyah.
Kemudian diikuti oleh Surat At-Takwir yang berarti Menggulung. Surat ini menceritakan perihal peristiwa besar yaitu kiamat. At-Takwir mempunyai 29 ayat dan diturunkan di Mekah. Surat selanjutnya adalah Al-Infithar yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai jumlah ayat yang lebih sedikit yaitu 19 ayat.
Surat Al-Muthaffifiin berarti Orang-orang Yang Curang mempunyai 36 ayat. Surat ini menceritakan tentang orang-orang yang curang dalam timbangan. Surat tersebut diikuti oleh Surat Al-Insyiqaq yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai 25 ayat dan diturunkan di Mekah.
Surat ke-85 adalah Al-Buruj yang berarti Gugusan Bintang. Surat Al-Buruj terdiri dari 22 ayat. Yang selanjutnya adalah Surat At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari). Surat ini mempunyai 17 ayat dan menyampaikan tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan manusia serta ancaman terhadap orang-orang kafir.
Surat Al-A’la merupakan surat ke 87 yang berarti Yang Paling Tinggi. Surat ini mempunyai 19 ayat dan membahas tentang kebesaran Allah serta kabar gembira untuk orang mukmin dan ancaman untuk orang kafir. Surat ini diikuti oleh Surat Al-Ghasyiyah (Hari Pembalasan). Surat Al-Ghasyiyah mengabarkan kepada manusia perihal hari kiamat (hari pembalasan) dan terdiri dari 26 ayat.
Selanjutnya terdapat Surat Al-Fajr (Fajar) yang terdiri dari 30 ayat. Surat ini mengisahkan tentang bagaimana Allah menghukum orang-orang terdahulu yang durhaka kepada-Nya seperti Kaum ‘Ad dan Fir’aun. Surat ini diikuti oleh Surat Al-Balad (Negeri) yang mempunyai 20 ayat. Dalam surat ini Allah bersumpah dengan negeri Mekah.
Pada juz amma surat ke-91 terdapat Asy-Syams yang berarti Matahari. Surat ini mempunyai 15 ayat dan menceritakan tentang kaum Tsamud dan kaum Nabi Shalih yang menyembelih unta betina padahal telah dilarang. Surat yang selanjutnya adalah Al-Lail yang berarti Malam. Surat yang terdiri dari 21 ayat ini mengisahkan perbandingan orang mukmin dengan orang kafir.
Surat Ad-Dhuha berada pada urutan selanjutnya. Ad-Dhuha sendiri berarti Waktu Matahari Sepenggalahan Naik. Surat ini mengabarkan kepada Rasulullah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan beliau dan tidak membencinya. Ad-Dhuha terdiri dari 11 ayat. Surat ke-94 adalah Surat Al-Insyirah (Melapangkan) yang mempunyai 8 ayat. Surat ini memberikan motivasi bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
Setelah itu, didalam juz amma juga terdapat Surat At-tin yang berarti Buah Tin. Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan bahwa Allah telah memberikan bentuk yang sebaik-baiknya kepada manusia serta pesan bagi orang beriman untuk berbuat kebaikan agar mendapat pahala yang tak putus. Surat selanjutnya adalah Al-‘Alaq (Segumpal Darah). Surat ini mempunyai 19 ayat.
Surat ke-97 adalah Al-Qadr (Kemuliaan). Surat yang terdiri dari 5 ayat ini mengisahkan tentang turunnya Al-Qur’an pada malam yang mulia yaitu Lailatul Qadr. Surat ini kemudian diikuti oleh Al-Bayyinah (Pembuktian). Surat Al-Bayyinah terdiri dari 8 ayat dan mengisahkan tentang keadaan orang kafir yang tidak akan meninggalkan agama mereka hingga datang bukti yang nyata.
Surat ke-99 adalah Al-Zalzalah yang berarti Kegoncangan. Surat ini mengisahkan tentang keadaan pada hari kiamat yang begitu mengerikan. Al-Zalzalah terdiri dari 8 ayat dan turun di Madinah. Yang selanjutnya adalah Surat Al-‘Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang). Surat ini menyampaikan tentang keingkaran manusia dan kecintaan mereka pada harta secara berlebihan. Al-‘Adiyat mempunyai 11 ayat.
Surat yang berikutnya adalah Al-Qori’ah (Hari Kiamat). Surat ini mempunyai 11 ayat dan mengisahkan tentang kejadian pada hari kiamat dan ancaman bagi orang yang ringan timbangan amal baiknya. Surat ini diikuti oleh At-Takatsur (Bermegah-megahan). Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan tentang manusia yang lalai karena bermegah-megahan hingga masuk ke dalam kubur.
Surat ke-103 yaitu Al-‘Ashr (Masa). Surat pendek ini hanya terdiri dari 3 ayat dan menyampaikan tentang manusia yang berada dalam kerugian kecuali mereka yang berbuat kebaikan dan saling menasehati. Surat yang selanjutnya adalah Al-Humazah (Pengumpat). Surat ini menjadi peringatan bagi para pengumpat karena Allah mengancam dengan neraka Wail. Surat Al-Humazah terdiri dari 9 ayat.
Surat Al-Fiil (Gajah) adalah surat ke-105 dan terdiri dari 5 ayat. Surat ini mengisahkan tentang tentara bergajah Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Kemudian Allah memerintahkan burung-burung untuk membawa batu dari neraka kemudian melemparkan pada pasukan tersebut. Selanjutnya terdapat Surat Quraisy (Suku Quraisy) yang terdiri dari 4 ayat.
Surat Al-Ma’un (Barang-Barang yang Berguna) terdiri dari 7 ayat dan mengabarkan pentingnya berbuat baik pada anak yatim. Surat ini juga memberi ancaman bagi orang yang lalai dalam shalatnya. Kemudian Surat Al-Kautsar (Nikmat yang Berlimpah) mempunyai 3 ayat. Surat ini merupakan bentuk hiburan dari Allah untuk Nabi Muhammad agar tidak bersedih hati.
Pada surat ke-109 terdapat Al-Kafirun (Orang-orang Kafir) yang mempunyai 6 ayat. Surat ini diturunkan karena orang-orang kafir mencoba bernegosiasi agar Nabi Muhammad mau menyembah berhala. Surat ini merupakan bentuk penolakan yang tegas terhadap ajakan tersebut. Yang selanjutnya adalah Surat An-Nashr (Pertolongan) yang mengabarkan tentang datangnya pertolongan Allah.
Al-Lahab merupakan surat ke-111 dan berarti Gejolak Api. Surat ini turun karena Abu Lahab yang mencela Nabi Muhammad karena peringatan yang disampaikan oleh beliau. Selanjutnya terdapat surat Al-Ikhlas (Ikhlas) yang terdiri dari 4 ayat. Surat ini berisi tentang tauhid kepada Allah, bahwa hanya Allah yang patut disembah.
Dua surat terakhir dalam Juz Amma adalah Al-Falaq (Waktu Subuh) yang terdiri dari 5 ayat dan surat An-Naas (Manusia) yang terdiri dari 6 ayat. Al-Falaq menjadi surat perlindungan dari kejahatan malam dan makhluk ciptaan Allah. Sedangkan An-Naas merupakan surat perlindungan dari kejahatan setan yang tersembunyi.
KEUTAMAAN SURAT AL-IKHLAS
Keutamaan Surat Al-Ikhlas
Juz Amma diakhiri oleh tiga surat, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat tersebut juga dikenal sebagai surat perlindungan dan dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir pagi dan petang. Surat Al-Ikhlas sendiri memiliki kandungan pentauhidan Allah dan pengakuan bahwa Allah itu Esa dan hanya kepada Allah tempat meminta segala sesuatu.
Meskipun surat ini pendek karena hanya terdiri dari 4 ayat, Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang luar biasa jika dibandingkan dengan surat-surat lain dalam Juz Amma. Rasulullah menyampaikan bahwa Al-Ikhlas merupakan sepertiga Al-Qur’an. Barang siapa yang membaca surat Al-Ikhlas 10 kali maka akan dibangunkan rumah di surga baginya. Apa keutamaan lain dari Al-Ikhlas?
Perlindungan dari keburukan
Surat Al-Ikhlas sangat dianjurkan untuk dibaca pada beberapa waktu khusus, salah satunya pada waktu pagi dan sore hari. Bersamaan dengan surat Al-Falaq dan An-Naas, ketiga surat tersebut mempunyai keutamaan sebagai perlindungan. Siapa yang membaca ketiga surat tersebut pada pagi dan petang niscaya akan dijaga dari segala keburukan.
Meruqyah
Surat Al-Ikhlas sering digunakan untuk meruqyah atau menyembuhkan orang sakit. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dalam kitab Bukhari. Dari ‘Aisyah, sebelum tidur Rasulullah membaca tiga surat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) kemudian meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkan ke wajah dan seluruh tubuh. Beliau juga menyuruh ‘Aisyah untuk melakukannya ketika beliau sakit.
Sepertiga Al-Qur’an
Sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari). Dari hadist tersebut, sudah jelas bahwa Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang begitu besar sehingga senilai dengan sepertiga Al-Qur’an.
Mendapat rumah di surga
Salah satu keutamaan membaca surat Al-Ikhlas yang tidak bisa disepelekan adalah mendapatkan rumah di surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah, “Siapa yang membaca (surat Al-Ikhlas) sampai mengkhatamkannya sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan baginya istana di surga.” (HR. Ahmad)
KEUTAMAAN SURAT AL-FALAQ
Keutamaan Surat Al-Falaq
Isi berikutnya dari Juz Amma adalah surat Al-Falaq mempunyai keutamaan yang hampir sama dengan surat Al-Ikhlas karena keduanya seringkali dianjurkan untuk dibaca secara berurutan. Yang membedakan keduanya adalah surat Al-Falaq tidak dianggap senilai dengan sepertiga Al-Qur’an. Berikut keutamaan membaca surat Al-Falaq:
Terhindar dari keburukan
Seseorang yang membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas pada pagi dan petang niscaya akan diberikan kecukupan oleh Allah. Selain itu, akan diberikan pula penjagaan dari keburukan dan kejahatan ciptaan Allah.
Menangkal sihir
Al-Falaq juga mempunyai keutamaan sebagai penangkal sihir. Baca surat ini bersama dengan surat Al-Ikhlas dan An-Naas kemudian tiupkan pada telapak tangan dan usapkan ke wajah dan seluruh tubuh sebelum tidur. Surat Al-Falaq juga biasa dibaca pada waktu meruqyah.
KEUTAMAAN SURAT AN-NAAS
Keutamaan Surat An-Naas
Sebagai surat terakhir dalam Al-Qur’an, An-Naas juga mempunyai berbagai keutamaan. Dalam surat ini berisi perlindungan kepada Rabb pemilik manusia. Dengan demikian, surat An-Naas juga bisa dikatakan sebagai salah satu surat untuk perlindungan. Berikut keutamaan surat An-Naas:
Perlindungan dari gangguan jin dan manusia
Dalam surat An-Naas berisi permintaan untuk berlindung dari gangguan jin dan manusia. Dengan membaca surat ini pada waktu pagi dan petang, niscaya Allah akan senantiasa memberikan perlindungan.
Mengobati bagian tubuh yang sakit
Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, beliau membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kemudian meniupkan pada telapak tangan dan diusapkan pada bagian tubuh yang sakit.
CARA MENGHAFAL JUZ AMMA
Cara Menghafal Juz Amma
Menghafal Juz Amma biasa dilakukan oleh anak-anak. Hal ini dikarenakan Juz Amma mempunyai surat yang pendek dan mudah dihafal. Jika Anda ingin mencoba untuk menghafal surat-surat yang terdapat dalam Juz Amma, cobalah tips berikut ini:
Niat
Semua amal tergantung pada niatnya. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Awali dengan niat untuk menghafal surat-surat pendek demi meraih ridho Allah. Dengan niat yang kuat, niscaya Anda akan diberi kemudahan untuk menghafal.
Awali dengan surat pendek
Kebanyakan orang menghafal Juz Amma mulai dari An-Naas, Al-Falaq, dan seterusnya. Hal ini dikarenakan surat-surat tersebut relatif pendek dan sangat mudah untuk dihafal. Ketika otak sudah terbiasa, maka akan semakin mudah untuk menghafal surat yang lebih panjang hingga An-Naba’.
Aplikasikan ketika shalat
Salah satu cara yang efektif agar cepat hafal surat pendek adalah dengan membacanya ketika shalat. Dengan mengulang-ulang hafalan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengingat surat tersebut sehingga cepat hafal. Selain itu, bacaan shalat Anda juga tidak itu-itu saja.
Rajin mendengar murottal
Daripada menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik yang sia-sia, ada baiknya untuk mengubah playlist MP3 Anda menjadi murottal Al-Qur’an. Cara tersebut sangat efektif untuk membantu Anda dalam menghafal surat dalam Al-Qur’an, bahkan surat yang panjang sekalipun.
Rajin muroja’ah
Muroja’ah (mengulang hafalan) merupakan kunci penting dalam menghafal ayat Al-Qur’an. Semakin sering Anda melakukan muroja’ah, maka Anda akan semakin hafal.
Kesimpulan
Juz Amma merupakan bagian tak terpisahkan dari Al-Qur’an. Sebagian surat-surat dalam Juz 30 ini mengabarkan tentang hari kiamat, kabar baik untuk kaum muslimin dan ancaman untuk orang-orang kafir. Dalam Juz 30 terdapat 3 surat yang mempunyai kedudukan istimewa yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat mempunyai keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan untuk rutin membaca ketiga surat tersebut sebagai dzikir pada pagi dan petang hari. Dengan mengamalkannya, seseorang bisa mendapatkan perlindungan dan penjagaan Allah dari segala keburukan baik jin maupun manusia.
جزء artinya potongan atau bagian
عمّ diambil dari surat An Naba
عن + ما artinya tentang apa
Juz amma merupakan juz 30 dengan jumlah surat terbanyak ada 37 surat dan jumlah halamannya ada 23 ( 11,5 lembar)
Juz lainnya ada 10 lembar...
34 terdiri dari surat makiyyah
Dan 3 surat terdiri dari surat madaniyyah
Yaitu surat Al bayyinah , Az Zalzalah dan An Nashr
Thursday, January 30, 2020
Halaqah - 19
Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 19 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah tentang Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2
Rasulullah ﷺ telah ditanya bagaimana wahyu datang kepadamu beliau ﷺ berkata
أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ المَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ
Kadang-kadang datang kepadaku seperti lonceng dan inilah yang paling berat bagiku kemudian di hentikan dan tiba-tiba aku sudah menyerap apa yang dia ucapkan dan kadang-kadang Malaikat menjelma untukku sebagai seorang laki-laki kemudian dia berbicara kepadaku dan aku pun menyerap apa yang dia ucapkan (HR Bukhari dan Muslim)
Dan wahyu datang kepada beliau ﷺ dalam keadaan bangun sebagaimana hal ini di tunjukkan oleh riwayat yang shahih yang di keluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim
Wahyu turun kepada beliau ﷺ selama 23 tahun, 13 tahun ketika beliau di Mekkah dan 10 tahun di kota Madinah
Wahyu adalah mukjizah di luar kebiasaan manusia, Nabi ﷺ menerima kalamullah dengan perantaraan Malaikat Jibril عليهم السلام dengan demikian wahyu ini tidak ada hubungannya dengan ilham dan perenungan hati
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 19 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah tentang Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2
Rasulullah ﷺ telah ditanya bagaimana wahyu datang kepadamu beliau ﷺ berkata
أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ المَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ
Kadang-kadang datang kepadaku seperti lonceng dan inilah yang paling berat bagiku kemudian di hentikan dan tiba-tiba aku sudah menyerap apa yang dia ucapkan dan kadang-kadang Malaikat menjelma untukku sebagai seorang laki-laki kemudian dia berbicara kepadaku dan aku pun menyerap apa yang dia ucapkan (HR Bukhari dan Muslim)
Dan wahyu datang kepada beliau ﷺ dalam keadaan bangun sebagaimana hal ini di tunjukkan oleh riwayat yang shahih yang di keluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim
Wahyu turun kepada beliau ﷺ selama 23 tahun, 13 tahun ketika beliau di Mekkah dan 10 tahun di kota Madinah
Wahyu adalah mukjizah di luar kebiasaan manusia, Nabi ﷺ menerima kalamullah dengan perantaraan Malaikat Jibril عليهم السلام dengan demikian wahyu ini tidak ada hubungannya dengan ilham dan perenungan hati
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Dakwah ilallah , dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Islam yang orisinil , dakwah kepada keyakinan yang benar tidak hanya sekedar di mimbar saja
Saudaraku
Semua diantara kita mesti berdakwah walaupun tidak bisa menyampaikan ilmu di majlis-majlis ilmu.
Saudaraku
Dakwah dengan keteladan dalam kesaharian kita sangat besar sekali pengaruh dalam dakwah ini.
Dengan taufiq Allah kemudian mu'amalah kita yang baik kepada sesama , Berapa banyak saudara-saudara kita yang simpati dengan dakwah salafiyyah ini, Berapa banyak diantara keluarga kita, kerabat kita, tetangga kita ikut serta mendengarkan kajian-kajian asatidz yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah nabi shallahu'alaihi wasallam diatas pemahaman salaf kita yang sholih
Semoga kita bisa menjadi pembuka kebaikan yang bisa mendekatkan ummat kepada agama ini. Aamin
Saudaraku
Semua diantara kita mesti berdakwah walaupun tidak bisa menyampaikan ilmu di majlis-majlis ilmu.
Saudaraku
Dakwah dengan keteladan dalam kesaharian kita sangat besar sekali pengaruh dalam dakwah ini.
Dengan taufiq Allah kemudian mu'amalah kita yang baik kepada sesama , Berapa banyak saudara-saudara kita yang simpati dengan dakwah salafiyyah ini, Berapa banyak diantara keluarga kita, kerabat kita, tetangga kita ikut serta mendengarkan kajian-kajian asatidz yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah nabi shallahu'alaihi wasallam diatas pemahaman salaf kita yang sholih
Semoga kita bisa menjadi pembuka kebaikan yang bisa mendekatkan ummat kepada agama ini. Aamin
Wednesday, January 29, 2020
Halaqah - 18 - Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 1
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 18 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian yang pertama
Dahulu Rasulullah ﷺ mendapatkan kesusahan yang sangat ketika menerima wahyu sebagaimana di dalam shahih Muslim, dari beliau berkeringat deras di hari yang sangat dingin dan berubah wajah beliau, sebagaimana juga di riwayatkan oleh Imam Muslim di dalam shahihnya, badan beliau menjadi berat ketika turun wahyu, berkata Zayd bin Tsabit رضي الله عنه
فأنزل على رسولِهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، وفَخِذُهُ على فخذي ، فَثَقُلَتْ عليَّ حتى خِفْتُ أن تُرَضَّ فخذي
Maka diturunkan wahyu kepada Rasulullah ﷺ sedangkan paha beliau ada di atas pahaku maka menjadi berat paha beliau sampai aku takut pecah pahaku (HR Al Bukhari)
Dahulu beliau ﷺ sangat memusatkan konsentrasi beliau untuk menghafal apa yang di turunkan kepada beliau berupa ayat-ayat Al-Quran, Beliau menggerakkan lidah dan dua bibir beliau maka turunlah firman Allah ﷻ
لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ⑯ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ
"Janganlah engkau menggerakkan lisanmu dengannya karena engkau tergesa-gesa, sesungguhnya kewajiban Kami mengumpulkannya dan membacakannya" (Surat Al-Qiyamah : 16-17)
Maksudnya janganlah engkau wahai Nabi menggerakkan lisanmu untuk membaca Al-Quran ketika turun wahyu karena ingin bersegera untuk menghafalnya dan takut apabila Al-Quran tersebut lepas darimu sesungguhnya kewajiban bagi Kami mengumpulkan Al-Quran tersebut didalam dadamu, kemudian kewajiban Kami menjadikan engkau bisa membaca Al-Quran tersebut dengan lisanmu kapan saja engkau kehendaki dan dahulu kerinduan beliau ﷺ dan semangat beliau menjadikan beliau tergesa-gesa sebagaimana di jelaskan di dalam ayat, yaitu firman Allah
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Dan janganlah engkau tergesa-gesa dengan membaca Al-Quran sebelum wahyu itu selesai di turunkan kepadamu dan katakanlah “Wahai Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu” (Surat Thaha : 114)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[29/1 16.13] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 17 Terputusnya Wahyu
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke -17 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Terputusnya Wahyu
Setelah turun wahyu yang pertama tinggallah Rasulullah ﷺ tanpa ada wahyu turun kepada beliau, kemudian setelah itu turunlah firman Allah ﷻ
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ① قُمْ فَأَنْذِرْ ② وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ③ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ④ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ⑤ وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ ⑥ وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ⑦
"Wahai orang yang berselimut, bangkitlah, kemudian berilah peringatan dan Rabbmu Agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah dan berhala tinggalkanlah dan janganlah engkau memberi untuk mendapatkan yang lebih banyak dan untuk Rabbmu hendaknya engkau bersabar" (Surat Al-Muddatstsir : 1-7)
Sebagaimana di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim
Pernah terlambat wahyu turun kepada Nabi ﷺ kemudian berkata orang-orang musyrikin Rabb Muhammad telah meninggalkan Muhammad, maka Allah menurunkan firmanNya
وَالضُّحَىٰ ① وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ② مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
"Demi waktu Dhuha dan Demi malam apabila sunyi, tidaklah Rabbmu meninggalkan kamu dan tidak membenci" (Surat Adh-Dhuhaa : 1-3)
Adapun riwayat Nabi ﷺ hampir bunuh diri dengan melemparkan dirinya dari atas gunung dan bahwasanya Jibril datang dan mengabarkan bahwa beliau Rasulullah ﷺ maka riwayat ini tidak shahih dan maknanya bertentangan dengan kema'suman seorang Nabi
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Halaqah - 20
Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang Ke - 20 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi
Setelah turun surat Al-Mudatsir 1 s/d 7 dan dengannya beliau ﷺ menjadi seorang Rasul, mulailah beliau berdakwah di Mekkah mendakwahi orang-orang Quraisy dan penduduk Makkah dengan dakwah sembunyi-sembunyi ada yang mengatakan bahwa ini berlangsung 3 tahun, Khadijah رضي الله عنها adalah wanita pertama yang masuk Islam dan membenarkan Rasulullah ﷺ sebagaimana dalam hadits Aisyah yang telah berlalu
Ali bin Abi Thalib yang dulu di asuh Rasulullah ﷺ semenjak sebelum menjadi Nabi adalah anak kecil yang pertama masuk Islam ada yang mengatakan umurnya 10 tahun
Ali bin Abi Thalib ikut Nabi ﷺ karena Abu Thalib adalah orang yang sedikit hartanya dan banyak tanggungannya, sehingga saat itu Rasulullah ﷺ mengasuh Ali untuk meringankan beban pamannya
Adapun yang pertama kali masuk Islam dari laki-laki dewasa adalah Abu Bakar Ash Shidiq رضي الله عنه
Rasulullah ﷺ bersabda
إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ: كَذَبْتَ، وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: صَدَقَ، وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَهَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي
Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian, kemudian kalian mengatakan “engkau berdusta” dan berkata Abu Bakar “dia telah benar” dan dia telah menghiburku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan jiwanya dan hartanya, apakah kalian meninggalkan shahabatku (HR Al Bukhari)
Dengan Islamnya Abu Bakar, keluarganya juga mengikuti beliau di dalam Islam dan diantara yang pertama-tama masuk Islam adalah Zaid bin Haritsah Maula Rasulullah ﷺ dan di antara yang pertama-tama masuk Islam adalah
1. Utsman bin Affan
2. Az Jubair bin Awwam
3. Khalid bin Said bin Al ‘ash
4. Abdullah bin Mas’ ud
5. Khubbab bin Al-Arat
6. Bilal Al Habasy
7. Ammar bin Yasir
8. Sumaiyyah (Ibu Ammar bin Yasir)
9. Amr Ibnu Abasah
10. Abu Dzar Al Ghifari dan lain-lain
Beberapa riwayat menunjukkan bahwa beberapa shahabat mengaku dan merasa dirinya yang pertama masuk Islam dan ini tidak bertentangan karena mereka mengabarkan sesuai dengan apa yang dia lihat dan dia ketahui
Kemudian ini di antara yang menunjukkan kerahasiaan dakwah yang di lakukan oleh Rasulullah ﷺ saat itu,
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Tuesday, January 28, 2020
Nadwa
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 10 : CONTOH KALIMAT MUBTADA KHOBAR* 📚
_________________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍🏻 Diantara Ketentuan mubtada dan khabar adalah,
1⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mufrad* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mufrad*
Contoh :
🍃 المُدَرِّسُ جَالِسٌ
( _Guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisu_ adalah isim *mufrad*,
_jaalisun_ juga isim *mufrad*.
👉 Tanda Marfu' keduanya adalah dhammah.
2⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mutsanna atau jamak* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mutsanna atau jamak*
Contoh :
🔖 *Mutsanna*
🍃 المُدَرِّسَانِ جَالِسَانِ
( _Dua guru tersebut duduk_ )
👉 _al mudarrisaani_ isim *mutsanna*. Maka _jaalisaani_ yang merupakan khobarnya pun isim *mutsanna*.
👉 Tanda marfu' dari keduanya adalah *alif*.
🔖 *Jamak*
🍃 المُدَرِّسُونَ جَالِسُوْنَ
( _Para guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisuuna_ dan
_jaalisuuna_ keduanya adalah *jamak mudzakkar salim*. Tanda rafa'nya adalah wawu ( و ).
3⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *muannats* maka _*khabar-nya*_ pun harus *muannats* pula, demikian juga bila *mudzakkar*.
🔖 Contoh yang mudzakkar sebagaimana yang ada pada poin 1 dan 2.
🔖 *Contoh muannats*,
🍃 المُدَرِّسَةُ جَالِسَةٌ
( _Guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَتَانِ جَالِسَتَانِ
( _Dua guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَاتُ جَالِسَاتٌ
( _Para guru Perempuan tersebut duduk_ )
📍 *KESIMPULAN*
Dari contoh-contoh di atas, dapat kita simpulkan bahwa mubtada' dan khobar memiliki *kesesuaian* dalam hal,
🔖 *Jenis* (Mudzakkar/Muannats)
🔖 *Jumlah* (Mufrad/Mutsanna/Jamak)
🔖 *I'rab* (Rafa')
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 11: FI'IL* 📚
_________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
*Fi'il* adalah kata yang memiliki makna *yang terikat dengan waktu*, dan berdasarkan waktunya fi'il terbagi menjadi *tiga* yaitu :
1⃣ *Fi'il madhi / الفِعْلُ المَاضِيْ*
Fi'il madhi adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada *waktu lampau*.
🌱 Contohnya :
🍃 ذَهَبَ
( _Dia (lk) *telah* pergi_ )
2⃣ *Fi'il mudhari' / الفِعْلُ المُضَارِعُ*
Fi'il mudhari' adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada waktu *sekarang* atau *akan datang*.
🌱 Contohnya :
🍃 يَذْهَبُ
( _Dia (lk) *sedang/akan* pergi_ )
3⃣ *Fi'il amr / الفِعْلُ الأَمْرُ*
Fi'il amr adalah fi'il yang menunjukkan *perintah*, yang berarti harus dikerjakan pada waktu akan datang (yakni setelah adanya perintah).
🌱 Contohnya :
🍃 اِذْهَبْ
( _Pergilah kamu!_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
12 . I'ROB FI'IL* 📚
__________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍ Kita masuk pembahasan tentang i'rob pada fi'il
🏷 Sebagian fi'il ada yang *mabni* (tidak berubah akhiran katanya) dan ada yang *mu'rob* (berubah akhiran katanya).
🏷 Yang termasuk *fi'il mabni* ada 2, yaitu:
1⃣ *Fi'il madhi*
2⃣ *Fi'il amr*
🏷 Yang termasuk *fi'il mu'rob* adalah *hanya* fi'il mudhari'.
🏷 Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya bahwa i'rab terbagi atas 4 jenis, namun *perlu diperhatikan bahwa i'rab pada fi'il mudhari' hanya berlaku 3 jenis saja*, yaitu :
1⃣ *Marfu'/rafa' (مَرْفُوْعٌ/رَفْعٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 أَذْهَبُ
(saya sedang/akan pergi)
📌 Berharakat dhommah diakhir adalah *tanda asal* fi'il mudhari'.
2⃣ *Manshub/nashab (مَنْصُوْبٌ/نَصْبٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَنْ أَذْهَبَ
(saya tidak akan pergi)
📌 Kata "لَنْ" berfungsi/menjadi *sebab manshubnya* fi'il mudhari'.
3⃣ *Majzum/jazm (مَجْزُوْمٌ/جَزْمٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَمْ أَذْهَبْ
(saya tidak pergi)
📌 Kata "لَمْ" berfungsi/menjadi *sebab majzumnya* fi'il mudhari'.
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_______________
📚 *MATERI 13 : FI'IL DAN FA'IL* 📚
_____________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
1⃣ *Fi'il* adalah setiap kata yang memiliki *makna* dan *terikat dengan waktu*. Dalam bahasa Indonesia Fi'il disebut *kata kerja/Predikat*. Misal,
🍃 ذَهَبَ ( _telah pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ ( _sedang/akan pergi_ )
🍃 اِذْهَبْ ( _pergilah_ )
2⃣ *Fa'il* adalah *isim marfu'* yang terletak *setelah fi'il ma'lum* (kata kerja aktif) yang menunjukkan siapa yang melakukan perbuatan. Dalam bahasa Indonesia Fa'il disebut dengan *Subyek*.
3⃣ *Contoh kalimat* :
🌱 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ : fi'il
🍃 زَيْدٌ : fa'il
📍 *Kedua kata tersebut*,
🔖 *mufrod* (tunggal),
🔖 sama dari segi *jenisnya* yaitu *mudzakar*,
🔖 dan *marfu'* dengan tanda dhommah untuk menunjukkan bahwa ia adalah *fa'il (subyek).* Dan fa'il (subyek) adalah *inti kalimat.*
4⃣ Kalimat,
🍃 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
👉🏻 adalah *Jumlah Fi'liyyah*, yaitu kalimat yang *didahului oleh fi'il* (kata kerja).
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
___________________
📚 *MATERI 14: KAIDAH FI'IL DAN FA'IL* 📚
______________________________________
بسم ﷲ الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاۃ والسلام علی رسول ﷲ
Ikhwatii fillaah... Kita akan memasuki pembahasan "kaidah fi'il dan fa'il dan contoh-contohnya".
🏷 Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kalimat yang dimulai dengan fi'il disebut dengan *jumlah fi'liyyah*.
🏷 Jumlah fi'liyyah ini memiliki beberapa kaidah yaitu :
1⃣ *Fi'il selalu bersesuaian jenis dengan fa'ilnya.*
📌 Jika fa'ilnya berupa isim mudzakkar fi'ilnya juga mudzakkar
👉 Contoh :
🍃 كَتَبَ أَحْمَدُ
(Ahmad telah menulis)
🍃 يَكْتُبُ أَحْمَدُ
(Ahmad sedang/akan menulis)
📌 Jika *fa'ilnya* berupa *isim muannats* maka fi'ilnya juga muannats dengan diberi tanda muannats yaitu menambahkan *ta' sukun (تْ) di akhir fi'il madhi* dan *ta' berharakat di awal fi'il mudhari*.
👉 Contoh :
🍃 دَرَسَتْ عَائِشَةُ
(Aisyah telah belajar)
🍃 تَدْرُسُ عَائِشَةُ
(Aisyah sedang/akan belajar)
2⃣ *Fi'il selalu dalam keadaan mufrad*
📌 Meskipun fa'ilnya berupa isim mutsanna atau jamak maka *fi'ilnya tetap mufrad (tunggal)*
👉 Contoh,
🌱 Untuk mudzakkar :
سَمِعَ / يَسْمَعُ الطَّالِبُ =
Pelajar (lk) itu telah / sedang mendengar
يَسْمَعُ الطَّالِبَانِ =
Dua pelajar (lk) itu sedang mendengar
يَسْمَعُ الطُّلَابُ =
Para pelajar (lk) itu sedang mendengar
🌱 Untuk muannats :
سَمِعَتْ / تَسْمَعُ الطَّالِبَةُ
Pelajar (pr) itu telah / sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَتَانِ =
Dua pelajar (pr) itu sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَاتُ =
Para pelajar (pr) itu sedang mendengar
📝Keterangan :
▪سَمِعَ = dia (lk) telah mendengar
▪يَسْمَعُ = dia (lk) sedang/telah mendengar
▪سَمِعَتْ = dia (pr) telah mendengar
▪تَسْمَعُ = dia (pr) sedang/akan mendengar
3⃣ *Fa'il harus dalam keadaan marfu' (ber-i'rab rafa')**, untuk menandakan bahwa ia inti kalimat.
*Tanda i'rab rafa' isim dapat dilihat pada materi 8.
وصلی ﷲ علی نبينا محمد وعلی آله وصحبه وسلم
__________________
✒ Tim Nadwa
✒ Tim Nadwa📚
*MATERI 15 : TANDA NASHAB ISIM* 📚
________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
ااحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله
Kita telah mengetahui bahwa di antara jenis I'rab kata dalam bahasa Arab adalah *Nashab*.
❓ Apa saja *tanda nashab isim*? Berikut perinciannya,
🔖 *Fathah* ( َ- )
Ini merupakan *tanda asal* i'rab *Nashab*. Ada pada,
🌱 *Mufrad*
🍃 مُحَمَّدًا
🍃 عَائِشَةَ
🌱 *Jamak Taksir*
🍃 رُسُلًا
( _Para rasul/utusan_ )
🔖 *Alif* ( ا ). Ada pada,
🌱 *Al-Asma' Al-Khomsah*
🍃 أَخَاكَ
( _saudara laki-lakimu_ )
🔖 *Kasrah* ( ِ- ). Ada pada,
🌱 *Jamak Muannats Salim*
🍃 مُؤْمِنَاتٍ
( _para perempuan yang beriman_ )
🔖 *Ya'* ( ي ). Ada pada,
🌱 *Mutsanna*
🍃 وَالِدَيْنِ
( _orang tua_ )
🌱 *Jamak Mudzakkar Salim*
🍃 مُسْلِمِيْنَ
( _Orang-orang yang berislam_ )
_______________________
📌 *Catatan*
💡 Penulisan *fathatain* ( ً- ) diikuti dengan *alif*. *Kecuali* pada,
🔖 *ta' marbuthoh* ( ة ), seperti :
🍃 مُسْلِمَةً
( _perempuan yang berislam_ )
🍃 ثَمَرَةً
( _buah_ )
🔖 dan *hamzah* ( ء ) yang *sebelumnya alif*. Seperti,
🍃 سَمَاءً ( _langit_ )
🍃 إِنْشَاءً ( _esai_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
__________________
✒ Tim Nadwa
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 10 : CONTOH KALIMAT MUBTADA KHOBAR* 📚
_________________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍🏻 Diantara Ketentuan mubtada dan khabar adalah,
1⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mufrad* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mufrad*
Contoh :
🍃 المُدَرِّسُ جَالِسٌ
( _Guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisu_ adalah isim *mufrad*,
_jaalisun_ juga isim *mufrad*.
👉 Tanda Marfu' keduanya adalah dhammah.
2⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *mutsanna atau jamak* maka _*khabar-nya*_ pun harus *mutsanna atau jamak*
Contoh :
🔖 *Mutsanna*
🍃 المُدَرِّسَانِ جَالِسَانِ
( _Dua guru tersebut duduk_ )
👉 _al mudarrisaani_ isim *mutsanna*. Maka _jaalisaani_ yang merupakan khobarnya pun isim *mutsanna*.
👉 Tanda marfu' dari keduanya adalah *alif*.
🔖 *Jamak*
🍃 المُدَرِّسُونَ جَالِسُوْنَ
( _Para guru tersebut duduk_ )
👉 _Al mudarrisuuna_ dan
_jaalisuuna_ keduanya adalah *jamak mudzakkar salim*. Tanda rafa'nya adalah wawu ( و ).
3⃣ Bila _*mubtada-nya*_ *muannats* maka _*khabar-nya*_ pun harus *muannats* pula, demikian juga bila *mudzakkar*.
🔖 Contoh yang mudzakkar sebagaimana yang ada pada poin 1 dan 2.
🔖 *Contoh muannats*,
🍃 المُدَرِّسَةُ جَالِسَةٌ
( _Guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَتَانِ جَالِسَتَانِ
( _Dua guru Perempuan tersebut duduk_ )
🍃 المُدَرِّسَاتُ جَالِسَاتٌ
( _Para guru Perempuan tersebut duduk_ )
📍 *KESIMPULAN*
Dari contoh-contoh di atas, dapat kita simpulkan bahwa mubtada' dan khobar memiliki *kesesuaian* dalam hal,
🔖 *Jenis* (Mudzakkar/Muannats)
🔖 *Jumlah* (Mufrad/Mutsanna/Jamak)
🔖 *I'rab* (Rafa')
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
📚 *MATERI 11: FI'IL* 📚
_________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
*Fi'il* adalah kata yang memiliki makna *yang terikat dengan waktu*, dan berdasarkan waktunya fi'il terbagi menjadi *tiga* yaitu :
1⃣ *Fi'il madhi / الفِعْلُ المَاضِيْ*
Fi'il madhi adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada *waktu lampau*.
🌱 Contohnya :
🍃 ذَهَبَ
( _Dia (lk) *telah* pergi_ )
2⃣ *Fi'il mudhari' / الفِعْلُ المُضَارِعُ*
Fi'il mudhari' adalah fi'il yang menunjukkan kejadian pada waktu *sekarang* atau *akan datang*.
🌱 Contohnya :
🍃 يَذْهَبُ
( _Dia (lk) *sedang/akan* pergi_ )
3⃣ *Fi'il amr / الفِعْلُ الأَمْرُ*
Fi'il amr adalah fi'il yang menunjukkan *perintah*, yang berarti harus dikerjakan pada waktu akan datang (yakni setelah adanya perintah).
🌱 Contohnya :
🍃 اِذْهَبْ
( _Pergilah kamu!_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_________________
✒ Tim Nadwa
12 . I'ROB FI'IL* 📚
__________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
✍ Kita masuk pembahasan tentang i'rob pada fi'il
🏷 Sebagian fi'il ada yang *mabni* (tidak berubah akhiran katanya) dan ada yang *mu'rob* (berubah akhiran katanya).
🏷 Yang termasuk *fi'il mabni* ada 2, yaitu:
1⃣ *Fi'il madhi*
2⃣ *Fi'il amr*
🏷 Yang termasuk *fi'il mu'rob* adalah *hanya* fi'il mudhari'.
🏷 Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya bahwa i'rab terbagi atas 4 jenis, namun *perlu diperhatikan bahwa i'rab pada fi'il mudhari' hanya berlaku 3 jenis saja*, yaitu :
1⃣ *Marfu'/rafa' (مَرْفُوْعٌ/رَفْعٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 أَذْهَبُ
(saya sedang/akan pergi)
📌 Berharakat dhommah diakhir adalah *tanda asal* fi'il mudhari'.
2⃣ *Manshub/nashab (مَنْصُوْبٌ/نَصْبٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَنْ أَذْهَبَ
(saya tidak akan pergi)
📌 Kata "لَنْ" berfungsi/menjadi *sebab manshubnya* fi'il mudhari'.
3⃣ *Majzum/jazm (مَجْزُوْمٌ/جَزْمٌ)*
🌱 Contohnya :
🍃 لَمْ أَذْهَبْ
(saya tidak pergi)
📌 Kata "لَمْ" berfungsi/menjadi *sebab majzumnya* fi'il mudhari'.
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
_______________
📚 *MATERI 13 : FI'IL DAN FA'IL* 📚
_____________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
1⃣ *Fi'il* adalah setiap kata yang memiliki *makna* dan *terikat dengan waktu*. Dalam bahasa Indonesia Fi'il disebut *kata kerja/Predikat*. Misal,
🍃 ذَهَبَ ( _telah pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ ( _sedang/akan pergi_ )
🍃 اِذْهَبْ ( _pergilah_ )
2⃣ *Fa'il* adalah *isim marfu'* yang terletak *setelah fi'il ma'lum* (kata kerja aktif) yang menunjukkan siapa yang melakukan perbuatan. Dalam bahasa Indonesia Fa'il disebut dengan *Subyek*.
3⃣ *Contoh kalimat* :
🌱 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
🍃 يَذْهَبُ : fi'il
🍃 زَيْدٌ : fa'il
📍 *Kedua kata tersebut*,
🔖 *mufrod* (tunggal),
🔖 sama dari segi *jenisnya* yaitu *mudzakar*,
🔖 dan *marfu'* dengan tanda dhommah untuk menunjukkan bahwa ia adalah *fa'il (subyek).* Dan fa'il (subyek) adalah *inti kalimat.*
4⃣ Kalimat,
🍃 يَذْهَبُ زَيْدٌ
( _Zaid sedang pergi_ )
👉🏻 adalah *Jumlah Fi'liyyah*, yaitu kalimat yang *didahului oleh fi'il* (kata kerja).
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
___________________
📚 *MATERI 14: KAIDAH FI'IL DAN FA'IL* 📚
______________________________________
بسم ﷲ الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاۃ والسلام علی رسول ﷲ
Ikhwatii fillaah... Kita akan memasuki pembahasan "kaidah fi'il dan fa'il dan contoh-contohnya".
🏷 Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kalimat yang dimulai dengan fi'il disebut dengan *jumlah fi'liyyah*.
🏷 Jumlah fi'liyyah ini memiliki beberapa kaidah yaitu :
1⃣ *Fi'il selalu bersesuaian jenis dengan fa'ilnya.*
📌 Jika fa'ilnya berupa isim mudzakkar fi'ilnya juga mudzakkar
👉 Contoh :
🍃 كَتَبَ أَحْمَدُ
(Ahmad telah menulis)
🍃 يَكْتُبُ أَحْمَدُ
(Ahmad sedang/akan menulis)
📌 Jika *fa'ilnya* berupa *isim muannats* maka fi'ilnya juga muannats dengan diberi tanda muannats yaitu menambahkan *ta' sukun (تْ) di akhir fi'il madhi* dan *ta' berharakat di awal fi'il mudhari*.
👉 Contoh :
🍃 دَرَسَتْ عَائِشَةُ
(Aisyah telah belajar)
🍃 تَدْرُسُ عَائِشَةُ
(Aisyah sedang/akan belajar)
2⃣ *Fi'il selalu dalam keadaan mufrad*
📌 Meskipun fa'ilnya berupa isim mutsanna atau jamak maka *fi'ilnya tetap mufrad (tunggal)*
👉 Contoh,
🌱 Untuk mudzakkar :
سَمِعَ / يَسْمَعُ الطَّالِبُ =
Pelajar (lk) itu telah / sedang mendengar
يَسْمَعُ الطَّالِبَانِ =
Dua pelajar (lk) itu sedang mendengar
يَسْمَعُ الطُّلَابُ =
Para pelajar (lk) itu sedang mendengar
🌱 Untuk muannats :
سَمِعَتْ / تَسْمَعُ الطَّالِبَةُ
Pelajar (pr) itu telah / sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَتَانِ =
Dua pelajar (pr) itu sedang mendengar
تَسْمَعُ الطَّالِبَاتُ =
Para pelajar (pr) itu sedang mendengar
📝Keterangan :
▪سَمِعَ = dia (lk) telah mendengar
▪يَسْمَعُ = dia (lk) sedang/telah mendengar
▪سَمِعَتْ = dia (pr) telah mendengar
▪تَسْمَعُ = dia (pr) sedang/akan mendengar
3⃣ *Fa'il harus dalam keadaan marfu' (ber-i'rab rafa')**, untuk menandakan bahwa ia inti kalimat.
*Tanda i'rab rafa' isim dapat dilihat pada materi 8.
وصلی ﷲ علی نبينا محمد وعلی آله وصحبه وسلم
__________________
✒ Tim Nadwa
✒ Tim Nadwa📚
*MATERI 15 : TANDA NASHAB ISIM* 📚
________________________________
بسم الله الرحمن الرحيم
ااحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله
Kita telah mengetahui bahwa di antara jenis I'rab kata dalam bahasa Arab adalah *Nashab*.
❓ Apa saja *tanda nashab isim*? Berikut perinciannya,
🔖 *Fathah* ( َ- )
Ini merupakan *tanda asal* i'rab *Nashab*. Ada pada,
🌱 *Mufrad*
🍃 مُحَمَّدًا
🍃 عَائِشَةَ
🌱 *Jamak Taksir*
🍃 رُسُلًا
( _Para rasul/utusan_ )
🔖 *Alif* ( ا ). Ada pada,
🌱 *Al-Asma' Al-Khomsah*
🍃 أَخَاكَ
( _saudara laki-lakimu_ )
🔖 *Kasrah* ( ِ- ). Ada pada,
🌱 *Jamak Muannats Salim*
🍃 مُؤْمِنَاتٍ
( _para perempuan yang beriman_ )
🔖 *Ya'* ( ي ). Ada pada,
🌱 *Mutsanna*
🍃 وَالِدَيْنِ
( _orang tua_ )
🌱 *Jamak Mudzakkar Salim*
🍃 مُسْلِمِيْنَ
( _Orang-orang yang berislam_ )
_______________________
📌 *Catatan*
💡 Penulisan *fathatain* ( ً- ) diikuti dengan *alif*. *Kecuali* pada,
🔖 *ta' marbuthoh* ( ة ), seperti :
🍃 مُسْلِمَةً
( _perempuan yang berislam_ )
🍃 ثَمَرَةً
( _buah_ )
🔖 dan *hamzah* ( ء ) yang *sebelumnya alif*. Seperti,
🍃 سَمَاءً ( _langit_ )
🍃 إِنْشَاءً ( _esai_ )
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم
__________________
✒ Tim Nadwa
Subscribe to:
Posts (Atom)