Thursday, July 9, 2015



Blueberry Cheesecake


Nikmati sepotong Blue Berry Cheese Cake dengan secangkir kopi karamel, dijamin anda akan merasakan sensasi relax yang luar biasa.
BLUEBERRY CHEESECAKE
Fatmah Bahalwan
Crust:
250gr biskuit coklat pekat spt oreo
100 gr margarine, lelehkan
Cheesecake:
200gr gula pasir
4 btr telur
1 Kg creamcheese
250 gr sour cream merek yummi
Topping:
250ml whipped cream
1 sdm gula halus (optional)
250 gr selai blueberry
Cara membuat:
  1. Siapkan loyang bongkar pasang diameter 24 cm, olesi mentega. Sisihkan. Bungkus bagian dasar luar loyang  dengan aluminum foil.
  2. Hancurkan biskuit hingga halus, lalu tuangi margarine leleh, aduk rata.
  3. Masukkan adonan biskuit pada loyang, ratakan dan tekan perlahan hingga padat, bekukan dalam freezer selama 10 menit.
  4. Kocok gula dan telur dengan mixer kecepatan tinggi hingga kental, masukkan cheese krim dan sour krim bergantian sambil dikocok terus.
  5. Tuangkan adonan ini kedalam loyang yg sudah beralas biskuit, lalu panggang dengan cara au bain marie selama 90 menit.
  6. Angkat, dinginkan di suhu kamar hingga dingin betul, teruskan dinginkan dalam kulkas selama minimal 3 jam.
  7. Sementara itu kocok krim kental dan gula halus hingga kental, sisihkan.
  8. Ratakan selai blue berry diatas cheesecake, hias dengan buah-buahan kaleng dan whipped krim pada sisi-sisinya, sajikan.
Cheesecake berukuran mungil, tapi rasanya besar. Seperti makan cheesecake besar tapi tanpa repot memotongnya. Hap! *masuk mulut*

Black & White Cups

Bahan:

50 gr Blue Band Master Gold Margarine
15 keping Biscuit Oreo ( haluskan )
75 gr Gula halus
50 gr Telur utuh ( 1 butir )
2 gr Vanila essence
70 ml Susu kental manis
50 gr White chocolate compound
300 gr Cream cheese
10 gr Maizena
Cherry merah untuk hiasan

Cara Membuat:

  1. Haluskan biskuit oreo, tambahkan margarine cair, aduk rata.
  2. Kocok cream cheese, masukkan gula halus, telur, vanila essence, coklat putih (cair) dan susu kental manis.
  3. Masukkan maizena, aduk rata.
  4. Masukkan 1 sdm adonan biskuit kedalam cetakan muffin yang telah dialasi cup kertas.
  5. Masukkan adonan cream cheese diatasnya, ratakan, panggang  pada suhu 175 derajat C selama ± 17 menit, kemudian dinginkan.
  6. Taruh beberapa cherry diatasnya, hias dengan coklat putih.

“Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit”

Oleh : Syekh Wahid Abdussalam Bali

Caranya sangat sederhana, bisakah anda sisihkan waktu anda 15 menit saja perhari? yang saya mau cukup 15 menit saja, 15 menit dari waktu anda setiap seharinya, 15 menit dari waktumu setiap hari. Dan insya Allah anda dapat menghapal Al-Quran dengan sempurna, saya berkata apa? SEMPURNA. Maaf , sebelum saya sampaikan kepada anda: Bagaimana cara menghapal Al-Quran? Simak dengan seksama kisah berikut ini:

Di desa kami ada beberapa akhwat di mesjid ( Khusus wanita ). Mereka mengumpulkan para wanita lansia ( Lanjut Usia ), umurnya sekitar 50 – 60 tahun yang tidak bisa baca dan tulis, hapalan mereka kisaran Al-Falaq dan An Nas, yakni beberapa surat saja, agar shalat mereka sah. Dan hapalan awal mereka surat Al Fatihah dan Al Mu’awwidzat, surah surah pendek dan hapalan bertasyahud. Maka mulailah para ibu ibu datang, lalu ukhti tadi membaca Al Fatihah, dan para ibu2 mengikuti bacaannya dengan diulang2, sampai ibu2 tadi hapal Al Fatihah dengan baik, lalu Mu’awwidzat, lalu menghapal tasyahud lalu menghapal surah surah pendek dengan mengikuti guru berulang ulang. Anda pun bisa melakukannya di rumah, ambil kaset suara Al-Hushyairy dalam kaset mushap mu’allim, stel di tape, ketika Qori membaca, anda bisa mngikuti bacaannya, dan diulang ulang. Dan sekarang ada program computer dalam bentuk CD namanya mushap mu’allim, bacaannya dapat di ulang 9 kali dan anda terus ikuti bacaannya berulang ulang sampai hapal, ok…!

Akhwat tadi mereka tidak mempunyai computer, akhwat mulai membaca dan mengajarkan ibu2 tadi hanya sekali seminggu, khusus wanita, mereka menghapal surah surah pendek. Akhwat tadi bertanya kepada ibu2, “hapalannya di tambah ya…!!! ibu2 menyahut: Ya…!!! Tambahkan saja hapalannya!” hapalan mereka terus menerus bertambah, sehingga mereka hapal Jus ‘Amma seluruhnya, sehingga merasakan nikmatnya Iman dan lezatnya AlQuran, mereka juga hapal Juz Tabarak. Mereka memulai Juz Tabarak, 5 ayat – 5 ayat atau 3 ayat – 3 ayat, dan hapal seluruhnya Juz Tabarak. Mereka juga hapal Juz Qad Sami’a. Lalu kami pun mengadakan perlombaan buat mereka dan mulailah para wanita ini menghapal Al-Quran. Anda tahukan??? Ibu ibu tadi tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Pemenang pertama kami beri hadiah. Berapa juz iya hapal??? Berapa Juz??? Berapa yang anda kira??? Dia hapal Al-Quran 28 Juz, ia berumur 62 tahun, Dia tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Ia menghapal dengan cara mendengar dari rekaman ( kaset ) dan dari guru perempuannya yang memudahkannya, dan hapal dengan baik. Lalu setelahnya berumur 50 tahun, ada yang 18 Juz, 15 Juz, 14 Juz dan 28 Juz, Ibu ibu tua buta huruf yang tidak bisa baca dan tulis. Lalu anda ya Ustadz, bapak, Doktor, berapa Juz yang anda hapal??? Atau anda hanya menghapal surah pendek saja? Bukan merupakan aib anda wahai Doktor, untuk mulai menghapal satu Juz, kemudian dua Juz. Saya demi Allah, bersama anda tadi TAKJUB melihat / mendengar kisah tadi, sungguh…Kenapa??? Saya hanya katakan kepada Anda, 15 menit, seperempat jam tiap hari, 10 menit tiap hari, anda menghapal 3 ayat, Amma yatasa alun(1) Aninnabail Adzim(2) Allazi hum fihi mukhtalipun(3), Anda siap hafalkan hari ini? Tidak sulit bukan??? Lanjut … Saya katakan: bukan hal yang sulit bagi anda, hanya 3 ayat dan selama 10 menit pun anda sudah hapal. Dengan demikian kita mulai sekarang Insya Allah. Kita mulai… kita mulai…saya akan berikan caranya, (ambillah kertas dan pena), saya akan berikan cara atau tekhnisnya Insya Allah. Oke mulailah ( anda tulis ) anda benar benar menghapal dengan mudah, tidak akan sulit sama sekali, tidak akan mengganggu pekerjaan, maupun tugas maupun perdagangan anda, cukup 15 menit perhari, pilih waktu kapan pun yang anda suka, yang penting hanya 15 menit perhari, lanjut???

Yang pertama : NIAT YANG IKHLAS KARENA ALLAH.

Mengikhlaskan niat anda pada Allah, yakni; untuk apa Anda menghapal Al-Quran? Menghapal Al-Quran hanya untuk Allah, agar dapat masuk surga, agar menjadi orang orang yang dicintai Allah, dan orang orang pilihanNya, agar Al-Quran dapat menaungi anda pada hari kiamat, supaya surah AlBaqarah dan Al-Imran dapat memberi anda syafaat pada hari kiamat, pokoknya ikhlas pada Allah, tujuan yang utama adalah mengikhlaskan niat pada Allah.

Yang kedua : MENGHAFAL DARI SATU CETAKAN MUSHAF.

Menghafal AlQuran dari satu cetakan, jangan anda hapalkan setiap surah dari cetakan yang saling berbeda, sehingga nantinya hafalan anda bergantung pada banyak cetakan. Anda harus hafalkan dari satu cetakan, ok! Saya katakana apa tadi???  Menghafal dari satu cetakan. Anda bisa dapatkan salah satu dari cetakan yang terkenal, seperti cetakan Malik Fahd ataupun cetakan Madinah Munawwarah, dan mulailah anda menghafal dari cetakan tersebut.

Yang ketiga : MENYETOR HAFALAN DIHADAPAN QORI YANG MAHIR.

Siapapun orang yang anda jumpai, atau imam mesjid manapun, setorkan hapalan anda dihadapannya 3 ayat. Dan anda tidak merasa keberatan, Demi Allah!!! Anda tidak akan merasa berat, kawan anda dikantor pun bisa, katakan: tolong dengarkan bacaan saya, rekan kerja pun bisa, atau siapapun yang anda jumpai di mesjid, katakan: tolong dengarkan bacaan saya 3 ayat saja. Anda tidak akan merasa keberatan bukan??? Demi Allah anda  akan merasakan nikmatnya AlQuran dan dengan AlQuran anda akan semakin dekat kepada Allah. Anda baca 3 ayat, dan saya tidak katakan pada anda bahwa harus dihadapan mereka yang sudah meraih gelar Doktor, dan menghafal dihadapannya, tidak!! AlQuran tidak ada kaitannya dengan gelar Doktoral, Megister, AlQuran hanya butuh kaidah dalam membaca. Anda cukup pelajari kaidah tajwid, tidak akan sulit, sama sekali tidak akan ada kesulitan, insya Allah cukup membaca dihadapan siapa saja yang anda percaya? 1 Juz misalnya, kemudian anda pulang dan membaca sendiri dengan computer, masih nomor satu yaitu: membaca atau menghafal dihadapan Qori yang mahir dan anda bisa dapatkan cd mushap mu’allim yang dapat diulang ulang, kemudian anda masukkan ke computer, kemudian anda ikuti bacaannya, agar bacaan anda bagus, Ada CD dengan suara Hudzaifi, ada juga dengan suara alminsyawi, Abdul Basith, pilih sesuai yang anda inginkan, kemudian anda baca setelahnya dan ikutilah bacaan mereka, ikuti supaya anda bisa mengucapkan huruf hurufnya dengan benar.

Yang ke empat : MENGHAFAL SETELAH FAJR ( SUBUH ).

Menghapal setelah terbitnya fajar, kenapa saya katakan menghafalnya setelah fajar? Karena waktu fajar adalah waktu yang baik dan penuh berkah. Dan Nabi Muhammad SAW, berdoa untuk mereka yang mengerjakan sesuatu di waktu fajar agar Allah melimpahkan berkah kepada mereka, beliau berdoa: “Ya Allah, limpahkanlah berkah untuk umatku pada waktu paginya”. Setelah fajar anda hapalkan 5 ayat, dan mulailah…

Yang kelima : MEMINIMKAN YANG DIHAFAL.

Meminimkan hafalan. Saya tidak katakan bahwa setiap harinya harus menghapal seperempat (hal/juz), tidak…Karena nanti syetan membisikkan: “ayo hapalkan seperempat (hal/jus) atau 2 ¼…” dan ketika anda sudah menyelesaikan 1 juz, anda lupa sepertiga dari hapalan anda…JANGAN…

Perbuatan yang sedikit tapi berkesinambungan lebih baik dari pada banyak namun pada akhirnya terputus.

Yang ke enam : MEMBACA HAFALAN DI SETIAP KALI SHALAT.

Meminimkan hapalan dan mengulanginya 5 kali dalam shalat. Tidak apa apa misalnya anda menghapal 3 ayat dalam sehari…

Kemudian anda ulangi hapalan anda ketika shalat dhuha, subuh, shalat sunnah subuh, dzuhur, sunnah dzuhur, ashar, sunnah ashar, maghrib, sunnah maghrib, isya dan shalat sunnah isya. Saya kira bukanlah hal yang sulit, hanya 3 ayat, ok…

Hari selanjutnya anda tambah hafalan lagi 3 ayat, setelah anda hafal, ulangi hafalan anda dalam shalat, Menghafal cukup dengan 7 menit, akan tetapi anda mengulang ulangnya dalam shalat. Ketika berjalan ke mesjid pun anda dapat mengulangi hafalan anda, pulang pergi ke mesjid mungkin anda dapat mengulangi 5 kali ataupun 15 kali, saya kira hafalan anda akan kuat dan sempurna. Hari jumat, pada hari jumat anda mengulangi hafalan anda yang telah anda hafal selama satu ahad. Coba perhatikan, hari sabtu anda telah hafal 3 ayat…eh sekarang kita hari rabu, insya Allah mulai kamis, pagi besok, ok! Anda hafalkan hari kamis 3 ayat, ok! Dan baca hafalan anda pada shalat 5 waktu, hari jumatnya anda hafalkan lagi 3 ayat selanjutnya, hari kamis 3 ayat, hari jumat 3 ayat. Kemudian setorkan hafalan anda sebanyak 6 ayat. Hari sabtunya, setoran hafalan menjadi 9 ayat. Hari ahad menjadi 12 ayat dan seterusnya. Setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi hafalan anda yang lain. Dan usahakan anda banyak membaca hafalan anda itu di dalam shalat. Setelah isya anda shalat sunnah isya 2 rakaat dengan membaca seluruh yang anda telah hafal.

Silahkan coba cara ini selama satu minggu, semoga hasilnya lebih baik insya Allah, amin.

Yang ke tujuh : MURAJA’AH ATAU MENGULANG.

Murajaah atau Mengulangi hafalan yang telah lalu dan mengulangi hafalan tersebut pada shalat sunnah 2 rakaat setelah isya.

Yang ke delapan : LUANGKAN WAKTU SEPEKAN UNTUK MENGULANG SETELAH HAFAL 1 JUZ.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal al-Quran 1 juz dengan sempurna, maka anda berhenti menambah hafalan anda selama sepekan penuh, anda hafal juz Amma contohnya, anda jangan menambah hafalan baru, tapi dalam sepekan setiap hari anda mengulangi juz amma 2 kali, terus setiap hari 2 kali, supaya hafalan anda sempurna, terus dengan perlahan. Syetan membisiki di telinga anda : “Wah anda telah hafal juz ‘Amma, ayo cepat segera anda hafalkan juz Tabarak, juz Qad Samiallah, ayo cepat…” TIDAK…TIDAK…anda harus hafal perlahan lahan, ya sedikit demi sedikit, kalau tidak bisa, jadi selama 10 tahun anda tidak akan menghafal apapun, oke! Selama sepekan penuh anda mengulangi 1 juz yang telah anda hafal.

Yang ke sembilan : JIKA SUDAH HAFAL 1 JUZ, MENGULANG ¼ HAFALAN YANG LALU DITAMBAH 3 AYAT YANG BARU.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 1 juz, maka setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi ¼ hafalan anda yang lalu, setiap hari tambah 3 ayat dan mengulangi ¼ dari hafalan yang lalu, lanjut (faham)??

Coba perhatikan, apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 2 juz, maka yang harus anda ulangi adalah 2 perempat dari hafalan anda, ditambah 3 ayat hafan baru, begitulah seterusnya dan anda baca apa yang anda telah hafal dalam 2 rakaat shalat sunnah setelah isya.

Yang ke sepuluh : MEMINIMALISIR MAKAN, BERBICARA DAN TIDUR.

Coba perhatikan!!! Ini penting sekali, anda masih bersama saya, simaklah!!! Setelah anda menghafal Al-Quran maka anda harus meminimalisir 3 hal :

1). Meminimalisir makan,

2). Ucapan,

3). Dan juga tidur,

oke!Kenapa??? Karena apabila anda meminimalisir makan…Saat anda mengurangi makan, pembicaraan, dan juga tidur. Pembicaraan dikurangi, waktu tidur dijadwal, begitu juga waktu makan, kalau tidak, akan bermasalah.

Yang ke sebelas : BERDO’A.

Berdo’a semoga Allah memudahkan anda menghafal Al-Qur’an. Berdo’a, Allah SWT akan memberkahi anda yang menghafal Al-Qur’an, karena anda tidak akan bisa menghafal al Quran kecuali dengan Taufiq Allah ( pertolongan / anugrah Allah ). Apakah setiap pembicaraan ini bisa di peroleh semuanya?? setiap pembicaraan ini dapat diperoleh, ini adalah ringkasan dari kitab dengan judul “Atsimaarul Yaani’ah filkhuthobil jaami’ah”, intisari dari khutbah atau ceramah ini adalah judul judul ini adalah dibawah judul kewajiban kita kepada AlQuranul karim dari kitab “Atsimaarulyaani’ah filkhuthobil jaami’ah” … “الثمار اليانعة في الخطب الجامعة” anda bisa memperoleh kitab ini, dan kitab ini dikarang oleh Ibnu Rajab Al Hambali dan telah beredar di pasaran. Terimakasih, Wallahul hadi ilas Siratil Mustaqim, Good luck

Sunday, July 5, 2015

Ini Dia Ciri Orang yang Memutuskan Tali Persaudaraan
Selasa 10 Jamadilakhir 1436 / 31 Maret 2015 00:40


BEGITU  banyak orang-orang yang tertipu akan tipu daya muslihat syetan yang berkaitan dengan pokok sosial dalam ajaran Islam, dalam hal ini adalah menjaga tali persaudaraan (Silah Rahim) Sunguh sangat mengenaskan bila kita mengetahui secara komprehensif akan ancaman bagi orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan namun kita menghiraukan akan ancaman tersebut.
“Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a, beliau berkata, ketika sore hari pada hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majelis ini ada orang yang memutuskan silaturahim, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami”Hadist ini menerangkan secara  langsung bahwa rasulullah tidak menerima orang-orang yang berlaku memutuskan tali persaudaraan (Silaturahim) sebagai golongannya.
Sahabat, lantas bagaimana kita mengetahui bahwa diri kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang memutuskan silaturahim yang telah nyata tidak di akui oleh rasulullah sebagai umatnya?

Berikut ciri-ciri orang yang memutuskan tali persaudaraan :

Gelisah akan hadiranya orang yang berniat untuk menjaga tali persaudaan
Tentu orang yang memutuskan tali persaudaraan tidak akan senang dengan kehadiran orang yang telah di putus tali persaudaraanya, Bahkan sebelum datang kehadriannya (Orang yang di putuskan tali persaudaraannya) hatinya akan merasa tidak tenang, ia akan merasa gelisah ketika di dengarkan nama orang yang ia putuskan silaturahim.

Bertolak Atau Berusaha menghindari sesama muslim dengan Alasan Yang mengatasnamakan Kebaikan/Agama
Pemahaman yang kurang begitu memadai tentang suatu permasalah bisa menjadi pemicu problem tambahan dalam suatu kasus, hal ini seringkali terjadi kepada orang yang tengah memutuskan silaturahim, dengan argument yang tidak begitu akurat dan faktual dengan referensi yang ada, membuatnya lebih jauh tehanyut akan jebakan syathon,

Sentiasa acuh-takacuh dengan apa yang terjadi kepada saudaranya sesama muslim
Diantara penyebab orang memutuskan tali persaudaraan adalah adanya sengketa pemahaman/problem yang membuatnya terjatuh akan lembah kehinaan, jika di biarkan maka hal ini akan semakin berbahaya, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun bisa berdampak kepada orang di sekitarnya.

Merasa paling benar dengan apa yang dilakukan tanpa melihat esensi yang sebenarnya
Orang yang memutuskan tali persaudaraan biasanya dirinya di kuasai nafsu yang bersarang di dalam hatinya, maka pada saat itu segala macam penyakit hati akan semakin bertumpuk berdatangan dan bersarang di dalamnya termasuk Merasa Paling benar, dan sungguh sangat membahayakan bagi dirinya juga orang (Jika lemah pemahaman) di sekitarnya.

Mudah melupakan apa yang pernah terjadi kepada dirinya bersama saudaranya sesama muslim
Kesan Atau mungkin bisa di katakan sebagai fakta bagi orang yang memutuskan tali persaudaraan adalah permusuhan, hingga ketika ia berpisah (memutus silaturahim) maka ia akan berusaha melupakan segala sesuatu yang pernah di lewainya bersama orang yang ia putus tali persaudaraannya.
sekilas kita memang sangat menganggap hal itu wajar untuk di lakukan, bahkan mungkin sebagian dari kita menganggap memang sedah seharusnya untuk di lakukan, namun bagaimana bila hal yang di lewatinya adalah suatu momentum yang memiliki dampak besar jika di lakukan (Melupakannya), yang berkaitan hubungan vertikal antara ia dengan orang yang di putuskan silaturahimnya Dan Allah.

Menganggap enteng akan Dosa
Bagaimana tidak, orang yang memutuskan tali persaudaraan menganggap enteng akan dosa sedangkan Rasulullah SAW Pernah Bersabda :“Tidak akan pernah masuk kedalam syurga bagi orang yang memutuskan tali persaudaraan, ” (bukhrori muslim) sedangkan ia tidak menghiraukan hadist tersebut. Na’uzubillah. []

[yherdiansyah/islampos]

Sumber : https://dawahinsanmuda.wordpress.com/2013/08/29/ciri-ciri-orang-yang-memutuskan-tali-persaudaraan-silah-rahim/
Cara Rasulullah dan Sahabat Agar Tidak Tidur Setelah Sahur

By Muchlisin BK -  21 Juni  2015


Seperti dibahas sebelumnya, tidur setelah sahur ternyata berbahaya. Baik dari aspek agama maupun dari aspek medis. (baca: Bahaya Tidur Setelah Sahur)

Namun sering kali kantuk menyergap begitu sahur selesai. Bawaannya ingin tidur saja. Bagaimana caranya agar tidak tidur setelah sahur? Berikut ini cara Rasulullah dan sahabat agar tidak tidur setelah sahur:

1. Mengakhirkan sahur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan sahur. Mengakhirkan sahur ini juga termasuk salah satu sunnah puasa sehingga para sahabat pun melakukan hal yang sama. Berapa jeda waktu antara makan sahur dan shalat Subuh?

Zaid bin Tsabit meriwayatkannya kepada kita:

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ. قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِينَ آيَةً.

“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya pada Zaid, ”Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Zaid menjawab, ”Sekitar membaca 50 ayat”. (HR. Muslim)

Dengan dekatnya waktu sahur dengan waktu Shubuh (terbit fajar), selain mendapat keberkahan seperti disebutkan dalam hadits lainnya, juga meminimalisir peluang untuk mengantuk. Sebaliknya, jika waktu sahur dan waktu Shubuh masih berjam-jam, biasanya besar keinginan untuk tidur.

2. Mengisi jeda waktu antara sahur dan Subuh dengan shalat dan dzikir

Seperti hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau biasa mengisi waktu jeda antara makan sahur dan waktu Shubuh dengan shalat, dzikir dan doa. Selain mendapatkan keutamaan waktu sepertiga malam terakhir yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa, otomatis juga terhindar dari tidur.

3. Shalat Subuh berjamaah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau adalah orang-orang yang paling rajin shalat berjamaah. Maka begitu tiba waktu Shubuh, mereka (sudah) pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Shubuh berjamaah. Usai shalat berjamaah, mereka juga biasa berdiam diri di masjid. Dzikirnya lama. Bahkan banyak pula yang baru selesai setelah matahari terbit dan sekitar 10-15 menit kemudian menunaikan shalat ba’da syuruq yang keutamaannya seperti pahala haji. Dan praktis, tidak ada waktu tidur setelah sahur.

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]
Konsep Pra Aqil Baligh usia 0-7 tahun.

Subject Matter Expert (SME):
Bpk Harry Santosa
founder MLC sekaligus praktisi Home Education sejak 1994

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Ayah bunda, esensi pendidikan sejati adalah pendidikan berbasis fitrah. Tugas kita adalah menemani anak-anak kita menjaga fitrahnya, menyadari fitrahnya lalu membangkitkannya menjadi peran-peran sesuai fitrah yang Allah kehendaki itu.
Inilah esensi pendidikan berbasis potensi dan akhlak.

Dengan fitrah Allah itulah Allah menciptakan manusia. Tiada yang berubah dari ciptaan Allah SWT.
Fitrah itu setidaknya meliputi fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah perkembangan. Topik malam ini adalah pendidikan utk usia 0-7 tahun, tentu saja pendidikan fitrah-fitrah yg ada juga harus melihat fitrah perkembangan. Tiap tahap memiliki sunnatullahnya sendiri, memiliki cara dan tujuan mendidik yang khusus.

Pendidik sejati adalah seperti petani sejati. Pendidikan ibarat taman bukan pabrik atau perkebunan. Para petani harus memahami tahapan menanam, dia mesti memperlakukan tiap anak-anaknya bagai bunga-bunga di taman, yang masing-masing memiliki kekhasan, keunikan dan keindahannya masing-masing.

Maka cara memperlakukannya pun bagi setiap bunga adalah khas, tidak bisa seragam. Petani sejati harus rileks dan konsisten, dia tidak boleh bernafsu menggegas dan menyeragamkan demi produktifitas dan kepentingan siapapun yang tidak relevan dengan tanamannya. Petani sejati tidak boleh sembarang memakai bahan kimia yang menggegas pertumbuhan tanaman, yang malah merusak tanaman itu sendiri. Petani sejati harus meyakini qodrat Allah SWT terhadap segala sesuatu yang ada pada tanamannya dan yang ada di sekitarnya

Dasar panduan kita adalah jelas, bahwa tiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Tugas kita bukan merubahnya, merekayasanya, menuntutnya sesuai obsesi kita, tetapi menemaninya.

Fitrah keimanan pada usia 0-7 tahun, disadarkan dengan membangun imaji-imaji positif, inspirasi kisah, bacaan bersastra baik, bahasa ibu yang sempurna, banyak bermain di alam terbuka. Rasulullah SAW ketika kecil hidup di gurun, mendaki bukit, menggembala kambing, bertutur fasih dari bahasa ibu yang murni, mengenal akhlak-akhlak dan tradisi-tradisi baik warga desa.

Bagi anak-anak imaji-imaji positif penting, karenanya melarang perbuatan keras yang merusak imaji-imaji ini, membiarkan Hasan dan Husein bermain kuda-kudaan, membiarkan Aisyah kecil bermain boneka dan kain bergambar dan seterusnya. Ini semata-mata untuk melahirkan imaji-imaji positif, atau kesan-kesan baik tentang Allah, tentang ibadah, tentang dirinya, tentang orangtua (yang sementara dianggap Tuhan), tentang  alam, tentang masyarakatnya.

Ayah Bunda di mata anak usia 0-5 tahun adàlàh masa emas . Setiap bayi lahir menangis, karena fitrah keimanannya menyebabkan setiap manusia membutuhkan sosok yang memberinya cinta, kehangatan, kekuatan untuk bersandar, tempat terbaik untuk bernaung dan seterusnya. Jika mereka menjumpai ayah bundanya penuh cinta dan keihklashan, mereka akan mudah mencintai Tuhan dan Rasulnya.

Imaji ini dahulu pertama kali. Setelah mereka memiliki imaji dan kesan-kesan cinta yang tulus ayah bunda, ajak mereka ke alam untuk melihat alam ciptaan Allah, kenalkan harmoni di alam, air mengalir, tumbuhan merekah, anak-anak ayam lahir, bintang-bintang di langit, gelombang laut dan seterusnya untuk menumbuhkan kekaguman. Ajak berkebun dan berternak atau jalan ke pantai usia 2 tahun sangat baik. Tahap berikutnya ajak mereka mendengarkan kisah-kisah inspiratif yang membangkitkan rasa harmoninya dan kekagumannya pada kebenaran, keharmonian, kasih sayang, dan seterusnya. Mereka akan menyadari dan bangkit cintanya pada Allah SWT.

Belajar di alam, tidak selalu dalam bayangan ideal kita yaitu alam yang indah, gemericik air sungai, pohon-pohon indah melambai,
dan seterusnya. Belajar di alam adalah meng"alam" i peristiwa keseharian lalu menggali hikmah-himahnya untuk membangkitkan imaji positifnya tentang Allah, tentang kehidupan, tentang alam dan seterusnya.

Dari hal yang paling sederhana, misalnya ketika tanaman pot kita terkena ulat bulu, kita bisa menggali hikmah bagaimana Allah menciptakan serangga yang beragam, tentang takdir, tentang syukur, tentang siklus hidup ulat bulu dan seterusnya. Ketika halaman rumah banjir, kita bisa menggali hikmah penyebab banjir, bagaimana alam adalah hamba Allah yang bereaksi jika ada yg berbuat fasik menebangi hutan, membuka kisah Nabi Nuh, mempelajari siklus air hujan, dan seterusnya. Banjir bisa jadi tema. Begitu pula belajar di alam bisa dengan belajar sama tukang sayur keliling, tukang ojek mangkal, pasar tradisional, dan ssebagainya sejak aspek keimanan, pengalian minat, curiosity thd belajar dan bisnis spt interview bisnis proses dan lain-lain.

Keberkesanan mendalam akan diperoleh dengan menggali hikmah keseharian. Sesuai urutan dakwah "basyiiro wa nadziro" atau "amar ma'ruf, nahi munkar" , maka hadirkan lebih dulu kabar gembira (syurga), keagungan-keangungan Allah, keindahan-keindahan Islam, sebelum peringatan-peringatan. Peringatan diberikan jika mulai menyimpang atau khawatir pada perbuatan yang berbahaya saja, jika baik-baik saja terus saja menyampaikan yang gembira-gembira dan yg ma'ruf (dikenal oleh fitrah yg baik).

Imaji-imaji positif yang baik akan melahirkan persepsi positif  dan persepsi positif akan memunculkan pensikapan yang baik ketika mereka dewasa kelak.

Imaji-imaji negatif akan memunculkan luka persepsi, dan luka persepsi akan melahirkan pensikapan yang buruk ketika mereka dewasa kelak.

Fitrah menyimpang tidak bisa terlihat atau dijustifikasi sampai usia 10 tahun. Kalau sampai usia 10 tahun sudah tidak suka sholat, tidak suka belajar, tidak respek terhadap nasehat dan kebenaran, tidak mengenal potensi dirinya dengan baik dan sebagainya maka ini sudah menyimpang. Sedikit agak keras diperlukan jika ini terjadi dengan maksud penyadaran.
Semoga tidak terjadi ya, karena semakin lama semakin sulit memperbaiki fitrah yg hilang maupun menyimpang.

Seorang pendidik yang arif mengatakan bahwa kesan baik sehari saja ketika anak-anak, akan menyelamatkan banyak hari ketika mereka dewasa kelak. Aqidah atau fitrah keimanan perlu dan sebaiknya ditumbuhkan dengan pola-pola seperti ini. Silahkan berkreasi….

Fitrah belajar, juga demikian. Setiap anak yang lahir adalah pembelajar yang tangguh, para ilmuwan menyebut bayi yang lahir adalah scientist. Itu karena Allah telah mengkaruniai fitrah belajar ini pada setiap  anak. Tidak ada bayi yang memutuskan untuk merangkak seumur hidupnya, ketika mereka belajar berjalan dan jatuh berkali-kali.

Tugas kita, para orang tua sekali lagi, hanyalah menemani mereka, memberi semangat, menunjukkan hal-hal  yang baik, memfasilitasi....
Lalu rileks dan konsisten, tenang dan istiqomah, shabar dan syukur.

Bunda Septi memberi tips untuk membangkitkan kesadaran fitrah belajar ini dengan istilah intelectual curiosity, dan sebagainya.

Penelitian-penelitian modern menjelaskan bahwa anak-anak  akan bisa belajar mandiri hanya dengan diberi "jalan" saja, tidak perlu dijejalkan, tidak perlu banyak formalitas yang bahkan mengekang kebebasan, kemerdekaan memilih dan curiosity-nya.

Tidak ada orangtua yang sempurna. Namun, sesungguhnya ketika Allah memberikan amanah anak kpd kita, maka ada begitu banyak hikmah-hikmah yang ditanamkan di dada kita, begitu banyak jalan-jalan kebaikan yang Allah tunjukkan agar kita mampu memanfaatkannya untuk pendidikan diri kita sendiri dan pendidikan anak-anak kita.  Anak-anak kitapun sudah terinstalasi berbagai fitrah kebaikan. Jadi mendidik anak sesungguhnya mudah, bahkan kedekatan ayah bunda semakin baik bila keduanya urun tangan, urun hati, urun fikiran, urun perasaan dalam mendidik anak.

Untuk mendidik anak-anak hanya diperlukan keyakinan seperti di atas, kemudian cinta dan ketulusan mendidik anak-anak kita. Itulah mengapa syarat pernikahan adalah aqidah yg baik dari kedua orangtuanya, dan syarat mendidik adalah mensucikan jiwa kita dahulu sebagai orangtua.

Fitrah terkait sifat produktif atau aktifitas produktif yg disukai. Misalnya, ada anak-anak yg suka teriak-teriak atau suka memukul benda-benda (lebih ke hingar bingar). Kemungkinan berbakat jadi celebritis, tabligher, penyiar, politikus dan lain-lain mereka cocok dengan dunia yang suka mengeksposure  kepada publik. Itu semua kemungkinan, dan tidak akan berubah banyak, kecuali lebih tenang pada usia dimana sudah mengenal nilai-nilai sosial misalnya mengganggu tetangga tidak baik, berteriak-teriak di muka umum tidak sopan dan seterusnya namun sama sekali tidak akan hilang. Tugas kita mengarahkan saja sesuai bagaimana Allah menciptakan mereka seperti itu. Pendidikan teater atau pendidikan musik, sound engineering mungkin cocok. Teriakannya akan produktif dan memukul benda-benda juga akan produktif. Tinggal disempurnakan akhlaknya agar mendapat peran yg sesuai.

Ada ahli parenting yang bilang bahwa anak-anak kita lebih pandai menjawab, daripada pandai bertanya.

==========================
Demikian ayah bunda, pemaparan dari SME kita,  semoga memberi manfaat dan terus mencari ilmu untuk kebaikan dunia akhirat.

Saturday, July 4, 2015

Bolu kukus jagung lembut

3 butir telur
150 gram gula pasir
1/2 sendok makan sp
150 gram tepung terigu protein sedang
150 ml santan cair hangat
100 gram jagung manis pipil, ditumbuk kasar
2 tetes pewarna kuning

Cara Pengolahan :

Kocok telur, gula, dan SP sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu sambil diayak, bergantian dengan santan sambil diaduk rata.Masukkan jagung dan pewarna kuning. Aduk rata.Tuang ke loyang loaf 24 x 10 x 7 cm yang dioles minyak dan dialas plastik. Kukus 35 menit dengan api besar.


Untuk 12 potong