*"ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA"*
Banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika membaca Al-Fatihah disaat shalat.. tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya.
Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman:
*"Aku membagi al-Fatihah menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."*
■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
■ Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'aalamiin".
*Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."*
■ Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmaanir-Rahiim".
*Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."*
■ Ketika kita mengucapkan "Maaliki yaumiddiin".
*Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."*
■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaaka na’ budu wa iyyaaka nasta’iin”.
*Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan Hamba-Ku.”*
■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiraatal mustaqiim, Shiratalladziinaan’amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim waladdhaalliin.”
*Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.”*
(HR. Muslim dan At-Tirmidzi)
*■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat*
*Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita*
■ Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
*■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.”*
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Saudaraku jika artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat
_*Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."*_
(HR. Muslim).
Semoga bermanfaat.
Rumah Tahfidz, Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur'an, Kajian Ilmu syar'i Hub: Diana Gasim (Ummu Achmad ) 085312837788)
Friday, October 28, 2016
Thursday, October 27, 2016
๐๐ผ *10 Sifat Istri yang Mendatangkan Rezeki Bagi Suaminya*
๐ฅBanyak suami yang mungkin tidak tahu bahwa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atau sulit, atas peran istri.
๐พMemang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun bisa dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki bagi suaminya.
๐1. Istri yang pandai bersyukur
๐ทIstri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki.
Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur.
Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur.
Suami mencintai setulus hati, bersyukur.
Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.
َูุฅِุฐْ ุชَุฃَุฐََّู ุฑَุจُُّูู ْ َูุฆِْู ุดََูุฑْุชُู ْ َูุฃَุฒِูุฏََُّููู ْ ََููุฆِْู ََููุฑْุชُู ْ ุฅَِّู ุนَุฐَุงุจِู َูุดَุฏِูุฏٌ
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
๐2. Istri yang tawakal kepada Allah
๐คDi saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
َูู َْู َูุชَََّْููู ุนََูู ุงَِّููู ََُููู ุญَุณْุจُُู
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3)
๐บJika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya.
Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut.
Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.
๐3. Istri yang baik agamanya
๐Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.
َูุงุธَْูุฑْ ุจِุฐَุงุชِ ุงูุฏِِّูู ุชَุฑِุจَุชْ َูุฏَุงَู
“Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
๐ฏBeruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.
‼Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan.
๐Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya.
Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya.
Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada istrinya.
๐4. Istri yang banyak beristighfar
๐๐ปDi antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12.
Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.
َُْูููุชُ ุงุณْุชَุบِْูุฑُูุง ุฑَุจَُّูู ْ ุฅَُِّูู َูุงَู ุบََّูุงุฑًุง
ُูุฑْุณِِู ุงูุณَّู َุงุกَ ุนََُْูููู ْ ู ِุฏْุฑَุงุฑًุง
َُููู ْุฏِุฏُْูู ْ ุจِุฃَู َْูุงٍู َูุจََِููู ََููุฌْุนَْู َُููู ْ ุฌََّูุงุชٍ ََููุฌْุนَْู َُููู ْ ุฃََْููุงุฑًุง
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh : 10-12)
๐5. Istri yang gemar silaturahim
๐Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki.
Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.
ู َْู ุณَุฑَُّู ุฃَْู ُูุจْุณَุทَ َُูู ِูู ุฑِุฒِِْูู ، َูุฃَْู ُْููุณَุฃَ َُูู ِูู ุฃَุซَุฑِِู ، ََْูููุตِْู ุฑَุญِู َُู
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
๐6. Istri yang suka bersedekah
๐นIstri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.
Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya.
Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.
ู َุซَُู ุงَّูุฐَِูู َُُِْูููููู ุฃَู َْูุงَُููู ْ ِูู ุณَุจِِูู ุงَِّููู َูู َุซَِู ุญَุจَّุฉٍ ุฃَْูุจَุชَุชْ ุณَุจْุนَ ุณََูุงุจَِู ِูู ُِّูู ุณُْูุจَُูุฉٍ ู ِุฆَุฉُ ุญَุจَّุฉٍ َูุงَُّููู ُูุถَุงุนُِู ِูู َْู َูุดَุงุกُ َูุงَُّููู َูุงุณِุนٌ ุนَِููู ٌ
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)
๐7. Istri yang bertaqwa
☄Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.
َูู َْู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَْู َُูู ู َุฎْุฑَุฌًุง
ََููุฑْุฒُُْูู ู ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُ
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq: 2-3)
๐8. Istri yang selalu mendoakan suaminya
๐คJika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.
๐Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya.
Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.
ََููุงَู ุฑَุจُُّูู ُ ุงุฏْุนُِููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ
“DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60)
๐9. Istri yang gemar shalat dhuha
⛅Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian.
Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjami rezekinya sepanjang hari.
ِูู ุงูุฅِْูุณَุงِู ุซَูุงَุซُู ِุงุฆَุฉٍ َูุณِุชَُّูู ู َْูุตِูุงً َูุนََِْููู ุฃَْู َูุชَุตَุฏََّู ุนَْู ُِّูู ู َْูุตٍِู ู ُِْูู ุจِุตَุฏََูุฉٍ. َูุงُููุง َูู َْู ُูุทُِูู ุฐََِูู َูุง َูุจَِّู ุงَِّููู َูุงَู ุงُّููุฎَุงุนَุฉُ ِูู ุงْูู َุณْุฌِุฏِ ุชَุฏَُِْูููุง َูุงูุดَّْูุกُ ุชَُูุญِِّูู ุนَِู ุงูุทَّุฑِِูู َูุฅِْู َูู ْ ุชَุฌِุฏْ َูุฑَْูุนَุชَุง ุงูุถُّุญَู ุชُุฌْุฒِุฆَُู
“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?”
Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)
َُُูููู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู َูุง ุงุจَْู ุขุฏَู َ ูุงَ ุชُุนْุฌِุฒِْูู ู ِْู ุฃَุฑْุจَุนِ ุฑََูุนَุงุชٍ ِูู ุฃََِّูู ََููุงุฑَِู ุฃََِْููู ุขุฎِุฑَُู
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
๐10. Istri yang taat dan melayani suaminya
๐Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.
๐ฏApa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul.
๐ช๐ปSemangat kerjanya pun menggebu.
Ibadah juga lebih tenang.
Subhanallah..
BaarakAllah Fiikum...
✒Ustadz Ahmad Zainuddin -hafidzahullaah-
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐น๐ฟ๐น๐ฟ๐น๐ฟ๐น๐ฟ๐น๐ฟ
๐ฅBanyak suami yang mungkin tidak tahu bahwa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atau sulit, atas peran istri.
๐พMemang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun bisa dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki bagi suaminya.
๐1. Istri yang pandai bersyukur
๐ทIstri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki.
Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur.
Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur.
Suami mencintai setulus hati, bersyukur.
Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.
َูุฅِุฐْ ุชَุฃَุฐََّู ุฑَุจُُّูู ْ َูุฆِْู ุดََูุฑْุชُู ْ َูุฃَุฒِูุฏََُّููู ْ ََููุฆِْู ََููุฑْุชُู ْ ุฅَِّู ุนَุฐَุงุจِู َูุดَุฏِูุฏٌ
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
๐2. Istri yang tawakal kepada Allah
๐คDi saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
َูู َْู َูุชَََّْููู ุนََูู ุงَِّููู ََُููู ุญَุณْุจُُู
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3)
๐บJika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya.
Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut.
Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.
๐3. Istri yang baik agamanya
๐Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.
َูุงุธَْูุฑْ ุจِุฐَุงุชِ ุงูุฏِِّูู ุชَุฑِุจَุชْ َูุฏَุงَู
“Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
๐ฏBeruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.
‼Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan.
๐Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya.
Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya.
Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada istrinya.
๐4. Istri yang banyak beristighfar
๐๐ปDi antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12.
Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.
َُْูููุชُ ุงุณْุชَุบِْูุฑُูุง ุฑَุจَُّูู ْ ุฅَُِّูู َูุงَู ุบََّูุงุฑًุง
ُูุฑْุณِِู ุงูุณَّู َุงุกَ ุนََُْูููู ْ ู ِุฏْุฑَุงุฑًุง
َُููู ْุฏِุฏُْูู ْ ุจِุฃَู َْูุงٍู َูุจََِููู ََููุฌْุนَْู َُููู ْ ุฌََّูุงุชٍ ََููุฌْุนَْู َُููู ْ ุฃََْููุงุฑًุง
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh : 10-12)
๐5. Istri yang gemar silaturahim
๐Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki.
Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.
ู َْู ุณَุฑَُّู ุฃَْู ُูุจْุณَุทَ َُูู ِูู ุฑِุฒِِْูู ، َูุฃَْู ُْููุณَุฃَ َُูู ِูู ุฃَุซَุฑِِู ، ََْูููุตِْู ุฑَุญِู َُู
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
๐6. Istri yang suka bersedekah
๐นIstri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.
Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya.
Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.
ู َุซَُู ุงَّูุฐَِูู َُُِْูููููู ุฃَู َْูุงَُููู ْ ِูู ุณَุจِِูู ุงَِّููู َูู َุซَِู ุญَุจَّุฉٍ ุฃَْูุจَุชَุชْ ุณَุจْุนَ ุณََูุงุจَِู ِูู ُِّูู ุณُْูุจَُูุฉٍ ู ِุฆَุฉُ ุญَุจَّุฉٍ َูุงَُّููู ُูุถَุงุนُِู ِูู َْู َูุดَุงุกُ َูุงَُّููู َูุงุณِุนٌ ุนَِููู ٌ
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)
๐7. Istri yang bertaqwa
☄Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.
َูู َْู َูุชَِّู ุงََّููู َูุฌْุนَْู َُูู ู َุฎْุฑَุฌًุง
ََููุฑْุฒُُْูู ู ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُ
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq: 2-3)
๐8. Istri yang selalu mendoakan suaminya
๐คJika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.
๐Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya.
Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.
ََููุงَู ุฑَุจُُّูู ُ ุงุฏْุนُِููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ
“DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60)
๐9. Istri yang gemar shalat dhuha
⛅Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian.
Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjami rezekinya sepanjang hari.
ِูู ุงูุฅِْูุณَุงِู ุซَูุงَุซُู ِุงุฆَุฉٍ َูุณِุชَُّูู ู َْูุตِูุงً َูุนََِْููู ุฃَْู َูุชَุตَุฏََّู ุนَْู ُِّูู ู َْูุตٍِู ู ُِْูู ุจِุตَุฏََูุฉٍ. َูุงُููุง َูู َْู ُูุทُِูู ุฐََِูู َูุง َูุจَِّู ุงَِّููู َูุงَู ุงُّููุฎَุงุนَุฉُ ِูู ุงْูู َุณْุฌِุฏِ ุชَุฏَُِْูููุง َูุงูุดَّْูุกُ ุชَُูุญِِّูู ุนَِู ุงูุทَّุฑِِูู َูุฅِْู َูู ْ ุชَุฌِุฏْ َูุฑَْูุนَุชَุง ุงูุถُّุญَู ุชُุฌْุฒِุฆَُู
“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?”
Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)
َُُูููู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู َูุง ุงุจَْู ุขุฏَู َ ูุงَ ุชُุนْุฌِุฒِْูู ู ِْู ุฃَุฑْุจَุนِ ุฑََูุนَุงุชٍ ِูู ุฃََِّูู ََููุงุฑَِู ุฃََِْููู ุขุฎِุฑَُู
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
๐10. Istri yang taat dan melayani suaminya
๐Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.
๐ฏApa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul.
๐ช๐ปSemangat kerjanya pun menggebu.
Ibadah juga lebih tenang.
Subhanallah..
BaarakAllah Fiikum...
✒Ustadz Ahmad Zainuddin -hafidzahullaah-
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐น๐ฟ๐น๐ฟ๐น๐ฟ๐น๐ฟ๐น๐ฟ
Wednesday, October 26, 2016
☄10 Materi Pokok☄
1⃣Apa itu HE
2⃣How to Start HE
3⃣Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7 tahun
4⃣Tehnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7 tahun
5⃣Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 tahun
6⃣Tehnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 tahun
7⃣Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 11-14 tahun
8⃣Tehnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 11-14 tahun
9⃣Konsep Pendidikan Post Aqil Baligh >15 tahun
1⃣0⃣Tehnik Pendidikan Post Aqil Baligh >15 tahun.
Untuk yg baru bergabung,, monggo bisa dikunyah2 dulu ini,, kompilasi materi pokok Home Education๐๐ป
✴♻✴
https://bermainbersamabapak.wordpress.com/2016/09/29/kompilasi-10-materi-pokok-he
✴♻✴♻✴♻
1⃣Apa itu HE
2⃣How to Start HE
3⃣Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7 tahun
4⃣Tehnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7 tahun
5⃣Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 tahun
6⃣Tehnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 tahun
7⃣Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 11-14 tahun
8⃣Tehnik Pendidikan Pre Aqil Baligh 11-14 tahun
9⃣Konsep Pendidikan Post Aqil Baligh >15 tahun
1⃣0⃣Tehnik Pendidikan Post Aqil Baligh >15 tahun.
Untuk yg baru bergabung,, monggo bisa dikunyah2 dulu ini,, kompilasi materi pokok Home Education๐๐ป
✴♻✴
https://bermainbersamabapak.wordpress.com/2016/09/29/kompilasi-10-materi-pokok-he
✴♻✴♻✴♻
Wednesday, October 19, 2016
Ustadz Najmi Umar Bakar:
* Bagaimana hukum mencium tangan orang tua atau yang lainnya ? *
(1). Dari asy-Sya’bi, ia berkata Zaid bin Tsaabit pernah mengendarai hewan tunggangannya, lalu Ibnu ‘Abbas mengambil tali kekangnya dan menuntunnya. Zaid berkata : "Jangan engkau lakukan wahai anak paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam"
Ibnu ‘Abbas berkata : "Beginilah kami diperintahkan untuk memperlakukan (menghormati) ulama kami".
Zaid berkata : "Kemarikanlah tanganmu".
Lalu Ibnu ‘Abbas mengeluarkan tangannya, kemudian Zaid menciumnya dan berkata : "Beginilah kami diperintahkan untuk memperlakukan (menghormati) ahli bait Nabi kami shallallaahu ‘alaihi wa sallam" [Diriwayatkan oleh Abu Bakr Ad-Diinawariy dalam Al-Mujaalasah wa Jawaahirul-‘Ilm 4/146-147 no. 1314, dihasankan oleh Masyhuur Hasan Salmaan dalam takhrij-nya atas kitab tersebut].
(2). Dari Tamiim bin Salamah, bahwasannya Abu ‘Ubaidah (bin Al-Jarraah) pernah mencium tangan ‘Umar". Tamiim berkata : "Ciuman (tangan) adalah sunnah" [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 26611]
(3). Dari Thalhah, bahwasannya ia mencium tangan Khaitsamah. Maalik berkata : "Dan Thalhah mencium tanganku" [Diriwayatkan oleh Ibnul-‘Arabiy dalam al-Qubal no. 6]
(4). Al-Marwazi rahimahullah berkata :
"Aku pernah bertanya kepada Abu ‘Abdillah (Ahmad bin Hanbal) tentang mencium tangan, maka ia memandang hal itu tidak mengapa jika dilakukan karena alasan agama dan ia memakruhkan jika dilakukan karena alasan keduniaan" [Al-Wara’ no. 476]
(5). An-Nawawi rahimahullah berkata :
“Mencium tangan seorang laki-laki dikarenakan kezuhudan, keshalihan, ilmu yang dimiliki, kemuliaannya, penjagaannya, atau yang lainnya dari perkara-perkara agama tidaklah dibenci, bahkan disukai. Namun apabila hal itu dilakukan karena faktor kekayaan, kekuasaan atau kedudukannya di mata orang-orang, maka hal itu sangat dibenci. Dan berkata Abu Sa’iid Al-Mutawalliy : "Tidak diperbolehkan" [Fathul-Baari 11/57].
(7). Syaikh Jibriin rahimahullah berkata :
ูุฑู ุฌูุงุฒ ุฐูู ุฅุฐุง ูุงู ุนูู ูุฌู ุงูุงุญุชุฑุงู ูุงูุชูููุฑ ูููุงูุฏูู ูุงูุนูู ุงุก ูุฐูู ุงููุถู ููุจุงุฑ ุงูุฃุณูุงู ู ู ุงูุฃูุงุฑุจ ููุญููู ، ููุฏ ุฃูู ูู ุฐูู ุงุจู ุงูุฃุนุฑุงุจู ุฑุณุงูุฉ ูู ุฃุญูุงู ุชูุจูู ุงููุฏ ููุญููุง، ูููุฑุฌุน ุฅูููุง، ูู ุชู ูุงู ูุฐุง ุงูุชูุจูู ููุฃูุงุฑุจ ุงูู ُุณููู ูุฐูู ุงููุถู ูุฅูู ูููู ุงุญุชุฑุงู ًุง ููุง ูููู ุชุฐููุง ููุง ูููู ุชุนุธูู ًุง، ููุฏ ุฑุฃููุง ุจุนุถ ู ุดุงุฆุฎูุง ُูููุฑูู ุฐูู ููู ูุนููู، ูุฐูู ู ููู ู ู ุจุงุจ ุงูุชูุงุถุน ูุง ูุชุญุฑูู ู ููู ุง ูุธูุฑ. ูุงููู ุฃุนูู
"Kami berpendapat bolehnya hal itu (yaitu mencium tangan), jika tujuannya untuk menghormati dan menghargai kedua orang tua, ulama, orang yang mulia dan yang berusia lanjut dari karib kerabat dan yang lainnya.
Ibnul 'Arabi telah menulis buku tentang hukum mencium tangan dan semisalnya, maka silahkan merujuk kepadanya. Jika mencium tangan ini ditujukan kepada karib kerabat yang berusia lanjut dan orang yang mulia, maka hal itu untuk menghormati, bukan merupakan bentuk perendahan diri dan pengagungan kepadanya.
Kami telah melihat sebagian guru kami mengingkari hal itu dan melarangnya. Hal itu karena sifat tawadlu' dari mereka, bukan karena mengharamkannya. wallahu a'lam (Fataawa Ulama al-Balad al-Haram hal 1020).
Berdasarkan keterangan di atas maka tidak mengapa dan boleh mencium tangan kedua orang tua dll seperti yang telah disebutkan.
Bukankah Allah telah memerintahkan untuk merendahkan diri di hadapan kedua orang tua, yaitu tawadhu' dan tidak menyombongkan diri di hadapan mereka ?
Allah Ta'ala berfirman :
َูุงุฎِْูุถْ َُููู َุง ุฌََูุงุญَ ุงูุฐُِّّู ู َِู ุงูุฑَّุญْู َุฉِ َُْููู ุฑَุจِّ ุงุฑْุญَู ُْูู َุง َูู َุง ุฑَุจََّูุงِูู ุตَุบِูุฑًุง
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (yaitu kedua orang tua) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil" (QS. Al-Isra' [17]: 24).
✍ Ust Najmi Umar Bakkar
* Bagaimana hukum mencium tangan orang tua atau yang lainnya ? *
(1). Dari asy-Sya’bi, ia berkata Zaid bin Tsaabit pernah mengendarai hewan tunggangannya, lalu Ibnu ‘Abbas mengambil tali kekangnya dan menuntunnya. Zaid berkata : "Jangan engkau lakukan wahai anak paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam"
Ibnu ‘Abbas berkata : "Beginilah kami diperintahkan untuk memperlakukan (menghormati) ulama kami".
Zaid berkata : "Kemarikanlah tanganmu".
Lalu Ibnu ‘Abbas mengeluarkan tangannya, kemudian Zaid menciumnya dan berkata : "Beginilah kami diperintahkan untuk memperlakukan (menghormati) ahli bait Nabi kami shallallaahu ‘alaihi wa sallam" [Diriwayatkan oleh Abu Bakr Ad-Diinawariy dalam Al-Mujaalasah wa Jawaahirul-‘Ilm 4/146-147 no. 1314, dihasankan oleh Masyhuur Hasan Salmaan dalam takhrij-nya atas kitab tersebut].
(2). Dari Tamiim bin Salamah, bahwasannya Abu ‘Ubaidah (bin Al-Jarraah) pernah mencium tangan ‘Umar". Tamiim berkata : "Ciuman (tangan) adalah sunnah" [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 26611]
(3). Dari Thalhah, bahwasannya ia mencium tangan Khaitsamah. Maalik berkata : "Dan Thalhah mencium tanganku" [Diriwayatkan oleh Ibnul-‘Arabiy dalam al-Qubal no. 6]
(4). Al-Marwazi rahimahullah berkata :
"Aku pernah bertanya kepada Abu ‘Abdillah (Ahmad bin Hanbal) tentang mencium tangan, maka ia memandang hal itu tidak mengapa jika dilakukan karena alasan agama dan ia memakruhkan jika dilakukan karena alasan keduniaan" [Al-Wara’ no. 476]
(5). An-Nawawi rahimahullah berkata :
“Mencium tangan seorang laki-laki dikarenakan kezuhudan, keshalihan, ilmu yang dimiliki, kemuliaannya, penjagaannya, atau yang lainnya dari perkara-perkara agama tidaklah dibenci, bahkan disukai. Namun apabila hal itu dilakukan karena faktor kekayaan, kekuasaan atau kedudukannya di mata orang-orang, maka hal itu sangat dibenci. Dan berkata Abu Sa’iid Al-Mutawalliy : "Tidak diperbolehkan" [Fathul-Baari 11/57].
(7). Syaikh Jibriin rahimahullah berkata :
ูุฑู ุฌูุงุฒ ุฐูู ุฅุฐุง ูุงู ุนูู ูุฌู ุงูุงุญุชุฑุงู ูุงูุชูููุฑ ูููุงูุฏูู ูุงูุนูู ุงุก ูุฐูู ุงููุถู ููุจุงุฑ ุงูุฃุณูุงู ู ู ุงูุฃูุงุฑุจ ููุญููู ، ููุฏ ุฃูู ูู ุฐูู ุงุจู ุงูุฃุนุฑุงุจู ุฑุณุงูุฉ ูู ุฃุญูุงู ุชูุจูู ุงููุฏ ููุญููุง، ูููุฑุฌุน ุฅูููุง، ูู ุชู ูุงู ูุฐุง ุงูุชูุจูู ููุฃูุงุฑุจ ุงูู ُุณููู ูุฐูู ุงููุถู ูุฅูู ูููู ุงุญุชุฑุงู ًุง ููุง ูููู ุชุฐููุง ููุง ูููู ุชุนุธูู ًุง، ููุฏ ุฑุฃููุง ุจุนุถ ู ุดุงุฆุฎูุง ُูููุฑูู ุฐูู ููู ูุนููู، ูุฐูู ู ููู ู ู ุจุงุจ ุงูุชูุงุถุน ูุง ูุชุญุฑูู ู ููู ุง ูุธูุฑ. ูุงููู ุฃุนูู
"Kami berpendapat bolehnya hal itu (yaitu mencium tangan), jika tujuannya untuk menghormati dan menghargai kedua orang tua, ulama, orang yang mulia dan yang berusia lanjut dari karib kerabat dan yang lainnya.
Ibnul 'Arabi telah menulis buku tentang hukum mencium tangan dan semisalnya, maka silahkan merujuk kepadanya. Jika mencium tangan ini ditujukan kepada karib kerabat yang berusia lanjut dan orang yang mulia, maka hal itu untuk menghormati, bukan merupakan bentuk perendahan diri dan pengagungan kepadanya.
Kami telah melihat sebagian guru kami mengingkari hal itu dan melarangnya. Hal itu karena sifat tawadlu' dari mereka, bukan karena mengharamkannya. wallahu a'lam (Fataawa Ulama al-Balad al-Haram hal 1020).
Berdasarkan keterangan di atas maka tidak mengapa dan boleh mencium tangan kedua orang tua dll seperti yang telah disebutkan.
Bukankah Allah telah memerintahkan untuk merendahkan diri di hadapan kedua orang tua, yaitu tawadhu' dan tidak menyombongkan diri di hadapan mereka ?
Allah Ta'ala berfirman :
َูุงุฎِْูุถْ َُููู َุง ุฌََูุงุญَ ุงูุฐُِّّู ู َِู ุงูุฑَّุญْู َุฉِ َُْููู ุฑَุจِّ ุงุฑْุญَู ُْูู َุง َูู َุง ุฑَุจََّูุงِูู ุตَุบِูุฑًุง
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (yaitu kedua orang tua) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil" (QS. Al-Isra' [17]: 24).
✍ Ust Najmi Umar Bakkar
Monday, October 17, 2016
Al-Firqatunnajiyyah: Jalan Golongan Yang Selamat : 8
http://alfirqatunnajiyyah.blogspot.my/2010/05/jalan-golongan-yang-selamat-8.html?m=1
MAKNA "IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN"
Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
ุฅَِّูุงَู َูุนْุจُุฏُ َูุฅَِّูุงَู َูุณْุชَุนُِูู
"KepadaMu Kami menyembah dan KepadaMu Kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5)
Maksudnya, kami mengkhususkan kepada diriMu dalam beriba-dah, berdo'a dan memohon pertolongan.
1. Para ulama dan pakar di bidang bahasa Arab mengatakan, didahulukannya maf'ul bih (obyek) " Iyyaaka " atas fi'il (kata kerja) " na'budu wa Nasta'in " dimaksudkan agar ibadah dan memohon pertolongan tersebut dikhususkan hanya kepada Allah semata, tidak kepada selainNya.
2. Ayat Al-Qur'an ini dibaca berulang-ulang oleh setiap mus-lim, baik dalam shalat maupun di luarnya. Ayat ini merupakan ikhtisar dan intisari surat Al-Fatihah, yang merupakan ikhtisar dan intisari Al-Qur'an secara keseluruhan.
3. Ibadah yang dimaksud oleh ayat ini adalah ibadah dalam arti yang luas, termasuk di dalamnya shalat, nadzar, menyembelih hewan kurban, juga do'a. Karena Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุงูุฏุนุงุก ููุงูุนุจุงุฏุฉ
"Do'a adalah ibadah." (HR At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Sebagaimana shalat adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada rasul atau wali, demikian pula halnya dengan do'a. Ia adalah ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah semata. Allah ber-firman,
ُْูู ุฅَِّูู َุง ุฃَุฏْุนُู ุฑَุจِّู ََููุง ุฃُุดْุฑُِู ุจِِู ุฃَุญَุฏًุง
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya." (Al-Jin: 20)
4. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุฏุนูุฉ ุฐู ุงูููู ุฅุฐ ุฏุนุง ุจูุง ููู ูู ุจุทู ุงูุญูุช : ูุงุงูู ุงูุง ุงูุช ุณุจุญุงูู ุฅูู ููุช ู ู ุงูุธุง ูู ูู، ูู ูุฏุน ุจูุง ุฑุฌู ู ุณูู ูู ุดููุก ูุท ุงูุง ุงุณุชุฌุงุจ ุงููู ูู
"Do'a yang dibaca oleh Nabi Dzin Nun (Yunus) ketika berada dalam perut ikan adalah, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.' Tidaklah seorang muslim berdo'a dengannya untuk (meminta) sesuatu apapun, kecuali Allah akan mengabulkan padanya." (Hadits shahih menurut Al-Hakim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)
MEMOHON PERTOLONGAN HANYA KEPADA ALLAH
Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุฅุฐุง ุณุฃูุช ูุงุณุฃู ุงููู ูุฅุฐุง ุงุณุชุนูุช ูุงุณุชุนู ุจุงููู
"Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika eng-kau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan Kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
1. Imam Nawawi dan Al-Haitami telah memberikan penjelasan terhadap makna hadits ini, secara ringkas penjelasan tersebut sebagai berikut, "Jika engkau memohon pertolongan atas suatu urusan, baik urusan dunia maupun akhirat maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Apalagi dalam urusan-urusan yang tak seorang pun kuasa atasnya selain Allah. Seperti menyembuhkan penyakit, mencari rizki dan petunjuk. Hal-hal tersebut merupakan perkara yang khusus Allah sendiri yang kuasa." Allah berfirman,
َูุฅِْู َูู ْุณَุณَْู ุงَُّููู ุจِุถُุฑٍّ ََููุง َูุงุดَِู َُูู ุฅَِّูุง َُูู
"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu maka tidak ada yang dapat menghilangkannya melainkan Dia sendiri." (A1-An'am: 17)
2. Barangsiapa menginginkan hujjah (argumentasi/dalil) maka cukup baginya Al-Qur'an, barangsiapa menginginkan seorang peno-long maka cukup baginya Allah, barangsiapa menginginkan seorang penasihat maka cukup baginya kematian. Barangsiapa merasa belum cukup dengan hal-hal tersebut maka cukup Neraka baginya. Allah berfirman,
ุฃََْููุณَ ุงَُّููู ุจَِูุงٍู ุนَุจْุฏَُู
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya?" (Az-Zumar: 36)
3. Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Al-Fathur Rabbani berkata, "Mintalah kepada Allah dan jangan meminta kepada selain-Nya. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan memohon per-tolongan kepada selainNya. Celakalah kamu, di mana kau letakkan mukamu kelak (ketika menghadap Allah di akhirat), jika kamu me-nentangNya di dunia, berpaling daripadaNya, menghadap (meminta dan menyembah) kepada makhlukNya serta menyekutukanNya. Engkau keluhkan kebutuhan-kebutuhanmu kepada mereka. Engkau bertawakkal (menggantungkan diri) kepada mereka. Singkirkanlah perantara-perantara antara dirimu dengan Allah. K
arena ketergan-tunganmu kepada perantara-perantara itu suatu kepandiran. Tidak ada kerajaan, kekuasaan, kekayaan dan kemuliaan kecuali milik Allah . Jadilah kamu orang yang selalu bersama Allah, jangan bersama makhluk (maksudnya, bersama Allah dengan berdo'a kepadaNya tanpa perantara melalui makhlukNya).
4. Memohon pertolongan yang disyari'atkan Allah adalah dengan hanya memintanya kepada Allah agar Ia melepaskanmu dari berbagai kesulitan yang engkau hadapi.
Adapun memohon pertolongan yang tergolong syirik adalah dengan memintanya kepada selain Allah. Misalnya kepada para nabi dan wali yang telah meninggal atau kepada orang yang masih hidup tetapi mereka tidak hadir. Mereka itu tidak memiliki manfaat atau mudharat, tidak mendengar do'a, dan kalau pun mereka mendengar tentu tak akan mengabulkan permohonan kita. Demikian seperti dikisahkan oleh Al-Qur'an tentang mereka.
Adapun meminta pertolongan kepada orang hidup yang hadir untuk melakukan sesuatu yang mereka mampu, seperti membangun masjid, memenuhi kebutuhan atau lainnya maka hal itu dibolehkan. Berdasarkan firman Allah,
َูุชَุนَุงَُูููุง ุนََูู ุงْูุจِุฑِّ َูุงูุชََّْููู
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa." (Al-Ma'idah: 2)
Dan sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam ,
ูุงููู ูู ุนูู ุงูุนุจุฏ، ู ุง ูุงู ุงูุนุจุฏ ูู ุนูู ุฃุฎูู
"Allah (akan) memberikan pertolongan kepada hamba, selama hamba itu memberikan pertolongan kepada saudaranya." (HR. Muslim)
Di antara contoh meminta pertolongan kepada orang hidup yang dibolehkan adalah seperti dalam firman Allah,
َูุงุณْุชَุบَุงุซَُู ุงَّูุฐِู ู ِْู ุดِูุนَุชِِู ุนََูู ุงَّูุฐِู ู ِْู ุนَุฏُِِّูู
"… maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang dari musuhnya …". (Al-Qashash: 15)
Juga firman Allah yang berkaitan dengan Dzul Qarnain,
َูุฃَุนُِِููููู ุจَُِّููุฉٍ
"… maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) …". (Al-Kahfi: 95)
http://alfirqatunnajiyyah.blogspot.my/2010/05/jalan-golongan-yang-selamat-8.html?m=1
MAKNA "IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN"
Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
ุฅَِّูุงَู َูุนْุจُุฏُ َูุฅَِّูุงَู َูุณْุชَุนُِูู
"KepadaMu Kami menyembah dan KepadaMu Kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5)
Maksudnya, kami mengkhususkan kepada diriMu dalam beriba-dah, berdo'a dan memohon pertolongan.
1. Para ulama dan pakar di bidang bahasa Arab mengatakan, didahulukannya maf'ul bih (obyek) " Iyyaaka " atas fi'il (kata kerja) " na'budu wa Nasta'in " dimaksudkan agar ibadah dan memohon pertolongan tersebut dikhususkan hanya kepada Allah semata, tidak kepada selainNya.
2. Ayat Al-Qur'an ini dibaca berulang-ulang oleh setiap mus-lim, baik dalam shalat maupun di luarnya. Ayat ini merupakan ikhtisar dan intisari surat Al-Fatihah, yang merupakan ikhtisar dan intisari Al-Qur'an secara keseluruhan.
3. Ibadah yang dimaksud oleh ayat ini adalah ibadah dalam arti yang luas, termasuk di dalamnya shalat, nadzar, menyembelih hewan kurban, juga do'a. Karena Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุงูุฏุนุงุก ููุงูุนุจุงุฏุฉ
"Do'a adalah ibadah." (HR At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Sebagaimana shalat adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada rasul atau wali, demikian pula halnya dengan do'a. Ia adalah ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah semata. Allah ber-firman,
ُْูู ุฅَِّูู َุง ุฃَุฏْุนُู ุฑَุจِّู ََููุง ุฃُุดْุฑُِู ุจِِู ุฃَุญَุฏًุง
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya." (Al-Jin: 20)
4. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุฏุนูุฉ ุฐู ุงูููู ุฅุฐ ุฏุนุง ุจูุง ููู ูู ุจุทู ุงูุญูุช : ูุงุงูู ุงูุง ุงูุช ุณุจุญุงูู ุฅูู ููุช ู ู ุงูุธุง ูู ูู، ูู ูุฏุน ุจูุง ุฑุฌู ู ุณูู ูู ุดููุก ูุท ุงูุง ุงุณุชุฌุงุจ ุงููู ูู
"Do'a yang dibaca oleh Nabi Dzin Nun (Yunus) ketika berada dalam perut ikan adalah, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.' Tidaklah seorang muslim berdo'a dengannya untuk (meminta) sesuatu apapun, kecuali Allah akan mengabulkan padanya." (Hadits shahih menurut Al-Hakim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)
MEMOHON PERTOLONGAN HANYA KEPADA ALLAH
Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุฅุฐุง ุณุฃูุช ูุงุณุฃู ุงููู ูุฅุฐุง ุงุณุชุนูุช ูุงุณุชุนู ุจุงููู
"Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika eng-kau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan Kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
1. Imam Nawawi dan Al-Haitami telah memberikan penjelasan terhadap makna hadits ini, secara ringkas penjelasan tersebut sebagai berikut, "Jika engkau memohon pertolongan atas suatu urusan, baik urusan dunia maupun akhirat maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Apalagi dalam urusan-urusan yang tak seorang pun kuasa atasnya selain Allah. Seperti menyembuhkan penyakit, mencari rizki dan petunjuk. Hal-hal tersebut merupakan perkara yang khusus Allah sendiri yang kuasa." Allah berfirman,
َูุฅِْู َูู ْุณَุณَْู ุงَُّููู ุจِุถُุฑٍّ ََููุง َูุงุดَِู َُูู ุฅَِّูุง َُูู
"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu maka tidak ada yang dapat menghilangkannya melainkan Dia sendiri." (A1-An'am: 17)
2. Barangsiapa menginginkan hujjah (argumentasi/dalil) maka cukup baginya Al-Qur'an, barangsiapa menginginkan seorang peno-long maka cukup baginya Allah, barangsiapa menginginkan seorang penasihat maka cukup baginya kematian. Barangsiapa merasa belum cukup dengan hal-hal tersebut maka cukup Neraka baginya. Allah berfirman,
ุฃََْููุณَ ุงَُّููู ุจَِูุงٍู ุนَุจْุฏَُู
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya?" (Az-Zumar: 36)
3. Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Al-Fathur Rabbani berkata, "Mintalah kepada Allah dan jangan meminta kepada selain-Nya. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan memohon per-tolongan kepada selainNya. Celakalah kamu, di mana kau letakkan mukamu kelak (ketika menghadap Allah di akhirat), jika kamu me-nentangNya di dunia, berpaling daripadaNya, menghadap (meminta dan menyembah) kepada makhlukNya serta menyekutukanNya. Engkau keluhkan kebutuhan-kebutuhanmu kepada mereka. Engkau bertawakkal (menggantungkan diri) kepada mereka. Singkirkanlah perantara-perantara antara dirimu dengan Allah. K
arena ketergan-tunganmu kepada perantara-perantara itu suatu kepandiran. Tidak ada kerajaan, kekuasaan, kekayaan dan kemuliaan kecuali milik Allah . Jadilah kamu orang yang selalu bersama Allah, jangan bersama makhluk (maksudnya, bersama Allah dengan berdo'a kepadaNya tanpa perantara melalui makhlukNya).
4. Memohon pertolongan yang disyari'atkan Allah adalah dengan hanya memintanya kepada Allah agar Ia melepaskanmu dari berbagai kesulitan yang engkau hadapi.
Adapun memohon pertolongan yang tergolong syirik adalah dengan memintanya kepada selain Allah. Misalnya kepada para nabi dan wali yang telah meninggal atau kepada orang yang masih hidup tetapi mereka tidak hadir. Mereka itu tidak memiliki manfaat atau mudharat, tidak mendengar do'a, dan kalau pun mereka mendengar tentu tak akan mengabulkan permohonan kita. Demikian seperti dikisahkan oleh Al-Qur'an tentang mereka.
Adapun meminta pertolongan kepada orang hidup yang hadir untuk melakukan sesuatu yang mereka mampu, seperti membangun masjid, memenuhi kebutuhan atau lainnya maka hal itu dibolehkan. Berdasarkan firman Allah,
َูุชَุนَุงَُูููุง ุนََูู ุงْูุจِุฑِّ َูุงูุชََّْููู
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa." (Al-Ma'idah: 2)
Dan sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam ,
ูุงููู ูู ุนูู ุงูุนุจุฏ، ู ุง ูุงู ุงูุนุจุฏ ูู ุนูู ุฃุฎูู
"Allah (akan) memberikan pertolongan kepada hamba, selama hamba itu memberikan pertolongan kepada saudaranya." (HR. Muslim)
Di antara contoh meminta pertolongan kepada orang hidup yang dibolehkan adalah seperti dalam firman Allah,
َูุงุณْุชَุบَุงุซَُู ุงَّูุฐِู ู ِْู ุดِูุนَุชِِู ุนََูู ุงَّูุฐِู ู ِْู ุนَุฏُِِّูู
"… maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang dari musuhnya …". (Al-Qashash: 15)
Juga firman Allah yang berkaitan dengan Dzul Qarnain,
َูุฃَุนُِِููููู ุจَُِّููุฉٍ
"… maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) …". (Al-Kahfi: 95)
๐๐น *Ini Hakekatnya* ๐น๐
Sebagian manusia bekerja, siang malam, kedinginan, dan kepanasan tetapi tidak mendapat kecuali sedikit dari rupiah...
Sebagian manusia hanya duduk di atas meja, ruangan ber-AC, sedikit bergerak tapi mendapatkan banyak dari harta dunia...
Itulah rezeki, Allah-lah yang mengaturnya, Dia melapangkan kepada siapa yang dikehendaki dan menahannya dari siapa yang dikehendakiNya...
Tapi masalahnya adalah pemahaman kita tentang arti dari *KEKAYAAN ...*
_Apakah itu...?_
_Siapakah orang kaya yang sesungguhnya..?_
Selama seseorang tidak memahami hakekatnya maka ia akan berada di dalam kubangan kekurangan dan kemiskinan walaupun hartanya melimpah...
Mari kita perhatikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berikut :
ููุณ ุงูุบูู ุนู ูุซุฑุฉ ุงูุนุฑุถ ู ููู ุงูุบูู ุบูู ุงูููุณ
"(Hakekat) kaya bukanlah dengan banyaknya harta benda, akan tetapi hakekat kaya adalah kaya jiwa".
[HR Bukhari : 6446, Muslim : 1051]
*Kaya jiwa, kaya hati inilah hakikatnya...*
Karena kaya jiwa seseorang bisa tersenyum tulus dari hatinya yang lapang...
Karena kaya jiwa seseorang bisa berbagi rezeki walaupun hidup kekurangan...
Karena kaya jiwa makan, minum dan menjalani hidup dengan tenang tanpa stress walaupun hidup seadanya...
Tapi kalau jiwa miskin, maka kesusahan dan kesempitan yang dirasakan, tidak bahagia, sulit berinfaq dan berbagi, dan hidup sesalu dihantui kekurangan dan kekurangan...
Sudah saatnya kita merubah pandangan kita agar tidak menyesal...
*Bacalah Al-Quran dan hadits-hadits Nabi, hadirilah kajian-kajian ilmu yang bermanfaat...*
Mengejar dunia tanpa mengetahui hakikatnya, akan membuahkan kesempitan, kejenuhan, was-was, stress dst...
Seseorang akan mengalami kejenuhan, ya kejenuhan...
*Kebahagiaan ada dalam kekayaan jiwa, dan ketaatan pada Allah...*
Selamat beraktifitas, dan selamat berbagi dengan sesama...
✏Ustaadz Abu Ya'la Kurnaedi
Sebagian manusia bekerja, siang malam, kedinginan, dan kepanasan tetapi tidak mendapat kecuali sedikit dari rupiah...
Sebagian manusia hanya duduk di atas meja, ruangan ber-AC, sedikit bergerak tapi mendapatkan banyak dari harta dunia...
Itulah rezeki, Allah-lah yang mengaturnya, Dia melapangkan kepada siapa yang dikehendaki dan menahannya dari siapa yang dikehendakiNya...
Tapi masalahnya adalah pemahaman kita tentang arti dari *KEKAYAAN ...*
_Apakah itu...?_
_Siapakah orang kaya yang sesungguhnya..?_
Selama seseorang tidak memahami hakekatnya maka ia akan berada di dalam kubangan kekurangan dan kemiskinan walaupun hartanya melimpah...
Mari kita perhatikan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berikut :
ููุณ ุงูุบูู ุนู ูุซุฑุฉ ุงูุนุฑุถ ู ููู ุงูุบูู ุบูู ุงูููุณ
"(Hakekat) kaya bukanlah dengan banyaknya harta benda, akan tetapi hakekat kaya adalah kaya jiwa".
[HR Bukhari : 6446, Muslim : 1051]
*Kaya jiwa, kaya hati inilah hakikatnya...*
Karena kaya jiwa seseorang bisa tersenyum tulus dari hatinya yang lapang...
Karena kaya jiwa seseorang bisa berbagi rezeki walaupun hidup kekurangan...
Karena kaya jiwa makan, minum dan menjalani hidup dengan tenang tanpa stress walaupun hidup seadanya...
Tapi kalau jiwa miskin, maka kesusahan dan kesempitan yang dirasakan, tidak bahagia, sulit berinfaq dan berbagi, dan hidup sesalu dihantui kekurangan dan kekurangan...
Sudah saatnya kita merubah pandangan kita agar tidak menyesal...
*Bacalah Al-Quran dan hadits-hadits Nabi, hadirilah kajian-kajian ilmu yang bermanfaat...*
Mengejar dunia tanpa mengetahui hakikatnya, akan membuahkan kesempitan, kejenuhan, was-was, stress dst...
Seseorang akan mengalami kejenuhan, ya kejenuhan...
*Kebahagiaan ada dalam kekayaan jiwa, dan ketaatan pada Allah...*
Selamat beraktifitas, dan selamat berbagi dengan sesama...
✏Ustaadz Abu Ya'la Kurnaedi
Mereka Yang Diinginkan Kebaikan Oleh Allah
Ustadz Badrusalam March 8, 2013 Artikel Tulis Komentar 159 Views
Siapakah diantara kita yang tidak ingin diberikan kebaikan oleh Allah? Namun di sana, ada orang-orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah Azza waJalla. Semoga kita termasuk dari mereka:
1. Dibukanya pintu amal sebelum kematian menjelang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏ ุงููู ุจุนุจุฏ ุฎูุฑุง ุงุณุชุนู ูู ููู : ู ุง ูุณุชุนู ูู ؟ ูุงู : ููุชุญ ูู ุนู ูุง ุตุงูุญุง ุจูู ูุฏู ู ูุชู ุญุชู ูุฑุถู ุนููู ู ู ุญููู
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).[1]
2. dipercepat sanksinya di dunia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏ ุงููู ุจุนุจุฏู ุงูุฎูุฑ ุนุฌู ูู ุงูุนููุจุฉ ูู ุงูุฏููุง ู ุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏ ุจุนุจุฏู ุงูุดุฑ ุฃู ุณู ุนูู ุจุฐูุจู ุญุชู ููุงูู ุจู ููู ุงูููุงู ุฉ
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).[2]
Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.
ุนَْู ุฃََูุณٍ ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุนَุงุฏَ ุฑَุฌُูุงً ู َِู ุงْูู ُุณِْูู َِูู َูุฏْ ุฎََูุชَ َูุตَุงุฑَ ู ِุซَْู ุงَْููุฑْุฎِ ََููุงَู َُูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - « َْูู ُْููุชَ ุชَุฏْุนُู ุจِุดَْูุกٍ ุฃَْู ุชَุณْุฃَُُูู ุฅَِّูุงُู ». َูุงَู َูุนَู ْ ُْููุชُ ุฃَُُููู ุงَُّูููู َّ ู َุง ُْููุชَ ู ُุนَุงِูุจِู ุจِِู ِูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ َูุนَุฌُِّْูู ِูู ِูู ุงูุฏَُّْููุง. ََููุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - « ุณُุจْุญَุงَู ุงَِّููู ูุงَ ุชُุทُُِููู – ุฃَْู ูุงَ ุชَุณْุชَุทِูุนُُู – ุฃََููุงَ ُْููุชَ ุงَُّูููู َّ ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِููู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ ». َูุงَู َูุฏَุนَุง ุงََّููู َُูู َูุดََูุงُู.
“Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang telah kurus bagaikan anak burung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu berdo’a dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berkata, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim).
3. Diberikan cobaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ู ู ูุฑุฏ ุงููู ุจู ุฎูุฑุง ูุตุจ ู ูู
“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).
Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu janji Allah:
َََูููุจََُُّْููููู ْ ุจِุดَْูุกٍ ู َِّู ุงْูุฎَِْูู َูุงْูุฌُูุนِ ََْูููุตٍ ู َِّู ุงูุฃَู ََูุงِู َูุงูุฃَُููุณِ َูุงูุซَّู َุฑَุงุชِ
“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al Baqarah: 155).
Cobaan itu untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat.
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ َูุงَู َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุง َูุฒَุงُู ุงْูุจََูุงุกُ ุจِุงْูู ُุคْู ِِู ุฃَْู ุงْูู ُุคْู َِูุฉِ ِูู ุฌَุณَุฏِِู َِููู ู َุงِِูู َِููู ََููุฏِِู ุญَุชَّู ََْูููู ุงََّููู َูู َุง ุนََِْููู ู ِْู ุฎَุทِูุฆَุฉٍ
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).
4. Difaqihkan dalam agama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ู ู ูุฑุฏ ุงููู ุจู ุฎูุฑุง ููููู ูู ุงูุฏูู
“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).
Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al Qur’an dan hadits dengan benar. Sebagaimana yang dikabarkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kaum khawarij yang membaca Al Qur’an:
َูุฎْุฑُุฌُ َْููู ٌ ู ِْู ุฃُู َّุชِู َْููุฑَุกَُูู ุงُْููุฑْุขَู َْููุณَ ِูุฑَุงุกَุชُُูู ْ ุฅَِูู ِูุฑَุงุกَุชِِูู ْ ุจِุดَْูุกٍ َููุงَ ุตَูุงَุชُُูู ْ ุฅَِูู ุตَูุงَุชِِูู ْ ุจِุดَْูุกٍ َููุงَ ุตَِูุงู ُُูู ْ ุฅَِูู ุตَِูุงู ِِูู ْ ุจِุดَْูุกٍ َْููุฑَุกَُูู ุงُْููุฑْุขَู َูุญْุณِุจَُูู ุฃََُّูู َُููู ْ ََُููู ุนََِْูููู ْ
“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Al Qur’an. Bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan Al Qur’an mereka, shalat dan puasa kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an dan menyangka bahwa Al Qur’an mendukung mereka padahal Al Qur’an tidak mendukung mereka.” (HR Muslim).
Itu semua akibat kedangkalan ilmu dan mengikuti hawa nafsu, sehingga mereka tidak diberikan pemahaman yang benar terhadap Al Qur’an dan hadits. Mereka mengira bahwa ayat Al Qur’am mendukung perbuatan mereka, padahal tidak demikian. Tentu yang memahaminya adalah orang-orang yang Allah faqihkan dalam agama dan selamatkan dari hawa nafsu.
5. Diberikan kesabaran.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ู ู ุง ุฃุนุทู ุฃุญุฏ ุนุทุงุก ุฎูุฑุง ู ุฃูุณุน ู ู ุงูุตุจุฑ
“Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al Bukhari dan Muslim).
Kesabaran dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran. Untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya amat membutuhkan kesabaran. Karena Iblis dan balatentaranya tak pernah diam untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.
َูู َุง ََُّูููุงَูุง ุฅَِّูุง ุงَّูุฐَِูู ุตَุจَุฑُูุง َูู َุง ََُّูููุงَูุง ุฅَِّูุง ุฐُู ุญَุธٍّ ุนَุธِูู ٍ
“Tidak ada yang diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidak ada yang diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fushilat: 35).
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau inginkan kebaikan padanya, beri kami kesabaran untuk menjalani perintahMu dan menjauhi laranganMu, beri kami kesabaran dalam menghadapi musibah yang menerpa, beri kami kefaqihan dalam agama dan bukakan untuk kami pintu amal shalih sebelum wafat kami. Aamiin.
[1] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 304.
[2] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 308.
Nama beliau adalah Abu Yahya Badrussalam. Beliau lahir pada tanggal 27 April 1976 di desa Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor, tempat dimana studio Radio Rodja berdiri. Beliau menamatkan pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Fakultas Hadits pada tahun 2001
Ustadz Badrusalam March 8, 2013 Artikel Tulis Komentar 159 Views
Siapakah diantara kita yang tidak ingin diberikan kebaikan oleh Allah? Namun di sana, ada orang-orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah Azza waJalla. Semoga kita termasuk dari mereka:
1. Dibukanya pintu amal sebelum kematian menjelang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏ ุงููู ุจุนุจุฏ ุฎูุฑุง ุงุณุชุนู ูู ููู : ู ุง ูุณุชุนู ูู ؟ ูุงู : ููุชุญ ูู ุนู ูุง ุตุงูุญุง ุจูู ูุฏู ู ูุชู ุญุชู ูุฑุถู ุนููู ู ู ุญููู
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).[1]
2. dipercepat sanksinya di dunia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏ ุงููู ุจุนุจุฏู ุงูุฎูุฑ ุนุฌู ูู ุงูุนููุจุฉ ูู ุงูุฏููุง ู ุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏ ุจุนุจุฏู ุงูุดุฑ ุฃู ุณู ุนูู ุจุฐูุจู ุญุชู ููุงูู ุจู ููู ุงูููุงู ุฉ
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).[2]
Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.
ุนَْู ุฃََูุณٍ ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุนَุงุฏَ ุฑَุฌُูุงً ู َِู ุงْูู ُุณِْูู َِูู َูุฏْ ุฎََูุชَ َูุตَุงุฑَ ู ِุซَْู ุงَْููุฑْุฎِ ََููุงَู َُูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - « َْูู ُْููุชَ ุชَุฏْุนُู ุจِุดَْูุกٍ ุฃَْู ุชَุณْุฃَُُูู ุฅَِّูุงُู ». َูุงَู َูุนَู ْ ُْููุชُ ุฃَُُููู ุงَُّูููู َّ ู َุง ُْููุชَ ู ُุนَุงِูุจِู ุจِِู ِูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ َูุนَุฌُِّْูู ِูู ِูู ุงูุฏَُّْููุง. ََููุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - « ุณُุจْุญَุงَู ุงَِّููู ูุงَ ุชُุทُُِููู – ุฃَْู ูุงَ ุชَุณْุชَุทِูุนُُู – ุฃََููุงَ ُْููุชَ ุงَُّูููู َّ ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِููู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ ». َูุงَู َูุฏَุนَุง ุงََّููู َُูู َูุดََูุงُู.
“Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang telah kurus bagaikan anak burung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu berdo’a dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berkata, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim).
3. Diberikan cobaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ู ู ูุฑุฏ ุงููู ุจู ุฎูุฑุง ูุตุจ ู ูู
“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).
Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu janji Allah:
َََูููุจََُُّْููููู ْ ุจِุดَْูุกٍ ู َِّู ุงْูุฎَِْูู َูุงْูุฌُูุนِ ََْูููุตٍ ู َِّู ุงูุฃَู ََูุงِู َูุงูุฃَُููุณِ َูุงูุซَّู َุฑَุงุชِ
“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al Baqarah: 155).
Cobaan itu untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat.
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ َูุงَู َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุง َูุฒَุงُู ุงْูุจََูุงุกُ ุจِุงْูู ُุคْู ِِู ุฃَْู ุงْูู ُุคْู َِูุฉِ ِูู ุฌَุณَุฏِِู َِููู ู َุงِِูู َِููู ََููุฏِِู ุญَุชَّู ََْูููู ุงََّููู َูู َุง ุนََِْููู ู ِْู ุฎَุทِูุฆَุฉٍ
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).
4. Difaqihkan dalam agama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ู ู ูุฑุฏ ุงููู ุจู ุฎูุฑุง ููููู ูู ุงูุฏูู
“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).
Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al Qur’an dan hadits dengan benar. Sebagaimana yang dikabarkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kaum khawarij yang membaca Al Qur’an:
َูุฎْุฑُุฌُ َْููู ٌ ู ِْู ุฃُู َّุชِู َْููุฑَุกَُูู ุงُْููุฑْุขَู َْููุณَ ِูุฑَุงุกَุชُُูู ْ ุฅَِูู ِูุฑَุงุกَุชِِูู ْ ุจِุดَْูุกٍ َููุงَ ุตَูุงَุชُُูู ْ ุฅَِูู ุตَูุงَุชِِูู ْ ุจِุดَْูุกٍ َููุงَ ุตَِูุงู ُُูู ْ ุฅَِูู ุตَِูุงู ِِูู ْ ุจِุดَْูุกٍ َْููุฑَุกَُูู ุงُْููุฑْุขَู َูุญْุณِุจَُูู ุฃََُّูู َُููู ْ ََُููู ุนََِْูููู ْ
“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Al Qur’an. Bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan Al Qur’an mereka, shalat dan puasa kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an dan menyangka bahwa Al Qur’an mendukung mereka padahal Al Qur’an tidak mendukung mereka.” (HR Muslim).
Itu semua akibat kedangkalan ilmu dan mengikuti hawa nafsu, sehingga mereka tidak diberikan pemahaman yang benar terhadap Al Qur’an dan hadits. Mereka mengira bahwa ayat Al Qur’am mendukung perbuatan mereka, padahal tidak demikian. Tentu yang memahaminya adalah orang-orang yang Allah faqihkan dalam agama dan selamatkan dari hawa nafsu.
5. Diberikan kesabaran.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ู ู ุง ุฃุนุทู ุฃุญุฏ ุนุทุงุก ุฎูุฑุง ู ุฃูุณุน ู ู ุงูุตุจุฑ
“Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al Bukhari dan Muslim).
Kesabaran dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran. Untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya amat membutuhkan kesabaran. Karena Iblis dan balatentaranya tak pernah diam untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.
َูู َุง ََُّูููุงَูุง ุฅَِّูุง ุงَّูุฐَِูู ุตَุจَุฑُูุง َูู َุง ََُّูููุงَูุง ุฅَِّูุง ุฐُู ุญَุธٍّ ุนَุธِูู ٍ
“Tidak ada yang diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidak ada yang diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fushilat: 35).
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau inginkan kebaikan padanya, beri kami kesabaran untuk menjalani perintahMu dan menjauhi laranganMu, beri kami kesabaran dalam menghadapi musibah yang menerpa, beri kami kefaqihan dalam agama dan bukakan untuk kami pintu amal shalih sebelum wafat kami. Aamiin.
[1] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 304.
[2] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 308.
Nama beliau adalah Abu Yahya Badrussalam. Beliau lahir pada tanggal 27 April 1976 di desa Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor, tempat dimana studio Radio Rodja berdiri. Beliau menamatkan pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Fakultas Hadits pada tahun 2001
Subscribe to:
Posts (Atom)