Saturday, January 12, 2019

๐Ÿ”Š Audio Durus BINA Pekan 3
via Dropbox ๐Ÿ“ฆ

Dars 12. Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mufrad๐Ÿ‘‡

http://bit.ly/1SkiiJj

Dars 13: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mufrad

http://bit.ly/1mvrlci

Dars 14: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mutsanna

http://bit.ly/1Tbo0fz

Dars 15: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih jamak salim

http://bit.ly/1QaaxPU

Dars 16: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih jamak taksir

http://bit.ly/1mvrCw0
*๐Ÿ†PEMENANG PEMANASAN ๐Ÿ†*

                             ๐Ÿ“˜ *Pekan 3*๐Ÿ“˜


Selamat kepada Ukh  *Meutia Larasati* dari kelas  *BINREG 11.12 Akhawat* yang telah menjawab pemanasan dengan benar dan indah.


                           ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐ŸŽ—๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž

*ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠู€ู‡ุง* ๐ŸŒ 
   
                            ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐ŸŽ—๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
                               

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ *Pemanasan BINA Pekan 3* ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

                           *BINREG 1⃣1⃣*



1⃣Pada pembahasan tentang jumlah fi'liyyah, terdapat istilah jumlah fi'liyyah muta'addiyah. Jelaskan dengan contoh apa yang dimaksud dengan jumlah tersebut !
*Jawab* :
๐Ÿ“
๐Ÿ“š *Jumlah Fi’iliyah Muta’addiyah* ๐Ÿ“š

_Adalah_

Susunan kalimah dalam bahasa arab yang menggunakan Fi’il Muta’ady atau Fi’il yang membutuhkan objek.

Objek disini disebut dengan *Maf’ul Bih.*
Sehingga struktur kalimatnya menjadi :

✍๐Ÿป *Fi’il ➕Fa’il ➕ Maf’ul Bih* ✍๐Ÿป
[Predikat (Kata Kerja) ➕Subjek ➕ Objek]

Contoh :

‎ูƒَุชَุจَุชْ ุนَุฃِุดَุฉُ ุงู„ุฑِّุณَู„َุฉَ
_Aisyah Telah Menulis Surat_  ✉๐Ÿ“œ

๐Ÿ“ฉ Surat / ุงู„ุฑِّุณَู„َุฉَ disini, berposisi sebagai Maf’ul bih, karena Menulis/ูƒَุชَุจَ merupakan fi’il muta’ady


2⃣Pada pembahasan sebelumnya, kita juga mengenal istilah jumlah fi'liyyah lazimah, lalu apa perbedaan dari kedua jumlah tersebut ! (Jelaskan dan berikan 3 contoh untuk perbedaan kedua jumlah tersebut !)
*Jawab* :
๐Ÿ“Perbedaan antara *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* dengan *Jumlah Fi’ilyyah Muta’adiyyah* terletak pada keberadaan Maf’ul bih.

✍๐ŸปDimana pada
๐Ÿ…ฐ *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* tidak terdapat Maf’ul bih karena fi’il lazim tidak membutuhkan objek,
Namun bisa jadi kalimat tersebut diberi keterangan tambahan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam contoh berikut:

‎๐Ÿ›Œ ูŠَู†َุงู…ُ ุจَูƒْุฑٌ ูِูŠْ ุบُุฑْูَุฉِ ู†َูˆُู…ٍ - _Bakr sedang tidur di kamar tidur_๐Ÿ›Œ

Kalimat ูŠَู†َุงู…ُ ุจَูƒْุฑٌ ูِูŠْ sudah merupakan kalimat sempurna, karena kata ูŠَู†ุงู…ُ merupakan fi’il lazim yang tidak membutuhkan maf’ul bih, namun, boleh diberi keterangan tambahan untuk memperjelas kalimat,
๐Ÿ”ฝ
kata  ูِูŠْ ุบُุฑْูَุฉِ ู†َูˆُู…ٍ disini merupakan keterangan tambahan, bukan maf’ul bih.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di contoh lain seperti :

‎๐ŸŽ“ ูŠَู‚ُูˆْู…ُ ุงู„ู…ُุฏِูŠْุฑُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู…ِู†ْุจَุฑِ - _Pak Kepala Sekolah sedang berdiri diatas mimbar_ ๐ŸŽ“

‎๐Ÿ•Œุฐَู‡َุจَ ุนَู„ِูŠٌّ ุฅِู„َู‰ ุงู„َู…َุณْุฌِุฏِ - _Ali telah pergi ke Masjid_ ๐Ÿ•Œ

Sedangkan pada
๐Ÿ…ฑ *Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah*
Kalimat membutuhkan Maf’ul bih / objek agar dapat menjadi kalimat sempurna.

Contoh :

‎๐Ÿ–ุฃَูƒَู„َ ุจَูƒْุฑٌ ุงู„ู„َุญْู…َ - _Bakr telah memakan daging_๐Ÿ–

‎☕ุชَุดْุฑَุจُ ู‡ِู†ْุฏٌ ุงู„ู‚َู‡ْูˆَุฉَ - _Hindun sedang meminum kopi_ ☕

‎๐ŸฅŠุถَุฑَุจَ ุนُู…َุฑُ ู…ُุนَุงูˆِูŠَุฉَ - _Umar telah memukul Mu’awiyah_๐ŸฅŠ

3⃣Terdapat satu kaidah jumlah fi'liyyah untuk fi'il muta'addiy. Apakah kaidah tersebut ? Jelaskan dengan rumus "Fira dan Fara Manis Mana ?"
Beri contoh dan penjelasannya !
*Jawab* :
๐Ÿ“ Jika kita memperhatikan contoh kalimat diatas, :

‎ุฃَูƒَู„َ ุจَูƒْุฑٌ ุงู„ู„َุญْู…َ - Bakr telah memakan daging
‎ุชَุดْุฑَุจُ ู‡ِู†ْุฏٌ ุงู„ู‚َู‡ْูˆَุฉَ - Hindun sedang meminum kopi
‎ุถَุฑَุจَ ุนُู…َุฑُ ู…ُุนَุงูˆِูŠَุฉَ - Umar telah memukul Mu’awiyah

Dapat kita lihat harakat dari Maf’ul bih (ุงู„ู„َุญْู…َ، ุงู„ู‚َู‡ْูˆَุฉَ, ู…ُุนَุงูˆِูŠَุฉَ) adalah _Fathah_

❗Ini merupakan suatu *Kaidah Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah* dimana *Maf’ul bih selalu dihukumi _Manshub_*
Dan seperti yang kita ketahui,tanda baca asli dari kalimat berhukum Manshub adalah : *Fathah*

๐Ÿ”–Sehingga dapat dirumuskan dengan kaidah :

✨ *FIRA FARA MANIS MANA*✨

Maksudnya adalah
๐ŸฅFIRA = FIil harus mufRAd
_Fi’il harus dalam bentuk tunggal, meskipun fa’il nya berbentuk mustanna atau bahkan jamak._
Contoh:
‎ุฌَู„َุณَ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ✅

‎ุฌَู„َุณُูˆْุง ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ❌

๐ŸฅฏFARA = Fail harus RAfa
_Fail harus berhukum marfu/rafa. Tidak boleh mansub/nashab atau majrur/jar_
Contoh :
‎ุฌَู„َุณَ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ✅

‎ุฌَู„َุณَ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ❌

๐ŸžMANIS = Fi’il dan Fa’il harus saMA jeNIS
_Meskipun terkadang fi’il dan fa’il tidak sama dalam hal jumlah, namun fi’il dan fa’il harus sama dalam hal jenis, mudzakkar ๐Ÿšน, atau muannats ๐Ÿšบ._
Contoh :
‎ุฌَู„َุณَุชْ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…َุงุชٌ ✅

‎ุฌَู„َุณَุชْ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ❌


๐ŸชMANA = MAf’ul Bih harus NAshab
_Tidak boleh dalam keadaan rofa atau majrur_
Contoh :
‎ู‚َุฑَุฃَ ุณَุนِูŠْุฏٌ ุงู„ู‚ُุฑْุงูٓ†َ ✅

‎ู‚َุฑَุฃَ ุณَุนِูŠْุฏٌ ุงู„ู‚ُุฑُุงูٓ†ُ /ุงู„ู‚ُุฑِุงูٓ†


4⃣Jelaskan keadaan i'rab kata-kata berikut ini ketika nashab :
*Jawab* :
๐Ÿ“Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengenal jenis kata-kata yang *Mu’rab* atau dapat berubah harakat akhirnya tergantung jabatan/posisi dalam kalimat. _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, meskipun nantiya ada tanda baca far’i yg juga menunjukkan kalimat tersebut manshub atau dikenal juga dengan mansub dengan huruf.

Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan contoh berikut :
A. *Isim Mufrad*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ู…ُุณْู„ِู…ًุง

B. *Mutsanna*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : ู…ُุณْู„ِู…َูŠْู†ِ

C. *Jamak Mudzakkar Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : ู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ

D. *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ู…َุฏَุงุฑِุณَ

E. *Jamak Taksir lil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ุฑِุฌَุงู„ًุง

F. *Jamak Muannats Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Kasrah_
Contoh : ู…ُุณْู„ِู…َุงุชٍ

5⃣Berikan masing-masing 1 contoh saja jumlah fi'liyyah muta'addiyah dengan maf'ul bih sesuai urutan kata pada soal nomor 3 (A-F). Failnya bebas.
*Jawab* :
๐Ÿ“
๐Ÿ“•Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mufrad*
‎ู‚َุฑَุฃَ ุณَุนِูŠْุฏٌ ุงู„ู‚ُุฑْุงูٓ†َ  - _Said telah membaca Al-Qur’an_

๐Ÿ“—Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mutsanna*
‎ุงِุดْุชَุฑَ ุนُู…َุฑُ ุงู„ูƒِุชَุจَูŠْู†ِ - _Umar telah membeli 2 buku_

๐Ÿ“˜Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Mudzakkar Salim*
‎ุถَุฑَุจَ ุฃَุญْู…َุฏُ ุงู„ุณَّุฑِู‚ِูŠْู†َ- _Ahmad telah memukul para pencuri_

๐Ÿ“™Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
‎ู†َุธَّูَ ุงู„ู…ُุฏَุฑِุณُ ุงู„ู…َุณَุงุฌِุฏَ - _Pak guru telah membersihkan masjid-masjid_

๐Ÿ““Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lil 'aqil*
‎ู‚َุชَู„َ ุฎَุงู„ِุฏٌ ุงู„ูƒُูَّุงุฑَ - Khalid telah membunuh orang-orang kafir

๐Ÿ“”Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Muannats Salim*
‎ุณَุงุนَุฏَุชْ ุณَู„ْู…َู‰ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ - _Salma telah membantu wanita-wanita muslim_

6⃣Apakah maf'ul bih wajib sama dengan fa'il atau fi'il ? Jelaskan !
*Jawab* :
๐Ÿ“ Maf’ul bih, bisa terdiri dari jenis maupun jumlah apa saja karena menyesuaikan dengan konteks kalimat. Hal ini dikarenakan Maf’ul bih sama sekali tidak terkait dengan kondisi fi’il dan fail karena memang akan disesuaikan dengan maksud pembicaraan.

Contoh :
Jika kita ingin mengatakan
“ _Para Pria muslim telah membersihkan masjid,_ ”
Maka kita harus tetap menggunakan masjid dalam bentuk mufrad sehingga tidak keluar dari konteks kalimat.

‎ู†َุธَّูَ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุงู„ู…َุณْุฌِุฏَ ๐Ÿ•Œ✅

Karena apabila kita memaksakan Maf’ul nya jamak mengikuti fa’il, maka bentuknya akan menjadi :

‎ู†َุธَّูَ ุงู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุงู„ู…َุณَุงุฌِุฏَ ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•Œ ❌

“ _Pria-pria muslim telah membersihkan masjid-masjid_.”

Kita tidak bisa memaksakan bentuk selerti ini bila memang kenyataannya masjid yang dibersihkan hanya 1.



7⃣Apakah maf'ul bih wajib ma'rifat ? Jelaskan !
*Jawab* :
๐Ÿ“Tidak, maf’ul bih dapat terdiri dari jenis apa saja baik isim Nakirah maupun isim Ma’rifat, perbedaannya hanya pada
Apabila kita menggunakan isim Nakirah sebagai Maf’ul, maka sifatnya masih umum,
Misal ู‚َุฑَุฃَ ุนَู„ِูŠٌّ ูƒِุชَุงุจًุง ๐Ÿ“š

Disini bukunya belum jelas buku apa, apa judulnya, atau buku milik siapa,

Berbeda dengan
‎ู‚َุฑَุฃَ ุนَู„ِูŠٌّ ุงู„ูƒِุชَุงุจَ ๐Ÿ‘‰๐Ÿป๐Ÿ“•
Makna buku disini sudah jelas, karena artinya telah mengerucut, misal buku yang mana, apa judulnya,

8⃣Adakah kekhususan jamak muannats salim ketika manshub ? Jika ada, jelaskan kekhususan tersebut !
*Jawab* :
๐Ÿ“Seperti kita ketahui bahwa _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, namun khusus pada *Jamak Muannats Salim* maka tanda baca Nashab nya dengan _Kasrah_

Misal : ุงู„ู…ُุฏَุฑِّุณَุงุชٌ
Jika posisinya sebagai Maf’ul, maka harakat akhirnya menjadi ุงู„ู…ُุฏَุฑِّุณَุงุชِ

Seperti contoh jika kita ingin mengatakan “ _Saya telah melihat para guru (wanita) itu,_ “
maka kalimatnya bukan  :
‎ู†َุธَุฑْุชُ ุงู„ู…ُุฏَุฑِّุณَุงุชَ ❌
Melainkan
‎ ู†َุธَุฑْุชُ ุงู„ู…ُุฏَุฑِّุณَุงุชِ ✅

Baik dalam keadaan Nashab b Jar harakat akhirnya sama yaitu _Kasrah_

   
                            ๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐ŸŽ—๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
*๐Ÿ†PEMENANG KOIN PEKAN 3๐Ÿ†*


๐Ÿฅ‡Selamat kepada Ukht  *Ria Arini* dari *kelas BINREG 11.1 Akhawat* yang telah berhasil menjawab kuis dengan benar dalam waktu *15 menit*

๐ŸŽ— ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ุง ๐ŸŽ—

๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ

*KJ KOIN PEKAN 3 BINREG 11*


ูก. ูŠُุญَุงุฑِุจُ ุงู„ْุฌُู†ُูˆْุฏُ ุฃَุนْุฏَุงุกً ✅

Terjemah :
*Para tentara itu sedang memerangi musuh-musuh*

ูข. ุณَูˆَّุฑَ ุงู„ْุจُูŠُูˆْุชُ ุทَุฑِูŠْู‚ًุง❌

๐Ÿ’ฃ Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya (jamak taksir lighoiril aqil dianggap mufrod muannats), seharusnya --> ุณَูˆَّุฑَุชْ

๐Ÿ’ฃ Kalimat yang benar :
ุณَูˆَّุฑَุชِ ุงู„ْุจُูŠُูˆْุชُ ุทَุฑِูŠْู‚ًุง
Terjemah :
*Rumah-rumah itu telah menutup sebuah jalan (kecil)*

ูฃ. ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَุชْ ุนُุซْู…َุงู†ٌ ูƒَุณْู„َุงู†ًุง ❌

๐Ÿšœ Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya, seharusnya --> ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَ

๐Ÿšœ Kata ุนُุซْู…َุงู†ٌ seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> ุนُุซْู…َุงู†ُ

๐Ÿšœ Maf'ul bihnya seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> ูƒَุณْู„َุงู†َ

๐Ÿšœ Kalimat yang benar :
ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَ ุนُุซْู…َุงู†ُ ูƒَุณْู„َุงู†َ
Terjemah :
*Utsman telah mempekerjakan seorang pemalas*

ูค. ุชُุณَูˆِّูƒُ ุขู…ِู†َุฉُ ุงู„ู†َّุงูِุฐَุงุชِ✅

Terjemah :
*Aminah sedang membersihkan jendela-jendela itu*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐ŸŒป๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ


๐Ÿ”‘ _Format jawaban menggunakan KJ untuk dipelajari_ ๐Ÿ”‘

Thursday, October 4, 2018

๐Ÿ“ Soal KUBIS ALUMNI
๐ŸŒฟ Kamis, 4 Oktober 2018
⏰  Waktu 20.00 - 21.00 WIB


Bacalah perintah soal dengan baik sebelum memulai mengerjakan KUBIS kali ini.

A. Pilihlah jawaban yang SALAH dari beberapa pilihan jawaban berikut :

1. Berikut ini yang merupakan huruf (ุงู„ْุญَุฑْูُ) yang mempunyai arti adalah...
a. ู…ِู†ْ         b. ูƒَ     c. ู„ِ     d. ุจِ     e. ู‚َ√


2. Yang merupakan isim adalah...
a. ุงู„ุณَّู…َุขุกِ
b. ู…ُุญَู…َّุฏٌ
c. ุงู‚ْุฑَุฃَู†َّ√
d. ู‡َุฐِู‡ِ
e. ุงู„َّุชِูŠ

3. Fi’il berikut yang merupakan fi’il madhy adalah
a.  ูَุนَู„ْุชُ
b. ุฏَุฎَู„َุชَุง
c. ู‚َุฑَุฃْุชُ
d. ู„َู…ْ ูŠَู‚ْุฑَุฃْ √
e. ุฐَู‡َุจَ

4. Berikut ini merupakan fi’il shahih…
a. ูˆَุนَุฏَ√
b. ุฑَุฏَّ
c. ุชَุฏْุฎُู„ْู†َ
d. ูƒَุจِّุฑْู†َ
e. ุณَุฃَู„َ

5. Yang tergolong isim muannats adalah….
a. ุฏَุฌَุงุฌَุฉٌ
b. ู…ُุนَุงูˆِูŠَุฉُ√
c. ุญَุณْู†َุงุกُ
d. ุตُุบْุฑَู‰
e. ุญَุงู…ِู„ٌ

B. Mohon tashrif lughawi lengkap untuk fi’il madhy, mudhari, dan ‘amr dari kata berikut (Jawaban dengan menggunakan harakat yang lengkap)
ูƒَูَุฑَ
Fiil madhi
ูƒَูَุฑَ   - ูƒَูَุฑَุง   -  ูƒَูَุฑُูˆْุง
ูƒَูَุฑَุชْ - ูƒَูَุฑَุชَุง  - ูƒَูَุฑْู†َ
ูƒَูَุฑْุชَ - ูƒَูَุฑْุชُู…َุง - ูƒَูَุฑْุชُู…ْ
ูƒَูَุฑْุชِ - ูƒَูَุฑْุชُู…َุง - ูƒَูَุฑْุชُู†َّ
ูƒَูَุฑْุชُ  - ูƒَูَุฑْู†َุง
Fiil mudhori
ูŠَูƒْูُุฑُ - ูŠَูƒْูُุฑَุงู†ِ - ูŠَูƒْูُุฑُูˆْู†َ
ุชَูƒْูُุฑُ - ุชَูƒْูُุฑَุงู†ِ - ูŠَูƒْูُุฑْู†َ
ุชَูƒْูُุฑُ - ุชَูƒْูُุฑَุงู†ِ - ุชَูƒْูُุฑُูˆْู†َ
ุชَูƒْูُุฑِูŠْู†َ - ุชَูƒْูُุฑَุงู†ِ - ุชَูƒْูُุฑْู†َ
ุฃَูƒْูُุฑُ - ู†َูƒْูُุฑُ
Fiil amar
ุงُูƒْูُุฑْ - ุงُูƒْูُุฑَุง - ุงُูƒْูُุฑُูˆْุง
ุงُูƒْูُุฑِู‰ - ุงُูƒْูُุฑَุง - ุงُูƒْูُุฑْู†َ
๐Ÿ“ Peserta dengan jawaban paling cepat dan benar akan mendapatkan hadiah ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ“ฒ

Thursday, September 6, 2018

HSI QAWA’ID 04

■ SILSILAH Al-Qowฤidul Arba
■ Halaqah 4 | Penjelasan  IV
═════════ ❁❁ ═════════
Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Ilmiyyah Al-Qowฤidul Arba’, beliau rahimahullah mengatakan :
ูˆุฃู† ูŠุฌุนู„ูƒ ู…ุจุงุฑูƒุง ุฃูŠู†ู…ุง ูƒู†ุช،  ูˆุฃู† ูŠุฌุนู„ูƒ ู…ู…ู† ุฅุฐุง ุฃุนุทู‰ ุดูƒุฑ ، ูˆุฅุฐุง ุงุจุชู„ูŠ ุตุจุฑ
“Dan semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjadikan engkau wahai pembaca / wahai pendengar – ู…ุจุงุฑูƒุง -> menjadi orang yang berbarokah dimanapun engkau berada.
Ini juga doa yang sangat agung beliau mendoakan untuk kita supaya kita menjadi orang yang berbarokah.
✓ Berbarakah : Banyak kebaikan , bisa memberikan manfaat memiliki banyak kebaikan & kebaikan tsb langgeng dan terus menerus bersama kita. Orang yang berbarokah ini adalah orang yang banyak kebaikannya, memberikan kebaikan tsb kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
◆ Ketika dia memiliki ilmu dia adalah orang yang berbarokah bermanfaat ilmu yang dimiliki baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
◆ Ketika Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla memberikan keluasan di dalam masalah rizki bermanfaat rizki tersebut untuk dirinya dan juga untuk orang lain yang ada di sekitarnya.
◆Apabila dia seorang pengusaha / penjabat bermanfaat kekuasaannya / jabatannya untuk dirinya dan juga untuk orang lain yang ada di sekitarnya.
Dia memiliki kebaikan yang banyak dan kebaikan tersebut adalah kebaikan yang langgeng.
Beliau mengatakan:
ูˆุฃู† ูŠุฌุนู„ูƒ ู…ุจุงุฑูƒุง ุฃูŠู†ู…ุง ูƒู†ุช،
“Dan semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjadikan engkau berbarokah dimanapun engkau berada ” baik didalam rumah, ketika keluar rumah, baik bersama keluarga maupun bersama orang lain, baik bersama bawahannya maupun dengan teman-temannya, menjadikan seseorang menjadi orang yang berbarokah. Tidak ada orang yang duduk dengannya atau dekat dengannya kecuali dia akan mengambil Faidah dari dirinya.
Kemudian beliau mengatakan :
ูŠุฌุนู„ูƒ ู…ู…ู† ุฅุฐุง ุฃุนุทู‰ ุดูƒุฑ
“Dan semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjadikan engkau termasuk orang yang apabila diberi maka ia bersyukur ”
ูˆุฅุฐุง ุงุจุชู„ูŠ ุตุจุฑ
” Dan apabila diberikan ujian menjadikan orang yang bersabar ”
ูˆุฅุฐุง ุฃุฐู†ุจ ุงุณุชุบูุฑ،
” Dan apabila dia berdosa maka dia beristighfar ”
ูุฅู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุซู„ุงุซ: ุนู†ูˆุงู† ุงู„ุณุนุงุฏุฉ
” Karena sesungguhnya tiga perkara ini adalah termasuk Tanda-tanda kebahagiaan”.
Ini adalah doa yang lain yang beliau panjatkan kepada Allฤh untuk kita beliau berdoa supaya kita termasuk orang yang apabila diberi bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla
✓Diberikan kenikmatan
✓Diberikan karunia
Sekecil apapun kenikmatan tersebut, beliau berdoa kepada Allฤh, supaya kita termasuk orang yang bersyukur apabila diberikan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Dan beliau berdoa :
supaya apabila kita terkena musibah maka kita termasuk orang yang bersabar.
Dan apabila kita berdosa atau melakukan maksiat kepada Allฤh (melakukan dosa) maka kita termasuk orang-orang yang beristighfar kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Beliau menyebutkan tiga perkara dan tidak terlepas keadaan kita dari salah satu dari tiga perkara ini.
Seorang manusia didalam kehidupannya terkadang mendapatkan kenikmatan, maka kewajiban dia saat itu adalah bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. Seorang yang tidak bersyukur maka cepat atau lambat Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla akan mengambil kenikmatan tersebut. Namun orang yang bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla maka Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla akan menambah kenikmatan diatas kenikmatan.
ู„َุฆِู†ْ ุดَูƒَุฑْุชُู…ْ ู„َุฃَุฒِูŠุฏَู†َّูƒُู…ْ ูˆَู„َุฆِู†ْ ูƒَูَุฑْุชُู…ْ ุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจِูŠ ู„َุดَุฏِูŠุฏٌ
“Apabila engkau bersyukur mengakui bahwasanya kenikmatan ini dari Allฤh, bersyukur dengan lisannya, menggunakan kenikmatan ini didalam perkara yang diridhai oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, maka  Allฤh menjanjikan akan menambah kenikmatan tersebut Ditambah kenikmatan diatas kenikmatan ”
ูˆَู„َุฆِู†ْ ูƒَูَุฑْุชُู…ْ ุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจِูŠ ู„َุดَุฏِูŠุฏٌ
” Dan apabila engkau kufur kepada Allฤh mendapatkan kenikmatan akan tetapi mengingkari bahwasanya itu dari Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ”
Menganggap bahwasanya kenikmatan itu dari dirinya dari ilmu yang dia miliki dari usaha yang dia kerjakan, lupa bahwasanya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla yg telah memberikan kenikmatan tersebut dan memudahkan dia untuk mendapatkan kenikmatan tsb.
ูˆَู„َุฆِู†ْ ูƒَูَุฑْุชُู…ْ
“apabila engkau kufur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ”
Maka ketahuilah bahwasanya Adzab Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla adalah adzab yang sangat pedih.
Ini adalah akibat dari orang yang kufur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, seorang ketika diberikan kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla kenikmatan maka kewajiban dia adalah bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Dan Apabila mendapatkan musibah maka hendaklah ia bersabar kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. Seseorang tidak lepas dalam kehidupannya terkadang mendapatkan kenikmatan dan terkadang dia mendapatkan musibah, maka kewajiban dia ketika mendapatkan musibah adalah bersabar. Beriman ini semua adalah takdir dari Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla sudah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla bahkan sudah sejak lama 50.000 tahun sebelum diciptakan langit dan bumi. Langit dan bumi telah diciptakan oleh Allah Ta’ala dalam waktu yang sudah cukup lama dan ditulisnya takdir sebelum diciptakan langit dan bumi 50.000 tahun. Telah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla kenikmatan yang diterima oleh seseorang.
⇒ Umur nya, Rezeki nya, termasuk diantaranya musibah.
Dan tidak mungkin apa yang sudah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla luput dari seseorang.
Oleh karena itu seseorang ketika ditimpa musibah baik didalam dirinya, hartanya, keluarganya ataupun yg lain bahkan hendaklah dia ingat dan beriman bahwasanya ini semua sudah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla dan harus terjadi.
Barangsiapa yang beriman kepada Allฤh, beriman kepada Takdir dan mengetahui bahwasanya ini adalah termasuk takdir Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ketika terjadi musibah, maka Allah subhanahu wata’ala akan memberikan hidayah, memberikan hidayah kepada hatinya, memberikan ketenangan didalam menghadapi musibah tersebut bagaimanapun besar musibah.
ูˆู…ู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูŠู‡ุฏ ู‚ู„ุจู‡
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allฤh maka Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla akan memberikan hidayah / memberikan petunjuk kepada hatinya”
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh
Abdullฤh Roy
Di kota Al-Madฤซnah
═════════ ❁❁ ═════════

HSI QAWA’ID 03

■ SILSILAH Al-Qowฤidul Arba
■ Halaqah 3 | Penjelasan 
═════════ ❁❁ ═════════
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ู„ู„ู‡ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
Halaqah yang ketiga penjelasan kitab  Al-Qowฤidul Arba’ karangan Syaikh Muhammad At Tamiimi rahimahullaah
Beliau rahimahullah mengatakan :
ุฃุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ูƒุฑูŠู… ุฑุจ ุงู„ุนุฑุด ุงู„ุนุธูŠู… ุฃู† ูŠุชูˆู„ุงูƒ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ
“Aku berdoa kepada Allฤh – ุงู„ูƒุฑูŠู… – Yang Maha Pemurah, – ุฑุจ ุงู„ุนุฑุด ุงู„ุนุธูŠู… – Rabb yang memiliki yang Menguasai Ars yang besar supaya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjagamu didunia dan juga di akhirat “.
Setelah beliau mengucapkan Basmallah, beliau mendoakan untuk kita, setiap yang membaca kitab beliau dengan beberapa doa diantaranya adalah :
ุฃู† ูŠุชูˆู„ุงูƒ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ
Supaya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjagamu – menolongmu di dunia maupun di akhirat.
Ini Adalah adab yang sangat baik, seorang yang mengajari orang lain mendoakan muridnya dengan doa-doa yang baik.
Rasulullรฃh ๏ทบ didalam Al-Qurฤn diperintahkan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla untuk mendoakan orang lain, mendoakan para shahabat radiallahu anhum.
Sebagaimana Firman Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla :
..ูˆุตู„ِّ ุนู„ูŠู‡ِู…ْ ุฅู†َّ ุตَู„ุงุชَูƒَ ุณَูƒَู†ٌ ู„ู‡ู…..
“Dan hendaklah engkau wahai Muhammad mendoakan mereka karena sesungguhnya doa yang engkau panjatkan – yang engkau tujukan yang engkau berikan kepada mereka ini adalah “sakanulahum-memberikan ketenangan kepada mereka “”
Doa nya Rasulullรฃh ๏ทบ doa yang berupa kebaikan untuk para sahabat beliau menjadi ketenangan didalam hati para shahabat radiallahu anhum.
Oleh karena itu disini beliau rahimahullah mendoakan kepada setiap yang mendengar & mendoakan kepada setiap yang membaca kitab beliau ini supaya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menolong, menjaga didunia & diakhirat. Ini adalah doa yang agung, seseorang dijaga didunia baik agamanya maupun dunianya, dijaga dari musibah, dijaga dari kecelakaan demikian pula didalam agamanya dijaga dari kesesatan dari kerancuan² dari keraguan2 dan dijaga dari akhirat semenjak seseorang meninggal dunia dijaga dari azab kubur, dijaga dari kegagalan dalam menjawab pertanyaan Malaikat, dijaga ketika dibangkitkan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ketika manusia dalam keadaan takut, menghadapi & melihat kejadian² besar pada hari kiamat, dijaga oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla dari ketakutan tsb,dan seterusnya dijaga ketika melewati Ash Shiroth, dijaga dari neraka, maka ini adalah doa yang sangat agung.
Beliau mengatakan :
ุฃู† ูŠุชูˆู„ุงูƒ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ
Abdullฤh Roy
Di kota Al-Madฤซnah