๐ Audio Durus BINA Pekan 3
via Dropbox ๐ฆ
Dars 12. Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mufrad๐
http://bit.ly/1SkiiJj
Dars 13: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mufrad
http://bit.ly/1mvrlci
Dars 14: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mutsanna
http://bit.ly/1Tbo0fz
Dars 15: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih jamak salim
http://bit.ly/1QaaxPU
Dars 16: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih jamak taksir
http://bit.ly/1mvrCw0
Rumah Tahfidz, Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur'an, Kajian Ilmu syar'i Hub: Diana Gasim (Ummu Achmad ) 085312837788)
Saturday, January 12, 2019
*๐PEMENANG PEMANASAN ๐*
๐ *Pekan 3*๐
Selamat kepada Ukh *Meutia Larasati* dari kelas *BINREG 11.12 Akhawat* yang telah menjawab pemanasan dengan benar dan indah.
๐๐๐๐๐
*ุจุงุฑู ุงููู ููููุง* ๐
๐๐๐๐๐
๐ฅ๐ฅ *Pemanasan BINA Pekan 3* ๐ฅ๐ฅ
*BINREG 1⃣1⃣*
1⃣Pada pembahasan tentang jumlah fi'liyyah, terdapat istilah jumlah fi'liyyah muta'addiyah. Jelaskan dengan contoh apa yang dimaksud dengan jumlah tersebut !
*Jawab* :
๐
๐ *Jumlah Fi’iliyah Muta’addiyah* ๐
_Adalah_
Susunan kalimah dalam bahasa arab yang menggunakan Fi’il Muta’ady atau Fi’il yang membutuhkan objek.
Objek disini disebut dengan *Maf’ul Bih.*
Sehingga struktur kalimatnya menjadi :
✍๐ป *Fi’il ➕Fa’il ➕ Maf’ul Bih* ✍๐ป
[Predikat (Kata Kerja) ➕Subjek ➕ Objek]
Contoh :
َูุชَุจَุชْ ุนَุฃِุดَุฉُ ุงูุฑِّุณََูุฉَ
_Aisyah Telah Menulis Surat_ ✉๐
๐ฉ Surat / ุงูุฑِّุณََูุฉَ disini, berposisi sebagai Maf’ul bih, karena Menulis/َูุชَุจَ merupakan fi’il muta’ady
2⃣Pada pembahasan sebelumnya, kita juga mengenal istilah jumlah fi'liyyah lazimah, lalu apa perbedaan dari kedua jumlah tersebut ! (Jelaskan dan berikan 3 contoh untuk perbedaan kedua jumlah tersebut !)
*Jawab* :
๐Perbedaan antara *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* dengan *Jumlah Fi’ilyyah Muta’adiyyah* terletak pada keberadaan Maf’ul bih.
✍๐ปDimana pada
๐ ฐ *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* tidak terdapat Maf’ul bih karena fi’il lazim tidak membutuhkan objek,
Namun bisa jadi kalimat tersebut diberi keterangan tambahan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam contoh berikut:
๐ ََููุงู ُ ุจَْูุฑٌ ِْูู ุบُุฑَْูุฉِ َُููู ٍ - _Bakr sedang tidur di kamar tidur_๐
Kalimat ََููุงู ُ ุจَْูุฑٌ ِْูู sudah merupakan kalimat sempurna, karena kata َููุงู ُ merupakan fi’il lazim yang tidak membutuhkan maf’ul bih, namun, boleh diberi keterangan tambahan untuk memperjelas kalimat,
๐ฝ
kata ِْูู ุบُุฑَْูุฉِ َُููู ٍ disini merupakan keterangan tambahan, bukan maf’ul bih.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di contoh lain seperti :
๐ َُْูููู ُ ุงูู ُุฏِْูุฑُ ุนََูู ุงูู ِْูุจَุฑِ - _Pak Kepala Sekolah sedang berdiri diatas mimbar_ ๐
๐ุฐََูุจَ ุนٌَِّูู ุฅَِูู ุงَูู َุณْุฌِุฏِ - _Ali telah pergi ke Masjid_ ๐
Sedangkan pada
๐ ฑ *Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah*
Kalimat membutuhkan Maf’ul bih / objek agar dapat menjadi kalimat sempurna.
Contoh :
๐ุฃَََูู ุจَْูุฑٌ ุงَููุญْู َ - _Bakr telah memakan daging_๐
☕ุชَุดْุฑَุจُ ِْููุฏٌ ุงََْููููุฉَ - _Hindun sedang meminum kopi_ ☕
๐ฅุถَุฑَุจَ ุนُู َุฑُ ู ُุนَุงَِููุฉَ - _Umar telah memukul Mu’awiyah_๐ฅ
3⃣Terdapat satu kaidah jumlah fi'liyyah untuk fi'il muta'addiy. Apakah kaidah tersebut ? Jelaskan dengan rumus "Fira dan Fara Manis Mana ?"
Beri contoh dan penjelasannya !
*Jawab* :
๐ Jika kita memperhatikan contoh kalimat diatas, :
ุฃَََูู ุจَْูุฑٌ ุงَููุญْู َ - Bakr telah memakan daging
ุชَุดْุฑَุจُ ِْููุฏٌ ุงََْููููุฉَ - Hindun sedang meminum kopi
ุถَุฑَุจَ ุนُู َุฑُ ู ُุนَุงَِููุฉَ - Umar telah memukul Mu’awiyah
Dapat kita lihat harakat dari Maf’ul bih (ุงَููุญْู َ، ุงََْููููุฉَ, ู ُุนَุงَِููุฉَ) adalah _Fathah_
❗Ini merupakan suatu *Kaidah Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah* dimana *Maf’ul bih selalu dihukumi _Manshub_*
Dan seperti yang kita ketahui,tanda baca asli dari kalimat berhukum Manshub adalah : *Fathah*
๐Sehingga dapat dirumuskan dengan kaidah :
✨ *FIRA FARA MANIS MANA*✨
Maksudnya adalah
๐ฅFIRA = FIil harus mufRAd
_Fi’il harus dalam bentuk tunggal, meskipun fa’il nya berbentuk mustanna atau bahkan jamak._
Contoh:
ุฌََูุณَ ุงูู ُุณِْูู َُْูู ✅
ุฌََูุณُْูุง ุงูู ُุณِْูู َُْูู ❌
๐ฅฏFARA = Fail harus RAfa
_Fail harus berhukum marfu/rafa. Tidak boleh mansub/nashab atau majrur/jar_
Contoh :
ุฌََูุณَ ุงูู ُุณِْูู َُْูู ✅
ุฌََูุณَ ุงูู ُุณِْูู َِْูู ❌
๐MANIS = Fi’il dan Fa’il harus saMA jeNIS
_Meskipun terkadang fi’il dan fa’il tidak sama dalam hal jumlah, namun fi’il dan fa’il harus sama dalam hal jenis, mudzakkar ๐น, atau muannats ๐บ._
Contoh :
ุฌََูุณَุชْ ุงูู ُุณِْูู َุงุชٌ ✅
ุฌََูุณَุชْ ุงูู ُุณِْูู َُْูู ❌
๐ชMANA = MAf’ul Bih harus NAshab
_Tidak boleh dalam keadaan rofa atau majrur_
Contoh :
َูุฑَุฃَ ุณَุนِْูุฏٌ ุงُููุฑْุงَูٓ ✅
َูุฑَุฃَ ุณَุนِْูุฏٌ ุงُููุฑُุงُูٓ /ุงُููุฑِุงูٓ
4⃣Jelaskan keadaan i'rab kata-kata berikut ini ketika nashab :
*Jawab* :
๐Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengenal jenis kata-kata yang *Mu’rab* atau dapat berubah harakat akhirnya tergantung jabatan/posisi dalam kalimat. _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, meskipun nantiya ada tanda baca far’i yg juga menunjukkan kalimat tersebut manshub atau dikenal juga dengan mansub dengan huruf.
Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan contoh berikut :
A. *Isim Mufrad*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ู ُุณِْูู ًุง
B. *Mutsanna*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : ู ُุณِْูู َِْูู
C. *Jamak Mudzakkar Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : ู ُุณِْูู َِْูู
D. *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ู َุฏَุงุฑِุณَ
E. *Jamak Taksir lil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ุฑِุฌَุงًูุง
F. *Jamak Muannats Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Kasrah_
Contoh : ู ُุณِْูู َุงุชٍ
5⃣Berikan masing-masing 1 contoh saja jumlah fi'liyyah muta'addiyah dengan maf'ul bih sesuai urutan kata pada soal nomor 3 (A-F). Failnya bebas.
*Jawab* :
๐
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mufrad*
َูุฑَุฃَ ุณَุนِْูุฏٌ ุงُููุฑْุงَูٓ - _Said telah membaca Al-Qur’an_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mutsanna*
ุงِุดْุชَุฑَ ุนُู َุฑُ ุงِููุชَุจَِْูู - _Umar telah membeli 2 buku_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Mudzakkar Salim*
ุถَุฑَุจَ ุฃَุญْู َุฏُ ุงูุณَّุฑَِِْููู- _Ahmad telah memukul para pencuri_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
َูุธََّู ุงูู ُุฏَุฑِุณُ ุงูู َุณَุงุฌِุฏَ - _Pak guru telah membersihkan masjid-masjid_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lil 'aqil*
َูุชََู ุฎَุงِูุฏٌ ุงَُّูููุงุฑَ - Khalid telah membunuh orang-orang kafir
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Muannats Salim*
ุณَุงุนَุฏَุชْ ุณَْูู َู ุงูู ُุณِْูู َุงุชِ - _Salma telah membantu wanita-wanita muslim_
6⃣Apakah maf'ul bih wajib sama dengan fa'il atau fi'il ? Jelaskan !
*Jawab* :
๐ Maf’ul bih, bisa terdiri dari jenis maupun jumlah apa saja karena menyesuaikan dengan konteks kalimat. Hal ini dikarenakan Maf’ul bih sama sekali tidak terkait dengan kondisi fi’il dan fail karena memang akan disesuaikan dengan maksud pembicaraan.
Contoh :
Jika kita ingin mengatakan
“ _Para Pria muslim telah membersihkan masjid,_ ”
Maka kita harus tetap menggunakan masjid dalam bentuk mufrad sehingga tidak keluar dari konteks kalimat.
َูุธََّู ุงูู ُุณِْูู َُْูู ุงูู َุณْุฌِุฏَ ๐✅
Karena apabila kita memaksakan Maf’ul nya jamak mengikuti fa’il, maka bentuknya akan menjadi :
َูุธََّู ุงูู ُุณِْูู َُْูู ุงูู َุณَุงุฌِุฏَ ๐๐๐ ❌
“ _Pria-pria muslim telah membersihkan masjid-masjid_.”
Kita tidak bisa memaksakan bentuk selerti ini bila memang kenyataannya masjid yang dibersihkan hanya 1.
7⃣Apakah maf'ul bih wajib ma'rifat ? Jelaskan !
*Jawab* :
๐Tidak, maf’ul bih dapat terdiri dari jenis apa saja baik isim Nakirah maupun isim Ma’rifat, perbedaannya hanya pada
Apabila kita menggunakan isim Nakirah sebagai Maf’ul, maka sifatnya masih umum,
Misal َูุฑَุฃَ ุนٌَِّูู ِูุชَุงุจًุง ๐
Disini bukunya belum jelas buku apa, apa judulnya, atau buku milik siapa,
Berbeda dengan
َูุฑَุฃَ ุนٌَِّูู ุงِููุชَุงุจَ ๐๐ป๐
Makna buku disini sudah jelas, karena artinya telah mengerucut, misal buku yang mana, apa judulnya,
8⃣Adakah kekhususan jamak muannats salim ketika manshub ? Jika ada, jelaskan kekhususan tersebut !
*Jawab* :
๐Seperti kita ketahui bahwa _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, namun khusus pada *Jamak Muannats Salim* maka tanda baca Nashab nya dengan _Kasrah_
Misal : ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชٌ
Jika posisinya sebagai Maf’ul, maka harakat akhirnya menjadi ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชِ
Seperti contoh jika kita ingin mengatakan “ _Saya telah melihat para guru (wanita) itu,_ “
maka kalimatnya bukan :
َูุธَุฑْุชُ ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชَ ❌
Melainkan
َูุธَุฑْุชُ ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชِ ✅
Baik dalam keadaan Nashab b Jar harakat akhirnya sama yaitu _Kasrah_
๐๐๐๐๐
๐ *Pekan 3*๐
Selamat kepada Ukh *Meutia Larasati* dari kelas *BINREG 11.12 Akhawat* yang telah menjawab pemanasan dengan benar dan indah.
๐๐๐๐๐
*ุจุงุฑู ุงููู ููููุง* ๐
๐๐๐๐๐
๐ฅ๐ฅ *Pemanasan BINA Pekan 3* ๐ฅ๐ฅ
*BINREG 1⃣1⃣*
1⃣Pada pembahasan tentang jumlah fi'liyyah, terdapat istilah jumlah fi'liyyah muta'addiyah. Jelaskan dengan contoh apa yang dimaksud dengan jumlah tersebut !
*Jawab* :
๐
๐ *Jumlah Fi’iliyah Muta’addiyah* ๐
_Adalah_
Susunan kalimah dalam bahasa arab yang menggunakan Fi’il Muta’ady atau Fi’il yang membutuhkan objek.
Objek disini disebut dengan *Maf’ul Bih.*
Sehingga struktur kalimatnya menjadi :
✍๐ป *Fi’il ➕Fa’il ➕ Maf’ul Bih* ✍๐ป
[Predikat (Kata Kerja) ➕Subjek ➕ Objek]
Contoh :
َูุชَุจَุชْ ุนَุฃِุดَุฉُ ุงูุฑِّุณََูุฉَ
_Aisyah Telah Menulis Surat_ ✉๐
๐ฉ Surat / ุงูุฑِّุณََูุฉَ disini, berposisi sebagai Maf’ul bih, karena Menulis/َูุชَุจَ merupakan fi’il muta’ady
2⃣Pada pembahasan sebelumnya, kita juga mengenal istilah jumlah fi'liyyah lazimah, lalu apa perbedaan dari kedua jumlah tersebut ! (Jelaskan dan berikan 3 contoh untuk perbedaan kedua jumlah tersebut !)
*Jawab* :
๐Perbedaan antara *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* dengan *Jumlah Fi’ilyyah Muta’adiyyah* terletak pada keberadaan Maf’ul bih.
✍๐ปDimana pada
๐ ฐ *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* tidak terdapat Maf’ul bih karena fi’il lazim tidak membutuhkan objek,
Namun bisa jadi kalimat tersebut diberi keterangan tambahan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam contoh berikut:
๐ ََููุงู ُ ุจَْูุฑٌ ِْูู ุบُุฑَْูุฉِ َُููู ٍ - _Bakr sedang tidur di kamar tidur_๐
Kalimat ََููุงู ُ ุจَْูุฑٌ ِْูู sudah merupakan kalimat sempurna, karena kata َููุงู ُ merupakan fi’il lazim yang tidak membutuhkan maf’ul bih, namun, boleh diberi keterangan tambahan untuk memperjelas kalimat,
๐ฝ
kata ِْูู ุบُุฑَْูุฉِ َُููู ٍ disini merupakan keterangan tambahan, bukan maf’ul bih.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di contoh lain seperti :
๐ َُْูููู ُ ุงูู ُุฏِْูุฑُ ุนََูู ุงูู ِْูุจَุฑِ - _Pak Kepala Sekolah sedang berdiri diatas mimbar_ ๐
๐ุฐََูุจَ ุนٌَِّูู ุฅَِูู ุงَูู َุณْุฌِุฏِ - _Ali telah pergi ke Masjid_ ๐
Sedangkan pada
๐ ฑ *Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah*
Kalimat membutuhkan Maf’ul bih / objek agar dapat menjadi kalimat sempurna.
Contoh :
๐ุฃَََูู ุจَْูุฑٌ ุงَููุญْู َ - _Bakr telah memakan daging_๐
☕ุชَุดْุฑَุจُ ِْููุฏٌ ุงََْููููุฉَ - _Hindun sedang meminum kopi_ ☕
๐ฅุถَุฑَุจَ ุนُู َุฑُ ู ُุนَุงَِููุฉَ - _Umar telah memukul Mu’awiyah_๐ฅ
3⃣Terdapat satu kaidah jumlah fi'liyyah untuk fi'il muta'addiy. Apakah kaidah tersebut ? Jelaskan dengan rumus "Fira dan Fara Manis Mana ?"
Beri contoh dan penjelasannya !
*Jawab* :
๐ Jika kita memperhatikan contoh kalimat diatas, :
ุฃَََูู ุจَْูุฑٌ ุงَููุญْู َ - Bakr telah memakan daging
ุชَุดْุฑَุจُ ِْููุฏٌ ุงََْููููุฉَ - Hindun sedang meminum kopi
ุถَุฑَุจَ ุนُู َุฑُ ู ُุนَุงَِููุฉَ - Umar telah memukul Mu’awiyah
Dapat kita lihat harakat dari Maf’ul bih (ุงَููุญْู َ، ุงََْููููุฉَ, ู ُุนَุงَِููุฉَ) adalah _Fathah_
❗Ini merupakan suatu *Kaidah Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah* dimana *Maf’ul bih selalu dihukumi _Manshub_*
Dan seperti yang kita ketahui,tanda baca asli dari kalimat berhukum Manshub adalah : *Fathah*
๐Sehingga dapat dirumuskan dengan kaidah :
✨ *FIRA FARA MANIS MANA*✨
Maksudnya adalah
๐ฅFIRA = FIil harus mufRAd
_Fi’il harus dalam bentuk tunggal, meskipun fa’il nya berbentuk mustanna atau bahkan jamak._
Contoh:
ุฌََูุณَ ุงูู ُุณِْูู َُْูู ✅
ุฌََูุณُْูุง ุงูู ُุณِْูู َُْูู ❌
๐ฅฏFARA = Fail harus RAfa
_Fail harus berhukum marfu/rafa. Tidak boleh mansub/nashab atau majrur/jar_
Contoh :
ุฌََูุณَ ุงูู ُุณِْูู َُْูู ✅
ุฌََูุณَ ุงูู ُุณِْูู َِْูู ❌
๐MANIS = Fi’il dan Fa’il harus saMA jeNIS
_Meskipun terkadang fi’il dan fa’il tidak sama dalam hal jumlah, namun fi’il dan fa’il harus sama dalam hal jenis, mudzakkar ๐น, atau muannats ๐บ._
Contoh :
ุฌََูุณَุชْ ุงูู ُุณِْูู َุงุชٌ ✅
ุฌََูุณَุชْ ุงูู ُุณِْูู َُْูู ❌
๐ชMANA = MAf’ul Bih harus NAshab
_Tidak boleh dalam keadaan rofa atau majrur_
Contoh :
َูุฑَุฃَ ุณَุนِْูุฏٌ ุงُููุฑْุงَูٓ ✅
َูุฑَุฃَ ุณَุนِْูุฏٌ ุงُููุฑُุงُูٓ /ุงُููุฑِุงูٓ
4⃣Jelaskan keadaan i'rab kata-kata berikut ini ketika nashab :
*Jawab* :
๐Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengenal jenis kata-kata yang *Mu’rab* atau dapat berubah harakat akhirnya tergantung jabatan/posisi dalam kalimat. _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, meskipun nantiya ada tanda baca far’i yg juga menunjukkan kalimat tersebut manshub atau dikenal juga dengan mansub dengan huruf.
Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan contoh berikut :
A. *Isim Mufrad*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ู ُุณِْูู ًุง
B. *Mutsanna*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : ู ُุณِْูู َِْูู
C. *Jamak Mudzakkar Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : ู ُุณِْูู َِْูู
D. *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ู َุฏَุงุฑِุณَ
E. *Jamak Taksir lil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : ุฑِุฌَุงًูุง
F. *Jamak Muannats Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Kasrah_
Contoh : ู ُุณِْูู َุงุชٍ
5⃣Berikan masing-masing 1 contoh saja jumlah fi'liyyah muta'addiyah dengan maf'ul bih sesuai urutan kata pada soal nomor 3 (A-F). Failnya bebas.
*Jawab* :
๐
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mufrad*
َูุฑَุฃَ ุณَุนِْูุฏٌ ุงُููุฑْุงَูٓ - _Said telah membaca Al-Qur’an_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mutsanna*
ุงِุดْุชَุฑَ ุนُู َุฑُ ุงِููุชَุจَِْูู - _Umar telah membeli 2 buku_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Mudzakkar Salim*
ุถَุฑَุจَ ุฃَุญْู َุฏُ ุงูุณَّุฑَِِْููู- _Ahmad telah memukul para pencuri_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
َูุธََّู ุงูู ُุฏَุฑِุณُ ุงูู َุณَุงุฌِุฏَ - _Pak guru telah membersihkan masjid-masjid_
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lil 'aqil*
َูุชََู ุฎَุงِูุฏٌ ุงَُّูููุงุฑَ - Khalid telah membunuh orang-orang kafir
๐Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Muannats Salim*
ุณَุงุนَุฏَุชْ ุณَْูู َู ุงูู ُุณِْูู َุงุชِ - _Salma telah membantu wanita-wanita muslim_
6⃣Apakah maf'ul bih wajib sama dengan fa'il atau fi'il ? Jelaskan !
*Jawab* :
๐ Maf’ul bih, bisa terdiri dari jenis maupun jumlah apa saja karena menyesuaikan dengan konteks kalimat. Hal ini dikarenakan Maf’ul bih sama sekali tidak terkait dengan kondisi fi’il dan fail karena memang akan disesuaikan dengan maksud pembicaraan.
Contoh :
Jika kita ingin mengatakan
“ _Para Pria muslim telah membersihkan masjid,_ ”
Maka kita harus tetap menggunakan masjid dalam bentuk mufrad sehingga tidak keluar dari konteks kalimat.
َูุธََّู ุงูู ُุณِْูู َُْูู ุงูู َุณْุฌِุฏَ ๐✅
Karena apabila kita memaksakan Maf’ul nya jamak mengikuti fa’il, maka bentuknya akan menjadi :
َูุธََّู ุงูู ُุณِْูู َُْูู ุงูู َุณَุงุฌِุฏَ ๐๐๐ ❌
“ _Pria-pria muslim telah membersihkan masjid-masjid_.”
Kita tidak bisa memaksakan bentuk selerti ini bila memang kenyataannya masjid yang dibersihkan hanya 1.
7⃣Apakah maf'ul bih wajib ma'rifat ? Jelaskan !
*Jawab* :
๐Tidak, maf’ul bih dapat terdiri dari jenis apa saja baik isim Nakirah maupun isim Ma’rifat, perbedaannya hanya pada
Apabila kita menggunakan isim Nakirah sebagai Maf’ul, maka sifatnya masih umum,
Misal َูุฑَุฃَ ุนٌَِّูู ِูุชَุงุจًุง ๐
Disini bukunya belum jelas buku apa, apa judulnya, atau buku milik siapa,
Berbeda dengan
َูุฑَุฃَ ุนٌَِّูู ุงِููุชَุงุจَ ๐๐ป๐
Makna buku disini sudah jelas, karena artinya telah mengerucut, misal buku yang mana, apa judulnya,
8⃣Adakah kekhususan jamak muannats salim ketika manshub ? Jika ada, jelaskan kekhususan tersebut !
*Jawab* :
๐Seperti kita ketahui bahwa _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, namun khusus pada *Jamak Muannats Salim* maka tanda baca Nashab nya dengan _Kasrah_
Misal : ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชٌ
Jika posisinya sebagai Maf’ul, maka harakat akhirnya menjadi ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชِ
Seperti contoh jika kita ingin mengatakan “ _Saya telah melihat para guru (wanita) itu,_ “
maka kalimatnya bukan :
َูุธَุฑْุชُ ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชَ ❌
Melainkan
َูุธَุฑْุชُ ุงูู ُุฏَุฑِّุณَุงุชِ ✅
Baik dalam keadaan Nashab b Jar harakat akhirnya sama yaitu _Kasrah_
๐๐๐๐๐
*๐PEMENANG KOIN PEKAN 3๐*
๐ฅSelamat kepada Ukht *Ria Arini* dari *kelas BINREG 11.1 Akhawat* yang telah berhasil menjawab kuis dengan benar dalam waktu *15 menit*
๐ ุจุงุฑู ุงููู ูููุง ๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
*KJ KOIN PEKAN 3 BINREG 11*
ูก. ُูุญَุงุฑِุจُ ุงْูุฌُُْููุฏُ ุฃَุนْุฏَุงุกً ✅
Terjemah :
*Para tentara itu sedang memerangi musuh-musuh*
ูข. ุณََّูุฑَ ุงْูุจُُْููุชُ ุทَุฑًِْููุง❌
๐ฃ Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya (jamak taksir lighoiril aqil dianggap mufrod muannats), seharusnya --> ุณََّูุฑَุชْ
๐ฃ Kalimat yang benar :
ุณََّูุฑَุชِ ุงْูุจُُْููุชُ ุทَุฑًِْููุง
Terjemah :
*Rumah-rumah itu telah menutup sebuah jalan (kecil)*
ูฃ. ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَุชْ ุนُุซْู َุงٌู َูุณَْูุงًูุง ❌
๐ Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya, seharusnya --> ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَ
๐ Kata ุนُุซْู َุงٌู seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> ุนُุซْู َุงُู
๐ Maf'ul bihnya seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> َูุณَْูุงَู
๐ Kalimat yang benar :
ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَ ุนُุซْู َุงُู َูุณَْูุงَู
Terjemah :
*Utsman telah mempekerjakan seorang pemalas*
ูค. ุชُุณَُِّูู ุขู َِูุฉُ ุงَّููุงِูุฐَุงุชِ✅
Terjemah :
*Aminah sedang membersihkan jendela-jendela itu*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐๐๐๐๐๐ป๐๐๐๐๐
๐ _Format jawaban menggunakan KJ untuk dipelajari_ ๐
๐ฅSelamat kepada Ukht *Ria Arini* dari *kelas BINREG 11.1 Akhawat* yang telah berhasil menjawab kuis dengan benar dalam waktu *15 menit*
๐ ุจุงุฑู ุงููู ูููุง ๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
*KJ KOIN PEKAN 3 BINREG 11*
ูก. ُูุญَุงุฑِุจُ ุงْูุฌُُْููุฏُ ุฃَุนْุฏَุงุกً ✅
Terjemah :
*Para tentara itu sedang memerangi musuh-musuh*
ูข. ุณََّูุฑَ ุงْูุจُُْููุชُ ุทَุฑًِْููุง❌
๐ฃ Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya (jamak taksir lighoiril aqil dianggap mufrod muannats), seharusnya --> ุณََّูุฑَุชْ
๐ฃ Kalimat yang benar :
ุณََّูุฑَุชِ ุงْูุจُُْููุชُ ุทَุฑًِْููุง
Terjemah :
*Rumah-rumah itu telah menutup sebuah jalan (kecil)*
ูฃ. ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَุชْ ุนُุซْู َุงٌู َูุณَْูุงًูุง ❌
๐ Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya, seharusnya --> ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَ
๐ Kata ุนُุซْู َุงٌู seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> ุนُุซْู َุงُู
๐ Maf'ul bihnya seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> َูุณَْูุงَู
๐ Kalimat yang benar :
ุงِุณْุชَุฃْุฌَุฑَ ุนُุซْู َุงُู َูุณَْูุงَู
Terjemah :
*Utsman telah mempekerjakan seorang pemalas*
ูค. ุชُุณَُِّูู ุขู َِูุฉُ ุงَّููุงِูุฐَุงุชِ✅
Terjemah :
*Aminah sedang membersihkan jendela-jendela itu*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐๐๐๐๐๐ป๐๐๐๐๐
๐ _Format jawaban menggunakan KJ untuk dipelajari_ ๐
Thursday, October 4, 2018
๐ Soal KUBIS ALUMNI
๐ฟ Kamis, 4 Oktober 2018
⏰ Waktu 20.00 - 21.00 WIB
Bacalah perintah soal dengan baik sebelum memulai mengerjakan KUBIS kali ini.
A. Pilihlah jawaban yang SALAH dari beberapa pilihan jawaban berikut :
1. Berikut ini yang merupakan huruf (ุงْูุญَุฑُْู) yang mempunyai arti adalah...
a. ู ِْู b. َู c. ِู d. ุจِ e. َู√
2. Yang merupakan isim adalah...
a. ุงูุณَّู َุขุกِ
b. ู ُุญَู َّุฏٌ
c. ุงْูุฑَุฃََّู√
d. َูุฐِِู
e. ุงَّูุชِู
3. Fi’il berikut yang merupakan fi’il madhy adalah
a. َูุนَْูุชُ
b. ุฏَุฎََูุชَุง
c. َูุฑَุฃْุชُ
d. َูู ْ َْููุฑَุฃْ √
e. ุฐََูุจَ
4. Berikut ini merupakan fi’il shahih…
a. َูุนَุฏَ√
b. ุฑَุฏَّ
c. ุชَุฏْุฎَُْูู
d. َูุจِّุฑَْู
e. ุณَุฃََู
5. Yang tergolong isim muannats adalah….
a. ุฏَุฌَุงุฌَุฉٌ
b. ู ُุนَุงَِููุฉُ√
c. ุญَุณَْูุงุกُ
d. ุตُุบْุฑَู
e. ุญَุงู ٌِู
B. Mohon tashrif lughawi lengkap untuk fi’il madhy, mudhari, dan ‘amr dari kata berikut (Jawaban dengan menggunakan harakat yang lengkap)
ََููุฑَ
Fiil madhi
ََููุฑَ - ََููุฑَุง - ََููุฑُْูุง
ََููุฑَุชْ - ََููุฑَุชَุง - ََููุฑَْู
ََููุฑْุชَ - ََููุฑْุชُู َุง - ََููุฑْุชُู ْ
ََููุฑْุชِ - ََููุฑْุชُู َุง - ََููุฑْุชَُّู
ََููุฑْุชُ - ََููุฑَْูุง
Fiil mudhori
َُْูููุฑُ - َُْูููุฑَุงِู - َُْูููุฑَُْูู
ุชَُْููุฑُ - ุชَُْููุฑَุงِู - َُْูููุฑَْู
ุชَُْููุฑُ - ุชَُْููุฑَุงِู - ุชَُْููุฑَُْูู
ุชَُْููุฑَِْูู - ุชَُْููุฑَุงِู - ุชَُْููุฑَْู
ุฃَُْููุฑُ - َُْูููุฑُ
Fiil amar
ุงُُْููุฑْ - ุงُُْููุฑَุง - ุงُُْููุฑُْูุง
ุงُُْููุฑِู - ุงُُْููุฑَุง - ุงُُْููุฑَْู
๐ Peserta dengan jawaban paling cepat dan benar akan mendapatkan hadiah ๐ฐ๐ฒ
๐ฟ Kamis, 4 Oktober 2018
⏰ Waktu 20.00 - 21.00 WIB
Bacalah perintah soal dengan baik sebelum memulai mengerjakan KUBIS kali ini.
A. Pilihlah jawaban yang SALAH dari beberapa pilihan jawaban berikut :
1. Berikut ini yang merupakan huruf (ุงْูุญَุฑُْู) yang mempunyai arti adalah...
a. ู ِْู b. َู c. ِู d. ุจِ e. َู√
2. Yang merupakan isim adalah...
a. ุงูุณَّู َุขุกِ
b. ู ُุญَู َّุฏٌ
c. ุงْูุฑَุฃََّู√
d. َูุฐِِู
e. ุงَّูุชِู
3. Fi’il berikut yang merupakan fi’il madhy adalah
a. َูุนَْูุชُ
b. ุฏَุฎََูุชَุง
c. َูุฑَุฃْุชُ
d. َูู ْ َْููุฑَุฃْ √
e. ุฐََูุจَ
4. Berikut ini merupakan fi’il shahih…
a. َูุนَุฏَ√
b. ุฑَุฏَّ
c. ุชَุฏْุฎَُْูู
d. َูุจِّุฑَْู
e. ุณَุฃََู
5. Yang tergolong isim muannats adalah….
a. ุฏَุฌَุงุฌَุฉٌ
b. ู ُุนَุงَِููุฉُ√
c. ุญَุณَْูุงุกُ
d. ุตُุบْุฑَู
e. ุญَุงู ٌِู
B. Mohon tashrif lughawi lengkap untuk fi’il madhy, mudhari, dan ‘amr dari kata berikut (Jawaban dengan menggunakan harakat yang lengkap)
ََููุฑَ
Fiil madhi
ََููุฑَ - ََููุฑَุง - ََููุฑُْูุง
ََููุฑَุชْ - ََููุฑَุชَุง - ََููุฑَْู
ََููุฑْุชَ - ََููุฑْุชُู َุง - ََููุฑْุชُู ْ
ََููุฑْุชِ - ََููุฑْุชُู َุง - ََููุฑْุชَُّู
ََููุฑْุชُ - ََููุฑَْูุง
Fiil mudhori
َُْูููุฑُ - َُْูููุฑَุงِู - َُْูููุฑَُْูู
ุชَُْููุฑُ - ุชَُْููุฑَุงِู - َُْูููุฑَْู
ุชَُْููุฑُ - ุชَُْููุฑَุงِู - ุชَُْููุฑَُْูู
ุชَُْููุฑَِْูู - ุชَُْููุฑَุงِู - ุชَُْููุฑَْู
ุฃَُْููุฑُ - َُْูููุฑُ
Fiil amar
ุงُُْููุฑْ - ุงُُْููุฑَุง - ุงُُْููุฑُْูุง
ุงُُْููุฑِู - ุงُُْููุฑَุง - ุงُُْููุฑَْู
๐ Peserta dengan jawaban paling cepat dan benar akan mendapatkan hadiah ๐ฐ๐ฒ
Thursday, September 6, 2018
HSI QAWA’ID 04
■ SILSILAH Al-Qowฤidul Arba
■ Halaqah 4 | Penjelasan IV
═════════ ❁❁ ═════════
■ Halaqah 4 | Penjelasan IV
═════════ ❁❁ ═════════
Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Ilmiyyah Al-Qowฤidul Arba’, beliau rahimahullah mengatakan :
ูุฃู ูุฌุนูู ู
ุจุงุฑูุง ุฃููู
ุง ููุช، ูุฃู ูุฌุนูู ู
ู
ู ุฅุฐุง ุฃุนุทู ุดูุฑ ، ูุฅุฐุง ุงุจุชูู ุตุจุฑ
“Dan semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjadikan engkau wahai pembaca / wahai pendengar – ู
ุจุงุฑูุง -> menjadi orang yang berbarokah dimanapun engkau berada.
Ini juga doa yang sangat agung beliau mendoakan untuk kita supaya kita menjadi orang yang berbarokah.
✓ Berbarakah : Banyak kebaikan , bisa memberikan manfaat memiliki banyak kebaikan & kebaikan tsb langgeng dan terus menerus bersama kita. Orang yang berbarokah ini adalah orang yang banyak kebaikannya, memberikan kebaikan tsb kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
◆ Ketika dia memiliki ilmu dia adalah orang yang berbarokah bermanfaat ilmu yang dimiliki baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
◆ Ketika Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla memberikan keluasan di dalam masalah rizki bermanfaat rizki tersebut untuk dirinya dan juga untuk orang lain yang ada di sekitarnya.
◆Apabila dia seorang pengusaha / penjabat bermanfaat kekuasaannya / jabatannya untuk dirinya dan juga untuk orang lain yang ada di sekitarnya.
Dia memiliki kebaikan yang banyak dan kebaikan tersebut adalah kebaikan yang langgeng.
Beliau mengatakan:
ูุฃู ูุฌุนูู ู
ุจุงุฑูุง ุฃููู
ุง ููุช،
“Dan semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjadikan engkau berbarokah dimanapun engkau berada ” baik didalam rumah, ketika keluar rumah, baik bersama keluarga maupun bersama orang lain, baik bersama bawahannya maupun dengan teman-temannya, menjadikan seseorang menjadi orang yang berbarokah. Tidak ada orang yang duduk dengannya atau dekat dengannya kecuali dia akan mengambil Faidah dari dirinya.
Kemudian beliau mengatakan :
ูุฌุนูู ู
ู
ู ุฅุฐุง ุฃุนุทู ุดูุฑ
“Dan semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjadikan engkau termasuk orang yang apabila diberi maka ia bersyukur ”
ูุฅุฐุง ุงุจุชูู ุตุจุฑ
” Dan apabila diberikan ujian menjadikan orang yang bersabar ”
ูุฅุฐุง ุฃุฐูุจ ุงุณุชุบูุฑ،
” Dan apabila dia berdosa maka dia beristighfar ”
ูุฅู ูุฐู ุงูุซูุงุซ: ุนููุงู ุงูุณุนุงุฏุฉ
” Karena sesungguhnya tiga perkara ini adalah termasuk Tanda-tanda kebahagiaan”.
Ini adalah doa yang lain yang beliau panjatkan kepada Allฤh untuk kita beliau berdoa supaya kita termasuk orang yang apabila diberi bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla
✓Diberikan kenikmatan
✓Diberikan karunia
✓Diberikan karunia
Sekecil apapun kenikmatan tersebut, beliau berdoa kepada Allฤh, supaya kita termasuk orang yang bersyukur apabila diberikan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Dan beliau berdoa :
supaya apabila kita terkena musibah maka kita termasuk orang yang bersabar.
Dan apabila kita berdosa atau melakukan maksiat kepada Allฤh (melakukan dosa) maka kita termasuk orang-orang yang beristighfar kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Beliau menyebutkan tiga perkara dan tidak terlepas keadaan kita dari salah satu dari tiga perkara ini.
Seorang manusia didalam kehidupannya terkadang mendapatkan kenikmatan, maka kewajiban dia saat itu adalah bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. Seorang yang tidak bersyukur maka cepat atau lambat Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla akan mengambil kenikmatan tersebut. Namun orang yang bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla maka Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla akan menambah kenikmatan diatas kenikmatan.
َูุฆِْู ุดََูุฑْุชُู
ْ َูุฃَุฒِูุฏََُّููู
ْ ََููุฆِْู ََููุฑْุชُู
ْ ุฅَِّู ุนَุฐَุงุจِู َูุดَุฏِูุฏٌ
“Apabila engkau bersyukur mengakui bahwasanya kenikmatan ini dari Allฤh, bersyukur dengan lisannya, menggunakan kenikmatan ini didalam perkara yang diridhai oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, maka Allฤh menjanjikan akan menambah kenikmatan tersebut Ditambah kenikmatan diatas kenikmatan ”
ََููุฆِْู ََููุฑْุชُู
ْ ุฅَِّู ุนَุฐَุงุจِู َูุดَุฏِูุฏٌ
” Dan apabila engkau kufur kepada Allฤh mendapatkan kenikmatan akan tetapi mengingkari bahwasanya itu dari Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ”
Menganggap bahwasanya kenikmatan itu dari dirinya dari ilmu yang dia miliki dari usaha yang dia kerjakan, lupa bahwasanya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla yg telah memberikan kenikmatan tersebut dan memudahkan dia untuk mendapatkan kenikmatan tsb.
ََููุฆِْู ََููุฑْุชُู
ْ
“apabila engkau kufur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ”
Maka ketahuilah bahwasanya Adzab Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla adalah adzab yang sangat pedih.
Ini adalah akibat dari orang yang kufur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, seorang ketika diberikan kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla kenikmatan maka kewajiban dia adalah bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.
Dan Apabila mendapatkan musibah maka hendaklah ia bersabar kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla. Seseorang tidak lepas dalam kehidupannya terkadang mendapatkan kenikmatan dan terkadang dia mendapatkan musibah, maka kewajiban dia ketika mendapatkan musibah adalah bersabar. Beriman ini semua adalah takdir dari Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla sudah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla bahkan sudah sejak lama 50.000 tahun sebelum diciptakan langit dan bumi. Langit dan bumi telah diciptakan oleh Allah Ta’ala dalam waktu yang sudah cukup lama dan ditulisnya takdir sebelum diciptakan langit dan bumi 50.000 tahun. Telah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla kenikmatan yang diterima oleh seseorang.
⇒ Umur nya, Rezeki nya, termasuk diantaranya musibah.
Dan tidak mungkin apa yang sudah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla luput dari seseorang.
Oleh karena itu seseorang ketika ditimpa musibah baik didalam dirinya, hartanya, keluarganya ataupun yg lain bahkan hendaklah dia ingat dan beriman bahwasanya ini semua sudah ditulis oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla dan harus terjadi.
Barangsiapa yang beriman kepada Allฤh, beriman kepada Takdir dan mengetahui bahwasanya ini adalah termasuk takdir Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ketika terjadi musibah, maka Allah subhanahu wata’ala akan memberikan hidayah, memberikan hidayah kepada hatinya, memberikan ketenangan didalam menghadapi musibah tersebut bagaimanapun besar musibah.
ูู
ู ูุคู
ู ุจุงููู ููุฏ ููุจู
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allฤh maka Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla akan memberikan hidayah / memberikan petunjuk kepada hatinya”
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh
Wassalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh
Abdullฤh Roy
Di kota Al-Madฤซnah
Di kota Al-Madฤซnah
═════════ ❁❁ ═════════
HSI QAWA’ID 03
■ SILSILAH Al-Qowฤidul Arba
■ Halaqah 3 | Penjelasan
═════════ ❁❁ ═════════
■ Halaqah 3 | Penjelasan
═════════ ❁❁ ═════════
ุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ููู ู ุนูู ุขูู ู ุตุญุจู ุฃุฌู ุนูู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ููู ู ุนูู ุขูู ู ุตุญุจู ุฃุฌู ุนูู
Halaqah yang ketiga penjelasan kitab Al-Qowฤidul Arba’ karangan Syaikh Muhammad At Tamiimi rahimahullaah
Beliau rahimahullah mengatakan :
ุฃุณุฃู ุงููู ุงููุฑูู
ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู
ุฃู ูุชููุงู ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ
“Aku berdoa kepada Allฤh – ุงููุฑูู
– Yang Maha Pemurah, – ุฑุจ ุงูุนุฑุด ุงูุนุธูู
– Rabb yang memiliki yang Menguasai Ars yang besar supaya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjagamu didunia dan juga di akhirat “.
Setelah beliau mengucapkan Basmallah, beliau mendoakan untuk kita, setiap yang membaca kitab beliau dengan beberapa doa diantaranya adalah :
ุฃู ูุชููุงู ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ
Supaya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjagamu – menolongmu di dunia maupun di akhirat.
Supaya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjagamu – menolongmu di dunia maupun di akhirat.
Ini Adalah adab yang sangat baik, seorang yang mengajari orang lain mendoakan muridnya dengan doa-doa yang baik.
Rasulullรฃh ๏ทบ didalam Al-Qurฤn diperintahkan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla untuk mendoakan orang lain, mendoakan para shahabat radiallahu anhum.
Sebagaimana Firman Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla :
..ูุตِّู ุนِูููู
ْ ุฅَّู ุตَูุงุชََู ุณٌََูู ููู
..
“Dan hendaklah engkau wahai Muhammad mendoakan mereka karena sesungguhnya doa yang engkau panjatkan – yang engkau tujukan yang engkau berikan kepada mereka ini adalah “sakanulahum-memberikan ketenangan kepada mereka “”
Doa nya Rasulullรฃh ๏ทบ doa yang berupa kebaikan untuk para sahabat beliau menjadi ketenangan didalam hati para shahabat radiallahu anhum.
Oleh karena itu disini beliau rahimahullah mendoakan kepada setiap yang mendengar & mendoakan kepada setiap yang membaca kitab beliau ini supaya Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menolong, menjaga didunia & diakhirat. Ini adalah doa yang agung, seseorang dijaga didunia baik agamanya maupun dunianya, dijaga dari musibah, dijaga dari kecelakaan demikian pula didalam agamanya dijaga dari kesesatan dari kerancuan² dari keraguan2 dan dijaga dari akhirat semenjak seseorang meninggal dunia dijaga dari azab kubur, dijaga dari kegagalan dalam menjawab pertanyaan Malaikat, dijaga ketika dibangkitkan oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla ketika manusia dalam keadaan takut, menghadapi & melihat kejadian² besar pada hari kiamat, dijaga oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla dari ketakutan tsb,dan seterusnya dijaga ketika melewati Ash Shiroth, dijaga dari neraka, maka ini adalah doa yang sangat agung.
Beliau mengatakan :
ุฃู ูุชููุงู ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ
Abdullฤh Roy
Di kota Al-Madฤซnah
Di kota Al-Madฤซnah
Subscribe to:
Posts (Atom)