Saturday, March 2, 2019

๐Ÿ“ฌ SEPUTAR DHAMIR ๐Ÿ“ฌ


1⃣Ditinjau dari Nampak atau tidaknya, isim dhamir terbagi menjadi:
๐Ÿ“•1. Dhamir Bariz (Jelas)
Disebut bariz, karena jelas terlihat baik lafal maufun tulisannya. Seperti ู‡ُูˆَ sampe ู†َุญْู†ُ

๐Ÿ“—2. Dhamir Mustatir (Tersembunyi)
Disebut mustatir, karena secara tulisan tidak terlihat bentuknya, namun secara makna ada.
Seperti    ูƒَุชَุจَ danูŠَูƒْุชُุจُ   .
secara tulisan tidak Nampak ada dhamirnya, tapi keduanya mengandung makna dhamirู‡ُูˆَ

๐Ÿ“šPEMBAHASAN I : DHAMIR BARIZ

Dhamir Bariz sendiri ada 2:

๐ŸŒบ1. Muttashil (bersambung)
➡Maksudnya, isim dhamirnya bersambung dengan isim, fi’il atau huruf.

✏Macam-macam dhamir bariz muttashil:
๐Ÿ’a. DHAMIR RAFA’ MUTTASHIL
๐Ÿ‘‰Disebut dhamir rafa’ karena dhamirnya menjadi fa’il (pelaku).

Ia berlaku pada:
✅ Seluruh fiil madhi kecuali dhamir huwa dan hiya.

Misalkan untuk kata ุถَุฑَุจَ . Selain ุถَุฑَุจَ dan ุถَุฑَุจَุชْ. Misalnya ุถَุฑَุจَุง , ุถَุฑَุจُูˆْุง , ุถَุฑَุจَุชَุง , ุถَุฑَุจْู†َ, ุถَุฑَุจْุชَ  hingga ุถَุฑَุจْู†َุง termasuk dhamir bariz muttashil.

✅ Fiil mudhari dhamir anti dan Seluruh fi’il mudhari dari bilangan mutsannaa dan jamak kecuali dhamir nahnu.

Contohnya, ูŠَุถْุฑِุจَุงู†ِ ,ุชَุถْุฑِุจَุงู†ِ , ูŠَุถْุฑِุจُูˆْู†َ , ุชَุถْุฑِุจُูˆْู†َ , ุชَุถْุฑِุจِูŠْู†َ , ูŠَุถْุฑِุจْู†َ , ุชَุถْุฑِุจْู†َ

✅ Seluruh fi’il amar kecuali dhamir anta. Contohnya ุงِุถْุฑِุจَุง , ุงِุถْุฑِุจُูˆْุง , ุงِุถْุฑِุจِูŠْ , ุงِุถْุฑِุจَุง , ุงِุถْุฑِุจْู†َ

๐Ÿ’b. DHAMIR NASHAB MUTTASHIL
Seluruh dhamir nashab, yaitu dhamir yang berkedudukan sebagai objek (korban) termasuk dhamir bariz karena Kita bisa melihat secara tertulis.

Misalnya ุถَุฑَุจู‡َ, ุถَุฑَุจَู‡ُู…َุง , ุถَุฑَุจَู‡ُู…ْ , ุถَุฑَุจู‡َุง dan seterusnya sampai ุถَุฑَุจَู†َุง

๐Ÿ’c. DHAMIR JAR MUTTASHIL
Ini adalah kelompok isim dhamir yang bersambung dengan huruf jar dan isim.

๐ŸŒพYang bersambung dengan huruf jar contohnya ู…ِู†ْู‡ُ , ู…ِู†ْู‡ُู…َุง, ู…ِู†ْู‡ُู…ْ dan seterusnya sampai ู…ِู†َّุง

๐ŸŒพYang bersambung dengan isim contohnya ูƒِุชَุงุจُู‡ُ , ูƒِุชَุงุจُู‡ُู…َุง , ูƒِุชَุงุจُู‡ُู…ْ  dan seterusnya sampai ูƒِุชَุงุจُู†َุง

๐ŸŒบ2. Munfashil (berpisah)
➡Maksudnya, isim dhamirnya berdiri sendiri, tidak menempel dengan isim, fi’il, apalagi huruf. Macam-macam dhamir bariz munfashil:

๐Ÿ’a. DHAMIR RAFA’ MUNFASHIL
Keempat belas dhamir yang berdiri sendiri yang kita kenal sebagai asal dari isim dhamir, yaitu ู‡ُูˆَ hingga ู†َุญْู†ُ

๐Ÿ’b. DHAMIR NASHAB MUNFASHIL
Yaitu dhamir yang hanya bisa berkedudukan sebagai objek (korban), yaitu dhamir ุฅِูŠَّุงู‡ُ sampai ุฅِูŠَّุงู†َุง. Jangan terkecoh dengan menempelnya ู‡ُ dengan ุฅِูŠَّุง sehingga beberapa orang menyangkanya sebagai dhamir muttashil. Padahal, ia suatu kesatuan yag tidak dapat dipisahkan sebagi dhamir nashab munfashil

๐Ÿ“šPEMBAHASAN II : DHAMIR MUSTATIR

Dhamir mustatir hanya 'berlaku pada fi’il saja. Ia berlaku pada fi’il:

๐ŸŒบa.Fi’il madhi dhamir huwa dan hiya.

Misalnya ุถَุฑَุจَ dan ุถَุฑَุจَุชْ

๐ŸŒบb.Fi’il Mudhari dari bilangan tunggal kecuali dhamir anti. Yaitu dhamir huwa, hiya, ana, dan nahnu.

Misalnya ูŠَุถْุฑِุจُ , ุชَุถْุฑِุจُ , ุฃَุถْุฑِุจُ , ู†َุถْุฑِุจُ

๐ŸŒบc.Fi’il amr dhamir anta.

Misalnya ุงِุถْุฑِุจْ
Bila diperhatikan, fi’il-fi’il tersebut memang tidak mengandung dhamir apapun secara tertulis. Berbeda dengan dhamir bariz yang terlihat jelas ada isim dhamirnya.

๐Ÿ‘‰ Mustatir (tersembunyi), terbagi menjadi 2 , yaitu

 ๐Ÿƒ Mustatir Wujuban, yaitu setiap dhomir yang tidak mungkin isim dzohir menempati tempatnya, terdapat pada :
๐Ÿ”นFi’il mudhori', dhomir  ana, anta dan nahnu , contoh:
ุฃَู‚ُูˆู…ُ ูˆ ุชَู‚ูˆْู…ُ ูˆ ู†َู‚ูˆู…ُ

๐Ÿ”นpada fi'il amr , dhamir anta, contoh:
ู‚ُู…ْ

๐Ÿƒ Mustatir jawazan, yaitu dhomir yang bisa isim dzohir menempati posisinya. Terdapat pada dhomir ghoib - huwa dan hiya (madhi dan mudhori').
 Contoh :
ูŠู‚ูˆู…ُ ุฒูŠุฏٌ



✒ Encang iRul


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท
*๐Ÿ†PEMENANG PEMANASAN๐Ÿ†*

           *๐Ÿ“†Pekan ❶❶๐Ÿ“†*

Selamat kepada Ukht  *Siti Muhlisoh* dari kelas  11.2 Akhawat yang telah menjawab pemanasan dengan benar dan indah.

ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ุง ๐ŸŒน

┈•❖❀❖••๐Ÿ”น❶❶๐Ÿ”น••❖❀❖•┈

๐Ÿ”ฅ *PEMANASAN PEKAN 11* ๐Ÿ”ฅ

 BINREG 1⃣1⃣

1. Sebutkan 5 kaidah yang berlaku untuk munada❗

*๐ŸƒJAWAB*๐Ÿƒ
๐Ÿšจ *5 kaidah munada adalah  :*

1⃣Bila munadanya isim alam kata  tunggal

๐ŸŒปkaidahnya๐Ÿ‘‰ didhammahkan tanpa tanwin (mabniy dhammah)

✍contoh :
⛲ *ูŠَุง ู…َุฑْูŠَู…ُ*
⛲  *ูŠَุง ูَุงุชِุญُ*

2⃣ Bila munadanya isim nakirah yang sudah ditentukan (nakirah maqshudah)

๐ŸŒปkaidahnya๐Ÿ‘‰ didhammahkan tanpa tanwin.

✍contoh :
⛲ *ูŠَุง ุบُู„َุงู…ُ*
⛲ *ูŠَุง ูˆَู„َุฏُ*

3⃣Bila munadanya isim nakirah yang tidak ditentukan (nakirah ghoiru maqshudah)

๐ŸŒปkaidahnya๐Ÿ‘‰ harus manshub.

✍contoh :
*⛲ูŠَุง ุบُู„َุงู…ًุง*
*⛲ ูŠَุง ูˆَู„َุฏًุง*

4⃣Bila munadanya susunan kata (mudhaf-mudhaf ilaih)

๐ŸŒปkaidahnya๐Ÿ‘‰ harus manshub.

✍contoh :
*⛲ูŠَุง ู…ُู‚َู„ِّุจَ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆْุจِ*

5⃣Bila  munada menyerupai mudhaf.

๐ŸŒปkaidahnya ๐Ÿ‘‰harus manshub.

✍contoh :
*⛲ูŠَุง ุทَุงู„ِุจًุง ุนِู„ْู…ًุง*
(wahai pencari ilmu)

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

2. Apa perbedaan laa naafiyah dengan laa nahiyah❓
Berikan 3 contoh penggunaan laa naafiyah❗

*๐Ÿƒ JAWAB๐Ÿƒ*

๐Ÿ’๐Ÿ’Laa Nahiyah๐Ÿ’๐Ÿ’
๐Ÿ‘‰Laa nahiyah adalah huruf ู„ุงَ yang berfungsi untuk melarang (diartikan janganlah)
๐Ÿ‘‰Ciri dari laa nahiyah adalah menjazmkan fi’il mudhori’.
✍Contoh:๐Ÿ‘‡
*⛲ู„ุงَ ุชَู…ْุฒَุญْ*
 Janganlah kamu begurau!

*⛲ู„ุงَ ุชَุฏْุฎُู„ุงَ*
Janganlah kalian berdua masuk!
*⛲ู„ุงَ ุชَู„ْุนَุจُูˆْุง*
Janganlah kalian semua bermain!

๐Ÿ’–๐Ÿ’–Laa Nafiyah๐Ÿ’–๐Ÿ’–
๐Ÿ‘‰Laa nafiyah adalah huruf ู„ุงَ yang berfungsi untuk menafikan (diartikan tidak)
๐Ÿ‘‰Ciri dari laa nafiyah adalah tidak menjazmkan fi’il mudhori’ dan bisa masuk pada jumlah ismiyah
✍Contoh:๐Ÿ‘‡
*⛲ู„ุงَ ุชَู…ْุฒَุญُ*
Kamu tidak begurau

*⛲ู„ุงَ ุชَุฏْุฎُู„ุงَู†ِ*
 Kalian berdua tidak masuk
*⛲ู„ุงَ ุชَู„ْุนَุจُูˆْู†َ*
 Kalian semua tidak bermain

*✍Contoh Penggunaan laa nafiyah :*
1. ู„ุงَ ูˆَู„َุฏَ ู„َุงุนِุจٌ
“Tidak ada seorang pun anak laki-laki yang bermain”

2. ู„ุงَ ูˆَู„َุฏَ ูِูŠْ ุงู„ุฏَّุงุฑِ
“Tidak ada seorang pun anak laki-laki di rumah”

3. ู„ุงَ ูˆَู„َุฏَ ุฌَุงู„ِุณٌ
“Tidak ada seorang pun anak laki-laki yang duduk”

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

3. Apa pengaruh laa naafiyah terhadap fi'il❓Jelaskan dengan contoh ❗️
*๐ŸƒJAWAB*๐Ÿƒ

๐Ÿฅ™Pengaruh laa nafiyah terhadap fi’il :

๐Ÿ’ฆ1. *Laa nafiyah tidak mengubah i’rob fi’il*๐Ÿ‚๐Ÿ‚
๐Ÿ‘‰Artinya, laa nafiyah tidak menjadikan fi’il nya menjadi manshub atau majzum. Ia tetap dalam keadaan asal (marfu’).

✍Contoh :
*⛲ู„َุง ูŠَุฐْู‡َุจُ ุญَู…ْุฒَุฉُ*
Hamzah  tidak pergi

๐Ÿ’ฆ *2. Laa nafiyah hanya bisa menafikan fi’il mudhori*๐Ÿญ๐Ÿญ
๐ŸŒˆ๐ŸŒˆLaa nafiyah merupakan huruf nafiy yg khusus untuk fi’il mudhori.

✍Contoh :
*⛲ู„َุง ูŠَุฑْุฌِุนُ ุญَุงู…ِุฏٌ*
Hamid tidak pulang

⛔Laa nafiyah tidak bisa digunakan untuk menafikan fi’il madhy (kecuali bila berulang seperti Al Qiyamah ayat 31)
*⛲ูَู„َุง ุตَุฏَّู‚َ ูˆَู„َุง ุตَู„َّู‰*

✍✍Kita bisa menggunakan Maa nafiyah (ู…َุง) untuk menafikan fi’il madhy.

♥Contoh :๐Ÿ‘‡
*⛲ู…َุง ู‚َุงู…َ ุฒَูŠْุฏٌ*
Zaid tidak berdiri

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

4. Sebutkan adat ististna❗
Berikan 2 contoh kalimat yang mengandung istitsna❗
๐Ÿƒ *JAWAB*๐Ÿƒ

♥Adaat istitsna ada 8,yakni :♥
๐ŸŒˆุงِูٕ„َّุง،
๐ŸŒˆุบَูŠْุฑُ،
๐ŸŒˆุณِูˆَู‰،
๐ŸŒˆุณُูˆَู‰،
๐ŸŒˆุณَูˆَุงุกُ،
๐ŸŒˆุฎَู„َุง،
๐ŸŒˆุนَุฏَุง،
๐ŸŒˆุญَุงุดَุง
✍Contoh :๐Ÿ‘‡
*⛲ุฑَุฌَุนَ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ُ ุงِูٕ„َّุง ุฎَุงู„ِุฏًุง*
Para laki laki telah kembali kecuali Kholid

⚠Maka “ุงูٕ„َّุง” disebut adatul istitsna,
⚠lalu "ุฎَุงู„ِุฏًุง” disebut dengan mustatsna,
⚠dan “ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ُ” disebut dengan mustatsna minhu

*⛲ุฎَุฑَุฌَ ุงู„ู†َّุงุณُ ุบَูŠْุฑَ ุฎَุงู„ِุฏٍ*
Para manusia keluar selain Kholid
⚠Maka "ุบَูŠْุฑَ” disebut adatul istitsna,
⚠lalu  "ุฎَุงู„ِุฏٍ” disebut dengan mustatsna
⚠dan “ุงู„ู†َّุงุณُ” disebut dengan mustatsna minhu

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒน๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

5. Sebutkan kaidah istitsna yang berlaku untuk kalimat positif yang sempurna, kalimat negatif yang sempurna, serta kalimat negatif yang tidak sempurna❗Beri masing-masing 1 contoh
*๐ŸƒJAWAB*๐Ÿƒ

๐Ÿฅ™๐Ÿฅ™ KAIDAH ISTITSNA KALIMAT SEMPURNA POSITIF๐Ÿ’š๐Ÿ’š

♥untuk ุงِูٕ„َّุง

⛔mustatsna wajib manshub

✍contoh :

*⛲ุฌَู„َุณَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุงِูٕ„َّุง ุฒَูŠْุฏًุง*
(orang orang muslim telah duduk kecuali zaid)

♥untuk
*๐Ÿ‚ุบَูŠْุฑُ ،ุณِูˆَู‰ ،ุณُูˆَู‰ ،ุณَูˆَุงุกُ*

๐Ÿ‘‰ isim istitsna wajib manshub sedang mustatsna wajib majrur.

✍contoh :

*⛲ุฌَู„َุณَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุบَูŠْุฑَ ุฒَูŠْุฏٍ*
(orang orang muslim telah duduk kecuali zaid)


๐Ÿฅ™๐Ÿฅ™ KAIDAH ISTITSNA KALIMAT SEMPURNA NEGATIF ๐Ÿ’š๐Ÿ’š

♥untuk ุงِูٕ„َّุง

๐Ÿ‘‰boleh menghukumi mustatsna sebagai badal atau manshub dg adat istitsnaa

✍contoh jika badal:

*⛲ู…َุง ุฌَู„َุณَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุงِูٕ„َّุง ุฒَูŠْุฏٌ*
(orang orang muslim tidak duduk kecuali zaid)

✍contoh jika manshub :

*⛲ู…َุง ุฌَู„َุณَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุงِูٕ„َّุง ุฒَูŠْุฏًุง*
(orang orang muslim tidak duduk kecuali zaid)


♥untuk
*๐Ÿ‚ุบَูŠْุฑُ ،ุณِูˆَู‰ ،ุณُูˆَู‰ ،ุณَูˆَุงุกُ*

๐Ÿ‘‰ boleh menghukumi isim istitsna sebagai badal atau manshub dg adat istitsnaa
sedang mustatsna wajib majrur.

✍contoh sebagai badal:

*⛲ู…َุง ุฌَู„َุณَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุบَูŠْุฑُ ุฒَูŠْุฏٍ*
(orang orang muslim tidak duduk kecuali zaid)

๐Ÿ‘‰ contoh sebagai manshub :


*⛲ู…َุงุฌَู„َุณَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุบَูŠْุฑَ ุฒَูŠْุฏٍ*
(orang orang muslim tidak duduk kecuali zaid)


๐Ÿฅ™๐Ÿฅ™ UNTUK KALIMAT NEGATIF YANG TIDAK SEMPURNA๐Ÿ’š๐Ÿ’š

♥untuk ุงِูٕ„َّุง

๐Ÿ‘‰i'rab mustatsna mengikuti ‘amilnya.

✍contoh :

*⛲ู…َุง ุฌَู„َุณَ ุงِูٕ„َّุง ู…ُุญَู…َّุฏٌ ูˆَ ู…َุง ู†َุธَุฑْุชُ ุงِูٕ„َّุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ูˆَู…َุง ุฌَุฑَูŠْุชُ ุงِูٕ„َّุง ุจِู…ُุญَู…َّุฏٍ*

( tidak duduk kecuali muhammad, tidak aku lihat kecuali muhammad, aku tidak berlomba kecuali dg muhammad)


♥untuk
*๐Ÿ‚ุบَูŠْุฑُ ،ุณِูˆَู‰ ،ุณُูˆَู‰ ،ุณَูˆَุงุกُ*

๐Ÿ‘‰i'rab isim ististna mengikuti 'amilnya sedang mustastna wajib majrur.

✍contoh :

*⛲ู…َุง ุฌَู„َุณَ ุบَูŠْุฑُ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَ ู…َุง ู†َุธَุฑْุชُ ุบَูŠْุฑَ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَู…َุง ุฌَุฑَูŠْุชُ ุจِุบَูŠْุฑِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ*

( tidak duduk kecuali muhammad, tidak aku lihat kecuali muhammad, aku tidak berlomba kecuali dg muhamm)

♥untuk pengecualian dg
*๐Ÿ‚ุฎَู„َุง، ุนَุฏَุง، ุญَุงุดَุง.*

๐Ÿ‘‰boleh mustatsnanya menggunakan manshub atau majrur.

๐Ÿ‘‰bila majrur maka ketiga adat istitsna dianggap huruf jar

๐Ÿ‘‰ tapi jika manshub maka dianggap fi'il dan mustatsnanya sebagai maf'ul bih..

✍ *Siti Muhlisoh 11.2*
┈•❖❀❖••๐Ÿ”น๐ŸŒป๐Ÿ”น••❖❀❖•┈
*Sakit Badan Tidak Merasakan Lezatnya Makanan, Penyakit Hati Juga Demikian*

Ketika badan sakit, makanan selezat apapun tidak akan terasa di mulut dan lidah, demikian juga apabila hati yang sakit (bahkan hati yang mati), tidak akan merasakan manisnya iman yaitu kebahagiaan dan ketenangan sejati di dunia-akhirat.

Hal ini sejalan dengan ucapan Malik bin Dinar. Beliau berkata,

ุฅู† ุงู„ุจุฏู† ุฅุฐุง ุณู‚ู… ู„ุง ูŠู†ุฌุน ููŠู‡ ุทุนุงู… ูˆู„ุง ุดุฑุงุจ ، ูˆูƒุฐู„ูƒ ุงู„ู‚ู„ุจ ุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุญุจ ุงู„ุฏู†ูŠุง ู„ู… ูŠู†ุฌุน ููŠู‡ ุงู„ู…ูˆุงุนุธ

“Sesungguhnya badan apabila terkena penyakit maka akan sulit untuk menelan makanan dan minuman, demikian pula hati apabila telah tertutup dengan kecintaan kepada dunia, maka akan sulit menerima nasihat.” [Sifatus Shafwah 2/172]

Baca Juga: Keadaan Susah atau Stres, Tetap Perhatikan Kebutuhan Hidup dan Keadaan Diri

Ada yang mengatakan:
“Sungguh rugi, sudah datang ke kota A, tapi tidak merasakan lezatnya makanan khas kota A”

Demikian juga manusia yang hidup di dunia ini, sangat merugi apabila tidak pernah merasakan yang namanya manisnya iman selama hidup di dunia.

Iman itu memilki rasa manis dan manusia bisa merasakannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุซَู„َุงุซٌ ู…َู†ْ ูƒُู†َّ ูِูŠْู‡ِ ูˆَุฌَุฏَ ุจِู‡ِู†َّ ุญَู„َุงูˆَุฉَ ุงู„ْุฅِูŠْู…َุงู†ِ، ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ู…ِู…َّุง ุณِูˆَุงู‡ُู…َุง ูˆَุฃَู†ْ ูŠُู€ุญِุจَّ ุงู„ْู…َุฑْุกَ ู„َุง ูŠُุญِุจُّู‡ُ ุฅِู„َّุง ู„ِู„ู‡ِ، ูˆَุฃَู†ْ ูŠَูƒْุฑَู‡َ ุฃَู†ْ ูŠَุนُูˆْุฏَ ูِู€ูŠ ุงู„ْูƒُูْุฑِ ุจَุนْุฏَ ุฃَู†ْ ุฃَู†ْู‚َุฐَู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ู…ِู†ْู‡ُ، ูƒَู…َุง ูŠَูƒْุฑَู‡ُ ุฃَู†ْ ูŠُู‚ْุฐَูَ ูِู€ูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) Barangsiapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allรขh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” [HR. Bukhari & Muslim]

Manisnya iman itulah surga dunia, barang siapa di dunia tidak pernah merasakan manisnya iman, maka di akhirat tidak mendapatkan kebahagiaan berupa surga di akhirat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

ุฃู† ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุฌู†ุฉ ู…ู† ู„ู… ูŠุฏุฎู„ู‡ุง ู„ุง ูŠุฏุฎู„ ุฌู†ุฉ ุงู„ุขุฎุฑุฉ

“Sesungguhnya di dunia ada surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk surga di akhirat” [Al-wabilush shayyib hal 48, Darul Hadits]

Perhatikan bagaimana surga dunia berupa manisnya iman di hari para ulama. Mereka berkata,

ู„َูˆْ ูŠَุนْู„َู…ُ ุงู„ู…ُู„ُูˆْูƒُ ูˆَุฃَุจْู†َุงุกُ ุงู„ู…ُู„ُูˆْูƒِ ู…َุง ู†َุญْู†ُ ูِูŠْู‡ِ ู„َุฌَู„ِุฏُูˆْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ุจِุงู„ุณُّูŠُูˆْูِ

“Seandainya para raja dan pangeran itu mengetahui kenikmatan yang ada di hati kami ini, tentu mereka akan menyiksa kami dengan pedang.” [Rawai’ut Tafsir Ibnu Rajab 2/134, Darul ‘Ashimah]

Inilah janji Allah bagi mereka yang beramal shalih, akan diberikan kehidupan yang baik dengan manisnya iman.

Allah berfirman,

ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ู…ِู†ْ ุฐَูƒَุฑٍ ุฃَูˆْ ุฃُู†ْุซَู‰ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุคْู…ِู†ٌ ูَู„َู†ُุญْูŠِูŠَู†َّู‡ُ ุญَูŠَุงุฉً ุทَูŠِّุจَุฉً ูˆَู„َู†َุฌْุฒِูŠَู†َّู‡ُู…ْ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุฃَุญْุณَู†ِ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ (ูฉูง)

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl : 97).

Allah juga berfirman,

ู‚ُู„ْ ุจِูَุถْู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุจِุฑَุญْู…َุชِู‡ِ ูَุจِุฐَู„ِูƒَ ูَู„ْูŠَูْุฑَุญُูˆุง ู‡ُูˆَ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู…َّุง ูŠَุฌْู…َุนُูˆู†َ

Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS Yunus : 58).

Demikian semoga bermanfaat

@ Madinah, Kota Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/45299-sakit-badan-tidak-merasakan-lezatnya-makanan-penyakit-hati-juga-demikian.html

Monday, February 25, 2019

*Silsilah Fiqih Pendidikan Anak*

Oleh : _*Ustadz Abdullah Zaen Lc, M.A ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡*_

*ANAK DAN ADAB TERHADAP GURU*

Guru yang kami maksud di atas adalah guru pelajaran umum maupun pelajaran agama (ustadz). Mereka adalah orang-orang yang amat berjasa kepada kita. Terlebih lagi yang mengajarkan ilmu agama. Sebab dia adalah ‘dokter rohani’ untuk kebaikan dunia dan akhirat. Karena itu seorang murid dituntut beradab dan bersikap baik dengan gurunya, meskipun guru itu sendiri tidak menuntut hal itu dari muridnya. Guru tidak berharap dihormati, tapi murid harus menghormati guru.

Ibnu Hazm berkata, “Para ulama bersepakat, wajibnya memuliakan ahli al-Qur’an, ahli Islam dan Nabi. Demikian pula wajib memuliakan khalifah, orang yang punya keutamaan dan orang yang berilmu.”

Berikut beberapa adab murid terhadap guru:

1. Memuliakan guru

Memuliakan orang yang berilmu termasuk perkara yang dianjurkan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ู„َูŠْุณَ ู…ِู†َّุง ู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุฑْุญَู…ْ ุตَุบِูŠุฑَู†َุง ูˆَูŠُุฌِู„َّ ูƒَุจِูŠุฑَู†َุง ูˆَูŠَูِ ู„ِุนَุงู„ِู…ِู†َุง

“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati orang yang tua, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengerti hak ulama kami.” HR. Al-Bazzar dan Ahmad dengan redaksi al-Bazzar. Al-Albany menilai hadits ini sahih.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang murid memperhatikan gurunya dengan pandangan penghormatan. Hendaklah ia meyakini keahlian gurunya dibandingkan yang lain. Karena hal itu akan menghantarkan seorang murid Piggyslots untuk banyak mengambil manfaat darinya, dan lebih bisa membekas dalam hati terhadap apa yang ia dengar dari gurunya tersebut”.

2. Mendo’akan kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ูˆَู…َู†ْ ุฃَุชَู‰ ุฅِู„ูŠْูƒُู… ู…َุนْุฑูˆูุงً ูَูƒَุงูِุฆُูˆู‡ ูَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุฌِุฏูˆุง ูَุงุฏْุนُูˆุง ู„َู‡ُ، ุญَุชَّู‰ ูŠَุนู„َู…َ ุฃู† ู‚َุฏ ูƒَุงูَุฆْุชُู…ُูˆู‡

“Apabila ada yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah diahingga engkau memandang telah mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal.” HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrod dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.

Ibnu Jama’ah rahimahullah menerangkan, “Hendaklah seorang penuntut ilmu mendoakan gurunya sepanjang masa. Memperhatikan anak-anaknya, kerabatnya dan menunaikan haknya apabila telah wafat”.

3. Rendah diri kepada guru

Ibnu Jama’ah rahimahullah menambahkan, “Hendaklah seorang murid mengetahui bahwa rendah dirinya kepada seorang guru adalah kemuliaan, dan tunduknya adalah kebanggaan.”

Ibnu Abbas radhiyallahu‘anhuma dengan kemuliaan dan kedudukannya yang agung, beliau mengambil tali kekang unta Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhuseraya berkata: “Demikianlah kita diperintah untuk berbuat baik kepada ulama.”

4. Duduk Manis dan Memperhatikan dengan baik

Murid yang baik harus bersikap sopan dihadapan gurunya serta mendengar penjelasan dengan baik. Setiap yang disampaikan oleh guru adalah pelajaran penting, maka murid harus mendengar dengan baik.

Dan masih ada etika lainnya seperti tidak malu bertanya, mencontoh akhlak mereka, mengingatkan mereka bila keliru dengan cara yang baik dan lain-lain.

Maka wajib bagi orang tua untuk mengajarkan kepada anaknya agar beradab terhadab gurunya.
—————–
Dn iu D
iringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA darihttp://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-terhadap-guru.html dan lain-lain.

๐Ÿ“š๐Ÿ’Ž๐Ÿ“š๐Ÿ’Ž๐Ÿ“š๐Ÿ’Ž๐Ÿ“š๐Ÿ’Ž๐Ÿ“š๐Ÿ’Ž๐Ÿ“š
it.ly/2Dj1thG

Sunday, February 24, 2019

Pekerjaan Seumur Hidup Itu Bernama Muroja’ah


Ada kebahagiaan tersendiri dalam hati kita ketika kita berhasil menambah jumlah hafalan Al-Qur’an yang kita miliki. Perjuangan menghafal seakan berbuah indah ketika satu persatu surat kita hafal dan perlahan beranjak dari surat awal yang kita hafalkan. Kebahagiaan menambah hafalan ini (ziyadah) yang terkadang membuat kita lupa bahwa hafalan yang sudah kita hafal sebelumnya juga harus kita jaga agar tak terlupakan.
Menjaga al-Qur’an merupakan suatu keharusan, karena hal ini sangat membantu dalam melestarikan hafalan dan menjaganya agar tidak terlepas dari ingatan (lupa). Manusia sangat cepat melupakan hafalan al-Qur’annya jika ia tidak selalu mengulangnya dengan muraja’ah (mengulang-ulang bacaan) dan tilawah (membaca). Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .
“Ulang-ulangilah (hafalan) al-Qur’an. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya al-Qur’an itu lebih cepat hilang dari hati manusia daripada unta yang terlepas dari ikatannya.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 5033) dan Muslim (no. 791) dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu]

Muroja’ah hafalan adalah kegiatan yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selain itu diperlukan kekontinuean dan keistiqomahan dalam melaksanakan hal ini untuk mencapai hafalan yang mutqin.
“Jika menjadi Penghafal Al-Qur’an adalah cita-citamu, maka murojaah adalah pekerjaan seumur hidup (anonim)”
Di TAUD SAQU ZIDNA ILMA para pengajar Tahfizh harus bekerjasama dengan orangtua siswa dalam menjaga hafalan Ananda. Karena keterbatasan waktu dan jam belajar di sekolah, dan prosentase murojaah di sekolah lebih banyak untuk porsi ziyadah (menambah hafalan) dengan cara talaqqi langsung, tentu jatah waktu murojaah memiliki keterbatasan. Sehingga menjadi ladang bagi para orangtua siswa untuk berperan serta lebih besar dalam memurojaah hafalan Ananda. Pengajar Tahfizh akan membantu para orangtua memberikan daftar surat yang harus di murojaah per hari. Lalu para orangtua yang membantu Ananda untuk melakukan muroja’ah hafalan tersebut di rumah.
Berikut beberapa tips dalam membantu anak dalam memurojaah hafalan :
Berdoalah dan mintalah pertolongan kepada Allah. Karena sesungguhnya segala kemudahan adalah berkat pertolongan dan taufiq dari Allah subhanahu wata’ala. Salah satu doa yang bisa kita baca rutin adalah :
  • Memiliki jadwal khusus untuk murojaah hafalan . Waktu terbaik yang dirasa paling cocok untuk muroja’ah hafalan misalnya setiap ba’da magrib dan ba’da shubuh.
  • Memiliki target murojaah harian. Buatlah jadwal surat apa saja yang harus dimurojaah pada hari tersebut.
  • Terus mengulangi hafalan dengan memperdengarkan hafalan dari murotal box , earphone atau perangkat pendukung elektronik lainnya.
  • Murojaah bersama-sama dengan anak. Orangtua jangan hanya menyuruh dan mendengarkan anak membaca saja. Tapi bacalah surat yang sedang di murojaah tersebut bersama-sama ananda, niscaya akan terasa suasana yang indah di rumah kita.
  • Ketika semangat murojaah agak melemah maka variasikan kegiatan dengan bermain tebak ayat, sambung ayat dan terbak nama surat bersama Ananda .
  • Berikan pujian pada Ananda di hadapan tetangga atau kerabat, untuk menyemangati dan memotivasi para tentangga dan kerabat supaya ikut menghafal Al-Quran. Baca dua surat al-mu’aqqidzat (yaitu Al-Falaq dan An-Nas), agar terhindar dari ‘ain orang yang dengki.
  • Berikan hadiah pada Ananda jika berhasil menyelesaikan target murojaah pekanan.
  • Sampaikan kisah-kisah perjuangan anak-anak penghafal Qur’an yang telah menyelesaikan hafalannya dan rutin memurojaahnya. Misalnya kisah Ananda Musa dan adiknya. Atau bisa juga diceritakan perjuangan para ulama di masa kecilnya.
  • Orangtua harus menyadari  bahwa tugas membantu murojaah ini adalah pekerjaan mulia. Maka harus bersemangat berlomba-lomba meraih pahala jariyahnya. Jangan relakan semua pahala diambil oleh para pengajar di sekolahnya, orangtua harus ambil pahala yang lebih besar darinya.
  • Sampaikan terus menerus kepada Ananda akan besarnya pahala membaca Al-Qur’an. Satu huruf saja akan dicatat 10 kebaikan padanya. Maka jangan anggap setiap huruf yang kita lafalkan hanya membuat lelah semata karena pahala berlimpah menanti kita.
Penulis: Ummu Mirza _taud saqu Idna ILMA 
ShardaePenulis da

Friday, February 22, 2019

*Tanya Jawab Seputar Tahsin /Tajwid Al Qur'an*


*Tanya* : _Kapan seseorang dikatakan mahir dalam bacaan Alquran ?_

*Jawab* : Jika ia menguasai 5 ilmu berikut,

1. _Makharijul Huruf ( Tempat-tempat keluarnya Huruf Hijaiyyah )_

2. _Sifat-Sifat Huruf_

3. _Tajwid_

4. _Waqaf dan Ibtida' ( cara berhenti dan memulai membaca Al-Quran )_

5. _Memahami apa yang tertulis dalam Mushaf 'Utsmani_

*Tanya* : _Ada berapa jumlah Makharijul Huruf_ ?

*Jawab* : _Ada 17 Makhraj menurut pendapat yang terpilih_

*Tanya* : _Dimana saja
 keluarnya Huruf_


*Jawab* : _Ada 5 Tempat,_

1. _Al Jauf / Rongga Mulut ( ada 1 Makhraj )_

2. _Al Halq / Tenggorokan ( ada 3 Makhraj )_

3. _Al Lisan / Lidah ( ada 10 Makhraj )_

4. _As Syafatan / Dua Bibir ( ada 2 Makhraj )_

5. _Al Khaisyum / Rongga Hidung ( ada 1 Makhraj )_
๐Ÿ”‘๐Ÿ‡ฐ​๐Ÿ‡บ​๐Ÿ‡ณ​๐Ÿ‡จ​๐Ÿ‡ฎ​ ๐Ÿ‡ฏ​๐Ÿ‡ฆ​๐Ÿ‡ผ​๐Ÿ‡ฆ​๐Ÿ‡ง​๐Ÿ‡ฆ​๐Ÿ‡ณ​๐Ÿ”‘

๐Ÿ’ฆ *WAAJIBAAT PEKAN 9⃣  BINA REGULER 11* ๐Ÿ’ฆ

✍
Penilaian bagian 1⃣ : koreksi kalimat

ูก. ุงَู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุตَุงุฆِู…ٌ ูِูŠ ุดَู‡ْุฑِ ุฑَู…َุถَุงู†ِ ุฅِูŠْู…َุงู†ٌ ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ ❌

๐Ÿ”– Kata ุตَุงุฆِู…ٌ sebagai khobar tidak MALANG, karena mubtada'nya jamak seharusnya khobarnya juga jamak ๐Ÿ‘‰ ุตَุงุฆِู…ُูˆْู†َ

๐Ÿ”– Kata ุฑَู…َุถَุงู†ِ karena termasuk IGM  maka majrur dengan fathah ๐Ÿ‘‰ ุฑَู…َุถَุงู†َ

๐Ÿ”– Kata ุฅِูŠْู…َุงู†ٌ sebagai maf'ul liajlih seharusnya manshub ๐Ÿ‘‰ ุฅِูŠْู…َุงู†ًุง

๐Ÿ”– Kalimat yang benar :
ุงَู„ู…ُุณْู„ِู…ُูˆْู†َ ุตَุงุฆِู…ُูˆْู†َ ูِูŠ ุดَู‡ْุฑِ ุฑَู…َุถَุงู†َ ุฅِูŠْู…َุงู†ًุง  ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ

๐Ÿ”– Terjemahan :
  *_Orang - orang islam itu adalah orang - orang yang berpuasa di bulan romadhon karena iman kepada Allah_*

♻️ Nilai : 20
♻️ Nilai bonus : ( jumlah ๐Ÿ”– yang benar x 4)


ูข. ูŠَู‚ْุฑَุฃُ ุญُุณَูŠْู†ُ ูˆَุตِูŠَุงุญُ ุงู„ุฏِّูŠْูƒِ ุณُูˆْุฑَุฉَ ุงู„ْูƒَู‡ْูِ ูŠَูˆْู…ُ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ❌

✴ Kata ุญُุณَูŠْู†ُ seharusnya  ditanwin karena termasuk  isim munshorif ๐Ÿ‘‰ ุญُุณَูŠْู†ٌ

✴ Kata ุตِูŠَุงุญُ seharusnya manshub karena sebagai maf'ul ma'ah ๐Ÿ‘‰ ุตِูŠَุงุญَ

✴ Kata ูŠَูˆْู…ُ seharusnya manshub karena sebagai zharaf zaman ๐Ÿ‘‰ ูŠَูˆْู…َ

✴ Kalimat yang benar :
ูŠَู‚ْุฑَุฃُ ุญُุณَูŠْู†ٌ ูˆَุตِูŠَุงุญَ ุงู„ุฏِّูŠْูƒِ ุณُูˆْุฑَุฉَ ุงู„ْูƒَู‡ْูِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ

✴Terjemahan :
*_Husain sedang membaca surat Al Kahfi pada hari jum'at bersamaan dengan kokokan ayam jantan_*


♻️ Nilai : 20
♻️ Nilai bonus : (jumlah ✴ yang benar x 4)

ูฃ. ูŠَุฑْุฃَุณُ ุงู„ْู‚َุงุฆِุฏُ ูŠُูˆْู†ُุณُ ุงู„ْุฌَูŠْุดَ ู…َุฑِูŠْุถًุง ✅  (๐Ÿ’ง5 )

๐Ÿ’งTerjemahan :
_*Panglima Yunus sedang memimpin pasukan itu dalam keadaan sakit*_

♻️ Nilai : 20
♻️ Nilai bonus = 20 - (jumlah  yang dianggap salah x 3.3 )


ูค. ุชَุดْุชَุฑِูŠْ ู…َูŠْุณَุฑَุฉٌ ุจُุฑْุชُู‚َุงู„ٌ ุณَุงุนِุฏٌ ุบُุฏْูˆَุฉً ❌

๐Ÿท Fi'ilnya tidak Manis, fai'lnya mufrod mudzakkar, seharusnya ๐Ÿ‘‰ ูŠَุดْุชَุฑِูŠْ

๐Ÿท Failnya tdk bertanwin karena IGM, seharusnya ๐Ÿ‘‰ ู…َูŠْุณَุฑَุฉُ

๐Ÿท Maf'ul biih harus manshub, seharusnya ๐Ÿ‘‰ุจُุฑْุชُู‚َุงู„ًุง

๐ŸŽ Kata ุณَุงุนِุฏٌ Seharusnya menggunakan kata  ุณَุนِูŠْุฏًุง karena ุณَุงุนِุฏٌ bukanlah isim fa'il

๐ŸทKalimat yang benar :
ูŠَุดْุชَุฑِูŠْ ู…َูŠْุณَุฑَุฉُ ุจُุฑْุชُู‚َุงู„ًุง  ุณَุนِูŠْุฏًุง ุบُุฏْูˆَุฉً

๐ŸทTarjimnya :
_*Maesaroh sedang membeli jeruk (dalam keadaan) bahagia di pagi hari*_


♻️ Nilai : 20
♻️ Nilai bonus : (jumlah ๐Ÿท yang benar x 4 )

ูฅ. ุถَุฑَุจَ  ุนُุซْู…َุงู†ٌ ุนَู„ِูŠًّุง ุฃَุฎَุงู‡ُ ุตَุบِูŠْุฑًุง ูِูŠ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ุชَุฃْุฏِูŠْุจٌ ❌

๐Ÿ”ŽKata ุนُุซْู…َุงู†ٌ karena termasuk IGM (nama yang berakhiran alif dan nun) maka tidak ditanwin ๐Ÿ‘‰ ุนُุซْู…َุงู†ُ

๐Ÿ”Ž kata ุตَุบِูŠْุฑًุง sebagai na'at bagi  ุฃَุฎَุงู‡ُ ,  harus mengikuti man'utnya dalam hal kema'rifahannya , seharusnya ๐Ÿ‘‰ ุงู„ุตَّุบِูŠْุฑَ

๐Ÿ”Ž Maf'ul liajlih harus manshub, seharusnya ๐Ÿ‘‰ุชَุฃْุฏِูŠْุจًุง

๐Ÿ”ŽKalimat yang benar :
ุถَุฑَุจَ  ุนُุซْู…َุงู†ُ ุนَู„ِูŠًّุง ุฃَุฎَุงู‡ُ ุงู„ุตَّุบِูŠْุฑَ ูِูŠ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ุชَุฃْุฏِูŠْุจًุง

๐Ÿ”ŽTarjimnya :
_*Usman telah memukul Ali ,saudaranya yang kecil (adiknya)  di masjid (untuk) pelajaran*_

♻️ Nilai : 20
♻️ Nilai bonus : (jumlah ๐Ÿ”Ž yang benar x 4 )

๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡

Penilaian Bagian ❷ :
Membuat  kalimat

✒ Pedoman Penilaian ✒

A. fi'il mudhari + fa'il + athaf + ma'thuf + wawu ma'iyyah + maf'ul ma'ah
๐Ÿ“š 3.5

B. Fi'il madhi + fa'il + maf'ul min ajlih + huruf jar + isim majrur
๐Ÿ“š 4.2

C. Fi'il madhi + fa'il + maf'ul bih + tamyiz + (dzaraf makan + mudhaf ilaih)
๐Ÿ“š 3.5

D. Fi'il madhi + ((fa'il + na'at) + a'thaf + ma'thuf) + maf'ul bih + haal
๐Ÿ“š 3.1

๐Ÿ”ฐ*Keterangan :*

๐Ÿ’Œ
๐Ÿ“š = Nilai Minus Maksimum untuk masing-masing :
1 kata, dan 1 terjemahan

๐Ÿ’กPada Kondisi :  _*JIKA SALAHNYA TIDAK BISA DITOLERIR*_

๐Ÿ“ *TOTAL MAKSIMAL BAGIAN 2 = 100*

๐Ÿ“ฎ๐Ÿ“ฉ๐Ÿ“ฎ๐Ÿ“ฉ๐Ÿ“ฎ๐Ÿ“ฉ๐Ÿ“ฎ๐Ÿ“ฉ๐Ÿ“ฎ

 ๐Ÿ’ซ  *Nilai Total Tugas Tulis : Jumlah ( Nilai bag ❶ + Nilai bag ❷)/2* ๐Ÿ’ซ


๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡๐Ÿฅ‘๐Ÿ‡

Bagian ❸ I'rab "CERITA PENDEK" (pengganti tugas hafalan).

๐ŸŒณ ุฑَุฌَุนَ ุฃَุจُูˆْ ุญَู…ْุฒَุฉَ ูˆَุบُุฑُูˆْุจَ ุงู„ุดَّู…ْุณِ ู…ِู†ْ ู…َّุฒْุฑَุนَุชِู‡ِ ุงู„ْูˆَุงุณِุนَุฉِ ู…َุณَุงุกً

๐Ÿฅš _Telah pulang ayahnya Hamzah bersama terbenamnya matahari dari sawahnya yang luas itu di sore hari_

๐Ÿฅšุฑَุฌَุนَ = Fi'il madhi

๐Ÿฅšุฃَุจُูˆْ = Fa'il, Mudhof

๐Ÿฅšุญَู…ْุฒَุฉَ = Mudhof Ilaih

๐Ÿฅšูˆَ = Wau Ma'iyah

๐Ÿฅšุบُุฑُูˆْุจَ = Maf'ul ma'ah, Mudhof

๐Ÿฅšุงู„ุดَّู…ْุณِ = Mudhof Ilaih

๐Ÿฅšู…ِู†ْ = Huruf Jar

๐Ÿฅšู…َّุฒْุฑَุนَุชِ = Isim Majrur, Mudhof

๐Ÿฅšู€ู‡ِ = Mudhof Ilaih

๐Ÿฅšุงู„ْูˆَุงุณِุนَุฉِ = Na'at

๐Ÿฅšู…َุณَุงุกً = Dzorof zaman


๐ŸŒณูَุชَุญَ ุญَู…ْุฒَุฉُ ุงู„ุตَّุงู„ِุญُ ุงู„ْุจَูŠْุชَ ุจَุงุจًุง

๐Ÿฅš _Hamzah yang sholih/baik itu telah membuka rumah itu pintunya_

๐Ÿฅšูَุชَุญَ : fi'il madhy

๐Ÿฅšุญَู…ْุฒَุฉُ =  fa'il

๐Ÿฅšุงู„ุตَّุงู„ِุญُ = Na'at

๐Ÿฅšุงู„ْุจَูŠْุชَ = Maf'ul Bih

๐Ÿฅšุจَุงุจًุง = Tamyiz


๐ŸŒณ ุฏَุฎَู„َ ุฃَุจُูˆْ ุญَู…ْุฒَุฉَ ุงู„ْุจَูŠْุชَ ูَุงุฑِุญًุง ูˆَู…ُุชَุจَุณِّู…ًุง

๐Ÿฅš _Telah masuk rumah, ayahnya Hamzah dengan keadaan gembira dan tersenyum_

๐Ÿฅšุฏَุฎَู„َ = Fi'il Madhi

๐Ÿฅšุฃَุจُูˆْ = Fa'il, Mudhof

๐Ÿฅšุญَู…ْุฒَุฉَ = Mudhof Ilaih

๐Ÿฅšุงู„ْุจَูŠْุชَ = Maf'ul Bih

๐Ÿฅšูَุงุฑِุญًุง = haal

๐Ÿฅšูˆَ = Huruf Athof

๐Ÿฅšู…ُุชَุจَุณِّู…ًุง = ma'thuf

๐Ÿ“terdapat 26 ๐Ÿฅš: (3 terjemah dan 23 irob kata)

๐Ÿ’ซ *Nilai irob : jumlah ๐Ÿฅš yang benar x 3.9* ๐Ÿ’ซ

๐ŸŽ Jika nilai lebih dari 100 maka dibulatkan menjadi ๐Ÿ’ฏ

๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“