Thursday, June 27, 2019

*HILANGNYA ISLAM ITU BERASAL DARI 4 SEBAB*

📖 📖________✒


Mereka tidak menerapkan ilmu agama yang mereka ketahui.

Mereka melakukan amalan yang tidak mereka katahui.

Mereka tidak mempelajari ilmu agama yang tidak mereka ketahui.

Dan Mereka menghalangi orang-orang mempelajari ilmu agama.

*[Dikatakan oleh: Muhammad bin Fadhl al-Fadhli -rohimahulloh-. Lihat: Kitab Ali'tishom, karya: Asy Syathibi 1/128].*

ذَهَابُ الْإِسْلَامِ مِنْ أَرْبَعَةٍ: لَا يَعْمَلُونَ بِمَا يَعْلَمُونَ، وَيَعْمَلُونَ بِمَا لَا يَعْلَمُونَ، وَلَا يَتَعَلَّمُونَ مَا لَا يَعْلَمُونَ، وَيَمْنَعُونَ النَّاسَ مِنَ التَّعَلُّمِ.

Lihatlah di sekitar Anda, 4 hal ini memang telah terjadi. Bahkan, mungkin itulah kebanyakan keadaan manusia sekarang.

Maka perbaikilah keadaan ini, dan mulailah dari diri masing-masing. Insyaa Allah keberkahan dan kebaikan akan kembali menyebar di lingkungan kita. Aamiin.

🖊Ust Musyaffa’ Ad Dariny Lc,MA

••━══ ▪🖲▪ ══━••

HSI Pembatal Keislaman 25

​Nawaqidhul Islam:
■ *Nawāqidhul Islām*
■ *Halaqah 25 |  PENJELASAN  PEMBATAL KEISLAMAN KEEMPAT (BAGIAN 2)*
📀 _link audio_
══════❁﷽❁══════
Di dalam Al-Qur’an ketika Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan ayat warisan
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ… 
[QS An-Nisa’ 11]
🌾 Disebutkan di dalam ayat ini oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla tentang beberapa hal yang berkaitan dengan _hukum waris._
*Bahwasanya :*
✓ Anak laki-laki mendapatkan sekian 
✓ Anak perempuan mendapatkan sekian 
✓ Seorang ibu apabila ada anaknya maka dia mendapatkan sekian 
✓ Dan apabila si mayyit memiliki saudara maka dia mendapatkan sekian
_Ketentuan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla._ Kemudian Allāh mengatakan
*Ini adalah kewajiban dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla*
Maksudnya _membagikan warisan sesuai dengan yang sudah Allāh bagi adalah sebuah kewajiban_
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
*“Sesungguhnya Allāh adalah Dzat Yang Maha Mengetahui & Maha Bijaksana”.*
🍃 Lebih mengetahui daripada kita, kita tidak tahu apa yang terbaik adapun Allāh Subhānahu wa Ta’āla maka Dia menurunkan syariat / menurunkan hukum² & *Dia lah Allāh Yang Maha Mengetahui & Maha Bijaksana.*
Demikian pula ketika Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan _tentang orang-orang yang berhak untuk mendapatkan shodaqoh, mendapatkan Zakat,_ yaitu firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ 
[QS At-Tawbah 60]
Kemudian Allāh mengatakan:
فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
*“Ini adalah kewajiban dari Allāh & Allāh adalah Dzat Yang Maha Mengetahui & Maha Bijaksana”.*
🌾 *Shodaqoh atau Zakat*, baik Zakat mal /Zakat Harta orang-orang yang berhak untuk mendapatkan *sudah* ditentukan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak keluar dari 8 golongan yang sudah Allāh sebutkan & Allāh memberikan syarat ini _sesuai dengan ilmu Allāh Subhānahu wa Ta’āla & Dia lah Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita_
وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
*“dan Allāh adalah Dzat Yang Maha Mengetahui & juga Maha Bijaksana”.*
_Kewajiban_ kita sekali lagi adalah *meyakini petunjuk Rasulullãh ﷺ adalah lebih baik* daripada petunjuk selain beliau ﷺ.
أَوْ أنَّ حُكمَ غيره أحسن من حكمه
_“Atau dia meyakini bahwasanya hukum selain beliau ﷺ adalah lebih baik daripada hukumnya”._
🍃 Apabila ada seorang meyakini bahwasanya keputusan & hukum selain Rasulullãh ﷺ adalah lebih baik daripada hukum Rasulullãh ﷺ, maka *orang yang demikian telah membatalkan keIslaman.*
*Berhukum dengan hukum Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah kewajiban.*
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ 
[QS Yusuf 40]
*“Tidaklah hukum kecuali untuk Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.*
🌾 Seorang Muslim Berhukum kepada Rasulullãh ﷺ apa yang datang dari beliau *harus ada diterima & diridhai*, _tidak boleh_ dia meyakini bahwasanya hukumnya lebih baik daripada hukum Rasulullãh ﷺ atau meyakini bahwasanya hukum *selain* beliau ﷺ lebih baik daripada hukum beliau ﷺ.
*Kewajiban kita adalah meyakini hukum beliau & keputusan beliau adalah lebih baik daripada semua keputusan*
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ 
[Surat An-Nisa’ 65]
_“Tidak Demi Rabb mu mereka tidak akan beriman sampai mereka menjadikan engkau sebagai hakim  yang memberikan keputusan”._
فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ
_“Di dalam apa yang mereka perselisihkan ”._
ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
_“Sampai mereka menjadikan engkau sebagai hakim memberi keputusan kemudian mereka tidak mendapatkan didalam hati mereka /didalam jiwa mereka rasa berat ”._
وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
_“Dan mereka menyerahkan diri mereka dengan sebenar-benar penyerahan ”._
Allāh mengatakan:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ
*Tidak beriman*, menunjukkan bahwasanya Berhukum dengan hukum beliau ﷺ adalah *kewajiban*, karena Allāh sampai mengatakan
لَا يُؤْمِنُونَ
*Mereka tidak beriman /tidak akan sempurna keimana
nnya sampai menjadikan engkau sebagai hakim didalam apa yang mereka perselisihkan*
_Orang-orang munafik_ dahulu mereka tidak mau berhakim kepada Rasulullãh ﷺ tapi mereka mencari yang lain didalam memutuskan _perselisihan_ mereka, *Berhukum dengan selain hukum Rasulullãh ﷺ adalah diantara sifat orang-orang munafik*
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا
[QS An-Nisa’ 60]
_Mereka ingin Berhukum dengan hukum Thogut_
وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ
_padahal mereka sudah diperintahkan untuk mengingkari hukum Thogut_
*Berhukum dengan hukum nabi ﷺ & meyakini bahwasanya hukum beliau & keputusan beliau lebih baik daripada hukum yang lain maka ini adalah sebuah kewajiban.*
كَالذِينَيُفَضِّلُونَ حُكْمَ الطَّوَاغِيتِ عَلَى حُكْمِهِ
➡ Kemudian beliau memberikan contoh seperti orang yang mengutamakan & meyakini bahwasanya hukum yaitu hukum Thogut ini lebih baik daripada hukum Nabi ﷺ.
Ucapan beliau
َيُفَضِّلُونَ
_Menunjukkan bahwasanya orang ini meyakini bahwasanya hukum selain hukum Allāh lebih baik. Didalam hatinya dia meyakini bahwasanya hukum selain hukum Allāh lebih baik_
فَهُوَ كَافِرٌ.
*Maka orang yang demikian adalah orang yang kafir.*
➡ Ini menunjukkan bahayanya meyakini bahwasanya disana ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allāh & RasulNya. _Karena ini_ *termasuk pembatal² keIslaman, ini adalah pembatal keIslaman yang ke-4 yang disebutkan oleh Syaikh rahimahullah*
_*Abdullāh Roy*_
_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
═══════ ❁ ❁ ═══════

Wednesday, June 26, 2019

*Itmamul Harokat ( Memyempurnakan Harokat )*

بسم الله الرحمن الرحيم

من الخطاء الشائعة في قراءة القرآن عدم ضم الشفتين عند النطق بالحرف المضموم, إذ أن كل حرف مضموم لا يتم ضمه إلا بضم الشفتين و إلا كان ضمه ناقصًا. و لا تتم الحرف إلا بتمام حركته, فإن لم يتم الحركة لا يتم الحرف. وكذلك الحرف المكسور لا يتم إلا بخفض الفك السفلى, و إلا كان كسره ناقصًا, و كذلك الحرف المفتوح لا يتم إلا بفتح الفم و إلا كان فتحه ناقصًا
👉Salah satu kesalahan umum saat membaca Al Quran adalah tidak mengumpulkan bibir saat melafazhkan huruf-huruf dhommah, padahal seluruh huruf dhommah tidak sempurna dhommahnya kecuali dengan mengumpulkan bibir.
👉Jika tidak demikian, maka dhommahnya menjadi kurang, karena tidaklah sempurna huruf kecuali dengan menyempurnakan harokatnya. Jika tidak sempurna harokatnya, maka tidaklah sempurna pula huruf.
👉Demikian pula huruf kasrah, tidak sempurna kecuali dengan menurunkan rahang bawah, jika tidak maka kasrahnya menjadi kurang.
👉Begitu pula dengan huruf fathah, tidak sempurna kecuali dengan membuka mulut, jika tidak maka fathahnya menjadi kurang.

و إلى ذلك أشار العلامة الطيبي :

👉Tentang hal tersebut, Imam Ath Thibi menyebutkan dalam Manzhumahnya :

وَكُـلُّ مَضْمُـومٍ فَلَـنْ يَتِـمَّا * إِلَّا بِـضَـمِّ الشَّفَتَـيْنِ ضَـمَّـا
👉Dan setiap dhommah tidak akan sempurna kecuali dengan mengumpulkan (memonyongkan) dua bibir
وَذُو انْخِفَاضٍ بِانْخِفَاضٍ لِلْفَـمِ * يَتِـمُّ وَالْمَفْتُوحُ بِالْفَتْـحِ افْهَـمِ
👉Dan khafadh (kasrah) dengan merendahkan rahang maka akan sempurna, dan fathah dengan membuka. Fahamilah

إِذِ الْحُرُوفُ إِنْ تَكُنْ مُحَرَّكَـهْ * يَشْرَكُهَا مَخْرَجُ أَصْلِ الْحَـرَكَهْ
👉Jika hurufnya berharokat, bergabung makhrojnya dengan ushul harokat
أَيْ مَخْرَجُ الْوَاوِ وَمَخْرَجُ الْأَلِفْ * وَالْيَاءُ فِي مَخْرَجِهَا الَّذِي عُـرِفْ
Yakni makhroj Wawu, makhroj Alif dan ya pada makharojnya yang telah diketahui

فَـإِنْ تَـرَ الْقَارِئَ لَـنْ تَنْطَبِقَا * شِفَاهُـهُ بِالضَّمِّ كُـنْ مُحَقِّـقَا
👉Maka jika engkau melihat seorang qaari bibirnya tidak dhommah (mengumpul), maka perbaikilah
بِأَنَّـهُ مُنْتَـقِـصٌ مَـا ضَـمَّ * وَالْـوَاجِبُ النُّـطْقُ بِـهِ مُتَمَّـا
Dikarenakan kurang mengumpulkan (monyong), dan wajib membunyikannya dengan sempurna

كَذَاكَ ذُو فَتْحٍ وَذُو كَسْرٍ يَجِبْ * إِتْـمَامُ كُـلٍّ مِنْهُمَا افْهَمْهُ تُصِبْ
👉Demikian pula fathah dan kasrah, wajib di-itmam-kan (sempurnakan) keduanya, pahamilah
فَالنَّقْصُ فِي هَـذَا لَـدَى التَّأَمُّلِ * أَقْبَحُ فِي الْمَعْنَى مِنَ اللَّحْنِ الْجَلِي
Maka kurang hati-hati dalam hal ini dapat menyelewengkan makna hingga jatuh ke dalam lahn jaliy

إِذْ هُـوَ تَغْيِيرٌ لِـذَاتِ الْحَرْفِ * وَاللَّحْنُ تَغْيِيرٌ لَـهُ بِالْـوَصْـفِ
👉Karena merubah dzat huruf dan merupakan lahn yang dapat merubah definisi kata

 *Makna Kalam tersebut :*
أن الحروف تيقص بنقص الحركات فتكون حينئذ أقبح من اللحن الجلي لأن النقص من ذات الحرف أقبح من ترك الصفات
👉Bahwa huruf menjadi tidak sempurna dengan tidak sempurnanya harokat, sehingga bisa jadi lebih buruk dari lahn jaliy, dikarenakan mengurangi dzat huruf lebih buruk dari meninggalkan sifat huruf.

فمثلا : عند النطق بالباء المضمومة (بُ) : نضم الشفتين فإذ قلنا (( بُو ))  ازداد من ضم الشفتين لأن الضمة عبارة عن (( واو )) قصيرة  , زمنها نصف زمن حرف المد, و كذلك الفتحة عبارة عن (( ألف)) قصيرة, و كذلك الكسرة عبارة عن (( ياء )) قصيرة
👉Misalnya dalam penyebutan huruf Baa dhommah, berkumpul bibir sehingga kita menyebut “Bu” disebabkan mengangkatnya bibir yang berkumpul, dikarenakan dhommah adalah representasi dari wawu qashirah (pendek), yang panjangnya separuh dari panjang huruf mad.
👉Demikian juga fathah adalah representasi dari alif qashirah dan pula kasrah adalah representasi dari huruf ya qashirah.

و عند قولنا : كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ
لابد من فتح ما بين الشفتين عند النطق بكلمة – كَتَبَ – و مساواة زمن النطق باالفتحة في الكاف والتاء و الباء, لأن الحركات تساوي أزمنة الحروف
👉Kedua bibir haruslah membuka saat melafazkan kata – Kataba. Lamanya penyebutan fathah pada huruf Kaaf, Taa dan Ba adalah sama, dikarenakan lamanya/panjang harokat sama dengan lamanya/panjang huruf.

كذلك عند نطقنا ( كُنْتُمْ ) لا بد من ضم الشفتين مثل ضم الشفتين في قولنا : ( كُونُو ) أي لا بد أن يتساوى صوت الضمة في الحالتين لأن القاعدة هي ( و اللفظ في نظيره كمثله ) كما عبر عن هذا ابن الجزري في المقدمة
👉Demikian pula dalam penyebutan : Kuntum – mestilah mengumpulkan bibir seperti mengumpulnya bibir saat kita menyebut : Kuunuu – sehingga haruslah sama suara dhommah diantara keduanya, karena kaidahnya adalah :
و اللفظ في نظيره كمثله
“Dan setiap lafazh yang sama hukumnya mesti konsisten ketika mengucapkannya”, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Al Jazariy dalam Muqaddimah-nya.

كذلك إذا قلنا : ( بسم الله ) لابد من تحقيق الكسر و لا ننطقها بين الكسرة و الفتحة
👉Demikian pula saat kita menyebut : Bismilah – mestilah mentahqiqkan (menyebutkan dengan jelas) kasrah, tidak melafazhkannya (secara samar) antara kasrah dan fathah.

و مثلا قولنا : ( ولله المشرق و المغرب ) – لا بد من تحقيق كسرة الراء و نطقها مكسورة كسرًا تامًّا مثل نطق كلمة : ريح
👉Misalnya dalam penyebutan : wa lillahil masyriqi wal maghrib (Al Baqarah ayat 115) – mestilah mentahqiqkan (membaca dengan jelas) kasrah pada huruf ro, dan menyempurnakan kasrah seperti pada penyebutan : riihi
و تظهر مهارة القارئ عند توالي الحركات فمثلا عند نطقتا  ( تُبْتُمْ ) :نضم الشفتين أولًا للنطق بالتاء المضمومة, ثم نرجع الشفتين لوضع السكون للنطق بالباء الساكنة, ثم نعود لضم الشفتين النطق بالتاء لثانية المضمومة, ثم نعود لوضع السكون للنطق بالميم الساكنة
👉Kita mendapati seorang qori yang mahir membaca harokat yang berurutuan seperti pada : tubtum ( تبتم ) – pertama-tama mereka mengumpulkan kedua bibir saat menyebut huruf ta dhommah, kemudian mengembalikan bibir ke posisi sukun untuk melafazhkan huruf ba sakinah, kemudian kembali mengumpulkan kedua bibir untuk melafazhkan huruf ta dhommah yang kedua, kemudian kembali ke posisi sukun untuk melafazhkan mim sukun.

Allahu Ta’ala ‘A’lam
[Taisir Rahman fii Tajwidil Quran halaman 39 s.d. 41]
Kaum Sodom Bangkit Lagi Lewat LGBT
Feb 03, 2016Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.

Nabi Luth dan Kaum Sodom

Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim.
Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)

Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT

Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran.
Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan,
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81)
‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)

LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal

Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)
Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat,
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81)
Dalam ayat lain disebutkan,
أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ
“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166)
Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)
Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60)
Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.

Bela Atas Nama HAM

Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita.
HAM lagi, HAM lagi alasannya.
Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli?
Yang ada akibat dari perilaku LGBT:
Rambut rontok
Kulit bernanah
Lidah jadi kelu/ kaku
Tak mampu mengunyah
Buta/ katarak hebat
Infeksi penis/ anus/ vagina
Tak mampu duduk atau berdiri
Fatal error fungsi imun
Gangguan fungsi organ
Ditinggal seluruh teman
Dijauhi aktivis HAM
Menunggu mati

Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini,
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40)
“Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40)
Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah,
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.”
Semoga Allah memberi taufik.

Referensi:

Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm.
Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

—
CHOCOLATE BROWNIES KEDUT


Bahan2
400 gm coklat masakkan / coklat compound ~ Dark Chocolate
150 gm unsalted butter
100 gm gula perang
100 gm gula kastor
4 biji telur ~ gred A
1 sudu kecil esen vanilla
100 gm tepung naik sendiri
30 gm serbuk koko 

Bahan2
Coklat masakkan atau coklat compound, di potong kecil. Untuk dapatkan bronies yang enak sebaiknya guna coklat masakkan yang baik kualiti dan mutunya. Barulah rasa coklatnya lebih umph!

Satukan coklat masakkan dan buter, dan cairkan dengan kaedah double boiler hingga coklat dan butter larut. Gaul rata.

Dalam bekas yang lain pula, satukan gula kastor, gula perang, telur dan esen vanila. Gaul rata menggunakan wisk sahaja.

Satukan juga tepung naik sendiri dan serbuk koko. Kemudian di ayak. Untuk rasa brownies yang lebih enak, pilihan serbuk koko juga amat mempengaruhi kesedapan brownies. Pilihlah serbuk koko yang bermutu tinggi untuk hasil brownies yang lebih lazat.

Tuangkan adunan telur dan gula ke dalam adunan coklat masakkan dan ratakan.

Kemudian ayakkan tepung yang bercampur koko tadi kedalam adunan. Jika dah ayak terlebih dahulu.. masukkan sedikit-sedikitdalam adunan. Kemudian gaul rata.

Tuangkan adunan ke dalam loyang 10 x 10 inc yang telah di lapik kertas kek dan di oleskan juga dengan butter.

Bakar adunan dalam ketuhar yang telah di panaskan 15 minit awal dengan suhu 160 C selama 30 minit mengikut kepanasan suhu ketuhar masing-masing.

Bila dah masak, tutup oven. Biarkan kek dalam oven dengan pintu oven di renggangkan sedikit dan biarkan selama 15 minit

Bila dah sejuk, bolehlah di potong dan sedia untuk di nikmati.
Resep kue


Bukan bolu jerman ya, cuma sponge cake biasa pakai 5 butir telur utuh tanpa tbm, sp, ovalet dll
Bahan cuma:
5 butir telur (pisahkan putih dan kuning nya)
Gula pasir 100 gr
Mentega 100 gr (lelehkan sampai pisah antara minyak dan lemaknya)
Tepung terigu 100 gr
Susu dancow bubuk 20 gr /1 sachet (sesuai selera aja) ^^
Cara membuat:
Kocok putih telur sampai putih dan mengembang
Masukkan gula pasir sedikit2 sampai habis
Masukkan kuning telur satu persatu sampai habis
Kocok lagi adonan sampai mengembang naik
Kecilkan mixer sampai kecepatan paling rendah
Masukkan adonan kering (tepung terigu dan susu yang sudah diaduk jadi 1) dan mentega cair secara bergantian sampai bahan habis langsung matikan mixer dan aduk rata adonan sebentar menggunakan spatula
Contoh gbr menggunakan loyang kotak uk 20, tinggi nya kurleb 5 cm
Panggang dalam oven dengan suhu 180-200 derajat celcius
Jika menggunakan otang gunakan api sedang
🗝🔓🗝 * *KJ UJIAN SABTU BINREG 11* 🗝🔓🗝

                          ♻ *Sesi 1* ♻


*1. PEDOMAN PENILAIAN MEMBUAT KALIMAT*

📒 _Setiap nomor bernilai 20 (jika benar semua)_

📒 _Jumlah point setiap nomor = jumlah kata yang diminta + terjemah_

📒 _Nilai tiap point = 20/jumlah point_

📒 _Nilai kalimat = (jumlah point yang benar) x (nilai tiap point)_

◎❅❀❦🔶❖💠❖🔶❦❀❅◎

📌 *Koreksi Kalimat*

١. لَمْ يُطْعِمْ الرَّجُلُ البَخِيْلُ الْفُقَرَاءَ أَجْمَعِيْنَ ✅

🕌Terjemah :
Laki2 yang pelit itu tidak memberi makan orang-orang faqir itu semuanya.

🕌 لَمْ :
huruf jazm (dan nafi), mabni, sukun

🕌  يُطْعِمْ :
fi'il mudhori, majzum, sukun

 🕌 الرَّجُلُ :
fa'il, marfu, dhommah

🕌 البَخِيْلُ :
na'at, marfu, dhomah

 🕌 الفُقَرَاءَ :
maf'ul bih, manshub, fathah

 🕌 أَجْمَعِيْنَ :
taukid untuk maful bih, manshub, ya.

📌 Nilai = 20
📌 Nilai bonus = jumlah 🕌 yang benar x 2.9
📌 Tiap kesalahan pada keadaan / kedudukan / tanda = -0,8

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

٢. قَالَ الْمُدَرِّسَةُ : يَا بِلَالٌ، اِقْرَؤُوْا كِتَابَكُمْ جَالِسًا ❌

🗂 Fi'il tidak MANIS , karena fa'ilnya muannats maka fi'il harusnya قَالَتْ

🗂 Munada isim alam mufrad maka seharusnya didhommahkan tanpa tanwin menjadi بِلَالُ

🗂 Fi'il amr ditujukan untuk fa'il anta seharusnya اِقْرَأْ

 🗂 Kata كِتَابَكُمْ , dhomir yang menunjukkan kepemilikan mengacu kepada بِلَالٌ seharusnya  كِتَابَكَ

🗂 Kalimat yang benar :
قَالَتِ الْمُدَرِّسَةُ : يَا بِلَالُ، اِقْرَأْ كِتَابَكَ جَالِسًا

🗂 Terjemah :
Bu Guru berkata : "Wahai Bilal, bacalah bukumu dalam keadaan duduk".

📌 Nilai = 20
📌 Nilai bonus =  jumlah 🗂 yang benar  x 3.3

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


٣. تَعَلَّمُوْا عِلْمَ النَّحْوِ تَعَلُّمًا كَأَنَّهُ مَعِيْنُ طُلَّابِ العِلْمِ فِيْ صَحْرَاءَ مَاحِلَةٍ ✅

💧 _Pelajarilah (oleh kalian) ilmu nahwu dengan sebenar-benarnya (belajar) seakan-akan dia mata air para penuntut ilmu di padang pasir yang gersang_
💧تَعَلَّمُوْا :
Fi'il amr, mabni, hadzfu nun
fa'il dhomir muttashil wawu jamaah, mabni sukun, pada posisi rofa'
💧عِلْمَ :
Maf'ul bih, manshub, fathah, mudhof
💧النَّحْوِ :
Mudhof ilaih, majrur, kasroh
💧تَعَلُّمًا :
Maf'ul muthlaq, manshub, fathah
💧كَأَنَّ :
Huruf nashob / ( tasybih) , mabni, fathah
💧هُ / الهَاءُ :
Dhomir muttashil, mabni, dhommah pada posisi nashob sebagai isim kaanna
💧مَعِيْنُ :
Khobar kaanna, marfu, dhommah, mudhof
💧طُلَّابِ :
Mudhof ilaih, majrur, kasroh, mudhof
💧العِلْمِ :
Mudhof ilaih, majrur, kasroh
💧فِيْ :
Huruf jar, mabni, sukun
💧صَحْرَاءَ :
Isim majrur, majrur, fathah
💧مَاحِلَةٍ :
Naat, majrur, kasroh

📌 Nilai = 20
📌 Nilai bonus = jumlah 💧yang benar x 1,5
📌 Tiap kesalahan pada keadaan / kedudukan / tanda = -0,3

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

٤. صَارَ أَحْمَدٌ الصَّغِيْرِ تَاجِرٌ أَمِيْنٍ الْيَوْمَ ❌

🔰 Kata أَحْمَدٌ
itu IGM seharusnya tidak bertanwin, yang benar أَحْمَدُ

🔰 Kata الصَّغِيْرِ
adalah na'at untuk أَحْمَدُ seharusnya marfu', yang benar الصَّغِيْرُ

🔰 Kata تَاجِرٌ
sebagai khobar صَارَ seharusnya manshub, yg benar تَاجِرًا

🔰 Kata أَمِيْنٍ
itu naat untuk تَاجِرًا seharusnya manshub, yang benar أَمِيْنًا

🔰 Kalimat yang benar
صَارَ أَحْمَدُ الصَّغِيْرُ تَاجِرًا أَمِيْنًا الْيَوْمَ

🔰 Ahmad yang kecil itu telah menjadi pedagang yang jujur pada hari ini.

📌 Nilai = 20
📌 Nilai bonus =  jumlah 🔰 yang benar x 3.3

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

٥. شَذَّبَتْ الْبُسْتَانِيِّ الْأَشْجَارُ وَرَاءَ هَذِهِ الْبَيْتَ أَمْسِ ❌

🏮Fi'il شَذَّبَتْ seharusnya mudzakkar mengikuti fa'ilnya, yang benar شَذَّبَ

🏮 Fa'il الْبُسْتَانِيِّ seharusnya marfu', yang benar الْبُسْتَانِيُّ


🏮 Maf'ul bih الْأَشْجَارُ seharusnya manshub, yg benar الْأَشْجَارَ

🏮 Kata هَذِهِ sebagai dhomir yang menjadi mabdul dari البيت, harusnya هَذَا

🏮 Kata الْبَيْتَ sebagai badal dari هَذَا, menempati posisi majrur, seharusnya الْبَيْتِ

🏮 Kalimat yang benar
شَذَّبَ الْبُسْتَانِيُّ الْأَشْجَارَ وَرَاءَ هَذَا الْبَيْتِ أَمْسِ
🏮 Tukang kebun itu memangkas/memotong pohon2 dibelakang rumah ini kemarin.

📌 Nilai = 20
📌 Nilai bonus =  jumlah 🏮 yang benar  x 2.9

◎❅❀❦🔶❖💠❖🔶❦❀❅◎

💫*NILAI TOTAL TUGAS TULIS* : 💫
jumlah (nilai bag 1⃣ + bag 2⃣) */2* = *100*

◎❅❀❦🔶❖💠❖🔶❦❀❅◎