Monday, July 27, 2015

Utk mendidik anak

Memiliki anak cerdas menjadi impian banyak orangtua. Tahukah Moms, kecerdasan (IQ) si kecil tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, tapi juga faktor stimulasi. Berdasarkan riset, perkembangan kecerdasan si kecil dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu nature dan nurture. Faktor nature mengacu pada faktor genetik atau keturunan. Kita pasti sering mendengar komentar, “Kalau orangtuanya pintar, anaknya pasti pintar”. Tapi benarkah? Belum tentu, karena faktor nurture atau stimulasi yang berasal dari lingkungan juga berperan. Nurture berupa nutrisi tepat dan stimulasi melalui musik, kegiatan, bermain, dan bahasa.
Banyak bergerak, selain membuat anak aktif, juga dapat mengembangkan seluruh aspek kecerdasannya. Di sisi lain, perkembangan kinestetik akan memperkuat kesadaran sensori yang dimulai pada sistem saraf dan berujung pada sendi dan otot.

Stimulasi kinestetik atau gerak diberikan melalui rangsangan gerak tubuh yang kemudian akan direspon anak dengan gerakan tubuh pula. Stimulasi ini sangat bermanfaat terutama dalam menumbuhkembangkan potensi kecerdasan anak.

Menurut Drs. Bambang Sujiono, MPd., respon yang ditunjukkan oleh anak merupakan gerakan otot-otot tubuh sebagai akibat dari adanya perintah dari sel saraf pusat.
Hampir setiap respon gerakan melalui perintah otak. Kecuali gerak refleks tubuh yang merupakan gerakan spontan otot-otot tubuh tanpa adanya perintah dari otak. Itu sebabnya, bila rangsangan kinestetik diberikan kepada anak dengan melibatkan gerakan tubuh, sel-sel otaknya semakin banyak terstimulasi. Ini berarti, seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki anak akan tumbuh dan berkembang.

Staf Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ ini, kemudian memberikan ragam stimulasi kinestetik mulai usia 0 hingga 6 tahun.

Usia 0-1 tahun
Di usia 3-4 bulan kandungan, janin sudah menunjukkan gerakan tubuh pertamanya, yang semakin bertambah sejalan dengan pertambahan usia kehamilan. Gerakan kedua muncul saat bayi lahir, yaitu gerak refleks.

“Gerakan seperti mengisap puting susu ibu, gerak refleks tangan dan kaki, mengangkat kepala saat ditengkurapkan, dan membuka jari saat telapak tangannya disentuh, merupakan gerakan refleks yang bertujuan untuk bertahan hidup,” tutur konsultan dan stimulator potensi kecerdasan anak ini.

Ditambahkan ayah tiga anak ini, gerak refleks seharusnya distimulasi agar kemampuan awal si kecil terbentuk. Contohnya, bila gerak refleks tangan distimulasi dengan baik, dalam usia 2-3 bulan, bayi memiliki kemampuan menggenggam benda-benda yang berukuran besar.

Stimulasi yang bertahap dan berjenjang akan memberikan manfaat dalam kemampuan dan keterampilan menggenggam pada bayi. Bayi akan mampu menggenggam benda-benda yang lebih kecil hingga akhirnya bisa menggenggam sendok atau pensil warna.

Kemampuan kinestetik lain yang mesti dimiliki bayi usia 3-6 bulan adalah merayap dan merangkak. Kemampuan ini merupakan awal dari perkembangan bergerak maju, duduk, berdiri, dan berjalan. Orangtua bisa menempatkan bola warna-warni di depan bayi saat ia tengkurap. Warna-warni akan menarik bayi untuk mengambil dengan berusaha bergerak maju.

Setelah merangkak, anak akan belajar berjalan. Untuk berjalan, diperlukan kekuatan otot kaki, punggung, perut, keseimbangan tubuh, koordinasi mata-tangan-kaki, serta aspek mental, emosional, dan keberanian. Dengan banyaknya aspek yang terlibat dalam proses berdiri dan berjalan, jumlah sel otak yang terstimulasi pun bertambah banyak. Saat belajar berjalan, anak mencoba merambat dan berdiri sambil berpegangan benda-benda yang kuat.

Usia 1-2 tahun
Di usia setahun, seluruh kemampuan dan keterampilan kinestetiknya sudah terbentuk. Untuk itu, perlu diberikan pengembangan stimulasi dengan penambahan pada bentuk, media, tingkat kesulitan, dan lainnya. Cara yang mudah adalah banyak bermain bersama anak seperti berlari, melompat, melempar, menangkap, berguling, dan lain-lain.

Anak akan lebih mudah belajar melempar daripada menangkap. Agar kemampuan anak menangkap bola atau benda bertambah, rajin-rajinlah orangtua bermain lempar-tangkap bola. Dengan cara ini pula kemampuan koordinasi mata dan tangan anak akan terlatih. Bila anak sudah mampu menangkap dan melempar, tingkat kesulitannya bisa ditambah. Contohnya, menambah jarak lempar-tangkap, mengganti bola yang lebih besar dengan yang kecil, serta arah lemparan semakin cepat.

Teknik-teknik tersebut akan membantu menguatkan otot-otot lengan anak serta mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, koordinasi mata-tangan, visual-spasial, kecepatan reaksi, dan kelenturan. Kesemuanya, menurut Bambang, merupakan respon dari sel-sel otak.

Keterampilan motorik halus dan kasar berguna untuk kemampuan menulis, menggambar, melukis, dan keterampilan tangan lainnya. Anak juga bisa dilatih mengembangkan otot kaki, misalnya menendang bola, melompat dengan dua kaki, serta menaiki anak tangga (tentu dibantu orang dewasa).

Usia 3-4 tahun
Di usia ini, keterampilan dan kemampuan anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak usia 1-2 tahun. Perbedaan yang nyata hanya pada kualitasnya. Anak usia 3-4 tahun berlari lebih cepat ketimbang anak usia 1-2 tahun, lemparannya lebih kencang, dan sudah mampu menangkap dengan baik.

Kemampuan motorik kasar otot kaki anak, selain berjalan dan berlari cepat, antara lain mampu melompat dengan dua kaki, memanjat tali, menendang bola dengan kaki kanan dan kiri. Untuk motorik kasar otot lengan, anak mampu melempar bola ke berbagai arah, memanjat tali dengan tangan, mendorong kursi, dan lainnya.

Kemampuan yang melibatkan motorik halus untuk koordinasi mata-tangan, yaitu mampu memantul-mantulkan bola beberapa kali, menangkap bola dengan diameter lebih kecil, melambungkan balon, keterampilan coretan semakin baik.

Agar kemampuan dan keterampilan motorik halus serta kasar kian berkembang, anak bisa diberikan stimulasi kinestetik. Ia mencontohkan beberapa hal seperti berjalan atau berlari zigzag, berjalan dan berlari mundur untuk mengembangkan otak kanan, melompat dengan dua kaki ke berbagai arah, menendang bola dengan kaki kanan atau kiri ke berbagai arah, melempar bola ke berbagai arah dengan bola sedang sampai kecil, melempar bola ke sasaran seperti huruf, angka, atau gambar, menangkap bola dari berbagai arah, bermain bulutangkis, mencoret-coret berbagai bentuk geometri untuk mengembangkan otak kiri dan kanan, serta menggerakkan kedua tangan dan kaki dengan memukul drum mainan.

Usia 5-6 tahun
Pada usia 5-6 tahun, hampir seluruh gerak kinestetiknya dapat dilakukan dengan efisien dan efektif. Gerakannya pun sudah terkoordinasi dengan baik. Namun, seperti diungkapkan Bambang, anak kelompok usia ini lebih menyukai permainan yang tidak banyak melibatkan motorik kasar. Mereka lebih menyukai permainan yang menggunakan kemampuan berpikir seperti bermain puzzle, balok, bongkar pasang mobil, serta mulai tertarik pada games di komputer maupun play station.

Faktor genetika memang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak saat dilahirkan. Namun kecerdasan saat anak beranjak dewasa juga ditentukan dari nutrisi dan stimulasi yang diberikan oleh orang tua mereka. Kedua hal ini, yaitu nutrisi dan stimulasi, bahkan paling berperan menentukan kecerdasan anak dalam masa pertumbuhan.
Saat seorang anak dilahirkan, otaknya belum tumbuh dengan sempurna. Pertumbuhan otak anak ini berlangsung pada usia lima tahun pertama atau biasa disebut periode emas pertumbuhan. Pada masa inilah orangtua berperan sangat penting dalam memberikan stimulasi agar perkembangan otak optimal dan anak mencapai kecerdasan yang tinggi di kemudian hari.

Stimulasi adalah kegiatan merangsang dan melatih kemampuan anak yang berasal dari lingkungan luar anak (orang tua atau pengasuhnya). Untuk itu tentu saja anak juga membutuhkan dukungan nutrisi yang cukup berupa protein, energi serta asam lemak essensial seperti AA, DHA, asam amino essensial T&T (Tirosin dan Triptofan), mineral seperti Fe, Ca, Zn.

"Tujuan stimulasi untuk balita usia 0-1 tahun adalah agar mereka harus mengenal sumber suara dan mencari objek yang tidak kelihatan, melatih kepekaan perabaan, koordinasi mata-tangan dan mata- telinga," ujar Dr. dr. Kusnandi Rusmil Sp.A (K), Ahli Tumbuh Kembang Anak dari Rumah Sakit Hasan Sadikin.
Sedangkan untuk balita usia 2-3 tahun stimulasi yang diperlukan adalah melatih mengembangkan ketrampilan berbahasa, warna, mengembangkan kecerdasan dan daya imajinasi. Tahapan balita usia 3-6 tahun adalah mengembangkan kemampuan perbedaan dan persamaan, berhitung, menambah dan sportivitas. Stimulasi akan membuat sistem syaraf berfungsi dengan baik.
"Tumbuh kembang otak manusia mencapai puncaknya saat balita mencapai usia lima tahun. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi untuk tumbuh kembang otak yang optimal bagi balita harus diperoleh setiap harinya dari 3 kali makan utama, 2 kali snack dan 2 gelas (400ml) susu," ujar Yeni Novianti, Ahli nutrisi Frisian Flag Indonesia.

Selain bantuan stimulasi dan nutrisi, yang tidak kalah penting adalah dukungan keluarga dalam mengoptimalkan stimulasi pada anak. Pemberian stimulasi dan nutrisi pada anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pengasuh atau baby sitter. Orangtua harus berperan aktif membina kebersamaan keluarga dan menciptakan waktu berkualitas (quality time) dengan waktu yang sedikit namun dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Hal itu bisa diterapkan dalam hal sederhana misalnya makan bersama. Kesempatan itu dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan aneka ragam makanan, nama dan warnanya kepada anak, serta mengajarkan ketrampilan makan.

Saat anak minum susu dapat dibarengi membacakan buku cerita atau menonton televisi sambil menyelipkan pesan manfaat minum susu bagi anak. Usahakan mendampingi anak dan bercakap-cakap saat menonton televisi. Ajak anak berolahraga atau bermain mengenal alam dan lingkungannya pada akhir pekan.

"Kebersamaan antar orang tua dan anak sangat dibutuhkan untuk menjalin komunikasi guna memungkinkan pemberian stimulasi dan nutrisi yang tepat untuk anak, " ujar Psikolog anak dari Uiversitas Indonesia, Efriyani Djuwita MSi.
Kebutuhan stimulasi atau upaya merangsang anak untuk memperkenalkan suatu pengetahuan ataupun keterampilan baru ternyata sangat penting dalam peningkatan kecerdasan anak. Stimulasi pada anak dapat dimulai sejak calon bayi berwujud janin, sebab janin bukan merupakan makhluk yang pasif. Di dalam kandungan, janin sudah dapat bernapas, menendang, menggeliat, bergerak, menelan, mengisap jempol, dan lainnya. Sedangkan stimulasi utama diberikan khusus untuk anak usia 0 - 7 tahun.

Di dalam perkembangan seorang anak, stimulasi merupakan suatu kebutuhan dasar. Stimulasi dapat berpe-ran untuk peningkatan fungsi sensorik (dengar, raba, lihat rasa, cium), motorik (gerak kasar, halus), emosi-sosial, bicara, kognitif, mandiri, dan kreativitas (moral, kepemimpinan). Selain itu, stimulasi juga dapat merangsang sel otak (sinaps).

Seorang pembicara, Hartono Gunardi, mengatakan, sel otak pada bayi dibentuk semenjak 6 bulan masa kehamilan. Karena itu, proses stimulasi sudah bisa dan harus dilakukan semenjak usia janin 23 minggu. Dalam masa kehamilan, proses stimulasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti rangsang suara (adanya efek Mozart), gerakan perabaan, bicara, menyanyi, dan bercerita.

Menurut Hartono, semakin dini dan semakin la-ma stimulasi itu dilakukan, maka akan semakin besar manfaatnya. Katanya, ada beberapa tahapan kegunaan dari proses stimulasi pada bayi ketika pertama kali dilahirkan. Pada usia bayi 0 - 6 bulan, penyesuaian dan persepsi ibu dapat terbentuk melalui proses stimulasi. Sedangkan, pada usia 0 - 36 bulan intelektual dan perilaku mulai terbentuk. Sementara pada usia 0 - 48 bulan, kognitif , dan 0-96 bulan keahlian membaca dan menulis perlu dirangsang. "Stimulasi semenjak dini juga sangat diperlukan dalam merangsang perkembangan otak, baik itu otak kanan maupun otak kiri," tambahnya.

Sementara itu, Psikolog dan Play Therapist, Mayke S Tedjasaputra, mengatakan, respons terhadap suara dan vibrasi tampaknya dimulai pada usia 26 minggu masa kehamilan dan meningkat sampai akhirnya menetap pada usia 32 minggu. Ia menceritakan, ada suatu penelitian yang meneliti tentang respons janin berusia 26 minggu yang diperdengarkan sebuah cerita secara terus menerus oleh ibunya.

Hasilnya, kata Mayke, di usia 3 hari setelah kelahirannya, bayi tersebut ternyata menghisap putting ibunya secara lebih aktif dibandingkan ketika mendengar dua cerita lain yang jarang diceritakan oleh ibunya. "Respons terhadap suara ibu pun lebih aktif bila dibandingkan respons terhadap suara-suara orang lain," ujarnya melanjutkan cerita.

Menurut Mayke, usapan halus yang dilakukan di perut ibu yang sedang mengandung juga diperlukan untuk membuat janin merasa tenang. Katanya, bila janin banyak bergerak, seorang ibu dapat melakukan usapan lembut pada perutnya. Tetapi, sekalipun stimulasi untuk janin diperlukan, dalam pelaksanaannya haruslah dilakukan secara bijaksana. "Jangan sampai orang tua terlalu bersemangat menstimulasi janinnya sehingga lupa kebutuhan janin untuk beristirahat," tambahnya

Dalam penjelasannya, Mayke menegaskan akan pentingnya bermain dalam proses stimulasi yang dilakukan pada anak. Sebab, menurut Mayke bermain adalah dunia kerja anak. "Nah dalam proses bermain inilah penyediaan waktu orang tua untuk menjadikan sarana bermain sebagai media efektif peningkatan kecerdasan anak sangat diperlukan," tambahnya.

DHA-ARA

Di lain hal, Soepardi Soedibyo dalam penjelasannya, mengatakan akan pentingnya zat asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam arakhidonat (ARA) pada bayi. Menurutnya, zat DHA-ARA sangat diperlukan dalam proses perkembangan kecerdasan bayi, baik ketika masih didalam kandungan maupun setelah lahir.

Kandungan DHA dan ARA telah teruji secara klinis membantu perkembangan otak dan meningkatkan ketajaman penglihatan. "Ketika sebelum lahir, suplai zat ini diberikan oleh ibu melalui plasenta, sedangkan setelah lahir diberikan melalui Air Susu Ibu atau ASI," ungkapnya. Oleh karena itu tambahnya, ASI merupakan satu hal yang penting bagi seorang ibu untuk diberikan kepada bayi. Menurutnya, bayi yang mendapatkan ASI, tingkat IQ atau kecerdasannya lebih baik.

Kematangan sistem imun pada bayi yang diberikan ASI juga lebih baik daripada formula biasa. "Sebab, kandungan DHA-ARA terdapat pada ASI, bukan pada susu sapi," terangnya.

Soepardi menambahkan, proses pemberian ASI pada bayi yang paling baik adalah pada masa enam bulan pertama setelah lahir. Pada masa itu, kandungan LC-PUFA (asam lemak yang diperlukan pada saat pembentukan sel membran, otak dan penglihatan) cukup dipenuhi kebutuhannya bagi bayi. Bayi baru lahir tidak mampu mensintesiskan secara keseluruhan untuk kebutuhannya, sehingga perlu mendapat AA dan DHA yang berasal dari LC-PUFA dari ibu semasa kehamilan.

Selain berguna bagi bayi, pemberian ASI pada bayi dikatakan Soperdi sangat memberikan keuntungan pada seorang ibu. Risiko keganasan pada payudara, ovarium, dan uterus, maupun osteoporosis dapat dikurangi dengan memberikan ASI pada bayi. "Keuntungan yang lain adalah mempercepat penyembuhan sesudah melahirkan dan pengembalian berat badan," tambahnya.

“Nutrisi itu adalah basic atau infrastruktur. Kalau infrastruktunya bagus, maka mudah menerima stimulasi. Kalau stimulasi baik, maka mudah menerima pelajaran,” jelas Dr Dwi Putro Widodo SpA(K), konsultan ahli saraf anak RSCM.

Nyatanya, tegas Dr Dwi, setelah dilahirkan, stimulasi jauh lebih dibutuhkan seorang anak daripada nutrisi. Karena saat itulah, inderanya sudah berkembang sempurna. Hanya ada satu periode dalam kehidupan manusia untuk melewati Golden Period atau Golden Age. Periode yang dimulai sejak janin berusia kira-kira 28 minggu (trimester ketiga) hingga anak usia tiga tahun ini sangat optimal bagi anak untuk menerima berbagai stimulasi.

“Selama periode tersebut, terjadi percepatan pertumbuhan otak anak. Dari yang semula 350 gram menjadi 1200 gram. Tidak berbeda jauh dengan otak orang dewasa yang beratnya 1250 gram karena setelah usia tiga tahun, otak kita berkembang lamban,” terang Dr Dwi.

Stimulasi berupa pengalaman sensorik (mendengar, melihat, meraba, menghirup, dan mengecap) merupakan ”guru” yang sangat baik untuk sel-sel otak si kecil. Pengalaman sensorik mengajarkan sel-sel otak tentang tugasnya. Semakin dini dan semakin sering Moms menstimulasi otak si kecil, maka semakin besar manfaatnya terhadap tumbuh kembangnya.

“Proses pembelajaran pada seorang anak terjadi pada saat ia terekspos berbagai stimulasi. Stimulasi yang berulang-ulang membantu sel otak anak membentuk koneksi antarsel saraf otak sehingga mendukung proses pembelajaran dan daya ingat,” jelas Dr Dwi. (fn/k2m/gz/ok)

Friday, July 17, 2015

Es Kuwut


ini resep dari mba Endang Indrawati, nikmaaat dan seger banget pas buat buka puasa, isinya :

Kelapa muda plus airnya
Melon
Biji selasih
Sirup ABC rasa leci
Jeruk Limau ambil airnya saja
Es batu

Wednesday, July 15, 2015

Permen Agar2
Bahan : 4 bungkus agar2 , 800gr gula pasir , 500cc air , pewarna makanan
Cara Buat :
Rebus smw bahan sampai mendidih ( sperti membuat agar2 biasa ) lalu kmdian tuang d loyang kotak / persegi .
setelah dingin dan keras potong2 dgn memakai pisau bergerigi agar potongan terlihat cantik.
susun d loyang datar , beri jarak sedikit d antara permen lalu jemur sambil sesekali d bolak balik agar rata keringnya.
penjemuran kadang memakan waktu 2 - 3 hari sa'at cuaca cerah ...klo mendung berawan susah kluwar kristalnya
klo sdh klwar krital gulanya dn sa'at d pegang sdh keras berarti agar2 kering dh jadi dn siap d simpan d toples
BLACK NASTAR by Sahak P

Bahan A 
3 kuning telur 
1 putih telur 
200 gram margarin 
100 gram butter 
250 gula palm 
¼ sdt garam 

Bahan B 
425 gram tepung terigu 
25 gram susu bubuk 
50 gram coklat bubuk (25 noir+coklat van houtan)
30 gram maizena 

Bahan C 
500 gram selai nanas 

Cara membuat : 
1. Bahan A dikocok hingga mengembang 
2. Masukan bahan B, aduk rata 
3. Ambil 1 sdt pipihkan lalu beri bahan C kemudian bentuk sesuai selera 
4. Panggang dengan suhu 160 derajat selama 30 menit atau sampai matang.

Tuesday, July 14, 2015

Kaak
By Arqokha Food/Diana Gasim

Bahan2 :
Telor 6
Mentega 400 gr, wisman /Orchid butter 200 gr kocok terpisah ...
Soda 2 sdm meres
Gula merah yg item /aren 600gr
2 sdm Bumbu kaak
4 sdm Jahe
2 sdm Jinten/25 gr jinten hitam
Kapol dan cengkeh 10  halus -+ 1,5 sdt
Kenari cincang 200 gr
Terigu 1,5 kg

4 sdm SKM Atau gula pasir 2 sdm Kalo gula seen 500 gr

Cara membuat
1. Mentega kocok pisah Kalo mau di cetak baru di campur.

2. Kocok telor dan gula lalu bumbu2 dan kasih terigu. Adonan agak encer jgn terlalu kental

3. Diamkan semalaman kurleb 8-10 jam

4. Jika mau di cetak Baru mentega di campurkan....

5. Cetak n bakar api 120

Kalo Kue sdh matang tutup saja pake serbet semalaman baru masukin ke toples ....


************

Kaak ala Ayu Gasim

Bahan2 :
Telor 6
Mentega 500 gr, wisman 100 gr kocok terpisah ...
Soda 2 sdm meres
Gula merah yg item /aren 1/2 kg
2 sdm Bumbu kaak
2 sdm Jahe
2 sdm Jinten
Kapol dan cengkeh halus
Kenari cincang 200 gr
Terigu 1,5 kg
4 sdm SKM Atau gula pasir 2 sdm

Cara membuat
1. Mentega kocok pisah Kalo mau di cetak baru di campur.

2. Kocok telor dan gula lalu bumbu2 dan kasih terigu

3. Diamkan semalaman

4. Cetak dan bakar

Diamkan semalaman(10 jam) pagi mau di cetak Baru mentega di campurkan....

Kalo Kue sdh matang tutup saja pake serbet semalaman baru masukin ke toples ....

****************
Kue untuk hidangan Lebaran yang satu ini tergolong istimewa. Selain enak untuk camilan, kue berwarna coklat tua ini juga memiliki fungsi sebagai jamu, karena bahan-bahan untuk membuatnya yang mengandung khasiat. Ka'ak namanya.

Kue ka'ak adalah tradisi kuliner di kalangan etnis Arab namun masuk dalam warisan kekayaan Indonesia. Namun sayangnya, saat ini sudah tidak banyak warga keturunan Arab yang membuat kue tersebut. Mungkin salah satu penyebabnya karena pembuatannya yang tergolong rumit.

bahan yang dibutuhkan untuk membuat ka'ak adalah jahe, kayu manis, cengkih, kapulaga, adas, madu, telur ayam kampung, gula, tepung terigu, minyak samin, mentega dan jinten hitam.

Seluruh bumbu atau rempah tersebut dijemur kering sebelum diolah. Setelah itu disangrai sebentar, kemudian digiling. 

Dari bahan-bahan bumbu, semua bahan mengandung khasiat jamu, seperti jinten hitam, cengkih, adas, jahe, kapulaga, madu dan telur ayam kampung.

kue ini merupakan warisan tempo dulu di kalangan Arab tapal kuda di Jawa Timur. Namun, saat ini kue itu sudah jarang ditemukan dan tidak pernah dijual di pasaran.

Kue ini sangat istimewa bagi kalangan keturunan arab di Indonesia. "kalau Lebaran tidak ada kue ka'ak, rasanya kurang lengkap,"


Bahan-bahan yang diperlukan untuk kue kering ka’ak :
Resep dari geogle

600 gram tepung terigu
250 gram mentega
250 gram gula palem
3 butir telur ayam
1 sdm soda kue
2 sdt bumbu spekuk
2 sdt bubuk jinten hitam
2 sdt bubuk kapulaga
2 sdm susu kental manis
2 ons kenari, cincang kasar

Cara membuatnya :
1. Semua bahan diaduk jadi adonan yang agak kalis. 
2. Diamkan semalaman atau minimal tiga jam untuk hasil yang bagus.
3. Dicetak atau bentuk sesuka hati.
4. Dipanggang dengan oven.
5. Lalu Siap dihidangkan.
6. Abisken!

Monday, July 13, 2015

Chesse Stick

Parmesan cheese stick.Resep dr 60 Resep Cake & Cookies Antigagal oleh Fatmah Bahalwan Ncc & Tim NCC.Ini resepnya:
300 gr tepung terigu protein sedang
200 gr tepung sagu kualitas baik
1 sdt garam
4 btr telur
30gr mentega
100gr keju parmesan parut. Kalo pake craft ditambah jadi 180 gr

Cara membuat:
1.dlm wadah,campur tepung terigu,tepung sagu & garam halus aduk rata.buat cekungan d tengahnya.

2.Masukkan telur,aduk rata.Beri keju parmesan,aduk & uleni sampai bergumpal,tambahkan mentega,uleni hingga kalis.

3.Tipiskan adonan dg gilingan mi secara bertahap hingga paling tipis. (aku terakhir pake no 4).Taburi tepung sagu,teruskan menggiling dg pisau mi lebar.(kl gandeng d pisahin ya)

4.Panaskan minyak dlm jml byk,goreng hingga kuning kecoklatan & kering.angkat & tiriskan.Gorengnya d aduk2 ya.

5.Simpan dlm stoples kedap udara.

NB.REsep ini memang gak pake air ya,kl terlalu keras adonan bisa d tambah air sedikit d akhir adukan.
Puding Busa Jeruk

Segeeer banget makan puding dengan sensasi rasa jeruk, apalagi kalo ditambah vlanya. Pertama liat resep ini di blo...selengkapnya

Bahan-bahan
secukupnya Jeruk Mandarin Kaleng
2 bungkus Agar-agar plain
200 gram Gula Pasir
750 ml Air
4 butir Putih Telur
90 gram Nutrisari
1 sendok teh Vanilla Essence
secukupnya Pewarna Kuning

Langkah

1. Masak gula, air, dan agar-agar di panci sampai mendidih, matikan kompor. Tata jeruk mandarin di dasar cetakan puding. Tuang sedikit agar-agar yang sudah mendidih (untuk mengikat jeruk). Tuang nutrisari ke dalam agar-agar. Aduk menggunakan whisker sampai larut. Diamkan sampai uap panasnya hilang.

2. Selagi menunggu agar-agarnya dingin, siapkan mixer, masukkan putih telur dan vanilla essence. Mixer dengan speed tinggi sampai kental berbusa dan hard peak. (Jika busa disendokkan, busa tidak jatuh). Tuang agar-agar yang sudah dingin ke dalam putih telur. Aduk rata, bisa gunakan mixer speed rendah. Beri pewarna kuning jika mau. Aduk rata. Tuang ke dalam cetakan puding yang sudah disiapkan.

3. Note : Memasukkan agar-agar kedalam putih telur harus dalam keadaan uap panasnya sudah hilang atau suam-suam kuku. Artinya jika kita memasukkan kuku kita, tidak terasa panas. Kalau tidak, busa putih telur dan agar-agar akan terpisah dan tidak menyatu. Sajikan dingin bersama dengan vla lebih enak.