Friday, December 2, 2016

*Bismillahirrohmanirohiim*
‎
Wahai ayah, bunda ... jadikan setiap moment yang kita lalui untuk mendidik buah hati kita . Jangan lewatkan moment dan peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Lakukan diskusi dan dialog sejak dini. ‎

Saya sangat mengerti ada kekhawatiran dalam diri kita,bahwa anak-anak kita masih kecil, belum saatnya mengenal politik.

Tapi dari peristiwa #aksibelaislam ini begitu banyak pelajaran yang bisa diambil. Bahkan bukan soal berpolitiknya. Yakinlah rasa cinta pada agama dan negara tak tumbuh dalam 1 hari, 1 bulan, bahkan 1 tahun. ‎
‎
Banyak sekali yang kita bisa ambil sebagai pelajaran dari peristiwa beruntun akibat perbuatan sang penguasa, bahwa...
‎
1. Nak, selalu jaga lisanmu ya, lebih baik diam jika tidak bisa berkata-kata yang baik dan benar.

Setiap perbuatan kita, termasuk perkataan kita kelak akan dimintai pertanggung jawaban olehNya ‎

Allah berfirman :‎

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar ... (QS Al Ahzab ayat 70)‎‎

Rasulullah bersabda.‎

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (HR Bukhari dan Muslim)

Apa yg Kita ucapkan Nak baik langsung atau nulis di medsos  sesungguhnya harus yg baik2 sebagai pemberat amal baik  karena malaikat akan mencatatnya ..

Allah berfirman dalam surat Maaf: 17_18

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

2. Nak, jadilah hamba yang patuh dan taat pada Allah, "sami'na wa atho'na". Kelak saat kau dewasa, kau harus tau bahwa kita orang muslim, tidak dipimpin oleh orang kafir, karena telah jelas Allah berfirman dalam Qur'an Surat Al-maidah ayat 51 - 57.

3. Nak, Orang munafik akan tetap selalu ada, mulai sejak jaman Rasulullah ,  Abdullah bin Ubay hingga sekarang.

 Kau harus tahu ciri-ciri orang munafiq, supaya kelak engkau bisa membedakannya. Senantiasa teguhkanlah hatimu,berpeganglah erat pada Al Qur'an dan hadist.

Pandai2 lah mencari kawan Nak agar agamamu tak dikorbankan dan kelak kau di akherat tak menyesal..,janganlah berteman dg orang kafir dan orang  munafiq ...

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Q.S. 25:28

4, Nak, sesungguhnya setiap orang adalah pemimpin, sekalipun itu untuk dirinya sendiri, maka memimpinlah dengan adil, sayangi saudara seimanmu, hargai mereka jikapun tak sependapat, jikapun cara setiap orang menyampaikan kebenaran berbeda.

Yang perlu kau ingat, kita membela hal yang sama, kita sama-sama membela agama kita.

Berbeda Pendapat Bukan Berarti Mesti Bermusuhan

Sungguh mengagumkan apa yang dikatakan oleh ulama besar semacam Imam Syafi’i kepada Yunus Ash Shadafiy -nama kunyahnya Abu Musa-. Imam Syafi’i berkata,

يَا أَبَا مُوْسَى، أَلاَ يَسْتَقِيْمُ أَنْ نَكُوْنَ إِخْوَانًا وَإِنْ لَمْ نَتَّفِقْ فِيْ مَسْأَلَةٍ

“Wahai Abu Musa, bukankah kita tetap bersaudara (bersahabat) meskipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?” (Siyar A’lamin Nubala’, 10: 16).

5. Nak, miliki ahlaq yang sempurna, contohlah Rasulullah  dalam berprilaku. Tauladani Rasulmu.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)

 Sungguh-sungguhlah kamu Nak dalam mempelajari akhlaq dan adab menjadi seorang muslim. Karena nak, Umat muslim adalah umat yang terbaik, Allah yang bilang.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Q.S. 3:110

 Penting sekali bahwa kita ber-adab. Semua prilaku kita, haruslah ber-adab. Termasuk adab bertamu, dan adab menerima tamu.

6. Nak, saat ini, hari ini, umat islam kembali berkumpul di monas, untuk melakukan aksi super damai.

Tidak ada yang bisa menghentikan mereka, tidak ada hambatan bagi mereka, sekalipun panas terik, hujan mengguyur, tanpa kendaraan, saudara seiman kita rela berjalan jauh dr desanya untuk membela agamanya, mereka memiliki semangat untuk membela agamanya.

 Kelak setiap keringat, lelah dan kepayahan mereka akan dibalas Allah dengan balasan yang berlipat. Kelak kaki mereka yang terluka, lecet, perih yang tak tertahankan akan bersaksi di yaumul hisab.

7. Nak, semua peristiwa yang terjadi, peristiwa yang baik dan yang buruk terjadi atas kehendak Allah juga. Telah tertulis di Lauhul Mahfudz.
Hal ini supaya manusia dapat belajar, juga untuk menguji hambanya. Supaya tampak yang beriman dengan yang munafiq.

8. Berjihad lah Nak dengan apa yg kamu punya . Ketika engkau besar nanti Allah akan memberikan rejeki berupa harta maka infaqkanlah utk kemenangan agama Alalh ..... Lihatlah ketika mereka datang dari tempat yg jauh ada yg berjalan kaki, ada yg mengendarai Mobil, ada yg naik pesawat terbang dll ..mereka semua dg ringannya membantu saudara seiman dg tulus ikhlas karena mereka berharap Ridho Allah saja ...

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Q.S. 3:180

9. Jadilah anak yg pemberani karena orang yg beriman itu harus bermental baja dan berani karena orang yg beriman akan di tolong oleh Allah ketika mempunyai niat yg ikhlas karena Allah ....
Orang2 kafir lah yg pantas takut karena mereka musyrik ....

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim. Q.S. 3:151

Yang saya sebutkan diatas hanyalah sedikit point dari banyak hikmah yang bisa kita diskusikan dengan anak kita, sayang jika terlewatkan begitu saja. ‎

Semoga kelak Allah menjadikan anak-anak kita cinta pada agamanya, teguh berdiri membela agamanya.

Teruslah bersabar dan bertaqwa serta bertawakal sehingga tetap waspada karena ujian senantiasa akan kamu hadapi ..

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. Q.S. 3:200

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Q.S. 3:193

Wallahu a'lam bisawab

2 desember 2016
#212
#aksi_bela_Islam
#cara_pandang_seorang_Ibu
JANGAN TERGIUR DENGAN BUIH

Sesungguhnya kemenangan dalam sepanjang sejarah tidak pernah ditentukan oleh peralatan, persenjataan dan perhelatan akbar manusia.

Kejayaan, kemenangan dan kebangkitan umat Islam hanya dengan dakwah dan pendidikan yang benar bukan dengan revolusi dan makar terhadap pemimpin.

قالوا: هل الخروج على الظالم مخالف لأصول
أهل السنة؟

Apakah makar kepada pemimpin yang zalim bertentangan dengan prinsip beragama ahli Sunnah Wal jamaah.

⏪قلنا: نعم. قالوا: أين الدليل؟ قلنا: حديث عبادة ( إلا أن تروا كفرا بواحا)

Jawab, ya. Mereka bertanya, Mana dalilnya? Jawab, Hadits Ubadah bahwa Nabi bersabda, Melainkan kalian melihat kekufuran yang nyata.

  قالوا: الكفر = المعصية.

Mereka berkata, Kekufuran adalah maksiat.

⏪قلنا: خطأ، لحديث عوف بن مالك (إلا من ولي عليه والي فرآه يأتي شيئا من معصية الله فليكره ما يأتي من معصية الله و لا ينزعن يداً من طاعة)

Jawab, Demikian itu pendapat yang salah. Karena hadits Auf bin Malik menegaskan bahwa Nabi bersabda, Kecuali seorang yang mempunyai pemimpin yang melihatnya bermaksiat kepada Allah maka hendaklah membenci kemaksiatan yang diperbuat namun tidak memberontak.

  قالوا: عمر رضي الله عنه قال: (قوموني)
⏪قلنا: إن صحت فقد كانت مواجهة اي بحضوره ينصحونه وايضاً فالتقويم=الإصلاح وليس التغيير والخروج

Mereka berkata, Bukankah Umar berkata, luruskan aku.

Jawab, Jika benar riwayat itu maka maksud berhadapan langsung untuk menasihatinya.
Maksud taqwim adalah ishlah (perbaikan) bukan merubah dengan cara membuat makar.

  قالوا: نصبر إلى متى؟
⏪قلنا: حديث أسيد (حتى تلقوني على الحوض).

Mereka berkata, Sampai kapan kita bersabar.
Jawab, sebagaimana keterangan hadits Usaid bahwa Nabi bersabda, Bersabarlah hingga kalian bertemu aku di telaga.

  قالوا: كيف نأخذ حقنا؟
⏪قلنا: حديث ابن مسعود (وتسألون الله الذي لكم)

Mereka berkata, Bagaimana dengan hak-hak kita?
Jawab, sebagaimana hadits Ibnu Masud bahwa Nabi bersabda, Mintalah hak-hakmu kepada Allah.

  قالوا: الطاعة للحاكم الذي ارتضيناه، لا لمن تغلب.
⏪قلنا: حديث العرباض (وإن تأمر عليكم عبد حبشي)

Mereka berkata, Bukankah ketaatan hanya boleh kita berikan kepada pemimpin yang kita sukai bukan yang kita benci.
Jawab, sebagaimana hadits Irbadh bahwa Nabi bersabda, Kalian harus mendengar dan mentaatinya meskipun kalian dipimpin seorang budak.

  قالوا: الصبر على الذي يحكم بالشرع لكن يتجاوز أما من لا يهتدي بالشرع و يحكم بهواه فلا تجرى عليه هذه النصوص.
⏪قلنا: كذبتم، لحديث حذيفة (لا يهتدون بهداي ولا يستنون بسنتي.........فاسمع وأطع)

Mereka berkata, Sabar hanya atas pemimpin yang berhukum dengan hukum Syariat kemudian bersikap melampaui batas tetapi pemimpin yang tidak berhukum syar'i bahkan berhukum dengan hawa nafsu maka Nash-Nash tersebut tidak berlaku buatnya.
Jawab, Kalian berdusta karena hadits Hudzaifah menegaskan bahwa Rasulullah bersabda, Akan muncul pemimpin yang tidak memakai petunjukku dan menerapkan sunnahku maka tetaplah mendengar dan mentaati.

  قالوا: أين فهم السلف؟
⏪قلنا: أجمعوا على حرمة الخروج، نقل الإجماع: النووي وابن حجر وابن تيمية و الشوكاني.

Mereka berkata, Manakah pemahaman ulama salaf yang kalian pakai?
Jawab, Mereka berijma atas haramnya makar kepada pemimpin . Diantara ulama yang mengutip Ijma adalah Imam Nawawi, Ibnu Hajar, Ibnu Taimiyah dan Syaukani.

  قالوا: كيف أجمعوا وهذا ابن الزبير قد خرج؟
⏪قلنا: كذبتم، لم يخرج على ولي الأمر لأنه لم يكن آنذاك للمسلمين إمام و كان الأمر مترددا بعد و فاة يزيد، وابن الزبير بايعه أهل مكة وخضعت له الحجاز.

Mereka berkata, Bagaimana mereka bisa menyatakan Ijma sementara Abdullah bin Zubair pernah memberontak?
Jawab, Kalian berdusta, Beliau tidak memberontak kepada pemimpin sah pada waktu itu, bahkan saat itu masa kekosongan atas kepemimpinan kaum muslimin setelah wafatnya Yazid belum ada pengganti yang legitimid sementara Abdullah dibait oleh ahli Mekah dan dinobatkan menjadi pemimpin Hijaz.

  قالوا: فماذا عن خروج الحسين؟
⏪قلنا: لم يخرج لمنازعة الأمر وغرر به أهل البصرة و قالوا له أقبل إلينا ليس علينا إمام، فلما تبينت له الخدعة ندم وطالب بالرجوع إلى أهله أو الذهاب إلى يزيد أو إلى الثغور، فلم يمكنه الظلمة وقتلوه مظلوما شهيدا رضي الله عنه.

Mereka berkata, Bagaimana pandangan Anda terhadap pemberontakan Husain?
Jawab, Beliau keluar bukan dalam rangka memberontak pemimpin yang sah namun beliau keluar terpancing oleh propokasi warga Bashrah, di mana mereka mengatakan, wahai Husain silahkan bergabung kepada kami karena kami tidak punya pemimpin, setelah beliau tahu itu hanya tipuan maka beliau menyesal dan minta kembali, atau bergabung dengan Yazid atau pingin tinggal diperbatasan. Namun tukang fitnah yang zalim tidak memberinya kesempatan sama sekali, yang akhirnya beliau terbunuh dalam keadaan teraniaya dan Syahid.

 قالوا: وقد خرج غيرهما فأين الإجماع؟
⏪قلنا: قال ابن حجر (خروج جماعة من السلف كان قبل استقرار الإجماع على حرمة الخروج على الجائر) (مرقاة المفاتيح-ح:1125)
و نقل النووي: (و قيل إن هذا الخلاف كان أولاً ثم حصل الإجماع على منع الخروج عليهم)

Mereka berkata, Ada juga selain Abdullah bin Zubair dan Husain yang memberontak, bagaimana bisa dikatakan Ijma?
Jawab, Ibnu Hajar keluarnya beberapa pihak dari generasi salaf sebelum terjadinya konsensus Ijma atas haramnya memberontak pemimpin yang jahat ( Mirqatul Mafatih ) atau Imam Nawawi berkata, Atau boleh jadi perbedaan itu pernah terjadi namun akhirnya muncul Ijma secara permanen tentang larangan memberontak pemimpin yang sah.

 قالوا ( كلمة حق عند سلطان جائر )
⏪قلنا : 1-  النبى ﷺقال (كلمة) لا اعتصام أو مظاهرة
2- قال( حق) لا شتم وسب
3- قال( عند) أى فى مكانه لا فى الشوارع والميادين وعلى المنابر كما قال النبى ﷺ(من أراد أن ينصح لذي سلطان فلا يبده علانية، ولكن يأخذ بيده فيخلو به، فإن قبل منه فذاك وإلا كان قد أدى الذي عليه)
4- النبى ﷺأثبت أنه سلطان ظالم ومع ذلك لم يأذن فى الخروج عليه إنما قال (اسمع واطع ولو ضرب ظهرك وأخذ مالك) مسلم.

Mereka berkata, Bukankah jihad terbesar, adalah kalimat yang haq di sisi pemimpin yang jahat.
Jawab,
1. Nabi bersabda, Dengan kalimat ( nasehat ) bukan baikot dan demo.
2. Dengan kalimat yang haq bukan dengan cacian dan celaan.
3. Di sisi berarti tidak di jalan-jalan, tempat terbuka dan mimbar bebas karena Nabi bersabda, Jika diantara kalian ingin menasihati pemimpin maka jangan dengan terbuka, bahkan hendaknya ambil tangannya dan berdua saja. Bila dia menerima maka tujuan tercapai dan bila tidak menerima, maka dia telah menunaikan kewajiban.
4. Bahkan Nabi menegaskan bahwa akan muncul pemimpin yang zalim tapi beliau tidak menyuruh makar bahkan beliau bersabda, hendaklah kamu mendengar dan mentaati meskipun dia memukul punggungmu dan mengambil hartamu.(Shahih Muslim)

  قالوا: ارتفعت الأسعار وصعبت المعيشة بسبب ظلم الحاكم.
⏪قلنا: لو خرج الشعب لضاق العيش أكثر، ولفقد الأمن ولسفكت الدماء و هتكت الأعراض، وكل من عرف التاريخ يوقن أن الخروج ما جاء بيوم خير قط.

Mereka berkata, Harga-harga barang melambung, hidup mengalami krisis berat akibat pemimpin yang zalim.
Jawab, Kalau rakyat memberontak maka krisis akan lebih parah, karena tidak aman, terjadi pertumpahan darah dan pemerkosaan. Siapa yang mengetahui sejarah dengan baik pasti paham bahwa pemberontakan tidak mendatangkan kebaikan sama sekali.

   قالوا: إذن ما الحل؟
⏪قلنا: الله أكبر الله أكبر،
الحل: التوبة والاستغفار (إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم) غيروا الشرك إلى التوحيد و البدعة إلى السنة والمعصية إلى الطاعة...(و لو أن أهل القرى آمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والأرض)[ الأعراف]
وقيل لبعض السلف: (غلت الأسعار قال: أخفضوها بالاستغفار).

Mereka berkata, Terus bagaimana solusi terbaik?
Jawab, Allahu akbar, Allahu akbar!
Solusinya, Taubat dan istighfar karena sesungguhnya Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum hingga kaum itu sendiri merubah dirinya. Rubahlah Syirik kepada tauhid, bid'ah menjadi Sunnah dan maksiat menuju ketaatan.
Allah berfirman, seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa maka akan kami kucurkan keberkahan dari langit dan bumi. (Al'araaf).

Dikatakan kepada salah seorang ulama salaf, harga-harga barang melambung tinggi. Maka beliau menjawab, Turunkan dengan istighfar.
منقوول....
🚧 APABILA CARA ‘JIHAD’ DAN ‘NAHI MUNKAR’ ANDA TIDAK SYAR’I MAKA ANDA TIDAK BERSABAR

Bersabar menghadapi kezaliman penguasa adalah prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tidak sabar, lalu melakukan ‘jihad’ atau ‘nahi munkar’ dengan cara yang tidak syar’i adalah prinsip Khawarij, yaitu melakukan pemberontakan terhadap penguasa muslim, baik memberontak dengan senjata maupun dengan kata-kata, seperti dengan melakukan demontrasi; ‘jihad’ konstitusi yang berasas demokrasi, bukan jihad syar’i.

📚 PENJELASAN ULAMA BAHWA DEMONSTRASI ADALAH TRADISI ORANG-ORANG KAFIR

Al-Imam Al-'Allamah Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah berkata,

صحيح ان الوسائل إذا لم تكن مخالفة للشريعة فهي الأصل فيها الإباحة، هذا لا إشكال فيه، لكن الوسائل إذا كانت عبارة عن تقليد لمناهج غير إسلامية فمن هنا تصبح هذه الوسائل غير شرعية، فالخروج للتظاهرات او المظاهرات وإعلان عدم الرضا او الرضا وإعلان التاييد أو الرفض لبعض القرارات أو بعض القوانين، هذا نظام يلتقي مع الحكم الذي يقول الحكم للشعب، من الشعب وإلى الشعب، أما حينما يكون المجتمع إسلاميا فلا يحتاج الأمر إلى مظاهرات وإنما يحتاج إلى إقامة الحجة على الحاكم الذي يخالف شريعة الله.

"Benar bahwa sarana-sarana jika tidak menyelisihi syari'at maka hukum asalnya mubah, ini bukan masalah. Tetapi sarana-sarana jika merupakan taklid terhadap manhaj yang bukan Islam, maka menjadi tidak sesuai syari'at, maka keluar untuk aksi terbuka atau demonstrasi dan menampakkan penentangan atau persetujuan, atau menunjukkan dukungan atau penolakan atas sebagian aturan atau undang-undang; metode ini sama dengan aturan (demokrasi) yang mengatakan bahwa hukum milik rakyat; dari rakyat dan untuk rakyat. Adapun masyarakat Islam, tidaklah membutuhkan demonstrasi, melainkan iqomatul hujjah (penyampaian ilmu) kepada Penguasa yang menyelisihi syari'at Allah ta'ala." [Mauqi' Al-Albani]

Al-Imam Al-'Allamah Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah juga berkata,

هذه التظاهرات الأوربية ثم التقليدية من المسلمين، ليست وسيلة شرعية لإصلاح الحكم وبالتالي إصلاح المجتمع، ومن هنا يخطئ كل الجماعات وكل الأحزاب الاسلامية الذين لا يسلكون مسلك النبي صلى الله عليه وسلم في تغيير المجتمع، لا يكون تغيير المجتمع في النظام الاسلامي بالهتافات وبالصيحات وبالتظاهرات، وإنما يكون ذلك على الصمت وعلى بث العلم بين المسلمين وتربيتهم على هذا الاسلام حتى تؤتي هذه التربية أكلها ولو بعد زمن بعيد.

“Demonstrasi ini yang asalnya dari orang-orang kafir Eropa, kemudian diikuti oleh kaum muslimin, bukanlah sarana yang sesuai syari’at untuk memperbaiki hukum (pemerintah) ataupun memperbaiki masyarakat, maka dari sini jelas kesalahan semua kelompok-kelompok dan golongan-golongan Islam yang tidak menempuh jalan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam merubah masyarakat, karena tidaklah mungkin merubah masyarakat dalam aturan Islam dengan cara menyuarakan yel-yel, berteriak-teriak dan berdemonstrasi. Hanyalah melakukan perubahan itu dengan cara tidak menyuarakan kebatilan dan menyebarkan ilmu di tengah-tengah kaum muslimin dan mendidik mereka di atas agama Islam yang benar ini sampai usaha pendidikan ini membuahkan hasil walau menempuh waktu yang lama.” [Mauqi' Al-Albani]

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

المظاهرات ليست من دين الإسلام لما يترتب عليها من الشرور من ضياع كلمة المسلمين من تفريق بين المسلمين لما يصاحبها من التخريب وسفك الدماء لما يصاحبها من الشرور، وليست المظاهرات بحل صحيح للمشكلات، ولكن الحل يكون بإتباع الكتاب والسنة

“Demonstrasi bukan berasal dari agama Islam, karena kejelekan-kejelekan yang timbul darinya seperti terpecahnya kesatuan kaum muslimin, disertai dengan pengrusakan dan pertumpahan darah serta berbagai kejelekan lainnya. Demonstrasi bukan solusi yang benar, akan tetapi solusi itu adalah dengan mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah.” [Mauqi’ Al-Fauzan]

📚 PENJELASAN ULAMA BAHWA PEMBERONTAKAN TERJADI DENGAN SENJATA DAN KATA-KATA

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

بل العجب أنه وُجّه الطعن إلى الرسول صلى الله عليه وسلم ، قيل لـه : اعدل، وقيل لـه: هذه قسمة ما أريد بها وجه الله. وهذا أكبر دليل على أن الخروج على الإمام يكون بالسيف ويكون بالقول والكلام، يعني: هذا ما أخذ السيف على الرسول صلى الله عليه وسلم، لكنه أنكر عليه.

ونحن نعلم علم اليقين بمقتضى طبيعة الحال أنه لا يمكن خروج بالسيف إلا وقد سبقه خروج باللسان والقول. الناس لا يمكن أن يأخذوا سيوفهم يحاربون الإمام بدون شيء يثيرهم، لا بد أن يكون هنـاك شيء يثـيرهم وهو الكلام. فيكون الخروج على الأئمة بالكلام خروجاً حقيقة، دلت عليه السنة ودل عليه الواقع

“Sangat mengherankan tatkala celaan itu diarahkan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (yaitu yang dilakukan oleh pentolan Khawarij, Dzul Khuwaisiroh). Dikatakan kepada beliau, “Berlaku adillah!” Juga dikatakan, “Pembagianmu ini tidak menginginkan wajah Allah!” Ini adalah sebesar-besarnya dalil yang menunjukkan bahwa memberontak kepada penguasa bisa jadi dengan senjata, bisa jadi pula dengan ucapan dan kata-kata. Maksudnya, orang ini tidaklah memerangi Rasul -shallallahu’alaihi wa sallam- dengan pedang, akan tetapi ia mengingkari beliau (dengan ucapan di depan umum).

Kita tahu dengan pasti bahwa kenyataannya, tidak mungkin terjadi pemberontakan dengan senjata, kecuali telah didahului dengan pemberontakan dengan lisan dan ucapan. Manusia tidak mungkin mengangkat senjata untuk memerangi penguasa tanpa ada sesuatu yang bisa memprovokasi mereka. Mesti ada yang bisa memprovokasi mereka, yaitu dengan kata-kata. Jadi, memberontak terhadap penguasa dengan kata-kata adalah pemberontakan secara hakiki, berdasarkan dalil  As-Sunnah dan kenyataan.” [Fatawa Al-‘Ulama Al-Akabir, hal. 96]

Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi hafizhahullah berkata,

فلا يجوز للإنسان أن ينشر المعايب. هذا نوع من الخروج, إذا نُشِرَتِ المعايب -معايب الحكام والولاة- على المنابر, وفي الصحف والمجلات, وفي الشبكة المعلوماتية؛ أبغض الناس الولاة, وألبوهم عليهم, فخرج الناس عليهم

“Tidak boleh bagi seseorang untuk menyebarkan aib-aib Pemerintah, ini termasuk pemberontakan, apabila aib-aib Penguasa disebarkan di mimbar-mimbar, koran-koran, majalah-majalah dan jaringan informasi, maka membuat orang-orang marah dan berkumpul untuk melawan, maka mereka pun memberontak kepada Pemerintah.” [Syarhul Mukhtar fi Ushulis Sunnah, hal. 339]

📚 BERSABAR MENGHADAPI KEZALIMAN PENGUASA ADALAH PRINSIP AHLUS SUNNAH YANG MEMBEDAKAN DENGAN KHAWARIJ

Apabila penguasanya adil maka Ahlus Sunnah dan golongan-golongan sesat seperti Khawarij dan yang semisalnya tidaklah berbeda pendapat untuk tunduk dan patuh kepadanya, serta tidak memberontak.

Perbedaan Ahlus Sunnah dan Khawarij apabila penguasanya zalim, Ahlus Sunnah tetap tunduk dan patuh dalam hal yang ma’ruf kepada penguasa muslim yang zalim, Ahlus Sunnah bersabar atas kezalimannya dan tidak memberontak.

Adapun Khawarij melakukan pemberontakan terhadapnya, baik memberontak dengan kata-kata; dengan menjelek-jelekan pemerintah di depan khalayak maupun memberontak dengan senjata, baik pemerintah tersebut telah mereka kafirkan atau masih dianggap sebagai muslim yang fasik.

Maka ketahuilah saudaraku rahimakumullaah, bersabar atas kezaliman penguasa adalah salah satu pembeda Ahlus Sunnah dengan Khawarij. Karena Ahlus Sunnah tetap berpegang teguh dengan sunnah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam walau hati tidak menyetujui dan marah terhadap kezaliman penguasa. Sedang Khawarij lebih menuruti kemarahan mereka dan lupa dengan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِه شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

“Barangsiapa yang melihat suatu (kemungkaran) yang ia benci pada pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, karena sesungguhnya barangsiapa yang memisahkan diri dari jama’ah (pemerintah) sejengkal saja, kemudian ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

كَانَ مِنْ الْعِلْمِ وَالْعَدْلِ الْمَأْمُورِ بِهِ الصَّبْرُ عَلَى ظُلْمِ الْأَئِمَّةِ وَجَوْرِهِمْ كَمَا هُوَ مِنْ أُصُولِ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ وَكَمَا أَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأَحَادِيثِ الْمَشْهُورَةِ عَنْهُ

“Termasuk ilmu dan keadilan yang diperintahkan Allah ta’ala adalah bersabar atas kezaliman dan kesewenang-wenangan penguasa, sebagaimana itu juga termasuk prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di dalam banyak hadits yang sudah masyhur.” [Majmu’ Al-Fatawa, 28/179]

📚 SOLUSINYA ADALAH TETAP BERSABAR DENGAN MEMENUHI HAK PENGUASA WALAU ZALIM DAN BERDOA KEPADA ALLAH

Apabila tertutup pintu mengingkari kemungkaran penguasa dengan tangan karena akan memunculkan mudarat yang lebih besar, tidak pula dengan lisan karena tidak memiliki akses, maka masih ada solusi dengan bersabar; mengingkari dengan hati, mengikuti syari'at dengan tetap memenuhi hak penguasa walau zalim, dan berdoa kepada Allah.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدِي أَثَرَة وَأُمُورًا تُنْكِرُونَهَا قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ أَدُّوا إِلَيْهِمْ حَقَّهُمْ وَسَلُوا اللَّهَ حَقَّكُمْ

“Sesungguhnya kalian akan melihat (pada pemimpin kalian) kecurangan dan hal-hal yang kalian ingkari (kemungkaran)”. Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tunaikan hak mereka (pemimpin) dan mintalah kepada Allah hak kalian.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّة لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

“Akan ada sepeninggalku para penguasa yang tidak meneladani petunjukku dan tidak mengamalkan sunnahku, dan akan muncul diantara mereka (para penguasa) orang-orang yang hati-hati mereka adalah hati-hati setan dalam jasad manusia.” Aku (Hudzaifah) berkata, “Bagaimana aku harus bersikap jika aku mengalami hal seperti ini?” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Engkau tetap dengar dan taat kepada pemimpin itu, meskipun punggungmu dipukul dan hartamu diambil, maka dengar dan taatlah.” [HR. Muslim dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu’anhu]

Namun sangat disayangkan, kemarahan terhadap penguasa zalim membuat sebagian orang lupa dengan perintah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam untuk bersabar dan berdoa. Setan pun menghiasi amal buruk mereka menjadi terlihat baik dengan sebutan ‘amar ma’ruf nahi munkar’, ‘nasihat’ dan ‘jihad’.

Bahkan sebagian mereka sadar bahwa cara yang mereka gunakan dalam menghadapi penguasa adalah bagian dari sistem demokrasi yang jelas-jelas diadopsi dari orang-orang kafir. Namun tidak sedikit yang masih berusaha mencari-cari dalil untuk membenarkannya dengan dalil-dalil umum.

Kemudian setan menghiasi lagi kejelekan mereka dengan kebanggaan dan kekaguman (‘ujub) pada diri mereka karena telah berani melakukan aksi dengan dihadiri banyak orang, plus memandang rendah orang yang menurut mereka tidak ikut ‘berjuang’ bersama mereka.

💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/704797406336411:0

💻 Artikel Terkait:

📋 MASA 'FITNAH' MENYINGKAP HAKIKAT
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/701334563349362:0

📋 BEDA JIHAD SYAR’I DAN 'JIHAD' KONSTITUSI
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692960050853480:0

📋 MEMBABAT HABIS ALASAN-ALASAN MELAKUKAN DEMONSTRASI
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692488774233941:0

📋 MEWASPADAI BERBAGAI DAMPAK BURUK DEMONSTRASI
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/692461127570039

📋 FATWA ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH TERKAIT DEMONSTRASI THD PENISTA AL-QUR’AN DI INDONESIA
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/691193887696763:0

📋 DEMONSTRASI DAN MENCELA PEMERINTAH DI MEDIA MASSA BUKAN AJARAN ISLAM
http://sofyanruray.info/demonstrasi-dan-mencela-pemerintah-di-media-massa-bukan-ajaran-islam/

📋 MENGENANG BUAH PAHIT DEMONSTRASI MENUNTUT REFORMASI 1998
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/691795030969982:0

══════ ❁✿❁ ══════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵

📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Ustadz_Sunnah
[12/2, 7:39 AM] ‪+62 812-8019-0054‬: Alhamdulillah, ulama ahli hadits paling senior di kota Nabi -shollallohu alaihi wasallam- Syekh Abdul Muhsin Al-'Abbad -hafizhahulloh- telah mengeluarkan fatwa tentang demo yg akan dilaksanakan di jakarta 4 Nov nanti... Silahkan dicerna dengan baik pertanyaan dan jawabannya.

=====

*Pertanyaan:*

Kepala daerah Kota Jakarta telah melecehkan Alquran dan para ulama kaum muslimin, dia seorang nasrani. Dan pada tanggal 4 Nov nanti akan diadakan demonstrasi untuk menuntut agar dia diproses secara hukum. Bolehkah kita keluar (mengikuti demo itu)?

Untuk diketahui kepala daerah itu kafir, tidak berhak dibaiat, dan nantinya demo itu akan dilakukan secara beradab dan tidak ada pengrusakan fasilitas umum.

*Jawaban:*

"Demonstrasi dan mengikutinya tidak bisa dibenarkan, tetapi seharusnya mereka berusaha melakukan apa yg bisa mereka lakukan dg selain cara demonstrasi, (misalnya) dengan menulis surat, dan pergi kepada orang-orang (penting) untuk menghadap kepada pejabat tertinggi yg berada di atas kepala daerah itu.

Adapun menggunakan cara seperti demo yg (biasanya) terdapat kekacauan di dalamnya, (maka ini tidak dibenarkan). Apalagi cara demo tersebut memang tidak datang dari kaum muslimin, dia datangnya dari orang-orang kafir".

[Alih bahasa: Musyaffa' Addariny].

Inilah pendapat yg menurut penulis lebih pantas dipilih oleh kaum muslimin.. Karena ketakwaan dan keilmuan beliau yg sudah sangat teruji.. dan inilah pendapat yg paling baik bagi keselamatan kaum muslimin.

Namun, bila ada yg tidak sependapat dg fatwa ini dan masih ingin demo, penulis hanya bisa mendoakan semoga Allah menjaga mereka, dan memudahkan terwujudnya tuntutan mereka.

Semoga pemerintah terutama bapak presiden -hafizhahulloh- segera menginstruksikan lembaga yg berwenang untuk memprosesnya sesuai hukum yg berlaku, sehingga kerukunan beragama terjaga dg baik, dan NKRI tidak terancam keutuhannya.

Jangan sampai, hanya karena *satu orang yg bersalah*, menjadikan *semua warga negara yg tidak bersalah* menanggung akibat buruknya.

Sekali lagi, semoga Allah menjaga kaum muslimin, menyelamatkan mereka, memudahkan mereka... dan memuliakan agama-Nya... amin.

Tuesday, November 29, 2016

YAHUDI BUKAN ISRAEL

Oleh: Ustadz Ammi Nur Baits

Seolah telah menjadi konvensi dunia, bangsa yahudi yang menjajah Palestina bernama Israel. Termasuk mereka yang sangat memusuhi yahudi, juga menyebut negara ini dengan israel.
.
Sebelumnya kita perlu memperhatikan bahwa ISRAEL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Allah ta’ala berfirman:

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ

“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.” (QS. Ali Imran: 93)
.
Israel yang pada ayat di atas adalah Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu,

“Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ إِسْرَائِيلَ يَعْقُوبَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَرِضَ مَرَضًا شَدِيدًا فَطَالَ سَقَمُهُ، فَنَذَرَ لِلَّهِ نَذْرًا لَئِنْ شَفَاهُ اللهُ مِنْ سَقَمِهِ، لَيُحَرِّمَنَّ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلَيْهِ، وَأَحَبَّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ

“Apakah kalian mengakui bahwa Israil yaitu Ya’qub ‘alaihis salam, pernah sakit keras dan lama, lalu beliau bernadzar, jika Allah menyembuhkannya maka akan mengharamkan makanan dan minuman yang paling beliau sukai?

Para Yahudi menjawab: “Ya, betul.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad 2471 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
.
Arti kata ‘Israel’
-----------------------
Kata “Israil” merupakan susunan dua kata israa dan iil yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (Simak Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf untuk surat Al Baqarah ayat 40)
.
Ketika penamaan itu tanpa konsekuensi, mungkin masalahnya lebih ringan. Namun nama tidak hanya sebatas nama. Masyarakat menggunakan nama ini untuk konteks konflik.

”BIADAB ISRAIL… ISRAIL BANGSAT… KEPARAT ISRAIL… ISRAIL MEMBANTAI KAUM MUSLIMIN… PENYERANGAN ISRAIL KE PALESTINA… ISRAIL PENJAJAH DUNIA…. DST.
.
Kita sangat yakin, maksud mereka bukan dalam rangka menghina nabi Ya’qub ’alaihis salam, namun tidak selayaknya dilakukan karena beberapa pertimbangan,

PERTAMA, Allah menyebut yahudi dalam al-Quran dengan dua nama; Yahudi dan Bani Israil.
.
Sebagai mukmin yang baik, kita selayaknya lebih mengedepankan istilah yang Allah gunakan dari pada istilah buatan manusia. Karena ini termasuk bentuk menjaga keotentikan syiar islam.
.
Dalam bahasa arab, waktu sepertiga malam yang awal dinamakan ‘atamah. Orang arab badui di masa Nabi terbiasa menamai shalat Isya’ dengan nama waktu pelaksanaan shalat isya’ yaitu shalat ‘atamah. Kebiasaan ini kemudian diikuti oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum dengan menamakan shalat isya’ dengan shalat ‘atamah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka,

لا يغلبنكم الأعراب على اسم صلاتكم فإنها العشاء إنما يدعونها العتمة لإعتامهم بالإبل لحلابها

“Janganlah kalian ikut-ikutan orang arab badui dalam menamai shalat kalian, sesungguhnya dia adalah shalat Isya’, sedangkan orang badui menamai shalat isya dengan ‘atamah karena mereka mengakhirkan memerah susu unta sampai waktu malam.” (HR. Ahmad 4688, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
.
Al-Qurthuby mengatakan: “Agar nama shalat isya’ tidak diganti dengan nama selain yang Allah berikan, dan ini adalah bimbingan untuk memilih istilah yang lebih utama bukan karena haram digunakan …” (‘Umdatul Qori Syarh Shahih Bukhari, al-‘Aini)
.
Demikianlah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjaga istilah yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Meskipun istilah itu tidak mengandung konsekuensi yang sangat buruk. Hanya saja, itu kurang utama.
.
Anda bisa bayangkan, bagaimana dengan pengalihan nama yahudi menjadi israel, yang bisa dipastikan mengandung konsekuensi yang buruk.

Disamping itu, sejatinya, pengalihan ini bagian dari konspirasi yahudi terhadap dunia. Karena semua orang paham, bahwa kata ’yahudi’ dalam al-Quran telah dicela habis oleh Allah. Sehingga mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak mereka yang mulia, Nabi Israel ‘alaihis salam.
*
KEDUA, bahwa penghinaan semacam ini bisa saja dianggap salah sasaran.
.
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di Mekkah, orang-orang musyrikin Quraisy mengganti nama Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Mudzammam (manusia tercela) sebagai kebalikan dari nama asli Beliau Muhammad (manusia terpuji). Mereka gunakan nama Mudzammam ini untuk menghina dan melaknat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mudzammam gila, Mudzammam tukang sihir, dst. Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merasa dicela dan dilaknat. Karena yang dicela dan dilaknat orang-orang kafir adalah “Mudzammam” bukan “Muhammad”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم يشتمون مذمماً ويلعنون مذمماً وأنا محمد

“Tidakkah kalian heran, bagaimana Allah mengalihkan laknat dan celaan orang Quraisy kepadaku. Mereka mencela dan melaknat Mudzammam sedangkan aku Muhammad.” (HR. Ahmad 7331, Bukhari 3533, dan Nasai 3438)
.
Meskipun maksud orang Quraisy adalah mencela Nabi, namun karena yang digunakan bukan nama Nabi Muhammad maka Beliau menganggap itu bukan penghinaan untuknya. Sebaliknya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai bentuk mengalihkan penghinaan terhadap dirinya.
.
Bisa jadi orang-orang Yahudi tidak merasa terhina dan dijelek-jelekkan. Nama asli mereka yahudi bukan Israel. Sementara yang dicela bukan nama mereka namun nama Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.
*
KETIGA, Allah melarang para sahabat untuk menggunakan kalimat yang disalah gunakan oleh Yahudi ketika memanggil Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa’ina”, tetapi Katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. (QS. Al-Baqarah: 104)
.
Kata raa’ina memiliki dua kemungkinan makna,

Diturunkan dari kata raa’a – yuraa’i yang artinya perhatikan. Sehingga raa’ina bermakna perhatikanlah kondisi dan keadaan kami.
Diturunkan dari kata ru’unah, yang artinya orang tolol. Sehingga kata raa’ina bermakna ’orang tolol di kalangan kami.’
Para sahabat ketika bergaul bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka memohon agar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan kemampuan mereka dalam menangkap pelajaran dan hadis dari beliau. Merekapun mengatakan ’ya Rasulullah, raa’ina’. Ya Rasulullah, perhatikanlah kami.
.
Namun ternyata kebiasaan ini dimanfaatkan oleh orang yahudi untuk menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka turut mengatakan, ”Ya Muhammad, raa’ina.” maksud mereka, Hai Muhammad, orang tolol di kampung kami.
.
Kemudian Allah melarang para sahabat untuk menggunakan kalimat ini, sebagai gantinya Allah perintahkan mereka untuk menggunakan kalimat undzurnaa, yang maknanya sama.
.
Pelajaran yang bisa kita ambil, bahwa ketika ada sebuah kalimat yang ambigu, bisa bermakna baik dan bisa sebaliknya, bermakna buruk, kita dilarang untuk menggunakannya, dan diarahkan untuk menggunakan kata lain yang sepadan sebagai gantinya.
.
Jelas maksud mereka adalah dalam rangka menghina Yahudi Zionis. Namun ketika kalimat penghinaan semacam ini tidak lepas dari unsur penghinaan terhadap Nabi Israel, tidak selayaknya kita gunakan.
*
KEEMPAT, Allah juga melarang seseorang mengucapkan sesuatu, yang itu menjadi pemicu munculnya sesuatu yang haram.
.
Allah melarang kaum muslimin untuk menghina tuhan orang-orang musyrikin, karena akan menyebabkan mereka membalas penghinaan ini dengan menghina Allah ta’ala. Allah berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu.” (QS. Al An’am: 108)
.
Menghina sesembahan orang musyrik pada asalnya boleh atau bahkan disyari’atkan. Namun

Allah ta’ala melarang kaum muslimin malakukan hal ini, karena bisa menjadi sebab orang musyrik menghina Allah subhanahu wa ta’ala.
.
Kita sangat yakin, tidak mungkin para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang menyaksikan turunnya ayat ini, memiliki niatan sedikitpun untuk menghina Allah ta’ala. Maka bisa kita bayangkan, jika ucapan yang menjadi sebab celaan terhadap kebenaran secara tidak langsunghukumnya dilarang, bagaimana lagi jika celaan itu keluar langsung dari kaum muslimin meskipun mereka tidak berniat untuk menghina Nabi Israil ‘alaihis salam.
*
KELIMA, nama israel adalah nama pujian
.
Karena ini nama seorang nabi. Dan secara makna bahasa, israel berarti kekasih Allah atau hamba Allah. Karena itu, di masa silam, kaum muslimin menggunakan nama ini untuk anaknya. Ada seorang ulama ahli hadis, tsiqah (terpercaya), hafalannya kuat, dan termasuk perawi dalam kutub sittah. Beliau bernama Israil bin Yunus as-Suba’i. Biografi beliau disebutkan adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala, 7/355.
.
Anda bisa menimbang, layakkah manusia yahudi mendapatkan nama indah israel?
.
Semoga Allah selalu membimbing kita untuk tidak mengucapkan kecuali yang tepat dan benar.

Demikian, Allahu a’lam.

Tuesday, November 22, 2016

(sekedar berbagi dan saling mengingatkan, karena saya yakin saudara saya disini jauh lebih dulu memahami dan mengerti dibandingkan kami, semoga berkenan)


✨✨🍃🌺🍃✨✨
*CARA MASUK SURGA SEKELUARGA*
✨✨✨✨✨✨✨
*Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir*

 *1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini;*
*"AYO , KITA KERJASAMA AGAR MASUK SURGA "*

*2.* *BAGAIMANA CARANYA?*
*Lihat Qs.* *Ath-Thur 21-27.*
"Para penghuni surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk surga sekeluarga. Mau tau?"

*3. Ceritanya penghuni surga saling bercengkerama berhadap-hadapan*, masing2 bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, *KOK BISA MASUK SURGA?*

*4. JAWABANNYA SERAGAM :*
"Kami bisa masuk surga karena dulu di dunia, di keluarga kami *SALING MENGINGATKAN* satu sama lain tentang siksa pedih neraka".

*5. Karenanya VISI RUMAH TANGGA* orang beriman adalah:
"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka".
(Qs.At Tahrim; 6).

*6. RUMAHKU SURGAKU*,
akan terjadi jika masing2 anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa neraka.

*7. SIAPA YG TAK SEDIH*
jika ada salah seorang anggota keluarga ( Bapak , ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa neraka?

*8. Setiap anggota KELUARGA PASTI SANGAT SEDIH*  jika bahtera keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

*9. Agar masuk surga sekeluarga*, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, *JANGAN DIBIARKAN.*

*10. JANGAN KECEWA* kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat.
*TERUSLAH MENGAJAK* keluarga berjalan sesuai Al-Quran dan hadist.
*JANGAN LUPA*  doakan agar terbuka hati dan pikiran

*11. Nabi Nuh as* tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya *ALLAH TENGGELAMKAN* Kan'an.

*12. Nabi Luth as* tak pernah berhenti memperingatkan istrinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah *BINASAKAN ISTERINYA* bersama kaum sodom. (Qs.al- Hijr : 61-66)

*13. Asiah binti Muzahim*, tertatih-tatih peringatkan suaminya Fir'aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya *ASIAH YG DIBUNUH Fir'aun.*

*14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil*, *RASA IRI DENGKI*  berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

*15. Agar bisa MASUK SURGA SEKELUARGA* perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.

*16. INGATKAN SUAMI* agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka rumah tangga.

*17. INGATKAN ISTERI* agar memperhatikan pola konsumsi halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengonsumsi yang haram.
(Qs.al- Maidah : 88, al- Baqarah : 168)

*18. INGATKAN ANAK2* bahwa bahan bakar neraka adalah batu dan manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya neraka. (Qs.At- Tahrim : 6)

*19. INGATKAN TERUS* ttg syarat sah menjadi seorang muslim (rukun islam) : dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, pergi haji jika mampu. (Qs.al-Baqarah : 110, 177-178)

*20. CERITAKAN* bahwa penjaga neraka adalah para malaikat perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintah-Nya. (Qs.At-Tahrim : 6)

Semoga bermanfaat buat kita dan keluarga kita masing-masing.

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ

Semoga kita bersama keluarga kita sampai akhirat dg *Husnul Khotimah*

.آمــــــــــين يا ربّ العالمــــــــين.

Monday, November 21, 2016

Rush Money ataupun Tidak dua2nya ada *Mudorotny*, namun ada Kaidah dlm Ushul Fiqh utk memilih yg lbh *Ringan* mudorotny. Sebagai bahan pertimbangan berikut artikel yg d tulis Oleh Habib Rizieq ttg Industri perbankan 👇🏻


 *BANK ZIONIS*

_Oleh : Habib Rizieq Syihab_

Bismillaahi wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim ...

Tulisan ini merupakan salah satu Laporan Hasil Kajian Ekonomi Islam dalam *SILATURRAHIM NASIONAL FPI di Pesantren Alam dan Agrokultural MARKAZ SYARIAH di Mega Mendung – Bogor – Jawa Barat pada tanggal 21 – 23 April 2015.*

Tulisan ini tidak ditujukan untuk menanam kebencian kepada kelompok tertentu, melainkan hanya untuk membangkitkan kesadaran umat Islam dalam mengelola dana milik mereka sendiri secara baik dan benar, sehingga tidak dimanfaatkan orang-orang Kafir yang menjadi antek Zionis.
*ZIONIS DAN RIBA*

Kalangan Zionis Yahudi mengharamkan ”Transaksi Riba” antar sesama Yahudi, namun mewajibkannya terhadap selain Yahudi. Zionislah yang pertama menciptakan *”Sistem Perbankan Ribawi”* untuk tujuan penaklukan semua bangsa-bangsa secara ekonomi dan keuangan. Zionis jugalah yang menciptakan IMF dan World Bank sebagai sentral transaksi keuangan Dunia, sekaligus yang mengontrol dan mengendalikan seluruh Bank Riba di atas muka Bumi, sehingga seluruh keuntungan Bank Riba dari berbagai negara akan terus mengalir ke perbendaharaan Zionis Internasional.

Dalam artikel ini akan dipaparkan secara singkat bagaimana *”Permainan Zionis”* dalam Sistem Perbankan Ribawi yang diciptakannya.
MENABUNG

Menabung di ”Celengan” tidak bertambah kalau tidak ditambah, dan tidak berkurang kalau tidak diambil, serta tidak bisa dipakai orang lain tanpa seizin penabung. Sedang menabung di ”Bank Riba” sebaliknya, bisa bertambah walau tidak ditambah, dan bisa berkurang walau tidak diambil, serta bisa dipakai siapa saja tanpa seizin penabung.

Pertanyaannya, yang manakah yang patut disebut ”Menabung” ?

Menabung di Celengan itulah menabung yang sebenarnya, sedang menabung di Bank Riba bukan
menabung dalam arti yang sebenarnya, melainkan merupakan ”Investasi Riba” yang menghasilkan keuntungan dengan nama “Bunga”.

*BERBOHONG*

Karenanya, muncul pertanyaan : Kenapa Bank Riba berbohong ?

Kok Investasi disebut Menabung  dan Riba disebut Bunga ?!

Jika Bank Riba jujur, maka ajakannya mesti berbunyi : Ayo berinvestasi dengan Riba !

Motif Kebohongan Bank Riba antara lain :

Agar masyarakat Islam tidak sadar bahwa mereka telah dijerumuskan dalam praktek “Ekonomi-Riba” (Rente).
Agar “Ekonom Riba” dapat menggunakan dana masyarakat Islam untuk membesarkan kelompoknya.

Agar seluruh umat Islam setiap hari mendukung kegiatan dan kemewahan para “Ekonom Riba”.

*IKLAN MAHAL*

Selain itu, ada keganjilan : Kenapa mengajak masyarakat menabung, kok sampai mau bayar Reklame dan beli program acara di Radio dan TV  hingga milyaran rupiah ?

Bahkan diberi aneka iming-iming, mulai dari bunga yang tinggi hingga pembagian hadiah langsung yang mahal dan mewah.
Itu karena uang dana masyarakat Islam yang terkumpul ”diribakan” oleh Bank Riba secara berlipat-lipat, sehingga Bank Riba mengais ”keuntungan” secara besar-besaran.

Semakin banyak dana yang terkumpul, maka semakin besar pula Riba yang diraih, sehingga dibutuhkan promosi besar-besaran dengan aneka iming-iming untuk menarik nasabah sebanyak-banyaknya.

*BEBAS PAKAI*

Keganjilan lainnya : Kenapa pula

”Tabungan” orang, kok uangnya dipakai dan dipinjam-pinjamkan ke pihak lain secara ”bebas” oleh Bank Riba ?

Nasabah Bank Riba selaku Kreditur yang menyimpan uang di Bank Riba tidak diberi hak sama sekai  untuk menunjuk Debitur yang boleh menggunakan dana simpanannya. Bahkan Bank Riba bisa dengan sesuka hati menyalurkan dana simpanan masyarakat ke pihak mana pun tanpa izin penabung lagi, karena sudah ditetapkan bahwa setiap nasabah telah menyerahkan pengelolaan dana sepenuhnya kepada Bank Riba.

*DANA BANK*

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2014 yang diumumkan secara online melalui  www.ojk.go.id menunjukkan bahwa dana masyarakat yang ada di Bank Umum sebesar 2.900 Trilyun rupiah.

Dan fakta juga menunjukkan bahwa mayoritas pemilik dana tersebut adalah umat Islam dan mayoritas penikmat dana tersebut adalah Bank Riba. Dan mayoritas saham Bank Riba di Indonesia ada di tangan ”Kafir Asing” dan ”Kafir Aseng” yang merupakan kaki tangan Zionis Yahudi Internasional.

*KERJA BANK*

Umat Islam beramai-ramai menabung uangnya di berbagai Bank Riba milik para Kafir Asing dan Kafir Aseng. Lalu oleh para Kafir Asing dan Kafir Aseng, dana umat Islam yang terkumpul dipinjamkan ke pihak lain dengan asumsi bunga 12 %, dimana yang 10 % untuk penabung dan yang 2 % untuk Bank Riba.

Bunga 10 % untuk penabung sebagai daya tarik untuk menyedot nasabah dan dana simpanan sebanyak-banyaknya. Sedangkan bunga 2 % dialokasikan 1,5 % untuk operasional Bank Riba, mulai dari penyediaan infrastruktur dan gaji pegawai hingga biaya promosi dan aneka hadiah.

Ada pun yang 0,5 % khusus untuk Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng selaku pemilik Bank Riba.

Ingat, si penabung dapat bunga 10 % hanya dari nilai tabungannya saja, sedang Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng dapat 0,5 % dari komulatif jumlah total seluruh tabungan para penabung.

Sebagai illustrasi, misalnya ada sejuta penabung dan tiap penabung menabung 10 (sepuluh) juta rupiah, sehingga total jumlah tabungan 10 (sepuluh) trilyun rupiah, maka setiap penabung hanya dapat bunga 1 (satu) juta rupiah, sedang Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng dapat bunga 200 milyar rupiah dengan rincian 150 milyar rupiah untuk operasional Bank Riba, dan sisanya sebesar 50 milyar rupiah khusus untuk pribadinya.

Jika ada 10 (sepuluh) juta penabung dan tiap penabung menabung 100 (seratus) juta rupiah, sehingga total jumlah tabungan 1000 (seribu) trilyun rupiah, maka setiap penabung hanya dapat bunga 10 (sepuluh) juta rupiah, sedang Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng dapat bunga 2 (dua) trilyun rupiah dengan rincian 1,5 trilyun rupiah untuk operasional Bank Riba, dan sisanya sebesar 0,5 trilyun yaitu 500 (lima ratus) milyar rupiah khusus untuk pribadinya. Begitulah seterusnya.

Jadi jelas, bagaimana dana umat Islam digunakan untuk memperkaya para Kafir Asing dan Kafir Aseng.

*KREDIT BANK*

Kemanakah Bank Riba akan memberikan kredit berbunganya ?

Tentu kepada para pengusaha. Lalu siapakah para pengusaha yang akan mendapat prioritas kredit ? Tentu yang dikehendaki oleh Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng selaku pemilik Bank Riba.

Lalu siapa yang akan dipilih oleh Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng untuk menerima kredit dari Bank Ribanya ?

Misalnya di Indonesia, jika ada tiga calon penerima kredit dari Bank Riba milik Si Kafir Aseng umpamanya, katakanlah Si Kafir Acong dan Si Kafir Johanes serta Si Muslim Abdullah.

Siapakah yang akan dipilih Si Aseng ?

Maka dengan mudah bisa ditebak bahwa Si Aseng akan memprioritaskan Si Acong karena faktor hubungan emosional yang sangat kuat, lalu berikutnya Si Johanes karena ada faktor hubungan emosional  lainnya, sedang Si Abdullah akan dinomor-tigakan, itu pun hanya sekedar untuk menutup sikap rasis dan fasis serta menghindarkan tuduhan diskriminatif.

Dengan demikian, bisa jadi Si Acong akan menerima 70 % dari dana kredit Bank Riba yang tersedia, sedang Si Johanes akan menerima 20 %. Ada pun Si Abdullah hanya akan menerima 10 % saja atau mungkin di bawah itu.

Jadi jelas, bagaimana dana umat Islam digunakan untuk memodali dan memajukan usaha Si Kafir Acong.

*CASH AND CREDIT*

Bank Riba milik Si Kafir Aseng memberikan kredit kepada tiga orang Kafir Acong, katakanlah Acong 1 dan Acong 2 serta Acong 3.

Lalu masing-masing mendirikan Pabrik Motor, katakanlah motor merek A, B dan C. Kemudian terjadi persaingan di antara mereka dalam penjualan motor secara ”cash”, maka Si Kafir Aseng pun turun tangan untuk mencegah kredit macet lantaran ada yang kalah dalam persaingan.

Kini, Bank Riba milik Si Kafir Aseng memberikan kredit kepada tiga orang Kafir Acing, katakanlah Acing 1 dan Acing 2 serta Acing 3, untuk usaha Dealer Motor yang memasarkan ketiga merek motor A, B dan C, dari pabrik Acong 1, Acong 2 dan Acong 3, serta menjualnya secara ”kredit”.

Dengan demikian para Acong tidak perlu lagi bersaing dalam pemasaran produknya, sehingga Bank Riba Si Kafir Aseng aman dari kredit macet akibat persaingan.

Disini, para Kafir Acing pemilik Dealer Motor mempersulit umat Islam yang mau membeli motor secara cash, dan mempermudah yang mau membeli secara credit, agar untung mereka makin berlipat-lipat.

Secara halus mereka peras uang masyarakat Islam untuk memperkaya diri mereka.

Jadi jelas, bagaimana dana umat Islam digunakan untuk memajukan Pabrik Motor para Kafir Acong dan menguntungkan Dealer Motor para Kafir Acing, sekaligus mendanai mereka untuk memeras umat Islam dalam memperkaya diri.

*MEDIA*

Selanjutnya, Bank Riba milik Si Kafir Aseng membantu para Kafir Acong dan Kafir Acing untuk memajukan usaha mereka dengan memberikan kredit lagi kepada tiga orang Kafir Along, katakanlah Along 1 dan Along 2 serta Along 3.

Lalu masing-masing Along mendirikan StasiunTelevisi, katakanlah TV X, Y dan Z, untuk mempromosikan produk pabrik para Kafir Acong dan melancarkan pemasaran di dealer para Kafir Acing secara terus menerus, agar mudah menjerat umat Islam dimana pun mereka berada, dari kota hingga ke kampung.

Begitulah cara para Kafir Aseng dan kelompoknya mengeksploitasi dana umat Islam untuk memajukan berbagai usaha mereka, bukan hanya soal pabrik motor dan dealer serta media promosinya, bahkan di hampir semua sektor, termasuk fashion, food and entertainment, hal yang sama juga terjadi.

Pantas para Kafir Aseng dan kelompoknya kaya raya, hingga ibu kota Jakarta saat ini hampir 70 % lahannya hanya dikuasai oleh sembilan Tokoh Kafir Aseng.

Dana umat Islam yang ada dalam 2.900 trilyun di Bank Umum dengan leluasa dikelola dan diatur oleh mereka, sehingga dengan dana tersebut mereka dengan leluasa pula mengatur berbagai kebijakan politik dan ekonomi.

Jadi jelas, yang memajukan dan memperkaya para Kafir Aseng dan para Kafir Acong serta para Kafir Acing mau pun para Kafir Along, adalah *dana umat Islam* yang dieksplorasi dan dieksploitasi oleh Kafir Aseng dan kelompoknya.

*BISNIS MA’SIAT*

Ternyata dana umat Islam di Bank Riba para Kafir Aseng tidak hanya digunakan untuk membiayai para Kafir Acong, Acing dan Along dalam bisnis otomotif atau media mau pun properti dan industri atau yang sejenisnya.

Bahkan disalurkan juga ke para Kafir Aling, katakanlah Aling 1 dan Aling 2 serta Aling 3 untuk ”Bisnis Ma’siat” seperti pendirian Pabrik Miras, Panti Pijat, Diskotik, Night Club, Bar, dan aneka industri ma’siat lainnya.

Astaghfirullaah .. , ternyata dana umat Islam yang ditabung di Bank Riba para Kafir Aseng juga digunakan untuk menumbuh-suburkan aneka bisnis ma’siat di Indonesia.

*SOLUSI*

Sampai kapan umat Islam akan membiarkan dana mereka digunakan untuk memperkaya para Kafir Asing dan Kafir Aseng yang menjadi kaki tangan Zionis, yang juga sekaligus digunakan juga untuk merusak dan menghancurkan umat Islam itu sendiri ?!

Saat ini juga, tidak boleh ditunda lagi, segenap umat Islam di mana saja berada, di Indonesia mau pun negara lainnya, harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga dan menyelamatkan dana mereka agar tidak disalah-gunakan lagi oleh musuh-musuh Islam, antara lain :

1. Menarik semua simpanan umat Islam dari semua Bank Riba.

2.Menutup semua rekening umat Islam di Bank Riba.

Umat Islam harus berani memutar uangnya untuk usaha atau investasi, bukan diendapkan dalam simpanan, baik dengan memodali diri sendiri atau memodali secara bersama-sama dengan saudara muslim lainnya, atau pun memodali muslim lain dalam suatu usaha dengan sistem bagi hasil.

Jika harus menyimpan uang atau berinvestasi di Bank, maka simpan dan investasilah di Bank Syariah yang non ribawi.

Jika terpaksa harus ada rekening di Bank Riba, maka hanya boleh digunakan untuk sekedar lalu lintas darurat keuangan, tidak lebih.

Selanjutnya,
PERINGATAN KERAS buat Bank Syariah :

1. Jangan sekali-sekali menjual Label Syariah, padahal sistem perbankannya Tidak Syariah.

2. Jangan sekali-sekali menyalurkan dana umat Islam yang terkumpul di Bank Syariah untuk membiayai para pengusaha dari kalangan Kafir Asing dan Kafir Aseng.

Wallaahul Musta’aan …
Sudah mencoba rasanya enak dan sukses ..


Buntil Daun Pepaya dan Daun Singkong
Resep hasil modifikasi sendiri
Resep by just n taste
Untuk sekitar 14 buah buntil


Bahan buntil:
- 2 ikat daun pepaya, sekitar 20 - 30 lembar ukuran daun kecil
- 2 ikat daun singkong, sekitar 50 lembar
- 500 ml santan kental dari 200 ml santan instan ditambah 300 ml air
- 700 ml air

Bahan isi buntil
- 1 butir kelapa yang sangat muda diparut
- 2 genggam atau 100 gram biji muda petai china/mlandhing
- 60 gram teri jengki

Bumbu isi buntil dihaluskan:
- 2 ruas jari kencur
- 5 buah cabai merah keriting
- 3 buah cabai rawit
- 4 siung bawang putih
- 1 sendok teh terasi bakar
- 3 lembar daun jeruk purut
- 2 sendok teh garam
- 2 sendok makan gula Jawa, sisir halus
- 2 sendok makan air asam Jawa

Semua bahan dihaluskan campur dg kelapa ...



Bumbu kuah buntil, dihaluskan:
- 5 buah cabai merah keriting
- 5 buah cabai rawit
- 4 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 ruas jari kunyit
- 1 ruas jari jahe
- 2 batang serai ambil bagian putihnya saja
- 5 butir kemiri sangrai
- 1/2 sendok makan ketumbar sangrai
- 1/4 sendok teh jintan bubuk 
Semua bahan dihaluskan tumis sampai Wangi 
Kasih santan dan bahan2 kering👇 ...

Bumbu kuah lainnya:
- 3 lembar daun salam
- 2 ruas jari lengkuas, memarkan
- 5 lembar daun jeruk purut 
- 3 sendok makan gula Jawa sisir 
- 10 - 15 buah cabai rawit merah/hijau biarkan utuh
- kaldu bubuk instan (optional)  

Bahan lainnya:
- tali untuk mengikat buntil 

Di kukus dulu daunnya agar layu terus di bungkus dan diikat lalu di kukus _+ 30-45 menit 

Cara membuat:

Siapkan daun pepaya dan daun singkong, gunakan daun yang muda, tandanya daun terasa lemas (tidak kaku) kala diremas. Petik daun dan lepaskan dari batang-batangnya. Cuci hingga bersih.

Siapkan panci berisi air mendidih, rebus semua daun hingga layu. Aduk-aduk selama proses perebusan. Perebusan bertujuan untuk membuat daun menjadi layu dan lemas kala dipergunakan untuk membungkus bukan untuk membuatnya menjadi matang dan empuk. Rebus sekitar 5 menit, angkat dan tiriskan. Siram dengan air dingin, peras dan sisihkan.

Membuat bahan isi dan membungkus buntil 

Siapkan mangkuk, masukkan semua bahan isi. Aduk rata dengan jemari tangan, sedikit remas dan cicipi rasanya. Sesuaikan gula dan garam. Sisihkan. 

Siapkan daun singkong dan pepaya rebus. Letakkan terlebih dahulu lembaran daun pepaya yang lebih lebar di permukaan meja dapur. Jika daun pepaya anda kecil ukurannya maka gunakan dua atau tiga lembar daun. Tata daun melebar, buka lipatan dan gumpalannya. Tumpukkan beberapa lembar daun singkong di atas permukaan daun pepaya, letakkan daun singkong menutupi lubang-lubang di daun pepaya sehingga semua celah menjadi tertutup. 

Kepalkan bahan isi hingga berbentuk bola, ukurannya tergantung dari besarnya buntil yang akan anda buat. Jika daun kecil dan kurang lebar maka sebaiknya jangan beri isi terlalu banyak karena akan sulit dibungkus.  Letakan bola isi agak di sisi sebelah atas permukaan daun.

Lipat daun bagian atas sehingga menutupi isi buntil, lipat daun disisi kiri dan kanan seperti amplop. Rapikan dan padatkan kemudian gulung daun sambil ditekan rapat supaya gulungan menjadi padat. 

Ikat gulungan daun dengan seuntai tali. Anda bisa menggunakan tali kasur atau tali lainnya, saya sendiri menggunakan tali dari batang pohon lengkuas yang liat dan berserat. Gunting kelebihan tali supaya buntil rapi.

Tata buntil di sebuah panci yang cukup besar untuk menampung semua bungkusan daun. Sisihkan. 

Membuat kuah santan dan memasak buntil
Siapkan wajan, beri dua sendok makan minyak dan panaskan. Tumis bumbu halus untuk kuah hingga harum dan matang, tandanya warnanya berubah menjadi lebih tua. Masukkan bumbu kuah lainnya, aduk dan tumis hingga daun rempah layu dan harum.

Masukkan santan, aduk rata. Matikan kompor. Tuangkan santan berkuah ke panci berisikan bungkusan buntil, masak dengan api kecil hingga santan mendidih. Cicipi rasa buntil sesuaikan garam dan gula. Jangan membuatnya terlalu asin, karena buntil akan dimasak hingga kuah menyusut yang artinya buntil akan menjadi lebih asin saat kuah hampir habis. 


Tutup panci dan masak dengan api kecil, hingga air hampir habis dan daun menjadi empuk. Angkat dan sajikan bersama nasi hangat. Yummy!