Friday, January 17, 2020

Halaqah - 10

Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib

by Rory Rachmad  | 
in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kesepuluh dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib

Setelah meninggal Abdul Muththalib, Abu Thalib sebagai paman berusaha menunaikan hak keponakannya dengan sebaik-baiknya, bahkan mendahulukan Muhammad diantara sekian banyak putranya selama lebih 40 tahun disampingnya, melindunginya dan membela dengan ucapan dan juga fisiknya

Rasulullah ﷺ tumbuh sebagai seorang pemuda yang dijaga oleh Allah terjauh dari kotoran-kotoran Jahiliyyah dan kebiasaan mereka. Paling menjaga kehormatan, paling baik akhlaknya, sangat pemalu, paling jujur ucapannya, sangat menjaga amanah, jauh dari perilaku jorok dan kasar, sehingga dikenal diantara masyarakat Jahiliyyah sebagai seorang Al-Amiin (yang dapat di percaya)

Beliau dikenal banyak silaturahim, menghormati tamu, membantu yang lain di dalam kebaikan, memakan dari usaha sendiri dan Qona'ah (merasa cukup) dengan apa yang Allah berikan

Ketika beliau berumur 14 atau 15 tahun terjadilah perang al-Fujar antara Quraisy dan Kinanah melawan Qais dan a‘inan, namun tidak ada riwayat yang shahih yang menyebutkan bahwa Muhammad ﷺ saat itu ikut berperang, kemudian beliau ﷺ sempat menghadiri sebuah kesepakatan antara Bani Hasyim, Bani Umayyah, Bani Zahrah dan juga Bani Makzum yang isi kesepakatan tersebut adalah untuk saling menolong dan saling membantu orang yang di dzhalimi serta mengembalikan kebaikan kepada yang memiliki.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Thursday, January 16, 2020


Siroh nabawiah -HSI


 Halaqah - 03

Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi ﷺ diutus Bagian yang Kedua

Orang-orang arab jahiliyyah beriman dengan para dukun (tukang ramal dan ahli Nujum)

Dukun adalah orang yang mengaku mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa yang akan datang

Tukang ramal (mereka) adalah orang-orang yang mengaku mengetahui barang yang di curi atau barang yang hilang dengan melakukan amalan-amalan tertentu seperti melihat pada mangkok dan lain-lain

Ahli Nujum (mereka) adalah orang-orang yang melihat bintang untuk mengetahui apa yang terjadi di alam semesta di masa yang akan datang, apabila turun hujan mereka mengatakan ” hujan ini adalah dengan sebab dengan bintang ini dan itu

Diantara keyakinan orang-orang jahiliyyah adalah thiyarah (merasa sial karena sesuatu) apabila memiliki hajat mereka menerbangkan burung, bila burung tersebut terbang ke kanan mereka melanjutkan hajatnya dan apabila terbang ke kiri maka mereka tidak melanjutkan hajatnya

Demikian pula mereka merasa sial dengan adanya seekor hewan yang lewat di hadapan mereka, merasa sial dengan hari tertentu atau bulan tertentu dan lain-lain

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[10/1 08.09] Agent Resmi Umi Travel: *Halaqah - 05*

 Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus Bagian 4
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi ﷺ di utus bagian yang keempat

Masih ada diantara ahli jahiliyyah sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim عَلَيهِ السَّلَامُ, seperti pengagungan terhadap rumah Allah, tawaf, haji, umrah, wukuf di 'arafah, bermalam di muzdalifah dan lain-lain

Namun mereka membuat bid'ah di dalamnya, seperti misalnya :

Orang-orang quraisy melakukan wukuf di muzdalifah dan bukan di 'arafah yang demikian dengan alasan mereka (orang-orang quraisy) adalah penduduk tanah haram sehingga menurut mereka, mereka harus wukuf di tanah haram, padahal ini menyelisihi ajaran Nabi Ibrahim عَلَيهِ السَّلَامُ

Namun perlu di ketahui bahwasanya ahli jahiliyyah selain memiliki kebiasaan-kebiasaan yang buruk dan keyakinan-keyakinan yang menyimpang sebagaimana sudah berlalu penjelasannya mereka juga memiliki sifat-sifat yang mulia di antaranya

1. Al-Karam

Yaitu kedermawanan Mereka saling berlomba di dalam memuliakan tamu terkadang datang tamu dan tuan rumah tidak memiliki harta kecuali satu untanya yang merupakan kehidupan dia dan keluarganya maka dia menyembelih unta tersebut untuk menghormati tamunya

2. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa menyempurnakan perjanjian dengan orang lain

3. Mereka adalah orang yang sangat menjaga kehormatan dirinya. Mereka dikenal sebagai orang yang sangat pemberani, memiliki kecemburuan yang besar dan mereka rela mengorbankan diri mereka untuk menjaga kehormatan mereka

4. Mereka adalah orang-orang yang sangat teguh apabila sudah memiliki tekad dan tidak mudah mundur

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[10/1 08.10] Agent Resmi Umi Travel: *Halaqah - 04*

Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus Bagian 3
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi ﷺ diutus Bagian yang ketiga

Orang-orang jahiliyyah tidak menghargai wanita, menikahi wanita dengan jumlah tanpa batas, menikahi dua saudari sekaligus, menikah dengan istri bapaknya apabila dicerai oleh sang bapak atau ditinggal mati, itu semua biasa di zaman jahiliyyah

Ada di antara mereka yang mengubur hidup-hidup wanita yang tidak berdosa hanya takut di permalukan dengan sebab wanita tersebut

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman


وَإِذَا ٱلۡمَوۡءُ ۥدَةُ سُٮِٕلَتۡ (٨) بِأَىِّ ذَنۢبٍ۬ قُتِلَتۡ (٩

"Dan apabila anak wanita yang di kubur ditanya, dengan sebab dosa apa dia di bunuh" (Surat At-Takwir : 8-9)

Wanita menjadi harta warisan sebagaimana barang yang di wariskan tersebar perzinaan dan pelacuran pada seluruh tingkatan, tersebar minuman keras dan perjudian

Ada diantara mereka yang membunuh anak karena takut menjadi miskin atau karena kemiskinan yang sudah menimpa dia

Mereka fanatik kepada kabilahnya dan membela orang yang berasal dari satu kabilah baik dia salah atau benar

Orang-orang jahiliyyah sangat taqlid kepada nenek moyangnya di dalam urusan agama, memandang bahwa adat istiadat itulah yang paling baik

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ (١٠٤

"Dan apabila di katakan kepada mereka kesinilah kalian kepada apa yang di turunkan oleh Allah dan kepada Rasul, mereka mengatakan cukuplah bagi kami apa yang kami dapatkan di atasnya bapak-bapak kami meskipun bapak-bapak mereka tidak mengetahui sesuatu dan tidak mendapatkan petunjuk" (Surat Al-Maidah :104)

Mereka senang berperang dengan kabilah lain dan mudah sekali menumpahkan darah, berperang karena sebab yang sepele kemudian berperang selama puluhan tahun dan terbunuh ribuan manusia

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang


Halaqah - 08 Muhammad ﷺ Disusui

 Silsilah Sirah Nabawiyah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 8 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Muhammad ﷺ di susui

Setelah melahirkan, Aminah mengabarkan kepada Abdul Muththalib tentang kelahiran cucunya, maka datanglah Abdul Muththalib dalam keadaan sangat berbahagia kemudian memandang dan membawa masuk Muhammad ke dalam ka’bah, memberi nama beliau dengan Muhammad, sebuah nama yang asing di antara orang-orang Arab

Abdul Muththalib kemudian mencari wanita Arab Badui yang bisa menyusui Muhammad ﷺ, sebagaimana ini adalah kebiasaan orang-orang Arab kota, yang demikian adalah untuk menjauhkan beliau dari berbagai penyakit kota dan supaya kuat badannya dan menguasai bahasa Arab fasih, Namun saat itu banyak wanita-wanita Arab Badui yang tidak mau menyusui beliau karena beliau adalah seorang anak yatim tidak memiliki ayah yang bisa membayar upah bagi mereka

Akhirnya Halimah bintu Abi Dhuayb As-Sa’diyah seorang wanita Arab Badui dari Bani Sa’ad yang sedang mencari anak-anak yang bisa disusui, beliau lah yang bersedia menyusui Muhammad ﷺ setelah awalnya tidak mau menyusui namun karena beliau merasa iba dan kasihan dan tidak ingin pulang ke Bani Sa’ad dalam keadaan tidak membawa seorang bayi pun, maka Halimah bersedia menyusui Muhammad dan membawanya Bani Sa’ad

Di bawalah Muhammad ke lingkungan barunya dan Halimah merasakan berkah yang luar biasa setelah menyusui Muhammad ﷺ, berkah dan kebaikan dalam berbagai urusannya

Setelah dua tahun tinggal di Bani Sa’ad Muhammad ﷺ di bawa oleh Halimah kepada ibunya untuk dikembalikan dan saat itulah Halimah meminta dan merayu Aminah untuk memberinya kesempatan lagi mengasuh Muhammad karena melihat banyaknya kebaikan yang dia dapatkan dengan mengasuhnya dan supaya Beliau tidak terkena wabah penyakit yang ada di Mekkah, akhirnya Aminah menyetujui permintaan tersebut

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[15/1 10.15] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 07 Kelahiran Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

by Rory Rachmad  |  in

 Silsilah Sirah Nabawiyah

at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 7 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Kelahiran Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

Rasulullah ﷺ di lahirkan di hari Senin, sebagaimana beliau kabarkan di dalam hadits Abu Qatadah al-Anshary yang di riwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya beliau ﷺ di tanya tentang berpuasa di hari Senin, maka beliau mengatakan

فيه ولدت وفيه أنزل علي

Di dalamnya aku dilahirkan dan didalamnya pertama kali turun wahyu kepadaku

Beliau dilahirkan ditahun Gajah yaitu tahun 570 M, tahun di mana terjadi kejadian besar yang mengisyaratkan kejadian yang lebih besar yang menunjukkan bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi manusia.

Pada tahun tersebut Abrahah gubernur Yaman yang berada di bawah raja Habasyah membangun gereja besar dengan dimaksud untuk memindah haji orang-orang arab kesana yang selama ini mereka berduyun-duyun dan berpayah-payah ke Ka’bah dari berbagai tempat yang jauh yang demikian membuat marah orang-orang arab yang mengagungkan Ka’bah, salah seorang dari mereka mendatangi gereja besar tersebut dan membuang hajat didalamnya, Abrahah marah dan bersumpah untuk pergi ke Ka’bah untuk menghancurkannya. Maka Abrahah pergi dengan tentaranya dengan membawa Gajah, orang-orang Arab berusaha untuk menghalangi akan tetapi mereka tidak mampu, ketika sampai di luar Mekkah Abdul Muththalib sebagai pemuka Quraisy mendatangi Abrahah yang sudah mengambil 200 untanya, Abrahah setelah turun dari kursinya dan mendudukan Abdul Muththalib bersamanya sebagai penghormatan kepadanya dia bertanya kepada Abdul Muththalib

apa yang engkau inginkan dan apa keperluanmu?

Berkata Abdul Muththalib keperluanku adalah supaya Raja mengembalikan kepadaku 200 unta yang dia ambil dariku

Berkata Abrahah dengan nada menghina engkau meminta kepadaku 200 unta yang aku ambil darimu dan membiarkan rumah yang itu adalah agamamu dan agama bapak-bapakmu yang aku datang untuk menghancurkannya, engkau tidak berbicara kepadaku tentang rumah ini?

Berkata Abdul Muththalib aku adalah yang memiliki unta-unta tersebut sedangkan rumah itu di miliki oleh Tuhan yang akan menjaganya

Berkata Abrahah dia tidak bisa mencegahku

Abdul Muththalib menjawab itu adalah urusanmu

Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul diatas gunung-gunung Mekkah melihat apa yang akan terjadi, Abrohah bersiap-siap untuk memasuki kekota Mekkah dan mempersiapkan Gajah nya, tetapi Gajah tersebut menderung di jalan ketika di pukul supaya berdiri dia enggan, tetapi ketika di arahkan ke Yaman maka dia segera lari dalam keadaan demikian Allah mengirimkan burung-burung yang membawa batu-batu yang apabila mengenai salah seorang dari pasukan Abrahah dia akan meninggal, berlarianlah pasukan Abrahah dan berjatuhan, Abrahah pun terkena batu di jasadnya mereka membawa Abrahah ke Yaman dan terputus jari-jarinya nya satu demi satu dan sesampai dia di Yaman Abrahah pun meninggal dunia.

Dan inilah yang Allah kisahkan di dalam surat al-Fiil, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman


أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (١) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (٢) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (٣) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (٤) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (٥

"Apakah engkau tidak melihat apa yang telah dilakukan oleh Rabbmu kepada tentara gajah, bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka dalam kesia-siaan dan mengirim kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu yang terbuat dari tanah yang mengeras, maka Allah menjadikan mereka hancur seperti daun-daun yang dimakan oleh hewan ternak" (Surat Al-Fiil : 1-5)

Kejadian ini adalah sejarah besar bagi orang-orang arab sehingga mereka menjadikan kejadian ini sebagai penanggalan, mereka mengatakan ini terjadi di tahun gajah atau mengatakan si fulan di lahirkan beberapa tahun setelah tahun gajah dan seterusnya

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[15/1 10.16] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 06 Nasab Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah
 at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 6 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Nasab Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadlhr bin Kinanah

Fihr memiliki gelar quraisy dan quraisy adalah keturunan kinanah dan kinanah adalah keturunan Isma'il bin Ibrahim alaihima salam

Rasulullah ﷺ bersabda

إنَّ اللهَ اصطفَى كِنانةَ من ولدِ إسماعيلَ . واصطفَى قريشًا من كنانةَ  واصطفَى من قريشٍ بني هاشمَ . واصطفاني من بني هاشمَ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Isma'il dan memilih quraisy dari kinanah dan memilih Bani Hasyim dari quraisy dan memilihku dari Bani Hasyim” (HR Imam Muslim)

Hasyim bertanggung jawab tentang air zam-zam dan makanan untuk jamaah haji beliaulah yang pertama kali yang memulai dua perjalanan orang-orang quraisy perjalanan di musim dingin ke yaman dan perjalanan di musim panas ke syam dalam rangka untuk berdagang

Sebagaimana di dalam ayat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ  - لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (١) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy kebiasaan mereka melakukan perjalanan di musim dingin dan  musim panas” (Surat Quraisy : 1-2)

Suatu saat hasyim melakukan perjalanan ke syam untuk berdagang ketika sampai madinah beliau menikah dengan salma bintu amr (salah seorang dari kabilah bani 'adi bin An-Najjar) berdiam sebentar di sana, kemudian melanjutkan perjalanan ke syam, sedangkan salma saat itu sedang mengandung Abdul Muththalib,

Meninggal Hasyim di Gaza dan Salma melahirkan anak yang di beri nama dengan Syaibah, besar Syaibah di kota Madinah dan keluarga di Mekkah tidak mengetahui bahwa Hasyim memiliki anak di Madinah

Setelah kematian hasyim maka yang memegang air zam-zam dan rifadah adalah saudara beliau al-Muththalib bin Abdul Manaf, ketika Syaibah mulai besar maka al-Muththalib mendengar keberadaan putra saudaranya di madinah, kemudian al-Muththalib pergi ke kota Madinah mencari Syaibah dan ketika melihatnya ia menangis dan memeluknya dan menaikkannya di atas unta, Al-Muththalib memohon izin kepada salma untuk membawa syaibah ke mekkah yang merupakan kekuasaan bapak syaibah tanah haram milik Allah

Ketika sampai ke mekkah dan saat itu syaibah membonceng al-Muththalib di atas untanya berkatalah manusia ini adalah Abdul Muththalib yaitu budak dari al-Muththalib, berkata al-Muththalib celakalah kalian ini adalah anak dari saudaraku hasyim

Setelah meninggal al-Muththalib maka Abdul Muththalib menggantikan peran beliau, suatu saat Abdul Muththalib bermimpi melihat posisi sumur zam-zam kemudian dia menggali tempat tersebut dan semenjak itulah Abdul Muththalib yang mengurus air zam-zam

Adapun Abdullah bapak Rasulullah ﷺ maka beliau adalah anak yang paling baik di antara anak-anak Abdul Muththalib paling terhormat paling di cintai Abdul Muththalib memilihkan untuk Abdullah Aminah binti wahb bin Abdul Manaf bin Zahrah bin Kilab dan dia adalah termasuk wanita termulia di antara wanita-wanita Quraisy bapaknya adalah pemuka Bani Zahrah

Setelah menikah Abdul Muththalib mengutus Abdullah ke Madinah untuk suatu keperluan, kemudian Abdullah meninggal di Madinah dan Rasulullah ﷺ ada di rahim Aminah, Abdullah meninggalkan 5 ekor unta dan ummu Aiman seorang budak wanita dari Habasyah yang kelak akan mengasuh Rasulullah ﷺ

Inilah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[16/1 08.15] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 09

Pembelahan Dada Nabi ﷺ, Meninggalnya Aminah dan Abdul Muththalib
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 9 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Pembelahan Dada Nabi ﷺ Meninggalnya Aminah dan Abdul Muththalib

Pada tahun ke-4 atau ke-5 semenjak kelahiran Nabi ﷺ terjadi kejadian besar yang menimpa Muhammad ﷺ

Di dalam shahih Muslim, Imam Muslim meriwayatkan bahwa datang Malaikat Jibril dan Muhammad ﷺ sedang bermain bersama anak-anak, kemudian Malaikat Jibril membelah dada beliau mengeluarkan dari jantungnya segumpal darah hitam, kemudian membuangnya dan mencuci jantungnya di dalam bejana yang terbuat dari emas yang di dalamnya ada air zam-zam sehingga jantung tersebut bersih kemudian mengembalikannya seperti semula

Datanglah anak-anak tersebut melapor kepada Halimah bahwa Muhammad telah terbunuh, kemudian mereka pun menyambut Muhammad dan beliau dalam keadaan sudah berubah wajahnya, Halimah sebagai ibu yang menyusui Muhammad ﷺ merasa takut dengan kejadian aneh yang menimpa Muhammad, maka dia pun mengembalikan beliau kepada ibunya sampai berumur 6 tahun

Pada tahun itulah Aminah mengajak Muhammad putranya yang sudah yatim untuk menziarahi kubur suaminya di kota Madinah dan bersama mereka Abdul Muththalib dan Ummu Aiman sang pembantu

Ketika kembali pulang Aminah sakit dan meninggal di al-Abwa sebuah kota antara Madinah dan Mekkah, jadilah Muhammad yang sangat masih kecil tersebut dan sangat kasih sayang dan perhatian hidup tidak memiliki orang tua

Kemudian kembalilah beliau bersama kakeknya yang sangat sayang kepada beliau ﷺ bahkan lebih di sayangi dari pada anak-anaknya yang lain

Dahulu Abdul Muththalib memiliki tikar di sekitar Ka’bah, tidak ada anak-anaknya yang berani duduk bersama Abdul Muththalib di atas tikar tersebut, karena menghormati bapaknya, namun Abdul Muththalib membiarkan Muhammad duduk bersamanya duduk diatas tikar dan mengusap punggungnya dan senang apa yang dia lakukan

Ketika berumur 8 tahun meninggallah Abdul Muththalib (kakek yang sangat sayang kepada beliau) dan sebelum meninggal Abdul Muththalib menyerahkan kepengurusan cucunya kepada Abu Thalib paman saudara kandung Abdullah bin Abdul Muththalib

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Saturday, January 11, 2020

📚 *PERKARA YANG BUKAN TERMASUK MANHAJ SALAF*

Asy-Syaikh Prof. Dr. Muhammad bin Umar Bazmuul hafizhahullah berkata :

ليس من منهج السلف العمل قبل العلم، إنما كانوا يبدأون بالعلم قبل العمل، قال تعالى: فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين) محمد19

(1). Bukan termasuk manhaj salaf, beramal sebelum berilmu. Dahulu salaf memulai dengan ilmu sebelum beramal. Allah Ta’ala berfirman : “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan (yang haq) selain Allah, dan meminta ampunlah atas dosamu dan juga kaum mukminin” [QS. Muhammad: 19]

ليس من منهج السلف : ترك العمل بالعلم، فقد ورد: "هتف العلم بالعمل فإن أجابه وإلا ارتحل

(2). Bukan termasuk manhaj salaf, meninggalkan amal setelah berilmu. Disebutkan dalam sebuah riwayat : "Ilmu memanggil amal, apabila amal memenuhi panggilannya (maka ilmu akan tetap bersamanya), namun jika sebaliknya, maka ilmu akan pergi meninggalkannya"

ليس من منهج السلف أن يشتغل الطالب بأي شيء قبل القرآن والحديث، فإذا تفقه وتعلم ما يحتاجه لدينه طلب ما يريده بعد ذلك

(3). Bukan termasuk manhaj salaf, menyibukkan diri dengan sesuatu sebelum (menghafal dan mempelajari) al-Qur’an dan hadits. Apabila seorang telah mempelajari ilmu yang ia butuhkan untuk agamanya, silahkan ia mempelajari ilmu yang ia inginkan.

ليس من منهج السلف الأخذ عن أي أحد إلا بعد النظر في حاله مع السنة. فكان يقال: "إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم".

(4). Bukan termasuk manhaj salaf, mengambil (ilmu) dari setiap manusia kecuali setelah mengamati keadaannya apakah ia di atas sunnah. Dahulu dikatakan sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah kepada siapa kalian mengambil agama kalian.

ليس من منهج السلف ترك طلب العلم الواجب، وإهمال طلب العلم المستحب

(5). Bukan termasuk manhaj salaf, meninggalkan thalabul ilmi yang sifatnya wajib, serta meremehkan thalabul ilmi yang sifatnya sunnah.

ليس من منهج السلف الاهتمام بالعلوم العقلية البحتة، إنما علمهم قال الله قال رسوله قال الصحابة

(6). Bukan termasuk manhaj salaf, lebih mementingkan ilmu-ilmu yang hanya bersandar pada akal. Ilmu salaf tidak lain adalah perkataan Allah dan Rasul-Nya, serta perkataan sahabat.

ليس من منهج السلف ترك الاحتجاج بحديث الآحاد في العقائد

(7). Bukan termasuk manhaj salaf, tidak mau berhujjah dengan hadits ahad dalam permasalahan aqidah.

ليس من منهج السلف حصر افادة العلم في الحديث المتواتر

(8). Bukan termasuk manhaj salaf, membatasi ilmu hanya diambil dari hadits mutawatir.

ليس من منهج السلف رد الحديث إذا لم تبلغه العقول والاعتراض عليه، بل منهجهم الاتباع والتسليم، لآمنا به كل من عند ربنا

(9). Bukan termasuk manhaj salaf, menolak dan mengkritik hadits apabila tidak masuk akal. Bahkan manhaj salaf adalah mengikuti, menerima dan beriman dengan hadits, serta seluruh apa yang datang dari Rabb kita.

ليس من منهج السلف التحزب والتحالف والإجتماع سراً دون الناس ؛ فقد ورد : "إذا رأيت من يجتمع في المسجد من دون الناس فاعلم أنهم على ضلالة

(10). Bukan termasuk manhaj salaf, membuat kelompok-kelompok, persekutuan dan perkumpulan yang tersembunyi dari manusia. Diriwayatkan dari salaf : "Apabila engkau melihat orang-orang berkumpul di masjid secara sembunyi-sembunyi, maka ketahuilah bahwa mereka berada di atas kesesatan.

ليس من منهج السلف الابتداع والاختراع. وشعارهم : اتبعوا و لا تبتدعوا فقد كفيتم، وعليكم بالأمر العتيق

(11). Bukan termasuk manhaj salaf, mengada-adakan kebid’ahan dan perkara-perkara baru (dalam agama). Syiar salaf adalah "Ikutilah, janganlah kalian berbuat bid’ah, sungguh kalian telah dicukupkan. Berpegang teguhlah dengan perintah Nabi"

ليس من منهج السلف ترك الاقتداء والاتباع للرسول عليه الصلاة والسلام

(12). Bukan termasuk manhaj salaf, tidak mau mencontoh dan mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ليس من منهج السلف الغلو في الرسول صلى الله عليه ، ومساواته بالله تعالى

(13). Bukan termasuk manhaj salaf, bersikap ghuluw kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyamakan kedudukan Rasul dengan Allah Ta’ala.

ليس من منهج السلف : ترك الاتباع لما كان عليه الصحابة، واختراع معاني يخرج بها عما في الشرع

(14). Bukan termasuk manhaj salaf, tidak mau mengikuti jalan para sahabat, dan membuat kaidah-kaidah baru yang menyelisihi syariat.

ليس من منهج السلف الطعن في الصحابة أو أحد منهم

(15). Bukan termasuk manhaj salaf, mencela para sahabat nabi atau mencela salah seorang dari sahabat Nabi.

ليس من منهج السلف تهييج الناس على الحكام وتحريضهم على الخروج أو المظاهرات أو الثورات. أو الانتقاد العلني لهم ولوزرائهم أو عمالهم

(16). Bukan termasuk manhaj salaf, memprovokasi manusia untuk melawan pemerintah dan menghasung mereka untuk keluar dari ketaatan baik berupa demonstrasi, pemberontakan maupun menyampaikan kritikan terbuka kepada pemerintah dan jajarannya terkait kesalahan-kesalahan mereka.

ليس من منهج السلف السكوت عن النصيحة لله ولرسوله ولكتابه ولأئمة المسلمين وعامتهم

(17). Bukan termasuk manhaj salaf, diam dan enggan memberikan nasihat karena Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, serta nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan manusia pada umumnya.

ليس من منهج السلف إحداث بيعة لغير الإمام المتولي شأن المسلمين وجماعتهم

(18). Bukan termasuk manhaj salaf, melakukan bai’at kepada selain pemimpin yang menguasai urusan kaum muslimin.

ليس من منهج السلف إهمال الكلام في توحيد الله تعالى وتقرير ذلك في النفوس، فإنه الأساس الذي يقوم عليه بناء الإسلام في كل أحد

(19). Bukan termasuk manhaj salaf, meremehkan pembahasan tauhid dan tidak menanamkannya dalam jiwa, karena tauhid merupakan pokok agama setiap manusia yang Islam dibangun di atasnya.

ليس من منهج السلف أن يكون موضوع الدعوة الأساس توزيع الثروات ولو باسم الاصلاح الاثتصادي، و لا العمل السياسي ولو باسم الإصلاح السياسي

(20). Bukan termasuk manhaj salaf, memprioritaskan dakwah dengan menyebarkan kekacauan meskipun dengan alasan perbaikan ekonomi, demikian pula terjun dalam politik meskipun dengan alasan memperbaiki politik.

ليس من منهج السلف : الاشتغال بما لا نفع فيه في الآخرة

(21). Bukan termasuk manhaj salaf, menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat.

ليس من منهج السلف الركون إلى الدنيا وترك العمل للآخرة

(22). Bukan termasuk manhaj salaf, merasa puas dengan kehidupan dunia dan meninggalkan beramal untuk akhirat.

ليس من منهج السلف الإكثار من الكلام والحديث، إنما كانوا يقولون: من كثر كلامه كثر سقطه. ويسكتون حتى يظن أن بهم عي وما بهم ذلك إنما خوف الله

(23). Bukan termasuk manhaj salaf, banyak berbicara dan bercakap-cakap. Dahulu salaf menyatakan barangsiapa yang banyak bicara, maka akan banyak kesalahannya. Mereka diam hingga orang-orang mengira bahwa ia memiliki cacat. Tidaklah mereka melakukan demikian melainkan karena takut kepada Allah.

ليس من منهج السلف الاستعلاء على الخلق، فهم دعاة خير، ورفق ورحمة

(24). Bukan termasuk manhaj salaf, menyombongkan diri terhadap makhluk. Salaf adalah para da’i yang menyeru kepada kebaikan, bersikap lembut lagi penyayang.

ليس من منهج السلف طلب الشهرة، والارتفاع على الناس، فإن حب الظهور يقصم الظهور، وإذا تسود الحدث فاته خير كثير

(25). Bukan termasuk manhaj salaf, mencari ketenaran dan kedudukan tinggi di tengah manusia, karena cinta ketenaran akan mematahkan punggung. Apabila seorang telah ditokohkan (sebelum waktunya), maka akan terluput darinya kebaikan yang banyak (maksudnya ia kehilangan kesempatan menuntut ilmu)

ليس من منهج السلف، الدخول في الكلام والجدال بل يستفرغون وسعهم في التفقه في الكتاب والسنة والعمل بهما والدعوة اليهما

(26). Bukan termasuk manhaj salaf, masuk dalam perdebatan dan perkataan yang sia-sia, bahkan salaf memfokuskan waktu mereka untuk mempelajari al-Qur’an dan as-Sunnah, mengamalkan keduanya dan mendakwahkannya.

ليس من منهج السلف : الخروج بدلالات النصوص عن أصول العربية وفهم السلف الصالح

(27). Bukan termasuk manhaj salaf, tidak memahami nash-nash syariat berdasarkan pokok bahasa arab dan pemahaman salaf yang shalih.

ليس من منهج السلف : الكلام بالمجملات وترك التفصيل والبيان

(28). Bukan termasuk manhaj salaf, membahas sesuatu secara global, tanpa merinci dan memberikan penjelasan.

ليس منهج السلف الاستدلال بكل آية أو حديث، حتى تكون الآية محكمة والحديث سنة متبعة

(29). Bukan termasuk manhaj salaf, berdalil dengan setiap ayat dan hadits hingga diketahui bahwa ayat tersebut muhkam dan hadits tersebut merupakan sunnah yang diikuti.

ليس من منهج السلف وضع القواعد والضوابط بالرأي، وإنما كان سبيلهم تتبع ألفاظ القرآن والسنة . فلايغادر في الفتوى الآية أو الحديث ما امكنه

(30). Bukan termasuk manhaj salaf, membuat kaidah-kaidah dan aturan agama berdasarkan akal. Jalan salaf adalah mengkaji lafazh-lafazh al-Qur’an dan as-Sunnah. Tidak tergesa-gesa dalam berfatwa terkait dengan ayat atau hadits sebisa mungkin.

ليس من منهج السلف التعصب للرأي والاعتداد به، فكان قائلهم يقول: ما أنا عليه صواب يحتمل الخطأ، وما مخالفي عليه خطأ يحتمل الصواب

(31). Bukan termasuk manhaj salaf, bersikap ta’ashub dan ghuluw terhadap suatu pendapat. Salaf menyatakan : "Pendapat yang aku yakini benar, tapi ada kemungkinan  salah, sedangkan pendapat orang yang menyelisihiku salah, tapi ada kemungkinan benar"

ليس من منهج السلف المعاداة لمجرد وقوع اختلاف، فكانوا يفرقون في ذلك بحسب حال الرجل وواقع المسألة، فالاختلاف مع صفاء النية لا يفسد للود قضية

(32). Bukan termasuk manhaj salaf, melakukan permusuhan hanya disebabkan oleh perselisihan. Salaf membedakan suatu perselisihan bergantung dengan keadaan seseorang dan permasalahan yang terjadi. Perselisihan yang dibarengi dengan niat yang bersih, tidak akan merusak kecintaan dan persaudaraan di antara mereka.

ليس من منهج السلف حصر الدين في مسألة فمن وافقني عليها هو سلفي ومن خالفني فيها فهو غير سلفي. فالسلفية منهج وليست مسألة

(33). Bukan termasuk manhaj salaf, membatasi agama ini hanya dalam permasalahan tertentu, barangsiapa yang sejalan denganku dalam permasalahan tersebut, maka ia salafy, dan barangsiapa yang menyelisihiku dalam permasalahan tersebut, maka ia bukan salafy. As-Salafiyyah adalah manhaj, bukan permasalahan tertentu.

ليس من منهج السلف التقليد والتعصب بدون دليل

(34). Bukan termasuk manhaj salaf, bersikap taklid (mengikuti pendapat seseorang tanpa dalil) dan ta’ashub (fanatisme) tanpa disertai dalil.

ليس من منهج السلف تكفير الناس إلا بما ورد أنه كفر في الشرع

(35). Bukan termasuk manhaj salaf, (bermudah-mudahan) dalam mengkafirkan manusia, kecuali yang ditunjukkan oleh syariat bahwa hal itu adalah penyebab kekufuran.

ليس من منهج السلف الحكم على المعين بالكفر قبل إقامة الحجة بثبوت الشروط وانتفاء الموانع

(36). Bukan termasuk manhaj salaf, memvonis kafir seseorang sebelum menegakkan hujjah dengan terpenuhinya syarat-syarat dan ketiadaan penghalang-penghalangnya.

ليس من منهج السلف الحكم على المعين ببدعته إلا بعد إقامة الحجة، بثبوت الشروط وانتفاء الموانع

(37). Bukan termasuk manhaj salaf, memvonis (mubtadi’) seseorang karena kebid’ahan yang ia lakukan, kecuali setelah ditegakkan hujjah dengan terpenuhinya syarat-syarat dan ketiadaan penghalang-penghalangnya.

ليس من منهج السلف العذر بمطلق الجهل، إنما يعذرون بالجهل من بذل وسعه في التعلم وطلب العلم و لم يقصر وكان الذي صدر منه هو مبلغه من العلم

(38). Bukan termasuk manhaj salaf, memberikan udzur jahl (kebodohan) secara mutlak, seorang diberikan udzur jahl hanyalah ketika ia telah berupaya untuk belajar dan menuntut ilmu, serta bersungguh-sungguh dalam mendapatkannya. Dan penyelisihan yang ia lakukan berdasarkan kadar ilmu  yang sampai kepadanya.

ليس من منهج السلف إعطاء العصمة لأحد غير رسول الله صلى الله عليه وسلم

(39). Bukan termasuk manhaj salaf, memberikan sifat ma’shum kepada seseorang selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ليس من منهج السلف : ترك الرجوع للعلماء، بل كانوا يدعون الناس إلى مجالسة العلماء، ولزوم غرسهم

(40). Bukan termasuk manhaj salaf, enggan untuk kembali kepada ulama, bahkan dahulu salaf menyeru manusia untuk duduk kepada ulama dan terus menapaki langkah mereka.

ليس من منهج السلف : إعمال التعديل مع وجود الجرح المفسر إلا إذا ذكره المعدل ورده بعلم

(41). Bukan termasuk manhaj salaf, mendahulukan ta’dil (pujian) saat terdapat jarh (kritikan) yang terperinci, kecuali apabila ulama yang men-ta’dil menyebutkan sebab jarh, kemudian menolak jarh tersebut dengan ilmu.

ليس من منهج السلف : إعمال الجرح المجمل في حق من ثبتت عدالته، إلا إذا فسر، أو صدر من إمام كبير، فالنفس أميل إليه

(42). Bukan termasuk manhaj salaf, mendahulukan jarh yang masih global terhadap orang-orang yang telah nampak keadilannya, kecuali apabila jarh tersebut dirinci atau berasal dari seorang imam (ulama besar ahlus-sunnah), maka jiwa ini akan condong kepadanya.

ليس من منهج السلف أن يعرف الحق بالرجال، فكل ما جاء عن فلان فهو حق، بل شعارهم أعرف الحق تعرف أهله، أعرف الحق تكن من أهله

(43). Bukan termasuk manhaj salaf, mengukur kebenaran dengan seseorang yaitu setiap apa yang datang dari fulan, maka itulah kebenaran. Bahkan syiar salaf adalah kenalilah kebenaran, niscaya engkau akan mengenal orang-orang yang berada di atasnya, dan kenalilah kebenaran, niscaya engkau termasuk ahlinya.

ليس من منهج السلف رد خبر الثقة، وعدم قبوله إلا مسموعاً أو مقروءا

(44). Bukan termasuk manhaj salaf, menolak khabar tsiqah, tidak mau menerimanya kecuali apabila khabar tersebut berupa rekaman suara atau tulisan.

ليس من منهج السلف أن يخوض كل طالب علم في الجرح والتعديل،فإن لكل فن رجاله فكما لا يؤخذ العلم عن كل أحد فإنه لا يتكلم في الجرح والتعديل أي أحد

(45). Bukan termasuk manhaj salaf, setiap penuntut ilmu berdalam-dalam dalam permasalahan jarh wat ta’dil, karena setiap cabang ilmu terdapat ahlinya, sebagaimana ilmu tidak diambil dari setiap orang, demikian pula setiap orang tidak berhak berbicara dalam permasalahan jarh wat ta’dil.

ليس من منهج السلف معاملة أخطاء أهل السنة كمعاملة أهل البدع. فإن كل
           ابن آدم خطاء، فينظر في منهج الرجل ويعامل الخطأ الذي وقع منه على أساس ذلك

(46). Bukan termasuk manhaj salaf, menyikapi kesalahan-kesalahan seorang ahlus-sunnah seperti menyikapi kesalahan ahlul-bid’ah, karena setiap anak Adam pasti memiliki kesalahan. (Apabila seorang ahlus-sunnah terjatuh dalam kesalahan), maka manhajnya dilihat, kesalahan tersebut disikapi sesuai dengan manhajnya.

ليس من منهج السلف الهجوم على العلماء والكلام فيهم واطراح علمهم وكتبهم والدعوة إلى حرقها وإتلافها وتارك الرجوع إليها لمجرد خطأ وقعوا فيه

(47). Bukan termasuk manhaj salaf, memusuhi, melawan, membicarakan ulama, serta membuang ilmu dan kitab-kitab mereka. Demikian pula menyerukan untuk membakar kitab-kitab mereka, merusaknya dan tidak mengambil ilmu dari ulama hanya karena mereka terjatuh dalam kesalahan.

ليس من منهج السلف : الركون إلى أهل البدع، والتبسط إليهم

(48). Bukan termasuk manhaj salaf, bergaul bersama ahlul-bid’ah dan melapangkan majelis untuk mereka.

ليس من منهج ألسلف محبة أهل البدع، أو إحسان الظن بهم، لا يغرهم فصاحتهم و لا بيانهم، يعلمون أن المرء مع من أحب، كما في الحديث

(49). Bukan termasuk manhaj salaf, mencintai ahlul-bid’ah atau berprasangka baik kepada mereka, tidak tertipu oleh kefasihan lisan dan penjelasan mereka. Salaf mengetahui bahwa seorang bersama orang yang ia cintai sebagaimana disebutkan dalam hadits.

ليس من منهج السلف توقير صاحب البدعةليس من منهج السلف توقير صاحب البدعة

(50). Bukan termasuk manhaj salaf, memuliakan ahlul-bid’ah.

ليس من منهج السلف : الدخول في جدال مع أهل الباطل، فإن المسلم لا يعرض ديبنه للأهواء

(51). Bukan termasuk manhaj salaf, masuk dalam perdebatan bersama orang-orang yang berada di atas kebatilan, karena seorang muslim tidak mempertaruhkan agamanya demi mengikuti hawa nafsu.

ليس منهج السلف الاستشراف للفتن والخوض فيها، بل كانوا يتجنبونها ويحذرون منها.

(52). Bukan termasuk manhaj salaf, menjadi corong dalam fitnah-fitnah dan menyibukkan diri di dalamya. Bahkan dahulu salaf menjauh dan memperingatkan dari berbagai fitnah.

ليس من منهج السلف الوقوع في الفرقة والاختلاف والتباغض، وشعارالسلف لا تباغضوا و لا تدابروا وكونوا - عباد الله – إخوانا

(53). Bukan termasuk manhaj salaf, perpecahan, perselisihan dan saling membenci. Syiar salaf adalah "janganlah kalian saling membenci, saling membelakangi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara"

ليس من منهج السلف منازعة العلماء، في كلامهم، فالطالب يعلم أنه طالب وأن بحث هذه المسائل متروك للعلماء، فما بالكم بالنوازل والمسائل الكبار!

(54). Bukan termasuk manhaj salaf, mempertentangkan perkataan ulama. Seorang penuntut ilmu harus tahu bahwa ia hanyalah penuntut ilmu. Permasalahan kontemporer dan permasalahan yang besar hendaklah ditinggalkan dan diserahkan kepada ulama, seorang penuntut ilmu tidak diperkenankan membahas permasalahan-permasalahan tersebut.

Sumber: Twitter Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah (penterjemah Abul-Harits)

📑 https://telegram.me/najmiumar

✒ Editor : Admin Asy-Syamil.com

📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah
🔄 https://t.me/RisalahSunnah
👥 https://bit.ly/JoinGrupKami
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
💠️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
🛰 App : bit.ly/AsySyamilApp
📱 Admin : 081381173870

Friday, January 10, 2020

Akad bekerja
...Bab muamalah

Hadits Bukhari Nomor 2006

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَلَقَّوْا الرُّكْبَانَ وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ وَلَا تُصَرُّوا الْغَنَمَ وَمَنْ ابْتَاعَهَا فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ بَعْدَ أَنْ يَحْتَلِبَهَا إِنْ رَضِيَهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ سَخِطَهَا رَدَّهَا وَصَاعًا مِنْ تَمْرٍ

Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Abu Az Zanad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mencegat rombongan dagang (sebelum sampai di pasar) dan jangan pula sebagian kalian membeli barang yang dibeli orang lain (sedang ditawar) dan janganlah melebihkan harga tawaran barang (yang sedang ditawar orang lain, dengan maksud menipu pembeli) dan janganlah orang kota membeli buat orang desa. Janganlah kalian menahan susu dari unta dan kambing (yang kurus dengan maksud menipu calon pembeli). Maka siapa yang membelinya setelah itu maka dia punya hak pilih, bila dia rela maka diambilnya dan bila dia tidak suka dikembalikannya dengan menambah satu sha' kurma".


Hadist larangan membeli barang yg dibeli orang lain (sedang di tawar)

ا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ

jangan pula sebagian kalian membeli barang yang dibeli orang lain (sedang ditawar)

Janganlah kalian membeli dari penjualan saudaramu atau dari pembelian saudaramu baik barang maupun jasa

Apabila orang itu karyawan di dalam suatu perusahaan kemudian  dia melamar ke perusahaan anda, harom anda Terima
Kecuali dia menyatakan saya sudah berhenti atau saya sudah lisain

*Menolak Pinangan Lelaki Soleh*


Ada lelaki soleh meminang seorang akhwat. Tp akhwat ini kurang respon dgnya. Mungkin krn prtimbangan fisik.

Dia sama sekali tdk menilai buruk akhlak dan agama lelaki ini. Orangnya rajin bekerja dan tanggung jawab. Krakternya lugu.

*Tapi kurang sreg saja. Apakah akhwat ini berdosa?*

Jazakumullah khoiran..

*Jawab:*

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

*Tidak menyukai orang sholeh, latar belakangnya ada 2,*

*Pertama,*
tidak suka yang sifatnya manusiawi.
Misalnya, tidak suka dengan wajahnya yang kurang indah dipandang, atau karakternya yang pelit atau kasar.

*Kedua,*
tidak suka karena agamanya. Dia tidak ada yang bermasalah secara fisik.
 Tapi dia benci setiap lelaki berjenggot, atau lelaki yang rajin shalat jamaah di masjid, atau lelaki yang suka puasa sunah, dst.

Sehingga rasa tidak sukanya muncul karena orang ini mengamalkan sunah atau karena dia dai yang mengajarkan tauhid.

*Ada beberapa orang yang mereka tidak menyukai Umar bin Khatab karena karakter beliau yang sangat tegas. Meskipun mereka mencintai Umar karena keshalehannya.*

Dulu ada sahabat sangat soleh, dijamin masuk surga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namanya Tsabit bin Qais bin Syammas. Beliau menikah dengan Jamilah bintu Abdillah.

Suatu ketika Jamilah pernah melihat suaminya berjalan bersama deretan para sahabat.
Dia terheran, tidak ada lelaki yang lebih jelek dari pada suaminya. Hingga dia merasa tidak tahan untuk bersama Tsabit, karena takut tidak bisa menunaikan hak suaminya.

Beliau lapor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ أَمَا إِنِّى مَا أَعِيبُ عَلَيْهِ فِى خُلُقٍ وَلاَ دِينٍ وَلَكِنِّى أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِى الإِسْلاَمِ

*Ya Rasulullah, Tsabit bin Qais, saya sama sekali tidak keindahan akhlak dan agamanya yang bagus. Namun saya khawatir kkufur dalam islam. (HR. Bukhari 5273, Nasai 3476, dan yang lainnya)*.

*Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh istrinya untuk mengembalikan maharnya. Lalu Tsabit diminta menjatuhkan talak untuknya.*

✅ Rasa tidak suka semacam itu, sifatnya manusiawi. Semua orang tentu mengharapkan pasangan yang menyejukkan pandangannya. Baik lelaki maupun wanita. Sehingga jika ini ada dalam diri seseorang, dia tidak berdosa.

❌ Berbeda dengan tidak suka kepada seseorang karena agama. Dia membenci orang itu, bukan karena bawaan sifat manusiawi. Namun karena dia komitmen dengan agama. Dia lebihi suka  dengan pasangan, yang sama-sama jauh dari agama.

❌ Beberapa lelaki, serasa sepet jika melihat wanita berhijab. Yang bikin sepet, jilbabnya bukan wajahnya.

❌ Beberapa wanita, serasa sepet ketika melihat lelaki berjenggot. Yang bikin sepet jenggotnya bukan wajahnya.

Anda bisa bayangkan, andaikan manusia semacam ini hidup di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. mereka setiap hari akan merasa sepet ketika melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Mereka memelihara jenggot, pakaiannya di atas mata kaki. Sementara semua wanitanya berhijab.

Jika manusia semacam ini hidup di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mungkin mereka akan bergabung dengan komunitas yahudi di luar kota Madinah, agar tidak sepet melihat wanita berjilbab atau lelaki berjenggot.

*Kebencian semacam ini berbahaya. Bisa menghapus amal, dan menggiring pelakunya kepada kekufuran. Allah berfirman,*

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ . ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

*Orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. (QS. Muhammad: 8 – 9)*

Fatwa Dr. Soleh al-Fauzan.

*Beliau pernah ditanya, bolehkah menolak pinangan lelaki soleh, karena tidak cinta*

Jawaban beliau,

إذا كنت لا ترغبين الزواج من شخص؛ فلا إثم عليك، ولو كان صالحًا؛ لأن الزواج مبناه على اختيار الزوج الصالح مع الارتياح النفسي إليه ؛ إلا إذا كنت تكرهينه من أجل دينه؛ فإنك تأثمين في ذلك من ناحية كراهة المؤمن، والمؤمن تجب محبته لله ، ولكن لا يلزمك مع محبتك له دينًا أن تتزوجي منه مادمت لا تميلين إليه نفسيًا . والله أعلم

*Menolak menikah dengan seseorang, tidak berdosa. Meskipun dia orang soleh. Karena menikah prinsipnya adalah memilih pasangan yang soleh dan adanya rasa cinta dari hati. Kecuali jika anda tidak suka dengannnya karena agamanya. Maka anda berdosa dalam hal ini, karena anda membenci orang mukmin. Sementara orang mukmin wajib dicintai karena Allah. Akan tetapi, anda tidak harus menikah dengannya, selama anda tidak ada rasa cinta. Allahu a’lam*

(al-Muntaqa min Fatawa Dr. Sholeh al-Fauzan, 3/226)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


Read more https://konsultasisyariah.com/25340-menolak-pinangan-lelaki-soleh-apakah-berdosa.html

Tuesday, January 7, 2020

Hsi siroh nabi

Halaqah - 02
 Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus bagian 1

by Rory Rachmad

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 2 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi di utus

Keagamaan orang Arab dahulu sebagian besar mengikuti dakwah Nabi Isma'il عَلَيهِ السَّلَامُ ketika beliau mengajak mereka mengikuti millah Ibrahim yaitu meng-Esakan Allah dalam beribadah dan tidak menyekutukan Allah sedikit pun

Kemudian berlalu waktu dan mereka pun lupa dengan dengan tauhid meskipun masih tersisa sebagian ajaran-ajaran tauhid pada diri mereka, kemudian datang Amr bin Luhai Al-Khuzai yang melakukan safar ke Syam, melihat mereka menyembah berhala kemudian pulang ke Mekkah dengan membawa salah satu berhala yang bernama hubal dan menaruhnya ke dalam Ka’bah

Kemudian mengajak orang-orang untuk menyekutukan Allah dan mereka pun mengikuti, akhirnya penduduk yang ada di sekitar kota Mekkah mengikuti orang-orang Mekkah, mereka menyembah berhala terjerumus dalam penyembahan kepada selain Allah. Setiap kabilah memiliki berhala, setiap kota memiliki berhala, setiap rumah memiliki berhala bahkan di dalam Ka’bah Baitullah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim untuk beribadah kepada Allah di hadapannya ada kurang lebih 360 berhala dan diantara berhala mereka yang paling lama dan paling besar ada 3 : Manah, Al-Latt dan Al-'Uzza

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

أَفَرَءَيۡتُمُ ٱللَّـٰتَ وَٱلۡعُزَّىٰ (١٩) وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ (٢٠) أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلۡأُنثَىٰ (٢١

"Bagaimana pendapat kalian tentang Al Latta dan Al 'Uzza dan yang ketiga adalah Mannah apakah bagi kalian anak laki-laki dan bagi Allah anak wanita" (Surat An-Najm : 19-21)

Diantara kesyirikan mereka, mereka menyembelih untuk berhala, sebagaimana firman Allah ﷻ

وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ
"Dan apa yang disembelih untuk berhala" (Surat Al-Ma’idah : 3)

Dan mereka mengkhususkan sebagian makanan atau minuman untuk berhala mereka, sebagaimana firman Allah ﷻ

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ

"Dan mereka menjadikan bagi Allah bagian dari apa yang Allah ciptakan berupa tanaman dan hewan ternak kemudian mereka mengatakan “ini adalah untuk Allah atas persangkaan mereka dan ini adalah untuk sesembahan-sesembahan kami” (Surat Al-An’am : 136)

Dan mereka bernadzar untuk berhala, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  berfirman

وَقَالُوا هَٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَا يَطْعَمُهَا إِلَّا مَنْ نَشَاءُ بِزَعْمِهِمْ…

"Dan mereka berkata ini adalah hewan-hewan ternak dan tanaman yang haram tidak boleh memakannya kecuali orang-orang yang kami izinkan (dengan persangkaan mereka) (Surat Al-An’am : 138)

Dan diantara keyakinan mereka bahwa berhala-berhala tersebut akan memberikan syafaat bagi mereka disisi Allah,  Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman


وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ…


"Dan mereka menyembah kepada selain Allah apa yang tidak memudharati mereka dan tidak memberikan manfaat dan mereka mengatakan “mereka (sesembahan tersebut) adalah pemberi syafaat bagi kami disisi Allah” (Surat Yunus : 18]

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang