Friday, February 7, 2020









Salah satu nasehat Syekh Dr. Isa Al-Musamili yg disampaikan kepada kami adalah agar tidak lupa mendoakan murid/ santri² kita agar diberi kemudahan dan kesalehan oleh Allah _ta'ala_, sebagaimana kita mendoakan anak² kita sendiri.

Beliau mengatakan, ada salah seorang kawan beliau yg memiliki anak² yg sangat sopan dan berbakti kepada orang tuanya.

Ketika ditanya, kawan beliau tersebut menjawab, "saya selalu mendoakan anak saya dan juga murid² saya."

Lalu Syekh Isa menjelaskan, "kawan saya tersebut selalu berdoa untuk anak² orang lain, diapun didoakan malaikat kebaikan untuk anak²nya. Karena setiap Kita berdoa kebaikan untuk orang lain, malaikat akan mengatakan "walaka bi mitslih" (Dan semoga engkau mendapatkan yg serupa dg itu)."

Masyaallah, tabarokallah.

Wahai guru, sudah berapa kali anda berdoa untuk murid² anda?

#daurohdai #puldapii #nasehat #untukguru

Thursday, February 6, 2020

Halaqah - 24

Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyah Bagian 1

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 24 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyyah Bagian 1

Diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari awal dakwah Jahriyyah Rasulullah ﷺ

1. Dakwah di mulai dari keluarga

seperti istri, anak, orang tua, kaum kerabat, sebelum seseorang mendakwahi yang lain, karena sebagian dia sangat semangat mendakwahi orang lain, memberikan waktu yang banyak kepada mereka, tetapi dia melupakan keluarganya sendiri, menyia-nyiakan mereka dan membiarkan mereka lalai dan jahil tentang agamanya

Oleh karena itu hendaklah masing-masing bertakwa kepada Allah dan bertanya apa yang sudah dia lakukan untuk keluarganya, sudahkah dia memberikan kepada mereka (hak mereka) khususnya di dalam pendidikan agama menyuruh mereka berbuat taat dan melarang mereka dari kemaksiatan ataukah dia dalam keadaan lalai dari yang demikian

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Wahai orang yang beriman hendaklah kalian menjaga diri kalian dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, di dalamnya ada malaikat yang keras lagi kasar, mereka tidak memaksiati Allah di dalam apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang di perintahkan kepada mereka" (Surat At-Tahrim : 6)

Maka hendaklah seseorang memperhatikan keluarganya sebelum yang lain, mendakwahi mereka dan; bersabar atas gangguan mereka.

2. Pentingnya di dalam dakwah seseorang mengingatkan Azab Allah dan datangnya perhitungan amal

3. Hendaknya seseorang merasa bahagia dan bangga beragama islam dan melaksanakan syariatnya dan tidak merasa malu dengan agama ini

4. Ucapan beliau ﷺ “yaa shabahahu” adalah ucapan yang sering di ucapkan oleh orang-orang Jahiliyyah

Dan biasanya sambil mengucapkan ucapan ini mereka telanjang dan melumurkan tanah di badan mereka dengan tujuan supaya manusia berkumpul dan mengabarkan tentang bahaya yang mengancam, namun Nabi ﷺ tidak melakukan demikian yaitu tidak melakukan telanjang dan melumurkan tanah di badan, karena kebiasaan tersebut bertentangan dengan syariat yang menyuruh kita untuk menutup aurat

Demikian pula seorang muslim hendaklah dia memilih di antara adat istiadat yang tidak bertentangan dengan syariat. Apabila bertentangan dengan syariat maka tidak boleh seorang muslim melestarikan atau melakukan adat istiadat tersebut

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

_______________


Halaqah - 25

 Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyah Bagian 2


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 25dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyyah Bagian 2

Di antara Pelajaran yang bisa kita ambil dari awal dakwah Jahriyyah Rasulullah ﷺ

5. Permusuhan Abu Lahab kepada Rasulullah ﷺ menunjukan bahwa dakwah ini bukan dakwah kabilah atau kesukuan yang di bawa oleh kabilah tertentu dan mengajak kepada suku tertentu, tetapi ini adalah agama dan risalah dari Allah untuk seluruh manusia dan jin

6. Ucapan Abu Lahab kepada Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa seorang da'i di dalam dakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar akan mendengar ucapan-ucapan yang menyakitkan, maka hendaklah dia mengingat apa yang di katakan oleh Abu Lahab kepada Rasulullah ﷺ di depan manusia dan ucapan ini tidak menjadikan beliau ﷺ mundur dari dakwah beliau, demikian pula apabila seseorang mendengar ucapan yang menyakitkan dari manusia, hendaklah dia meminta kepada Allah, semoga Allah menjaganya dan mencukupinya dari orang-orang yang mengejek dan menghinanya

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

"Sesungguhnya Kami akan mencukupi dirimu dari orang-orang yang mengejekmu" (Surat Al-Hijr : 95)

Dan hendaklah seseorang banyak bertasbih kepada Allah ketika merasa sempit dadanya karena mendengar ucapan orang yang menghinanya baik dengan ucapan atau perbuatan atau tulisan

Karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَلَقَدۡ نَعۡلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدۡرُكَ بِمَا يَقُولُونَ (٩٧) فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ (٩٨

"Dan sungguh Kami mengetahui bahwa engkau sempit dadamu dengan apa yang mereka katakan, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersujud" (SuratAl-Hijr : 97-98)

8. Surat Al-Masad (Al-Lahab) menunjukkan di antara Mu'jizat Nabi ﷺ karena ketika turun surat ini yang di dalamnya ada kabar bahwa Abu Lahab akan masuk ke dalam Neraka, Abu Lahab saat itu masih hidup dan setelah itu sampai meninggal dunia Abu Lahab tidak masuk islam dan meninggal dalam keadaan kafir

Tentunya yang seperti ini tidak mungkin bersumber kecuali dari Allah Dzat Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
________________

Halaqah - 25

 Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyah Bagian 2

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 25dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyyah Bagian 2

Di antara Pelajaran yang bisa kita ambil dari awal dakwah Jahriyyah Rasulullah ﷺ

5. Permusuhan Abu Lahab kepada Rasulullah ﷺ menunjukan bahwa dakwah ini bukan dakwah kabilah atau kesukuan yang di bawa oleh kabilah tertentu dan mengajak kepada suku tertentu, tetapi ini adalah agama dan risalah dari Allah untuk seluruh manusia dan jin

6. Ucapan Abu Lahab kepada Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa seorang da'i di dalam dakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar akan mendengar ucapan-ucapan yang menyakitkan, maka hendaklah dia mengingat apa yang di katakan oleh Abu Lahab kepada Rasulullah ﷺ di depan manusia dan ucapan ini tidak menjadikan beliau ﷺ mundur dari dakwah beliau, demikian pula apabila seseorang mendengar ucapan yang menyakitkan dari manusia, hendaklah dia meminta kepada Allah, semoga Allah menjaganya dan mencukupinya dari orang-orang yang mengejek dan menghinanya

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

"Sesungguhnya Kami akan mencukupi dirimu dari orang-orang yang mengejekmu" (Surat Al-Hijr : 95)

Dan hendaklah seseorang banyak bertasbih kepada Allah ketika merasa sempit dadanya karena mendengar ucapan orang yang menghinanya baik dengan ucapan atau perbuatan atau tulisan

Karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَلَقَدۡ نَعۡلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدۡرُكَ بِمَا يَقُولُونَ (٩٧) فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ (٩٨

"Dan sungguh Kami mengetahui bahwa engkau sempit dadamu dengan apa yang mereka katakan, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersujud" (SuratAl-Hijr : 97-98)

8. Surat Al-Masad (Al-Lahab) menunjukkan di antara Mu'jizat Nabi ﷺ karena ketika turun surat ini yang di dalamnya ada kabar bahwa Abu Lahab akan masuk ke dalam Neraka, Abu Lahab saat itu masih hidup dan setelah itu sampai meninggal dunia Abu Lahab tidak masuk islam dan meninggal dalam keadaan kafir

Tentunya yang seperti ini tidak mungkin bersumber kecuali dari Allah Dzat Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Tuesday, February 4, 2020


Halaqah - 20

 Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 20 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Dakwah Sirriiyyah Sembunyi-sembunyi

Setelah turun surat Al-Mudatsir 1 s/d 7 dan dengannya beliau ﷺ menjadi seorang Rasul, mulailah beliau berdakwah di Mekkah mendakwahi orang-orang Quraisy dan penduduk Makkah dengan dakwah sembunyi-sembunyi ada yang mengatakan bahwa ini berlangsung 3 tahun, Khadijah رضي الله عنها adalah wanita pertama yang masuk Islam dan membenarkan Rasulullah ﷺ sebagaimana dalam hadits Aisyah yang telah berlalu

Ali bin Abi Thalib yang dulu di asuh Rasulullah ﷺ semenjak sebelum menjadi Nabi adalah anak kecil yang pertama masuk Islam ada yang mengatakan umurnya 10 tahun

Ali bin Abi Thalib ikut Nabi ﷺ karena Abu Thalib adalah orang yang sedikit hartanya dan banyak tanggungannya, sehingga saat itu Rasulullah ﷺ mengasuh Ali untuk meringankan beban pamannya

Adapun yang pertama kali masuk Islam dari laki-laki dewasa adalah Abu Bakar Ash Shidiq رضي الله عنه

Rasulullah ﷺ bersabda

إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ: كَذَبْتَ، وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: صَدَقَ، وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَهَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي صَاحِبِي

Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian, kemudian kalian mengatakan “engkau berdusta” dan berkata Abu Bakar “dia telah benar” dan dia telah menghiburku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan dirinya dan dia telah menolongku dengan jiwanya dan hartanya, apakah kalian meninggalkan shahabatku (HR Al Bukhari)

Dengan Islamnya Abu Bakar, keluarganya juga mengikuti beliau di dalam Islam dan diantara yang pertama-tama masuk Islam adalah Zaid bin Haritsah Maula Rasulullah ﷺ dan di antara yang pertama-tama masuk Islam adalah

1. Utsman bin Affan
2. Az Jubair bin Awwam
3. Khalid bin Said bin Al ‘ash
4. Abdullah bin Mas’ ud
5. Khubbab bin Al-Arat
6. Bilal Al Habasy
7. Ammar bin Yasir
8. Sumaiyyah (Ibu Ammar bin Yasir)
9. Amr Ibnu Abasah
10. Abu Dzar Al Ghifari dan lain-lain

Beberapa riwayat menunjukkan bahwa beberapa shahabat mengaku dan merasa dirinya yang pertama masuk Islam dan ini tidak bertentangan karena mereka mengabarkan sesuai dengan apa yang dia lihat dan dia ketahui

Kemudian ini di antara yang menunjukkan kerahasiaan dakwah yang di lakukan oleh Rasulullah ﷺ saat itu,

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
____________

Halaqah - 21

 Hikmah dan Tujuan Dakwah Sirriiyyah
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 21 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Hikmah dan Tujuan Dakwah Sirriiyyah

Rasulullah ﷺ memulai dakwah beliau dengan sembunyi-sembunyi dan mendakwahi satu per satu orang-orang yang ada di sekitarnya dan tidak menjaharkan dakwah beliau selama 3 tahun adalah dengan tujuan dan hikmah di antaranya

1. supaya penduduk Mekkah yang penuh dengan kesyirikan dan kejahilan tidak di kagetkan dengan dakwah ini sehingga mereka menghancurkan dakwah ini dari semenjak munculnya

2. supaya dakwah ini memiliki penolong-penolong yang kelak akan menolongnya dan membelanya apabila Rasulullah ﷺ menjaharkan dakwah ini

Apabila keadaan seseorang berada di sebuah tempat yang penduduknya penuh dengan kesyirikan dan kekufuran dan di khawatirkan apabila berdakwah kepada islam secara terang-terangan maka dia dan dakwahnya akan di hancurkan dari awal, maka silahkan dia berdakwah dengan sembunyi-sembunyi dan menjaga kewajiban-kewajiban agama

Namun seseorang hidup di tengah masyarakat islam ditegakkan syiar-syiar agama dan di izinkan seperti adzan, shalat 5 waktu, zakat, puasa, haji

Kemudian dia tidak melakukan shalat 5 waktu atau hanya melakukan 2 kali dalam sehari dengan dalih bahwasanya ini adalah fase Mekkah maka ini adalah kesesatan yang nyata. Tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah ﷺ

berkata Umar Ibnu Abdul Aziz

إذا رأيت قوما يتناجون فى دينهم دون العامة فاعلم أنهم في تأسيس الضلالة

Apabila engkau melihat sebuah kaum saling berbisik-bisik di dalam urusan agama mereka tanpa orang awam, maka ketahuilah bahwa mereka sedang membangun kesesatan (Atsar ini dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di dalam Hilyatul Aulia)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

________________


Halaqah - 22

Diantara Pelajaran Dakwah Sirriyah yang dilakukan Oleh Nabi ﷺ
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 22 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Diantara Pelajaran Dari Dakwah Sirriyah yang dilakukan Oleh Nabi ﷺ

Di antara Pelajaran yang bisa kita ambil dari dakwah Sirriyyah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ

1. Pentingnya mendakwahi orang-orang yang paling dekat

Ketika dakwah Sirriiyyah Nabi ﷺ mendakwahkan islam kepada orang-orang yang sangat dekat dengan beliau, baik keluarganya maupun teman-teman dekat beliau ﷺ demikian pula setiap orang yang terlihat dirinya tanda kebaikan, mencintai kebaikan dan kebenaran yang beliau mengenal mereka dengan baik dan mereka pun mengenal beliau ﷺ dengan baik

Abu Bakar Ash Shiddiq رضي الله عنه adalah shahabat Nabi ﷺ semenjak beliau menjadi Nabi, beliau adalah orang kaya dan memiliki kedudukan yang tinggi di antara orang-orang Quraisy. Beliau adalah sosok yang di cintai oleh manusia dan memiliki akhlak yang mulia, banyak orang yang mendatangi beliau karena ilmunya dan perdagangannya, serta karena baiknya akhlak beliau

Setelah masuk islam beliau رضي الله عنه aktif mendakwahi manusia kepada islam dengan cara rahasia, beliau mendakwahi orang-orang yang beliau percaya dan mereka biasa mendatangi beliau رضي الله عنه telah masuk islam dengan sebab beliau Utsman Ibnu Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdurrahman bin 'Auf, Sa'ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah dan lain-lain

Kemudian masuklah kepada islam banyak orang baik laki-laki maupun wanita, sehingga mulailah tersebar kabar tentang islam di kota Mekkah dan islam menjadi bahan pembicaraan

2. Bahwa seorang muslim di perintahkan mengambil sebab yang dzhahir

Dakwah Sirriiyyah beliau adalah dengan perintah Allah bukan karena beliau ﷺ tidak beriman dengan takdir Allah, tetapi ini adalah pelajaran seorang da'i supaya mengambil sebab-sebab kebaikan dan sebab-sebab keselamatan

Diantara pelajaran yang bisa kita ambil bahwa mengingkari kemungkaran apabila mengakibatkan akan terjadi kemungkaran yang lebih besar maka tidak boleh mengingkari kemungkaran tersebut, di awal dakwah Nabi ﷺ tidak mengingkari orang-orang musyrikin secara terang-terangan karena yang demikian akan menjadikan kemungkaran yang lebih besar dan akan menjadikan dakwah berhenti sebelum berkembang

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Halaqah - 23 Memulai Dakwah Jahriyah Atau Terang-terangan
by Rory Rachmad | in Silsilah Sirah Nabawiyah at 21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 23 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Memulai Dakwah Jahriyah atau terang-teranganan

Setelah 3 tahun berdakwah dengan Sirriyah turunlah perintah Allah untuk memulai dakwah dengan terang-terangan beliau ﷺ diperintahkan untuk memulai dakwah kepada keluarga dekat beliau, Allah berfirman

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

"Dan ingatkanlah keluarga dekatmu" (Surat Asy-Syu’ara : 214)

Maka keluarlah Nabi ﷺ dan menaiki bukit Shafa kemudian berteriak "yaa shabahah" ini adalah sebuah kalimat yang dipakai oleh orang Arab untuk meminta tolong ketika melihat musuh akan menyerang

Maka berkumpulah orang-orang Quraisy dari berbagai kabilah kemudian beliau ﷺ berkata kepada mereka

yaa Bani Fulan, yaa Bani Manaf, yaa Bani Abdil Muththalib apa pendapat kalian seandainya aku kabarkan kepada kalian bahwa sebuah pasukan berkuda akan keluar dari atas bukit ini, apakah kalian membenarkan aku?

Mereka berkata
kami tidak pernah melihat engkau berdusta

Beliau mengatakan
maka aku ingatkan tentang adanya adab yang pedih di depan kalian

Berkata Abu Lahab (paman Rasulullah ﷺ)
celaka dirimu engkau tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini

Kemudian Abu Lahab pergi dan turunlah surat Al-Masad

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

"Celaka kedua tangan Abu Lahab" (Surat Al-lahab : 1)

Diantara hikmah memulai Dakwah dengan keluarga karena Mekkah penuh dengan semangat kabilah dan kekeluargaan sehingga di harapkan mereka akan membantu menolong dan membela dakwah ini

Demikian pula negeri Mekkah dan Quraisy memiliki kedudukan tinggi di antara kabilah-kabilah arab sehingga seandainya mereka mendapatkan hidayah maka akan memiliki pengaruh yang besar terhadap kabilah-kabilah lain dan ini tidak berarti bahwa islam hanya untuk orang-orang Quraisy saja, ini hanyalah langkah pertama di dalam menyampaikan agama islam yang di turunkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى untuk seluruh alam

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

----------------------

Halaqah - 23 Memulai Dakwah Jahriyah Atau Terang-terangan
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 23 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Memulai Dakwah Jahriyah atau terang-teranganan

Setelah 3 tahun berdakwah dengan Sirriyah turunlah perintah Allah untuk memulai dakwah dengan terang-terangan beliau ﷺ diperintahkan untuk memulai dakwah kepada keluarga dekat beliau, Allah berfirman

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

"Dan ingatkanlah keluarga dekatmu" (Surat Asy-Syu’ara : 214)

Maka keluarlah Nabi ﷺ dan menaiki bukit Shafa kemudian berteriak "yaa shabahah" ini adalah sebuah kalimat yang dipakai oleh orang Arab untuk meminta tolong ketika melihat musuh akan menyerang

Maka berkumpulah orang-orang Quraisy dari berbagai kabilah kemudian beliau ﷺ berkata kepada mereka

yaa Bani Fulan, yaa Bani Manaf, yaa Bani Abdil Muththalib apa pendapat kalian seandainya aku kabarkan kepada kalian bahwa sebuah pasukan berkuda akan keluar dari atas bukit ini, apakah kalian membenarkan aku?

Mereka berkata
kami tidak pernah melihat engkau berdusta

Beliau mengatakan
maka aku ingatkan tentang adanya adab yang pedih di depan kalian

Berkata Abu Lahab (paman Rasulullah ﷺ)
celaka dirimu engkau tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini

Kemudian Abu Lahab pergi dan turunlah surat Al-Masad

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

"Celaka kedua tangan Abu Lahab" (Surat Al-lahab : 1)

Diantara hikmah memulai Dakwah dengan keluarga karena Mekkah penuh dengan semangat kabilah dan kekeluargaan sehingga di harapkan mereka akan membantu menolong dan membela dakwah ini

Demikian pula negeri Mekkah dan Quraisy memiliki kedudukan tinggi di antara kabilah-kabilah arab sehingga seandainya mereka mendapatkan hidayah maka akan memiliki pengaruh yang besar terhadap kabilah-kabilah lain dan ini tidak berarti bahwa islam hanya untuk orang-orang Quraisy saja, ini hanyalah langkah pertama di dalam menyampaikan agama islam yang di turunkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى untuk seluruh alam

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang



Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Sunday, February 2, 2020

🌷🌷 *Bergembiralah Saat Tertimpa Musibah*

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

_"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?"_
*(QS. Al-Ankabut)*

Maka bergembiralah bagi orang yang sakit atau tertimpa musibah, *yaitu jika mereka menyikapinya dengan ikhlas, sabar, ridha dan tidak buruk sangka kepada Allah Ta'ala,* bahwa mereka, (dengan ijin/kehendak Allah) akan :

*(1). DIAMPUNI DOSA-DOSANYA*

_"Senantiasa ujian ditimpakan kepada seorang mukmin dan mukminah baik itu pada dirinya, anaknya dan hartanya, sampai ia bertemu Allah tanpa mempunyai kesalahan"_
*(HR. At-Tirmidzi)*

_"Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa letih, penyakit, bingung, sedih, rasa sakit, duka cita, bahkan duri yang mengenai dirinya, melainkan dengan itu Allah gugurkan kesalahan-kesalahannya"_
*(HR. Bukhari)*

*(2). SEMAKIN DICINTAI ALLAH*

_"Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan itu) maka baginya keridhaan (Allah), dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)"_
*(HR. At-Tirmidzi)*

*(3). DITINGGIKAN DERAJAT*

_"Sesungguhnya seorang hamba jika telah ditetapkan oleh Allah suatu kedudukan baginya, lalu ia tidak dapat mencapai (kedudukan itu) dengan amal perbuatannya, maka Allah akan memberikannya ujian pada tubuh, harta atau anaknya, kemudian ia bersabar atas ujian tersebut, hingga Allah menyampaikannya pada kedudukan yang telah ditetapkan untuknya dari Allah 'Azza wa Jalla"_
*(HR. Ahmad)*

*(4). MENDAPATKAN SURGA*

_"Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman : "Wahai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhai bagimu sebuah pahala kecuali Surga"_
*(HR. Ibnu Majah)*

*(5). KESELAMATAN DARI API NERAKA*

_"Beritakanlah kabar gembira, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : "Penyakit itu adalah api-Ku yang Aku timpakan kepada hamba-Ku yang mukmin di dunia ini, agar ia dapat selamat dari api Neraka pada hari akhir nanti"_
*(HR. Ahmad)*

*(6). MENDAPATKAN KEBAIKAN*

_"Barangsiapa dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka akan ditimpakan musibah (ujian) kepadanya"_
*(HR. Bukhari)*

_"Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri hamba-Nya, maka Dia akan menyegerakan untuknya ujian di dunia (sebagai pelebur dosa-dosanya). Dan jika Allah menghendaki keburukan pada diri hamba-Nya, Dia akan mengakhirkan ujian lantaran dosa-dosanya, hingga dia akan didatangkan dengan membawa dosa-dosa itu pada hari Kiamat"_
*(HR. At-Tirmidzi)*

*(7, 8, 9). MENDAPATKAN KEBERKAHAN, RAHMAT DAN PETUNJUK*

_"Mereka itulah (yaitu orang yang tertimpa sakit atau musibah) yang akan mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk"_
*(QS. Al-Baqarah)*

*(10). MENDAPATKAN PAHALA TANPA BATAS*

_"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas"_
*(QS. Az-Zumar)*

_"Manusia yang sehat nanti pada hari Kiamat sangat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa ujian di dunia"_
*(HR. At-Tirmidzi)*

*Wahai yang tertimpa sakit atau musibah, masihkah bersedih setelah membaca kabar gembira di atas ?*

Barokallahu Fiikum 🙏

═════••✿✿✿••═════

Saturday, February 1, 2020

MARI MENGENAL JUZ AMMA:

KANDUNGAN, CARA MENGHAFAL DAN PENGAMALAN


Posted by Editorial Team | Nov 12, 2018 | Ayat Suci | 2  |   

Mari Mengenal Juz Amma: Kandungan, Cara Menghafal dan Pengamalan
Juz Amma

Siapa tak kenal Juz Amma? Setiap umat muslim pasti akrab dengan istilah yang satu ini. Juz Amma merupakan juz terakhir yang terdapat dalam Al-Qur’an. Surat yang terdapat dalam juz ini relatif lebih pendek jika dibandingkan dengan juz sebelumnya. Juz Amma sendiri dimulai dengan Surat An-Naba’ dan diakhiri dengan surat An-Naas.

Mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz Amma? Adakah maksud tertentu dari penamaan tersebut? Bagaimana pula cara untuk menghafalkan surat-surat pendek yang terdapat dalam Juz Amma? Kali ini Anda akan mendapatkan pembahasan lengkap mengenai Juz Amma termasuk kandungan, cara menghafal serta pengamalan beberapa surat.

MENGAPA DISEBUT JUZ AMMA?
Mengapa Disebut Juz Amma
Pertanyaan ini kerap kali dilontarkan, tidak hanya oleh anak-anak tetapi juga orang dewasa. Hal ini memang cukup menarik untuk dibahas karena hanya Juz 30 yang mendapatkan nama khusus yaitu Juz Amma. Untuk mengetahui alasan dibalik pemberian nama Amma pada Juz 30, maka Anda perlu melihat surat pertama dimulainya Juz 30.

Juz terakhir dalam Al-Qur’an ditandai dengan kata pertama ‘Amma pada surat An-Naba. Menurut sebagian besar pendapat, hal inilah yang menjadi penyebab mengapa Juz 30 disebut sebagai Juz ‘Amma. Tidak ada maksud khusus dari pemberian nama ‘Amma karena hanya merujuk pada kata yang mengawali surat pada bagian awal Juz 30.

SURAT DALAM JUZ AMMA
Surat dalam Juz Amma
Di dalam Juz Amma terkandung 37 surat yang dimulai dari surat ke-78 yaitu An-Naba’ dan diakhiri dengan surat ke-114 yaitu An-Naas. Untuk mengenal lebih jauh mengenai Juz Amma, alangkah lebih baiknya jika Anda mengetahui setiap surat yang termasuk ke dalam juz terakhir Al-Qur’an ini.

Surat pertama dalam Juz 30 adalah An-Naba’ yang berarti Berita Besar. Surat ini terdiri dari 40 ayat dan tergolong surat Makiyah karena diturunkan di Mekah. Surat An-Naba’ menjadi salah satu surat yang mempunyai jumlah ayat terbanyak dalam Juz 30. Surat yang selanjutnya adalah An-Nazi’at yang berarti Malaikat-Malaikat yang Mencabut. Surat ini mempunyai 46 ayat dan juga tergolong surat Makiyah.

Surat yang berikutnya adalah ‘Abasa yang berarti Ia Bermuka Masam. Secara garis besar surat ini menceritakan tentang teguran kepada Nabi Muhammad yang tidak begitu mempedulikan seorang lelaki yang ingin bertanya perihal agama karena beliau sibuk mengurusi pembesar Quraisy. Surat ‘Abasa terdiri dari 42 ayat dan tergolong ke dalam surat Makiyah.

Kemudian diikuti oleh Surat At-Takwir yang berarti Menggulung. Surat ini menceritakan perihal peristiwa besar yaitu kiamat. At-Takwir mempunyai 29 ayat dan diturunkan di Mekah. Surat selanjutnya adalah Al-Infithar yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai jumlah ayat yang lebih sedikit yaitu 19 ayat.

Surat Al-Muthaffifiin berarti Orang-orang Yang Curang mempunyai 36 ayat. Surat ini menceritakan tentang orang-orang yang curang dalam timbangan. Surat tersebut diikuti oleh Surat Al-Insyiqaq yang berarti Terbelah. Surat ini mempunyai 25 ayat dan diturunkan di Mekah.

Surat ke-85 adalah Al-Buruj yang berarti Gugusan Bintang. Surat Al-Buruj terdiri dari 22 ayat. Yang selanjutnya adalah Surat At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari). Surat ini mempunyai 17 ayat dan menyampaikan tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan manusia serta ancaman terhadap orang-orang kafir.

Surat Al-A’la merupakan surat ke 87 yang berarti Yang Paling Tinggi. Surat ini mempunyai 19 ayat dan membahas tentang kebesaran Allah serta kabar gembira untuk orang mukmin dan ancaman untuk orang kafir. Surat ini diikuti oleh Surat Al-Ghasyiyah (Hari Pembalasan). Surat Al-Ghasyiyah mengabarkan kepada manusia perihal hari kiamat (hari pembalasan) dan terdiri dari 26 ayat.

Selanjutnya terdapat Surat Al-Fajr (Fajar) yang terdiri dari 30 ayat. Surat ini mengisahkan tentang bagaimana Allah menghukum orang-orang terdahulu yang durhaka kepada-Nya seperti Kaum ‘Ad dan Fir’aun. Surat ini diikuti oleh Surat Al-Balad (Negeri) yang mempunyai 20 ayat. Dalam surat ini Allah bersumpah dengan negeri Mekah.

Pada juz amma surat ke-91 terdapat Asy-Syams yang berarti Matahari. Surat ini mempunyai 15 ayat dan menceritakan tentang kaum Tsamud dan kaum Nabi Shalih yang menyembelih unta betina padahal telah dilarang. Surat yang selanjutnya adalah Al-Lail yang berarti Malam. Surat yang terdiri dari 21 ayat ini mengisahkan perbandingan orang mukmin dengan orang kafir.

Surat Ad-Dhuha berada pada urutan selanjutnya. Ad-Dhuha sendiri berarti Waktu Matahari Sepenggalahan Naik. Surat ini mengabarkan kepada Rasulullah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan beliau dan tidak membencinya. Ad-Dhuha terdiri dari 11 ayat. Surat ke-94 adalah Surat Al-Insyirah (Melapangkan) yang mempunyai 8 ayat. Surat ini memberikan motivasi bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

Setelah itu, didalam juz amma juga terdapat Surat At-tin yang berarti Buah Tin. Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan bahwa Allah telah memberikan bentuk yang sebaik-baiknya kepada manusia serta pesan bagi orang beriman untuk berbuat kebaikan agar mendapat pahala yang tak putus. Surat selanjutnya adalah Al-‘Alaq (Segumpal Darah). Surat ini mempunyai 19 ayat.

Surat ke-97 adalah Al-Qadr (Kemuliaan). Surat yang terdiri dari 5 ayat ini mengisahkan tentang turunnya Al-Qur’an pada malam yang mulia yaitu Lailatul Qadr. Surat ini kemudian diikuti oleh Al-Bayyinah (Pembuktian). Surat Al-Bayyinah terdiri dari 8 ayat dan mengisahkan tentang keadaan orang kafir yang tidak akan meninggalkan agama mereka hingga datang bukti yang nyata.

Surat ke-99 adalah Al-Zalzalah yang berarti Kegoncangan. Surat ini mengisahkan tentang keadaan pada hari kiamat yang begitu mengerikan. Al-Zalzalah terdiri dari 8 ayat dan turun di Madinah. Yang selanjutnya adalah Surat Al-‘Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang). Surat ini menyampaikan tentang keingkaran manusia dan kecintaan mereka pada harta secara berlebihan. Al-‘Adiyat mempunyai 11 ayat.

Surat yang berikutnya adalah Al-Qori’ah (Hari Kiamat). Surat ini mempunyai 11 ayat dan mengisahkan tentang kejadian pada hari kiamat dan ancaman bagi orang yang ringan timbangan amal baiknya. Surat ini diikuti oleh At-Takatsur (Bermegah-megahan). Surat yang terdiri dari 8 ayat ini mengabarkan tentang manusia yang lalai karena bermegah-megahan hingga masuk ke dalam kubur.

Surat ke-103 yaitu Al-‘Ashr (Masa). Surat pendek ini hanya terdiri dari 3 ayat dan menyampaikan tentang manusia yang berada dalam kerugian kecuali mereka yang berbuat kebaikan dan saling menasehati. Surat yang selanjutnya adalah Al-Humazah (Pengumpat). Surat ini menjadi peringatan bagi para pengumpat karena Allah mengancam dengan neraka Wail. Surat Al-Humazah terdiri dari 9 ayat.

Surat Al-Fiil (Gajah) adalah surat ke-105 dan terdiri dari 5 ayat. Surat ini mengisahkan tentang tentara bergajah Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Kemudian Allah memerintahkan burung-burung untuk membawa batu dari neraka kemudian melemparkan pada pasukan tersebut. Selanjutnya terdapat Surat Quraisy (Suku Quraisy) yang terdiri dari 4 ayat.

Surat Al-Ma’un (Barang-Barang yang Berguna) terdiri dari 7 ayat dan mengabarkan pentingnya berbuat baik pada anak yatim. Surat ini juga memberi ancaman bagi orang yang lalai dalam shalatnya. Kemudian Surat Al-Kautsar (Nikmat yang Berlimpah) mempunyai 3 ayat. Surat ini merupakan bentuk hiburan dari Allah untuk Nabi Muhammad agar tidak bersedih hati.

Pada surat ke-109 terdapat Al-Kafirun (Orang-orang Kafir) yang mempunyai 6 ayat. Surat ini diturunkan karena orang-orang kafir mencoba bernegosiasi agar Nabi Muhammad mau menyembah berhala. Surat ini merupakan bentuk penolakan yang tegas terhadap ajakan tersebut. Yang selanjutnya adalah Surat An-Nashr (Pertolongan) yang mengabarkan tentang datangnya pertolongan Allah.

Al-Lahab merupakan surat ke-111 dan berarti Gejolak Api. Surat ini turun karena Abu Lahab yang mencela Nabi Muhammad karena peringatan yang disampaikan oleh beliau. Selanjutnya terdapat surat Al-Ikhlas (Ikhlas) yang terdiri dari 4 ayat. Surat ini berisi tentang tauhid kepada Allah, bahwa hanya Allah yang patut disembah.

Dua surat terakhir dalam Juz Amma adalah Al-Falaq (Waktu Subuh) yang terdiri dari 5 ayat dan surat An-Naas (Manusia) yang terdiri dari 6 ayat. Al-Falaq menjadi surat perlindungan dari kejahatan malam dan makhluk ciptaan Allah. Sedangkan An-Naas merupakan surat perlindungan dari kejahatan setan yang tersembunyi.

KEUTAMAAN SURAT AL-IKHLAS
Keutamaan Surat Al-Ikhlas
Juz Amma diakhiri oleh tiga surat, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat tersebut juga dikenal sebagai surat perlindungan dan dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir pagi dan petang. Surat Al-Ikhlas sendiri memiliki kandungan pentauhidan Allah dan pengakuan bahwa Allah itu Esa dan hanya kepada Allah tempat meminta segala sesuatu.

Meskipun surat ini pendek karena hanya terdiri dari 4 ayat, Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang luar biasa jika dibandingkan dengan surat-surat lain dalam Juz Amma. Rasulullah menyampaikan bahwa Al-Ikhlas merupakan sepertiga Al-Qur’an. Barang siapa yang membaca surat Al-Ikhlas 10 kali maka akan dibangunkan rumah di surga baginya. Apa keutamaan lain dari Al-Ikhlas?

Perlindungan dari keburukan
Surat Al-Ikhlas sangat dianjurkan untuk dibaca pada beberapa waktu khusus, salah satunya pada waktu pagi dan sore hari. Bersamaan dengan surat Al-Falaq dan An-Naas, ketiga surat tersebut mempunyai keutamaan sebagai perlindungan. Siapa yang membaca ketiga surat tersebut pada pagi dan petang niscaya akan dijaga dari segala keburukan.

Meruqyah
Surat Al-Ikhlas sering digunakan untuk meruqyah atau menyembuhkan orang sakit. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dalam kitab Bukhari. Dari ‘Aisyah, sebelum tidur Rasulullah membaca tiga surat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) kemudian meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkan ke wajah dan seluruh tubuh. Beliau juga menyuruh ‘Aisyah untuk melakukannya ketika beliau sakit.

Sepertiga Al-Qur’an
Sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu senilai sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari). Dari hadist tersebut, sudah jelas bahwa Al-Ikhlas mempunyai keutamaan yang begitu besar sehingga senilai dengan sepertiga Al-Qur’an.

Mendapat rumah di surga
Salah satu keutamaan membaca surat Al-Ikhlas yang tidak bisa disepelekan adalah mendapatkan rumah di surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah, “Siapa yang membaca (surat Al-Ikhlas) sampai mengkhatamkannya sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan baginya istana di surga.” (HR. Ahmad)

KEUTAMAAN SURAT AL-FALAQ
Keutamaan Surat Al-Falaq
Isi berikutnya dari Juz Amma adalah surat Al-Falaq mempunyai keutamaan yang hampir sama dengan surat Al-Ikhlas karena keduanya seringkali dianjurkan untuk dibaca secara berurutan. Yang membedakan keduanya adalah surat Al-Falaq tidak dianggap senilai dengan sepertiga Al-Qur’an. Berikut keutamaan membaca surat Al-Falaq:

Terhindar dari keburukan
Seseorang yang membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas pada pagi dan petang niscaya akan diberikan kecukupan oleh Allah. Selain itu, akan diberikan pula penjagaan dari keburukan dan kejahatan ciptaan Allah.

Menangkal sihir
Al-Falaq juga mempunyai keutamaan sebagai penangkal sihir. Baca surat ini bersama dengan surat Al-Ikhlas dan An-Naas kemudian tiupkan pada telapak tangan dan usapkan ke wajah dan seluruh tubuh sebelum tidur. Surat Al-Falaq juga biasa dibaca pada waktu meruqyah.

KEUTAMAAN SURAT AN-NAAS
Keutamaan Surat An-Naas
Sebagai surat terakhir dalam Al-Qur’an, An-Naas juga mempunyai berbagai keutamaan. Dalam surat ini berisi perlindungan kepada Rabb pemilik manusia. Dengan demikian, surat An-Naas juga bisa dikatakan sebagai salah satu surat untuk perlindungan. Berikut keutamaan surat An-Naas:

Perlindungan dari gangguan jin dan manusia
Dalam surat An-Naas berisi permintaan untuk berlindung dari gangguan jin dan manusia. Dengan membaca surat ini pada waktu pagi dan petang, niscaya Allah akan senantiasa memberikan perlindungan.

Mengobati bagian tubuh yang sakit
Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, beliau membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kemudian meniupkan pada telapak tangan dan diusapkan pada bagian tubuh yang sakit.

CARA MENGHAFAL JUZ AMMA
Cara Menghafal Juz Amma
Menghafal Juz Amma biasa dilakukan oleh anak-anak. Hal ini dikarenakan Juz Amma mempunyai surat yang pendek dan mudah dihafal. Jika Anda ingin mencoba untuk menghafal surat-surat yang terdapat dalam Juz Amma, cobalah tips berikut ini:

Niat
Semua amal tergantung pada niatnya. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Awali dengan niat untuk menghafal surat-surat pendek demi meraih ridho Allah. Dengan niat yang kuat, niscaya Anda akan diberi kemudahan untuk menghafal.

Awali dengan surat pendek
Kebanyakan orang menghafal Juz Amma mulai dari An-Naas, Al-Falaq, dan seterusnya. Hal ini dikarenakan surat-surat tersebut relatif pendek dan sangat mudah untuk dihafal. Ketika otak sudah terbiasa, maka akan semakin mudah untuk menghafal surat yang lebih panjang hingga An-Naba’.

Aplikasikan ketika shalat
Salah satu cara yang efektif agar cepat hafal surat pendek adalah dengan membacanya ketika shalat. Dengan mengulang-ulang hafalan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengingat surat tersebut sehingga cepat hafal. Selain itu, bacaan shalat Anda juga tidak itu-itu saja.

Rajin mendengar murottal
Daripada menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik yang sia-sia, ada baiknya untuk mengubah playlist MP3 Anda menjadi murottal Al-Qur’an. Cara tersebut sangat efektif untuk membantu Anda dalam menghafal surat dalam Al-Qur’an, bahkan surat yang panjang sekalipun.

Rajin muroja’ah
Muroja’ah (mengulang hafalan) merupakan kunci penting dalam menghafal ayat Al-Qur’an. Semakin sering Anda melakukan muroja’ah, maka Anda akan semakin hafal.

Kesimpulan

Juz Amma merupakan bagian tak terpisahkan dari Al-Qur’an. Sebagian surat-surat dalam Juz 30 ini mengabarkan tentang hari kiamat, kabar baik untuk kaum muslimin dan ancaman untuk orang-orang kafir. Dalam Juz 30 terdapat 3 surat yang mempunyai kedudukan istimewa yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat mempunyai keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan untuk rutin membaca ketiga surat tersebut sebagai dzikir pada pagi dan petang hari. Dengan mengamalkannya, seseorang bisa mendapatkan perlindungan dan penjagaan Allah dari segala keburukan baik jin maupun manusia.

جزء  artinya potongan atau bagian
 عمّ diambil dari surat An Naba
  عن + ما artinya tentang apa
Juz amma merupakan juz 30 dengan jumlah surat terbanyak ada 37 surat dan jumlah halamannya ada 23 ( 11,5 lembar)
Juz lainnya ada 10 lembar...

34 terdiri dari surat makiyyah
Dan 3 surat terdiri dari surat madaniyyah
Yaitu surat Al bayyinah , Az Zalzalah dan An Nashr




Thursday, January 30, 2020

Halaqah - 19

Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 19 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah tentang Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullãh ﷺ Bagian 2

Rasulullah ﷺ telah ditanya bagaimana wahyu datang kepadamu beliau ﷺ berkata

أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ المَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ

Kadang-kadang datang kepadaku seperti lonceng dan inilah yang paling berat bagiku kemudian di hentikan dan tiba-tiba aku sudah menyerap apa yang dia ucapkan dan kadang-kadang Malaikat menjelma untukku sebagai seorang laki-laki kemudian dia berbicara kepadaku dan aku pun menyerap apa yang dia ucapkan (HR Bukhari dan Muslim)

Dan wahyu datang kepada beliau ﷺ dalam keadaan bangun sebagaimana hal ini di tunjukkan oleh riwayat yang shahih yang di keluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim

Wahyu turun kepada beliau ﷺ selama 23 tahun, 13 tahun ketika beliau di Mekkah dan 10 tahun di kota Madinah

Wahyu adalah mukjizah di luar kebiasaan manusia, Nabi ﷺ menerima kalamullah dengan perantaraan Malaikat Jibril عليهم السلام dengan demikian wahyu ini tidak ada hubungannya dengan ilham dan perenungan hati

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
Dakwah ilallah , dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Islam yang orisinil , dakwah kepada keyakinan yang benar tidak hanya sekedar di mimbar saja

Saudaraku

Semua diantara kita mesti berdakwah walaupun tidak bisa menyampaikan ilmu di majlis-majlis ilmu.

Saudaraku

Dakwah dengan keteladan dalam  kesaharian kita sangat besar sekali pengaruh dalam dakwah ini.

Dengan taufiq Allah kemudian mu'amalah kita yang baik kepada sesama , Berapa banyak saudara-saudara kita yang simpati dengan dakwah salafiyyah ini, Berapa banyak diantara keluarga kita, kerabat kita, tetangga kita ikut serta mendengarkan kajian-kajian asatidz yang berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah nabi shallahu'alaihi wasallam diatas pemahaman salaf kita yang sholih

Semoga kita bisa menjadi pembuka kebaikan yang bisa mendekatkan ummat kepada agama ini. Aamin