Monday, June 8, 2015

Resep Kuker
By Mb Diana Nana ceif Depok

Berikut ini Resep 4 Kue Kering Klasik yang baru saja kita pelajari kemarin.

Resep Kaastengels
Bahan:
400gr Terigu
300gr margarin/mentega
200gr Keju
2 Kuning telur
Olesan:
2 Kuning telur
Cara membuat:
1. Campur kuning telur dengan margarin/mentega
2. Masukan Keju yang sudah diparut
3. Masukan terigu. Aduk rata
4. Cetak, olesi dengan kuning telur dan panggang hingga matang dengan suhu sekitar 160-175 derajat Celsius
Resep Nastar
Bahan:
300gr Terigu
250gr margarin/mentega
50gr maizena
1 sdm susu bubuk
50gr gula halus
2 Kuning telur
Olesan:
2 Kuning telur
Bahan Selai:
1 buah nanas Palembang. Haluskan
100gr gula pasir
5 lembar daun jeruk
1 batang kayu manis
Cara membuat:
1. Campur kuning telur, gula bubuk dengan margarin/mentega
2. Masukan terigu, susu bubuk dan maizena. Aduk rata
3. Cetak, isi dengan selai, olesi dengan kuning telur dan panggang hingga matang dengan suhu sekitar 160-175 derajat Celsius
Resep Putri Salju
Bahan:
450gr Terigu
400gr margarin/mentega
1 kuning telur
Pelengkap:
Gula Donat
Cara membuat:
1. Campur kuning telur margarin/mentega dengan terigu
2. Cetak dan panggang hingga matang dengan suhu sekitar 160-175 derajat Celsius
Resep Kue Kacang
Bahan:
300gr Terigu
1 sdm susu bubuk
100gr gula halus
150gr selai kacang
120ml minyak sayur
½ sdt garam
½ sdt Vanila bubuk
Olesan:
2 Kuning telur
Cara membuat:
1. Campur gula halus, selai kacang, minyak sayur, margarin/mentega, garam dan vanilla bubuk
2. Tambahkan terigu
3. Cetak dan panggang hingga matang dengan suhu sekitar 160-175 derajat Celsius

Sunday, June 7, 2015

KIAT2 UNTUK MENGHINDARI GANGGUAN JIN dan SIHIR *

(1). Beriman dan mentauhidkan Allah dengan benar serta menjauhi kesyirikan (Qs.16:99-100 , Qs.15:42)

(2). Berpegang teguh kepada al-Kitab dan as-Sunnah dengan pemahaman as-Salafush Shalih dalam melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan (Qs.43:36-37 Qs.4:115)

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalahh Allah, niscaya kamu jumpai Dia di hadapanmu…” (HR. Ahmad no.2669 dan at-Tirmidzi no.2516)

(3). bertaubat dari setiap maksiat (Qs.19:83)

(4). banyak membaca al-Qur'an terutama surat al-Baqoroh.

« … اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ : الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ ».

“Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya” [HR. Muslim no.804]

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah" [HR.Muslim no.780].

(5). Membentengi diri dengan doa-doa dan ta’awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do’a ketika masuk dan keluar rumah, do’a ketika naik kendaraan, do’a ketika masuk dan keluar masjid, do’a ketika masuk dan keluar kamar mandi, do’a ketika melihat orang yang mendapat musibah, serta dzikir-dzikir lainnya.

“Barangsiapa mengucapkan ketika selesai dari shalat shubuh : "Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu biyadihil khoir wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir" sebanyak 10 X, maka dengannya dia diberi 7 balasan : Allah menulis 10 kebaikan untuknya, menghapus 10 keburukan darinya, mengangkat 10 derajat untuknya, ia berpahala seperti memerdekakan 10 orang budak, ia merupakan penjaga baginya dari syaithan, pelindung dari perkara yang dibenci dan pada hari itu dia tidak disusul oleh dosa kecuali syirik kepada Allah. Dan barangsiapa yang mengucapkannya ketika selesai shalat maghrib maka pada malam harinya dia diberi sepertinya" (HR.Ibnu Abid Dunyaa dan ath-Thabrani, lihat Shohiihut Targhiib wat Tarhiib no.475).

(6) Usahakan kondisi sll dlm keadaan suci (berwudhu)

(7). Memakan 7 butir kurma ajwah setiap pagi

مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

"Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu" [HR. Bukhari no.5779 dan Muslim no.2047]

(8). Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا ، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

"Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian" (HR.Bukhari no. 3280 dan Muslim no.2012, hadits dari Jabir bin Abdillah).

(9). Membersihkan rumah dari salib, patung-patung dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing karena Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Dan hilangkan juga seruling dan musik.

(lihat kitab al kabaair dosa ke 44)

(10) melaksanakan sholat 5 wkt di masjid bagi laki2.

HR abu dawud, ibnu hiban, iman Ahmad
Dari abu darda. Dlm kitab JAS 570
"Tdklah 3 org di perkampungan/desa yg tdk didirikan sholat diantara mereka melainkan syaithan akan menguasai mereka. Hendaklah kalian mendirikan sholat berjamaah, krn srigala hanya akan memangsa kambing yg sendirian."

(11). Membaca surat Al Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlash, An-Naas dan Al-Falaq sebanyak tiga kali atau lebih dengan cara mengangkat tangan, tiupkan ke kedua tangan tersebut seusai membaca ayat-ayat tadi, kemudian usapkan ke bagian tubuh.

12). Meniupkan air zam2 dg bacaam2 doa di atas. Lalu diminum segera lbh baik.
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'anhu, ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ماَءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
"Air zam-zam itu tergantung niat orang yang meminumnya" [HR.Ibnu Majah no.3062]

(13). Membaca ta’awwudz (doa perlindungan diri) dan ruqyah-ruqyah untuk mengobati sihir, di antaranya sebagai berikut :

أسْألُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَّ العَرْشِ العَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ

"Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung Pemilik ‘Arsy yang agung agar menyembuhkanmu (dibaca sebanyak tujuh kali)" [HR.Abu Dawud no.3106 dan at-Tirmidzi no.2083].

Orang yang terkena sihir meletakkan tangannya pada bagian tubuh yang terasa sakit, kemudian membaca Bismillah 3 x lalu membaca :

أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ

"Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti" [HR.Muslim no.2202].

Mengusap bagian tubuh yang sakit sambil membaca doa :

اللهَُّمَ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

"Ya Allah, Rabb Pemelihara manusia, hilangkanlah penyakitku dan sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Menyembuhkan, tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit" [HR.Bukhari no.5743 da Muslim no.2191].

Membaca doa:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَ عِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

"Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari bisikan-bisikan setan dan dari kedatangan mereka kepadaku" [HR.Abu Dawud no.3893 dan at-Tirmidzi no.3528, lihat Shohih at-Tirmidzi no.2793]

(14).Dengan menggunakan obat-obatan alami sebagaimana disebutkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Di antaranya dengan menggunakan madu, habbatus saudaa` (jintan hitam), air zam-zam, minyak zaitun dan obat-obatan lainnya yang dibenarkan syara’ sebagai obat.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ

"Pengobatan itu ada dalam tiga hal. (Yaitu) : berbekam, minum madu dan pengobatan dengan kay (besi panas). Sedangkan aku melarang umatku menggunakan pengobatan dengan kay" [HR.Bukhari no.5680]

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا مِنْ السَّامِ قُلْتُ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ

“Sesungguhnya habbatus sauda’ ini merupakan obat bagi segala jenis penyakit, kecuali as saam”. Aku (‘Aisyah) bertanya,”Apakah as saam itu?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Kematian" [HR.Bukhari no.5687 dan Muslim no.2215].

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'anhu, ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ماَءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
"Air zam-zam itu tergantung niat orang yang meminumnya" [HR.Ibnu Majah no.3062]

Dari Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ

"Makanlah minyak zaitun dan minyakilah rambut kalian dengannya, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi" [HR.at-Tirmidzi no.1851 dan Ibnu Majah no.3319].

(ust.NUB)

BAKWAN MALANG KOMPLIT


Baso Sapi


Bahan:
- Daging sapi segar 1400 gram
- Tepung sagu 200 gram 
- Air es 400 ml
- Telur ayam 4 butir
- Bawang putih 16 siung, haluskan 
- Merica bubuk 2 sendok teh
- Garam 12 sendok teh

Cara Membuat:
1. Buat Baso: Campur semua bahan, aduk sambil dibanting-banting hingga kalis dan adonan dapat dibentuk.
2. Buat bulatan baso dua macam, satu besar dan satu kecil, lalu celupkan dalam rebusan air hangat dan lakukan hingga adonan habis.
3. Rebus kembali dalam air mendidih hingga matang dan terapung, tiriskan.

Pangsit Goreng


Bahan :
- Kulit pangsit 48 lembar
- Daging udang kupas 600 gram, cincang
- Bawang putih 4 siung, haluskan
- Minyak wijen 1 sendok teh
- Kecap ikan 1 sendok teh
- Merica bubuk 1 sandok teh
- Garam 2 sendok teh
- Gula pasir 4 sendok teh
- Tepung maizena 4 sendok teh
- Putih telur 2 butir, untuk merekatkan
- Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat :
1. Campur semua bahan kecuali kulit pangsit dan putih telur, aduk hingga adonan tercampur rata.
2. Bentuk adonan bulat-bulat dengan menggunakan 2 buah sendok kecil, lalu rebus sebentar hingga matang dan terapung, angkat.
3. Goreng bulatan udang sebentar hingga agak kecokelatan, angkat dan tiriskan.
4. Ambil 1 lembar kulit pangsit, letakkan adonan isi di salah satu sudut, gulung kira-kira sampai setengah panjang kulit pangsit, tahan, satukan bagian kulit dari kedua sisi kiri dan kanan bagian isi, lekatkan menggunakan putih telur.
5. Goreng pangsit dengan minyak panas sedang hingga kuning kecokelatan, tiriskan.

Baso Goreng


Bahan :
- Udang kupas 400 gram
- Daging ikan tenggiri 400 gram
- Daging sapi giling 400 gram
- Minyak wijen 1 sendok teh
- Kecap ikan 1 sendok teh
- Garam 4 sendok teh
- Gula pasir 8 sendok teh
- Bawang putih 4 siung, parut halus
- Air 200 ml
- Tepung sagu ubi 400 gram
- Baking powder 4 sendok teh
- Minyak goreng secukupnya, untuk menggoreng

Cara Membuat :
1. Campur udang dengan daging ikan, daging sapi, minyak wijen, kecap ikan, garam dan bwang putih, lalu proses dalam blender hingga halus, angkat.
2. Tambahkan air, tepung sagu dan baking powder, aduk hingga tercampur rata.
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan menggunakan 2 buah sendok makan, lalu goreng dengan minyak panas sedang hingga kecokelatan dan matang, tiriskan.

Siomay


Bahan :
- Kulit pangsit 48 lembar
- Daging ikan tengiri 800 gram
- Bawang putih 8 siung
- Garam 4 sendok teh
- Gula pasir 8 sendok teh
- Putih telur 200 gram
- Santan 100 gram 
- Air dingin 200 gram
- Tepung sagu 400 gram
- Daun bawang 4 batang, iris halus

Cara Membuat :
1.     Campur daging ikan dengan bawang putih, gula, garam, putih telur, santan dan air dingin, lalu proses dalam blender hingga halus, angkat. Masukkan tepung sagu dan daun bawang, aduk hingga tercampur rata.
2.     Ambil selembar kulit pangsit, letakkan 1 sendok makan adonan ikan, bentuk bunga.
3.     Kukus siomay selama 20 menit hingga matang, angkat.


Lumpia Kering


Bahan :
-         Kulit lumpia 56 lembar
-         Putih telur 1 butir, untuk merekatkan
-         Minyak goreng secukupnya
Isi:
-         Daging ikan tengiri 800 gram
-         Bawang putih 8 siung
-         Garam 4 sendok teh
-         Gula pasir 8 sendok teh
-         Putih telur 200 gram
-         Santan 100 gram 
-         Air dingin 200 gram
-         Tepung sagu 400 gram
-         Daun bawang 4 batang, iris halus

Cara Membuat :
1.     Campur daging ikan dengan bawang putih, gula, garam, putih telur, santan dan air dingin, lalu proses dalam blender hingga halus, angkat. Masukkan tepung sagu dan daun bawang, aduk hingga tercampur rata.
2.     Ambil selembar kulit lumpia, lalu isi dengan adonan siomay dan gulung mini. Rekatkan dengan putih telur.
3.     Goreng lumpia dalam minyak panas sedang hingga kuning kecokelatan, tiriskan.


Pelengkap:

Kuah Bakwan


Bahan :
- Air 8 liter
- Tulang sapi 1 buah
- Bawang putih 20 siung
- Merica 2 sendok teh
- Daun bawang 8 batang, potong halus
- Garam 12 sendok teh
- Bumbu kaldu bubuk rasa sapi 12 sendok teh

Cara Membuat :
1.     Rebus tulang dengan air dan bawang putih selama 2 jam diatas api sedang hingga mendidih, angkat dan saring kaldu.
2.     Masukkan sisa bahan lainnya, lalu didihkan kembali hingga matang, angkat

Pelengkap:
- Mi kuning
- Daun seledri, potong halus
- Bawang goreng secukupnya
- Sambal cabe rawit rebus
- Kecap manis/asin
- Cuka atau jeruk nipis

Saturday, June 6, 2015

Soft Bread & Light 5 Minutes Bread (versi Roti Tawar Gandum)
Resep : Jeany Mega Sari
Modified and recook : Shinta Lestari
Bahan :
225 ml susu hangat
225 gram tepung terigu protein tinggi
160 gram tepung terigu serbaguna
50gram tepung gandum
1 butir telur
50gram mentega dilelehkan
2 sdt ragi instant
1/2 sdt garam (saya tidak pakai)
Gula pasir 55 gram
Cara membuat :
1.susu dihangatkan suam suam kuku..masukkan ke dalam baskom,masukkan gula pasir,aduk rata.Masukkan ragi tutup baskom 5menit
2.masukkan telur dan margarine leleh aduk rata dengan sendok kayu
3.masukkan tepung terigu protein tinggi,serbaguna dan gandum aduk rata dengan gerakan ringan
4.ulenin selama 5menit
5.tutup dengan kain bersih,biarkan selama 60menit (setelah mengembang 2xlipat)
6.Kempiskan adonan,ratakan dengan rol penggilas dari kayu,bentuk amplop..masukkan ke dalam loyang loaf yang telah dilumuri mentega dan terigu tipis tipis
7.Istirahatkan kembali selama 60menit
8.panaskan oven 15menit sebelumnya
9.olesi permukaan roti dengan merah telur
10.panggang selama 20menit api 180derajat.
11.setelah matang,biarkan sampai suhu roti dingin..baru dipotong potong dengan pisau tajam
Selamat Mencoba

Friday, June 5, 2015

Membuat Kaldu untuk Bayi

Ingin membuat kaldu ayam, sapi, ikan dan sayuran untuk buah hati Anda? Silahkan simak tips berikut…

Kaldu Kaki Ayam

Bahan :
  1. Kaki Ayam 6 buah
  2. Air 1 liter
  3. Daun Bawang 1 batang
  4. Seledri 1 batang
  5. Tomat 1 buah diiris halus
Cara membuat :
  1. Rebus kaki ayam dengan air, sisakan airnya kira-kira 800 ml.
  2. Masukkan semua bahan lainnya dan rebus selama 15 menit.
  3. Kemudian angkat dan saring, ambil kaldunya

Kaldu Sapi

Bahan :
  1. Tulang sapi 1 kg
  2. Air 1 liter
  3. Bawang merah 1 buah, diiris halus
  4. Bawah putih 1 siung, diiris halus
  5. Jahe secukupnya, dimemarkan
Cara membuat :
  1. Semua bahan dicampur dan direbus selama 30 menit.
  2. Angkat dan ambil kaldunya.

Kaldu Ikan

Bahan :
  1. Tulang Ikan 1 kg
  2. Air 1 liter
  3. Bawang bombay 1/2 buah, dicincang kasar
  4. Daun seledri 1 batang, iris halus
  5. Jahe secukupnya, dimemarkan
Cara membuat :
  1. Rebus semua bahan selama 30 menit.
  2. Angkat dan ambil kaldunya.

Kaldu Sayuran

Bahan :
  1. Tulang Ayam 1/2 kg
  2. Air 1 liter
  3. Wortel 1 buah diiris kasar
  4. Bawang Bombang 1/2 buah
  5. Seledri 1 batang
Cara membuat :
  1. Rebus tulang ayam dengan air sampai tersisa air kaldu kira-kira 750 ml.
  2. Masukkan semua bahan yang lainnya dan rebus selama 15 menit.
  3. Angkat dan saring kaldunya


Kulit risoles
By Ummu Allegra

Pake Santan
400gr terigu protein rendah atau sedang
5 butir telur, kocok lepas
700ml santan dari setengah kelapa
150ml minyak goreng
2 sdt garam
3 sdm tepung kanji atau maizena
2 sdm susu bubuk full cream
Cara membuat :
Campur semua bahan jadi satu boleh pake whisker atau mixer atau blender.
Dadar di teplon ukuran 23cm hasilnya 34 lembar.
Yang ini riskan jika ditumpuk jadi ngedadar sambil diisi karena mudah robek. Tapi rasanya enakan ini daripada yg versi margarine. Walaupun keduanya sama2 enak.
Versi margarine
400gr terigu sedang atau rendah
2 sdt garam
150gr margarine di lelehkan
3 sdm maizena
2 sdm susu bubuk full cream
5 butir telur
700ml air
Cara membuatnya sama dengan yg pake santan.
Dan ini gak perlu khawatir untuk ditumpuk.. aman dan gak kawatir sobek.
Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Oleh: thasya sugito

Ceritanya, april yang lalu, saya berkesempatan berada sepanggung dengan beberapa ibu hebat, dalam sebuah seminar parenting yang temanya adalah ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’. Para ibu hebat itu adalah:Ibu Siti Oded (Istri wakil walikota Bandung), Bunda Ria Mulianti (Istrinya Kak Eka Wardhana-Rumah Pensil Publisher), dan Teh Ninih Muthmainnah (Istri Aa Gym).
Masya Allah…

 Bunda Ria Mulianti…menceritakan pengalaman beliau dalam mendidik keempat putranya. Beliau adalah seorang yang cukup sibuk diluar rumah…karena punya amanah di Rumah Pensil Publisher , sanggar gambar rumah pensil, dan juga menggawangi creative women community.
Tapi,kesibukan beliau tidak membuat beliau lupa untuk mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dan sahabat2nya. Hasilnya…anak pertama beliau adalah anak yang sangat ingin berjihad ke palestina, bahkan di usia 12 tahun, bilang ke bundanya: “bun, aku sudah menabung…ini celengan aku, tolong izinkan aku berangkat ke palestina ya. Aku sedih melihat anak-anak palestina tidak bisa sebahagia aku disini.” Bunda Ria akhirnya mengarahkan anaknya, untuk berjihad dengan pena…anak tsb diarahkan untuk menulis buku, dan ia akhirnya menulis satu seri buku cerita anak tentang jihad dan anak2 palestina. Buku tersebut sudah habis terjual 1000exp dalam 10 hari saja!! Menurut pengalaman bunda Ria, cara paling efektif untuk mengajarkan anak nilai2 kebaikan adalah dengan cara mendongeng (selain keteladanan tentunya). Sehingga beliau tidak pernah melewatkan malam tanpa mendongengkan kisah rasul dan para sahabat kepada anak-anaknya. Mendongeng, tidak harus dengan style pendongeng yang sangat ekspresif, yang mungkin sulit kita tiru….tapi lakukanlah dengan cinta….sehingga dongeng kita akan sampai ke hatinya..
Prinsipnya, kalau anak-anak sudah mengenal Tuhannya, Rasulnya (melalui dongeng)…maka insya Allah mereka akan mencintai Allah dan RasulNya. Bukankah itu yang kita harapkan?? Anak-anak yang mencintai Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang tidak disukai oleh kekasihnya itu?
Disini, yang terpikir oleh saya adalah “duh….sudah sejauh mana saya mengenalkan Allah dan juga Shiroh kepada anak-anak? Mengenalkan mungkin sudah…tapi sudahkah saya secara konsisten berikhtiar menumbuhkan cinta mereka pada Allah dan Rasul serta para sahabat?? (hiks…tamparan pertama)'”


Lalu…Umi (Bu Siti Oded), menceritakan dahsyatnya dampak rumah cinta. Beliau menceritakan fenomena anak2 di sukabumi (kota kecil) yang 60% dari 200 anak usia remaja yg dijadikan objek penelitian, ternyata sudah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Astaghfirullah….astaghfirullah…..kalau di kota kecil saja begitu? Gimana kabarnya dengan anak2 kita yang hidup di kota2 besar? Tambahannya…Umi cerita, bahwa ketika berkunjung ke beberapa pesantren, lalu bertanya kepada para SANTRI tentang siapa idola mereka….rata2 jawabannya adalah para artis (lokal dan korea). Duh….apakah mereka tidak mengenal Rasulullah? Sang manusia mulia nan sejati cintanya…
Itulah sebabnya….Umi menekankan…bahwa cinta, adalah dasar dari pendidikan dalam keluarga. Hanya dengan bangunan cinta yang kokohlah, anak tidak akan keluar dari pakem yang disepakati dalam keluarga. Sehingga, kata-kata “membentengi” anak….sejatinya bukanlah membentengi secara fisik (memproteksi fisik anak dari lingkungan yang tidak baik, dll)…melainkan membangun benteng tsb dalam diri anak, sehingga tercipta resiliensi (kemampuan anak untuk selalu berada dalam pakemnya, dalam koridor yang ditetapkan menjadi nilai terbaik untuk dirinya dan keluarganya) dimanapun anak berada…dengan siapapun anak bergaul. Resiliensi ini hanya akan terkokohkan dalam diri anak, bila di rumah cintanya sudah terbangun, sehingga tidak ada tempat lain yang lebih nyaman bagi si anak, selain di rumahnya sendiri.

Berikutnya, yang selalu harus menjadi pegangan utama dalam mendidik anak, dan kembali diingatkan oleh teh Ninih: “Yaa Bunayya…Laa Tusyrik Billah”. Teteh cerita….sebelum ke hal lainnya, pastikan dulu bab ini sudah mantap. Bab ketauhidan, yang menjadi dasar dari agama islam. Sehingga, insya Allah pertanggung jawaban kita kelak akan lebih ringan.
Lalu…yang orangtua sering lupa: TAUBAT!!

Kita sering merasa anak sulit diatur…anak banyak membantah…anak tidak sesuai harapan. Lalu saat perasaan itu hadir, seringkali kita merasa, itu adalah ‘salahnya’ anak. Padahal….sejatinya, itu adalah kesalahan kita dalam mendidik. Maka,TAUBAT adalah bagian terpenting dalam proses mendidik anak. Jangan hanya banyak harapan thdp anak….tapi, perbanyak taubat, perbanyak tafakur.

Teteh cerita, bagaimana dulu Ghaza (putra ke-6 tth), adalah anak yang kerjanya main PS…gak semangat belajar….sampai harus mengenakan kacamata dengan silindris 6 karena hobinya itu. Teteh saat itu merasa berdosa….karena tidak tegas dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama Ghaza. Lalu…saat berkesempatan umroh, teteh menangis di multazam….bertaubat…mengakui kesalahannya dalam mendidik anak, dan memohon agar Allah mengampuni. Sepulang umroh….Ghaza ditanya oleh salah seorang ustadz di DT, mau tidak Ghaza menghafal qur’an? Ghaza langsung jawab mau…tanpa ba-bi-bu. Padahal, sebelumnya….sulit sekali tth mengarahkannya. Singkat cerita….dalam waktu 6 bulan…Ghaza menyelesaikan 27 juz hafalan qur’annya….dan tuntas 30 juz hanyadalam waktu 8 bulan saja.


Sehingga, benarlah…taubat kita, adalah pembuka jalan. Ketika kita bertaubat…memohon ampunan Allah atas kefakiran ilmu kita dalam mendidik anak, Allah akan bukakan jalan.


Selain itu…mencintai anak, artinya mendoakannya dengan penuh cinta. Bukan sekedar kata-kata tak berarti….melainkan kata-kata yang lahir dari hati. Saya mempraktekkannya sejak punya anak pertama 11 tahun yang lalu….ilmu ini pun saya peroleh dari teh Ninih, waktu saya masih nyantri di DT: Setiap Sholat malam….usahakan sholat dengan rakaat 2-2-2-2-…., agar kita memiliki banyak waktu untuk mendoakan anak dan suami. Ba’da dua rakaat pertama…doakan orang tua dan suami dengan penuh cinta.

 Lalu…ba’da dua rakaat kedua, doakan anak yang pertama. Ba’da dua rakaat ketiga, doakan anak yang kedua, dst….

 Perhatikan….setiap kali iman kita sedang baik, cinta kita sedang penuh….anak akan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaliknya….setiap kali iman kita sedang lemah….kita sedang futur, anak pun akan terasa sulit diatur, dll. Maka….penuhi diri dengan energi iman….sehingga cinta akan lahir tanpa diminta.

 Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta, insya Allah akan menjadi pribadi yang penuh cinta pula.
Dengan Cinta kita mendidik anak….dengan ilmu kita mengasuhnya….


Sungguh, berada disana bersama para ibu luar biasa ini, menyadarkan saya betapa luasnya ilmu Allah dan betapa sedikit ilmu yang sudah saya tahu dan amalkan..
Semoga bermanfaat ^_^