Sunday, January 13, 2019

Bahasa Arab idhofah (mudhof mudhofun ilaihi)


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدللّه رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين ، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ، أما بعد٠٠٠


*📜 الدَّرْسُ الْخَامِسُ*
*🍒 Pelajaran ke-5*
      —————————

           *🍒مُضَافٌ وَ مُضَافٌ إلَيْه*
    *_( Mudhoofun wa Mudhoofun Ilaihi )_*

 ⇉Mudhoof adalah kata yang disandarkan
 ⇉Mudhoofun ilaihi adalah kata yang menjadi sandaran.
✒Mudhoof wa Mudhoofun ilaihi disebut juga Idhoofah (penyandaran) .
✒Idhoofah artinya kata majemuk (lebih dari satu kata) *tapi yg dimaksud hanya satu yaitu mudhoofnya*, sedangkan *kata yg disandarkan kepadanya* (bukan kata yg dimaksud) dinamakan mudhoofun ilaihi.
 Contoh :
١. كِتَابُ مُحَمَّدٍ
 _(kitaabu muhammadin)_
⇒ kitabnya Muhammad

✒Kitaabu Muhammadin maka yg dimaksud adalah _"kitabnya" bukan _"Muhammadnya"._
keterangan :
(Kitaabu) كِتَابُ sebagai mudhoof
(Muhammadin)  مُحَمَّدٍ sebagai Mudhoofun ilaihi.
———————————
٢. دُكَّانُ التَّاجِرِ
 _(dukkaanut taajiri)_
⇒tokonya pedagang itu.
keterangan :
دُكَّانُ = مُضَافٌ
التَّاجِرِ = مُضَافٌ إلَيْهِ
———————————
٣. دَفْتَرُ عَمَّارٍ
 _(Daftaru 'ammarin)_
⇒Bukunya 'Ammar
keterangan :
دَفْتَرُ = مُضَافٌ
 عَمَّارٍ = مُضَافٌ إلَيْهِ
———————————
✒Jika mubtada' khobar , maka ia sudah berupa _kalimat sempurna walau terdiri dari 2 kata._
Namun berbeda keadaanya dengan Mudhoof wa mudhoofun ilaihi (idhoofah) , yang mana
Idhoofah _belum bisa disebut jumlah (kalimat sempurna)_ walau dia terdiri dari 2 kata atau lebih akan tetapi masih berupa isim ma'rifah (kata benda).

✒ ketentuan-ketentuan mudhoof :
≫ letaknya selalu diawal kata majemuk (sebelum mudhoofun ilaihi).
≫Tidak boleh beralif lam dan tidak boleh ditanwin.
≫Harokatnya bisa marfuu' (dhommah) atau manshuub (fathah) ataupun majruur (kasroh) tergantung  kedudukannya.

✒ ketentuan-ketentuan mudhoofun ilaihi :
≫Harus majruur (kasroh)
≫ Harus ma'rifah (nama orang / isim selain nama org yang diberi alif lam).
≫ Jika mudhoofun ilaihi lebih dari satu maka mudhoofun ilaihi yang terakhir baru di ma'rifahkan, sedangkan mudhoofun ilaihi sebelumnya tetap dikasroh tapi dalam bentuk nakiroh dan tidak ditanwin.
Contoh:
🔹 بَابُ بَيْتِ الْمُدِيْرِ
_(baabu baitil mudiiri)_
⇒pintu rumahnya kepala sekolah
Ket:
→(baabu)  بَابُ : mudhoof (marfuu' dengan dhommah).
→(baiti)  بَيْتِ : mudhoofun ilaihnya baabu dan mudhoofnya al mudiiri (sehingga ia majruur dengan kasroh dan nakiroh tidak bertanwin.
→(al mudiiri)  الْمُدِيْرِ : mudhoofun ilaihi (harokat akhirnya majruur dan brntuk ma'rifah).

Maka perhatikan 👆🏻walaupun terdiri dari tiga kata namun hakekatnya hanya satu kata yg dimaksud yaitu kata _pintu (باب)._

———————————
*KESIMPULAN*

✒Mudhoof itu cuma satu kata,tidak beralif lam dan tidak ditanwin,harokatnya bisa berubah  sesuai kedudukannya.
✒Mudhoofun ilaihi datang setelah mudhoof  dan dia bisa lebih dari satu kata serta selalu majruur (kasroh).
✒Apabila mudhoof wa mudhoofun ilaihi sudah bergabung menjadi satu maka mudhoof  wa mudhoofun ilaihi sudah disebut _isim ma'rifah_  bukan jumlah.
✒Apabila mudhoof letaknya di depan kalimat, maka ia berkedudukan sebagai mubtada'.
Contoh :
🔹قَلَمُ خَالِدٍ جَدِيْدٌ 
(Qolamu Khoolidin jadiidun)
⇒Penanya Kholid baru
Keterangan :
← قَلَمُ خَالِدٍ : مُبْتَدَأٌ ('mubtada)

Mubtada'nya berupa mudhoof wa mudhoofun ilaihi👇
←قَلَمُ : مُضَافٌ (mudhoof)
←خَالِدٍ  : مُضَافٌ إلَيْهِ (mudhoofun ilaih)

←جَدِيْدٌ : خَبَرٌ (khobar)

✒Apabila mudhoof wa mudhoofun ilahi letaknya di belakang maka kedudukanya sebagai khobar.
Contoh :
🔹هَذَا قَمِيْصُ عَلِيٍّ
(Haadzaa qomiishu 'Aliyyin )
⇒ini kemejanya Ali
Keterangan:
←هَذَا  : مُبْتَدَأٌ
_(Karena isim isyaroh termasuk isim ma'rifah maka ia tidak mungkin sebagai mudhoof)_

←قَمِيْصُ عَلِيٍّ : خَبَرٌ

_Dimana khabarnya berupa mudhoof wa mudhoofun ilaihi._
←قَمِيصُ : مُضَافٌ
←عَلِيٍّ :  مُضَافٌ إلَيْهِ
〰〰〰〰〰〰〰〰
🖊Mudhof wa mudhofun ilaihi satu paket di dalam ke dudukannya, oleh karena satu paket maka tidak dapat dipisahkan. Misal sebagai mubtada` maka mudhof wa mudhofun ilaihi satu kesatuan sebagai mubtada` (bukan mudhofnya saja atau mudhofun ilaihinya saja) melainkan segaris utk semua. begitupun jika sebagai khobar dan seterusnya.
Misal :
*بَابُ المسجدِ* المغلقُُ.
باب المسجد = المبتدأ
مُغؑلَقُُ = الخبر.
*_ciri satu paket biasanya setelah kata tersebut kata berikutnya berharokat kasroh ( majruur )._*

✒ untuk mengetahui rangkaian kata tersebut mudhoof wa mudhoofun ilaihi bisa dengan beberapa cara :
- mengetahui ciri-cirinya (syarat-syaratnya /ketentuannya yg sdh dijelaskan di atas)
- mengetahui maknanya (bermakna 'nya/punya')
atau beberapa isim tapi yg dimaksud / ditunjuk satu benda.
- isim berbentuk mudhoof wa mudhoofun ilaihi bisa terlihat / nampak (bukan kata sifat & tidak abstrak).

✒Mubtada' yg berupa mudhoof wa mudhoofun ilaihi, tidak boleh berbentuk syibhul jumlah (zhorof / isim-isim yang memajrurkan isim setelahnya) karena zhorof dia mudhoof tapi tetap sebagai khobar walau letaknya boleh didahulukan dari mubtada'.
_......(baca lagi penjelasan yg lalu) tentang syibhul jumlah pd khobar)....._

Contoh :

🔹 تَحْتَ الْمَكْتَبِ حَقِيْبَةُ الْمُدَرِّسِ
_(tahtal maktabi haqiibatul mudarrisi)_
⇒ di bawah meja itu tasnya pak guru.
 Keterangan:
← تَحْتَ الْمَكْتَبِ  :
sebagai khobar muqoddam.
_(Khobar yang didahulukan karena mudhofnya berbentuk zhorof (kata keterangan tempat)_

← حَقِيْبَةُ الْمُدَرِّسِ  :
sebagai  mubtada` muakhkhor.
_(Mubtada' yang diakhirkan, berbentuk mudhoof wa mudhoofun ilaihi)_

✒Mudhoof wa mudhoofun ilahi yang terdiri dari isim istifhaam selalu berkedudukan sebagai khobar.
contoh :
🔹كِتَابُ مَنْ هَذَا ؟ هَذَا كِتَابُ مُحَمَّدٍ .

_(kitaabu man haadzaa ? haadzaa kitaabu)_ _muhammadin_
⇒ buku siapakah ini?
ket :
←كِتَابُ مَنْ : خبر مقدم

_khobar muqoddam berbentuk idhoofah._
_كِتَابُ : مضاف_
  _مَنْ : مضاف إليه_

←هَذَا : مبتدأ مؤخر

✒Apabila kita menjumpai kalimat mubtada' khobar didahului oleh  _isim yg tidak beralif lam dan tidak bertanwin_ kemudian diikuti isim ma'rifah maka itulah bentuk mudhoof wa mudhoofun ilaihi.
✒Idhoofah adalah salah satu ciri isim ma'rifah.
————————————
Bersambung......

والله أعلم بالصواب......

*✍🏻أم قدامة ريكا بنت رضوان*
Mudhof mudhofun ilaihi

Bahasa Arab idhofah

💫🔹💫🔹💫🔹💫🔹💫

📜 *PELAJARAN KE 5* 📜

*بسم الله الرحمن الرحيم*

💦  *الْإِضَافَةُ* 💦
      (PENYANDARAN)


*IDHOFAH*

🔹 *Apa sih idhofah itu?*

📚 *_Idhofah_* adalah bertemunya  2 isim atau
lebih yang menghasilkan makna baru (kalimat
majemuk)
Isim yang pertama disebut *_mudhof_*  dan isim yang mengikuti disebut *_mudhof ilaih_*
sebagian besar  mudhof mudhof ilaih bermakna *_mirip kepemilikan_* walau tidak semua nya karena tergantung konteksnya

👉Misalnya kata *"Buku"* bertemu atau diikuti kata *"Muhammad"* maka akan membentuk satu kata baru yaitu *"Buku  Muhammad"*
yang maksudnya adalah *"Buku milik Muhammad"*

🔶Contoh dalam bahasa arab👇🏼

✏ *أصحابُ الجنةِ*
 
 berasal dari kata ُأصحاب (ashhaabun) artinya para penghuni dan kata ِالجنة (aljannatu) artinya surga menjadi satu kata yang dibaca "ashhabul jannati" artinya para penghuni (di) surga.

✏ *رسولُ اللهِ*   

berasal dari kata رسول (rosuulun) artinya utusan dan kata الله (allahu) artinya Allah menjadi satu kata yang dibaca "rosuulullahi" artinya *utusan (dari) Allah*

✏ *بيتُ حامدٍ*   

 berasal dari kata *بيت* (baitun) artinya *rumah* dan kata *حامد* (Hamid) artinya Hamid menjadi satu kata yang dibaca *"BaituHaamidin"* artinya *rumah (milik) Hamid*

♦ Kesimpulan:

1⃣.berdasarkan contoh diatas mudhaf memiliki makna DARI,DI(DALAM), MILIK

2⃣Yang disebut *mudhaf* pada contoh di atas adalah kata *أصحاب* (ashhabun), *رسول*  (rosuulun), *بيت*  (baitun).

3⃣Yang disebut *mudhof ilaih* pada contoh di atas adalah kata *الجنة* (aljannatu), *الله*  (allahu),  *حامد*  (Hamid)

4⃣Cara membaca isim pertama yang menempati posisi mudhaf, bacaan huruf akhirnya adalah *"u"*  (tapi ini untuk sementara)

5⃣Cara membaca isim kedua yang menempati posisi mudhof ilaih,bacaan huruf akhirnya adalah *"i"*
6⃣Secara umum, fungsi idhafah adalah menjadikan isim nakirah (yang masih umum) menjadi isim ma’rifat (yang sudah jelas/dikenal), dengan cara menyandarkan isim nakirah tersebut pada isim ma’rifat.

👉Contoh yg salah👇🏼

*الأصحابُ الجنة*
Mudhof tdk boleh dilekati alif lam

*رسولٌ اللهِ*
Mudhof harokat akhirnya tdk bertanwin

*بيتُ حامدٌ*
 mudhof ilaihi harokat akhirnya harus kasroh

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

🌻 *Kaidah Mudhof*🌻

1. Bukan isim yang di dahului/dilekati huruf *(ال)* AL

2.  Bukan nama orang atau kota

3. Harakat akhirnya tidak boleh *DITANWIN* baik dhommahtain, kasrohtain atau fathahtain

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
*Kaidah mudhof ilaihi*

1. Kebanyakannya berupa isim yang di dahului ال atau nama orang atau nama tempat

2. Harakat akhirnya Di Kasrah_ ( bisa kasrah saja atau kasrah tanwin)


📚 *HAMZAH  WASHAL*

🔹 *Dibaca jika di awal kalimat*
*اِبْنُ حٙامِدٍ طٙبِيْبٌ*
Ibnu Haamidin Thabiibun

🔹 *Tidak dibaca jika ditengah kalimat*

*‏هذا ابن حامد*
Haadza Ibnu Haamidin (salah)
Haadzabnu haamidin (benar)

💫
*MUNADA* 💫 (Kalimat Panggilan)

🎀Kalimat Panggilan (munada) dalam bahasa arab memiliki  2 unsur yaitu
 🔸1. Huruf Panggilan (ِحٙرْفُ النِّدٙاء )
 Yaitu *يٙا* artinya *"_wahai_"*
🔸2. Kata yg dipanggil  (المُنٙادٙى)
Kaidah munada *"tidak boleh bertanwin"*
Contoh
*يٙا عٙمّٙارُ*
*‏يٙا رٙجُلُ*

                          ‏
💫🔹💫🔹💫🔹💫🔹💫

Saturday, January 12, 2019

🔊 Audio Durus BINA Pekan 3
via Dropbox 📦

Dars 12. Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mufrad👇

http://bit.ly/1SkiiJj

Dars 13: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mufrad

http://bit.ly/1mvrlci

Dars 14: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih mutsanna

http://bit.ly/1Tbo0fz

Dars 15: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih jamak salim

http://bit.ly/1QaaxPU

Dars 16: Jumlah Filiyyah Mutaaddiyah dengan maful bih jamak taksir

http://bit.ly/1mvrCw0
*🏆PEMENANG PEMANASAN 🏆*

                             📘 *Pekan 3*📘


Selamat kepada Ukh  *Meutia Larasati* dari kelas  *BINREG 11.12 Akhawat* yang telah menjawab pemanasan dengan benar dan indah.


                           💎💎🎗💎💎

*بارك الله فيـها* 🌠
   
                            💎💎🎗💎💎
                               

🔥🔥 *Pemanasan BINA Pekan 3* 🔥🔥

                           *BINREG 1⃣1⃣*



1⃣Pada pembahasan tentang jumlah fi'liyyah, terdapat istilah jumlah fi'liyyah muta'addiyah. Jelaskan dengan contoh apa yang dimaksud dengan jumlah tersebut !
*Jawab* :
📝
📚 *Jumlah Fi’iliyah Muta’addiyah* 📚

_Adalah_

Susunan kalimah dalam bahasa arab yang menggunakan Fi’il Muta’ady atau Fi’il yang membutuhkan objek.

Objek disini disebut dengan *Maf’ul Bih.*
Sehingga struktur kalimatnya menjadi :

✍🏻 *Fi’il ➕Fa’il ➕ Maf’ul Bih* ✍🏻
[Predikat (Kata Kerja) ➕Subjek ➕ Objek]

Contoh :

‎كَتَبَتْ عَأِشَةُ الرِّسَلَةَ
_Aisyah Telah Menulis Surat_  ✉📜

📩 Surat / الرِّسَلَةَ disini, berposisi sebagai Maf’ul bih, karena Menulis/كَتَبَ merupakan fi’il muta’ady


2⃣Pada pembahasan sebelumnya, kita juga mengenal istilah jumlah fi'liyyah lazimah, lalu apa perbedaan dari kedua jumlah tersebut ! (Jelaskan dan berikan 3 contoh untuk perbedaan kedua jumlah tersebut !)
*Jawab* :
📝Perbedaan antara *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* dengan *Jumlah Fi’ilyyah Muta’adiyyah* terletak pada keberadaan Maf’ul bih.

✍🏻Dimana pada
🅰 *Jumlah Fi’iliyyah Lazimah* tidak terdapat Maf’ul bih karena fi’il lazim tidak membutuhkan objek,
Namun bisa jadi kalimat tersebut diberi keterangan tambahan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam contoh berikut:

‎🛌 يَنَامُ بَكْرٌ فِيْ غُرْفَةِ نَوُمٍ - _Bakr sedang tidur di kamar tidur_🛌

Kalimat يَنَامُ بَكْرٌ فِيْ sudah merupakan kalimat sempurna, karena kata يَنامُ merupakan fi’il lazim yang tidak membutuhkan maf’ul bih, namun, boleh diberi keterangan tambahan untuk memperjelas kalimat,
🔽
kata  فِيْ غُرْفَةِ نَوُمٍ disini merupakan keterangan tambahan, bukan maf’ul bih.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di contoh lain seperti :

‎🎓 يَقُوْمُ المُدِيْرُ عَلَى المِنْبَرِ - _Pak Kepala Sekolah sedang berdiri diatas mimbar_ 🎓

‎🕌ذَهَبَ عَلِيٌّ إِلَى الَمَسْجِدِ - _Ali telah pergi ke Masjid_ 🕌

Sedangkan pada
🅱 *Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah*
Kalimat membutuhkan Maf’ul bih / objek agar dapat menjadi kalimat sempurna.

Contoh :

‎🍖أَكَلَ بَكْرٌ اللَحْمَ - _Bakr telah memakan daging_🍖

‎☕تَشْرَبُ هِنْدٌ القَهْوَةَ - _Hindun sedang meminum kopi_ ☕

‎🥊ضَرَبَ عُمَرُ مُعَاوِيَةَ - _Umar telah memukul Mu’awiyah_🥊

3⃣Terdapat satu kaidah jumlah fi'liyyah untuk fi'il muta'addiy. Apakah kaidah tersebut ? Jelaskan dengan rumus "Fira dan Fara Manis Mana ?"
Beri contoh dan penjelasannya !
*Jawab* :
📝 Jika kita memperhatikan contoh kalimat diatas, :

‎أَكَلَ بَكْرٌ اللَحْمَ - Bakr telah memakan daging
‎تَشْرَبُ هِنْدٌ القَهْوَةَ - Hindun sedang meminum kopi
‎ضَرَبَ عُمَرُ مُعَاوِيَةَ - Umar telah memukul Mu’awiyah

Dapat kita lihat harakat dari Maf’ul bih (اللَحْمَ، القَهْوَةَ, مُعَاوِيَةَ) adalah _Fathah_

❗Ini merupakan suatu *Kaidah Jumlah Fi’iliyyah Muta’addiyah* dimana *Maf’ul bih selalu dihukumi _Manshub_*
Dan seperti yang kita ketahui,tanda baca asli dari kalimat berhukum Manshub adalah : *Fathah*

🔖Sehingga dapat dirumuskan dengan kaidah :

✨ *FIRA FARA MANIS MANA*✨

Maksudnya adalah
🥐FIRA = FIil harus mufRAd
_Fi’il harus dalam bentuk tunggal, meskipun fa’il nya berbentuk mustanna atau bahkan jamak._
Contoh:
‎جَلَسَ المُسْلِمُوْنَ ✅

‎جَلَسُوْا المُسْلِمُوْنَ ❌

🥯FARA = Fail harus RAfa
_Fail harus berhukum marfu/rafa. Tidak boleh mansub/nashab atau majrur/jar_
Contoh :
‎جَلَسَ المُسْلِمُوْنَ ✅

‎جَلَسَ المُسْلِمِيْنَ ❌

🍞MANIS = Fi’il dan Fa’il harus saMA jeNIS
_Meskipun terkadang fi’il dan fa’il tidak sama dalam hal jumlah, namun fi’il dan fa’il harus sama dalam hal jenis, mudzakkar 🚹, atau muannats 🚺._
Contoh :
‎جَلَسَتْ المُسْلِمَاتٌ ✅

‎جَلَسَتْ المُسْلِمُوْنَ ❌


🍪MANA = MAf’ul Bih harus NAshab
_Tidak boleh dalam keadaan rofa atau majrur_
Contoh :
‎قَرَأَ سَعِيْدٌ القُرْآنَ ✅

‎قَرَأَ سَعِيْدٌ القُرُآنُ /القُرِآن


4⃣Jelaskan keadaan i'rab kata-kata berikut ini ketika nashab :
*Jawab* :
📝Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengenal jenis kata-kata yang *Mu’rab* atau dapat berubah harakat akhirnya tergantung jabatan/posisi dalam kalimat. _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, meskipun nantiya ada tanda baca far’i yg juga menunjukkan kalimat tersebut manshub atau dikenal juga dengan mansub dengan huruf.

Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan contoh berikut :
A. *Isim Mufrad*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : مُسْلِمًا

B. *Mutsanna*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : مُسْلِمَيْنِ

C. *Jamak Mudzakkar Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Ya_
Contoh : مُسْلِمِيْنَ

D. *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : مَدَارِسَ

E. *Jamak Taksir lil 'aqil*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Fathah_
Contoh : رِجَالًا

F. *Jamak Muannats Salim*
Tanda _Nashab_ nya dengan _Kasrah_
Contoh : مُسْلِمَاتٍ

5⃣Berikan masing-masing 1 contoh saja jumlah fi'liyyah muta'addiyah dengan maf'ul bih sesuai urutan kata pada soal nomor 3 (A-F). Failnya bebas.
*Jawab* :
📝
📕Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mufrad*
‎قَرَأَ سَعِيْدٌ القُرْآنَ  - _Said telah membaca Al-Qur’an_

📗Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Mutsanna*
‎اِشْتَرَ عُمَرُ الكِتَبَيْنِ - _Umar telah membeli 2 buku_

📘Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Mudzakkar Salim*
‎ضَرَبَ أَحْمَدُ السَّرِقِيْنَ- _Ahmad telah memukul para pencuri_

📙Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lighairil 'aqil*
‎نَظَّفَ المُدَرِسُ المَسَاجِدَ - _Pak guru telah membersihkan masjid-masjid_

📓Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Taksir lil 'aqil*
‎قَتَلَ خَالِدٌ الكُفَّارَ - Khalid telah membunuh orang-orang kafir

📔Jumlah Fi’iliyyah Muta’adiyyah dengan Maf’ul bih *Jamak Muannats Salim*
‎سَاعَدَتْ سَلْمَى المُسْلِمَاتِ - _Salma telah membantu wanita-wanita muslim_

6⃣Apakah maf'ul bih wajib sama dengan fa'il atau fi'il ? Jelaskan !
*Jawab* :
📝 Maf’ul bih, bisa terdiri dari jenis maupun jumlah apa saja karena menyesuaikan dengan konteks kalimat. Hal ini dikarenakan Maf’ul bih sama sekali tidak terkait dengan kondisi fi’il dan fail karena memang akan disesuaikan dengan maksud pembicaraan.

Contoh :
Jika kita ingin mengatakan
“ _Para Pria muslim telah membersihkan masjid,_ ”
Maka kita harus tetap menggunakan masjid dalam bentuk mufrad sehingga tidak keluar dari konteks kalimat.

‎نَظَّفَ المُسْلِمُوْنَ المَسْجِدَ 🕌✅

Karena apabila kita memaksakan Maf’ul nya jamak mengikuti fa’il, maka bentuknya akan menjadi :

‎نَظَّفَ المُسْلِمُوْنَ المَسَاجِدَ 🕌🕌🕌 ❌

“ _Pria-pria muslim telah membersihkan masjid-masjid_.”

Kita tidak bisa memaksakan bentuk selerti ini bila memang kenyataannya masjid yang dibersihkan hanya 1.



7⃣Apakah maf'ul bih wajib ma'rifat ? Jelaskan !
*Jawab* :
📝Tidak, maf’ul bih dapat terdiri dari jenis apa saja baik isim Nakirah maupun isim Ma’rifat, perbedaannya hanya pada
Apabila kita menggunakan isim Nakirah sebagai Maf’ul, maka sifatnya masih umum,
Misal قَرَأَ عَلِيٌّ كِتَابًا 📚

Disini bukunya belum jelas buku apa, apa judulnya, atau buku milik siapa,

Berbeda dengan
‎قَرَأَ عَلِيٌّ الكِتَابَ 👉🏻📕
Makna buku disini sudah jelas, karena artinya telah mengerucut, misal buku yang mana, apa judulnya,

8⃣Adakah kekhususan jamak muannats salim ketika manshub ? Jika ada, jelaskan kekhususan tersebut !
*Jawab* :
📝Seperti kita ketahui bahwa _Nashab_ adalah salah satu jenis i’rab dimana tanda baca aslinya adalah _Fathah_, namun khusus pada *Jamak Muannats Salim* maka tanda baca Nashab nya dengan _Kasrah_

Misal : المُدَرِّسَاتٌ
Jika posisinya sebagai Maf’ul, maka harakat akhirnya menjadi المُدَرِّسَاتِ

Seperti contoh jika kita ingin mengatakan “ _Saya telah melihat para guru (wanita) itu,_ “
maka kalimatnya bukan  :
‎نَظَرْتُ المُدَرِّسَاتَ ❌
Melainkan
‎ نَظَرْتُ المُدَرِّسَاتِ ✅

Baik dalam keadaan Nashab b Jar harakat akhirnya sama yaitu _Kasrah_

   
                            💎💎🎗💎💎
*🏆PEMENANG KOIN PEKAN 3🏆*


🥇Selamat kepada Ukht  *Ria Arini* dari *kelas BINREG 11.1 Akhawat* yang telah berhasil menjawab kuis dengan benar dalam waktu *15 menit*

🎗 بارك الله فيها 🎗

🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊

*KJ KOIN PEKAN 3 BINREG 11*


١. يُحَارِبُ الْجُنُوْدُ أَعْدَاءً ✅

Terjemah :
*Para tentara itu sedang memerangi musuh-musuh*

٢. سَوَّرَ الْبُيُوْتُ طَرِيْقًا❌

💣 Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya (jamak taksir lighoiril aqil dianggap mufrod muannats), seharusnya --> سَوَّرَتْ

💣 Kalimat yang benar :
سَوَّرَتِ الْبُيُوْتُ طَرِيْقًا
Terjemah :
*Rumah-rumah itu telah menutup sebuah jalan (kecil)*

٣. اِسْتَأْجَرَتْ عُثْمَانٌ كَسْلَانًا ❌

🚜 Fi'il tidak MANIS dengan fa'ilnya, seharusnya --> اِسْتَأْجَرَ

🚜 Kata عُثْمَانٌ seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> عُثْمَانُ

🚜 Maf'ul bihnya seharusnya tidak ditanwin karena termasuk IGM --> كَسْلَانَ

🚜 Kalimat yang benar :
اِسْتَأْجَرَ عُثْمَانُ كَسْلَانَ
Terjemah :
*Utsman telah mempekerjakan seorang pemalas*

٤. تُسَوِّكُ آمِنَةُ النَّافِذَاتِ✅

Terjemah :
*Aminah sedang membersihkan jendela-jendela itu*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


🍃🍂🍃🍂🍃🌻🍃🍂🍃🍂🍃


🔑 _Format jawaban menggunakan KJ untuk dipelajari_ 🔑

Thursday, October 4, 2018

📝 Soal KUBIS ALUMNI
🌿 Kamis, 4 Oktober 2018
⏰  Waktu 20.00 - 21.00 WIB


Bacalah perintah soal dengan baik sebelum memulai mengerjakan KUBIS kali ini.

A. Pilihlah jawaban yang SALAH dari beberapa pilihan jawaban berikut :

1. Berikut ini yang merupakan huruf (الْحَرْفُ) yang mempunyai arti adalah...
a. مِنْ         b. كَ     c. لِ     d. بِ     e. قَ√


2. Yang merupakan isim adalah...
a. السَّمَآءِ
b. مُحَمَّدٌ
c. اقْرَأَنَّ√
d. هَذِهِ
e. الَّتِي

3. Fi’il berikut yang merupakan fi’il madhy adalah
a.  فَعَلْتُ
b. دَخَلَتَا
c. قَرَأْتُ
d. لَمْ يَقْرَأْ √
e. ذَهَبَ

4. Berikut ini merupakan fi’il shahih…
a. وَعَدَ√
b. رَدَّ
c. تَدْخُلْنَ
d. كَبِّرْنَ
e. سَأَلَ

5. Yang tergolong isim muannats adalah….
a. دَجَاجَةٌ
b. مُعَاوِيَةُ√
c. حَسْنَاءُ
d. صُغْرَى
e. حَامِلٌ

B. Mohon tashrif lughawi lengkap untuk fi’il madhy, mudhari, dan ‘amr dari kata berikut (Jawaban dengan menggunakan harakat yang lengkap)
كَفَرَ
Fiil madhi
كَفَرَ   - كَفَرَا   -  كَفَرُوْا
كَفَرَتْ - كَفَرَتَا  - كَفَرْنَ
كَفَرْتَ - كَفَرْتُمَا - كَفَرْتُمْ
كَفَرْتِ - كَفَرْتُمَا - كَفَرْتُنَّ
كَفَرْتُ  - كَفَرْنَا
Fiil mudhori
يَكْفُرُ - يَكْفُرَانِ - يَكْفُرُوْنَ
تَكْفُرُ - تَكْفُرَانِ - يَكْفُرْنَ
تَكْفُرُ - تَكْفُرَانِ - تَكْفُرُوْنَ
تَكْفُرِيْنَ - تَكْفُرَانِ - تَكْفُرْنَ
أَكْفُرُ - نَكْفُرُ
Fiil amar
اُكْفُرْ - اُكْفُرَا - اُكْفُرُوْا
اُكْفُرِى - اُكْفُرَا - اُكْفُرْنَ
📝 Peserta dengan jawaban paling cepat dan benar akan mendapatkan hadiah 💰📲