Monday, July 8, 2019

Bab Akhlak


🌿 3 Amalan yang sangat Agung 🌿


ثلاثۃ أعمال ليس لها موازين يوم القيامۃ لعظمتها وعظيم أجرها عند ﷲ
3 Amalan yang tidak ada timbangannya pada hari kiamat karena keagungan Amalan tersebut dan besarnya pahala Amalan tersebut disisi Allah.

١. العفو عن الناس   قال ﷲ تعالی :
(فمن عفا وأصلح فأجره علی ﷲ)
1.Memaafkan kesalahan orang lain. Allah berfirman :
Tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik(kepada orang yang berbuat jahat)maka pahalanya dari Allah(Asy-Syuaro:40)

٢. الصيام  (كل عمل ابن أدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به)
2.Puasa  "Semua Amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa,sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku(Allah),dan Aku lah yang membalasnya"(Muttafaq 'alaihi)

٣. الصبر  قال ﷲ تعالی :
(إنما يوفی الصابرون أجرهم بغير حساب)
3.Sabar  Allah berfirman:
"Hanya Orang2 yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.(Az-Zumar:10)

وينادی مناد يوم البعث : أين الذين أجرهم علی ﷲ !؟
فيقبل الصابرون والصاءمون  والعافون عن الناس.

جعلنا ﷲ وإياكم ممن ينادی عليهم بهذا النداء
Dan seorang penyeru memanggil manggil Pada hari kebangkitan.Dimana orang2 yang pahalanya dari Allah?!
Maka datanglah orang2 yang bersabar,berpuasa,dan memaafkan kesalahan orang lain.

Semoga Allah menjadikan Kita semua termasuk dalam orang2 yang dipanggil dengan seruan ini..

📚Fauzi Abu Fasya📚
Kajian qiro'at

بسمﷲ الرحمن الرحيم


Macam-macam Qira’at al-Qur’an
Beberapa ulama ilmu al-Qur’an berpendapat bahwa qiraat ada tiga macam, mutawatir, ahad dan syadz. Mereka berpendapat bahwa qiraat yang mutawatir adalah qiraat tujuh, kemudian qiraat sepuluh dan qiraat para sahabat adalah ahad. Sebagian berpendapat bahwa qiraat sepuluh adalah mutawatir. Sedangkan selain qiraat tersebut, menurut pandangan ulama adalah syadz.

Menurut Al-Jazari seperti dikutip al-Suyuti dan juga Zarqani, memaparkan macam-macam qiraat ditinjau dari segi sanad adalah: mutawatir, masyhur, ahad, syadz, maudhu’ dan mudraj.
Qiraat mutawatir, adalah qiraat yang disandarkan pada periwayat yang terpercaya dan tidak mungkin mereka berdusta.
Qiraat masyhur, adalah qiraat yang sanadnya sahih tetapi tidak sampai mutawatir, sesuai dengan kaidah bahasa Arab, rasm Uthmani dan terkenal dikalangan ahli qiraat. Oleh sebab itu, qiraat tersebut tidak dikatakan syadz.
Qiraat ahad, adalah qiraat yang sanadnya sahih, tetapi rasmnya berbeda dengan rasm Uthmani. Demikian juga dengan kaidah dalam bahasa Arabnya yang berbeda serta tidak se-masyhur seperti tersebut di atas, seperti terdapat dalam surah al-Taubah ayat 128:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفَسِكُمْ
Kata (أَنْفُسِكُمْ) dibaca dengan (أَنْفَسِكُمْ).
Dalam surah al-Rahman ayat 76
مُتَّكِئِيْنَ عَلَي رَفَارِفَ خُضْرِ وَعَبَاِرقِيِّ حِسَان
Kata (رَفْرَفَ) dibaca dengan (رَفَارِفَ). Kedua bacaan qiraah di atas al-Hakim melalui jalur ‘Ashim Jahdari, dari Abu Barkah, dari Nabi SAW.
Qiraat syadz, adalah qiraat yang sanadnya tidak sahih. Seperti qiraat Ibn al-Samaifah, seperti dalam surah Yunus ayat 92:
فَالْيَوْمَ نُنْحِيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلَفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ
Kata (نُنَجِّيكَ) di baca dengan (نُنْحِيْكَ) dan kata (خَلْفَكَ) dibaca dengan(خَلَفَكَ).
Menurut Abu Amr Ibn Hajab, seperti dikutib al-Jazari, qiraat yang syadz dilarang pembacaannya pada saat solat dan lainnya. Sedangkan menurut mazhab Syafii, apabila seseorang mengetahui bahwa suatu bacaan adalah qiraat syadz dan membacanya pada saat salat, maka batallah solatnya. Jika tidak mengetahui, maka terbebas dari kesalahan.[1]
Qiraat maudhu, adalah qiraat yang tidak ada asalnya. Sebagai contoh, qiraat yang dinisbatkan kepada Imam Abu Hanifah dalam surah al-Fatir ayat 28
إِنَّماَ يَخْشَي الله مِنْ عِبَادِهِ الْعَلَمَاءِ
Kata (الله) dibaca dengan (الله). Dan kata (الْعُلَمَاءِ) dibaca (الْعَلَمَاءِ). Menurut Zarqani qiraat tersebut tidak memiliki dasar sama sekali, sehingga Abu Hanifa terbebas darinya.
Qiraat mudraj, adalah qiraat yang disisipkan penafsiran seperti qiraat yang diambil dari Ibn Abbas, seperti terdapat Surah al-Baqarah ayat 198
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ في مواسم الحج فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ
Kalimat (في مواسم الحج) adalah penafsiran yang diselipkan dalam nash ayat tersebut.
Juga terdapat dalam surah Nisa ayat 12:
وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ أمٍّ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ
Tambahan kata (أمٍّ) adalah qiraah S’ad Ibn Abi Waqqash.[2]

_________________________________

Fauzi Abu Fasya
🌿Metode Belajar Yang Tepat Bagi Pemula..🌿

PERTANYAAN :

ما هو المنهج الذي ترونه لطالب العلم المبتدئ؟

Metode belajar seperti apakah yang anda pandang sesuai bagi penuntut ilmu yang masih pemula?

JAWABAN :

أرى لطالب العلم المبتدئ أن يحرص أولاً على كتاب الله عز وجل. القرآن الكريم يحرص عليه يحفظه ويتفهم معناه ويعمل به، ثم بما صح عن النبي صلى الله عليه وسلم في السنة. ثم ليتخذ معلماً عنده علم وعنده إيمان وعنده أمانة، كل هذه لا بد أن تتوفر في المعلم.

Aku memandang bagi pemula untuk bersemangat mempelajari kitabulloh Azza wa Jalla. Hendaknya ia bersemangat menghafal Al-Qur’an Al-Karim , memahami, dan mengamalkannya. Kemudian bersemangat pula mempelajari sunnah yang telah shahih dari Nabi shalallahu Alaihi wasallam. Kemudian carilah seorang guru yang memiliki ilmu, iman, dan amanah. Dan semua kriteria ini harus terpenuhi pada seorang guru.

___________________________

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Liqo al-Babul Maftuh 1197

📚Fauzi Abu Fasya

📱Facebook : Fauzi Abu Fasya
Kajian Adab


🌿PENTINGNYA BELAJAR ADAB SEBELUM ILMU🌿

___
Adab secara bahasa artinya menerapkan Akhlak mulia.Dalam Fathul Bari,Ibnu Hajar  menyebutkan:
والأدب استعمال ما يحمد قولا وفعلا وعبر بعضهم عنه بأنه الأخذ بمكارم الأخلاق
"Al Adab artinya menerapkan segala yg dipuji oleh orang,baik berupa perkataan maupun perbuatan.sebagian ulama juga mendefinisikan,adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia"
(Fathul bari,10/400)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
أنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
"Sesungguhnya aku diutus untuk mnyempurnakan akhlak mulia"
(HR.Baihaqi,dishahihkan Al albani dalam silsilah ash shahihah,no 45 )

Ketahuilah bahwa ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak.

Mereka pun mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum mendalami suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama.

Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”

Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.

Ibnul Mubarok berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
__________________
 Cirebon 9 juni 2019

📝Fauzi Abu Fasya
Kajian Al Qur'an



📚Bagaimana mengambil manfaat Al Qur'an📚

Jika engkau ingin mengambil manfaat Al-Quran,fokuskan hatimu ketika membaca dan mendengarkan, pasang pendengaranmu,hadirlah seperti orang yang sedang diajak berdialog langsung oleh siapa yang telah mewahyukan Al-Quran,yaitu Allah azza wajalla, karena Al Quran adalah pembicaraan dari Allah untukmu melalui lisan Rasul-Nya.Allah berfirman:

إن في ذلك لذكرى لمن كان له قلب أو ألقى السمع وهو شهيد
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat peringatan bagi orang2 yang mempunyai hati atau pendengarannya, sedang dia menyaksikan(nya)."
(QS. Qaaf:37)

Karena pengaruh kesempurnaan pengaruh tergantung kepada pemberi pengaruh yang ampuh, tempat yang siap menerima pengaruh, syarat tercapainya pengaruh dan tidak adanya faktor yang menghalanginya, maka ayat di atas menjelaskan semua hal itu dalam ungkapan yang sangat singkat namun jelas dan paling tepat menunjukkan hal yang dimaksud.

Ibnu Qutaibah, "Ia mendengarkan kitabullah dalam keadaan menghadirkan hati dan pemahaman, tidak lalai dan tidak kurang perhatian.ini adalah isyarat faktor yang menghalangi tercapainya pengaruh, yaitu ketidakhadiran hati dan kelalaiannya untuk memahami apa yang dikatakan kepadanya, mencermati dan merenungkannya.

#Apabila pemberi pengaruh(Al Quran)didapatkan,juga tempat yang siap memberi pengaruh(hati yang hidup),syarat tercapainya pengaruh(mendengar dengan baik),tidak ada faktor penghalang(kesibukanhati dan kelalaiannya dari memahami makna pembicaraan),niscaya tercapailah pengaruh,yaitu mengambil manfaat dan peringatan.

📖مختصر الفوائد للإمام بن قيم الجوزي رحمه الله رحمة واسعة
____________
Cirebon 11 juni 2019

📝Fauzi Abu Fasya
Bab Niat


🌿Niat yang Ikhlas🌿

Ikhlas termasuk indikator kesempurnaan agama islam, sifat bagi pemilik derajat yang tinggi, dan syarat diterimanya suatu amal shalih di sisi Allah.

 Ikhlas bermakna menetapkan tujuan amal perbuatan sebelum mengerjakannya. Ia adalah wujud memasang niat dalam beramal shalih demi mengharap wajah Allah semata.Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"إنما الأعمال بالنيات،وإنما لكل امرئ ما نوى"
"Sesungguhnya setiap amal tergantung kepada niat, dan setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan"(muttafaq 'alaihi)

Begitu besar pengaruh niat terhadap amal. Ibnul mubarak mengatakan:
رب عمل صغير تكبره النية،ورب عمل كبير تصغره النية
"berapa banyaknya amal kecil yang menjadi besar nilainya karena niat.dan berapa banyaknya amal besar yang menjadi kecil nilainya karena niat.
(lihat jami'ul 'ulum wal hikam lll/19.hadits ini disebutkan oleh adz dzahabi dengan redaksi yang sedikit berbeda dalam siyar a'lamun nubala xv/416)

Sudah selayaknya orang muslim memperhatikan niat bagi setiap amal perbuatannya sehari hari. Hendaknya ia memasang niat yang baik sebisa mungkin,sehingga semua aktifitas yang ia lakukan menjadi catatan pahala baginya.Niat yang lurus dan ikhlas ini sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan seorang insan, di dunia maupun di akhirat. Keberkahan akan senantiasa menyertai langkah seseorang yang memiliki niat demikian.
Sebaliknya,niat yang tidak baik, niat yang tidak ikhlas,atau niat yang hanya semata mata mengejarkan dunia, maka akan menghambat langkah seseorang.

Anas radhiyallahu ta'ala 'anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda dihadapan kami, para sahabat:
من كانت الآخرة همه جعل الله غناه في قلبه وجمع له شمله وأتته الدنيا وهي راغمة،ومن كانت الدنيا همه جعل الله فقره بين عينيه وفرق عليه شمله ولم يأته من الدنيا إلا ماقدرله
Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, Allah akan memudahkan urusannya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya,niscaya Allah akan menjadikan kemiskinan terpampang dihadapan matanya, Allah akan menjadikan urusannya berantakan,dan ia tidak akan memperoleh dunia kecuali apa yang telah ditetapkan baginya(HR.At tirmidzi dan Ahmad.dishahihkan oleh al-albani dalam silsilah ahadits ash shahihah no 949)

Maka jangan lupa,pasanglah niat yang ikhlas semata mata untuk mengejar pahala akhirat niscaya Allah memudahkan urusan kita di dunia dan nantinya di akhirat.
__________________
📝Fauzi Abu Fasya



KAJIAN TAHSIN/TAJWID

PENTINGNYA MEMPELAJARI MAKHORIJUL (TEMPAT KELUAR) BUNYI HURUF HIJAIYAH DALAM AL QUR'AN DAN TAJWID DASAR

1.
Berapa banyak dari kita yg sibuk berdebat masalah agama padahal dia belum paham ilmu tajwid dasar.

2.
Kadang kita melihat orang yg dengan bangganya ingin jadi imam, padahal masih belum benar bacaan sholat dan  Al Qur'annya.

3.
Betapa banyak dari kita yg ingin menyamakan bacaan tartil Al Qur'an seperti qari idola, tapi akhirnya tajwidnya berantakan.

4.
Berapa banyak dari kita yg mungkin sudah paham banyak masalah aqidah dan fikih Islam tapi belum bisa membedakan bunyi makhroj huruf د ,ذ, ض, ظ  belum bisa membedakan bunyi   ث, س ,ش, dan  ص, belum bisa membedakan bunyi ح ,خ, dan ه, belum bisa membedakan bunyi huruf ت dan ط serta belum paham sifat-sifat huruf hijaiyah.

5.
Dst..mari introspeksi diri

PERLU DIKETAHUI KESALAHAN PENGUCAPAN MAKHROJ HURUF HIJAIYAH DAN KESALAHAN TAJWID DASAR DAPAT MERUSAK DAN MERUBAH MAKNA BACAAN SHOLAT, AL QUR'AN, DZIKIR, DAN DOA KITA.

MIRISNYA, SEDIKIT YANG ANTUSIAS MENGHADIRI KAJIAN TAJWID & TAHSIN AL QUR'AN DENGAN ALASAN SUDAH BISA MEMBACA AL QUR'AN. PADAHAL BELUM TENTU BACAANNYA BENAR JIKA DISIMAK USTADZ YANG AHLI TAJWID & TAHSIN.

ITULAH MENGAPA MEMPELAJARI MAKHORIJUL HURUF HIJAIYAH DAN TAJWID DASAR ITU PENTING.

PENGUASAAN MAKHORIJUL HURUF DAN TAJWID DASAR DAPAT MENUNJANG BACAAN SHOLAT, BACAAN AL QUR'AN, DZIKIR, DAN DOA KITA.

MARI MULAI SEKARANG KITA SUNGGUH-SUNGGUH MEMPELAJARI MAKHORIJUL HURUF HIJAIYAH DAN TAJWID DASAR. MUDAH-MUDAHAN DIMUDAHKAN ALLAH 'AZZA WA JALLA.

TERUS INTROPEKSI DIRI, BELAJAR, TETAP SEMANGAT, DAN JANGAN PUTUS ASA.

*BUAT YG SUDAH MAHIR, SILAHKAN TINGKATKAN KE PENGUASAAN ILMU-ILMU SYAR'I LAINNYA.

SEMOGA BERMANFAAT

ALLAHU A'LAM