Wednesday, January 22, 2020

Halaqah - 13

Penjagaan Allah Kepada Muhammad ﷺ Sebelum Kenabian Beliau
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 13 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Penjagaan Allah Kepada Muhammad ﷺ Sebelum Kenabian Beliau

Diantara penjagaan Allah kepada Muhammad ﷺ sebelum di wahyukan ketika renovasi ka'bah Muhammad mengangkat batu bersama paman beliau Abbas, Abbas saat itu mengusulkan kepada Muhammad ﷺ supaya mengangkat izar beliau yaitu pakaian bagian bawah dan meletakkannya di atas leher bagian belakang supaya menjaga Muhammad dari bekas batu yang di angkat, ketika mereka jauh dari manusia, tatkala beliau akan melakukannya tiba-tiba beliau pingsan dan ketika bangun beliau pun meminta supaya di kencangkan izar nya (HR Al Bukhari dan Muslim)

Dan kejadian tersebut terjadi saat beliau berumur 35 tahun (diriwayatkan oleh Abdul Razaq di dalam al-Musanaf)

Dan sebagaimana yang diketahui bahwa telanjang pada saat itu bukan suatu yang aneh menurut orang-orang Arab Jahiliyah, dahulu mereka biasa thawaf dalam keadaan telanjang kecuali orang-orang Quraisy. Dan Thawaf dalam keadaan telanjang terus di lakukan oleh mereka sampai di larang oleh Rasulullãh ﷺ pada tahun 9 Hijriyah lewat perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq

Abu Bakar mengumumkan

أَلَا لَا يَحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ

Janganlah ada orang Musyrik yang berhaji setelah tahun ini dan jangan ada orang yang Thawaf di sekitar Baitullah dalam keadaan telanjang (HR Al-Bukhari)

Kejadian diatas menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terjaga dari apa yang di anggap tercela baik sebelum kejadian maupun setelah kejadian

Diantara penjagaan Allah kepada beliau ﷺ Sebelum Kenabian, bahwa beliau berpegang teguh dengan warisan Nabi Ibrahim dan Ismail di dalam Aqidah, Haji, Pernikahan dan lain-lain

Pernah beliau ﷺ bersama Zaid Ibnu Haritsah kemudian Zaid menyentuh berhala dengan tangan kanannya, maka Muhammad ﷺ melarang Zaid, kemudian Zaid menyentuh lagi dan di larang kembali oleh Muhammad ﷺ Zaid bin Haritsah bersumpah bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah menyentuh berhala sedikit pun (Hadits Hasan di riwayat oleh Ath Thabrany di dalam al-Mu’jamul kabir)

Sebelum menjadi Nabi ﷺ pernah dihidangkan kepada beliau daging dan beliau tidak memakannya karena takut makanan tersebut termasuk yang di sembelih untuk berhala (HR al-Bukhari)

Beliau dahulu wukuf di 'Arafah sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim alaihi salam berbeda dengan orang-orang  Quraisy yang mereka wukuf di Mudzalifah menyelisihi ajaran Nabi Ibrahim عَلَيهِ السَّلَامُ

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Tuesday, January 21, 2020

Halaqah - 12 Renovasi Ka’bah
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 12 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Renovasi Ka’bah

Ketika Muhammad ﷺ berumur 35 tahun, berkumpulah orang-orang Quraisy untuk merenovasi Ka’bah, ketika bangunan sudah selesai di renovasi dan tinggal menaruh hajar aswad maka terjadi perselisihan masing-masing kabilah merasa berhak untuk meletakkan kembali hajar aswad dan mereka menganggap ini adalah sebuah kehormatan sampai hampir-hampir terjadi peperangan

Kemudian setelah itu mereka bersepakat pada hari tertentu bahwa yang pertama kali memasuki Masjidil Haram di hari tersebut dialah yang memberi keputusan diantara mereka dan ternyata yang pertama kali masuk adalah Muhammad ﷺ merekapun berkata :

"ini adalah al-Amiin, kami meridhainya"

Maka Muhammad ﷺ meminta sebuah kain dan mengambil hajar aswad kemudian meletakkan hajar aswad di atas kain tersebut, setelah itu beliau meminta masing-masing kabilah untuk memegang kain dan membawa hajar aswad bersama-sama menuju tempatnya

Sehingga sudah sampai ketempatnya, Muhammad ﷺ mengambilnya dan meletakkan pada tempatnya dengan demikian selesailah renovasi Ka’bah

Demikianlah Muhammad dengan hikmahnya memadamkan api fitnah yang hampir berkobar di antara orang-orang Quraisy

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Monday, January 20, 2020

Tausiah dari Syaikh Abdul Karim Aruhaily
Asesor UIM (Universitas Islam Madinah)


Bismillah

Pertemuan bersama Syaikh Dr. Abdul Karim beliau Asesor dari UIM
Penerjemah : Ustadz Ali Salman

Ahad, 19 Januari 2020

Acara dimulai jam 14.00 sampe menjelang ashar

Tausyiah dari Syaikh :

Syaikh menasehati kpd kita semua bahwa memberikan
Pendidikan yg baik/sholih/benar adalah yg dapat memberikan manfaat utk orang itu sendiri dan juga sampai ke akheratnya kelak

Syaikh mengutip ayat alquran  Surat Al Ankabut : 69 , Allah berfirman:

وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)

Menuntut ilmu syar'i salah satu bagian dari jihad

Orang yg cape2 dan lelehnya utk mengharap pahala Allah maka Allah akan memberikan pahala di hari kiamat
Karena dunia hanya sepintas bukan tempat yg abadi dan  tempat kembali kita yg kekal adalah akherat

Sebaik2 yg dilakukan oleh manusia ketika di dunia adalah menunut ilmu syar'i atau ilmu agama
Karena dengan ilmu inilah yg akan ada bersama kita sampai kita meninggal dunia

Allah menyebutkan banyak sekali ayat yg menerangkan keutamaan menuntut ilmu syar'i /agama

Allah menyebutkan salah satunya keutamaan ilmu agama ini dengan pertanyaan

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Tentunya jawabanya TIDAK..
karena Orang yg memiliki ilmu agama akan memiliki kedudukan disisi Allah

saat kita mudah berbuat maksiat. Itu semua disebabkan karena kurangnya ilmu dan kurangnya akal.

Karena ilmu itulah yang dapat membuat kita punya rasa takut pada Allah, sebagaimana disebutkan dalam ayat,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Syaikh juga menceritakan orang2 yg Allah berikan Rahmat,  di sebut sebagai rahimahullah dan nama nya selalu di ingat sampai akhir zaman karena ilmu yg dimiliki nya..seperti
# Azubair Ibnu Aqwam , ibunya bernama Sofiah beliau yg menjadikan anaknya  pemberani di medan perang
# Imam syafei ditinggal ayahnya sejak usia 6 tahun
# Anas bin malik, ada ibu yg hebat yg menyuruh anaknya menjadi pembantu Rasulullah
# Imam Bukhori
# Imam Muslim
# Imam nawawi meninggal di usia 45 tahun meninggalkan karya2 yg luar biasa di setiap masjid pasti ada buku dan dikaji Kitab Riyadhusolihin , penulis Kitab syarh Muslim, penulis kitab Majmu'
# Syaikh Muhammad Albani penulis Kitab silsilah hadist, sifat sholat Nabi, silsilah hadist dhoif dll

Mereka dalam memperoleh ilmu bukan dengan bersantai2 dan dengan tidur2 an tapi mereka dapatkan ilmu dengan belajar dan dengan peran orang tua terutama ibu karena ibu mempunyai peran  yg begitu besar

Orang2 yg memiliki ilmu maka namanya akan harum sampe sekarang bahkan sampe di akherat, didoakan dengan banyak orang ketika di dunia dg sebutan dan diabdikan dengan nama Rahimahullah itu semua adalah para penuntut ilmu

Beliau banyak membela dakwah Nabi dan sunnah2 Nabi

Wahai ayah dan bunda kita didik anak2 kita dengan menghafalkan alquran, menghafalkan hadist2 Nabi, menghafalkan mutun2 .

Kita didik anak2 kita agar kita bisa memperoleh pahala dari anak yg sholih mereka akan terus mendoakan kita sampe  kita telah tiada

Beliau menambahkan yg berkaitan tentang kesabaran terutama dalam menuntut ilmu syar'i dan mendidik anak2  kita
Allah sebutkan di Allah quran ada 60 X
Diantaranya , Allah berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَ رْضُ اللّٰهِ وَا سِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. *Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas."*
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)

Ada pahala yg besar bagi orang yg bersabar Yg begitu besar pahalanya

Begitu juga Nabi Nuh bersabar ketika dihina, disiksa, dicemooh oleh kaumnya selama 950 tahun berdakwah

Allah berfirman
Itu adalah cerita2 yg Allah berikan dari alam ghaib yg diceritakan oleh Muhammad dan kepada kaumnya yg tidak mengetahui hal ini
Bersabarlah engkau sesungguhnya Allah berikan kesabaran kepada orang2 yg bertaqwa

Alhamdulillah..

Semoga Allah memberikan kesabaran, keistiqomahan kpd kita semua di dalam belajar dan mengamalkan nya mengharapkan wajah Allah... Aamiin
Halaqah - 11

Pernikahan Muhammad ﷺ dengan Khadijah radiallahu anha

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 11 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Pernikahan Muhammad ﷺ dengan Khadijah radhiyallahu 'anha

Pada saat berumur 25 tahun Muhammad ﷺ menikah dengan Khadijah seorang wanita Quraisy yang memiliki kedudukan yang tinggi dan harta yang melimpah, ada yang mengatakan bahwa umur Khadijah saat itu 28 tahun dan ada yang mengatakan 40 tahun

Khadijah, beliau adalah Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay al-Qurasiyyah

Beliau adalah termasuk wanita Quraisy yang paling baik nasabnya harta dan akalnya dan beliaulah wanita yang pertama kali dinikahi oleh Muhammad ﷺ dan beliau tidak menikah dengan seorang wanita pun setelah Khadijah sampai Khadijah meninggal

Setelah menikah dengan Khadijah telah lahir dari beliau enam orang anak :

Al Qasim
Abdullah
Zainab
Ruqayyah
Ummu kultsum
Fatimah

Al-Qasim dan Abdullah meninggal ketika masih kecil sedangkan yang wanita semuanya menemui kenabian Muhammad ﷺ dan masuk Islam tetapi semuanya meninggal dunia sebelum Rasulullah ﷺ kecuali Fatimah, maka beliau meninggal meninggal 6 bulan setelah kematian Rasulullah ﷺ

Adapun riwayat-riwayat perincian tentang bagaimana pernikahan beliau ﷺ seperti cerita bahwa beliau berdagang ke Syam dengan membawa harta Khadijah bintu Khuwaylid dan bahwasanya Khadijah mengutus Maysarah (seorang budak milik beliau) untuk menemani Muhammad di dalam perdagangan ini kemudian ketika pulang, Khadijah melihat keamanahan Muhammad dan Maysarah juga menceritakan kemuliaan akhlak pikiran yang jernih dan kejujuran Muhammad ﷺ dan kisah bahwa Khadijah mengutus utusan kepada Muhammad ﷺ menawarkan kepada beliau untuk menikah kemudian Muhammad setuju dan berbicara kepada para pamannya, kemudian setelah itu mereka pergi ke paman Khadijah dan meminangnya setelah itu di langsungkan pernikahan maka riwayat-riwayat tersebut adalah lemah

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Friday, January 17, 2020

Halaqah - 10

Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib

by Rory Rachmad  | 
in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kesepuluh dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah Muhammad ﷺ Dibawah Tanggungan Abu Thalib

Setelah meninggal Abdul Muththalib, Abu Thalib sebagai paman berusaha menunaikan hak keponakannya dengan sebaik-baiknya, bahkan mendahulukan Muhammad diantara sekian banyak putranya selama lebih 40 tahun disampingnya, melindunginya dan membela dengan ucapan dan juga fisiknya

Rasulullah ﷺ tumbuh sebagai seorang pemuda yang dijaga oleh Allah terjauh dari kotoran-kotoran Jahiliyyah dan kebiasaan mereka. Paling menjaga kehormatan, paling baik akhlaknya, sangat pemalu, paling jujur ucapannya, sangat menjaga amanah, jauh dari perilaku jorok dan kasar, sehingga dikenal diantara masyarakat Jahiliyyah sebagai seorang Al-Amiin (yang dapat di percaya)

Beliau dikenal banyak silaturahim, menghormati tamu, membantu yang lain di dalam kebaikan, memakan dari usaha sendiri dan Qona'ah (merasa cukup) dengan apa yang Allah berikan

Ketika beliau berumur 14 atau 15 tahun terjadilah perang al-Fujar antara Quraisy dan Kinanah melawan Qais dan a‘inan, namun tidak ada riwayat yang shahih yang menyebutkan bahwa Muhammad ﷺ saat itu ikut berperang, kemudian beliau ﷺ sempat menghadiri sebuah kesepakatan antara Bani Hasyim, Bani Umayyah, Bani Zahrah dan juga Bani Makzum yang isi kesepakatan tersebut adalah untuk saling menolong dan saling membantu orang yang di dzhalimi serta mengembalikan kebaikan kepada yang memiliki.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Thursday, January 16, 2020


Siroh nabawiah -HSI


 Halaqah - 03

Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi ﷺ diutus Bagian yang Kedua

Orang-orang arab jahiliyyah beriman dengan para dukun (tukang ramal dan ahli Nujum)

Dukun adalah orang yang mengaku mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa yang akan datang

Tukang ramal (mereka) adalah orang-orang yang mengaku mengetahui barang yang di curi atau barang yang hilang dengan melakukan amalan-amalan tertentu seperti melihat pada mangkok dan lain-lain

Ahli Nujum (mereka) adalah orang-orang yang melihat bintang untuk mengetahui apa yang terjadi di alam semesta di masa yang akan datang, apabila turun hujan mereka mengatakan ” hujan ini adalah dengan sebab dengan bintang ini dan itu

Diantara keyakinan orang-orang jahiliyyah adalah thiyarah (merasa sial karena sesuatu) apabila memiliki hajat mereka menerbangkan burung, bila burung tersebut terbang ke kanan mereka melanjutkan hajatnya dan apabila terbang ke kiri maka mereka tidak melanjutkan hajatnya

Demikian pula mereka merasa sial dengan adanya seekor hewan yang lewat di hadapan mereka, merasa sial dengan hari tertentu atau bulan tertentu dan lain-lain

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[10/1 08.09] Agent Resmi Umi Travel: *Halaqah - 05*

 Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus Bagian 4
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi ﷺ di utus bagian yang keempat

Masih ada diantara ahli jahiliyyah sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim عَلَيهِ السَّلَامُ, seperti pengagungan terhadap rumah Allah, tawaf, haji, umrah, wukuf di 'arafah, bermalam di muzdalifah dan lain-lain

Namun mereka membuat bid'ah di dalamnya, seperti misalnya :

Orang-orang quraisy melakukan wukuf di muzdalifah dan bukan di 'arafah yang demikian dengan alasan mereka (orang-orang quraisy) adalah penduduk tanah haram sehingga menurut mereka, mereka harus wukuf di tanah haram, padahal ini menyelisihi ajaran Nabi Ibrahim عَلَيهِ السَّلَامُ

Namun perlu di ketahui bahwasanya ahli jahiliyyah selain memiliki kebiasaan-kebiasaan yang buruk dan keyakinan-keyakinan yang menyimpang sebagaimana sudah berlalu penjelasannya mereka juga memiliki sifat-sifat yang mulia di antaranya

1. Al-Karam

Yaitu kedermawanan Mereka saling berlomba di dalam memuliakan tamu terkadang datang tamu dan tuan rumah tidak memiliki harta kecuali satu untanya yang merupakan kehidupan dia dan keluarganya maka dia menyembelih unta tersebut untuk menghormati tamunya

2. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa menyempurnakan perjanjian dengan orang lain

3. Mereka adalah orang yang sangat menjaga kehormatan dirinya. Mereka dikenal sebagai orang yang sangat pemberani, memiliki kecemburuan yang besar dan mereka rela mengorbankan diri mereka untuk menjaga kehormatan mereka

4. Mereka adalah orang-orang yang sangat teguh apabila sudah memiliki tekad dan tidak mudah mundur

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[10/1 08.10] Agent Resmi Umi Travel: *Halaqah - 04*

Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus Bagian 3
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi ﷺ diutus Bagian yang ketiga

Orang-orang jahiliyyah tidak menghargai wanita, menikahi wanita dengan jumlah tanpa batas, menikahi dua saudari sekaligus, menikah dengan istri bapaknya apabila dicerai oleh sang bapak atau ditinggal mati, itu semua biasa di zaman jahiliyyah

Ada di antara mereka yang mengubur hidup-hidup wanita yang tidak berdosa hanya takut di permalukan dengan sebab wanita tersebut

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman


وَإِذَا ٱلۡمَوۡءُ ۥدَةُ سُٮِٕلَتۡ (٨) بِأَىِّ ذَنۢبٍ۬ قُتِلَتۡ (٩

"Dan apabila anak wanita yang di kubur ditanya, dengan sebab dosa apa dia di bunuh" (Surat At-Takwir : 8-9)

Wanita menjadi harta warisan sebagaimana barang yang di wariskan tersebar perzinaan dan pelacuran pada seluruh tingkatan, tersebar minuman keras dan perjudian

Ada diantara mereka yang membunuh anak karena takut menjadi miskin atau karena kemiskinan yang sudah menimpa dia

Mereka fanatik kepada kabilahnya dan membela orang yang berasal dari satu kabilah baik dia salah atau benar

Orang-orang jahiliyyah sangat taqlid kepada nenek moyangnya di dalam urusan agama, memandang bahwa adat istiadat itulah yang paling baik

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ (١٠٤

"Dan apabila di katakan kepada mereka kesinilah kalian kepada apa yang di turunkan oleh Allah dan kepada Rasul, mereka mengatakan cukuplah bagi kami apa yang kami dapatkan di atasnya bapak-bapak kami meskipun bapak-bapak mereka tidak mengetahui sesuatu dan tidak mendapatkan petunjuk" (Surat Al-Maidah :104)

Mereka senang berperang dengan kabilah lain dan mudah sekali menumpahkan darah, berperang karena sebab yang sepele kemudian berperang selama puluhan tahun dan terbunuh ribuan manusia

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang


Halaqah - 08 Muhammad ﷺ Disusui

 Silsilah Sirah Nabawiyah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke - 8 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Muhammad ﷺ di susui

Setelah melahirkan, Aminah mengabarkan kepada Abdul Muththalib tentang kelahiran cucunya, maka datanglah Abdul Muththalib dalam keadaan sangat berbahagia kemudian memandang dan membawa masuk Muhammad ke dalam ka’bah, memberi nama beliau dengan Muhammad, sebuah nama yang asing di antara orang-orang Arab

Abdul Muththalib kemudian mencari wanita Arab Badui yang bisa menyusui Muhammad ﷺ, sebagaimana ini adalah kebiasaan orang-orang Arab kota, yang demikian adalah untuk menjauhkan beliau dari berbagai penyakit kota dan supaya kuat badannya dan menguasai bahasa Arab fasih, Namun saat itu banyak wanita-wanita Arab Badui yang tidak mau menyusui beliau karena beliau adalah seorang anak yatim tidak memiliki ayah yang bisa membayar upah bagi mereka

Akhirnya Halimah bintu Abi Dhuayb As-Sa’diyah seorang wanita Arab Badui dari Bani Sa’ad yang sedang mencari anak-anak yang bisa disusui, beliau lah yang bersedia menyusui Muhammad ﷺ setelah awalnya tidak mau menyusui namun karena beliau merasa iba dan kasihan dan tidak ingin pulang ke Bani Sa’ad dalam keadaan tidak membawa seorang bayi pun, maka Halimah bersedia menyusui Muhammad dan membawanya Bani Sa’ad

Di bawalah Muhammad ke lingkungan barunya dan Halimah merasakan berkah yang luar biasa setelah menyusui Muhammad ﷺ, berkah dan kebaikan dalam berbagai urusannya

Setelah dua tahun tinggal di Bani Sa’ad Muhammad ﷺ di bawa oleh Halimah kepada ibunya untuk dikembalikan dan saat itulah Halimah meminta dan merayu Aminah untuk memberinya kesempatan lagi mengasuh Muhammad karena melihat banyaknya kebaikan yang dia dapatkan dengan mengasuhnya dan supaya Beliau tidak terkena wabah penyakit yang ada di Mekkah, akhirnya Aminah menyetujui permintaan tersebut

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[15/1 10.15] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 07 Kelahiran Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

by Rory Rachmad  |  in

 Silsilah Sirah Nabawiyah

at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 7 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Kelahiran Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

Rasulullah ﷺ di lahirkan di hari Senin, sebagaimana beliau kabarkan di dalam hadits Abu Qatadah al-Anshary yang di riwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya beliau ﷺ di tanya tentang berpuasa di hari Senin, maka beliau mengatakan

فيه ولدت وفيه أنزل علي

Di dalamnya aku dilahirkan dan didalamnya pertama kali turun wahyu kepadaku

Beliau dilahirkan ditahun Gajah yaitu tahun 570 M, tahun di mana terjadi kejadian besar yang mengisyaratkan kejadian yang lebih besar yang menunjukkan bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi manusia.

Pada tahun tersebut Abrahah gubernur Yaman yang berada di bawah raja Habasyah membangun gereja besar dengan dimaksud untuk memindah haji orang-orang arab kesana yang selama ini mereka berduyun-duyun dan berpayah-payah ke Ka’bah dari berbagai tempat yang jauh yang demikian membuat marah orang-orang arab yang mengagungkan Ka’bah, salah seorang dari mereka mendatangi gereja besar tersebut dan membuang hajat didalamnya, Abrahah marah dan bersumpah untuk pergi ke Ka’bah untuk menghancurkannya. Maka Abrahah pergi dengan tentaranya dengan membawa Gajah, orang-orang Arab berusaha untuk menghalangi akan tetapi mereka tidak mampu, ketika sampai di luar Mekkah Abdul Muththalib sebagai pemuka Quraisy mendatangi Abrahah yang sudah mengambil 200 untanya, Abrahah setelah turun dari kursinya dan mendudukan Abdul Muththalib bersamanya sebagai penghormatan kepadanya dia bertanya kepada Abdul Muththalib

apa yang engkau inginkan dan apa keperluanmu?

Berkata Abdul Muththalib keperluanku adalah supaya Raja mengembalikan kepadaku 200 unta yang dia ambil dariku

Berkata Abrahah dengan nada menghina engkau meminta kepadaku 200 unta yang aku ambil darimu dan membiarkan rumah yang itu adalah agamamu dan agama bapak-bapakmu yang aku datang untuk menghancurkannya, engkau tidak berbicara kepadaku tentang rumah ini?

Berkata Abdul Muththalib aku adalah yang memiliki unta-unta tersebut sedangkan rumah itu di miliki oleh Tuhan yang akan menjaganya

Berkata Abrahah dia tidak bisa mencegahku

Abdul Muththalib menjawab itu adalah urusanmu

Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul diatas gunung-gunung Mekkah melihat apa yang akan terjadi, Abrohah bersiap-siap untuk memasuki kekota Mekkah dan mempersiapkan Gajah nya, tetapi Gajah tersebut menderung di jalan ketika di pukul supaya berdiri dia enggan, tetapi ketika di arahkan ke Yaman maka dia segera lari dalam keadaan demikian Allah mengirimkan burung-burung yang membawa batu-batu yang apabila mengenai salah seorang dari pasukan Abrahah dia akan meninggal, berlarianlah pasukan Abrahah dan berjatuhan, Abrahah pun terkena batu di jasadnya mereka membawa Abrahah ke Yaman dan terputus jari-jarinya nya satu demi satu dan sesampai dia di Yaman Abrahah pun meninggal dunia.

Dan inilah yang Allah kisahkan di dalam surat al-Fiil, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman


أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (١) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (٢) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (٣) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (٤) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (٥

"Apakah engkau tidak melihat apa yang telah dilakukan oleh Rabbmu kepada tentara gajah, bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka dalam kesia-siaan dan mengirim kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu yang terbuat dari tanah yang mengeras, maka Allah menjadikan mereka hancur seperti daun-daun yang dimakan oleh hewan ternak" (Surat Al-Fiil : 1-5)

Kejadian ini adalah sejarah besar bagi orang-orang arab sehingga mereka menjadikan kejadian ini sebagai penanggalan, mereka mengatakan ini terjadi di tahun gajah atau mengatakan si fulan di lahirkan beberapa tahun setelah tahun gajah dan seterusnya

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[15/1 10.16] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 06 Nasab Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah
 at  21 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 6 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Nasab Nabi ﷺ dan Keluarga Beliau

Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadlhr bin Kinanah

Fihr memiliki gelar quraisy dan quraisy adalah keturunan kinanah dan kinanah adalah keturunan Isma'il bin Ibrahim alaihima salam

Rasulullah ﷺ bersabda

إنَّ اللهَ اصطفَى كِنانةَ من ولدِ إسماعيلَ . واصطفَى قريشًا من كنانةَ  واصطفَى من قريشٍ بني هاشمَ . واصطفاني من بني هاشمَ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Isma'il dan memilih quraisy dari kinanah dan memilih Bani Hasyim dari quraisy dan memilihku dari Bani Hasyim” (HR Imam Muslim)

Hasyim bertanggung jawab tentang air zam-zam dan makanan untuk jamaah haji beliaulah yang pertama kali yang memulai dua perjalanan orang-orang quraisy perjalanan di musim dingin ke yaman dan perjalanan di musim panas ke syam dalam rangka untuk berdagang

Sebagaimana di dalam ayat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ  - لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (١) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy kebiasaan mereka melakukan perjalanan di musim dingin dan  musim panas” (Surat Quraisy : 1-2)

Suatu saat hasyim melakukan perjalanan ke syam untuk berdagang ketika sampai madinah beliau menikah dengan salma bintu amr (salah seorang dari kabilah bani 'adi bin An-Najjar) berdiam sebentar di sana, kemudian melanjutkan perjalanan ke syam, sedangkan salma saat itu sedang mengandung Abdul Muththalib,

Meninggal Hasyim di Gaza dan Salma melahirkan anak yang di beri nama dengan Syaibah, besar Syaibah di kota Madinah dan keluarga di Mekkah tidak mengetahui bahwa Hasyim memiliki anak di Madinah

Setelah kematian hasyim maka yang memegang air zam-zam dan rifadah adalah saudara beliau al-Muththalib bin Abdul Manaf, ketika Syaibah mulai besar maka al-Muththalib mendengar keberadaan putra saudaranya di madinah, kemudian al-Muththalib pergi ke kota Madinah mencari Syaibah dan ketika melihatnya ia menangis dan memeluknya dan menaikkannya di atas unta, Al-Muththalib memohon izin kepada salma untuk membawa syaibah ke mekkah yang merupakan kekuasaan bapak syaibah tanah haram milik Allah

Ketika sampai ke mekkah dan saat itu syaibah membonceng al-Muththalib di atas untanya berkatalah manusia ini adalah Abdul Muththalib yaitu budak dari al-Muththalib, berkata al-Muththalib celakalah kalian ini adalah anak dari saudaraku hasyim

Setelah meninggal al-Muththalib maka Abdul Muththalib menggantikan peran beliau, suatu saat Abdul Muththalib bermimpi melihat posisi sumur zam-zam kemudian dia menggali tempat tersebut dan semenjak itulah Abdul Muththalib yang mengurus air zam-zam

Adapun Abdullah bapak Rasulullah ﷺ maka beliau adalah anak yang paling baik di antara anak-anak Abdul Muththalib paling terhormat paling di cintai Abdul Muththalib memilihkan untuk Abdullah Aminah binti wahb bin Abdul Manaf bin Zahrah bin Kilab dan dia adalah termasuk wanita termulia di antara wanita-wanita Quraisy bapaknya adalah pemuka Bani Zahrah

Setelah menikah Abdul Muththalib mengutus Abdullah ke Madinah untuk suatu keperluan, kemudian Abdullah meninggal di Madinah dan Rasulullah ﷺ ada di rahim Aminah, Abdullah meninggalkan 5 ekor unta dan ummu Aiman seorang budak wanita dari Habasyah yang kelak akan mengasuh Rasulullah ﷺ

Inilah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang
[16/1 08.15] Agent Resmi Umi Travel: Halaqah - 09

Pembelahan Dada Nabi ﷺ, Meninggalnya Aminah dan Abdul Muththalib
by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  21 Februari
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke - 9 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Pembelahan Dada Nabi ﷺ Meninggalnya Aminah dan Abdul Muththalib

Pada tahun ke-4 atau ke-5 semenjak kelahiran Nabi ﷺ terjadi kejadian besar yang menimpa Muhammad ﷺ

Di dalam shahih Muslim, Imam Muslim meriwayatkan bahwa datang Malaikat Jibril dan Muhammad ﷺ sedang bermain bersama anak-anak, kemudian Malaikat Jibril membelah dada beliau mengeluarkan dari jantungnya segumpal darah hitam, kemudian membuangnya dan mencuci jantungnya di dalam bejana yang terbuat dari emas yang di dalamnya ada air zam-zam sehingga jantung tersebut bersih kemudian mengembalikannya seperti semula

Datanglah anak-anak tersebut melapor kepada Halimah bahwa Muhammad telah terbunuh, kemudian mereka pun menyambut Muhammad dan beliau dalam keadaan sudah berubah wajahnya, Halimah sebagai ibu yang menyusui Muhammad ﷺ merasa takut dengan kejadian aneh yang menimpa Muhammad, maka dia pun mengembalikan beliau kepada ibunya sampai berumur 6 tahun

Pada tahun itulah Aminah mengajak Muhammad putranya yang sudah yatim untuk menziarahi kubur suaminya di kota Madinah dan bersama mereka Abdul Muththalib dan Ummu Aiman sang pembantu

Ketika kembali pulang Aminah sakit dan meninggal di al-Abwa sebuah kota antara Madinah dan Mekkah, jadilah Muhammad yang sangat masih kecil tersebut dan sangat kasih sayang dan perhatian hidup tidak memiliki orang tua

Kemudian kembalilah beliau bersama kakeknya yang sangat sayang kepada beliau ﷺ bahkan lebih di sayangi dari pada anak-anaknya yang lain

Dahulu Abdul Muththalib memiliki tikar di sekitar Ka’bah, tidak ada anak-anaknya yang berani duduk bersama Abdul Muththalib di atas tikar tersebut, karena menghormati bapaknya, namun Abdul Muththalib membiarkan Muhammad duduk bersamanya duduk diatas tikar dan mengusap punggungnya dan senang apa yang dia lakukan

Ketika berumur 8 tahun meninggallah Abdul Muththalib (kakek yang sangat sayang kepada beliau) dan sebelum meninggal Abdul Muththalib menyerahkan kepengurusan cucunya kepada Abu Thalib paman saudara kandung Abdullah bin Abdul Muththalib

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang