Sunday, February 23, 2020

*Bijak Memaknai Pengalaman.*

Mencari,menemukan dan   mencoba sesuatu yang baru memang selalu menarik dan memberi tantangan pada anak kita  yang remaja,ini sesuai dengan suasana emosional mereka yang sedang mencari dan menemukan bentuk.
Judulnya adalah pengalaman baru, apa yang sering ada di benak mereka biasanya, baru itu segalanya dan membuktikan kedewasaan.

Sebagai orangtua atau kakak adalah sebuah kewajiban untuk menjelaskan pada mereka tentang makna pengalaman dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengumpulkan pengalaman tentu penting bagi mereka,sekalipun ada yang bilang 'pengalaman adalah guru terbaik',tetapi tidak seperti guru di sekolah, yang mengajarkan dulu sebelum kita mengalami dalam keseharian,justru pengalaman memberi pelajaran sesudah kita mengalaminya.

Kedewasaan dalam memaknai pengalaman juga sangat penting.Menyenangkan atau menyedihkan yang ditorehkan sebuah pengalaman,tidak akan membuatnya terlalu berbangga diri (Ujub) atau putus asa.
Menangguk hikmah adalah kebesaran jiwa dan hati untuk selalu menyadari betapa yang kita alami hakekatnya telah tertulis dalam ketentuan-NYA, maka bersyukur dan sabar adalah pilihan terindah yang menenangkan hati.

Maka untuk mencoba sesuatu apapun yang belum pernah diketahui dan dialami, 'baru' saja amat sangat tidak penting, karena yang akan dan harus dimiliki sebagai pelajaran pertama adalah ilmu tentang sesuatu tersebut.
Ilmu tersebut akan amat sangat membantu mereka untuk mengajak selalu berpikir analitis, tidak sekedar mempertanyakan apa dan bagaimana,tetapi juga memutuskan apakah sesuatu yang baru tersebut layak dicoba atau tidak.Disinilah pentingnya membuka seluas-luasnya atmosfir dialog,baik di rumah maupun di sekolah,agar mereka menemukan kenyamanan dalam bertanya tentang sesuatu yang belum mereka ketahui dan ingin mereka coba.

Untuk itu,sebagai Guru,Orangtua atau kakak,sepatutnya kita memberi  seperangkat acuan bagi siswa atau anak-anak kita.Acuan atau rujukan terbaik adalah Dien (Agama), karena disitu mereka akan menemukan tuntunan hidup paripurna, dunia dan akherat,mengajarkan tentang bahwa segala apapun yang mereka lakukan akan berdampak dan harus dipertanggungjawabkan.
Anak diajarkan agar mereka selalu berilmu sebelum beramal baik dengan membaca atau bertanya, berpikir  sebelum berbuat atau berkata,bertanya pada diri sendiri, apakah aku suka jika orang lain memperlakukanku seperti yang aku lakukan.

Sikap berani bertanggung  jawab ini penting, karena akan membentuk dan menampilkan sosok yang dalam bersikap tidak semata demi kepuasan dan kepentingan pribadinya.
Mereka akan terpola untuk selalu mengedepankan hal-hal   yang lebih penting, bahkan terpenting, dibandingkan sekedar menampilkan 'ini  aku'.
Apakah yang akan kulakukan ini menurut agama dibenarkan atau tidak, bermanfaat atau malah menimbulkan mudharat, jika orangtua atau guru tau apakah mereka akan bangga atau sedih, jika bermanfaat buatku tapi merugikan orang lain apakah itu layak kulakukan???
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang seharusnya diteladankan dan diajarkan orangtua dan guru, dalam hal apa saja dan pada skala sekecil apa pun.

Rumah dan sekolah sama pentingnya dalam membentuk akhlak seorang anak, karena pada kedua tempat tersebut ada Role Model yang sepantasnya diteladani.Inilah bekal utama mereka dalam bergaul dengan lingkungannya, apakah mereka menjadi penuh empati atau tak perduli, menjadi pribadi yang penuh cinta dan dermawan atau kasar serta anti sosial, intinya kita ingin mereka menjadi pribadi utuh Shaleh dan Shalehah di rumah, sekolah dan masarakat.
Mereka memiliki kematangan spiritual, intelektual dan emosional, sehingga dimanapun mereka berada, ditampilkan kepribadian yang menebar manfaat dan kebaikan.
Teknologi dan media sosial yang berkembang cepat dan nyaris tak terkendali tak akan mencengkeram dan menjebak mereka, malah dengan penuh kedewasaan akan mereka manfaatkan demi sebesar-besarnya maslahat (kebaikan) bagi banyak orang.
Karena tak ada moto lain dalam hidup mereka selain kandungan Surat Al Ashr, bahwa sesungguhnya kita akan selalu hidup dalam Kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shalih, serta saling menasehati dalam Kebenaran dan Kesabaran.
Wa ALLAHU A'lam.

*H.A.Attamimi*
   *24022020*
*Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?*
http://sofyanruray.info/adakah-amalan-khusus-di-bulan-rajab/

By Sofyan Ruray - April 8, 2016

*Ayat ttg Bulan Haram*

✅ Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada 4 bulan yang haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” [At-Taubah: 36]

✅ Empat bulan haram tersebut telah diterangkan dalam sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Tahun itu terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada diantara Jumaada dan Sya’ban.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu]

*Hadits ttg Bulan Haram*

➡ Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa Rajab termasuk bulan haram. Dinamakan bulan haram karena Allah ta’ala memberikan penkhususan terhadap bulan ini dengan mengagungkannya melebihi bulan-bulan yang lain, demikian pula dosa dan amal shalih di bulan-bulan ini dilipatgandakan.

✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

وقال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس قوله: { إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا } الآية { فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ } في كلِّهن، ثم اختص من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حراما، وعَظم حُرُماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم.

“Dan berkata Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma: Firman Allah ta’ala, “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan.” (At-Taubah: 36) “Maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” (At-Taubah: 36) Maksudnya adalah pada seluruh bulan diharamkan berbuat zalim, kemudian Allah ta’ala mengkhususkan empat bulan, menjadikannya haram (mulia) dan mengagungkan kemuliaan bulan-bulan tersebut, demikian pula Allah ta’ala menjadikan dosa di bulan-bulan itu lebih besar dan amal shalih serta pahala lebih agung.” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/148]

➡ Ini menunjukkan bahwa meningkatkan amal shalih di bulan-bulan ini sangat dianjurkan, akan tetapi amal shalih yang dimaksud di sini adalah amalan-amalan yang biasa kita kerjakan (yang berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah), seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a. Contohnya, sholat tahajjud, sholat dhuha, puasa 3 hari tiap bulan, puasa Senin Kamis, memperbanyak puasa di bulan-bulan haram.

➡ Adapun melakukan amalan khusus di waktu-waktu khusus maka membutuhkan dalil, contohnya puasa Arafah tgl. 9 Dzulhijjah, Asyuro’ tgl. 10 Muharram, boleh dikhususkan karena adanya dalil yang menunjukkannya. Barangsiapa mengkhususkan suatu amalan tanpa dalil maka berarti ia telah mengada-ada; berbuat bid’ah dalam agama.

*Adakah Puasa Khusus di Bulan Rajab?*

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وأما صوم رجب بخصوصه فأحاديثه كلها ضعيفة بل موضوعة لا يعتمد أهل العلم على شيء منها وليست من الضعيف الذي يروى في الفضائل بل عامتها من الموضوعات المكذوبات

“Adapun puasa Rajab secara khusus, maka seluruh haditsnya lemah, bahkan palsu, tidak ada seorang ahli ilmu pun yang berpegang dengannya, dan bukan pula termasuk kategori lemah yang boleh diriwayatkan dalam fadhail (keutamaan-keutamaan beramal), bahkan seluruhnya termasuk hadits palsu yang dusta.” [Majmu’ Al-Fatawa, 25/290]

✅ Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

وكل حديث في ذكر صوم رجب وصلاة بعض الليالي فيه فهو كذب مفترى

“Dan semua hadits yang berbicara tentang puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah dusta yang diada-adakan.” [Al-Manaarul Muniif, 96]

✅ Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

لم يرد في فضل شهر رجب ولا في صيامه ولا صيام شيء منه معين ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة

“Tidak ada satu hadits shahih pun yang yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak puasanya, tidak pula puasa khusus di hari tertentu dan tidak pula sholat malam di malam yang khusus.” [Tabyinul ‘Ajab, hal. 11]

Maka tidak boleh menyebarkan hadits-hadits palsu tersebut. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan,

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang berdusta atasku dengan sengaja, maka siapkan tempat duduknya di neraka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ حَدَّثَ عَنِّى بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ

“Barangsiapa menyampaikan hadits atas namaku padahal dia menyangka bahwa itu adalah dusta maka dia termasuk salah satu pendusta.” [HR. Muslim dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radhiyallahu’anhu]

*Hukum Sholat Roghaib*

Sebagian orang mengamalkan sholat Roghaib pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab sebanyak 12 raka’at di antara Maghrib dan Isya, padahal tidak ada satu pun dalil shahih yang menunjukkan amalan tersebut.

✅ Imam Besar Mazhab Syafi’i, An-Nawawi rahimahullah berkata,

الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب وهي ثنتى عشرة ركعة تصلي بين المغرب والعشاء ليلة أول جمعة في رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان ولا يغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب واحياء علوم الدين ولا بالحديث المذكور فيهما فان كل ذلك باطل ولا يغتر ببعض من اشتبه عليه حكمهما من الائمة فصنف ورقات في استحبابهما فانه غالط في ذلك

“Sholat yang dikenal dengan nama sholat roghoib, yaitu sholat 12 raka’at antara maghrib dan isya pada malam Jum’at pertama bulan Rajab, demikian pula sholat malam nishfu Sya’ban sebanyak 100 raka’at, maka dua sholat ini adalah bid’ah yang mungkar lagi jelek. Dan janganlah tertipu dengan penyebutan dua sholat ini dalam kitab Quthul Qulub dan Ihya ‘Ulumid Diin, dan jangan tertipu dengan hadits (palsu) yang disebutkan pada dua kitab tersebut, karena semua itu batil. Jangan pula tergelincir dengan mengikuti sebagian ulama yang masih tersamar bagi mereka tentang hukum dua sholat ini, sehingga mereka menulis berlembar-lembar kertas tentang sunnahnya dua sholat ini, karena mereka telah salah besar dalam hal tersebut.” [Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 4/56]

✅ Dalam kitab Asy-Syafi’iyah yang lain, berkata Ad-Dimyathi rahimahullah,

قال المؤلف في إرشاد العباد: ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الامر منع فاعلها: صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة بين العشاءين ليلة أول جمعة من رجب، وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة، وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة، بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها، وصلاة يوم عاشوراء أربع ركعات أو أكثر، وصلاة الاسبوع، أما أحاديثها فموضوعة باطلة، ولا تغتر بمن ذكرها. اه

“Berkata penulis dalam kitab Irsyadul Ibad: Dan termasuk bid’ah yang tercela, yang pelakunya berdosa, serta wajib bagi pemerintah untuk mencegah pelakunya adalah:

(1) Sholat raghoib 12 raka’at yang dikerjakan di antara Maghrib dan Isya pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab,

(2) Sholat nishfu Sya’ban 100 raka’at,

(3) Sholat di Jum’at terakhir Ramadhan sebanyak 17 raka’at dengan niat qodho sholat 5 waktu yang belum ia kerjakan,

(4) Sholat hari Asyuro 4 raka’at atau lebih,

(5) Sholat sunnah pekanan.

Adapun hadits-haditsnya maka palsu lagi batil, dan janganlah tertipu dengan orang yang menyebutkannya –Selesai-.” [Haasyiah I’anatit Thalibin, 1/312]

*Hukum Perayaan Isra’ Mi’raj*

Sebagian orang merayakan perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di bulan Rajab, maka perayaan ini mungkar dari beberapa sisi:

*➡ Pertama: Bid’ah (mengada-ada) dalam agama, karena tidak ada dalil yang menunjukkannya.*
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami ini apa yang tidak berasal darinya maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد

“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Ammaa ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (shallallahu’alaihi wa sallam) dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru (dalam agama) dan semua perkara baru (dalam agama) itu sesat.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah serta mendengar dan taat kepada pemimpin (negara) meskipun pemimpin tersebut seorang budak dari Habasyah, karena sesungguhnya siapa pun diantara kalian yang masih hidup sepeninggalku akan melihat perselisihan yang banyak (dalam agama), maka wajib bagi kalian (menghindari perselisihan tersebut) dengan berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah Al-Khulafa’ur Rasyidin yang telah mendapat petunjuk. Peganglah sunnah itu dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara baru (bid’ah dalam agama) karena setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu’anhu]

✅ Sahabat yang Mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata,

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةُ وَإِنْ رَآهَا النَّاس حَسَنَة

“Setiap bid’ah itu sesat, meski manusia menganggapnya hasanah (baik).” [Dzammul Kalaam: 276]

*➡ Kedua: Tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir, yaitu menyerupai perayaan paskah (kenaikan) Yesus dalam keyakinan Nasrani.*
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih Al-Jaami’: 6149]

*➡ Ketiga: Berbagai kemungkaran yang terjadi dalam perayaannya seperti;*

• Ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan wanita,

• Lagu-lagu, nyanyian dan musik,

• Mengada-adakan dzikir-dzkir dan doa-doa khusus tanpa petunjuk dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

• Menyampaikan atau mendengarkan ceramah-ceramah tanpa ilmu, tanpa berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai Pemahaman Salaf, melainkan kisah-kisah dan hadits-hadits palsu,

• Bahkan yang lebih tragis adalah terlalaikan dari melakukan sholat 5 waktu atau sholat wajib secara berjama’ah, padahal esensi perjalanan Isra’ Mi’raj adalah sholat 5 waktu itu sendiri, maka buktikanlah lebih ramai mana antara sholat 5 waktu berjama’ah di masjid dan perayaan Isra’ Mi’raj!?

*➡ Keempat: Menyelisihi larangan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam terhadap perayaan apa pun selain ‘iedul adha dan ‘iedul fitri.*
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا

“Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha]

✅ Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mendatangi kota Madinah, para sahabat memiliki dua hari perayaan yang padanya mereka bersenang-senang. Maka beliau bersabda: Dua hari apa ini? Mereka menjawab: Dua hari yang sudah biasa kami bersenang-senang padanya di masa Jahiliyah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu ‘iedul adha dan ‘iedul fitri.” [HR. Abu Daud, Shahih Sunan Abi Daud: 1039]

*➡ Kelima: Penetapan tanggal terjadinya Isra’ Mi’raj secara dusta.*
Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

وذكر بعض القصاص أن الإسراء كان في رجب، قال: وذلك كذب

“Dan sebagian tukang dongeng telah menyebutkan bahwa peristiwa Isra’ terjadi di bulan Rajab. Beliau berkata: Dan itu adalah dusta.” [Tabyinul ‘Ajab, hal. 11]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

══════ ❁✿❁ ══════
*5 Keistimewaan dari Allah bagi Ahli Shalat Subuh*


SHALAT shubuh menyimpan satu kekuatan yang luar biasa. Shalat shubuh adalah ibadah fardhu paling berat, dikarenakan, bayangkan, ketika tengah terlelap, kita dibangunkan untuk menunaikan panggilan Allah SWT.
Namun shalat shubuh juga menyimpan berbagai keutamaannya. Ada lima keutamaan jika kita menjaga shalat subuh ketika hidup.

*1. Jaminan masuk surga*
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat Shubuh dan Ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 574 dan Muslim, no. 635).

*2. Tidak akan masuk neraka*
Dari ‘Umaroh bin Ruwaibah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّ ى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat Shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat Ashar).” (HR. Muslim, no. 634).

*3. Pembelaan dari Allah*
Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat Shubuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657).

*4. Disaksikan oleh para malaikat*
Allah Ta’ala berfirman

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ
الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ ، يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ : اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ : (وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat Shubuh.” Abu Hurairah berkata, ‘Bacalah ketika itu sesukamu karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Lakukanlah shalat Shubuh karena sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)’” (HR. Bukhari, no. 4717 dan Muslim, no. 649).

*5. *Berat bagi orang-orang munafik*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari, no. 657).
Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,

وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى

“Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas.” (QS. At-Taubah: 54). Akan tetapi, shalat Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat Isya adalah waktu di mana orang-orang beristirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fath Al-Bari, 2:141). []

SUMBER: RUMAYSHO

Saturday, February 22, 2020

MENYELAMATKAN HATI
Abu Asma Andre


MUQADIMMAH 1

Inilah beberapa ayat Al Qur-an dan Hadits – Hadits Nabawiyyah serta perkataan Salaful Ummah yang menjelaskan tentang pentingnya memperhatikan masalah hati.

Karena hati ibarat raja, tidak ada keselamatan bagi manusia melainkan dengan membereskan hatinya dari noda kesyirikan,
bid'ah dan maksiat yang dengan itu semua dapat menghijab manusia dari nikmatnya beribadah kepada Allah, menjalankan Sunnah Nabi Muhammad  dan menikmati perjumpaan dengan Rabb-Nya.

Semoga bermanfaat.
Yang sangat membutuhkan ampunan Rabb-Nya

Abu Asma Andre
13 Shafar 1430 H / 9 Februari 2009
Ciangsana , Gunung Putri – Bogor
Komplek TNI AL

1)
_________________________

Allah  berfirman :

“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
 ( QS Asy Syu’ara : 88 - 89 )

Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
“ Yaitu pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, artinya : harta seseorang tidak akan bisa menjaga diri orang tersebut dari adzab Allah, walaupun dia menebusnya dengan emas seluas dan sepenuh bumi.

Dan tidak pula anak-anak laki-laki, artinya : tidak pula bisa menghindarkan dirinya dari adzab Allah, walaupun dia menebus dirinya dengan semua manusia yang bisa memberikan manfaat kepadanya.

Yang bermanfaat pada hari kiamat hanyalah keimanan kepada Allah  dan memurnikan peribadatan hanya untuk-Nya, serta berlepas diri dari kesyirikan dan dari para pelakunya.

Oleh karena itu, Allah  kemudian berfirman :
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.2 Yaitu, hati yang terhindar dari kesyirikan dan dari kotoran-kotoran hati.”

Al Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata : “ Harta dan kerabat tidak bisa memberikan manfaat kepada seseorang pada hari kiamat. Yang bisa memberikan manfaat kepadanya hanyalah hati yang selamat. Dan hati yang selamat dan sehat adalah hati seorang mukmin yang sejati.”

Allah  berfirman :

“ Ingatlah ketika dia ( Ibrahim ) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”
 (QS Ash Shaffat : 84)

Asy Syaikh Abdurrahman As Sa‘di rahimahullah berkata di dalam tafsirnya : “ Yakni dia ( Ibrahim) datang menghadap Allah  dengan membawa hati yang selamat dari kesyirikan, syubhat -syubhat, dan syahwat-syahwat yang bisa menghalanginya dari mengetahui kebenaran dan mengamalkannya.

Apabila hati seorang hamba telah selamat dari hal-hal di atas, maka hati tersebut akan terhindar dari segala keburukan-keburukan, dan sebaliknya hati tersebut akan memunculkan kebaikan-kebaikan.
 2)

Dan di antara bentuk keselamatan hati adalah bahwa ia selamat dari perbuatan menipu daya manusia, serta selamat dari hasad dan dari berbagai bentuk akhlak yang tercela.

3)
_____________

Allah  berfirman :
“ Dan orang-orang yang datang sesudah mereka ( Muhajirin dan Anshar ), mereka berdoa, ‘Ya Rabb
kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan
janganlah Engkau membiarkan ada kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang
beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. " ( QS Al Hasyr : 10 )

Al Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata tentang ayat di atas yang maknanya : “ Bahwa yang dimaksud orang-orang yang datang setelah para shahabat adalah semua orang yang mengikuti mereka sampai hari kiamat. Dalam ayat ini Allah memerintahkan mereka untuk memohon ampunan untuk diri mereka sendiri dan juga untuk para pendahulu mereka yang telah mendahului
mereka dalam beriman. Allah  juga memerintahkan mereka untuk berdoa kepada-Nya agar dihilangkan dari hati mereka perasaan ghill, yaitu rasa dendam, dongkol, dan dengki terhadap kaum mukminin – dan tentunya yang menduduki peringkat utama dalam golongan kaum mukminin adalah para shahabat karena merekalah generasi paling mulia dari umat ini. “
4)
____________

Asy Syaikh Abdurrahman As Sa‘di rahimahullah berkata :
“ Doa ini ( QS Al Hasyr : 10 ) berlaku secara umum untuk semua kaum mukminin baik dari kalangan shahabat atau umat sebelum
sahabat atau generasi-generasi setelah shahabat.

Dan ini termasuk di antara keutamaan-
keutamaan iman, yaitu bahwa kaum mukminin itu saling memberi manfaat satu sama lain, saling mendoakan satu sama lain.

Semua itu karena adanya kebersamaan dalam keimanan yang berimplikasi adanya ikatan ukhuwwah antar mukmin, yang di antara cabangnya adalah saling mendoakan dan saling mencintai antara satu dengan yang lain.

Oleh karena itu, Allah menyebutkan dalam doa tersebut permintaan dihilangkannya rasa ghill dari hati mereka, sedikit ataupun banyak.

Apabila sifat ghill tersebut telah hilang dari hati, maka akan muncul sifat yang menjadi lawan dari sifat tersebut, yaitu rasa cinta antara sesama mukmin, saling menolong dan
menasehati, serta sifat-sifat terpuji lainnya yang termasuk hak-hak orang mukmin yang harus ditunaikan.”

Hadits - Hadits Rasulullah

Hadits 1
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash  , beliau berkata : “ Rasulullah  pernah ditanya : “ Siapakah orang yang paling utama ? “ Beliau menjawab : “ Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya.”
Para shahabat berkata : “ Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya ? “ Rasulullah  menjawab : “ Dia adalah orang yang bertakwa 5)
( takut ) kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya serta tidak ada pula dendam dan hasad. “ ( HR Imam IbnuMajah no 4216 ) 6)

_________________________

Hadits 2
Dari An Nu‘man bin Basyir , dia berkata : “ Rasulullah  bersabda :
 “…Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah. Apabila dia baik, maka menjadi baik pula semua anggota
tubuhnya. Dan apabila rusak, maka menjadi rusak pula semua anggota tubuhnya. Ketahuilah dia ( segumpal darah ) itu adalah hati. “ ( Muttafaqun ‘Alaihi )

Hadits 3
Dari Anas bin Malik beliau berkata : “ Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah.
Tiba-tiba beliau  berkata : “ Akan lewat di hadapan kalian saat ini seorang calon penghuni surga.” Lalu lewatlah seorang pemuda Anshar dalam keadaan dari jenggotnya menetes sisa-sisa air wudhu dan tangan kirinya menenteng sandal.

Pada keesokan harinya, Rasulullah bersabda
lagi persis sebagaimana sabdanya kemarin, lalu lewatlah pemuda tersebut dengankeadaan persis dengan keadaannya yang kemarin. Dan pada hari yang ketiga Rasulullah  mengulang lagi sabdanya seperti sabdanya yang pertama dan pemuda itu pun muncul lagi dengan keadaan seperti keadaannya yang pertama.
Maka, ketika Rasulullah beranjak pergi, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash segera mengikuti pemuda tersebut ( ke rumahnya ), lalu berkata kepadanya : “ Sesungguhnya antara aku dan bapakku telah terjadi perselisihan, maka aku bersumpah tidak akan masuk ke rumahnya selama 3 hari.

________________

 Jika engkau tidak keberatan, aku ingin menumpang padamu selama 3 hari tersebut. “ Pemuda tersebut berkata :
“ Ya, tidak apa-apa. “
Selanjutnya Anas berkata : “ Maka Abdullah  menceritakan bahwa selama 3 hari bersama
pemuda tersebut, dia tidak melihatnya melakukan qiyamul lail ( shalat malam ) sedikitpun.
Yang dia lakukan hanyalah bertakbir dan berdzikir setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas tempat tidurnya sampai dia bangun untuk shalat shubuh. Selain itu, Abdullah  berkata : “ Hanya saja, aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik.”

Setelah 3 hari berlalu dan hampir saja aku meremehkan amalannya, aku berkata kepadanya :
“ Wahai hamba Allah, sebenarnya tidak pernah ada pertengkaran antara aku dengan bapakku, dan tidak pula aku menjauhinya. Sebenarnya, aku hanya mendengar Rasulullah berkata tentang engkau tiga kali : “ Akan muncul di hadapan kalian saat ini seorang laki-laki calon penghuni surga.”

Dan ternyata engkaulah yang muncul sebanyak 3 kali itu. Karena itu, aku jadi ingin tinggal bersamamu agar aku bisa melihat apa yang engkau lakukan untuk kemudian aku tiru. Akan tetapi, aku tidak melihat engkau melakukan amalan yang besar. Lantas, amalan apa sebenarnya yang
bisa menyampaikan engkau kepada kedudukan sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah  ?“
Orang tersebut berkata : " Aku tidak melakukan kecuali apa yang kamu lihat.
 “ Maka ketika aku telah berpaling ( pergi ), dia memanggilku dan berkata : “ Sebenarnyalah aku memang tidak melakukan apa-apa selain yang engkau lihat.

Hanya saja, selama ini aku tidak pernah merasa dongkol dan dendam kepada seorang pun dari kaum muslimin, serta tidak pernah menyimpan rasa hasad terhadap seorang pun terhadap kebaikan yang telah Allah berikan kepadanya.”

Maka Abdullah  berkata : “ Inilah amalan yang membuatmu sampai pada derajat tinggi, dan
inilah yang tidak mampu kami lakukan. “ ( HR Imam Ahmad )

______________


Perkataan Para Salaf

Abu Dujanah  berkata : “ Tidak ada sebuah amalan yang paling aku yakini bisa memberi manfaat bagiku di akhirat selain dua perkara.

Yang pertama, aku tidak pernah berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku.

Dan yang kedua, selamatnya hatiku terhadap kaum muslimin.” ( Siyar A ‘lamAn Nubala’ 1/243, Imam Adz Dzahabi rahimahullah ).

Sufyan bin Dinar rahimahullah berkata : “Aku berkata kepada Abu Bisyr – dan dia termasuk di antara murid-murid Ali bin Abu Thalib  – :
" Beri tahu kepadaku amalan-amalan orang-orangs ebelum kita. " Abu Bisyr berkata :
" Mereka sedikit beramal tetapi mendapatkan pahala yang banyak."
Aku berkata : " Mengapa bisa demikian ? "
Abu Bisyr berkata : " Karena selamatnya
( bersihnya ) hati mereka. " ( Az Zuhud 2/600)

Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata : " Tidak akan bisa mengejar kami orang yang mengejar dengan memperbanyak puasa dan shalat, akan tetapi kami hanya bisa dikejar dengan bermurah hati dan selamatnya hati dan memberi nasehat kepada umat.” ( Jami‘ul ‘Ulum Wa Al Hikam 1/225,Imam Ibnu Rajab rahimahullah )

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
 “ Jadi, hati adalah ibarat raja bagi anggota tubuh. Anggota tubuh akan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh hati dan akan menerima semua arahan - arahan hati. Anggota tubuh tidaklah akan melaksanakan sesuatu kecuali yang berasal dari
tujuan dan keinginan hati.
Jadi, hati tersebut merupakan penanggung jawab mutlak terhadap anggota tubuh karena seorang pemimpin akan ditanya tentang yang dipimpinnya.

Jika demikian adanya, maka upaya memberi perhatian yang besar terhadap hal-hal yang menyehatkan hati dan meluruskannya merupakan upaya yang terpenting, dan memperhatikan penyakit-penyakit hati
serta berusaha untuk mengobatinya merupakan ibadah yang paling besar.”
( Ighatsah Al Lahfan halaman 5, Imam Ibnu Qayyim rahimahullah )

Di tempat yang lain Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata :
“ Jenis hati yang ketiga adalah hati
yang sakit, yaitu hati yang hidup namun berpenyakit.

Dengan begitu, di dalam hati tersebut terdapat dua unsur,

di mana unsur yang pertama terkadang mengalahkan yang kedua dan begitu
pula sebaliknya.

Sedangkan hati sendiri akan mengikuti yang menang di antara keduanya.

Di dalam hati tersebut terdapat perasaan cinta dan iman kepada Allah , ikhlas dan bertawakkal hanya kepada-Nya.
Semua itu merupakan unsur kehidupan hati.

Namun, di dalam hati tersebut juga terdapat perasaan cinta kepada syahwat, lebih mementingkan syahwat dan berupaya untuk
memperturutkannya, dan terdapat pula rasa hasad, sombong, ujub, dan ambisi untuk menjadi orang yang paling unggul, serta bertindak semena-mena di muka bumi dengan kekuasaan yangdimiliki.

Semua itu merupakan unsur yang akan membuat diri hancur dan binasa.”
Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullah juga berkata : “ Karena itu, surga tidak bisa dimasuki oleh orang-orang yang berhati kotor, dan tidak pula bisa dimasuki oleh orang yang di hatinya terdapat noda-noda dari kotoran tersebut.

Barangsiapa yang berusaha untuk mensucikan hatinya di dunia, lalu menemui Allah  ( mati ) dalam keadaan bersih dari najis-najis hati, maka dia akan memasuki surga tanpa penghalang.

Adapun tentang orang yang belum membersihkan hatinya selama di dunia, maka jika najis hati tersebut najis murni – seperti hatinya orang-orang kafir –, maka dia
tidak bisa masuk surga sama sekali.

Dan jika najis tersebut sekadar noda-noda yang mengotori hati, maka dia akan memasuki surga tersebut setelah dia disucikan di dalam neraka dari najis-najis tersebut.”

Al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:
“ Dan ketahuilah bahwasanya Allah apabila
menghendaki kebaikan pada seseorang, maka dia akan dibuat mengetahui aibnya.
 Siapa yang mempunyai mata hati yang tajam, maka tidak akan tersembunyi baginya aib-aib dirinya, dan apabila dia telah mengenali aib-aibnya, maka memungkinkan baginya untuk mengobatinya penyakit-penyakit tersebut. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak mengenal aib-aib dirinya sendiri. Mereka bisa melihat kotoran yang ada di mata saudaranya, tetapi tidak bisa melihat anak sapi yang ada di matanya sendiri.”

Di tempat yang lain Al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :
 “ Siapa yang mengenal hatinya, maka dia akan mengenal Rabbnya. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak mengenali dirinya sendiri. Allah-lah yang menghalangi antara seseorang dengan hatinya, dan penghalang tersebut berupa ketidakmampuan seseorang mengenali hatinya dan terhalangnya dirinya dari
mengawasi hatinya, padahal mengenali hati dan sifat-sifatnya adalah merupakan pokok agama.”


________________________


Penutup
Kita akhiri pembahasan ini dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah  :
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْىَاهَا وَزَكِّهَا أَنِتَ خَيِرُ مَنِ زَكَّاهَا
" Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku dan bersihkanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik
zat yang bisa membersihkannya.” ( HR Imam Muslim ) .
7
DIPERBOLEHKAN MENYEBARLUASKAN MAKALAH INI
DENGAN TETAP MENJAGA AMANAT-AMANAT ILMIAH
DAN TIDAK DENGAN TUJUAN KOMERSIAL



Catatan kaki
1) Muqadimmah dari Abu Asma Andre, makalah ini saya ( Abu Asma Andre ) ketik ulang dari majalah Fatawa, semoga
bermanfaat dan apabila terdapat tambahan maka saya akan sertakan didalam catatan kaki.

2) Abu Idris rahimahullah berkata : “ Hati yang bersih di dalam pakaian yang kotor lebih baik daripada hati yang penuh
kotoran di dalam selubung pakaian yang bersih. “ ( At Tahdzibul Maudhu'i li Hilyat Al Auliyaa' hal 661)

3 )Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata : “ Sesungguhnya hasad adalah akhlaq yang
tercela, tetapi sangat disayangkan bahwa sifat hasad tersebut ada pada para ulama, penuntut ilmu, dan orang orang
kaya. Mereka saling hasad kepada saudaranya, dan setiap orang yang mempunyai profesi hasad kepada rekannya,
tetapi yang aneh bahwa sifat ini di kalangan para ulama dan penuntut ilmu lebih banyak dan besar, padahal orang
yang berilmu adalah orang yang paling lanyak untuk menjauhi sifat yang tercela ini dan menghiasi diriya dengan
akhlaq yang mulia.
Wahai saudaraku jika engkau melihat ada seseorang yang telah diberikan nikmat oleh Allah , maka engkau
berusalah untuk menjadi yang serupa dengannya, dan jangan sekali-kali benci terhadap nikmat Allah  tersebut, dan
hendaklah engkau berdo'a : “ ya Allah tambahkan nikmatmu kepada dia, dan jadikan aku lebih baik darinya. “ Karena
sesungguhnya hasad tidak mungkin merubah taqdir Allah". (Kitabul llmi hal 74)

4) Hatim Al 'Asham rahimahullah berkata : “ Pokok segala musibah ada tiga : yaitu kesombongan, ketamakan, dan
hasad/dengki. “ (At Tahdzibul Maudhu'i li Hilyat Al Auliyaa' hal 670)


5) Thalq bin Habib rahimahullah berkata : “ Takwa adalah kamu mengerjakan ketaatan kepada Allah dengan bimbingan
cahaya dari Allah seraya mengharap pahala dari Allah, dan kamu menlnggalkan kemaksiatan kepada Allah dengan
bimbingan cahaya dari Allah seraya merasa takut terhadap siksaan dari Allah. “ (Tafsir Ibnu Katsir 6/222, Jami'ul 'Ulum
wal Hikaam hal 211)
6 Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Silsilah Hadits Shahihah no 948.

6) Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Silsilah Hadits Shahihah no 948.

Tujuan hidup utk apa????

Aku punya blog saat tahun 2010..masya Allah yg buat anakku namanya kakak ammar...

Apa aja aku tulis jadi  mirip buku harian.. Hehe

Qodarullah akunya gaptek jadi gak bisa aku perbaiki dan aku revisi..
Berharap nanti suatu saat ada yg membantu..

Masa2 jadi IRT yg sangat dinamis cita2, idealis yg kadang jadi kurang terarah karena kurang ilmu..

Mulai dari hobi sampe cita2 terkadang jadi banyak angan2..
Semuanya ada di blog itu ..

Kayaknya perlu di revisi karena isinya ada juga curhatan ku... Hadeuhhh
Kalo ingat itu.. Maluuu..
Sekarang mau ana update belum ada waktu dan belum paham juga caranya
Rencana ke depan mau ada penyegaran blog

Semuanya penuh dg proses dan perjuangan serta pengorbanan yg tidak bisa dianggap remeh dan sepele...

Saat jadi IRT cita2 pengen jadi ibu profesional.. Segala seminar dan kurus diikuti, segala organisasi diikuti.. Hahaha

Alhamdulillah  setalah mengenal  manhaj salaf mulailah mengerucut gak mau belak belok lagi.. Mau lurus2 ajaa ..

Bismillah...sekarang pengen fokus dg alquran, tadabur, tajwid, qiroat sab'ah, bahasa Arab dan assunnah ( kajian ilmu syari)  dan bisa bersedekah..
Dan punya usaha utk membiayai yayasan nya nanti..

Masih punya cita2 lagi pengen punya yayasan  yg dikelola dg team yg solid,  jujur, amanah dan diatas ilmu syariah sesuai assunnah
Dibimbing oleh ulama..

Yayasan yg bergerak di bidang dakwah, sosial dan pendidikan..

Semoga Allah mudahkan.. Aamiin
Pengen buka sekolah tahfidz buat anak2..
Entah kapan teeaslisai...hanya Allah tempat kita berharap dan meminta..

Wallahu alam

Tapi ini sebagai motivasi ana pribadi saja agar bisa fokus sesuai cita2 .. Cita2 akherat yg harus menjadi prioritas..

Semoga Allah menuntun kita semua utk ikhlas, tawadhu, mencari ridho-Nya terus belajar dengan ulama yg benar  yg bisa diambil ilmunya dan semoga bisa istiqomah...

Intinya tugas wanita di rumah adalah sebagai istri dan ibu yg paling prioritas..selainnya mah bonus ajaaa..
Wanita mah cari kunci surganya ada pada suami...gak usah neko2.. Gak usah cari ketenaran, kepemimpinan, dll

Jika kita sholat, puasa di bulan Ramadhan, taat kpd suami..  *Apa ya satunya?*
Maka Allah masukkan ke surga dari pintu mana saja...

Enak ya simple meraih surga bagi wanita......masya Allah..
# indahnya Islam
# indahnya Asunnah

Apalagi ana allah berikan  usia yg sudah lewat dari usia 40 tahun ...
Usia warning kudu banyak2 cari bekal buat akherat.. Bekal buat kematian...

Pengen jadi orang yg bemanfaat
Pengen ilmunya berkah bisa diamalkan buat kasih pahala orangtua yg sudah meninggal
Pengen beramal sholeh yg baik bukan yg banyak...
Pengen menjadi pintu2 kebaikan buat orang utk mendapatkan hidayah...
Pengen sedekah

Semua itu Kuncinya ikhlas dan diatas ilmu, serta punya teman2 yg baik yg selalu mengingatkan / menasehati dalam kebaikan dan kebenaran..

Ujian demi ujian pasti akan hadir dalam mewujudkan ini semua.. Baik yg datangnya dari keluarga, lingkungan keluarga dan teman
Belum lagi syahwat dan hawa nafsu serta syubhat..

Semoga Allah berikan hidayah dengan taufiq-Nya agar bisa mencari hikmah dalam setiap kejadian yg berbuat pahala yg besar disisi Allah...aamiin

Nasehat kepada lembaga Dakwah dan Pendidik oleh ustadz Ali Musri Semjan Putra



*Sekilas Nasehat Kepada Segenap Pelaksana Lembaga Dakwah Dan Pendidikan*

Penulis : Ustadz Ali Musri Semjan Putra

Sudah tidak asing lagi ditelinga kita banyaknya perselisihan dan perpecahan dalam sebuah lembaga dakwah atau lembaga Pendidikan, bahkan ada yang berujung sampai pada pengadilan.

Berbagai persoalan mengganjal dan menghambat untuk majunya sebuah lembaga yang timbul dari internal lembaga itu sendiri. Penyebabnya cukup banyak dan beragam, mulai dari kurangnya keikhlasan dan cinta kedudukan, akan tetapi saya akan menulis di sini sesuai pengamatan dan pengalaman yang lansung saya alami dan saya temui di lapangan.

Ada beberapa penyebab utama terjadinya konflik dalam sebuah lembaga:

1. ketidak jelasan sebuah aturan dari awal merintis.

2. Kesepakatan yang tidak tertulis sejak awal.

3. Pelanggaran terhadap peraturan resmi lembaga atau kesepakatan yang sudah dibuat Bersama.

Dalam nasehat ini, terlebih dahulu saya akan menekankan pembicaraan tentang hal pelanggaran terhadap peraturan atau kesepakatan yang sudah disepakati dari awal, atau berupa peraturan pemerintah tentang sebuah lembaga resmi.

Yang saya maksud dengan peraturan pemerintah tentang sebuah lembaga resmi adalah peraturan dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk berdirinya sebuah lembaga.

 Tujuan pemerintah adalah untuk mengantisipasi berbagai masalah dikemudian hari, seperti disyaratakannya untuk sebuah Yayasan tentang adanya akta, AD dan ART. Atau untuk sebuah perguruan tinggi disyaratkan ketika mengajukan izin operasional disyaratkan adanya Statuta perguruan tinggi.

Semua pejabat struktural mestinya harus membaca, memahami dan melaksanakan tugas, wewenang dan tanggungjawab masing-masing.

Kadangkala sebagian pejabat struktural tidak mengetahui fungsi dan tugasnya sendiri, atau kadangkala bertindak melampaui wewenang dan tugas yang sudah digariskan, yang pada akhirnya bisa menimbulkan kegaduhan dalam organisasi/ lembaga.

Sering kita dapati pengurus atau pelaksana lembaga dakwah atau lembaga Pendidikan menganggap sepele pelanggaran terhadap sebuah peraturan dan ketentuan atau kesepakatan yang sudah disepakati dari awal ketika saat awal merintis sebuah lembaga, atau menyepelekan pelanggaran terhadap peraturan pemerintah tentang lembaga
Sering kita dapati pengurus atau pelaksana lembaga dakwah atau lembaga Pendidikan menganggap sepele pelanggaran terhadap sebuah peraturan dan ketentuan atau kesepakatan yang sudah disepakati dari awal ketika saat awal merintis sebuah lembaga, atau menyepelekan pelanggaran terhadap peraturan pemerintah tentang sebuah lembaga resmi.

Seakan-akan pelanggaran itu tidak ada masalah dalam menyalahi dan melangkahinya. Padahal ini merupakan sebuah dosa besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat, sekaligus telah membuat perpecahan dalam tubuh sebuah lembaga dan berdampak sangat buruk bagi dakwah dan perkembangannya.

Membuat perselisihan sesama muslim ini adalah perbuatan dosa besar bagi seorang muslim dan adalah perkara yang sangat diharamkan dalam agama Islam.

Disamping itu bukankah sebuah janji atau kesepakatan antara sesama muslim merupakan hal yang akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Begitu banyak dalil yang mewajibkan untuk menepati janji dan jujur dalam segala hal. demikian pula tidak sedikit dalil yang mengharamkan sikap membuat perselisihan sesama muslim.

Menyepelekan peraturan pemerintah ini sudah jelas menyelisih salah satu prinsip dasar ahlus sunnah tentang wajibnya untuk taat kepada penguasa dan bersabar atas kezoliman mereka.

Yang lebih fatal lagi adalah hal tersebut terjadi pada lembaga agama yang dipimpin oleh orang-orang yang dianggap berilmu oleh masyarakat banyak, yang biasanya menyampaikan nasehat dan kajian agama di tengah masyarakat, bahkan dari lembaga tersebut diharapkan lahir generasi yang jujur dan amanah.

Seharusnya bisa menjadi tauladan dan panutan yang baik bagi masyarakat, baik dalam hal menjaga uhkuwah maupun dalam hal mematuhi peraturan pemerintah.

Maka tidak dipungkiri kadangkala berbagai program yang dilakukan jauh dari keberkahan, yang terjadi hanyalah masalah demi masalah.




*PETIK BUAHNYA BUANG RANTINGNYA*

📖 Ilmu agama adalah jalan keselamatan kita. Oleh sebab itu, di samping semangat, satu hal yang harus diperhatikan yaitu sumbernya, dari mana dan siapa ilmu itu diambil. Harus selektif dan jangan sembarangan. Dengan kata lain, belajar agama itu memang harus pilah pilih guru. Dalam hal ini, jangan mengatakan seperti pepatah arab:

اِجْتَنِ الثِّمَار وَ أَلْقِ الخَشَبَةَ فِيْ النَّار

_“Petik buahnya dan campakkan rantingnya ke api.”_ (al-‘Adzbul Munir: 2/189 cet. Daru ‘Alamul Fawaid)

🍒 _“Ambil baiknya tinggalkan buruknya.”_  Memangnya tidak boleh??? Ya boleh saja, asalkan anda seorang ulama yang bisa membedakan antara buah dengan rantingnya. Kalau bukan ulama, jangan coba-coba bisa jadi anda akan menyesal untuk selamanya.

👤 Zamakhsyari, seorang gembong dan pemuka ‘mu’tazilah’ yaitu satu di antara kelompok menyimpang yang menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Ia mempunyai sebuah kitab tafsir yang diberi nama Al-Kasysyaf. Dengarkan komentar ulama mengenai kitab ini.

💬 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله menjelaskan: “Kitabnya al Kasysyaf mengandung pemikiran-pemikiran mu’tazilah yang sangat banyak yang terkadang tidak dapat diketahui oleh setiap orang. Sampai-sampai al-Bulqini (Ulama madzhab Syafi’i wafat: 824H) pernah mengatakan:

أَخْرَجْتُ مِنَ الكَشَّافِ اِعْتِزَالِيَّاتٍ بِالمَنَاقِيْشِ

_‘Aku mengeluarkan pemikiran-pemikiran mu’tazilah dari kitab al-Kasysyaf dengan mengunakan catut pencabut.’_

♨️ Hal ini menunjukkan bahwa syubhat pemikiran-pemikiran mu’tazilah itu sangat samar dalam kitab tersebut.” (Syarh al-Manzhumah al-Baiquniyyah: 19 cet. Darul Tsurayya)

🔖 Ini komentar ulama. Padahal, jika yang bukan ulama membaca kitab tersebut maka niscaya ia akan mengatakan bahwa kitab itu adalah kitab yang sangat bagus. Terlebih dalam pembahasan segi bahasanya, karena memang Zamakhsyari handal dalam bidang tersebut.

⚠️ Ini salah satu contoh mudah, sehingga seorang yang bukan ulama tidak akan mampu menerapkan kaidah _“Petik buahnya dan buang rantingnya. Ambil baiknya buang buruknya.”_ Kenapa? Karena ia tidak bisa membedakan mana buah mana ranting. Bisa jadi yang dibawa pulang rantingnya dan yang dibuang justru buahnya.

🔥 Pulang menuntut ilmu, bukan ilmu yang didapat tapi justru syubhat yang membinasakan. Oleh sebab itu camkanlah baik-baik nasehat dan wasiat Imam Muhammad bin Sirin رحمه الله, beliau pernah mengatakan:

  إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

_“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”_ (Sunan ad-Darimi: 438 Darul Mughni)

💡Oleh sebab itu mari kita ingat kembali, ilmu agama ini adalah jalan keselamatan maka cari dan ambillah dari orang-orang yang terpercaya. Pilah pilih dan selektif memilih guru, agar kita benar-benar berjalan di atas jalan keselamatan itu.

🔍 *Baca juga artikel*👇
https://maribaraja.com/dakwah-tanpa-ilmu-selamanya-tidak-akan-lurus/

*🔰Semoga bermanfaat.*
Ditulis oleh: _Zahir al-Minangkabawi_
Diterbitkan oleh: _Lajnah Dakwah Yayasan Maribaraja_
👥Daftar Grup *Maribaraja.com*, klik: *http://bit.ly/2SYzXh9*
_📢Gabungkan admin kami; *0896-7109-1390* ke grup Anda, *untuk support artikel* dakwah setiap hari in syaa Allah._
♻Silahkan dishare, follow;
Telegram: *http://bit.ly/2TEqyHj*
Fanspage: *http://bit.ly/2NVdxeH*
Instagram: *http://bit.ly/2S38siB*
Twitter: *http://bit.ly/2VGvOfu*

*════ 🗞Kaba Maribaraja ════*
*Bagi anda yang mampu bahasa Arab*, dapatkan Artikel faidah (berbahasa Arab) setiap hari melalui Grup *Majmuu' Al-Fawaa'id* - Maribaraja.com, daftar di *0896-0867-7802*