Saturday, March 7, 2020

# Tidak Harus Jadi Ustadz atau Ulama untuk Masuk Surga Tertinggi
.
Maaf sedikit berbagi pengalaman kami
.
Dulu saya sempat ingin banting stir, fokus belajar agama saja, karena memang agama dan dakwah sumber kebahagiaan utama bagi saya. Akan tetapi Islam adalah agama yang Indah, Islam mengajarkan bahwa setiap orang punya jalan jihad masing-masing. Tidak semua harus jadi ustadz dan ulama. Ternyata jalan jihad saya adalah menjadi dokter. Setiap jalan jihad berpotensi mendapatkan surga tertinggi dengan niat yang ikhlas dan ittiba' (mengikuti) ajaran/sunnah
.
Semoga anda juga bisa masuk surga tertinggi dengan jalan jihad masing-masing yang sudah dianugrahkan Allah kepada anda. Aamiin
.
Lihat-lah Bilal tukang Adzan, beliau ikhlas dan profesional dengan tugas dan pekerjaannya. Beliau bukanlah ulama dan pejabat di kalangan sahabat. Tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mempersaksikan beliau adalah penghuni surga [1]
.
Demikian juga Uwais Al-Qarni, seorang tabi'in
Beliau hanyalah seorang pesuruh dan pembantu di kaumnya, tetapi ia sangat berbakti kepada ibunya
dan sangat ikhlas serta amanah dengan pekerjaannya.
.
Sahabat sekelas Umar bin Khattab jika bertemu dengan Uwais, Umar diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam agar meminta didoakan oleh Uwais Al-Qarni dan ini dilakukan oleh Umar ketika bertemu dengan Uwais Al-Qarni [2]
.
Saudaraku,
.
Masing-masing kita sudah punya jalan jihad sendiri- sendiri dalam membela dan memperjuangkan agama (jihad bukan hanya perang saja)
.
Jihad juga bisa dengan harta, jiwa maupun lisan, dalam hadits
.
“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” [4]
.

BACA Selengkapnya  ุง:

https://muslimafiyah.com/tidak-harus-jadi-ustadz-atau-ulama-untuk-masuk-surga-tertinggi.html

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK


__
Follow akun (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
LINE: bit.ly/raehanul
Broadcast WA muslimafiyah:
089651755537
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)


⚖️ *KAPAN WANITA BOLEH GUGAT CERAI?*


๐Ÿ“ฌ *Pertanyaan :*

Assalaamu’alaikum.

Teman saya ingin melakukan khulu’ (minta cerai) dengan alasan:

1. Suaminya mengatakan bahwa dulu niat nikahnya hanya karena dendam kepada keluarga istri, bahkan dicurigai si lelaki menggunakan sihir pelet untuk menikahinya.

2. Diajak suaminya nonton video porno.

3. Pernah ketika piknik, teman saya ini pake jilbab kemudian suaminya nyuruh pake kaos dan celana pendek, tapi alhamdulillaah temen saya gak nurut.

4. Suaminya menghina keluarga istri.

5. Ketika diajak sholat, sering bilang males.

6. Temen saya dulu dinikahi dibawah ancaman si lelaki.

Apakah khulu’ dengan alasan di atas dibenarkan? Kalau suami tidak mengabulkan permintaan khulu’ istri bagaimana?

Mohon dijelaskan rincian prosedurnya seperti apa? Baik berkaitan dengan agama dan lembaga pengadilan di Indonesia.

Terima kasih

๐Ÿ“‡ *Jawaban :*

Wa’alaikumussalam.

Syariat Islam memberikan jalan keluar bagi pasangan suami istri ketika mereka tidak lagi merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam keluarganya. Baik dalam bentuk cerai yang itu berada di tangan suami atau gugat cerai (khulu’) sebagai jalan keluar bagi istri yang tidak memungkinkan lagi untuk tinggal bersama suami. Dan semuanya harus dilakukan dengan aturan yang telah ditetapkan syariat.

Karena itulah, sang suami tidak boleh sembarangan menjatuhkan perceraian, karena dengan demikian berarti dia telah melakukan tindak kedzaliman. Lebih dari itu, para lelaki pun tidak dianjurkan untuk langsung beranjak ke jenjang perceraian ketika terjadi masalah, kecuali setelah berusaha mempertahankan keutuhan keluarganya melalu jalur islah (usaha damai) dari perwakilan dari dua  belah pihak atau usaha lainnya.

Allah tegaskan dalam firman-Nya,

ูˆَุงู„ู„َّุงุชِูŠ ุชَุฎَุงูُูˆู†َ ู†ُุดُูˆุฒَู‡ُู†َّ ูَุนِุธُูˆู‡ُู†َّ ูˆَุงู‡ْุฌُุฑُูˆู‡ُู†َّ ูِูŠ ุงู„ْู…َุถَุงุฌِุนِ ูˆَุงุถْุฑِุจُูˆู‡ُู†َّ ูَุฅِู†ْ ุฃَุทَุนْู†َูƒُู…ْ ูَู„َุง ุชَุจْุบُูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِู†َّ ุณَุจِูŠู„ًุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„ِูŠًّุง ูƒَุจِูŠุฑًุง ( ) ูˆَุฅِู†ْ ุฎِูْุชُู…ْ ุดِู‚َุงู‚َ ุจَูŠْู†ِู‡ِู…َุง ูَุงุจْุนَุซُูˆุง ุญَูƒَู…ًุง ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِู‡ِ ูˆَุญَูƒَู…ًุง ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِู‡َุง ุฅِู†ْ ูŠُุฑِูŠุฏَุง ุฅِุตْู„َุงุญًุง ูŠُูˆَูِّู‚ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (membangkang), Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar (34). Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, Maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. (QS. An-Nisa: 34 – 35)

*Hukum Asal Wanita Gugat Cerai Adalah Haram*

Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan hal ini, diantaranya,

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฃูŠُّู…ุง ุงู…ุฑุฃุฉٍ ุณุฃู„ุช ุฒูˆุฌَู‡ุง ุทู„ุงู‚ุงً ูِูŠ ุบَูŠุฑ ู…َุง ุจَุฃْุณٍ؛ ูَุญَุฑَุงู…ٌ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุฑَุงุฆِุญَุฉُ ุงู„ุฌَู†َّุฉِ

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu Dawud no 2226, At-Turmudzi 1187 dan dihahihkan al-Albani).

Hadits ini menunjukkan ancaman yang sangat keras bagi seorang wanita yang meminta perceraian tanpa ada sebab yang diizinkan oleh syariat.

Dalam Aunul Ma’bud, Syarh sunan Abu Daud dijelaskan makna ‘tanpa kondisi mendesak’,

ุฃูŠ ู„ุบูŠุฑ ุดุฏุฉ ุชู„ุฌุฆู‡ุง ุฅู„ู‰ ุณุคุงู„ ุงู„ู…ูุงุฑู‚ุฉ

“Yaitu tanpa ada kondisi mendesak memaksanya untuk meminta cerai…” (Aunul Ma’bud, 6:220)

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ْู…ُู†ْุชَุฒِุนَุงุชُ ูˆَุงู„ْู…ُุฎْุชَู„ِุนَุงุชُ ู‡ُู†َّ ุงู„ْู…ُู†َุงูِู‚َุงุชُ

“Para wanita yang berusaha melepaskan dirinya dari suaminya, yang suka khulu’ (gugat cerai) dari suaminya, mereka itulah para wanita munafiq.” (HR. Nasa’i 3461 dan dishahihkan al-Albani)

Al-Munawi menjelaskan hadis di atas,

ุฃูŠ ุงู„ู„ุงุชูŠ ูŠุจุฐู„ู† ุงู„ุนูˆุถ ุนู„ู‰ ูุฑุงู‚ ุงู„ุฒูˆุฌ ุจู„ุง ุนุฐุฑ ุดุฑุนูŠ

“Yaitu para wanita yang mengeluarkan biaya untuk berpisah dari suaminya tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.’

Beliau juga menjelaskan makna munafiq dalam hadis ini,

ู†ูุงู‚ุงً ุนู…ู„ูŠุงً ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุงู„ุฒุฌุฑ ูˆุงู„ุชู‡ูˆูŠู„ ููŠูƒุฑู‡ ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุทู„ุจ ุงู„ุทู„ุงู‚ ุจู„ุง ุนุฐุฑ ุดุฑุนูŠ

‘Munafiq amali (munafiq kecil). Maksudnya adalah sebagai larangan keras dan ancaman. Karena itu, sangat dibenci bagi wanita meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.’ (At-Taisiir bi Syarh al-Jaami’ as-Shogiir, 1:607).

Hal-Hal yang Membolehkan Gugat Cerai

Hadis-hadis di atas tidaklah memaksa wanita untuk tetap bertahan dengan suaminya sekalipun dalam keadaan tertindas. Karena yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melakukan gugat cerai tanpa alasan yang dibenarkan. Artinya, jika itu dilakukan karena alasan yang benar, syariat tidak melarangnya, bahkan dalam kondisi tertentu, seorang wanita wajib berpisah dari suaminya.

Apa saja yang membolehkan para istri untuk melakukan gugat cerai? Imam Ibnu Qudamah telah menyebutkan kaidah dalam hal ini. Beliau mengatakan,

ูˆุฌู…ู„ู‡ ุงู„ุฃู…ุฑ ุฃู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุฅุฐุง ูƒุฑู‡ุช ุฒูˆุฌู‡ุง ู„ุฎู„ู‚ู‡ ุฃูˆ ุฎู„ู‚ู‡ ุฃูˆ ุฏูŠู†ู‡ ุฃูˆ ูƒุจุฑู‡ ุฃูˆ ุถุนูู‡ ุฃูˆ ู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ูˆุฎุดูŠุช ุฃู† ู„ุง ุชุคุฏูŠ  ุญู‚ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุทุงุนุชู‡ ุฌุงุฒ ู„ู‡ุง ุฃู† ุชุฎุงู„ุนู‡ ุจุนูˆุถ ุชูุชุฏูŠ ุจู‡ ู†ูุณู‡ุง  ู…ู†ู‡

“Kesimpulan masalah ini, bahwa seorang wanita, jika membenci suaminya karena akhlaknya atau karena fisiknya atau karena agamanya, atau karena usianya yang sudah tua, atau karena dia lemah, atau alasan yang semisalnya, sementara dia khawatir tidak bisa menunaikan hak Allah dalam mentaati sang suami, maka boleh baginya untuk meminta khulu’ (gugat cerai) kepada suaminya dengan memberikan biaya/ganti untuk melepaskan dirinya.” (al-Mughni, 7:323).

*Mengambil faidah dari keterangan Ustadz Firanda, M.A., berikut beberapa kasus yang membolehkan sang istri melakukan gugat cerai:*

1. Jika sang suami sangat nampak membenci sang istri, akan tetapi sang suami sengaja tidak ingin menceraikan sang istri agar sang istri menjadi seperti wanita yang tergantung.

2. Akhlak suami yang buruk terhadap sang istri, seperti suka menghinanya atau suka memukulnya.

3. Agama sang suami yang buruk, seperti sang suami yang terlalu sering melakukan dosa-dosa, seperti minum khomr, berjudi, berzina, atau sering meninggalkan sholat, suka mendengar musik, dll

4. Jika sang suami tidak menunaikan hak utama sang istri, seperti tidak memberikan nafkah kepadanya, atau tidak membelikan pakaian untuknya, dan kebutuhan-kebutuhan primer yang lainnya, padahal sang suami mampu.

5. Jika sang suami ternyata tidak bisa menggauli istrinya dengan baik, misalnya jika sang suami cacat, atau tidak bisa melakukan hubungan biologis, atau tidak adil dalam mabit (jatah menginap), atau tidak mau atau jarang memenuhi kebutuhan biologisnya karena condong kepada istri yang lain.

6. Jika sang wanita sama sekali tidak membenci sang suami, hanya saja sang wanita khawatir tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri sehingga tidak bisa menunaikan hak-hak suaminya dengan baik. Maka boleh baginya meminta agar suaminya meridoinya untuk khulu’, karena ia khawatir terjerumus dalam dosa karena tidak bisa menunaikan hak-hak suami.

7. Jika sang istri membenci suaminya bukan karena akhlak yang buruk, dan juga bukan karena agama suami yang buruk. Akan tetapi sang istri tidak bisa mencintai sang suami karena kekurangan pada jasadnya, seperti cacat, atau buruknya suami.

(Silahkan lihat Roudhotut Toolibiin 7:374, dan juga fatwa Syaikh Ibn Jibrin rahimahullah di http://islamqa.info/ar/ref/1859)

Jika data yang Anda sampaikan benar, insya Allah wanita itu berhak melakukan gugat cerai. Terutama karena sang suami tidak mau shalat. Dia bisa melaporkan ke PA (Pengadilan Agama) untuk menyampaikan semua aduhannya. Jika pihak PA menyetujui, maka sang istri bisa lepas dari ikatan pernikahan dengan suaminya yang pertama.

Allahu a’lam

๐Ÿ‘ค *Ustadz Ammi Nur Baits, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰*

๐ŸŒŽ *Konsultasi Syariah*

┏๐ŸŒธ━━━━━━━━━━━┓
*๐Ÿ“š PERMATA SUNNAH* 
   *Group Berbagi Ilmu*             
   *Agama & Info Kajian*
┗━━━━━━━━━━━━━┛
*BELAJAR TAUHID*

Semua rasul memulai dakwah (ajakan)nya kepada tauhid. Hal ini merupakan perintah Allah yang harus mereka sampaikan kepada umat manusia. Allah ta'ala berfirman,
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (Al Anbiya': 25)

Selama 13 tahun Rasulullah shallallahu'alaihi wa salam tinggal d kota Makkah, selama itu beliau mengajak kaumnya untuk mengesakan Allah, memohon hanya kepadaNya semata, tidak kepada yang lain. Diantara wahyu yang diturunkan kepada beliau saat itu adalah, "Katakanlah: 'Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya'." (Al-Jin: 20)

*KEUTAMAAN TAUHID*
Allah ta'ala berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am: 82)

*TAUHID ADALAH PENGANTAR KEBAHAGIAAN DAN PELEBUR DOSA*
Rasulullah shallallahu'alaihi wa salam bersabda, "Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan utusanNya, kalimatNya yang disampaikanNya kepada Marya serta ruh dariNya, dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Neraka pun benar adanya, maka Allah pasti memasukkannya kedalam surga, sesuai dengan amal perbuatannya." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

*MANFAAT TAUHID*
1️⃣ Memerdekakan manusia dari perbudakan dan tunduk kepada selain Allah, baik kepada benda-benda atau makhluk lainnya
2️⃣ Membentuk kepribadian yang kokoh
3️⃣ Tauhid sumber keamanan dan kedamaian manusia
4️⃣ Tauhid adalah sumber kekuatan jiwa
5️⃣ Tauhid adalah dasar persaudaraan dan persamaan

*MUSUH-MUSUH TAUHID*
Allah ta'ala berfirman:
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." ( Al-An'am: 112)

*SIKAP ULAMA TERHADAP TAUHID*
Ulama adalah pewaris para Nabi. Dan menurut keterangan al-Qur'an, yang pertama kali diserukan oleh para nabi adalah tauhid, sebagaimana disebutkan Allah ta'ala dalam firmanNya: "Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut'."
( An-Nahl: 36 )

Karena itu wajib bagi setiap ulama untuk memulai dakwahnya sebagaimana para rasul memulai. Yakni pertama kali menyeru manusia kepada mengesakan Allah dalam segala bentuk peribadatan, terutama dalam berdoa.

๐Ÿ“š Kitab Minhaj al-Firqah an-Najiyah wa ath-Tha'ifah al-Manshurah

✍๐Ÿป Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Wabah penyakit thoun


ูˆุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุฃู†ู‡ุง ุณุฃู„ุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡
ูˆุณู„ู… ุนู† ุงู„ุทุงุนูˆู† ูุฃุฎุจุฑู‡ุง ุฃู†ู‡ ูƒุงู† ุนุฐุงุจุง ูŠุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู„ู‰ ู…ู† ูŠุดุงุก ูุฌุนู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฑุญู…ุฉ ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูู„ูŠุณ ู…ู† ุนุจุฏ ูŠู‚ุน ููŠ ุงู„ุทุงุนูˆู† ููŠู…ูƒุซ ููŠ ุจู„ุฏู‡ ุตุงุจุฑุง ู…ุญุชุณุจุง ูŠุนู„ู… ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุตูŠุจู‡ ุฅู„ุง ู…ุง ูƒุชุจ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุฅู„ุง ูƒุงู† ู„ู‡ ู…ุซู„ ุฃุฌุฑ ุงู„ุดู‡ูŠุฏ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

Aisyah  ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง pernah bertanya kepada Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…  tentang Tha’un. Beliau menjawab bahwa Tha’un adalah siksa yang diturunkan Allah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Lalu Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Maka tidaklah ada seorang hamba yang ditimpa Tha’un, lalu ia menetap di daerahnya dengan sabar dan mengharap pahala, dan ia menyadari bahwa tidak ada yang menimpanya, kecuali yang sudah ditentukan oleh Allah, maka orang itu akan mendapatkan pahala sebagaimana yang diterima oleh orang yang mati syahid. (HR. Bukhari)

*Pelajaran dari Hadits*

Ibnu ‘Allan berkata, “Jika yang diharapkan seorang mukmin adalah pahala yang dijanjikan Allah, maka ia akan menyadari bahwa musibah Tha’un adalah takdir dari Allah.
Seandainya musibah Tha’un menimpanya, ia sabar menghadapinya.
Apabila ia mati karena Tha’un yang menimpanya, ia mendapatkan pahala orang yang mati syahid.”

Orang yang sabar menghadapi Tha’un atau penyakit lain yang sejenis dengan penyakit itu, akan selamat dari siksa kubur.

Seseorang yang berada di daerah berjangkitnya Tha’un, hendaknya tidak pergi ke daerah lain, agar wabah tersebut tidak menular ke daerah lain.

Pahala mati syahid tidak terbatas hanya untuk orang yang mati di medan perang. Pahala itu juga dapat diperoleh oleh orang yang mati karena menderita Tha’un, tenggelam, atau melahirkan.
Sumber : dakwatuna.c o m

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Zaadul Ma'aad (IV/37) berkata, "Tha'un adalah sejenis wabah penyakit. Menurut ahli medis, thaun adalah pembengkakan kronis dan ganas, sangat panas dan nyeri hingga melewat batas pembengkakan sehingga kulit yang ada di sekitarnya bisa berubah menjadi hitam, hijau, atau berwarna buram dan cepat bernanah. Biasanya pembengkakan ini muncul di tiga tempat: Ketiak, belakang telinga, puncak hidung dan disekitar daging lunak."

Kemudian ada juga yang mengatakan bahwa Wabah Tho’un itu semacam Wabah penyakit Kolera yang sangat, hingga tidak ada satu dokterpun yang mampun menjumpai obat yang mujarab untuk kesembuhannya. Wallahu a’lam
Sumber : annurgallerymanagement

Friday, March 6, 2020

Kajian anak



๐ŸŒˆ *KAJIAN ANAK CERIA* ๐ŸŒˆ
( Usia 5 - 12 Tahun )

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Abi dan ummah, yuk ajak putra- putri tercinta untuk mengikuti kajian anak ceria

๐Ÿ‘ค Bersama
*KAK WASID*
(BUNAYYA TV)

Dengan tema
๐Ÿ“œ *QASHSHASHUL ANBIYA*
(Kisah Nabi Adam Alaihi salam)

ุงู† ุดุง ุก ุงู„ู„ู‡
๐Ÿ—“ *AHAD*
_ 13 Rajab 1441H_/ _15 Maret 2020_

⏰ *09.00 SD 11.00 WIB*

๐Ÿ•Œ *Masjid Nur Amaliah*
Jl. Alternatif Cibubur Blok AC No.8 (Sebrang Cibubur Point)

https://maps.app.goo.gl/nR3HWKkDHyGE1xcd6

๐Ÿ“‹ *Kuota : 400 anak*

*๐Ÿ“ž CP / Pendaftaran*
Telp / WA
*Hanni - Ummu Raihan*
082114509515

๐ŸŽ *Tersedia  Games dan Hadiah Menarik*

๐Ÿ’ซ *SIAPKAN INFAQ TERBAIKNYA*

_Jazaakumullahu khairan_

_Baraakallahu fiikum_

๐ŸŒน *_TAMAN ILMU ZAINAB BINTU JAHSY_* ๐ŸŒน

Thursday, March 5, 2020

Kajian


_Assalamu'alaikum Warahmatullahi  Wabarakatuh_

Bismillah...
Ibu2 sahabat sholehah yang senantiasa di Rahmati Allah Ta'ala, kajian rutin
*MT. ATHAHIRAH* akan diadakan :

ุฅู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡ 
*๐Ÿ“† 11 Rajab 1441H / Jum’at 6 Maret 2020*

๐Ÿ•‘ *10.00 - Selesai* ‼
_Mohon Hadir 20 Menit Sebelum Kajian di Mulai_

๐Ÿ‘ค Narasumber:
*Ust. Khalid Basalamah ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡*
๐Ÿ“ Kitab: *SHAHIH AT-TARGHIB WA AT- TARHIB*
๐Ÿ  _Regensi Tebet Mas III No A.13_
(Kediaman Ibu Dewi Andria)

"Barangsiapa yang  menempuh suatu jalan utk menuntut ilmu, maka ุงَู„ู„ّู‡ُ mudahkan jalannya menuju Surga." (HR. Ahmad V/196, Abu Dawud no.3641, Tirmidzi no.2682)                                               

Barakallah Fikunna
*Adab hadiri Majlis Taklim:*
1. Datang tepat waktu, maksimal 20 menit sebelum kajian
2. *Matikan/silent hp*
3. Tidak bolak-balik melintasi kamera
4. Dimohon dengan sangat selama kajian berlangsung *TIDAK* berbicara *(mengobrol)* karena dapat mengganggu jamaah lain
5. *Jangan lupa* Mengisi data telp & registrasi

Salam,
*INDA | DINNI | DEWI*
# Apapun Keadaanya, Jangan Pernah Tinggalkan Majelis Ilmu

“Pada mejelis ilmu ada dua hal utama yang membuat istiqamah sampai ajal menjemput:
Pertama : ilmu yang menjaga kita
Kedua: sahabat yang shalih yang selalu meingingatkan akan akhirat”

Saudaraku, apapun keadaannya dan bagaimanapun kondisinya, jangan pernah meninggalkan majelis ilmu. Jangan lah tinggalkan secara total, jika tidak bisa sepekan sekali, mungkin sebulan sekali, jika tidak bisa mungkin 2 atau 3 bulan sekali, insyaallah waktu itu selalu ada, yang menjadi intinya adalah apakah kita memprioritaskan atau tidak? Jika tidak menjadi prioritas, maka tidak akan ada waktu dan tidak akan ada usaha untuk itu. Jangan pernah juga meninggalkan majelis ilmu karena sudah merasa berilmu atau telah menjadi “ikhwan senior”, para ustadz dan ulama pun terus belajar dan menuntut ilmu.

Saudaraku, mereka yang berguguran dipersimpangan jalan dakwah adalah orang perlahan-lahan meninggalkan majelis ilmu secara total, baik itu tenggelam dengan kesibukan dunia atau merasa sudah berilmu kemudian menjadi sombong dan tergelincir.

Abdullah bin Mubarak menunjukkan keheranan, bagaimana mungkin seseorang jiwanya baik jika tidak mau menuntut ilmu dan menghadiri majelis ilmu. Beliau berkata,

ุนุฌุจุช ู„ู…ู† ู„ู… ูŠุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู…, ูƒูŠู ุชุฏุนูˆ ู†ูุณู‡ ุฅู„ู‰ ู…ูƒุฑู…ุฉ

“Aku heran dengan mereka yang tidak menuntut ilmu, bagaimana mungkin jiwanya bisa mengajak kepada kebaikan.”? [Siyar A’lam AN-Nubala 8/398]

Sebagaimana yang kita sampai di awal bahwa pada majelis ilmu terdapat dua faktor utama agar seseorang bisa istiqamah:

[1] Ilmu yang menjaganya

Dengan ilmu dan pemahaman yang benar seseorang agar terjaga dari kesalahan dan ketergelinciran.

Ibnul Qayyim berkata,

๏บƒ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ปณ๏บค๏บฎ๏บฑ ๏บป๏บŽ๏บฃ๏บ’๏ปช ๏ปญ๏บป๏บŽ๏บฃ๏บ ๏บ๏ปŸ๏ปค๏บŽ๏ป ๏ปณ๏บค๏บฎ๏บฑ ๏ปฃ๏บŽ๏ปŸ๏ปช

“Ilmu itu menjaga pemiliknya sedangkan pemilik harta akan menjaga hartanya.”[Miftah Daris Sa’adah 1/29]

Dengan menghadiri majelis ilmu juga akan menimbulkan ketenangan dan kebahagiaan yang mejadi tujuan seseorang hidup di dunia ini. Apabila niatnya ikhlas, maka ia akan merasakan ketenangan di majelis ilmu dan akan terus mencari majelis ilmu di mana pun berada.

Majelis ilmu adalah taman surga yang membuat seseorang merasakan ketenangan.

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ุฑَุถِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุฅِุฐَุง ู…َุฑَุฑْุชُู…ْ ุจِุฑِูŠَุงุถِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَุงุฑْุชَุนُูˆุง ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَู…َุง ุฑِูŠَุงุถُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‚َุงู„َ ุญِู„َู‚ُ ุงู„ุฐِّูƒْุฑِ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.”[HR Tirmidzi, no. 3510, Ash Shahihah, no. 2562]

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ุฅู† ู„ู„ุฐูƒุฑ ู…ู† ุจูŠู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ู„ุฐุฉ ู„ุง ูŠุดุจู‡ู‡ุง ุดูŠุก، ูู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู„ุนุจุฏ ู…ู† ุซูˆุงุจู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ุฐุฉ ุงู„ุญุงุตู„ุฉ ู„ู„ุฐุงูƒุฑ ูˆุงู„ู†ุนูŠู… ุงู„ุฐูŠ ูŠุญุตู„ ู„ู‚ู„ุจู‡ ู„ูƒูู‰ ุจู‡، ูˆู„ู‡ุฐุง ุณู…ูŠุช ู…ุฌุงู„ุณ ุงู„ุฐูƒุฑ ุฑูŠุงุถ ุงู„ุฌู†ุฉ

“Sesungguhnya dzikir di antara amal memiliki kelezatan yang tidak bisa diserupai oleh sesuatupun, seandaikan tidak ada balasan pahala bagi hamba kecuali kelezatan dan kenikmatan hati yang dirasakan oleh orang yang berdziki, maka hal itu [kenikmatan berdzikit saja, pent] sudah mencukupi,oleh karena itu majelis-majelis dzikir dinamakan taman-taman surga.” [Al-Wabilush Shayyib hal. 81, Darul Hadist, Koiro,, Asy-Syamilah]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

ูˆَู…َุง ุงุฌْุชَู…َุนَ ู‚َูˆْู…ٌ ูِูŠ ุจَูŠْุชٍ ู…ِู†ْ ุจُูŠُูˆุชِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَุชْู„ُูˆู†َ ูƒِุชَุงุจَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَูŠَุชَุฏَุงุฑَุณُูˆู†َู‡ُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุฅِู„َّุง ู†َุฒَู„َุชْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ุณَّูƒِูŠู†َุฉُ ูˆَุบَุดِูŠَุชْู‡ُู…ُ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉُ ูˆَุญَูَّุชْู‡ُู…ُ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ูˆَุฐَูƒَุฑَู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠู…َู†ْ ุนِู†ْุฏَู‡ُ

Dan tidaklah sekelompok orangberkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” [HR Muslim, no. 2699].

[2] Di majelis ilmu kita akan bertemu dengan sahabat yang selalu mengingatkan akan akhirat

Di majelis ilmu kita akan berjumpa dengan sahabat yang benar-benar sejati, yaitu sahabat yang selalu memberikan nasihat dan mengingatkan kita apabila salah. Sebuah ungkapan arab berbunyi:

๏บป๏บช๏ปณ๏ป˜๏ปš ๏ปฃ๏ปฆ ๏บป๏บช๏ป—๏ปš ๏ปป ๏ปฃ๏ปฆ ๏บป๏บช๏ป—๏ปš

“Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka”

“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”

Dengan Sering berjumpa dengan orang shalih yang sabar dengan kehidupan dunia ini dan tidak rakus akan harta dan kedudukan, hidup kita akan mudah dan lebih bahagia.

Perhatikan bagaimana Ibnul Qayyim mengisahkan tentang guru beliau Ibnu Taimiyyah, beliau berkata:

ูˆูƒู†ุง ุฅุฐุง ุงุดุชุฏ ุจู†ุง ุงู„ุฎูˆู ูˆุณุงุกุช ู…ู†ุง ุงู„ุธู†ูˆู† ูˆุถุงู‚ุช ุจู†ุง ุงู„ุฃุฑุถ ุฃุชูŠู†ุงู‡، ูู…ุง ู‡ูˆ ุฅู„ุง ุฃู† ู†ุฑุงู‡ ูˆู†ุณู…ุน ูƒู„ุงู…ู‡ ููŠุฐู‡ุจ ุฐู„ูƒ ูƒู„ู‡ ูˆูŠู†ู‚ู„ุจ ุงู†ุดุฑุงุญุงً ูˆู‚ูˆุฉ ูˆูŠู‚ูŠู†ุงً ูˆุทู…ุฃู†ูŠู†ุฉ

“Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan kesempitan hidup, kami segera mendatangi beliau untuk meminta nasehat, maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang”[ Al-wabilush shayyib hal 48, Darul Hadits, Syamilah]

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

https://muslim.or.id/45155-apapun-keadaanya-jangan-pernah-tinggalkan-majelis-ilmu.html

__
Follow akun (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
Youtube: http://www.youtube.com/c/RaehanulBahraen