Jamu Beras Kencur
Resep: Ita-DapurGriyaKhayangan
Bahan 1:
100 gr kencur cuci hingga bersih
20 gr jahe cuci hingga bersih
20 gr kunyit cuci hingga bersih
3 sdm beras putih, rendam 6 jam dg air, tiriskan lalu disanggrai sampe kecoklatan Biar wangi
750 ml air hangat (air matang yaa...setelah direbus biarkan menghangat)
Bahan 2:
200 gr gula merah
3 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan
20 gr asam jawa
250 ml air putih
Cara Membuat:
1. Masukkan semua bahan 1. kedalam blender, tuangi air hangat 250 ml, lalu giling dg blender sampai halus. Saring menggunakan penyaring yg halus.
2. Blender lagi ampasnya hingga dua kali memblender, masing2 dg menambahkan 250 ml air hangat. Jadi nanti hasil air jamu sebanyak kurang lebih menjadi 1 liter.
3. Rebus semua bahan 2. hingga gula larut dan mendidih. Setelah itu saring larutan gula dengan penyaring yg halus.
4. Campur larutan gula ke dalam air jamu beras kencur, aduk hingga rata. Masukkan ke dalam botol kaca atau botol plastik, bisa disajikan hangat2 atau dalam keadaan dingin setelah disimpan di dalam kulkas.
# Note: Jika kurang manis, saat ingin minum boleh ditambah madu, jika kurang asem bisa dikucurin sedikit air jeruk nipis...(ini cara saya agar jamu ini makin terasa segar dan nikmat saat diminum).
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Beras kencur ala Diana
Bahan:
Beras 200 gr direndam 6 jam lalu tiriskan dan disanggrai sampe kecoklatan
Jahe 50 gr Kalo kurang pedes tambah jahe
Kencur 100 gr
Sereh sedikit
Air 2 ltr
Garam
Gula Merah 100-150 gr yg warna hitam Kalo kurang manis tambah gula pasir
Cara membuat:
Semua bahan dibelender pake air matang hangat lalu di saring ...
Rumah Tahfidz, Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur'an, Kajian Ilmu syar'i Hub: Diana Gasim (Ummu Achmad ) 085312837788)
Tuesday, June 16, 2015
Tips Mengontrol Penggunaan HP dan Menonton TV pada Anak
Teknologi dan anak-anak masa kini rasanya sudah tidak terpisahkan. Tetapi masih sangat banyak orangtua yang bingung mesti bagaimana menghadapi persoalan ini, khususnya “berapa banyak waktu yang diperbolehkan bagi anak-anak untuk menggunakan ponsel, tab, komputer dan video game.” Banyak pula yang terus bertanya-tanya, “berapa umur yang tepat sebelum anak diberi ponsel?”
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan baru yang dua-tiga generasi sebelumnya tidak pernah muncul. Saya sendiri adalah orangtua dari "generasi pertama digital;” ya anak-anak saya yang kini berumur pertengahan 20-an dibesarkan dalam zaman di mana Internet sudah merambah hampir tiap aspek kehidupan mereka. Dan kalau Anda berumur 30-an, tentu Anda adalah orangtua yang mesti mempertimbangkan hal-hal ini. Anda adalah orangtua yang mesti membuat aturan dan batasan-batasan tentang “waktu berselancar di Internet” ini. (Saya pribadi kurang sepakat dengan istilah “dunia maya,” karena sebagian besar yang ada di Internet tetaplah kenyataan.)
Setiap kali menghadapi kenyataan kehidupan yang baru — seperti bersimaharajelanya Internet — saya selalu bersandar pada prinsip-prinsip parenting yang telah bertahan dari generasi ke generasi, bahkan yang telah bertahan sejak zaman purba. Salah satu prinsip fundamental menjadi orangtua adalah: keteraturan. Prinsip lainnya adalah “kebutuhan dasar semua anak di dunia adalah bermain bebas." (BUKAN bebas bermain). Bermain dengan riang di luar atau di dalam rumah; bermain dengan pikiran yang bebas; bermain dengan raga yang bebas bergerak; bermain dengan perasaan bebas; bermain dengan fantasi yang bebas.
Ya, bermain bebas termasuk salah satu perkembangan fundamental bagi anak-anak — berarti juga bagi Anda dan saya. Maka, sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapat BANYAK waktu untuk sekadar bermain. Nah, dengan mengontrol jumlah waktu mereka di depan layar televisi, layar komputer, layar hape, maka kita telah memberi mereka kesempatan luar biasa untuk bermain bebas.
Tetapi bagaimana jika karena kebiasaan yang sudah terbangun saat ini, mereka malah kebingungan ketika tanpa hape dan tanpa televisi? Bagaimana kalau mereka tidak tahu harus bermain apa? (Gejala ini menunjukkan bahwa anak-anak ini sudah kehilangan fantasi, inisiatif, inovasi, dan kreativitas yang sesungguhnya merupakan ciri pokok anak-anak). Bagaimana kalau anak-anak memberontak, marah, tantrum? Anak-anak selalu merengek meminta tambahan waktu menonton teve atau bermain video game. Nah, bagaimana cara Anda mengatur “waktu bertatapan dengan layar kaca” ini tanpa menimbulkan rasa frustrasi dan tantrum?
Mari kembali ke prinsip dasar parenting yang tadi sudah saya sebutkan: keteraturan. Maksudnya? Jadikan aktivitas “menonton teve, bermain video games, memakai tab dan ber-hape” itu bagian rutinitas harian.
Hlo koq, malah dijadikan bagian rutinitas sih? Ya, dengan menjadikan teknologi sebagai bagian rutinitas harian, Anda secara langsung sudah mengontrol kapan dan berapa lama memakai teknologi itu. Sebagai contoh, bagi anak balita, boleh menonton satu acara teve di pagi hari dan satu acara teve di sore hari, dan televisi mati sama sekali di sisa waktu lainya. Tiap satu acara teve anak-anak biasanya makan waktu 30-45 menit. Anda boleh menambahkan acara menonton teve (film panjang anak-anak) bersama-sama seluruh anggota keluarga pada hari Jumat sore menjelang malam, misalnya. Tetapi cukup sudah itu saja jika Anda keluarga muda dengan anak balita.
Bagaimana dengan pemakaian tablet? Saya juga selalu menyarankan kepada para klien saya untuk membolehkan anak-anaknya memakai tablet dua kali sehari pada pagi dan siang hari yang masing-masing 15-20 menit. Mereka baru boleh bermain dengan tablet atau hape setelah semua tugas-tugas kerumahtanggaan mereka selesai dikerjakan (membereskan mainan, meletakkan pakaian di keranjang pakaian kotor, menaruh piring dan gelas di tempat cuci piring, meletakkan tas sekolah di meja belajar, sudah sikat gigi, dll). Anda bisa mengatur dua kali memakai smartphone atau tablet itu misalnya sekali setelah makan siang atau sebelum tidur siang. Bagaimana dengan sisa waktu lainnya? Ya, tablet mesti dimatikan atau dikembalikan kepada Bunda atau Ayah.
Ada orangtua yang memilih melarang hape, tablet dan teve selama Senin sampai Jumat dan membebaskannya pada hari Sabtu dan Minggu. Saya tidak menyarankan metoda seperti ini karena itu bukan keteraturan. Biasanya, cara ini hanya akan menghasilkan pertempuran hebat pada Minggu malam. Tetap lebih baik rutin dari Senin sampai Minggu, tetapi dengan jadwal dan batasan yang jelas.
Teknologi bukan musuh. Teknologi sangat membantu mereka berkembang; asal orangtua tahu bagaimana memanfaatkannya. Orangtua juga mesti membatasi pemakaian “Google.” Anak-anak yang terlelu sering dan terlalu cepat pergi ke “Google” akan memiliki pola pikir yang berbeda dengan mereka yang berusaha mencari dari buku, menjelajah lingkungan sekitar, mengamati perilaku masyarakat, dan baru kemudian memeriksa silang dengan hasil dari Google.
Bila anak-anak memiliki jadwal yang jelas untuk menonton teve dan bermain tablet, mereka malah kurang mungkin untuk kecanduan. Mereka biasanya malah tidak merengek-rengek untuk meminta waktu tambahan. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa dunia nyata di uar sana juga sama asyiknya, bahkan seringkali lebih asyik.
( Dr. DonoBaswardono, Psych, Graph, AISEC, LMFT, MA, Ph.D)
Teknologi dan anak-anak masa kini rasanya sudah tidak terpisahkan. Tetapi masih sangat banyak orangtua yang bingung mesti bagaimana menghadapi persoalan ini, khususnya “berapa banyak waktu yang diperbolehkan bagi anak-anak untuk menggunakan ponsel, tab, komputer dan video game.” Banyak pula yang terus bertanya-tanya, “berapa umur yang tepat sebelum anak diberi ponsel?”
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan baru yang dua-tiga generasi sebelumnya tidak pernah muncul. Saya sendiri adalah orangtua dari "generasi pertama digital;” ya anak-anak saya yang kini berumur pertengahan 20-an dibesarkan dalam zaman di mana Internet sudah merambah hampir tiap aspek kehidupan mereka. Dan kalau Anda berumur 30-an, tentu Anda adalah orangtua yang mesti mempertimbangkan hal-hal ini. Anda adalah orangtua yang mesti membuat aturan dan batasan-batasan tentang “waktu berselancar di Internet” ini. (Saya pribadi kurang sepakat dengan istilah “dunia maya,” karena sebagian besar yang ada di Internet tetaplah kenyataan.)
Setiap kali menghadapi kenyataan kehidupan yang baru — seperti bersimaharajelanya Internet — saya selalu bersandar pada prinsip-prinsip parenting yang telah bertahan dari generasi ke generasi, bahkan yang telah bertahan sejak zaman purba. Salah satu prinsip fundamental menjadi orangtua adalah: keteraturan. Prinsip lainnya adalah “kebutuhan dasar semua anak di dunia adalah bermain bebas." (BUKAN bebas bermain). Bermain dengan riang di luar atau di dalam rumah; bermain dengan pikiran yang bebas; bermain dengan raga yang bebas bergerak; bermain dengan perasaan bebas; bermain dengan fantasi yang bebas.
Ya, bermain bebas termasuk salah satu perkembangan fundamental bagi anak-anak — berarti juga bagi Anda dan saya. Maka, sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapat BANYAK waktu untuk sekadar bermain. Nah, dengan mengontrol jumlah waktu mereka di depan layar televisi, layar komputer, layar hape, maka kita telah memberi mereka kesempatan luar biasa untuk bermain bebas.
Tetapi bagaimana jika karena kebiasaan yang sudah terbangun saat ini, mereka malah kebingungan ketika tanpa hape dan tanpa televisi? Bagaimana kalau mereka tidak tahu harus bermain apa? (Gejala ini menunjukkan bahwa anak-anak ini sudah kehilangan fantasi, inisiatif, inovasi, dan kreativitas yang sesungguhnya merupakan ciri pokok anak-anak). Bagaimana kalau anak-anak memberontak, marah, tantrum? Anak-anak selalu merengek meminta tambahan waktu menonton teve atau bermain video game. Nah, bagaimana cara Anda mengatur “waktu bertatapan dengan layar kaca” ini tanpa menimbulkan rasa frustrasi dan tantrum?
Mari kembali ke prinsip dasar parenting yang tadi sudah saya sebutkan: keteraturan. Maksudnya? Jadikan aktivitas “menonton teve, bermain video games, memakai tab dan ber-hape” itu bagian rutinitas harian.
Hlo koq, malah dijadikan bagian rutinitas sih? Ya, dengan menjadikan teknologi sebagai bagian rutinitas harian, Anda secara langsung sudah mengontrol kapan dan berapa lama memakai teknologi itu. Sebagai contoh, bagi anak balita, boleh menonton satu acara teve di pagi hari dan satu acara teve di sore hari, dan televisi mati sama sekali di sisa waktu lainya. Tiap satu acara teve anak-anak biasanya makan waktu 30-45 menit. Anda boleh menambahkan acara menonton teve (film panjang anak-anak) bersama-sama seluruh anggota keluarga pada hari Jumat sore menjelang malam, misalnya. Tetapi cukup sudah itu saja jika Anda keluarga muda dengan anak balita.
Bagaimana dengan pemakaian tablet? Saya juga selalu menyarankan kepada para klien saya untuk membolehkan anak-anaknya memakai tablet dua kali sehari pada pagi dan siang hari yang masing-masing 15-20 menit. Mereka baru boleh bermain dengan tablet atau hape setelah semua tugas-tugas kerumahtanggaan mereka selesai dikerjakan (membereskan mainan, meletakkan pakaian di keranjang pakaian kotor, menaruh piring dan gelas di tempat cuci piring, meletakkan tas sekolah di meja belajar, sudah sikat gigi, dll). Anda bisa mengatur dua kali memakai smartphone atau tablet itu misalnya sekali setelah makan siang atau sebelum tidur siang. Bagaimana dengan sisa waktu lainnya? Ya, tablet mesti dimatikan atau dikembalikan kepada Bunda atau Ayah.
Ada orangtua yang memilih melarang hape, tablet dan teve selama Senin sampai Jumat dan membebaskannya pada hari Sabtu dan Minggu. Saya tidak menyarankan metoda seperti ini karena itu bukan keteraturan. Biasanya, cara ini hanya akan menghasilkan pertempuran hebat pada Minggu malam. Tetap lebih baik rutin dari Senin sampai Minggu, tetapi dengan jadwal dan batasan yang jelas.
Teknologi bukan musuh. Teknologi sangat membantu mereka berkembang; asal orangtua tahu bagaimana memanfaatkannya. Orangtua juga mesti membatasi pemakaian “Google.” Anak-anak yang terlelu sering dan terlalu cepat pergi ke “Google” akan memiliki pola pikir yang berbeda dengan mereka yang berusaha mencari dari buku, menjelajah lingkungan sekitar, mengamati perilaku masyarakat, dan baru kemudian memeriksa silang dengan hasil dari Google.
Bila anak-anak memiliki jadwal yang jelas untuk menonton teve dan bermain tablet, mereka malah kurang mungkin untuk kecanduan. Mereka biasanya malah tidak merengek-rengek untuk meminta waktu tambahan. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa dunia nyata di uar sana juga sama asyiknya, bahkan seringkali lebih asyik.
( Dr. DonoBaswardono, Psych, Graph, AISEC, LMFT, MA, Ph.D)
Monday, June 15, 2015
Cara Membuat Cat Air Yang Aman Tidak Beracun
Jika anak-anak Anda suka melukis namun sering kali memasukkan cat itu ke dalam mulut mereka, Anda membutuhkan resep cat yang aman, tidak beracun. Bahan-bahan untuk resep cat yang aman dapat Anda temukan di rumah, termasuk kaleng muffin (untuk wadah cat) dan peralatan cat seperti kuas cat atau jemari yang bersih
Bahan
Pewarna makanan (warna pilihan Anda)
4 sdm soda kue
2 sdm cuka putih
½ sdt sirup jagung terang
2 sdm tepung jagung
Cara kerja
1. Kenali area yang tepat untuk lukisan. Resep ini mengandung sirup, sehingga pastikan Anda mengerjakannya di area yang tidak berkarpet, dekat dengan sesuatu yang berharga atau mudah bernoda.
Metode 2 dari 4:
Mencampurkan dan Menuangkan Cat
1. Campurkan soda kue dan cuka bersama-sama. Campuran ini akan menghasilkan suara mendesis. Lanjutkan pencampuran sampai suara itu berhenti. (Anda bisa mencampurkan bahan-bahan tersebut di atas wastafel untuk antisipasi meluapnya campuran).
2. Tambahkan sirup jagung dan tepung jagung ke campuran soda kue dan cuka. Aduk rata sampai tepung larut.
3. Tuangkan ke dalam wadah/kaleng muffin atau nampan es batu. Isi cat ke dalam setiap kotak hingga setengah penuh, karena Anda harus membiarkan campuran mengering sebelum menambahkan air untuk membuat cat air.
4. Tambahkan pewarna makanan untuk setiap kotak yang terisi cat. Jika Anda membuat satu set warna utama, Anda harus mencampurkan beberapa warna yang sama untuk menciptakan palet yang lebih luas. Saat menggabungkan warna, gunakan hanay beberapa tetes pewarna lalu tambahkan terus-menerus sampai Anda melihat warna yang diinginkan.
Metode 3 dari 4:
Mengeringkan Cat
1. Tempatkan wadah terisi cat di tempat yang sejuk dan kering. Waktu pengeringan akan bervariasi, tergantung pada suhu lingkungan. Dalam beberapa kasus, langkah ini bisa memakan waktu hingga dua hari. Namun, jika Anda menemukan lokasi yang tidak terlalu lembab untuk mengeringkan cat, proses ini hanya memakan waktu satu malam.
Metode 4 dari 4:
Menggunakan Cat
1. Isilah air bersih pada cangkir terpisah. Gunakan cat ini seperti Anda sedang menggunakan cat air.
Celupkan kuas ke dalam air bersih sebelum menggosoknya ke atas warna cat yang dipilih.
Catlah ke kertas.
Biarkan mengering seperti biasa.
Tips
Jika campuran awal terlihat terlalu berair, tambahkan sejumput tepung jagung untuk mengentalkannya.
Anda tidak harus memakai pakaian khusus untuk ini. Cat air buatan sendiri tidak akan menodai pakaian dan dapat dihilangkan dengan mencuci yang baik.
Simpan cat di dalam tempat terkunci dan tertutup di tempat yang sejuk dan kering. Karena cat mengandung bahan yang aman untuk makanan, serangga atau hewan lainnya bisa tertarik pada cat Anda kecuali Anda menutupnya.
Anda bisa menggunakan taplak meja tua atau meletakkan koran sebagai alas area kerja.
Hal Yang Anda Butuhkan
Mangkuk besar untuk mencampurkan bahan-bahan.
Sendok besar - cukup gunakan alat yang telah digunakan untuk makanan (dan bukan cat), atau masih baru.
nNampan es batu plastik kosong.
Kaleng timah atau cangkir kertas muffin kecil sebagai wadah cat.
Peralatan lukisan - karton telur plastik kosong juga dapat digunakan.
Sumber
http://happyhooligans.ca/2012/03/07/homemade-watercolour-paints/ - sumber penelitian
Kalau yang dimasak memang kental tapi ga seperti lem.
Ada 1 resep lagi yang tidak perlu dimasak.
Bahan
4sdm soda kue,
2sdm cuka putih
1/2 sendok teh larutan gula
2 sdm maizena.
Pewarna makanan untuk warnanya.
Alat
Baskom kecil
Palet lukis/ tempat cat
Kuas
Sendok
Cara membuatnya :
Pertama campur sodakue dan cuka aduk sampai rata kemudian masukan larutan gula terakhir tepung maizena diaduk di baskom kecil. Tuangkan di palet lukis cat nya dan tuangkan pewarna pd palet. selamat mencoba resep yang ini
Jika anak-anak Anda suka melukis namun sering kali memasukkan cat itu ke dalam mulut mereka, Anda membutuhkan resep cat yang aman, tidak beracun. Bahan-bahan untuk resep cat yang aman dapat Anda temukan di rumah, termasuk kaleng muffin (untuk wadah cat) dan peralatan cat seperti kuas cat atau jemari yang bersih
Bahan
Pewarna makanan (warna pilihan Anda)
4 sdm soda kue
2 sdm cuka putih
½ sdt sirup jagung terang
2 sdm tepung jagung
Cara kerja
1. Kenali area yang tepat untuk lukisan. Resep ini mengandung sirup, sehingga pastikan Anda mengerjakannya di area yang tidak berkarpet, dekat dengan sesuatu yang berharga atau mudah bernoda.
Metode 2 dari 4:
Mencampurkan dan Menuangkan Cat
1. Campurkan soda kue dan cuka bersama-sama. Campuran ini akan menghasilkan suara mendesis. Lanjutkan pencampuran sampai suara itu berhenti. (Anda bisa mencampurkan bahan-bahan tersebut di atas wastafel untuk antisipasi meluapnya campuran).
2. Tambahkan sirup jagung dan tepung jagung ke campuran soda kue dan cuka. Aduk rata sampai tepung larut.
3. Tuangkan ke dalam wadah/kaleng muffin atau nampan es batu. Isi cat ke dalam setiap kotak hingga setengah penuh, karena Anda harus membiarkan campuran mengering sebelum menambahkan air untuk membuat cat air.
4. Tambahkan pewarna makanan untuk setiap kotak yang terisi cat. Jika Anda membuat satu set warna utama, Anda harus mencampurkan beberapa warna yang sama untuk menciptakan palet yang lebih luas. Saat menggabungkan warna, gunakan hanay beberapa tetes pewarna lalu tambahkan terus-menerus sampai Anda melihat warna yang diinginkan.
Metode 3 dari 4:
Mengeringkan Cat
1. Tempatkan wadah terisi cat di tempat yang sejuk dan kering. Waktu pengeringan akan bervariasi, tergantung pada suhu lingkungan. Dalam beberapa kasus, langkah ini bisa memakan waktu hingga dua hari. Namun, jika Anda menemukan lokasi yang tidak terlalu lembab untuk mengeringkan cat, proses ini hanya memakan waktu satu malam.
Metode 4 dari 4:
Menggunakan Cat
1. Isilah air bersih pada cangkir terpisah. Gunakan cat ini seperti Anda sedang menggunakan cat air.
Celupkan kuas ke dalam air bersih sebelum menggosoknya ke atas warna cat yang dipilih.
Catlah ke kertas.
Biarkan mengering seperti biasa.
Tips
Jika campuran awal terlihat terlalu berair, tambahkan sejumput tepung jagung untuk mengentalkannya.
Anda tidak harus memakai pakaian khusus untuk ini. Cat air buatan sendiri tidak akan menodai pakaian dan dapat dihilangkan dengan mencuci yang baik.
Simpan cat di dalam tempat terkunci dan tertutup di tempat yang sejuk dan kering. Karena cat mengandung bahan yang aman untuk makanan, serangga atau hewan lainnya bisa tertarik pada cat Anda kecuali Anda menutupnya.
Anda bisa menggunakan taplak meja tua atau meletakkan koran sebagai alas area kerja.
Hal Yang Anda Butuhkan
Mangkuk besar untuk mencampurkan bahan-bahan.
Sendok besar - cukup gunakan alat yang telah digunakan untuk makanan (dan bukan cat), atau masih baru.
nNampan es batu plastik kosong.
Kaleng timah atau cangkir kertas muffin kecil sebagai wadah cat.
Peralatan lukisan - karton telur plastik kosong juga dapat digunakan.
Sumber
http://happyhooligans.ca/2012/03/07/homemade-watercolour-paints/ - sumber penelitian
Kalau yang dimasak memang kental tapi ga seperti lem.
Ada 1 resep lagi yang tidak perlu dimasak.
Bahan
4sdm soda kue,
2sdm cuka putih
1/2 sendok teh larutan gula
2 sdm maizena.
Pewarna makanan untuk warnanya.
Alat
Baskom kecil
Palet lukis/ tempat cat
Kuas
Sendok
Cara membuatnya :
Pertama campur sodakue dan cuka aduk sampai rata kemudian masukan larutan gula terakhir tepung maizena diaduk di baskom kecil. Tuangkan di palet lukis cat nya dan tuangkan pewarna pd palet. selamat mencoba resep yang ini
Gunung meletus
Untuk bahan dan alatnya : Playdough (bisa juga pakai lempung, bubur kertas or material lain), soda kue 2 sendok teh, air cuka 60ml, deterjen 30gr, pewarna, toples atau kaleng.
Cara buat:
Buat gunung dari playdough, buat lubang di bagian tengah dan masukan toples atau kaleng, sebagai tempat menaruh bahan 'lava'. Biar makin ciamik, silakan hias sekitar gunungnya :)
Tuangkan soda kue kedalam toples pada gunung, sementara itu pada tempat lainnya, kita meracik larutan lava (cuka + deterjen + pewarna).
Laluuuu, tuangkan larutan lava kedalam gunung yang berisi soda kue tadi. Tadaaaaa keluar deh lahar merahnya :)
Untuk bahan dan alatnya : Playdough (bisa juga pakai lempung, bubur kertas or material lain), soda kue 2 sendok teh, air cuka 60ml, deterjen 30gr, pewarna, toples atau kaleng.
Cara buat:
Buat gunung dari playdough, buat lubang di bagian tengah dan masukan toples atau kaleng, sebagai tempat menaruh bahan 'lava'. Biar makin ciamik, silakan hias sekitar gunungnya :)
Tuangkan soda kue kedalam toples pada gunung, sementara itu pada tempat lainnya, kita meracik larutan lava (cuka + deterjen + pewarna).
Laluuuu, tuangkan larutan lava kedalam gunung yang berisi soda kue tadi. Tadaaaaa keluar deh lahar merahnya :)
Sunday, June 14, 2015
CornTaart
resepnya, pake resep klappertart, cuma diganti jagung.
CornTaart
Bahan-bahan :
1 liter Susu cair UHT (bagi menjadi 2 bagian, 250ml dan 750ml)
6 butir Kuning Telur
365 ml Susu Kental Manis
50 gram Tepung Terigu
100 gram Tepung Maizena
50 gram Tepung Custard
25 gram Tepung susu
150 gram Margarin (saya pakai margarin aroma butter)
1 kaleng jagung manis
50 gram Almond Bubuk
Vanili secukupnya
Toping :
6 butir Putih Telur (dikocok hingga mengembang sempurna)
Kacang Almond slice secukupnya
Kismis secukupnya
Keju Cheddar secukupnya ( diparut)
Kayu Manis Bubuk secukupnya
Cara Membuat :
1. Campur jadi satu tepung terigu, tepung maizena, tepung custard, dan tepung susu larutkan dengan 250 ml susu cait UHT dan kuning telur hingga tercampur rata ( jika bergerindil saring adonan hingga halus).
2. Panaskan 750 ml susu cair UHT dan susu kental manis dengan api sedang sambil diaduk perlahan searah jarum jam agar susu tidak pecah, aduk hingga mendidih.
3. Masukkan adonan tepung dan telur ke dalam susu yang telah mendidih, masukkan jagung manisnya, aduk terus secara perlahan dan konstan hingga rata dengan api kecil, jika adonan sudah rata dan mulai meletup-letup, matikan api.
4. Selagi adonan masih panas, langsung masukkan margarin, aduk hingga margarin tercampur rata, lalu masukkan vanili dan almond bubuk, aduk hingga rata.
5. Masukkan adonan ke dalam Loyang alumunium foil, beri toping putih telur, kismis, almond slice, bubuk kayu manis dan keju cheddar diatasnya. Panggang CornTaart di oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 25 menit, diamkan CornTaart untuk menghilangkan panasnya, lalu masukkan ke dalam kulkas, setelah cukup dingin, CornTaart siap disajikan
resepnya, pake resep klappertart, cuma diganti jagung.
CornTaart
Bahan-bahan :
1 liter Susu cair UHT (bagi menjadi 2 bagian, 250ml dan 750ml)
6 butir Kuning Telur
365 ml Susu Kental Manis
50 gram Tepung Terigu
100 gram Tepung Maizena
50 gram Tepung Custard
25 gram Tepung susu
150 gram Margarin (saya pakai margarin aroma butter)
1 kaleng jagung manis
50 gram Almond Bubuk
Vanili secukupnya
Toping :
6 butir Putih Telur (dikocok hingga mengembang sempurna)
Kacang Almond slice secukupnya
Kismis secukupnya
Keju Cheddar secukupnya ( diparut)
Kayu Manis Bubuk secukupnya
Cara Membuat :
1. Campur jadi satu tepung terigu, tepung maizena, tepung custard, dan tepung susu larutkan dengan 250 ml susu cait UHT dan kuning telur hingga tercampur rata ( jika bergerindil saring adonan hingga halus).
2. Panaskan 750 ml susu cair UHT dan susu kental manis dengan api sedang sambil diaduk perlahan searah jarum jam agar susu tidak pecah, aduk hingga mendidih.
3. Masukkan adonan tepung dan telur ke dalam susu yang telah mendidih, masukkan jagung manisnya, aduk terus secara perlahan dan konstan hingga rata dengan api kecil, jika adonan sudah rata dan mulai meletup-letup, matikan api.
4. Selagi adonan masih panas, langsung masukkan margarin, aduk hingga margarin tercampur rata, lalu masukkan vanili dan almond bubuk, aduk hingga rata.
5. Masukkan adonan ke dalam Loyang alumunium foil, beri toping putih telur, kismis, almond slice, bubuk kayu manis dan keju cheddar diatasnya. Panggang CornTaart di oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 25 menit, diamkan CornTaart untuk menghilangkan panasnya, lalu masukkan ke dalam kulkas, setelah cukup dingin, CornTaart siap disajikan
Nasberry Crumble
Adonan Nastar:
200gr margarin/mentega
275gr terigu
1sdm susu bubuk
1sdm maizena/sagu/tapioka
50gr gula halus
200gr margarin/mentega
275gr terigu
1sdm susu bubuk
1sdm maizena/sagu/tapioka
50gr gula halus
Adonan crumble :
-aduk dengan garpu hingga berpasir
25gr margarin
25gr gula pasir
50gr tepung terigu
-Contoh tekstur crumble aku attach foto dikomen
-aduk dengan garpu hingga berpasir
25gr margarin
25gr gula pasir
50gr tepung terigu
-Contoh tekstur crumble aku attach foto dikomen
Isian :
Selai blueberry (sesukanya jg boleh)
Selai blueberry (sesukanya jg boleh)
Olesan :
1kuning telur
1kuning telur
CARA MEMBUAT :
-Adonan Nastar: kocok margarin, gula halus dan susu bubuk (jgn kelamaan asal rata aja), lalu masukkan semua tepung dan aduk rata memakai sendok/spatula.
-Bentuk adonan, ambil sejumput seperti ukuran nastar biasa, bulat dan pipihkan, tekan tengahnya dgn ibu jari dan rapikan hingga membentuk cup/mangkok. (saya memakai tutup botol agar cepat dan rapi, tuk tutorial next nyusul ya)
-Oles permukaan adonan yg sudah dicetak dgn kuning telur lalu tabur rapi dgn adonan crumble, susun diatas loyangt yg telah dioles margarin.
-Sebelum dipanggang, tusuk2 dgn garpu permukaan dalamnya agar tidak mengembang saat dioven.
-Panggang selama 20mnt atau sampai kecoklatan dgn suhu 160¤ (kompor api sedang cenderung kecil)
-Keluarkan dari oven, isi smua cup dgn selai, lalu panggang lg sekitar 5mnt lalu angkat.
-Adonan Nastar: kocok margarin, gula halus dan susu bubuk (jgn kelamaan asal rata aja), lalu masukkan semua tepung dan aduk rata memakai sendok/spatula.
-Bentuk adonan, ambil sejumput seperti ukuran nastar biasa, bulat dan pipihkan, tekan tengahnya dgn ibu jari dan rapikan hingga membentuk cup/mangkok. (saya memakai tutup botol agar cepat dan rapi, tuk tutorial next nyusul ya)
-Oles permukaan adonan yg sudah dicetak dgn kuning telur lalu tabur rapi dgn adonan crumble, susun diatas loyangt yg telah dioles margarin.
-Sebelum dipanggang, tusuk2 dgn garpu permukaan dalamnya agar tidak mengembang saat dioven.
-Panggang selama 20mnt atau sampai kecoklatan dgn suhu 160¤ (kompor api sedang cenderung kecil)
-Keluarkan dari oven, isi smua cup dgn selai, lalu panggang lg sekitar 5mnt lalu angkat.
Happy cooking
Dame Tobing
Dame Tobing
Saturday, June 13, 2015
Bolu Gula Merah
Bahan:
Telor 10 btr ( 6 putih di buang)
Gula palem 200 gr
Sp 20 gr
Terigu 200 gr
Vanili 2 sdm
Soda 1 sdt
Susu bubuk 6 sdm
Maezena 4 sdm
Bumbu spekuk 1 sdm
Mentega cair 200 gr
Cara membuat:
1. Kocok telur, sp, gula palem hingga mengental
2. Masukkan terigu, soda, susu, maezena dan bumbu spekuk aduk rata
3. Tambahkan margarine
4. Tuang ke Loyang yg sdh diolesi mentega dan ditaburi terigu
5. Panggang 45 menit dg panas 160°C (sesuaikan dg oven masing2)
Subscribe to:
Posts (Atom)
